You are on page 1of 8

Refarat Dopamin

PENDAHULUAN

DEFINISI DAN METABOLISME DOPAMIN


Dopamine adalah neurotransmiter penting yang terdapat pada otak manusia dan memiliki
fungsi sebagai pengantar pesan atau rangsangan antar saraf juga sebagai hormon. Biasanya
molekul kecil ini dilepas saat sebuah saraf terangsang untuk menstimulasi saraf lainnya yang
lokasinya berdekatan. Dopamine bekerja dengan cara meningkatkan kekuatan memompa pada
jantung dan suplai darah ke ginjal dan digunakan untuk meningkatkan fungsi jantung ketika
jantung tak mampu memompa cukup darah.

Selain digunakan untuk pengobatan jantung, fungsi dopamin juga bisa digunakan untuk
menangani gangguan aliran darah ke pembuluh-pembuluh darah kapilar, kondisi penurunan
kesadaran akibat infeksi bakteri yang berat (septikemia endotoksik), gagal ginjal bahkan tekanan
darah tinggi akut. Dopamin diproduksi di beberapa daerah otak, termasuk nigra substantia dan
daerah tegmental ventral. Dopamin juga neurohormon yang dilepaskan oleh hipotalamus. Fungsi
utamanya sebagai hormon adalah untuk menghambat pelepasan prolaktin dari lobus anterior
hipofisis.3

Pada tahun 1950 Dopamin berhasil diidentifikasikan sebagai neurotransmitter potensial,


banyak penelitian dan penemuan yang berhubungkan dengan neurotransmitter ini. Salah satunya
adalah ditemukannya peranan dopamine pada penyakit Parkinson dan hal ini mendorong
penemuan Levodopa yang merupakan prekussor metabolic dopamine untuk menyembuhkan
penyakit Parkinson. Meskipun jumlah neuron dopamine sedikit kurang dari per 100.000 neuron
di otak namun dopamine meiliki peranan penting pada berbagai system saraf pusat. Peranan
dopamine sangat beragam mulai dari mengatur fungsi-fungsi motorik sampai meregulasi status
emosional maupun pengaturan aksis hypothalamus hipofisis. Dopamine mempunyai peranan
penting proses terhadap pembelajaran banyak perilaku. Berbagai obat utama untuk mengatasi
gangguan psikiatri seperti : psikosis, gangguan fungsi kognitif, gangguan kesadaran (migraine)
bekerja melalui berbagai jalur dopamine ini. Beberapa kondisi penyakit seperti : Parkinson,
gangguan perilaku hiperaktif, skizofreni dan adiksi obat, semuanya mempunyai mekanisme dasar
proses neuronal yang sama, yaitu berkaitan dengan dopamine.4
Dopamin merupakan kelompok neurotransmitter katekolamin. Jumlah total neuron
dopaminergik di otak manusia, tidak termasuk di retina dan bulbus olfaktorius diperkirakan
berjumlah antara 300.000 sampai dengan 400.000. nukleus dopaminergik yang utama dijumpai
pada substansia nigra pars compacta, daerah segmental sentral, dan nucleus arcuatus. Dari
substansia nigra dan daerah sgmental sentral neuron tersebut akan berproyeksi kedaerah
mesolimbik, mesokortikal, dan daerah striatum.5
Dopamin disintesis dari tyrosine di bagian terminal presinaps untuk kemudian dilepaskan
ke celah sinaps. Langkah pertama sintesis dopamin adalah proses uptake asam amino L-tyrosine
dari aliran darah. Tyrosine akan dikonversi menjadi 3-4-dihidroxyphenylalanine (L-DOPA) oleh
enzim tyrosine hydroxylase, dan kemudian L-DOPA dikonversi menjadi dopamin oleh enzim
dopa decarboxylase. Dopamin disimpan dalam granula-granula di ujung presinaptik saraf, dan
akan dilepaskan apabila ada ransangan. 5
Dopamin yang dilepaskan dicelah sinaps dapat mengalami satu atau lebih keadaan
berikut :
1. Mengalami pemecahan oleh enzim COMT/Catechol-O-Methyl-Transferase atau enzim
MAO/Monoamine Oxidase.
2. Mengalami difusi dari celah sinaps,
3. Pelepasan di pengaruhi ion kalsium.
4. Mengaktivasi reseptor pre sinaptik
5. Mengaktifasi reseptor post sinaptik
6. Mengalami ambilan kembali (reuptake) ke terminal pre sinaptik.5
FUNGSI DOPAMIN
Precursor NE ini mempunyai kerja lansung pada reseptor dopaminergik dan adrenergic,
dan dapat melepaskan NE endogen. Pada kadar rendah, dopamine bekerja pada reseptor
dopaminergik D1 pembuluh darah, terutama di ginjal, mesenterm dan pembuluh darah koroner.
Stimulasi reseptor β1 menyebabkan vasodilatasi melalui aktivasi adenilsiklase. Dengan demikian
infuse dopamine dosis rendah akan meningkatkan aliran darah ginjal, laju filtrasi glomerulus dan
ekskresi Na+. pada dosis yang lebih tinggi, dopamine meningkatkan kontraktilits miokard
melalui aktivasi reseptor β1. Dopamine juga melepaskan NE endogen yang menambah efeknya
pada jantung. Pada dosis rendah sampai sedang, resistensi perifer total tidak berubah. Hal ini
mungkin karena dopamine mengurangi resistensi arterial di ginjal dan mesentirium dengan
hanya sedikit peningkatan di tempat-tempat lain. Dengan demikian dopamine meningkatkan
tekanan sistolik dan nadi tanpa mengubah tekanan diastolic (atau sedikit meningkat)
Akibatnya, dopamine terutama berguna untuk keadaan curah jantung rendah disertai dengan
gangguan fungsi ginjal, misalnya syok kardiogenik dan hipovolemik. Pada kadar yang tinggi
dopamine dapat menyebabkan vasokontriksi akibat aktivasi reseptor α pembuluh darah. Karena
itu bila dopamine digunakan untuk syok yang mengancam jiwa, tekanan darah dan fungsi ginjal
harus dimintor. Reseptor dopamine juga terdapat di otak, tetapi dopamine diberikan IV, tidak
menimbulkan efek sentral karena obat ini sukar melewati sawar darah otak.7
Peranan dopamine sangat beragam mulai dari mengatur fungsi-fungsi motorik sampai
meregulasi status emosional maupun pengaturan aksis hypothalamus hipofisis. Dopamine
mempunyai peranan penting proses terhadap pembelajaran banyak perilaku.7

ABOUT DOPAMINE:

Indications Acute heart failure.


Dosage Adult : IV Initial: 2-5 mcg/kg/min,
increased gradually up to 5-10
mcg/kg/min. Seriously ill patient: Up
to 20-50 mcg/kg/min.
Dosage Details Intravenous
Acute heart failure
Adult: Initially, 2-5 mcg/kg/min,
increased gradually by up to 5-10
mcg/kg/min according to patient’s
cardiac and urine output. Seriously ill
patient: Up to 20-50 mcg/kg/min may
be required.
Reconstitution Dilute soln (usually 1.6 mg/mL or 3.2
mg/mL) in glucose 5%, NaCl 0.9% or
other suitable diluents. More dilute soln
may be used where fluid expansion is
not a problem.
Incompatibility Incompatible w/ Na bicarbonate and
other alkaline soln, amphotericin B,
alteplase, Fe salts, oxidising agents.
Contraindications Uncorrected atrial or ventricular
tachyarrhthmias or ventricular
fibrillation.
Special Precautions Patient w/ cardiac arrhythmias and
active myocardial ischaemia or recent
MI. Correct hypovolaemia prior to
treatment. Pregnancy and lactation.
Adverse Drug Reactions Ectopic heartbeats, angina, tachycardia,
palpitation, hypotension,
vasoconstriction, dyspnoea, nausea,
vomiting, headache, cardiac conduction
abnormalities, HTN, azotemia, anxiety,
widened QRS complex, bradycardia,
peripheral cyanosis.
Potentially Fatal: Rarely, ventricular
arrhythmias.
Monitoring Parameters Monitor ECG, urine flow, cardiac
output.
Overdosage Symptoms: vasoconstriction.
Management: Reduce dose or
discontinue infusion. May also
consider infusion of phentolamine
mesylate.
Mechanism of Action Description: Dopamine stimulates
dopaminergic receptors at lower doses
producing renal and mesenteric
vasodilation; at higher doses stimulates
both dopaminergic and β1-adrenergic
receptors producing cardiac stimulation
and renal vasodilation; large doses
stimulates α-adrenergic receptors.
Onset: W/in 5 min.
Duration: <10 min.
Pharmacokinetics:
Absorption: Inactivated when given
orally.
Metabolism: Metabolised in the liver,
kidney and plasma by monoamine
oxidase and catechol-O-
methyltransferase to inactive
compounds homovanillic acid and 3,4-
dihydroxyphenylacetic acid.

Indikasi : 1. Untuk penanggulangan syok syndrom.

2. Pre syok, severe hypotension.

Kontra indikasi: 1. Pasien Dehidrasi.

2. Hypotiroidism.

A. Dosis kecil: 1 - 5 mcg/BB/menit.


Memperbaiki aliran darah ke ginjal, jantung dan otak.

B. Dosis sedang: 5 - 10mcg/BB/menit.


Meningkatkan denyut jantung dan tekan darah.

C. Dosis berat: > 10mcg/BB/menit


Vasokonstriksi perifer dan dapat menimbulkan aritmia jantung.

Cara pemberian:

A. Memakai Mikro drip ( Buret).

Rumus: Dosis ( mcg) X kg BB X 60 tts(mikro) = tts/menit

jumlah mcg/ cc

Contoh: 200 mg Dopamin dilarutkan dalam 100 cc D5%

dosis 5 mcg/BB/ menit dengan BB 50 kg.


200 : 100 = 2 mg X 1000 mcg = 2000 mcg.

5 mcg X 50 kb X 60 tts = 15000

2000 2000

7,5 tts(mikro) / menit.

B. Memakai syringe Pump/ infus pump.

Rumus: dosis (mcg) X kb BB X 60 menit = cc/jam

jumlah mcg / cc

Contoh: 400 mg Dopamin dilarutkan dalam 500 cc D5%

dosis 5 mcg / menit BB 50 kg.

400 : 500 = 0.8 mg X 1000 mcg = 800 mcg

5 mcg X 50 X 60 menit = 15000

800 800

18,75 cc/ jam

DAFTAR PUSTAKA
1. Kaplan H, 1995, Sinopsis Psikiatri, Jakarta : FK-UI Jakarta , hal. 206-225.
2. Reynolds, G.P., 1989, Beyond the Dopamin Hypothesis, British Journal of Psychiatry [serial
Online], 1989 [cited 2009 Jan 20]; p:305. Available from URL: http://bjp.com.
3. Goldstien, Menek, & Ariel Y. Deutch, Dopaminergik mechanismein the pathogenesis of
scizofrenia, The FASEB Journal [serial Online], 1992 [cited 2009 Jan 20];2413. Available from
URL ; http://fasebj.com
4. Pinzon, Rizaldy, Peran Dopamin Pada Gangguan Spektrum Autistik, Cermin Dunia Kedokteran
[serial Online], 2007 [cited 2011 Jan 20] p: 158-161. Available from URL: http://kalbefarma.com
5. Webster. R, dkk, 1989, Neurotransmitter, Drugs and Disease., Blackwell Scientific Publications,
London, p: 95-102
6. Mardjon M, 1995, Farmakologi dan Terapi, Jakarta : FK-UI Jakarta, hal. 64.
7. http://mims.com