You are on page 1of 20

Materi C1 (Formaldehid)

Bahan Bahan baku


 Air (H20)
 Methanol
Bahan Tambahan
 Bahan Katalis (Perak atau tembaga)
Produk Utama
 Formaidehid (CH2O)
Produk Samping
 Hydrogen (H2)
 Carbon Dioksida (C02)
Buangan
 Padat
 Cair
 Gas

Klasifikasi Klasifikasi Proses Berdasarkan Gas Alam


Klasifikasi Proses Berdasarkan Oksidasi dan Dehydrogenasi
Reaksi a. Reaksi Oksidasi
CH3OH + ½ O2 HCOH + H2O H = -37 kkal/mol
b. Reaksi Dehydrogenasi
CH3OH CHO + H2 H = 19,08 kkal/moI
c. Reaksi Samping dan Pembakaran Sempurna
CH3OH + 3/2 O2 2H2O + CO2 H = -62 kkal/mol

Uraian/blok Uraian proses ini menggunakan proses oksidasi dehidrogenasi prosesnya yaitu:
diagram
udara masuk ditekan oleh kompresor path 0,2 atm kemudian udara dipanaskan pada HE lalu masuk kedalarn tanki methanol
evaporator, lalu methanol masuk ke tanki etanol evaporator dengan perbandingan udara dan methanol 30 % :50 %.
Campuran gas keluar methanol evaporator dipanaskan terlebih dahulu sebelum kirim ke katalik reactor, dimana katalis
perak atau tembaga yang digunakan berada dalam reactor berupa serbuk..
Gas yang keluar reactor dipanaskan di HE, Kemudian dialirkan ke light end stripper, di stripper digunakan pemanas steam,
kemudian gas yang dihasilkan dialirkan ke in water scrubber dan didinginkan dengan sirkulasi eksternal, dank e kolom
fraksionasi untuk rnendapatkan methanol sekitar 15 % untuk recycle dan diperkirakan % yield yang diperoleh yaitu sekitar 85%
- 90% methanol.
Sebagian gas yang keluar dan light end Stripper dialirkan ke dalam alcohol stripper dengan menggunakan pemanas steam dan
bagian bawah tanki akan dihasilkan
*formaldehid 37% larutan sedangkan pada bagian atas tanki dihasilkan methanol uap yang ái di recycle kembali ke katalitik
reactor.
Fungsi alat 1. Vaporizer : Mengeringkan Udara dari Kandungan Uap Air
2. Katalitik Reaktor : Tempat Terjadinya Reaksi Oksidasi, Pirolisis, serta Reaksi Samping
3. Scrubber : Menyerap Material yang Terbentuk dari Reaktor
4. Light End Stripper : Memisahkan Sisa Gas dari Produk
5. Methanol Stripper : Memisahkan Methanol Sisa Reaksi dengan Produk

Kegunaan Produk • Pengawet mayat


• Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.
• Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, kaca
• Pengeras lapisan gelatin dan kertas Fotografi.
• Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
• Bahan untuk pembuatan produk parfum.
• Bahan pengawet kosmetika dan pengeras kuku.
• Pencegah korosi untuk sumur minyak
• Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang
konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo
mobil, lilin, dan pembersih karpet.
Neraca Massa basis = 1 ton Formaldehyde
mol CHOH = (0,37 x 1) ton / 30 ton/mol= 0,0123 mol
bahan baku
metanol = 1,04 ton
tmol metanol = 1,04/32,04 = 0,03246 ton/mol
udara = 1760mᶾ x 10ᶾ lt/mᶾ x 1mol/22,4 lt x 29gr/gmol x 10⁻⁶ g/ton x 0,21
mol O₂ = 0,4785 ton/mol

reaksi utama
CH₃OH + 1/2O₂ === CHOH + H₂O
CH₃OH === CHOH + H₂O
2 CH₃OH + 1/2 O₂ === 2CHOH + H₂O + H₂

mula-mula 0,0324 0,47850


bereaksi 0,01230 0,00307 0,0123 0,00615 0,00615
sisa 0,02016 0,47543

CH₃OH + 3/2 O₂ ==== CO₂ + 2H₂O


mula-mula 0,02016 0,47543
bereaksi 0,01442 0,02164 0,01442 0,0288
sisa 0,00574 0,45379
IN OUT
Komponen
tmol ton tmol ton
O₂ 0,4785 15,312 0,45379 14,52128
H₂ - - 0,00615 0,0123
CH₃OH 0,03246 1 0,00574 0,18368
CHOH - - 0,0123 0,369
H₂O - - 0,035 0,63
CO₂ - - 0,01442 0,63448
TOTAL - 16 16
Materi C2 (Vinyl Clorida)
Bahan Bahan Baku
Etylen Diklorida (EDC)
Produk Utama
Vinyl Klorida (C2H3Cl)
Produk Samping
Asam Klorida (HCl)
Polyklorida

Klasifikasi  Pyrolisis Thermal Ethylene diklorida


 Reaksi Acetylen-HCl
 Reaksi Ethylen dichloride-caustik

Reaksi C2 H 4Cl2 CH 2CHCl + HCl


Uraian URAIAN PROSES VIA PYROLYSIS
 Ethylene diklorida (EDC) cair dipompakan dan dipanaskan dengan menggunakan steam sehingga
berubah fasa menjadi uap danbertekanan 4 atm. EDC yang masuk berupa uap dikeringkan di Dryer
dengan media silica gel, lalu masuk ke stainless steel tubular cracking furnace (Tubular Pyrolisis
Furnace). Pada tubular pyrolisis furnace inilah terjadi reaksi pada suhu sekitar 480-520°C dengan
tekanan 4 atm, proses ini menggunakan katalis charcoal.
 Selanjutnya produk berupa vinyl klorida, HCl dan komponen lainnya masuk ke Quencher untuk
didinginkan menggunakan EDC dingin hasil recycle. Gas yang tidak terkondensasi lalu dikirim ke
Heat Exchanger untuk memisahkan HCl, EDC, dan Vinyl clorida yang terbentuk. HCl yang
merupakan hasil samping dialirkan lewat bagian atas HE dan dikirim ke Acetylene-HCl proses,
sedangkan EDC dan Vinyl Klorida masuk ke dalam Vinyl still. EDC yang berbentuk cair digunakan
sebagai pendingin pada quencher dan EDC yang berbentuk uap dialirkan menuju Dryer, sedangkan
Vinyl Klorida yang merupakan produk utama keluar pada bagian atas dan dan distabilkan untuk
menjaga kondisi (temperature atau tekanan) selanjutnya dikirimkan ke storage.
URAIAN PROSES VIA REAKSI ACETILEN-HCL
Acetylene dan HCl dicampur dalam alat jet mixing, lalu masuk ke dalam Catalytic Tubular Reaktor
yang berisi katalis karbon, dengan suhu operasi 160-200°C. Produk yang dihasilkan berupa vinyl klorida yang
bercampur dengan asetylen, ethylene dan HCl yang tidak bereaksi, dimana HCl dan asetylen sisa akan
direcycle sedangkan ethylene akan dikeluarkan dimana akan digunakan untuk pembuatan etylene dikloride
secara oxychlorination sebagai bahan baku pada proses pyrolisis furnace guna menambah produk vinyl
cloride . Vinyl klorida yang dihasilkan dimasukkan kedalam Refrigerated Fractionator untuk dipisahkan, fase
berat yang keluar melalui bagian bawah menuju batch still untuk memisahkan Etylen diklorida dan aldehyd,
lalu vinyl klorida disimpan dalam storage.
Fungsi Alat  - Storage : Tempat penyimpanan zat (bahan)
 - Dryer : berfungsi mengeringkan atau mengurangi kadar air etylen diklorida.
 - Tubular Pyrolisis Furnace : Tempat pembakaran etylen diklorida/tempat terjadinya reaksi pyrolisys
EDC
 - Quencher : Tempat pendinginan hasil keluaran dari tubular cracking furnace
 - Heat Exchanger : Berfungsi menukar panas dari suatu zat, dapat menaikan suhu atau
menurunkan suhu dengan tujuan menjaga kestabilan temperature zat
tersebut/ mencapai tujuan lain.
 - Vinyl Still : kolom distilasi yang memisahkan Vinyl Klorida dengan EDC ataupun
senyawa lain (Polychloride)
 - EDC Still : kolom distilasi yang memisahkan EDC dengan senyawa lain
(Polyclorides)
 - Jet mixing : mencampurkan zat (asetylene-HCl)
 - Tubular Catalytic Reaktor : Tempat terjadinya reaksi antara Asertylen dan HCl
 - Stripper : Separator yang memisahkan asetylen dan HCL berlebih dari hasil keluaran
dari tubular catalitic reaktor
 - Refrigerated Fractionator : Memisahkan vinyl klorida dengan cara fraksinasi
 - Stabilizer : Menstabilkan zat, baik berupa fase, temperature, tekanan dan lainnya
 - Batch Still : kolom distilasi yang memisahkan EDC-aldehid yang disertai
pemanasan

Kegunaan Produk  Konstruksi: untuk distribusi air; irigasi yang disalurkan lewat pipa; isolasi; saluran elektrik
 Medis: untuk kantong darah ke dalam pembuluh darah; transfusi darah dan dialisis ginjal;
 Mainan: untuk komponen fleksibel dan kaku
 Pengemasan: untuk pembungkus makanan, penutup guci dan lapisan kaleng
 Dan lain-lain
.
Neraca massa Neraca Massa Vinil Klorida

Data Kuantitatif
Bahan Baku :
Etilen Diklorida (C2H4Cl2) 1,65 ton

Produk :
Vinil Klorida (C2H3Cl) 1 ton
Massa Vinil Klorida(Kemurnian
99,5%) 0,995 ton

Mol Bahan Baku :


mol C2H4Cl2 0,0167 ton mol

Mol Produk :
mol C2H3Cl 0,0159 ton mol

Reaksi Utama :

C2H4Cl2 C2H3Cl + HCl

Reaksi Samping :

2C2H4Cl2 [C2H4Cl2]2
Neraca Massa Overall
Reaksi Utama

C2H4Cl2 C2H3Cl + HCl


0,0167 - -
0,0159 0,0159 0,0159
0,0007 0,0159 0,0159

2C2H4Cl2 [C2H4Cl2]2
0,0007 -
0,0007 0,0004
- 0,0004

KOMPONEN BM IN OUT
C2H4Cl2 99 1,65 -
C2H3Cl 62,5 - 1,00
HCl 36,5 - 0,58
[C2H4Cl2]2 198 - 0,07
TOTAL - 1,65 1,65
Materi C4 (Butadiena)
Bahan Bahan Baku
a. Butana
b. Isopentana
c. Ammoniak
Produk
a. Butadiena
Produksamping
a. Butena
b. Hydrogen

Klasifikasi 1. Pembuatan Butadien secara Dehidrogenasi Butana


2. Pembuatan Butadien dari Proses Oxydehydrogenasi Butana
3. Pembuatan Butadien dari etanol
4. Steam Cracking Hydrokarbon

Reaksi Reaksi Utama:


C4H10 CH2 = CHCH = CH2 + 2 H2 H= +32,2 Kcal
Reaksi Samping:
C4H10 C4H8 + H2
Uraian/blok Gas C4 dan C5 yang mengandung banyak n-butana dan sedikit isopentana dicampur dengan gas recycle dan dimasukkan ke
diagram
preheater untuk dipanaskan pada temperatur yang tinggi, agar bereaksi dengan katalis dalam tangki pencampuran yang
menghasilkan panas pada reaktor. Terdapat sepasang atau 2 buah reaktor bersiklus adiabatik dengan panas reaksi pada saat awal
adalah 5 – 15 menit pada saat yang untuk menyuplai pembakaran karbon pada katalisator secara terus menerus. Temperatur reaksi
pada saat awal adalah pada suhu 650 oC dan menurun menjadi 550 oC setelah bereaksi pada tekanan rendah 120 – 150 mmHg
dimana reaksi akan berjalan sempurna.
Hasil yang keluar dari Quench Tower berupa oil-quench ditekan dan didinginkan lalu dipanaskan dari kandungan komponen
ringan lainnya di dalam Absorber, kemudian menuju Stripper. Pada bagian puncak Butadien Tower dihasilkan crude butadien, yang
kemudian dimurnikan dengan :
a. Absorbsi dengan menggunakan CAA
b. Ekstraktif destilasi dengan Furtural
c. Distilasi azeotropik dengan ammonia
Pada absorber lebih umum digunakan adalah dengan reaksi panas tertutup. Butadien – butan dengan larutan Cupruous Ammonium
Asetat (CAA) akan menghasilkan Butadien. Proses penyerapan pada temperatur tinggi diikuti dengan destilasi dan penekanan.
Butadien yang diperoleh dengan kemurnian 98 – 99 % (produk purity). Sedangkan ammonia dipisahkan di dalam menara destilasi
dengan melakukan penambahan air, kemudian NH3 dan H2O dipisahkan dalam NH3 still untuk selanjutnya akan direcycle kembali.
Fungsi alat * PREHEATER
Berfungsi untuk memanaskan n-butana dan sedikit isopentana sebelum masuk reactor.
* REAKTOR
Berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi yang bersifat adiabatic dengan menggunakan suhu yang bebeda untuk
menyuplai pembakaran pada katalisator secara terus-menerus pada suhu 650oC.
* QUENCH TOWER
Quench Tower berfungsi sebagai tempat pertukaran suhu panas menjadi dingin.
* ABSORBER
Berfungsi sebagai tempat terjadinya penyerapan gas H2.
* BUTADIENA TOWER
Berfungsi sebagai tempat pemisahan butadiene mentah dengan fase beratnya.
* BUTADIENA PURRIFIER
Berfungsi sebagai tempat pemisahan butadiene murni dengan ammonia dengan bantuan air.
* NH3 STILL
Berfungsi sebagai tempat pemisahan NH3 dengan air dan selanjutnya direcycle kembali.

Kegunaan - Bahan pembuatan vinyl chloride


Produk
- Antiknock agent
- Solvent

Neraca Neraca Massa Butadiena


Massa
Data Kuantitatif
Bahan Baku : Massa BM
Butana(C4H10) 1,8 ton 58 ton/ton mol

Produk :
Butadiena 1 ton
54 ton/ton mol
Massa Butadiena(Kemurnian 98%) 0,98 ton

Mol Bahan Baku


:
mol C4H10 0,0310 ton mol

Mol Produk :
mol C4H6 0,0181 ton mol
Reaksi Utama :

C4H10 C4H6 + 2H2

Reaksi Samping
:

C4H10 C4H8 + H2

Neraca Massa Overall


Reaksi Utama :

C4H10 C4H6 + 2H2


0,0310 - -
0,0181 0,0181 0,0363
0,0129 0,0181 0,0363

Reaksi Samping : (Konversi 40%)

C4H10 C4H8 + H2
0,0129 - -
0,0052 0,0052 0,0052
0,0077 0,0052 0,0052
Komponen BM In(ton) Out(ton)
C4H10 58 1,8 0,4
C4H6 54 - 1,0
C4H8 56 - 0,3
H2 2 - 0,1
TOTAL 1,8 1,8

Materi Aromatik (PHTHALIC ANHYDRIDE)


Bahan Bahan Baku : - Naphatalen
- O - xylene
- Udara
Bahan tambahan:
Katalis : V2O5
Produk Utama : Phthalic Anhydride
Produk Samping : Maleat Acid

Klasifikasi  Oksidasi Naphatalena


 Oksidasi O-xylene

Reaksi 1.Reaksi Utama (Konversi = 70,58%)


Reaksi (1) : C8H10 + 3 O2 C8H4O3 + 3 H2O
Reaksi (2) : 2C8H10 + 21 O2 16CO2 + 10H2O
Uraian/blok Naphatalene , o-xylene atau campuran keduanya dicairkan dan diuapkan dengan bubbling primary yang
diagram
telah sebelumnya memanaskan udara untuk mencairkan material. Udara tambahan digunakan untuk meyempurnakan keperluan
umpan 22kg udara/kg umpan yang ditambahkan arus bagian bawah dan campuran reaktan dilewatkan melalui preheater fixed bed
converter.Ini merupakan multitubular katalic reactor yang diisi dengan tambahan V2O5 .Panas eksotermik reaksi dipindahkan di
luar tube dengan sebuah system sirkulasi cairan garam .Kondisi oksidasi dalam converter 380-450 0C dengan waktu kontak 0,1-0,4
detik.
Reaktan berupa gas dilewatkan melalui waste heat steam biler dan dari sana menuju preheater dimana tempratur akhir
menurun beberapa derajat diatas titik embun dari phtalic anhidrid .Penguapan produk solid akan lebih efektif dengan memasang
pemindah aliran listrik fin-tube condenser ,cyclone , fluidized bed condenser atau water scrubber.Produk solid kasar dicairkan
,didestilasi dibawah vakum dan dipadatkan dengan lapisan atau bulatan pelengkap operasi bagian produksi .Konsentrasi kemurnian
maleic anhydride sebesar 0,2 – 0,4 %.
Maleic anhydride dan pengubahan termudah fumaric acid dapat direcover kembali sebesar 3-5 % yield dari sisa gas buang
cair pada kondensor phatalic anhydride kasar .Proses modifikasi yang kompetitif merupakan proses penggantian dari fluidized bed
catalytic reactor menjadi fixedbed multitubular reactor.Kondisi pada saat akhir berbeda beda ,Cairan naphtalenebdan atau o-xylene
disemprotkan dengan menunjukkan kedalam air –fluidized catalytic reactor yang beroperasi pada 600 0C.Gas gas reaktan naik terus
keatas berupa fase padat kedalam daerah wider calming settling yang luas dan kemudian dialirkan kebagian dalam cyclone untuk
menyaring debu.Kondensasi hamper sama seperti diatas tetapi tanpa destilasi vakum.
Fungsi alat  Fluid bed converter :Tempat terjadinya reaksi oksidasi yang berjalan eksotermal yang dioperasikan pada suhu 380oC -450
o
C
 Precipitator : Tempat pengendapan
 Steam :Tempat pemanasan
 Fluid bed condenser :Berfungsi untuk pendinginan top produk
Kegunaan  Sebagai bahan pada industri dyes.
Produk
 Sebagai resin alkyd
 Sebagai bahan campuran pembuatan plastic
 Sebagai pigmen
Neraca Neraca Massa Phthalat Anhdyrid
Massa
Data Kuantitatif
Bahan Baku :
O-xylene (C8H10)
Udara

Produk :
Phthalat Anhydrid(C8H4O3)

Mol Bahan Baku :


mol C8H10 0,0108 ton mol
mol udara 0,7793 ton mol
mol O2 0,1637 ton mol

Mol Produk :
mol C8H4O3 0,0068 ton mol

Reaksi Utama :
C8H10 + 3O2 C8H4O3 + 3H2O
2C8H10 + 21O2 16CO2 + 10H2O
Neraca Massa Overall
Reaksi Utama :
C8H10 + 3O2 C8H4O3 + 3H2O
0,0108 0,1637 - -
0,0068 0,0203 0,0068 0,0203
0,0041 0,1434 0,0068 0,0203

2C8H10 + 21O2 16CO2 + 10H2O


0,0041 0,1434 - -
0,0041 0,0430 0,0327 0,0205
- 0,1004 0,0327 0,0205
Komponen BM In Out
C8H10 106 1,15
O2 32 5,24 3,21
CO2 44 1,44
H2O 18 0,73
C8H4O3 148 1,00
TOTAL 6,39 6,39