You are on page 1of 2

Autis dan retardasi mental merupakan defisit kognitif yang muncul saat masa anak-anak.

Gangguan
perkembangan ditandai oleh fungsi sosial adaptif dan intelektual (Malhotra, et al., 2012). Gangguan
autistik ditandai dengan interaksi sosial timbal-balik yang menyimpang, keterampilan komunikasi
yang terlambat dan menyimpang, serta kumpulan aktivitas dan minat yang terbatas (Sadock &
Sadock, 2010).

Saat ini prevalensi anak dengan kelainan hambatan perkembangan perilaku telah mengalami
peningkatan (Handojo, 2003). Prevalensi gangguan autistik terjadi kira-kira 5 kasus per 10.000 anak
atau 0,05%. Berdasarkan jenis kelamin, anak laki-laki lebih sering terkena gangguan autistik
dibandingkan dengan anak perempuan (Sadock & Sadock, 2010). Selain itu menurut Departemen
Pendidikan Amerika Serikat, dalam satu tahun terdapat peningkatan sebesar 26,01% anak usia
sekolah yang diklasifikasikan sebagai autistik. Di California jumlah anak usia sekolah yang
didiagnosis autistik meningkat sebanyak 210% dalam periode sebelas tahun. Sejauh ini sudah terjadi
peningkatan gangguan autistik tujuh kali lipat dalam satu dekade terakhir (McCandless, 2003).

Pada penelitian di Hongkong tahun 2008 melaporkan tingkat prevalensi 1,68 per 1.000 untuk anak di
bawah 15 tahun. Sampai saat ini belum ada penelitian khusus yang menyajikan data autisme pada
anak di Indonesia. Namun bila diasumsikan dengan prevalensi autisme pada anak di Hongkong,
jumlah anak usia 5 – 19 tahun di Indonesia mencapai 66 juta 805 jiwa, maka diperkirakan terdapat
dari 112 ribu anak autism pada rentang usia 5 – 19 tahun (Depkes, 2011).

Usia ideal utk koreksi: 2-3 thn. Alasannya adalah pd usia ini perkembangan otak anak berada pd tahap
paling cepat. Proses koreksi intensif Terhdp anak autisme murni di bawah usia 5 thn memiliki tingkat
keberhasilan yg cukup tinggi.

Perilaku autistik digolongkan mjd 2 jenis:

1. Perilaku eksesif (berlebihan): hiperaktif dan tantrum (mengamuk) berupa menjerit, menyepak,
menggigit, mencakar, memukul, dll.

2. Perilaku defisit (berkekurangan): gangguan bicara, perilaku sosial kurang sesuai, defisit sensoris
shg dikira tuli, emosi tdk tepat (menangis tanpa sebab dan melamun)

(staff.uny.ac.id)

7 Ciri Utama Autisme:

1. Apakah anak anda memiliki rasa tertarik pada anak-anak lain? Y/T

2. Apakah anak anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada
sesuatu? Y/T

3. Apakah anak anda mau menatap anda lebih dari 1 atau 2 detik? Y/T

4. Apakah anak anda meniru anda? Misalnya, bila anda membuat raut wajah tertentu, apakah
anak anda menirunya? Y/T

5. Apakah anak anda memberikan reaksi bila namanya dipanggil? Y/T

6. Bila anda menunjuk kepada sebuah mainan/apapun disisi ruangan, apakah anak anda melihat
pada mainan/benda tersebut? Y/T
7. Apakah anak anda pernah bermain "sandiwara" misalnya berpura-pura menyuapi boneka,
berbicara di telepon dan sebagainya? Y/T
Seorang anak berpeluang untuk menyandang autis jika minimal 2 dari pertanyaan diatas dijawab
TIDAK

Tidak semua anak yang berpeluang menyandang autis memenuhi kriteria autis.

7 ciri utama ini digunakan agar orang tua dan guru waspada untuk segera memeriksa dan
mendiagnosa anak yang berpeluang autis ke dokter terdekat di lingkungan anda

(sehat-jiwa.kemkes.go.id)
Apakah buah hati Anda mengalami tanda-tanda seperti berikut:

1. Usia 6 bulan
Si kecil tidak dapat memperlihatkan ekspresi kesenangan atau kehangatan. Tak hanya itu, ia juga tak
dapat tersenyum dengan lebar seperti layaknya anak pada usianya.
2. Umur 9 bulan
Tidak ada ekspresi wajah atau senyuman. Bahkan ia juga dapat mengeluarkan suara-suara yang tidak
jelas (seperti pada bayi seusianya yang mulai mengeluarkan suara namun tidak jelas). Mungkin
tertawa sendiri tanpa alasan yang jelas.
3. Umur 12 bulan
Gejala awal anak mengalami autisme juga dapat terlihat saat ia tak merespon saat namanya dipanggil.
Selain itu, tidak ada gumaman layaknya bayi seusianya (semisal "ba ba ba"). Bahkan tidak ada
pergerakan berulang seperti menunjuk atau mengambil benda atau melambai.
4. Usia 16 bulan
Pada usia ini, Mama dan Papa dapat mengenali tanda awal autis pada si kecil yaitu saat ia tak bisa
mengatakan apa keinginan dasarnya, seperti ingin ke toilet, lapar, haus dan lainnya. Ia cenderung
lebih suka menyendiri dan juga tak suka dipeluk. Tak hanya itu, saat berbicara, ia memang mengajak
Mama berkomunikasi. Tapi ia tak akan melihat Mama saat berbicara.
5. Usia 24 bulan
Pada usia ini, si kecil sudah dapat mengeluarkan kata-kata meski tidak ada artinya dan tidak sedang
meniru perkataan orang lain. Akan tetapi, si kecil memiliki kemampuan yang sangat baik dalam satu
bidang atau aktivitas, seperti menggambar. Ia juga biasanya memiliki 1 benda yang selalu melekat
dengannya.

Jika Mama dan Papa melihat si kecil menunjukkan salah satu gejala di atas. Sebaiknya segera lakukan
pemeriksaan atau berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain itu,
Mama dan Papa juga harus selalu memerhatikan perkembangan anak secara detail, agar jika ada
gangguan atau penyakit yang dialami si kecil dapat dengan tepat ditangani dan dideteksi secara dini.