You are on page 1of 3

Pencegahan infeksi adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk

Pengertian
mencegah terjadinya resiko infeksi

Sebagai acuan untuk meminimalkan resiko penyebaran penyakit atau


Tujuan barang yang berbahaya kepada pasien, petugas kesehatan dan termasuk
petugas kebersihan

ALAT:
1. Tutup kepala
2. Sarung tangan
3. Masker
4. Lap Bersih
Alat & Bahan 5. Baju Laboratorium / scort
6. Bahan Linen
7. Gogle/ kaca mata

BAHAN
1. Cairan Antiseptik / desinfektan

1. Cuci tangan petugas sebelum melaksanakan semua tindakan


Standar Prosedur medik
Operasional 2. Tangan di lap dengan lap bersih dan diganti setiap hari
3. Pakai sarung tangan sebelum melakukan tindakan
4. Penetapan Pemakaian Sarung Tangan :
4.1 Unit Pelayanan Gigi
4.1.1 Satu pasang sarung tangan untuk satu pasien
4.1.1 Jika persediaan sarung tangan terbatas, pemakaian sarung
tangan dapat dipakai maksimal 3 kali, dengan mencuci
Standar Prosedur sarung tangan dengan desinfektan, jika terkontaminasi
Operasional dengan darah langsung dibuang
4.2 Laboratorium, Ruang Tindakan, UGD dan KIA
4.2.1 Pemakaian sarung tangan dapat dipakai maksimal 3 kali,
dengan mencuci sarung tangan dengan larutan antiseptik /
desinfektan kemudian diangin-anginkan setelah kering
kemudian disterilkan diautoclav, jika kena terkontaminasi
dengan darah maka langsung dibuang

Standar Prosedur 4.3 Ruang Tindakan


Operasional 4.3.1 Satu pasang sarung tangan untuk satu pasien
4.4 Unit Pelayanan Keluarga Berencana
4.4.1 Untuk pemeriksaan, 1 (satu) sarung tangan untuk 1 (satu)
pasien
5. Pemakaian Masker
5. 1. Dipakai untuk setiap tindakan di semua unit pelayanan.
5. 2. Digunakan sekali pakai buang
6. Pemakaian Scort digunakan setiap unit terkait yang beresiko terkena
cairan tubuh.
7. Gunakan pelindung tubuh setiap kali tindakan seperti :
7.1 Kaca mata untuk melindungi percikan darah, lendir, untuk RB
dan gigi jika diperlukan
7.2 Masker untuk penutup mulut pada pelayanan Umum, gigi,
laboratorium, KB (kecuali suntik KB dan PIL), pembuatan puyer
di Kamar Obat
7.3 Memakai baju pelindung untuk petugas Laboratorium
8. Buang sarung tangan, masker ke tempat pembuangan sampah infeksius
9. Cuci alat pelindung seperti kaca mata dan scort
10. Cuci tangan petugas sampai bersih
Buang sampah infeksius selesai pelayanan (Petugas Cleaning
Service) di tempat yang sudah disediakan
11. Tambahan untuk Laboratorium :
11.1 Dilarang makan, minum dan merokok di unit pelayanan
11.2 Dilarang menyentuh mulut dan mata pada saat sedang bekerja
11.3 Dilarang memipet dengan mulut, gunakan alat bantu pipet (pipet
bulb) atau pipet otomatis jika ada
11.4 Simpan bahan kimia dengan hati-hati, karena semua harus
dianggap berbahaya
Sterilisasi Alat
12. Semua alat-alat yang akan digunakan untuk pemeriksaan atau tindakan
medis harus dalam keadaan steril

Pembuangan Sampah Medis


13. Petugas harus memakai sarung tangan rumah tangga pada saat
pemgambilan sampah di unit dan membuangnya ke tempat
pembuangan sampah infeksius
Penanganan bahan-bahan Linen
14. Petugas cleaning servis mengambil bahan-bahan linen yang sudah
kotor, dan menempatkan ke (ruang cuci) untuk dicuci
Standar Operasional
Prosedur 15. Petugas mencuci setiap hari bahan linen dan diseterika
Pengelolaan Alat Kesehatan Tajam (Jarum Suntik)
16. Benda tajam diserahkan dengan menggunakan baki
17. Setelah digunakan tutup jarum dengan satu tangan, jarum dimasukkan
ke dalam penutup, jika sudah tertutup gunakan tangan lain untuk
mengencangkannya
18. Buang jarum ke dalam safety box

1. Semua Unit Pelayanan Puskesmas


Unit terkait 2. Cleaning Service
3. Pengelola Sampah Infeksius