You are on page 1of 18

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perkembangan suatu kota diiringi juga dengan peningkatan kebutuhan
terhadap pelayanan air bersih perkotaan, sehingga pemerintah maupun
swasta atau masyarakat dituntut untuk menyediakan prasarana air bersih ini
dengan sebaik-baiknya. Kebutuhan ini cenderung meningkat dari tahun ke
tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kualitas hidupnya
yang mengalami peningkatan serta kegiatan perkotaan yang juga
berkembang pesat.
Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi
kelangsungan hidup manusia maka sudah hal yang wajib jika kebutuhan air
bersih menjadi prioritas dalam proses penyediannya. Namun pada dewasa
ini ketersediaan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari
mengalami berbagai kendala dari berbagai hal, dimulai dari permasalahan
kualitas air, kuantitas air dan kontinuitas ketersedian air bersih.
Kebutuhan air bersih dapat disesuaikan dengan dengan kondisi sarana
dan prasarana dari wilayah cakupan penyediaan air bersih untuk suatu
wilayah. Untuk wilayah perkotaan penyediaan air bersih dapat dilakukan
dengan cara memasang saluran perpipaan maupu non perpipaan. Sistem
perpipaan ini dapat dilakukan, dikelola dan di pantau oleh salah satu
perusahaan BUMN yaitu PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang
dapat membantu dalam hal penyediaan air bersih.
PDAM Tirta Kahuripan berdiri sejak 1977 yang melayani cakupan
kebutuhan air bersih atau air minum untuk wilayah Kabupaten Bogor.
Kabupatan Bogor merupakan salah satu wilayah dengan pertambahan
jumlah penduduk yang terus mengalami pertumbuhan, seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk maka dibutuhkan pula jaringan distribusi
air bersih. Namun sebagian besar dari masyarakat dari Kabupaten Bogor
masih belum bisa mendapatkan atau belum terlayani oleh jaringan distribusi
air bersih milik PDAM. Masyarakat yang belum terlayani oleh jaringan
distribusi air bersih PDAM menggunakan sumber air tanah dalam dan
sungai – sungai kecil untuk dijadikan sebagai sumber air bersih. Namun
permasalahan lain akan timbul ketika musim kemarau datang, karena
sumber air yang berasal dari air tanah dalam dan sungai-sungai kecil
tersebut tersebut mengalami penurunan dan kehilangan debit air sama
sekali. Sehingga banyak masyarakat yang membeli air untuk dijadikan
sebagai pemenuhan dalam kebutuhan hidup sehari-hari.
2

Maka dari itu, salah satu pemenuhannya dapat dilakukan melalui


sistem jaringan air bersih milik PDAM. Namun saat ini, penyediaan
kebutuhan air bersih yang diberikan oleh PDAM Tirta Kahuripan
Kabupaten Bogor belum mampu memberikan pelayanan air bersih untuk
seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Cakupan pelayanan untuk Kabupaten
Bogor sendiri sampai dengan tahun 2017 baru sebesar 19,68 % (Sumber:
Perpamsi.or.id/berita). Wilayah pelayanannyapun masih terbatas pada
daerah-daerah permukiman disekitar pusat kota dan belum menjangkau
daerah atau desa-desa yang terletak jauh dari pusat kota.

1.2. Rumusan Masalah


1. Berapa banyak cakupan pelayanan PDAM Tirta Kahuripan wilayah
Cibinong (kondisi eksisting)?
2. Wilayah mana sajakah yang belum terpenuhi kebutuhan air bersihnya?
3. Bagaimana cara meningkatkan pelayanan jaringan air bersih untuk
wilayah – wilayah yang belum terpenuhi kebutuhannya?

1.3. Tujuan Khusus Penelitian


1. Mengetahui wilayah yang belum terlayani air bersih.
2. Membuat perencanaan sistem air bersih untuk wilayah yang belum
terjangkau pipa air bersih oleh PDAM.

1.4. Keutamaan Penelitian


Berikut adalah keutamaan dari penelitian yang dilakukan :
1. Mengetahui daerah – daerah yang belum terlayani kebutuhan air bersih.
2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi daerah yang belum terlayani
serta membuat perencanaan distribusi untuk daerah tersebut.
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Air Bersih


Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan
akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai
batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem
penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah
persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi
dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek
samping (Ketentuan Umum Permenkes No. 416/Menkes/PER/IX/1990
(Dalam Modul Gambaran Umum Penyediaan dan Pengolahan Air Minum
Edisi Maret 2003 hal. 3 dari 41)

2.2. Pemanfaatan Sumber Daya Air di Perkotaan


Menurut Kammere (1976:124), pemenuhan kebutuhan air bersih
diperkotaan dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan sumber daya air,
yaitu:
1. Mengalirkan air dari sumbernya ke tempat pengguna atau pelayanan
umum. Dimana, pelayanan dilakukan oleh pemerintah kota setempat
yang pelaksanaannya dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum
dengan memanfaatkan sumber air baku yang ada dan diolah serta
didistribusikankedaerah pelayanan atau pelanggan.
2. Mengusahakan sendiri dengan menggali sumur. Penggalian sumur
melalui sumur gali atau sumur bor banyak dilakukan oleh penduduk
untuk memenuhi kebutuhan domestik, niaga dan industri.
Menurut Algamar (1994:57), sistem penyediaan air minum bila dilihat dari
bentuk dan tekniknya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Sistem penyediaan air minum individual (individual water system atau
rural water supply sistem).
2. Sistem penyediaan air minum komunitas atau perkotaan (community
municipality water supply system atau public water supply sistem).

2.3. Sistem Pelayanan Air Perkotaan


Menurut Noerbambang dan Morimura (1985:11), ada 4 komponen
utama yang termasuk kedalam sistem penyediaan air bersih, yaitu:
1. Unit pengumpul/intake air baku (collection or intake work).
2. Unit pengolahan air/sistem produksi (purification or treatment work).
3. Unit transmisi/sistem transmisi (transmision work).
4. Unit distribusi/sistem distribusi (distribution work).
4

2.4. Sistem Distribusi Air Bersih


Sistem distribusi adalah sistem yang langsung berhubungan
dengankonsumen, yang mempunyai fungsi pokok mendistribusikan air yang
telah memenuhi syarat ke seluruh daerah pelayanan. Sistem ini meliputi
unsur sistem perpipaan dan perlengkapannya, hidran kebakaran, tekanan
tersedia, sistempemompaan (bila diperlukan), dan reservoir distribusi (Enri
Damanhuri, 1989).
Sistem distribusi air minum terdiri atas perpipaan, katup-katup, dan
pompa yang membawa air yang telah diolah dari instalasi pengolahan
menuju pemukiman, perkantoran dan industri yang mengkonsumsi air. Juga
termasuk dalam sistem ini adalah fasilitas penampung air yang telah diolah
(reservoir distribusi), yang digunakan saat kebutuhan air lebih besar dari
suplai instalasi, meter air untuk menentukan banyak air yang digunakan, dan
keran kebakaran.

2.5. Sistem Pengaliran Air Bersih


Untuk mendistribusikan air minum kepada konsumen dengan
kuantitas, kualitas dan tekanan yang cukup memerlukan sistem perpipaan
yang baik, reservoir, pompa dan dan peralatan yang lain. Metode dari
pendistribusian air tergantung pada kondisi topografi dari sumber air dan
posisi para konsumen berada. Menurut Howard S Peavy et.al (1985, Bab 6
hal. 324-326) sistem pengaliran yang dipakai adalah sebagai berikut;
a. Cara Gravitasi
b. Cara Pemompaan
c. Cara Gabungan

2.6. Permasalahan Dalam Penyediaan Air Bersih


Menurut Model Penyiapan Program Pembangunan Prasarana dan
Sarana Dasar Perkotaan Tahun 1994, penyediaan air bersih bagi penduduk
perkotaan selama ini menghadapi berbagai permasalahan yang menjadi
dilema dalam pemenuhan kebutuhan pokok tersebut seperti:
1. Buruknya kualitas sumber air baku.
2. Penurunan kuantitas sumber air baku.
3. Kebijakan penyediaan peningkatan kuantitas yang lebih berperan
daripada peningkatan kualitas.
4. Masyarakat berpenghasilan rendah lebih tidak terlayani oleh Public
Water Supply daripada masyarakat berpenghasilan tinggi.
5. Masalah perencanaan kota dan perubahan tata guna lahan.
Terjadinya perubahan tata guna lahan pada daerah aliran sungai juga
sangat mempengaruhi dalam penyediaan air baku sebagai sumber air bersih
perkotaan terutama terkait dengan kebutuhan yang akan semakin meningkat
dimasa-masa yang akan datang. Perubahan tata guna lahan dapat
5

didefinisikan sebagai aktivitas atau proses untuk pengelolaan lahan secara


lebih intensif dan ekstensif serta untuk merubah pemanfaatan tata guna
lahan (Asdak, 1995).

2.7. Analisis Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam analisis sistem jaringan pipa
distribusi air bersih :
1. Peta distribusi beban, berupa peta tata guna lahan, kepadatan dan batas
wilayah. Juga pertimbangan dari kebutuhan/beban (area pelayanan).
2. Daerah pelayanan sektoral dan besar beban. Juga titik sentral
pelayanan(junction points).
3. Kerangka induk, baik pipa induk primer maupun pipa induk sekunder.
4. Untuk sistem induk, ditentukan distribusi alirannya berdasarkan debit
puncak.
5. Pendimensian (dimensioneering). Dengan besar debit diketahui, dan
kecepatan aliran yang diijinkan, dapat ditentukan diameter pipa yang
diperlukan.
6. Kontrol tekanan dalam aliran distribusi, menggunakan prinsip
kesetimbangan energi. Kontrol atau analisa tekanan ini dapat dilakukan
dengan beberapa metode, disesuaikan dengan rangka distribusi.
7. Detail sistem pelayanan (sistem mikro dari distribusi) dan perlengkapan
distribusi (gambar alat bantu).
8. Gambar seluruh sistem, berupa peta tata guna lahan, peta pembagian
distribusi, peta kerangka, peta sistem induk lengkap, gambar detail sistem
mikro.

2.8. Aplikasi Epanet 2.0 dalam Analisa Jaringan Distribusi Air Bersih
Epanet 2.0 adalah program komputer yang berbasis windows yang
merupakan program simulasi dari perkembangan waktu dari profil hidrolis
dan perlakuan kualitas air bersih dalam suatu jaringan pipa distribusi, yang
didalamnya terdiri dari titik/node/junction pipa, pompa, valve (asesoris) dan
reservoir baik ground reservoar maupun reservoir menara. Output yang
dihasilkan dari program Epanet 2.0 ini antara lain debit yang mengalir
dalam pipa, tekanan air dari masing masing titik/node/junction yang dapat
dipakai sebagai analisa dalam menentukan operasi instalasi, pompa dan
reservoir.
Epanet 2.0 didesain sebagai alat untuk mengetahui perkembangan dan
pergerakan air serta degradasi unsur kimia yang terkandung dalam air di
pipa distribusi air bersih, yang dapat digunakan untuk analisa berbagai
macam sistem distribusi, detail desain, model kalibrasi hidrolis. Analisa sisa
khlor dan beberapa unsur lainnya.
6

BAB III
METODE PENELITIAN

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian berfokus pada salah satu kelurahan yang berada di
Kecamatan Cibinong, yang cangkupan pelayanan air bersihnya berasal dari
PDAM Tirta Kahuripan Unit Pelayanan Cibinong.

3.2. Metode Penelitian


Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur debit air PDAM
dengan cara pengambilan data ditempat. Lalu mendata jumlah penduduk
wilayah penelitian dan mendata jenis fasilitas penunjang daerah penelitian.
Tujuan yang ingin dicapain dari studi ini adalah peningkatan pelayanan air
bersih wilayah Cibinong dalam memenuhi kebutuhan air bersih domestik
masyarakatnya.
Metode studi untuk menyusun strategi peningkatan kapasitas
pelayanan air bersih di Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong, diawali
dengan menentukan kebutuhan data yang diperlukan berupa variabel-
variabel kapasitas pelayanan air bersih. Selanjutnya dilakukan teknik untuk
memperoleh atau mengumpulkan data dengan cara wawancara, pengukuran
debit air dan pengumpulan informasi kepada pihak-pihak yang terkait
seperti PDAM dan sebagainya, serta dengan cara mencari dari literatur-
literatur yang melandasi dan mendukung studi dari kepustakaan dan
dokumentasi seperti laporan Tahunan PDAM dan lain-lain. Setelah
dilakukan pengambilan data, selanjutnya dilakukan teknik mengolah
penyajian data serta teknik bagaimana untuk menganalisis data-data yang
telah diperoleh tersebut. Setelah seluruh data yang dibutuhkan sudah diolah
maka dilakukan pengaplikasian dengan menggunakan software Epanet 2.0.
7

3.3. Indikator Capaian


Berikut ini adalah indokator capaian dibeberapa tahap penelitian :
1. Pengambilan data
Indikator capaian untuk pengambilan data adalah didapatkannya :
- Data primer : Observasi lapangan dengan melihat kondisi
eksisting jaringan pipa dan mendata wilayah yang
sudah terlayani dan belum terlayani oleh air
bersih, pengukuran debit air, dan wawancara
dengan pihak terkait.
- Data sekunder : Data debit sungai intake, Peta lokasi daerah
penelitian, data jumlah penduduk dan luas wilayah
serta kebutuhan air.
2. Pengolahan data
Pengolahan data yang didapat dari jumlah penduduk ialah dengan
memproyeksikan penduduk untuk beberapa tahun kedepannya sehingga
dapat diketahui jumlah kebutuhan air bersih dimasa mendatang berapa
banyak dan membuat pelayanan untuk daerah yang belum terlayani oleh
air bersih.

3.4. Pengumpulan Data


Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh dari kegiatan langsung di lapangan. Data sekunder
diperoleh dari lembaga pemerintahan atau pihak lain yang terkait. Sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai untuk peningkatan pelayanan distribusi air
bersih wilayah Cibinong.

3.4.1. Data Primer


Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan
secara langsung (observasi lapangan) dan pengukuran debit air
produksi.
1. Observasi Lapangan
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting
pelayanan PDAM cabang Cibinong. Sehingga dapat mengetahui
daerah – daerah yang sudah terlayani atau pun belum terlayani air
bersih.
2. Pengukuran debit air
Pengukuran debit air untuk mengetahui berapa air yang
dapat disalurkan ke jaring jaringan pipa dan mengetahui pressure
air tersebut.

3.4.2. Data Sekunder


Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari:
8

1. Peta wilayah pelayanan PDAM.


2. Buku, jurnal, dan literatur lainnya.
3. Regulasi Nasional, Provinsi dan regulasi daerah Kabupaten
Bandung.
4. Gambaran umum wilayah studi.
5. Debit sungai.
6. Jumlah penduduk wilayah studi.

3.5. Pengolahan dan Analisis Data


Data primer dan sekunder yang diperoleh selanjutnya diolah dan
dianalisis. Seperti data proyeksi kebutuhan penduduk untuk 20 tahun
mendatang serta fasilitas yang akan ada untuk beberapa tahun ke depan.
Dengan melakukan perhitungan kebutuhan air disuatu wilayah akan
didapatkan nilai debit air yang dibutuhkan untuk 20 tahun mendatang dan
dapat melihat apakah hasil dari proyeksi dapat memenuhi kebutuhan air
masyarakat dimasa mendatang. Dalam proses pengolahan data, dilakukan
pula pembandingan data dari hasil wawancara, observasi, dan pengukuran
debit air. Data diaplikasikan menggunakan aplikasi Epanet 2.0 data yang
dimasukan pertama dengan cara membuat jalur perpipaan air bersih untuk
daerah yang terlayani dan mensetting diameter pipa yang dibutuhkan serta
memastikan pressure yang ada didalam pipa dapat sampai ke area
pelayanan.
9

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1. Anggaran Biaya


Berikut ini adalah anggaran biaya untuk penelitian ini :

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)


Peralatan Penunjang
1.
a. GPS Map (@60.000 x 30 hari kerja) 1.800.000
Bahan Habis Pakai
63.000
a. Kertas
19.500
b. Pulpen
2. 22.000
c. Pilok
32.500
d. Papan Jalan
500.000
e. Copy data
Perjalanan
a. Jakarta – Bogor (44 hari kerja) 1.936.000
3. b. Pengambilan titik panjang pipa daerah perencanaan
- Dengan mobil (@800.000 x 5 hari kerja) 4.000.000
- Dengan motor (@200.000 x 11 hari kerja 2.200.000
4. Lain – lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan 1.927.000
Total 12.500.000

4.2. Jadwal Kegiatan


Penelitian akan dilaksanakan dengan rencana jadwal kegiatan sebagai
berikut:
Tabel 4.1. Rencana Jadwal Kegiatan Kerja Praktik
Waktu Pelaksanaan
Rencana Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5
Pengurusan administrasi
Pengumpulan Data
Analisa Data
Penyusunan Laporan
Seminar
10

DAFTAR PUSTAKA

Al – Layla,1980, Water Supply Engineering Design, Ann Arbor Science.


Damanhuri, Enri, 1989, Pendekatan Sistem Dalam Pengendalian dan
Pengoperasian Sistem Jaringan Distribusi Air Minum, Bandung, Jurusan
Teknik Lingkungan FTSP-ITB.
Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan UNDP/UNCHS, 1997,
Pengadaan Sarana dan Prasarana Kota di Indonesia, Jakarta.
Kammere, J.C, 1986, Water Quantity Requirement for Public Supplies and
Others Use, Van Notrand Reinhold Co, New York.
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman
Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum, hal. 39–53.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416/Menkes/PER/IX/1990
Syarat–Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Bersih
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003
tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Partisipasi
Masyarakat Menuju Kepemerintahan.
Lufira, R. D., Suhardjono, S., & Marsudi, S. (2012). Optimasi Dan Simulasi
Sistem Penyediaan Jaringan Air Bersih Di Kecamatan Kademangan
Kabupaten Blitar. Jurnal Teknik Pengairan, 3(1), 6-14.
Noerbambang, S.M., dan Takeo Morimura. 1985. “Perancangan dan Pemeliharaan
Sistem Plambing”. PT. Daimppon Gitakarya Printing. Jakarta.
Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/PerMenKes/X/1990 tentang Pedoman
Kualitas Air.
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum.
Undang-undang Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air Sebagai Baku Mutu Sumber Air.
Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Wardiha, M. W., & Putri, P. S. A. (2012). Pemetaan permasalahan penyediaan air
minum di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan system interrelationship
model. Lingkungan Tropis, 6(2), 105-119.
11

Lampiran 1. Biodata Ketua

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Isna Karin Dermayanti
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Lingkungan
4 NIM 1142005005
5 Tempat dan Tanggal Lahir Depok, 23 Juni 1996
6 Email Isnakarin23@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082299663749

B. Riwayat Pendidikan
Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi Universitas Bakrie - -
Jurusan Teknik Lingkungan - -
Tahun Masuk-Lulus 2014-2018 - -

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentatiom)


No Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1 - - -

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi dana tau


institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-P.

Jakarta, 29 November 2017


Pengusul,

(Isna Karin Dermayanti)


12

Lampiran 1. Biodata Anggota

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Amelia Eka Dini
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Lingkungan
4 NIM 1152005008
5 Tempat dan Tanggal Lahir Cianjur, 21 November 1995
6 Email amelia.ekadini@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 087877925048

B. Riwayat Pendidikan
Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi Universitas Bakrie - -
Jurusan Teknik Lingkungan - -
Tahun Masuk-Lulus 2015-2019 - -

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentatiom)


No Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1 - - -

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi dana tau


institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-P.

Jakarta, 29 November 2017


Pengusul,

(Amelia Eka Dini)


13

Lampiran 1. Biodata Anggota

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Fadilla Qatrunsalwa N.
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Lingkungan
4 NIM 1152005006
5 Tempat dan Tanggal Lahir Samarinda, 14 Mei 1997
6 Email fqatrunsalwa@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085753676391

B. Riwayat Pendidikan
Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi Universitas Bakrie - -
Jurusan Teknik Lingkungan - -
Tahun Masuk-Lulus 2015-2019 - -

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentatiom)


No Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1 - - -

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi dana tau


institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-P.

Jakarta,29November 2017
Pengusul,

(Fadilla Qatrunsalwa N.)


14

Lampiran 1. Biodata Dosen Pendamping

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Diki Surya Irawan, S.T., M.Si
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 NIDN 0315118207
4 Tempat dan Tanggal Lahir Bekasi, 15 November 1982
5 E-mail diki.surya@bakrie.ac.id
6 Nomor Telepon/HP 081360700815

B. Riwayat Pendidikan
Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi Universitas Universitas
-
Pasundan Indonesia
Jurusan Teknik Ilmu
-
Lingkungan Lingkungan
Tahun Masuk-Lulus 2000-2005 2009-2012 -

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentatiom)


No Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1 - - -

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi dana tau


institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1 Finalist QCP Category
in Astra International Astra International 2015
Innovation Conference
2 PALYJA Innovation
Award 3rd winner 2015 PT. PALYJA 2015
(QCP Category)
3 PALYJA Innovation
Award 2nd winner 2014 PT. PALYJA 2014
(PSS Category)
4 PALYJA Innovation
Award 1st winner 2011 PT. PALYJA 2011
(PSS Category)
5 PALYJA Innovation
Award 3rd winner 2009 PT. PALYJA 2009
(QCC Category)

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
15

ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan,saya sanggup menerima


sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Proposal PKM-P.

Jakarta, 29 November 2017


Pendamping,

(Diki Surya Irawan, S.T., M.Si)


16

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan penunjang
Justifikasi Harga Jumlah
Material Volume
Pemakaian Satuan Biaya (Rp)
GPS Map Pengukuran 30 60.000 1.800.000
panjang pipa pada
daerah
perencanaan
SUB TOTAL (Rp) 1.800.000

2. Bahan Habis Pakai


Justifikasi Harga Jumlah
Material Volume
Pemakaian Satuan Biaya (Rp)
a. Kertas Pencatatan 1 63.000 63.000
b. Pulpen Alat untuk 1 19.500 19.500
mencatat
Sebagai 1
c. Pilok 22.000 22.000
penanda
Sebagai alat
d. Papan penunjang 1 32.500 32.500
Jalan penelitian
e. Copy Copy data 1 500.000 500.000
data penunjang
dari PDAM
SUB TOTAL (Rp) 637.000

3. Perjalanan
Justifikasi Harga Jumlah
Material Volume
Pemakaian Satuan Biaya (Rp)
Perjalanan Jakarta -
Kereta 44 44.000 1.936.000
Bogor
Pengambilan titik
panjang pipa daerah Mobil 5 800.000 4.000.000
perencanaan
Pengambilan titik
panjang pipa daerah Motor 11 200.000 2.200.000
perencanaan
SUB TOTAL (Rp) 8.136.000

4. Lain-lain
Justifikasi Harga Jumlah
Material Volume
Pemakaian Satuan Biaya (Rp)
Publikasi Hardcopy 2 100.000 200.000
17

Seminar Seminar 1 1.500.000 1.500.000


Laporan Laporan 1 227.000 227.000
SUB TOTAL (Rp) 1.927.000
Total (Keseluruhan) 12.500.000

Lampiran 3.Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

Alokasi
Program Bidang
No Nama / NIM Waktu Uraian Tugas
Studi Ilmu
(jam/minggu)
Perencanaan
Isna Karin Air Bersih
Teknik Teknik 42
1 Dermayanti/ Pengumpulan
Lingkungan Lingkungan jam/minggu
1142005005 data
penduduk
Pengumpulan
kebutuhan air
Amelia Eka Teknik Teknik 42
2 bersih dan
Dini/1152005008 Lingkungan Lingkungan jam/minggu
penyusunan
laporan
Pengumpulan
Fadilla data Fasilitas
Teknik Teknik 42
3 Qatrunsalwa dan
Lingkungan Lingkungan jam/minggu
N./1152005006 pembuatan
laporan
18

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : Isna Karin Dermayanti
NIM : 1142005005
Program Studi :Teknik Lingkungan
Fakultas : Teknik dan Ilmu Komputer

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-P saya dengan judul Peningkatan
Distribusi Air Bersih Kec. Cibinong Kab. Bogor(Studi Kasus : Pdam Tirta
Kahuripan Unit Cibinong) yang diusulkan untuk tahun anggaran 2017-2018
adalah asli karya kami dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana
lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Jakarta,29 November 2017


Mengetahui, Yang menyatakan,
Kepala Program Studi
Teknik Lingkungan Universitas Bakrie

(Sirin Fairus, STP., M.T) (Isna Karin Dermayanti)


NIK.9131000332 NIM.1142005016