You are on page 1of 9

NUTRISI PADA KULIT

Seiring perkembangan zaman


Linda Markham

ABSTRAK
Nutrisi merupakan salah satu factor penting untuk kulitkita. Gangguan karena kekurangan
vitamin dapat ditelusuri hingga zaman Mesir Kuno. Saat ini, pada komunitas kesehatan, banyak
orang yang melihat terkait masalah nutrisi untuk factor kesehatan, termasuk efeknya terhadap
kesehatan jantung dan paru, kesehatan otot, serta mengendalikan berat badan, namun nutrisi juga
mempunyai pengaruh terhadap semua sistem dan fungsi tubuh termasuk kulit. Nutrisi pada kulit
juga memperlihatkan tingkat kesehatan umum dari seseorang secara menyeluruh. Kulit butuh
untuk diberikan makanan dari luar dan dalam. Kulit juga dipengaruhi oleh berbagai factor
internal dan eksternal. Protein, asam lemak esensial, karbohidrat, vitamin, mineral, element lain,
serta antioksidant, semuanya mempunyai peran penting terhadap kesehatan kulit dan
mempengaruhi pasien di berbagai usia, dari bayi hingga tua.
Kata Kunci: Anti-oksidant, Kesehatan Kulit, Protein, Nutrisi Kulit, Vitamin, dan Mineral.

Nutrisi merupakan factor penting untuk kesehatan kulit kita. Gangguan akibat defisiensi
vitamin dapat ditelusuri lebih jauh hingga zaman Mesir Kuno. Pada komunitas kesehatan
sekarang, banyak orang yang menelusuri tentang nutrisi terhadap factor kesehatan, termasuk
efeknya terhadap kesehatan jantung-paru, otot, dan mengendalikan berat badan, namun nutrisi
juga mempenaruhi semua fungsi dan sistem tubuh, termasuk kulit. Nutrisi pada kulit juga
menggambarkan kesehatan umum seseorang secara menyeluruh. Kulit membutuhkan nutrisi dari
dalam dan luar. Kulit juga dipengaurhi oleh factor internal dan eksternal. Protein, asam lemak
esensial, karbohidrat, vitamin, mineral, elemen lain, serta antioksidant, semuanya memainkan
peran penting terhadap kesehatan kulit dan mempengaruhi semua pasien di berbagai kalangan
usia, dari bayi hingga usia lanjut.
ANATOMI DAN FAKTA TENTANG KULIT
Sel merupakan unit structural dan fugnsional dari semua mahluk hidup. Klit terdiri dari
berabgai sel yang membentuk lapisannya, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis dibentuk pada
saat perkembangan embryonic dari ectoderm dan akan terbentuk saat bukan kedua. Saat bulan
keempat, semua lapisan dari epidermis akan sempurna terbentuk. Sel mesodermal kemudian
akan mengatur semua strukturnya di bawah epidermis dan akan berubah menjadi jaringan
penyambung (connective tissue), dan membentk dermis. Epidermis merupakan lapisan luar dari
kulit. Sel akan terlepas dan digantikan oleh sel baru yang berasal dari dermis untuk membentuk
epidermis. Lapisan dari kulit juga mengandung melanosit yang berfungsi untuk menghasilkan
melanin, dan berperan dalam menentukan warna kulit kita. Dermis berada di bawah epidermis
dan mengandung protein kolagen dan elastin, serta jaringan saraf, sel lemak, pembuluh darah,
kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan folikel rambut. Lapisan subcutaneous berada dibawah
dermis.
Pada tingkat sel, banyak fungsi yang bekerja dalam tubuh, termasuk pengambilan nutrisi dan
konversi dari nutrisi tersebut menjadi energy serta beberapa fungsi khusus lainnya. Sel pada kulit
juga dapat mempebaharui dirinya sendiri dengan pembagian sel somatic melalui proses mitosis.
Semua sel, baik dari sel kulit maupun sel yang berasal dari sistem tubuh lain, membutuhkan
nutrisi esensial yang sama untuk melakukan pekerjaannya. Agar sel dapat bertahan dan berfungsi
secara tepat, mereka membutuhkan asam amino dari protein, asam lemak esensial, glukosa dari
karbohidrat, mineral, vitamin, element lain, serta antioksidan. Karenanya, sangat penting untuk
menjaga diet yang baik agar tubuh dapat tetap sehat baik dari dalam maupun luar.
Faktor internal juga dapat mempengaruhi kesehatan kulit termasuk malabsorbsi dari nutrisi
dan gangguan fungsi organ. Faktor eksternal juga mempnaruhi kesehatan kulit termasuk paparan
sinar matahari, merokok, racun lingkungan, juga konsumsi alcohol yang berlebihan, stress,
pemakaian produk perawatan kulit yang tidak tepat, gangguan tidur, efek obat, dan diet yang
jelek.
PERSPEKTIF SEJARAH
Pengetahuan tentang defisiensi nutrisi sudah terlhat pada masa Mesir Kuno. Mereka mencatat
dengan menggunakan Ebers Papyrus (ca.1500 SM) tentang pengobatan untuk buta senja, yang
merupakan gejala awal dari defisiensi vitamin A. Supplementasi vitamin A terbaru masih belum
berkembang dan dikenal hingga tahun 1909.
Beberapa temuan terbaru tentang status nutrisi yang berhubungan tentang lesi kulit tidak
pernah dibahas hingga tahun 1597. Pada 1597, penyakit Bergotism [penyakit yang disebabkan
hewan pengerat, dan dikaitkan dengan lesi gangrene (Bateman,1819). Pada tahun 1735 Pellagra,
penyakit yang mengenai pemakan jagung dikaitkan dengan collar pada Casal
(photodermatosis:Casal 1762). Pada tahun 1747, scurvy, penyakit yang mengenai pelaut yang
hidup dengan memakan daging babi dan biscuit, [dihubungkan dengan lebam dan ulkus yang
tidak bisa sembuh (Lind, 1753). Kebanyakan penelitian dilakukan untuk menghubungkan
masalah nutrisi dan kulit yang terjadi antara tahun 1750 dan 1950 (Roe, 1986).
Namun, baru di tahun 1930 peneliti menentukan bahwa terdapat hubungan specific antara
penyembuhan dermatosis dan pemberian dari nutrisi tertentu (Roe, 1986). Banyak penelitian
yang dilakukan sejak saat itu.

PERSPEKTIF ZAMAN MODERN


Karena adanya penemuan awal terkait kurangnya beberapa vitamin terhadap diet, tidak
banyak usaha yang dilakukan dalam meneliti hubungan antara nutrisi dan kulit, karena
kebanyakan dari dermatosis sudah bisa disembuhkan. Faktor lainnya juga memainkan peran
penting terhadap penelitian, termasuk penelitian awal dan kegagalan penelitian yang menciba
memahami terkait defisiensi, skepticism, terkait pentingnya factor malnutrisi sebagai penyebab
penyakit, dan kurangnya pengajaran tentang nutrisi di sekolah medis, serta kegagalan dari
program penelitian yang mengadakan kerjasama antara ahli nutrisi dan dermatologist (Roe,
1986).
Pada kelompok modern saat ini, terdapat banyak kesempatan untuk mengalami penyakit
epidemic yang berhubungan dengan nutrisi terhadap dermatosis dari kulit. Banyak produk
makanan kita yang memiliki nutrisi yang ditambahkan, dan mempunyai label yang menjelaskan
nutrisi nutrisinya seperti Benriched atau Btortified yang menunjukkan bahwa nutrisi juga bisa
ditambahkan ke dalam produk makanan. Food and Drug Administration akan terus menetapkan
criteria terkait label makanan. Agen federal juga akan terus menyediakan panduan tentang
makanan. Kebanyakan defisiensi vitamin di zaman modern terjadi karena salah satu dari banyak
factor: kurangnya institusi diet, defisiensi nutrisi karena diet susu formula, penggunaan obat, dan
efek lanjutan dari operasi usus yang akan menurunkan malabsorbsi.
Terdapat juga beberapa focus terbaru dari masalah komunitas di Amerika terkait obsesitas,
termasuk peningkatan kasus obsesitas anak. Zaman saat ini merupakan dunia cepat saji, dimana
nutrisi kadang tidak dipertimbangkan namun masalah ini muerpakan factor yang sangat penting,
sehingga kita mengonsumsi banyak jumlah makanan cepat saji atau makanan awetan ketimbang
makanan bernutrisi dan segar. Sudah dilakukan berbagai usaha untuk membuat masyarakat
umum lebih memahami factor nutrisi, dan agen federal juga mencoba untuk meyakinkan
perusahaan makanan untuk meningkatkan standar yang lebih tinggi dengan cara menyediakan
makanan dengan nutrisi yang lebih baik.
Populasi dengan usia lanjut juga mempunyai permasalah sendiri terkait status nutrisi.
Kebanyakan dari mereka mengonsumsi obat yang dapat mempengaurhi nafsu makan dan absorbs
dari nutrisi. Terakdang, mereka juga tidak mempunyai penghasilan yang cukup, yang juga
membatasi kemampuan mereka dalam membeli sumber makanan dengan nutrisi yang baik.

NUTRISI DAN PENYEMBUHAN LUKA


Karena kulit merupakan organ terbesar pada tubuh, maka mereka dapat lebih mudah
mengalami kerusakan baik dari trauma fisik maupun kimiawi. Tortora dan Anagnostakos
menyatakan bahwa aksi yang terjadi pada luka epidermal niasanya juga terjadi dalam waktu 24-
48 jam. Penyembuhan luka yang lebih dalam juga membutuhkan waktu yang lebih lama dan
menjalani berbagai macam fase, dimana peningkatan dari jumlah aktivitas seluler akan terjadi;
hal ini termasuk proses inflammasi, migrasi, proliferasi, dan maturasi. Sel kulit yang masih sehat
sangat penting pada area yang terluka untuk melakukan perbaikannya sendiri.
Agar proses penyembuhan yang baik terjadi, sel kulit harus mendapatkan nutrisi yang cukup
untuk regenerasi jaringan. Nutrisi ini termasuk protein (total, arginine, dan glutamine). Vitamin
(A, C, E, dan K), karbohidrat, lemak, dan elemen lain (zinc, besi, copper). Defisiensi dari nutrisi
ini dapat mempengaruhi penyembuhan luka.
Protein akan menyediakan komponen structural untuk perbaikan jairngan dan merupakan
elemen penting dalam proses penyembuhan luka. Tanpa protein yang cukup, sitokin tidak akan
bisa memulai proses penyembuhan luka. Angiogenesis, proses fisiologis yang membuat
pertumbuhan dari pembuluh darah baru dari pembuluh darah sebelumnya juga akan terbatas
tanpa protein yang cukup.
Arginine merupakan asam amino esensial. Tubuh akan menghasilkan arginine yang cukup
tanpa suplementasi diet yang memadai. Namun, pada saat pertumbuhan dan stress metabolic,
tubuh tidak bisa menghasilkan arginine yang memenuhi kebutuhan jaringan. Arginine
memainkan peran terhadap produksi limfosit, sintesa RNA, penyimpanan kolagen peningkatan
penutupan luka, dan mematikan bakteri dengan makrofag.
Glutamin juga merupakan asam amino non-essensial. Protein ini disimpan dalam otot dan
membentuk 2/3 dari keseluruhan asam amino pada tubuh. Protein ini mempunyai peran dalam
jalur metabolic dan bekerja sebagai pembangun untuk prolifaerasi sel. Glutamin merupakan
bahan bakar utama dari fibroblast dan makrofag.
Beberapa vitamin juga mempengaruhi penyembuhan luka. Vitamin A merupakan vitamin
yang larut dalam lemak. Vitamin ini dibutuhkan unutk epitelisasi, proliferasi fibroblast, sintesa
fibronectin, dan produksi kolagen. Vitamin ini juga memperkuat repson inflammasi awal dan
meningkatan kekuatan proses penutupan luka.
Vitamin C dibutuhkan dalam fungsi neutrophils dalam respon immunitas terhadap cedera dan
infeksi serta berperan dalam mencegah infeksi. Vitamin ini bertanggung jawab dalam aktivitas
antioksidant pada saat fase inflammasi dimana produksi radikal bebas dan stress oksidatif
meningkat. Asam Ascorbic merupakan cofactor yang penting dalam pembentukan collagen.
Jumlah vitamin C yang kurang pada saat penyembuhan luka dapat menyebabkan penurunan
dalam penutupan luka, kapiler yang mudah rusak, dan penundaan penyembuhan luka.
Vitamin E merupakan antioksidant yang penting, dan bertugas dalam menjaga integritas dari
membrane sel. Vitamin K terlibat dalam pembentukan pembekuan darah, sehingga bekuan darah
dapat terbentuk pada fase awal luka. Defisiensi vitamin K sangat jarang terjadi sehingga
pemberian supplemen tidak terlalu dibutuhkan.
Karbohidrat dapat menyediakan energy sebagai bahan bakar dalam perbaikan luka. Zat ini
juga bisa memastikan bahwa terdapat protein yang digunakan untuk sintesis jaringan dan bukan
sebagai sumber energy. Baik fase inflammasi dan proliferasi dari penyembuhan luka dipengaruhi
oleh karbohidrat. Glukosa juga merupakan factor penting dalam migrasi fibroblast, aktifitas
makrofag, dan proliferasi seluler, serta mencegah degradasi asam amino untuk gluconeogenesis.
Beberapa elemen minor juga mempunyai peran dalam penyembuhan luka. Elemen ini
termasuk zinc, tembaga, dan besi. Zinc merupakan cofactor dari berbagai reaksi dalam tubuh.
Hal ini termasuk produksi RNA dan DNA, produksi sel, sintesa protein, sintesa kolagen, dan
respon immune. Defisiensi zinc juga mempengaruhi penyembuhan luka dengan cara membantu
proliferasi fibroblast dan epitelisasi.
Tembaga merupakan element penting untuk enzim yang terlibat dalam sintesa kolagen dan
berhubungan silang dengan kolagen dengan cara memberikan kekuatan tarikan pada jaringan.
Defisiensi tembaga dapat menunda penyembuhan luka. Jika terjadi kekurangan zinc, hal ini juga
akan mengganggu absorbs tembaga.
Besi merupakan cofactor untuk hidroklisasi proline dan lysine dalam kolagen. Hal ini juga
terjadi pada berbagai sistem enzim. Sebagai bagian dari hemoglobin, besi akan mengantarkan
oksigen ke jaringan. Defisiensi besi akan mengurangi produksi energy pada mitokondria,
mengurangi hantaran oksigen ke jaringan, dan mengganggu kemampuan leukosit dalam
membutuh bakteri dan meningkatkan resiko infeksi.

DIET DAN ACNE


Hubungan antara makanan dan akne sudah dibahas sejak 1930, dan masih menjadi masalah
yang diperdebatkan. Penelitiann terkait hubungan ini sudah dicatat sejak 1949. Penelitian ini
memasukkan subjek yang memakan coklat, susu (rendah lemak, skim, whole), minuman ringan,
kacang goring, vitamin A, zinc, diet low-glycemic, diet high-glycemic, dan diet penuh
karbohidrat. Banyak dari penelitian ini masih diperdebatkan karena kesimpulan dan keterbatasan
dalam penelitian tersebut.
Penelitian terbaru yang sudah dilakukan menunjukkan adanya hubungan acne dengan diet.
Hal ini termasuk konsumsi diet tinggi gula harian terhadap acne. Sudah terdapat data yang
konsisten dan mendukung tentang hubungan epidemiologis antara konsumsi harian dan acne.
Penelitian ini dilakukan oleh Adebamowo et al. dan dipublikasikan di Journal of the American
Academy of Dermatology di tahun 2005 dan 2008. Namun, mekanisme dari konsumsi harian
yang mempengaruhi pertumbuhan acne ini masih belum jelas.
Di tahun 2007 dan 2008, penelitian yang dipublikasikan oleh Smith et al, terkait hubungan
antara diet tinggi gula dan acne. Artikel ini dipublikasikan oleh Journal of the American
Academy Dermatology dan Journal of Dermatologic Science dan menunjukkan bahwa acne akan
lebih parah jika disertai konsumsi diet tinggi gula versus diet rendah gula. Penelitian control
lainnya masih dibutuhkan untuk memperoleh data adekuat terkait masalah diet.

JALUR PEMBERIAN OBAT: ORAL VERSUS TOPICAL


Terdapat berbagai macam terapi di pasaran. Karenanya, banyak sediaan dan berbagai tipe
suplemen vitamin yang tersedia saat ini. Tidak semua vitamin sama. Seperti orang yang harus
diberikan pemahaman tentang label nutrisi pada makanan yang akan dikonsumsi, pengetahuan
tentang label vitamin dan mineral juga wajib diberikan untuk pemberian harian.
Kebanyakan orang yang sehat tidak membutuhkan supplemen, namun jika panduan nutrisi
tidak diikuti, maka suplemen makanan juga merupakan ide yang baik bagi beberapa orang.
Orang lain mungkin mendapatkan keuntungan dari pemberian supplement termasuk orang
dengan intake harian yang terbatas, wanita postmenopausal, diet rendah kalori, wanita hamil dan
menyusui, serta vegetarian.
Hidrasi juga merupakan factor yang dibutuhkan terkait nutrisi oral. Air merupakan
komponen terbesar dalam tubuh manusia. Air merupakan komponen dasar dari darah dan cairan
lainnya dan menolong untuk memindahkan nutrisi yang sudah dicerna ke dalam sel dan
membuang produk sisa. Air merupakan fasilitas transportasi untuk semua sel agar bekerja sesuai
dengan fungsinya, termasuk sel kulit.
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat berbagai penelitian terkait terapi topical vitamin
terhadap aplikasi pada kulit. Banyak obat terbaru yang mengandung vitamin untuk kulit yang
sehat. Antioksidan, baik dalam bentuk oral dan topical, juga sedang diteliti dalam beberapa tahun
terakhir, dan dianjurkan untuk perawatan kulit, dan juga untuk keheseatan. Banyak penelitian
yang dilakukan berdasarkan teori radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan membrane
sel kulit menjadi lebih renggang, dan menyebabkan sel menjadi dehidrasi. Lapisan lemak dari sel
akan rusak oleh enzim ketika kulit mengalami trauma atau terpapar sinar matahari. Hal ini
mempengaruhi sel kulit dengan menyebabkan molecular protein kolagen menjadi terurai, dan
menjadi lebih kaku dan immobile.

MANIFESTASI KULIT TERKAIT DEFISIENSI NUTRISI


Vitamin A: folikular hyperkeratosis, membran kulit dan mata kering, kulit pucat
Vitamin B:
Riboflavin: cheilitis, seborrheic dermatitis
Niacin: phototoxic dermatitis
B6 (Pyridoxine): exfoliative dermatitis, cheilitis
B12: Hipersensitivitas
Biotin: alopecia, seborrheic dermatitis, kulit kering
Vitamin C: pinpoint hemorrhage, luka yang tidak sembuh
Vitamin K: ekimosis
Asam lemak essensial: scaly dermatitis
Besi: permukaan kuku yang pucat, spoon nail, brittle nails, ridged nail
Protein/kalori: rambut yang kusut dan kering, depigmented hair, depigmented skin, adanya
ruam hiperpigmentasi yang terlepas, subcutaneous tissue edema, penurunan simpanan lemak
Zinc: penundaan/gangguan penyembuhan luka, dermatitis pada akral, infeksi kulit, alopecia.

BEBERAPA SUMBER NUTRISI UTAMA


Karbohidrat: buah, sayur, susu, gula, roti, pasta, nasi, sereal, kentang, kacang-kacangan, kacang
polong kering
Protein: telur, susu, ikan, daging, keju, kacang polong kering, gandum, biji-bijian, kacang
Asam lemak esensial: daging, mentega, keju, minyak (canola, zaitun, kacang, sayur)
Vitamin Larut lemak:
Vitamin A:produk susu, sayuran hijau kehitaman, jeruk, dan sayuran lainnya
Vitamin D : Sinar matahari, produk susu
Vitamin E: sayuran hijau, minyak nabati
Vitamin K: sayuran hijau.
Vitamin Larut air:
Thiamin: daging mentah, gandum atau seral, kacang, legumes
Riboflavin: susu dan produk susu, roti dan sereal, sayuran hijau
Niacin: susu, daging, ikan
B6: sayuran hijau, daging, ikan buah
B12: produk hewani
Folat: sayuran hijau, legumes, biji-bijian, produk gandum
Biotin: legumes, kuning telur
Asam Panttothenic: daging mentah, gandum, brokoli, legumes, telur
Vitamin C: buah citrus, sayuran hijau, strawberi, lada, kentang
Sodium: garam, makanan yang telah diproses
Kalsium: produk susu, sayuran hijau, tofu
Fosfor: daging, ikan, susu
Magnesium: gandum, legumes, sayuran
Besi: daging, ikan, buah kering, legumes, sayuran hijau dan produk lainnya
Zinc: daging, ikan
Air: air dan minuman lainnya, buah, sayuran, susu.

KESIMPULAN
Nutrisi pada kulit sangat penting dan mempengaruhi semua usia. Perbaikan tentang masalah
in sudah dibahas sejak masa mesir kuno dimana terdapat catatan mengenai defisiensi vitamin dan
gejala serta pengobatannya. Penelitian dan pengetahuan tentang pentingnya nutrisi terhadap
kesehatan, termasuk kulit terus dilakukan. Kesehatan di berbagai usia, dari usia bayi hingga
lanjut, dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi dan mempengaruhi nutrisi pad akulit. Sangat
penting untuk mempertahankan diet untuk menjaga kesehatan kulit yang optimal. Nutrisi
dipengaruhi berbagai factor, baik dari fungsi sel di dalam dan lapisan luarnya. Sangat penting
untuk menjaga kesehatan kulit dan mendapatkan nutrisi terbaik jika memungkinkan. Dan
nantinya, akan lebih banyak penelitian dan temuan yang membantu kita untuk memperkuat
kesehatan kulit dan mempertahankan nutrisi yang cukup jika memungkinkan.