ETIK DAN MORAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN ATAU KEBIDANAN TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Dec 14, '07 2:43 PM for everyone

Diharapkan peserta memahami serta menerapkan etik dan moral sebagai landasan dalam memberikan asuhan keperawatan/kebidanan kepada pasen, keluarga dan masyarakat.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah menyelesaikan sesi ini, peserta diharapkan dapat: 1. Mengerti dan memahami etik dan moral dalam pelayanan keperawatan/kebidanan secara profesional 2. Memahami pentingnya etik dan moral sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan pemberian asuhan/pelayanan 3. Mengetahui nilai-nilai dasar dan moral dalam praktek klinis keperawatan dan kebidanan 4. Mengenal nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan dan kebidanan profesional. 5. Dapat memecahkan masalah/kasus yang dihadapi dalam pekerjaannya.

MATERI 1. 2. 3. 4. Pengertian Etik dan Moral Pengembangan dan transmisi nilai Nilai esensial dalam praktek klinis Aplikasi etik dan moral dalam praktek klinis

METODA 1. 2. 3. 4. Kuliah singkat Kerja Kelompok Diskusi Pleno Penugasan

Hal ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dan kebidanan dalam mengembangkan profesionalisme selama memberi pelayanan yang berkualitas. Metoda : Kerja Kelompok Waktu : 30 menit BAGIAN C Metoda : Pembahasan Kasus Keperawatan / Kebidanan Waktu : 30 menit MATERI ETIK DAN MORAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN ATAU KEBIDANAN PENDAHULUAN Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan atau kebidanan. Kualitas pelayanan yang tinggi memerlukan landasan komitmen yang kuat dengan basis .RENCANA PEMBELAJARAN SESI I BAGIAN A Topik : Etik dan Moral dalam Praktek Keperawatan / Kebidanan Metoda : Kuliah singkat Waktu : 30 menit BAGIAN B Topik : Diskusi Kelompok pembahasan kasus.

MORAL DAN NILAI-NILAI Pengertian: • Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah. ETIKA. biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Sikap etis profesional yang kokoh dari setiap perawat atau bidan akan tercermin dalam setiap langkahnya. Oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang etika dan moral serta penerapannya menjadi bagian yang sangat penting dan mendasar dalam memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan dimana nilai-nilai pasen selalu menjadi pertimbangan dan dihormati.pada etik dan moral yang tinggi. adat dan praktek profesional • • • NILAI-NILAI ESENSIAL DALAM PROFESI Pada tahun 1985. Banyak pihak yang menggunakan istilah etik untuk mengambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik profesional seperti Kode Etik PPNI atau IBI. “The American Association Colleges of Nursing” melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. sensitifitas dan kepedulian. . kreatifitas. yaitu: 1. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal. kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. termasuk penampilan diri serta keputusan yang diambil dalam merespon situasi yang muncul. hukum. Etika merupakan aplikasi atau penerapan teori tentang filosofi moral kedalam situasi nyata dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang membimbing manusia berpikir dan bertindak dalam kehidupannya yang dilandasi oleh nilai-nilai yang dianutnya. Moral hampir sama dengan etika. seseorang memberikan kepuasan termasuk penghargaan. imajinasi. Perkumpulan ini mengidentifikasikan 7 nilai-nilai esensial dalam kehidupan profesional. Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Aesthetics (keindahan): Kualitas obyek suatu peristiwa atau kejadian. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama.

kejujuran. (2) Moralitas diperoleh dari keluarga. kebaikan. kedermawanan atau kemurahan hati serta ketekunan. adanya dorongan internal untuk menggali nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya untuk diadaptasi. atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan sehingga dapat menimbulkan kebingungan. harga diri dan toleransi 4. Altruism (mengutamakan orang lain): Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain termasuk keperawatan atau kebidanan. keunikan dan reflektifitas yang rasional. dimana individu belajar tentang nilai-nilai yang baik atau buruk melalui observasi perilaku keluarga. 6. Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan sikap asertif.2. integritas. disiplin serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri. (4) Penghargaan dan Sanksi. Nilai-nilai ini diperoleh dan berkembang melalui informasi. komitmen. 7. Truth (Kebenaran): Menerima kenyataan dan realita. . Hal ini lebih sering disebabkan karena kurangnya pendekatan. Mereka belajar dari keseharian dan menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar dan mana yang salah. teman sejawat dan masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul. moralitas. (5) Tanggung jawab untuk memilih. 3. adanya dukungan dan bimbingan dari seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan sistem nilai dirinya sendiri. harapan. Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal termasuk objektifitas. dan sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan perilaku yang tidak baik. termasuk akontabilitas. arahan. ajaran agama. 5. (3) Sesuka hati adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah dan sangat tergantung kepada nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai tersebut menurut kemauan mereka sendiri. kejujuran. Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih kegiatan termasuk percaya diri. Perlakuan yang biasa diterima seperti: mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku yang baik. dan institusi tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau kesempatan kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda. Nilai-nilai tersebut diambil dengan berbagai cara antara lain: (1) Model atau contoh. dorongan dan keadilan serta kewajaran. PENGEMBANGAN DAN TRANSMISI NILAI-NILAI Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). dan konflik internal bagi individu tersebut. sahabat. Disamping itu. pertimbangan dan penghargaan penuh terhadap kepercayaan. sekolah. serta budaya sepanjang perjalanan hidupnya. lingkungan keluarga. Untuk memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung pada situasi dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. Human dignity (Martabat manusia): Berhubungan dengan penghargaan yang lekat terhadap martabat manusia sebagai individu termasuk didalamnya kemanusiaan.

Hal ini merupakan nilai-nilai positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dalam masyarakat luas. penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak terakomodasi dan sangat mungkin kita tidak lagi merasa nyaman. klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana kita perlu meningkatkan serta konsisten bahwa keputusan yang diambil secara khusus dalam kehidupan ini untuk menghormati martabat manusia. Perawat/bidan bisa menjadi sangat . PELAKSANAAN ETIK DAN MORAL DALAM PELAYANAN KLINIS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Aplikasi dalam praktek klinis bagi perawat/bidan diperlukan untuk menempatkan nilai-nilai dan perilaku kesehatan pada posisinya. Klarifikasi nilai-nilai mempunyai manfaat yang sangat besar didalam aplikasi keperawatan dan kebidanan. Bila dibicarakan dengan sejawat atau pasen dan ternyata tidak sejalan. Ada tiga fase dalam klarifikasi nilai-nilai individu yang perlu dipahami oleh perawat dan bidan. Hal ini merupakan proses yang memungkinkan seseorang menemukan sistem perilakunya sendiri melalui perasaan dan analisis yang dipilihnya dan muncul alternatif-alternatif. Penghargaan: (1) Merasa bangga dan bahagia dengan pilihannya sendiri (anda akan merasa senang bila mengetahui bahwa asuhan yang anda berikan dihargai pasen atau klien serta sejawat) atau supervisor memberikan pujian atas keterampilan hubungan interpersonal yang dilakukan. 1983). (3) Keyakinan bahwa penghormatan terhadap martabat seseorang akan merupakan konsekuensi terbaik bagi semua masyarakat. Tindakan (1) Gabungkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan atau pekerjaan seharihari. (2) Upayakan selalu konsisten untuk menghargai martabat manusia dalam kehidupan pribadi dan profesional. maka seseorang merasa terjadi sesuatu yang kontradiktif dengan prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu. Oleh karena itu.KLARIFIKASI NILAI-NILAI (VALUES) Klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana seseorang dapat mengerti sistem nilai-nilai yang melekat pada dirinya sendiri. Pilihan: (1) Kebebasan memilih kepercayaan serta menghargai keunikan bagi setiap individu. (2) Perbedaan dalam kenyataan hidup selalu ada perbedaan-perbedaan. Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan serta selalu konsisten untuk mempertahankannya. asuhan yang diberikan bukan hanya karena martabat seseorang tetapi hendaknya perlakuan yang diberikan mempertimbangkan sebagaimana kita ingin diperlakukan. (2) Dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut bila ada seseorang yang tidak bersedia memperhatikan martabat manusia sebagaimana mestinya. apakah pilihan–pilihan ini yang sudah dianalisis secara rasional atau merupakan hasil dari suatu kondisi sebelumnya (Steele&Harmon. sehingga timbul rasa sensitif atas tindakan yang dilakukan.

Kendati demikian upaya tersebut harus selalu dilakukan dan kali ini perawat menyusun list pertanyaan dan mengajukannya kepada pasen tersebut. Pertanyaannya. Memilih: Setelah menggali aspek-aspek berdampak terhadap kesehatan pasen. maka hal ini menunjukkan tanda positif. Kata-kata yang perlu diucapkan perawat/bidan kepada pasennya: “Bila anda pulang. karena pembicaraan akhirnya mengarah pada keberhasilan serta kesuksesannya dalam bisnis. 4.frustrasi bila membimbing atau memberikan konsultasi kepada pasen yang mempunyai nilai-nilai dan perilaku kesehatan yang sangat rendah. Tindakan: Berikan bantuan kepada pasen untuk merencanakan kebiasaan baru yang konsisten setelah memahami nilai-nilai pilihannya. Hal ini disebabkan karena pasen kurang memperhatikan status kesehatannya. Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan kasus sebagai berikut: Seorang pengusaha yang sangat sukses dan mempunyai akses di luar dan dalam negeri sehingga dia menjadi sibuk sekali dalam mengelola usahanya. Membantu dengan sukarela untuk kepentingan orang lain. dengan mengikuti klarifikasi nilai-nilai sebagai berikut: 1. Meluangkan waktu bersama keluarga. Menonton televisi. anda akan menemukan cara kehidupan yang berbeda. 2. Akibat kesibukannya dia sering lupa makan sehingga terjadi perdarahan lambung yang menyebabkan dia perlu dirawat di rumah sakit. dan anda . Selain itu dia juga perokok berat sebelumnya. 3. mendengarkan musik atau membaca). “Apakah tiga hal yang paling penting dalam kehidupan bapak dari daftar dibawah ini ?” Pasen diminta untuk memilih atas pertanyaan berikut: 1. 5. Contoh: istri dan anak anda pasti akan merasa senang bila anda memutuskan untuk berhenti merokok serta mengurangi kegiatan bisnis anda. Menggunakan waktunya untuk bekerja. Penghargaan: Berikan dukungan untuk memperkuat keinginan pasen dan promosikan nilai-nilai tersebut dan bila memungkinkan dapatkan dukungan dari keluarganya. 2. 3. karena dia sangat menghargai kesehatan anda. Langkah berikutnya adalah mengajaknya untuk mendiskusikan prioritas yang dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya. maka sarankan kepadanya memilih secara bebas nilainilai kunci yang dianutnya. 6. Melakukan aktifitas seperti: mendaki gunung. main bola atau berenang. Pertama-tama yang dilakukan oleh perawat/bidan adalah berusaha membantu pasen untuk mengidentifikasi nilai-nilai dasar kehidupannya sendiri. misalnya stress yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan dan mengganggu aktifitasnya. Ketika kondisinya telah mulai pulih perawat berusaha mengadakan pendekatan untuk mempersiapkannya untuk pulang. Namun perawat menjadi kecewa. Minta kepada pasen untuk memikirkan suatu cara bagaimana nilai tersebut dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari. Bersenang-senang dalam kesendirian (berpikir. Bila dia memilih masalah kesehatannya.

sering dilakukan dalam bio etika untuk menawarkan bimbingan untuk tindakan khusus. pendekatan berdasarkan prinsip dalam bioetik. Beauchamp Childress (1994) menyatakan empat pendekatan prinsip dalam etika biomedik antara lain. (4) Keadilan menjelaskan tentang manfaat dan resiko yang dihadapi. Pendekatan Berdasarkan Prinsip Pendekatan berdasarkan prinsip. Perilaku yang etis mencapai puncaknya bila perawat atau bidan mencoba dan mencontoh perilaku pengambilan keputusan yang etis untuk membantu memecahkan masalah etika. dan berlanjut pada diskusi formal maupun informal dengan sejawat atau teman. Pengetahuan tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan perawat atau bidan. Dilema etik muncul ketika ketaatan terhadap prinsip menimbulkan penyebab konflik dalam bertindak. (1) Sebaiknya mengarah langsung untuk bertindak sebagai penghargaan terhadap kapasitas otonomi setiap orang: (2) Menghindarkan berbuat suatu kesalahan. tetapi dilain pihak masyarakat berpendapat akan lebih adil bila pengobatan diberikan kepada bayi yang masih memungkinkan mempunyai harapan hidup yang besar. seorang ibu yang memerlukan biaya untuk pengobatan progresif bagi bayinya yang lahir tanpa otak dan secara medis dinyatakan tidak akan pernah menikmati kehidupan bahagia yang paling sederhana sekalipun. Dalam hal ini. Contoh. (3) Bersedia dengan murah hati memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan segala konsekuensinya.menyatakan ingin mulai menggunakan waktu demi kesehatan anda”. Umumnya. Pendekatan Berdasarkan Asuhan Ketidakpuasan yang timbul dalam pendekatan berdasarkan prinsip dalam bioetik mengarahkan banyak perawat atau bidan untuk memandang “care” atau asuhan sebagai . hasilnya terkadang lebih membingungkan. Hal ini dapat mengurangi perhatian perawat atau bidan terhadap sesuatu yang penting dalam etika. Hal ini tentu sangat mengecewakan karena tidak ada satu metoda pun yang mudah dan aman untuk menetapkan prinsip-prinsip mana yang lebih penting. perawat atau bidan seringkali menggunakan dua pendekatan: yaitu pendekatan berdasarkan prinsip dan pendekatan berdasarkan asuhan keperawatan /kebidanan. PERILAKU ETIS PROFESIONAL Perawat atau bidan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan yang berkualitas berdasarkan standar perilaku yang etis dalam praktek asuhan profesional. bila terjadi konflik diantara kedua prinsip yang berlawanan. Di sini terlihat adanya kebutuhan untuk tetap menghargai otonomi si ibu akan pilihan pengobatan bayinya.

fondasi dan kewajiban moral. keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasen. Asuhan juga memiliki tradisi memberikan komitmen utamanya terhadap pasen dan belakangan ini mengklaim bahwa advokasi terhadap pasen merupakan salah satu peran yang sudah dilegimitasi sebagai peran dalam memberikan asuhan keperawatan/kebidanan. sebagaimana dilakukan sepanjang kehidupannya sebagai perawat atau bidan. apa perbedaannya. Hubungan perawat/bidan dengan pasen merupakan pusat pendekatan berdasarkan asuhan. Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana perawat/bidan dapat membagi waktu untuk dapat duduk bersama dengan pasen atau sejawat. dimana memberikan langsung perhatian khusus kepada pasen. (2) Meningkatkan penghormatan dan penghargaan terhadap martabat klien atau pasen sebagai manusia. dan menerima kenyataan. . KESIMPULAN Dalam upaya mendorong profesi keperawatan dan kebidanan agar dapat diterima dan dihargai oleh pasien. perasaan kasih-sayang. dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis profesional. melaksanakan advokasi. kepedulian. empati. (2) berikan prioritas utama terhadap pasen dan masyarakat pada umumnya. Dengan demikian perawat atau bidan yang menerima tanggung jawab. Perawat atau bidan yang memiliki komitmen tinggi dalam mempraktekkan keperawatan profesional dan tradisi tersebut perlu mengingat hal-hal sbb: (1) Pastikan bahwa loyalitas staf atau kolega agar tetap memegang teguh komitmen utamanya terhadap pasen. Bila menghargai otonomi. Sebutkan pengertian etika dan moral. dalam menemukan kepastian tentang dua sistem pendekatan etika yang dilakukan yaitu pendekatan berdasarkan prinsip dan asuhan. merupakan suatu kewajaran yang dapat membahagiakan bila diterapkan berdasarkan etika. (3) Kepedulian mengevaluasi terhadap kemungkinan adanya klaim otonomi dalam kesembuhan pasen. akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan keperawatan atau kebidanan EVALUASI 1.1993). Karakteristik perspektif dari asuhan meliputi : (1) Berpusat pada hubungan interpersonal dalam asuhan. (3) Mau mendengarkan dan mengolah saran-saran dari orang lain sebagai dasar yang mengarah pada tanggung-jawab profesional. (Taylor. Advokasi adalah memberikan saran dalam upaya melindungi dan mendukung hak-hak pasen. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar. menghormati dan mendukung hak pasien dalam mengambil keputusan. (4) Mengingat kembali arti tanggung-jawab moral yang meliputi kebajikan seperti: kebaikan. maka mereka harus memanfaatkan nilai-nilai keperawatan / kebidanan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban peran profesionalnya. Hal tersebut merupakan suatu kewajiban moral bagi perawat atau bidan. penghormatan terhadap hak-hak pasen. masyarakat atau profesi lain. perawat atau bidan harus memberikan informasi yang akurat.

padahal obat selalu dibagikan oleh perawat pagi. Sementara itu ada bidan yang memberitahukan bahwa dia pernah melakukan hal ini tanpa persetujuan pasen untuk melindungi bayinya. Setelah ditanyakan. siang. pasen menjawab bahwa obatnya mahal. apa yang akan terjadi pada bayinya ? Dan bagaimana sikap Anda terhadap kasus ini ? B. Keadaan ini dijelaskan kepada ibu oleh bidan.2. dirawat karena disentri amuba. Diberikan th/ flagil 3 x 2 tablet @ 500 mg. Bila bidan melakukan tindakan tanpa persetujuan pasen. maka bidan akan dihadapkan kepada sederetan tuntutan. Bidan berharap bayinya selamat. bagaimanakah pendapat Anda ditinjau dari segi etik dan moral ? 2. Apa yang dimaksud dengn transmisi nilai-nilai? Sebutkan 3 fase klarifikasi nilai-nilai dan jelaskan masing-masing! Bagaimana transmisi nilai-nilai profesional diadopsi oleh seorang perawat? Sebutkan 4 karakteristik dalam pendekatan melelui prinsip asuhan! LATIHAN A. wanita. Diskusikan: 1. Kasus Kebidanan Seorang ibu PP masuk kamar bersalin dalam keadaan inpartu. tetapi ada kemajuan. 4. tetapi ibu tersebut tidak menggubrisnya. Perineum masih kaku dan tebal. 5. karena itu ia simpan supaya tidak cepat habis . Jika bidan melakukan episiotomi tanpa persetujuan pasen. Pada saat perawat verbed masuk diketahui ada obat flagil di bawah bantalnya. Sementara waktu berjalan terus dan bjj mulai menunjukkan keadaan yang tidak stabil/fetal distress dan ini mengharuskan bidan untuk mempertimbangkan melakukan episiotomi. tetapi ibu tetap pada pendiriannya. Bila tidak dilakukan. 3. obat sudah habis tetapi tidak ada kemajuan. sore sebelum makan. Kasus Keperawatan Pasen 35 tahun. Sewaktu dilakukan anamnesa dia mengatakan tidak mau di episiotomi. Dari pantauan perawat. Sekarang ini pasen tersebut berada dalam kala II dan kala II yang berlangsung agak lambat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful