ANALISIS MANAJEMEN LABA

SEBELUM DAN SESUDAH PERISTIWA RIGHT
ISSUE PADA PERUSAHAAN MEMPUBLIK
DI BURSA EFEK INDONESIA
(PERIODE 2001-2007)

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar
Sarjana (S1) Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi
pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM (STIE AMM) Mataram

Diajukan oleh:
FAOZAN EL MUFID
NPM: 06.0033.SA

JENJANG PENDIDIKAN PROGRAM SARJANA (S1)
JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AMM

2

MATARAM
2010

PERSETUJUAN SKRIPSI

ANALISIS MANAJEMEN LABA
SEBELUM DAN SESUDAH PERISTIWA RIGHT
ISSUE PADA PERUSAHAAN MEMPUBLIK
DI BURSA EFEK INDONESIA
(PERIODE 2001-2007)

Diajukan oleh:
FAOZAN EL MUFID
NPM: 06.0033.SA

Mataram, 03 Agustus 2010

Mataram, 29 Juli 2010

Pembimbing Utama,

Pembimbing Pendamping,

Drs. Irianto, M.M.
NIP: 19580113.199003.1.001

Erna Widiastuty, S.E., M.Si.
NIP: 19771206.200801.2.012

PENGESAHAN SKRIPSI

ANALISIS MANAJEMEN LABA
SEBELUM DAN SESUDAH PERISTIWA RIGHT
ISSUE PADA PERUSAHAAN MEMPUBLIK
DI BURSA EFEK INDONESIA
(PERIODE 2001-2007)
Disusun oleh:
NAMA

: FAOZAN EL MUFID

NPM

: 06.0033.SA

Telah Dipertahankan
Di depan Dewan Penguji
Pada tanggal 19 Agustus 2010
Ketua Penguji,

I Made Suardana, S.E., M.M.
NIP: 19630902.198903.1.002
Anggota,

Anggota,

Drs. Irianto, M.M.
NIP: 19580113.199003.1.001

Erna Widiastuty, S.E., M.Si.
NIP: 19771206.200801.2.012
Mengetahui:
Ketua STIE AMM,

H. Umar Said, S.H., M.M.
NIK: 610005472

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik manajemen laba sebelum
dan sesudah peristiwa right issue pada perusahaan mempublik di Bursa Efek
Indonesia periode 2001-2007. Teknik pengambilan sampel dengan purposive
sampling. Sampel sebanyak 36 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data sekunder. Analisis data menggunakan model Jones yang
dimodifikasi. Manajemen laba diproksi dengan discretionary accruals. Pengujian
hipotesis menggunakan t-test: paired two samples for means.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa discretionary accruals sebelum
peristiwa right issue tidak lebih besar dari pada discretionary accruals sesudah
peristiwa right issue. Hal ini berlawanan dengan teori dan penelitian terdahulu.
Adanya krisis ekonomi global memungkinkan hasil yang tidak diharapkan
tersebut. Dengan adanya krisis ekonomi global, perusahaan berusaha untuk tidak
melakukan manajemen laba dengan melakukan penaikan laba yang akan
mengakibatkan kinerja perusahaan menurun relatif tinggi di waktu yang akan
datang.
Kata kunci: manajemen laba (earnings management), discretionary accruals,
right issue

5

ABSTRACT

This research is aimed to find out the activity of earnings management
before right issue and after right issue at go public companies in Indonesia Stock
Exchange between the years of 2001-2007. This research uses purposive
sampling technique and is achieved 36 samples. Data applied in this research is
secondary data. Data analysis used is modified-Jones model. Earnings
management is proxy by discretionary accruals. The hypothesis is tested by t-test:
paired two samples for means.
The result of this research shows that discretionary accruals before right
issue is not greater than the discretionary accruals after right issue. This is
against theory and previous research. The global economics crisis may cause that
unexpected result. The global economics crisis makes firms try not to manage
earnings by maximizing earnings which cause the decreasing of performance
drastically in the long-term.
Keywords: earnings management, discretionary accruals, right issue

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak
terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu
Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara
tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Mataram, 19 Agustus 2010

FAOZAN EL MUFID

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas
segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul “Analisis Manajemen Laba Sebelum dan Sesudah Peristiwa
Right Issue pada Perusahaan Mempublik di Bursa Efek Indonesia (Periode
2001-2007)”. Tak lupa shalawat dan salam penulis panjatkan kepada junjungan
kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya dan umatnya
sampai akhir jaman.
Manajemen laba merupakan tindakan yang dilakukan oleh pihak manajemen
untuk memanipulasi laba dengan mengakui pendapatan dan biaya berdasarkan
prinsip akuntansi yang berlaku umum. Perusahaan yang melakukan manajemen
laba terkadang dikatakan sebagai perusahaan yang telah melakukan kecurangan
(fraud), meskipun begitu, ada kalanya manajemen laba merupakan pemanfaatan
kebijakan akuntansi yang diperbolehkan oleh peraturan yang ada, jadi tidak
selamanya berupa kecurangan (fraud). Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk
mengetahui indikasi manajemen laba di seputar peristiwa right issue pada
perusahaan mempublik di Bursa Efek Indonesia. Penulis berharap bahwa
penyusunan skripsi ini dapat memberikan manfaat dan ilmu kepada pembaca.
Amin.
Penyusunan skripsi ini telah melibatkan banyak orang dalam
penyelesaiannya. Penulis banyak mendapat bantuan, motivasi, saran, dukungan
bahkan kritik dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Bapak H. Umar Said, S.H., M.M. selaku Ketua STIE AMM Mataram,
2. Bapak Drs. Irianto, M.M. selaku dosen pembimbing utama yang telah banyak
meluangkan waktu untuk membantu membimbing, mengarahkan, memberi
masukan dan mengoreksi penulisan dalam penyusunan skripsi ini,
3. Ibu Erna Widiastuty, S.E., M.Si. selaku pembimbing pendamping yang telah
banyak meluangkan waktu untuk membantu membimbing, mengarahkan,
memberi masukan dan mengoreksi penulisan dalam penyusunan skripsi ini,
4. Bapak I Made Suardana, S.E., M.M. selaku dosen wali sekaligus pembahas
utama, yang telah banyak memberikan saran dan kritik guna penyempurnaan
penyusunan skripsi ini,
5. Ibu Hj. Indah Ariffianti, S.E., M.M. yang telah meminjamkan Indonesian
Capital Market Directory guna kelancaran penyusunan skripsi ini,
6. Ibu Ida Ayu Nursanty, S.E., Ak., M.Si. yang telah memberikan bantuan dan
masukan guna kelancaran penyusunan skripsi ini,
7. Bapak Zulkarnaen, S.E. yang telah memperkenalkan analisis data dengan
menggunakan Microsoft Excel,
8. Bapak Drs. Irfan Nursasmito, M.Si., Ak. yang telah memberikan semangat,
masukan dan diskusi guna kelancaran penyusunan skripsi ini,

9. Dechow, Edilson and Schipper, for the journal that I cannot download from
internet, it was a big help for me to understand earnings management more,
10. Varda Yaari, for all the discussions and suggestions for the arrangement of
this research,
11. Seluruh staf STIE AMM Mataram yang telah membantu guna kelancaran
penyusunan skripsi ini,
12. Bapak dan Ibu dosen STIE AMM Mataram yang telah dengan sabar
membimbing dan mentransformasikan ilmunya kepada penulis,
13. Kedua orang tua penulis, Bapak Suhadi dan Ibu Siti Muntamah yang selalu
membantu, mendoakan, mendorong dan mendukung penulis untuk terus
menuntut ilmu,
14. Kakak dan adik penulis, Uma (dan Uda) dan Muna (dan Wal), yang selalu
mendoakan, mendorong dan mendukung penulis untuk terus semangat dalam
menyelesaikan skripsi ini,
15. Keponakan-keponakan penulis, Yayan, Ega, Farel, dan Tandez, yang
mendorong penulis untuk tetap bersemangat untuk menyelesaikan skripsi ini
secepatnya,
16. My lovely madilto, without you, I will never be able to finish this research,
thanks for all the beautiful time you share with me,
17. Mbak Janah, yang selalu dengan setia menerima titipan skripsi untuk
diserahkan kepada dosen pembimbing,
18. Si kembar (Eli dan Mala), Uni, Ramli dan Teri, yang selalu menyemangati
penulis dengan jalinan pertemanan yang indah,
19. Kru Besok (Eli, Teri, Wir, Dani, Agus, Oki, Ira, Indah, Ayu, Komang, Anom,
Syifa, Sukma), yang terus memberi semangat,
20. Idayani, Hasanati, Ratih dan Maskur, yang terus memberikan semangat,
masukan dan doa guna kelancaran penyusunan skripsi ini,
21. Teman-teman satu angkatan yang saling menyemangati dalam penulisan
skripsi, tanpa kalian skripsi ini akan lebih lama lagi selesai,
22. Untuk pria-pria perkasa yang selalu menemani hari-hari penulis, kalian selalu
mengganggu konsentrasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, tapi kalian
juga yang selalu menjadi penyemangat penulis untuk bisa menyelesaikan
skripsi ini, you are ones I hate the most, but in the same time, you are ones I
love dearly,
23. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi ini yang tidak bisa
penulis sebutkan satu per satu. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak
terdapat kesalahan, sehingga segala saran dan kritik yang membangun dengan
senang hati akan penulis terima sebagai masukan guna penyempurnaan
penyusunan skripsi ini lebih lanjut.
Mataram, 19 Agustus 2010

Penulis

DAFTAR ISI

Hal.
HALAMAN JUDUL .......................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
ii
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
iii
ABSTRAK
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
iv
ABSTRACT
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
v
PERNYATAAN
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
vi
KATA PENGANTAR
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
vii
DAFTAR ISI
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
ix
DAFTAR TABEL
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
xi
DAFTAR GAMBAR
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
xii

i

DAFTAR LAMPIRAN
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
xiii
PENDAHULUAN ...........................................................................................

1

1.1 LATAR BELAKANG .............................................................

1

1.2 PERUMUSAN MASALAH ....................................................

5

1.3 TUJUAN PENELITIAN ..........................................................

5

1.4 MANFAAT PENELITIAN ......................................................

5

TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................

6

2.1 HASIL PENELITIAN TERDAHULU ....................................

6

2.2 LANDASAN TEORI ...............................................................

8

2.2.1 DEFINISI EARNINGS MANAGEMENT
.........................................................................................
.........................................................................................
8
2.2.2 METODE UNTUK MENGATUR LABA
.........................................................................................
.........................................................................................
10
2.2.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
EARNINGS MANAGEMENT
.........................................................................................
.........................................................................................
11
2.2.4 POLA-POLA DALAM MELAKUKAN EARNINGS
MANAGEMENT
.........................................................................................
.........................................................................................
12
2.2.5 SEASONED EQUITY OFFERINGS (SEO)
.........................................................................................
.........................................................................................
14
2.3 KERANGKA KONSEPTUAL ................................................

17

2.4 HIPOTESIS ..............................................................................

17

METODE PENELITIAN ................................................................................

20

3.1 JENIS PENELITIAN ...............................................................

20

3.2 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN ............................

20

3.3 TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA ..................

22

3.4 JENIS DAN SUMBER DATA ................................................

23

3.4.1 JENIS DATA
.........................................................................................
.........................................................................................
23
3.4.2 SUMBER DATA
.........................................................................................
.........................................................................................
24
3.5 VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL
VARIABEL .............................................................................. 24
3.5.1 VARIABEL PENELITIAN
.........................................................................................
.........................................................................................
24
3.5.2 DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
.........................................................................................
.........................................................................................
25
3.6 PROSEDUR ANALISIS DATA .............................................

27

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...............................................

32

4.1 HASIL PENELITIAN ..............................................................

32

4.1.1 STATISTIK DESKRIPTIF
.........................................................................................
.........................................................................................
32
4.1.2 HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS
.........................................................................................
.........................................................................................
37
4.2 PEMBAHASAN ......................................................................

40

SIMPULAN DAN SARAN .............................................................................

47

5.1 SIMPULAN .............................................................................

47

5.2 SARAN ....................................................................................

48

DAFTAR PUSTAKA
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
50
LAMPIRAN ....................................................................................................

54

DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 3.1 Perhitungan
Sampel
..........................................................................................................
..........................................................................................................
22
Tabel 4.1 Hasil regresi linier berganda antara discretionary accruals
(sebagai variabel dependen), total accruals, dan nondiscretionary accruals (sebagai variabel independen)
..........................................................................................................
..........................................................................................................
32
Tabel 4.2 Hasil statistik deskriptif dari discretionary accruals selama
periode
amatan
..........................................................................................................
..........................................................................................................
33
Tabel 4.3 Hasil statistik deskriptif dari discretionary accruals sebelum
peristiwa
right
issue
..........................................................................................................
..........................................................................................................
34
Tabel 4.4 Hasil statistik deskriptif dari discretionary accruals pada saat
peristiwa
right
issue
..........................................................................................................
..........................................................................................................
35
Tabel 4.5 Hasil statistik deskriptif dari discretionary accruals setelah
peristiwa
right
issue
..........................................................................................................
..........................................................................................................
36
Tabel 4.6 Hasil t-test: paired two samples for means antara discretionary
accruals sebelum right issue dengan discretionary accruals
sesudah right issue dengan derajat keyakinan 95%
..........................................................................................................
..........................................................................................................
37

Tabel 4.7 Hasil t-test: paired two samples for means antara discretionary
accruals sebelum right issue dengan discretionary accruals pada
saat right issue dengan derajat keyakinan 95%
..........................................................................................................
..........................................................................................................
38
Tabel 4.8 Hasil t-test: paired two samples for means antara discretionary
accruals pada saat right issue dengan discretionary accruals
sesudah right issue dengan derajat keyakinan 95%
..........................................................................................................
..........................................................................................................
39
Tabel 4.8 Hasil t-test: paired two samples for means antara discretionary
accruals pada saat right issue dengan discretionary accruals
sesudah right issue dengan derajat keyakinan 95%

DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 2.1 Kerangka konseptual
.....................................................................................................
.....................................................................................................
17
Gambar 2.1 Kerangka konseptual

DAFTAR LAMPIRAN
Hal.
Lampiran 1: Daftar
perusahaan
sampel
.....................................................................................................
.....................................................................................................
55
Lampiran 2: Data beberapa rekening akrual perusahaan sampel pada
periode
amatan
dalam
ribuan
Rupiah
.....................................................................................................
.....................................................................................................
56
Lampiran 3: Perhitungan
discretionary
accruals
.....................................................................................................
.....................................................................................................
68
Lampiran 4: Data discretionary accruals sebelum right issue, pada saat
right
issue
dan
sesudah
right
issue.
.....................................................................................................
.....................................................................................................
76
Lampiran 5: Regresi linier berganda antara discretionary accruals (sebagai
variabel dependen) dengan total accruals dan nondiscretionary accruals (sebagai variabel independen)
.....................................................................................................
.....................................................................................................
77
Lampiran 5: Regresi linier berganda antara discretionary accruals (sebagai
variabel dependen) dengan total accruals dan non-discretionary
accruals (sebagai variabel independen)

BAB I
PENDAHULUAN

1.
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memerlukan modal, terutama
untuk keperluan operasional rutinnya. Untuk memperoleh modal tersebut,
perusahaan dapat menerbitkan saham dan menjual kepada publik melalui
penjualan saham kepada masyarakat. Yaitu dengan penawaran perdana (initial
public offering), atau penawaran kedua, ketiga dan seterusnya (seasoned equity
offering), atau right issue. Salah satu cara untuk mendapatkan modal tersebut
adalah dengan menjual saham perusahaan kepada pemegang saham lama (right
issue). Right issue juga disebut sebagai penawaran saham terbatas.
Right issue merupakan hak bagi pemegang saham lama untuk bisa memesan
terlebih dahulu saham yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sehingga, right issue
sering digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan modal tambahan. Pihak
perusahaan mengeluarkan hak tersebut kepada para pemegang saham lama
(pemegang saham saat ini). Hak yang diberikan oleh perusahaan kepada para
pemegang saham lama tersebut akan memberikan kebebasan kepada pemegang
saham lama untuk menambah saham yang sudah mereka tanam di perusahaan
tersebut. Perusahaan bahkan bisa saja memberikan potongan harga terhadap harga

1

saham yang berlaku saat ini jika pemegang saham tersebut membeli saham
mereka (Greenblatt, 2008).
Dengan adanya hak (dan bukan kewajiban) kepada pemegang saham untuk
membeli saham perusahaan dengan harga diskon, perusahaan dapat memperoleh
tambahan modal yang dibutuhkan sekaligus memberi peluang yang sama kepada
semua pemegang saham untuk membeli saham baru yang diterbitkan. Jika
pemegang saham sekarang ikut serta dalam menggunakan hak belinya atas
tambahan saham yang ditawarkan oleh perusahaan dalam penawaran terbatas
tersebut, kepentingan mereka tidak akan terganggu dengan adanya penjualan
saham baru dengan harga yang lebih rendah. Namun, jika pemegang saham tidak
mau membeli saham tambahan, mereka dapat menjual hak mereka kepada pasar
dengan harga yang murah (Greenblatt, 2008).
Dengan penawaran harga yang murah oleh perusahaan kepada pemegang
saham lama, diharapkan perusahaan akan mendapatkan tambahan dana relatif
cepat. Untuk itu, kinerja perusahaan haruslah terlihat bagus agar pemegang saham
lama tersebut mau melakukan right issue. Terkadang, agar kinerja perusahaan
terlihat bagus, pihak manajemen berusaha untuk mengatur laba perusahaan, yaitu
dengan menaikkan/menurunkan laba perusahaan, atau meratakan laba perusahaan.
Cara-cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengatur laba tersebut disebut
dengan manajemen laba. Ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh manajemen
dalam manajemen laba, di antaranya adalah pemilihan metode akuntansi atau
melakukan kebijakan akrual (Astuti, 2005).
Discretionary accruals merupakan kebijakan yang paling sering dilakukan
dalam manajemen laba, yaitu dengan mengendalikan transaksi akrual sehingga

laba terlihat tinggi. Transaksi tersebut tidak mempengaruhi aliran kas, melainkan
hanya akan mempengaruhi kualitas laba suatu perusahaan. Transaksi akrual dalam
perusahaan bisa terjadi secara normal, atau karena manajemen ingin mengatur
laba. Transaksi akrual yang terjadi secara normal berdasarkan kinerja dari
perusahaan dan strategi bisnis yang dilakukan perusahaan, konvensi industri,
kejadian-kejadian makro atau karena faktor-faktor ekonomi lainnya disebut nondiscretionary accruals. Sedangkan transaksi akrual yang terjadi karena
manajemen ingin mengatur laba disebut discretionary accruals (Ronen dan Yaari,
2008).
Sejumlah studi tentang analisis manajemen laba sering memfokuskan pada
penggunaan discretionary accruals oleh manajer dalam mengatur laba, misalnya
Jones (1991), Chtourou (2001), Rao dan Dandale (2005), Rajgopal, et al. (2007).
Beberapa penelitian tersebut membutuhkan sebuah model untuk memperkirakan
komponen-komponen discretionary dari laba yang dilaporkan. Beberapa model
yang ada berkisar antara model-model yang sederhana yang mengukur
discretionary accruals sebagai total accruals, sampai kepada model-model yang
lebih kompleks dengan memisahkan total accruals menjadi discretionary dan
non-discretionary accruals (Dechow, et al, 1995).
Beberapa penelitian yang sudah pernah dilakukan di Indonesia mengenai
manajemen laba (earnings management) sebagian besar juga menggunakan
discretionary accruals, misalnya Halim, et al. (2005), Rahmawati, et al (2006),
Fitriasari (2007), Achmad, et al. (2007). Penelitian tersebut menghasilkan bukti
empiris bahwa sebagian besar perusahaan yang mempublik di Bursa Efek
Indonesia melakukan manajemen laba, dengan berbagai motivasi dan metode

yang digunakan dalam mengatur laba. Penelitian-penelitian tersebut, mendorong
penulis untuk melakukan penelitian terkait dengan manajemen laba, yaitu dengan
menganalisis manajemen laba sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan
mempublik, dan mencari bukti empiris adanya indikasi manajemen laba, yang
dalam hal ini diproksi dengan discretionary accruals. Meskipun terdapat
penelitian sebelumnya yang meneliti tentang manajemen laba seputar right issue,
seperti yang dilakukan Astuti (2005), tetapi alat analisis yang digunakan berbeda
dengan penelitian penulis. Selain itu, penulis mengambil periode amatan dengan
jangkauan yang lebih luas, yaitu dari tahun 1999-2009. Hal ini mengingat periode
right issue yang penulis ambil adalah dari tahun 2001 sampai tahun 2007,
sehingga penulis mengambil periode amatan dua tahun sebelum tahun 2001
sampai dua tahun sesudah tahun 2007. Selama periode tersebut terdapat kejadian
krisis ekonomi global, sehingga hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk
mengetahui apakah perusahaan melakukan manajemen laba pada tahun amatan
tersebut. Dengan demikian, diharapkan hasil dari penelitian ini tidak bias, karena
selama periode krisis, ada kemungkinan manajer perusahaan melakukan
manajemen laba untuk dapat menghasilkan kinerja yang memuaskan bagi pihakpihak yang berkepentingan, terutama untuk dirinya sendiri.
Dari latar belakang yang sudah penulis paparkan di atas, mendorong penulis
untuk melakukan penelitian tentang manajemen laba di seputar right issue.
Adapun judul yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah “Analisis
Manajemen Laba Sebelum dan Sesudah Peristiwa Right Issue pada
Perusahaan Mempublik di Bursa Efek Indonesia (Periode 2001-2007)”.
1.2 PERUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang sudah penulis paparkan di atas, penulis mengambil
pokok permasalahan sebagai berikut:
“Bagaimanakah indikasi praktik manajemen laba sebelum dan sesudah right issue
pada perusahaan mempublik di Bursa Efek Indonesia periode 2001-2007?”
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
“Untuk mendapatkan bukti secara empiris tentang bagaimana indikasi adanya
praktik manajemen laba sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan
mempublik di Bursa Efek Indonesia periode 2001-2007.”
1.4 MANFAAT PENELITIAN
1. Secara akademis, merupakan salah satu syarat untuk mencapai kebulatan
studi strata satu (S1) pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM Mataram.
2. Secara teoritis, diharapkan penelitian ini mampu membantu mahasiswa untuk
mengetahui tentang manajemen laba, dan mahasiswa bisa membedakan antara
kecurangan (fraud) yang berupa manipulasi data akuntansi, dengan
manajemen laba, yang lebih cenderung untuk memanfaatkan kebijakan
akuntansi yang diperbolehkan oleh PSAK.
3. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sumber oleh
masyarakat yang tertarik menggeluti pasar saham, sehingga mereka bisa
mengetahui bahwa data laporan keuangan perusahaan yang mempublik tidak
selamanya menampilkan kondisi perusahaan yang sebenarnya.
1.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.
1.1 HASIL PENELITIAN TERDAHULU
Astuti (2005), tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi manajemen perusahaan untuk melakukan earnings
management di seputar right issue, dan meneliti apakah terdapat perbedaan
discretionary accrual (DA) sebelum dan sesudah right issue. Yaitu apakah
discretionary accrual (DA) sebelum right issue memiliki kecenderungan lebih
tinggi jika dibandingkan dengan sesudah right issue. Beberapa faktor yang
mempengaruhi motivasi manajemen dalam melakukan earnings management
yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur kepemilikan, yang terdiri dari
kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, leverage dan size; dalam
penelitian ini size digunakan sebagai variabel kontrol dan earnings management
diproksi dengan discretionary accruals. Uji-t berpasangan digunakan untuk
meneliti perbedaan discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue.
Hasilnya menunjukkan

bahwa

leverage berpengaruh

terhadap

earnings

management secara positif dan signifikan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi
leverage, maka semakin besar motivasi manajemen dalam melakukan earnings
management. Sebagai tambahan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan antara discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue,
yaitu discretionary accruals sebelum right issue memiliki kecenderungan relatif

lebih tinggi dibandingkan dengan sesudah right issue. Adapun keterbatasan dalam
penelitian ini yaitu sampel yang digunakan sangat sedikit. Keterbatasan lain dalam
penelitian ini adalah periode amatan yang digunakan dalam penelitian ini
melewati periode pada masa krisis, sehingga dapat mengakibatkan hasil yang
kemungkinan besar adalah bias.
Sukartha (2007), tujuan penelitiannya adalah (1) untuk menguji apakah
manajemen perusahaan target akuisisi melakukan earnings management dengan
meningkatkan jumlah laba yang dilaporkan pada publikasi terakhir sebelum
pengumuman akuisisi, (2) untuk menguji apakah earnings management yang
dilakukan oleh perusahaan target akuisisi menguntungkan para pemegang saham,
dan (3) untuk menguji apakah kepemilikan manajerial mempengaruhi earnings
management dan kesejahteraan pemegang saham perusahaan target akuisisi.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kesejahteraan pemegang saham
perusahaan target akuisisi yang diproksi dengan Cumulative Abnormal Return
(CAR) dan dihitung dengan menggunakan Market Model. Sedangkan variabel
bebas adalah earnings management dihitung dengan Modified Jones Model, dan
variabel kepemilikan manajerial dihitung dengan persentase kepemilikan
manajerial pada saham perusahaan target akuisisi. Hipotesis penelitian diuji
dengan t-test dan ordinary least square regression test. Hasil dari penelitian ini
adalah (1) perusahaan target akuisisi melakukan earnings management dengan
menaikkan discretionary accruals untuk publikasi terakhir sebelum pengumuman
akuisisi, (2) efek positif dari earnings management pada kesejahteraan pemegang
saham perusahaan target akuisisi pada publikasi terakhir sebelum akuisisi lebih
besar dan lebih signifikan secara statistik dibandingkan dengan sebelum periode

tersebut, dan (3) kepemilikan manajerial memiliki efek positif dan secara statistik
signifikan pada kesejahteraan pemegang saham perusahaan target akuisisi selama
publikasi terakhir sebelum akuisisi. Saran untuk penelitian berikutnya adalah
dengan menambahkan variabel independen, seperti bidder dengan kas atau
dengan saham, atau bidder asing atau domestik.
Usadha dan Yasa (2008), tujuan penelitiannya adalah untuk memperoleh
bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan earnings management
sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Analisis dilakukan dengan melakukan
uji-t dua sampel berpasangan. Hasilnya adalah terdapat indikasi earnings
management yang dilakukan oleh perusahaan pengakuisisi sebelum merger dan
akuisisi dengan cara memanfaatkan income increasing accruals. Penelitian ini
juga membuktikan adanya penurunan kinerja keuangan perusahaan setelah
merger dan akuisisi dilakukan. Untuk hasil yang lebih representative penelitian
ini menyarankan untuk memperpanjang periode penelitian dan menggunakan
metode stratified sampling, karena memiliki tingkat generalisasi yang lebih tinggi
daripada penggunaan metode purposive sampling.
1.2 LANDASAN TEORI
1.2.1 DEFINISI EARNINGS MANAGEMENT
Terdapat beberapa klasifikasi dari definisi earnings management, yaitu
definisi earnings management secara putih, abu-abu atau hitam. Manfaat (putih)
earnings management

adalah meningkatkan transparansi dari laporan; jahat

(hitam) melibatkan hasil penyajian yang keliru dan penipuan (fraud); abu-abu
berarti memanipulasi laporan dalam batasan standar yang jelas, yang dapat berupa
oportunis atau peningkatan efisiensi (Ronen dan Yaari, 2008).

Ronen dan Yaari (2008: 25) menyatakan bahwa:
Earnings management (white) is taking advantage of the flexibility in
the choice of accounting treatment to signal the manager’s private
information on future cash flows. Earnings management (gray) is choosing
an accounting treatment that is either opportunistic (maximizing the utility
of management only) or economically efficient. Earnings management
(black) is the practice of using tricks to misrepresent or reduce
transparency of the financial reports.
Menurut Schipper (1989: 92), earnings management diartikan sebagai:
By "earnings management" I really mean "disclosure management" in
the sense of a purposeful intervention in the external financial reporting
process, with the intent of obtaining some private gain (as opposed to, say,
merely facilitating the neutral operation of the process). This definition
limits the discussion, in that it includes only the external reporting function
and not, for example, managerial accounting reports or activities (such as
lobbying the Financial Accounting Standards Board) designed to influence
or change Generally Accepted Accounting Principles.
Sedangkan Scott (2003: 369) menyebutkan bahwa earnings management is
the choice by a manager of accounting policies so as to achieve some specific
objective.
Dari beberapa definisi di atas, terdapat beberapa kesamaan yang digunakan
dalam mendefinisikan earnings management. Schipper lebih cenderung untuk
menyebut campur tangan pihak manajemen dalam menyusun laporan keuangan
untuk memperoleh keuntungan pribadi, seperti pengertian Ronen dan Yaari
tentang earnings management secara abu-abu. Sedangkan Scott lebih cenderung
menyebutkan adanya kebijakan akuntansi yang digunakan oleh pihak manajemen
untuk memperoleh tujuan tertentu, seperti halnya Ronen dan Yaari yang
mendefinisikan earnings management secara putih.
Jadi earnings management merupakan kebijakan pihak manajemen dalam
menetapkan pilihan metode akuntansi yang digunakan dalam menyusun laporan
keuangan, sehingga laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan apa yang

diharapkan oleh pihak manajemen. Menurut penulis, selama apa yang diharapkan
dan dilakukan

oleh pihak manajemen

masih dalam batas-batas yang

diperbolehkan dalam aturan prinsip akuntansi berlaku umum, maka earnings
management masih bisa ditolerir, sedangkan jika dalam melakukan earnings
management, pihak manajemen melakukan manipulasi data sehingga data terlihat
lebih baik (atau lebih jelek), maka apa yang dilakukan pihak manajemen tersebut
merupakan suatu fraud.
1.2.2 METODE UNTUK MENGATUR LABA
Menurut Ronen dan Yaari (2008), manajemen dapat mengatur laba dengan
cara sebagai berikut:
1. Memilih perlakuan akuntansi yang diterima oleh GAAP, atau PABU, seperti
memilih antara metode penilaian persediaan LIFO atau FIFO, atau kebijakan
pengakuan pendapatan.
2. Memutuskan waktu untuk mengadopsi standar baru, memutuskan apakah
menulis efek transisi dari standar baru pada laporan laba rugi atau sebagai
penyesuaian terhadap modal sendiri dari pemegang saham yang ada di neraca,
dan memutuskan untuk tidak mengimplementasikan standar baru pada dasardasar yang tidak material.
3. Penilaian akan adanya estimasi-estimasi, seperti penyusutan, penyisihan untuk
piutang tak tertagih, revaluasi aset, akuntansi pensiun, dan penghapusan aset.
4. Mempercepat atau menunda pengakuan pendapatan dan biaya, seperti
mempercepat atau menunda penjualan aset untuk memperoleh smooth
earnings dan memutuskan apakah akan mengkapitalisasikan biaya.

1.1.1 FAKTOR-FAKTOR

YANG

MEMPENGARUHI

EARNINGS

MANAGEMENT
Watts dan Zimmerman (1990) menyebutkan bahwa tiga hipotesis yang
paling umum digunakan dalam studi tentang earnings management adalah the
bonus plan hypothesis, the debt/equity hypothesis, dan the political cost
hypothesis.
The bonus plan hypothesis adalah bagaimana manajer perusahaan dengan
rencana bonus yang akan diberikan pemilik cenderung untuk menggunakan
metode akuntansi yang dapat meningkatkan laba pada laporan laba rugi periode
berjalan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa terdapat konsistensi bagi
manajer untuk memanipulasi laba bersih dalam hubungannya dengan bonus yang
akan mereka terima, seperti penelitian yang dilakukan Healy dan Wahlen (1999),
Galai, et al. (2003), Halim (2005), dan Achmad, et al. (2007). Bonus yang tinggi
akan cenderung mengakibatkan mereka berusaha meningkatkan laba bersih
periode berjalan, sedangkan bonus yang rendah cenderung akan mengakibatkan
mereka berusaha menurunkan laba bersih perusahaan pada periode berjalan.
The debt/equity hypothesis memprediksi bahwa semakin tinggi rasio hutang
terhadap modal sendiri, semakin besar kemungkinan manajer perusahaan
menggunakan metode akuntansi yang dapat meningkatkan laba. Semakin tinggi
rasio hutang terhadap modal sendiri, maka akan semakin dekat perusahaan kepada
batasan perjanjian hutang. Semakin dekat batas perjanjian hutang, semakin besar
kemungkinan adanya pelanggaran perjanjian dan meningkatkan biaya technical
default. Manajer cenderung akan memilih metode akuntansi untuk meningkatkan

laba sehingga dapat mengendorkan batasan hutang dan mengurangi biaya
technical default.
The political cost hypothesis memprediksi bahwa perusahaan besar
cenderung untuk menggunakan metode akuntansi yang dapat menurunkan laba.
Size diproksi sebagai variabel dalam perhatian politik. Pada dasarnya, hipotesis ini
mengasumsikan bahwa informasi itu sangat berharga, terutama tentang
keuntungan akuntansi apakah menunjukkan keuntungan secara monopoli dan
“kontrak” dengan yang lain dalam proses politik untuk menetapkan hukum dan
peraturan yang akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Proses politik tidak
berbeda dengan proses pasar dalam hal penghormatan itu. Dengan diberikan biaya
untuk informasi dan pemantauan, manajer memiliki insentif untuk melakukan
earnings management terhadap laba akuntansi.
1.1.2 POLA-POLA DALAM MELAKUKAN EARNINGS MANAGEMENT
Ronen dan Yaari (2008) menyebutkan ada beberapa pola yang digunakan
dalam melakukan earnings management. Adapun pola-pola yang dikemukakan
oleh mereka adalah sebagai berikut:
1. Truth-telling. Di sini manajemen berusaha untuk mengungkapkan laporan
keuangan yang sebenarnya, selama laporan tersebut dapat menguntungkan
mereka. Misalnya pemilik perusahaan ingin mengetahui seberapa besar
imbalan yang akan diberikan untuk manajemen perusahaan, dan pihak
manajemen perusahaan akan melaporkan kinerja keuangan perusahaan yang
sebenarnya jika kinerja keuangan perusahaan memuaskan, sesuai dengan
harapan pemilik perusahaan.

2. Smoothing. Dalam smoothing manajemen berusaha untuk meratakan fluktuasi
laba yang terjadi pada perusahaan, sehingga jika laba yang dihasilkan
perusahaan terlalu tinggi (overstatement) atau terlalu rendah (understatement),
maka manajemen akan berusaha meratakannya. Hal ini disebabkan investor
lebih menyukai perusahaan dengan fluktuasi laba yang relatif rata (stabil).
3. Maximization and minimization. Di sini manajemen berusaha untuk
memaksimalkan

(meminimalisasi)

laba

yang

diperoleh.

Manajemen

memaksimalkan laba dengan cara mengakui pendapatan dalam satu periode.
Hal ini dilakukan jika pemilik perusahaan ingin memperpanjang kontrak dari
manajemen tersebut. Manajemen meminimalisasi laba dengan cara mengakui
biaya dalam satu periode. Hal ini dilakukan jika manajemen perusahaan
menggunakan faktor politik dalam melakukan earnings management, seperti
misalnya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, atau untuk mengurangi
biaya pajak.
4. Taking a bath. Dalam taking a bath manajemen berusaha untuk
meminimalisasi laba sedemikian sehingga laba yang dihasilkan perusahaan
jauh di bawah laba sesungguhnya, bahkan ada kemungkinan manajemen
melaporkan bahwa perusahaan mengalami kerugian yang cukup signifikan
pada periode tersebut. Taking a bath biasanya dilakukan pihak manajemen
jika terdapat penggantian pimpinan, sehingga diharapkan pemimpin
berikutnya akan mampu untuk menaikkan laba perusahaan secara signifikan.
1.1.1 SEASONED EQUITY OFFERINGS (SEO)
Seasoned Equity Offerings (SEO) adalah penawaran saham tambahan yang
dilakukan oleh perusahaan publik yang memerlukan tambahan dana untuk

membiayai kegiatan operasional maupun investasinya, Sulistyanto (2008: 75).
Selain sebagai tambahan dana, SEO juga digunakan oleh perusahaan untuk
mencari dana untuk membayar hutang jangka panjangnya yang akan jatuh tempo.
Penawaran saham ini dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan mekanisme right
issue dan yang kedua adalah dengan mekanisme second offerings, third offerings,
dan seterusnya.
Widoatmodjo (2005) menyebutkan bahwa right issue merupakan upaya
emiten untuk menambah modal perusahaan, yang biasanya dikatakan sebagai
second issue atau third issue, tergantung sudah berapa kali emiten menawarkan
sahamnya kepada masyarakat. Dari sisi emiten right issue merupakan upaya
penambahan modal dengan biaya yang lebih murah dibanding IPO. Bagi investor,
right issue dapat berdampak positif maupun negatif. Right Issue diterjemahkan
sebagai bukti rights atau emisi klaim. Right issue sebenarnya merupakan hak
(bukan kewajiban) investor untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten.
Right Issue pada akhirnya akan dikonversi menjadi saham biasa.
Penghasilan investasi right issue sama seperti penghasilan investasi pada saham
biasa, yaitu terdiri dari capital gain dan dividen. Penghasilan capital gain bisa
diperoleh dengan dua cara:
1. Investor menggunakan haknya, sehingga investor membeli saham baru,
kemudian menjual sahamnya. Jika harga jual yang didapat lebih tinggi dari
harga teoritis, maka investor akan mendapat capital gain. Jika harga pasar
meningkat akibat right issue, maka capital gain yang diterima akan semakin
besar. Jika harga pasar turun, misalnya sesuai dengan harga teoritis, maka

investor tidak akan mendapat untung maupun rugi. Jika harga pasar turun di
bawah harga teoritis maka investor akan mengalami capital loss.
2. Investor menjual haknya untuk membeli saham baru. Jika harga jual yang
diperoleh lebih tinggi dari harga rights, maka investor akan mengalami capital
gain, jika harga jual sama dengan harga rights, investor tidak akan mengalami
capital gain maupun capital loss, dan jika harga jual berada di bawah harga
rights, maka investor akan mengalami capital loss.
Untuk memperoleh penghasilan dari dividen, berarti investor harus memiliki
saham. Bagi pemegang saham lama, untuk memperoleh dividen ini, investor harus
menggunakan haknya. Untuk bisa memperoleh dividen tersebut, investor harus
menunggu sampai emiten sudah wajib menerbitkan laporan keuangan dan
membagikan dividen, dengan asumsi bahwa emiten memperoleh keuntungan.
Selain keuntungan yang bisa diperoleh investor setelah membeli right issue,
investor juga bisa mengalami risiko setelah membeli right issue. Harga saham
suatu perusahaan selalu mengalami fluktuasi naik dan turun. Terdapat anggapan
bahwa saat emiten mengeluarkan right issue, maka suplai saham emiten akan
meningkat, hal ini bisa mengakibatkan harga tertekan, sehingga menjadi salah
satu risiko dalam investasi pada right issue. Meskipun begitu risiko tersebut bisa
diminimalisir jika perusahaan ingin melakukan ekspansi sehingga mengeluarkan
right issue. Logikanya, perusahaan yang melakukan ekspansi menunjukkan
kinerja perusahaan tersebut baik. Dalam hal ini, prospek perusahaan setelah
melakukan right issue bisa diasumsikan lebih baik, dan diharapkan investasi pada
right issue akan menguntungkan.

Adanya keuntungan dan risiko dari investasi right issue tersebut
mengharuskan investor harus hati-hati dalam melakukan pembelian saham right
issue. Adapun beberapa hal yang perlu investor cermati adalah sebagai berikut:
1. Hindari membeli pada masa bearish, yaitu pada masa kondisi ekonomi sedang
mengalami resesi. Dalam kondisi seperti itu, permintaan sangat lemah,
sehingga apabila penawaran ditambah hampir dipastikan harga akan tertekan
atau menurun.
2. Pastikan prospek perusahaan baik, pastikan bahwa dana dari right issue
digunakan untuk pengembangan usaha, bukan untuk memperbaiki struktur
keuangan perusahaan. Investor harus rajin mencari informasi tentang
perusahaan tersebut.
3. Sell early-buy end, jika investor berada pada posisi jual right issue, maka
investor harus mengusahakan eksekusinya di awal masa penawaran rights,
sebaliknya jika investor berada pada posisi beli right issue, maka investor harus
mengusahakan eksekusinya di akhir masa penawaran rights.
Manfaatkan nilai right issue untuk mengambil keputusan, pastikan investor
mendapatkan

tingkat

keuntungan

setelah

membeli

right

issue

dengan

memprediksi tingkat keuntungan yang bisa digunakan indikator nilai right issue.
1.1 KERANGKA KONSEPTUAL
Variabel
Variabel
Manajemen
Total Accruals
Independen
Dependen
Laba
Perubahan Persediaan
Discretionary Accruals
Perubahan Piutang Usaha
Perubahan Hutang Usaha
Non-Discretionary Accruals
Total Aset
Perubahan Pendapatan
Perubahan Piutang Usaha
Aset Tetap

Gambar 2.1 Kerangka konseptual
1.2 HIPOTESIS
Sulistyanto (2008), menyebutkan bahwa dalam penawaran saham perdana
(IPO), investor cenderung hanya menggunakan laporan keuangan perusahaan
sebagai satu-satunya sumber informasi untuk membuat keputusan investasinya.
Namun, setelah perusahaan memutuskan untuk mempublik, maka perusahaan
tidak lagi menjadi suatu organisasi yang tertutup yang bebas melakukan apa saja
yang diinginkan oleh pihak manajemen. Setiap keputusan dan kegiatan dari
perusahaan akan diawasi, dikontrol dan harus dapat dipertanggungjawabkan
kepada publik. Masyarakat, terutama investor, berharap dapat memperoleh
informasi yang relevan, akurat, dan netral. Upaya-upaya penyelewengan dalam
mengelola perusahaan akan dapat menyeret pihak manajemen ke pengadilan.
Dalam SEO, investor mempunyai akses dan sumber untuk memperoleh
informasi yang lebih memadai. Selain menggunakan informasi keuangan, investor
dapat menggunakan berbagai akses dan sumber informasi lain untuk menilai
apakah perusahaan layak digunakan sebagai tempat untuk berinvestasi. Meskipun
begitu, masih terdapat asimetri informasi antara pihak manajemen perusahaan
dengan investor. Sehingga, meskipun investor dapat mengetahui informasi yang
memadai, pihak manajemen perusahaan tetap menjadi pihak yang lebih tinggi
dibandingkan dengan pihak lain. Hal inilah yang mendorong dan memotivasi
manajer untuk berperilaku oportunis dengan melakukan manajemen laba agar
mempunyai kesempatan untuk memiliki issue fully subscribed. Tujuannya adalah
menyesatkan investor dalam mengambil keputusan untuk menilai saham yang
ditawarkan oleh pihak perusahaan.

Upaya tersebut sebenarnya wajar dilakukan pihak manajemen perusahaan
yang melakukan SEO, sebab secara teoritis terbukti adanya hubungan positif
antara kinerja perusahaan dengan harga saham perusahaan bersangkutan. Semakin
tinggi kinerja perusahaan maka akan semakin tinggi pula harga sahamnya, dan
begitu juga sebaliknya. Upaya rekayasa yang dilakukan oleh pihak manajemen
perusahaan adalah dengan menaikkan laba selama beberapa periode sebelum
SEO. Hal ini dilakukan sehingga pada saat SEO, kinerja perusahaan terlihat relatif
lebih baik dibandingkan dengan kinerja sesungguhnya. Tujuannya adalah agar
investor merespon positif terhadap saham yang ditawarkan oleh pihak manajemen
perusahaan.
Beberapa penelitian telah membuktikan secara empiris bahwa perusahaan
yang melakukan SEO memiliki kecenderungan untuk menaikkan laba sebelum
SEO, misalnya penelitian yang dilakukan oleh Jian dan Elder (2004), Astuti
(2005), Rao dan Dandale (2005), serta Jie, et.al. (2008). Dalam penelitian tersebut
disebutkan bahwa dengan kondisi perusahaan melakukan manajemen laba
sebelum SEO, dalam jangka panjang perusahaan akan mengalami penurunan
kinerja. Meskipun begitu, beberapa penelitian menyebutkan bahwa pasar tidak
terkejut dengan adanya penurunan kinerja perusahaan setelah SEO. Hal tersebut
juga berlaku untuk perusahaan yang melakukan right issue. Dari paparan di atas,
penulis mengambil hipotesis sebagai berikut.
Ha: Discretionary accruals sebelum right issue cenderung lebih tinggi
dibandingkan dengan discretionary accruals setelah right issue.
1.

BAB III
METODE PENELITIAN

1.
1.1 JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian yang penulis ambil adalah penelitian komparatif. Penelitian
komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Di sini
variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk sampel
yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2009: 11). Penulis
membandingkan adanya indikasi manajemen laba antara sebelum dan sesudah
perusahaan melakukan right issue, pada perusahaan-perusahaan yang mempublik
di Bursa Efek Indonesia periode 2001-2007.
1.2 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
Sugiyono (2010: 61) menyebutkan bahwa populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan
yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2001-2007, yaitu
berjumlah 423 perusahaan.
Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi (Sugiyono, 2010: 62). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010: 68). Adapun

pertimbangan-pertimbangan yang penulis ambil dalam pengambilan sampel
adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan yang melakukan right issue antara tahun 2001 sampai dengan
tahun 2007. Terdapat 103 perusahaan yang melakukan right issue selama
tahun 2001-2007, baik perusahaan manufaktur, jasa, dagang maupun lembaga
pembiayaan.
2. Perusahaan tersebut berada dalam kelompok industri manufaktur, jasa atau
dagang, bukan dari kelompok perusahaan perbankan, asuransi atau kelompok
lembaga keuangan lainnya. Dari 103 perusahaan yang melakukan right issue,
terdapat 41 perusahaan dari sektor lembaga pembiayaan (beberapa perusahaan
dari sektor ini melakukan right issue lebih dari sekali).
3. Perusahaan tersebut hanya melakukan satu kali right issue selama lima tahun
(karena periode amatan lebih dari lima tahun, maka perusahaan bisa saja
melakukan dua kali right issue selama periode amatan, selama right issue
pertama dan kedua berjarak lebih dari lima tahun). Perusahaan dari sektor
lembaga pembiayaan yang melakukan dua kali right issue tidak dimasukkan
ke dalam kategori ini, karena sudah masuk ke dalam kategori nomor 2.
Terdapat 17 perusahaan manufaktur, jasa atau dagang yang melakukan dua
kali right issue selama periode amatan.
4. Perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama
lima tahun berturut-turut, yaitu dua tahun sebelum right issue, pada saat right
issue, dan dua tahun setelah right issue, dengan periode akuntansi yang
berakhir pada tanggal 31 Desember. Terdapat 9 perusahaan manufaktur, jasa
dan dagang yang tidak memiliki laporan keuangan lengkap pada periode

amatan. Hal ini disebabkan beberapa perusahaan yang melakukan right issue
pada tahun 2007 belum menerbitkan laporan keuangan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2009, atau perusahaan tersebut delisting satu atau dua
tahun setelah melakukan right issue. Selain itu terdapat beberapa perusahaan
yang tidak memiliki nilai nominal untuk beberapa rekening yang dibutuhkan
oleh penulis.
Adapun perhitungan jumlah perusahaan sampel yang penulis ambil dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Perhitungan Sampel

No

Keterangan

Jumlah

1 Perusahaan yang melakukan right issue antara tahun 2001-2007

103

2 Perusahaan sektor Lembaga Pembiayaan

(41)

3 Perusahaan yang melakukan dua kali right issue dalam waktu
lima tahun

(17)

4 Perusahaan dengan data Laporan Keuangan kurang lengkap
Jumlah Sampel Pengujian Hipotesis
1.1 TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA
Dalam penelitian ini, penulis mengambil teknik dokumentasi. Dokumentasi
adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi
buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film
dokumenter, data yang relevan penelitian (Riduwan, 2008: 31). Penulis mencari
data yang dibutuhkan oleh penulis melalui laporan keuangan yang dipublikasikan
oleh perusahaan mempublik, baik melalui internet, Indonesian Capital Market
Directory, maupun pemesanan melalui pihak ketiga.

(9)
36

Penulis mengambil alat pengumpulan data berupa checklist. Checklist atau
daftar cek adalah suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan
diamati. Checklist dapat menjamin bahwa peneliti mencatat tiap-tiap kejadian
sekecil apapun yang dianggap penting (Riduwan, 2008: 28). Penulis membuat
checklist berupa nama-nama perusahaan yang masuk ke dalam Bursa Efek
Indonesia selama periode 2001-2007, perusahaan yang melakukan right issue
selama tahun tersebut, jenis-jenis perusahaan, perusahaan yang melakukan dua
kali right issue, perusahaan yang kurang lengkap laporan keuangannya, dan
perusahaan yang menggunakan mata uang selain rupiah dalam laporan
keuangannya.
1.2 JENIS DAN SUMBER DATA
1.2.1 JENIS DATA
1. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar
(Sugiyono, 2010: 23). Data kualitatif yang penulis gunakan pada penelitian ini
adalah data perusahaan yang mempublik di Bursa Efek Indonesia, data
perusahaan yang melakukan right issue selama periode amatan, data
perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap, dan
data jenis perusahaan yang melakukan right issue.
2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang
diangkakan (skoring) (Sugiyono, 2010: 23). Data kuantitatif pada penelitian
ini adalah data yang berupa angka, yaitu laporan keuangan perusahaan selama
periode amatan, terutama data mengenai perhitungan discretionary accruals,

yaitu berupa Total Aset, Aset Tetap, Persediaan, Piutang Usaha, Pendapatan,
dan Hutang Usaha.
1.1.1 SUMBER DATA
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan sumber data sekunder. Sumber
data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut, misalnya
dalam bentuk tabel, grafik, diagram, gambar, dan sebagainya, sehingga lebih
informatif jika digunakan oleh pihak lain (Husein, 2003: 60). Dalam penelitian
ini, penulis mengambil datanya melalui internet, yaitu dari http://www.idx.co.id,
dan http://www.e-bursa.com dan dari Indonesian Capital Market Directory, serta
pemesanan laporan keuangan kepada perusahaan penyedia laporan keuangan bagi
perusahaan yang mempublik di Bursa Efek Indonesia, yaitu Mitra Riset.
1.2 VARIABEL

PENELITIAN

VARIABEL
1.2.1 VARIABEL PENELITIAN
1. Earnings management
2. Total accruals
3. The changes of inventory
4. The changes of accounts receivable
5. The changes of accounts payable
6. Total assets
7. The changes of revenues
8. Property, plant and equipment
9. Discretionary accruals
10. Non-discretionary accruals

DAN

DEFINISI

OPERASIONAL

1.1.1 DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
1. Earnings management, adalah kebijaksanaan yang dilakukan manajemen
dalam memanfaatkan fleksibilitas pilihan dalam perlakuan akuntansi untuk
memberikan informasi keuangan dan arus kas di masa datang (Ronen dan
Yaari, 2008). Dalam penelitian ini, earnings management diproksi dengan
discretionary accruals.
2. Total accruals, merupakan perubahan total modal kerja akrual pada periode t
(Ronen dan Yaari, 2008). Dalam penelitian ini, total accruals adalah selisih
dari jumlah perubahan persediaan dan perubahan piutang usaha dengan
perubahan hutang usaha.
3. The changes of inventory, adalah selisih lebih pendapatan atas biaya-biaya
yang dibebankan dan yang merupakan kenaikan bersih atas modal yang
berasal dari kegiatan usaha (Soemarso, 2008: 57). Dalam penelitian ini,
perubahan persediaan adalah selisih antara persediaan tahun berjalan dengan
persediaan tahun sebelumnya yang terdapat dalam laporan posisi keuangan.
4. The changes of accounts receivable, merupakan perubahan hak klaim yang
dimiliki perusahaan terhadap seseorang atau perusahaan lain yang berasal dari
penjualan barang dan jasa sebagai kegiatan utama perusahaan antara periode
berjalan dengan periode sebelumnya (Soemarso, 2008). Dalam penelitian ini,
perubahan piutang usaha adalah selisih antara piutang usaha tahun berjalan
dengan piutang usaha tahun sebelumnya yang terdapat dalam laporan posisi
keuangan.
5. The changes of accounts payable, adalah hutang jangka pendek yang berasal
dari pembelian barang-barang atau jasa untuk keperluan usaha (Soemarso,

2008). Dalam penelitian ini, perubahan hutang usaha adalah selisih antara
hutang usaha tahun berjalan dengan hutang usaha tahun sebelumnya yang
terdapat dalam laporan posisi keuangan.
6. Total assets, merupakan jumlah total kekayaan yang dimiliki perusahaan yang
merupakan sumber daya bagi perusahaan untuk melakukan usaha (Soemarso,
2008). Dalam penelitian ini, total aset adalah jumlah total aset perusahaan
seperti yang terdapat dalam laporan posisi keuangan perusahaan.
7. The changes of revenues, merupakan perubahan jumlah yang dibebankan
kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual antara periode berjalan
dengan periode sebelumnya. Definisi lain adalah perubahan kenaikan bruto
dalam modal yang berasal dari barang dan jasa yang dijual antara periode
berjalan dengan periode sebelumnya (Soemarso, 2008). Dalam penelitian ini,
perubahan pendapatan adalah selisih antara pendapatan tahun berjalan dengan
pendapatan tahun sebelumnya seperti yang terdapat dalam laporan laba/rugi.
8. Property, plant and equipment, merupakan aset berwujud yang dimiliki oleh
perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi atau menyediakan barang
dan jasa, untuk disewakan, atau untuk tujuan administrasi dan diharapkan
untuk digunakan lebih dari satu periode (Mirza, et al., 2008). Dalam penelitian
ini, aset tetap adalah nilai bersih dari aset tetap seperti yang terdapat pada
laporan posisi keuangan perusahaan.
9. Discretionary accruals, merupakan akrual yang muncul dari pemilihan
metode perlakuan akuntansi dengan tujuan untuk mengatur laba (Ronen dan
Yaari, 2008). Dalam penelitian ini discretionary accruals adalah selisih antara
total accruals dengan non discretionary accruals.

10. Non-discretionary accruals, merupakan akrual yang muncul pada periode
berjalan yang terjadi secara normal berdasarkan kinerja perusahaan dan
strategi bisnis, konvensi industri, kejadian-kejadian makro ekonomi, dan
faktor-faktor ekonomi lainnya (Ronen dan Yaari, 2008). Dalam penelitian ini
non discretionary accruals adalah jumlah lagged assets, aset tetap, dan selisih
antara perubahan pendapatan dengan perubahan piutang usaha, yang dikalikan
dengan masing-masing koefisien regresinya.
1.1 PROSEDUR ANALISIS DATA
Earnings management diasumsikan terjadi jika terdapat perbedaan antara
transaksi akrual periode berjalan dengan periode sebelumnya semata-mata karena
adanya perubahan pada discretionary accruals karena non-discretionary accruals
dianggap konstan dari periode ke periode (Jones, 1991). Untuk itu, earnings
management sebagai variabel terikat dalam penelitian ini diproksi dengan
discretionary accruals dan kemudian dihitung dengan menggunakan the
modified-Jones model. Penggunaan model Jones yang dimodifikasi ini karena
model ini memberikan hasil yang paling kuat di antara model-model yang lain
(Dechow, et al., 1995). Hal yang baru dari model ini adalah adanya perlakuan
terhadap piutang usaha. Selain itu penggunaan model Jones yang dimodifikasi
juga dianggap sebagai sesuatu yang logis. Model ini menghubungkan akrual untuk
merubah pendapatan dan aset tetap (gedung, tanah dan peralatan). Akrual dalam
pendapatan ditentukan dengan adanya perubahan pada modal kerja akrual, seperti
piutang usaha, persediaan dan hutang usaha. Sedangkan akrual dalam aset tetap
ditentukan dengan perubahan biaya penyusutan (Ronen dan Yaari, 2008).

Langkah-langkah dalam menghitung discretionary accruals adalah sebagai
berikut:
1. Mencari nilai total accruals, dengan persamaan sebagai berikut:
TAt = ∆ It + ∆ ARt - ∆ APt ....................................................................... (1)
(Ronen dan Yaari, 2008: 388)
Dimana:
TAt

= total accruals;

∆ It

= the changes of ending inventory;

∆ ARt = the changes of accounts receivable;
∆ APt = the changes of accounts payable.
2. Mencari nilai koefisien regresi dari setiap variabel independen (total aset,
perubahan pendapatan dan aset tetap), dengan menggunakan model
matematika (Jones model) sebagai berikut:
TAitAit-1=αi1Ait-1+β1i∆REVitAit-1+β2iPPEitAit-1+εit........................ (2)
(Ronen dan Yaari, 2008: 404)
Dimana:
TA

= total accruals;

A

= assets;

∆ REV

= the changes of revenues;

PPE

= property, plant and equipment;

ε

= error term;

i

= index for firm, i = 1, 2, …, N;

t

= index for the period (year) in the estimation period;

αi, β1i, β2i = the coefficient regression.

Untuk mencari koefisien regresi, penulis menggunakan regresi ganda
tiga prediktor tanpa intercept, hal ini bisa dilihat dari persamaan di atas, di
mana dalam persamaan tersebut terdapat tiga variabel bebas sebagai faktor
prediktor dan tanpa menggunakan intercept. Analisis regresi ganda digunakan
jika peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya)
variabel bebas, jika dua atau lebih variabel terikat sebagai faktor prediktor
dimanipulasi (dinaikturunkan nilainya) (Sugiyono, 2010). Ada kalanya suatu
model regresi linear diformulasikan tanpa mengandung variabel konstan atau
intercept. Hasil regresi yang menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel
konstan tidak berbeda secara signifikan dari nol mengandung pengertian
bahwa model regresi yang diuji adalah model regresi tanpa intercept (Sritua,
2006).
3. Mencari nilai non-discretionary accruals dengan menggunakan koefisien
regresi yang sudah dicari pada langkah No. 2, yaitu dengan menggunakan
model matematika (the modified-Jones model) sebagai berikut:
NDAip=αi1Aip-1+β1i∆REVip-∆ARipAip-1+β2iPPEipAip-1 ................ (3)
(Ronen dan Yaari, 2008: 434)

Dimana:
NDAip

= non-discretionary accruals of firm i in period p;

Aip-1

= lagged assets of firm i;

∆ AR

= the changes of accounts receivable;

αi, β1i, β2i = the coefficient regression.
4. Mencari manajemen laba yang diproksi dengan discretionary accruals,
dengan persamaan sebagai berikut:
DAit=TAitAit-1-NDAit ............................................................................ (4)
(Ronen dan Yaari, 2008: 406)
Dimana:
DAit

= discretionary accruals of firm i in period t;

5. Menguji hipotesis dengan menggunakan paired t-test, dengan persamaan:
t=x1-x2s12n1+s22n2-2rs1n1s2n2
(Sugiyono, 2010: 122)
Dimana:
x1

= rata-rata sampel 1

x2

= rata-rata sampel 2

s1

= simpangan baku sampel 1

s1

= simpangan baku sampel 2

s12

= varian sampel 1

s22

= varian sampel 2

r

= korelasi antara dua sampel

Pencarian koefisien regresi dengan regresi ganda tiga prediktor tanpa
intercept, dan pengujian hipotesis dengan menggunakan paired t-test dilakukan
dengan bantuan Microsoft Excel 2007. Dalam pengujian uji-t berpasangan, penulis
menggunakan analisis data t-test: paired two samples for means, dengan kriteria
pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
1. Jika thitung ≤ ttabel, maka H0 diterima, berarti discretionary accruals sebelum
right issue tidak lebih besar dari discretionary accruals sesudah right issue.
2. Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak, berarti discretionary accruals sebelum right
issue lebih besar dari discretionary accruals sesudah right issue.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1.
1.1 HASIL PENELITIAN
1.1.1 STATISTIK DESKRIPTIF
Dalam penelitian ini terdapat 36 perusahaan sampel, sehingga terdapat 180
observasi selama periode amatan, yaitu antara tahun 1999 sampai dengan tahun
2009.
Tabel 4.1 Hasil regresi linier berganda antara discretionary accruals
(sebagai variabel dependen), total accruals, dan non-discretionary
accruals (sebagai variabel independen)

AN OVA
df
R e g re s s io n
R e s id u a l
T o ta l

SS
MS
F
S ig n if ic a n c e F
2 4 ,2 7 4 1 3 2 1 02 2,1 3 7 0 6 6 075,41 0 0 3 E + 3 1
0
1 7 8 5 ,1 4 0 3 E - 320,8 8 7 8 1 E - 3 2
1 8 0 4 ,2 7 4 1 3 2 1 0 2

Dari tabel 4.1 hasil regresi linier berganda antara discretionary accruals
(sebagai variabel dependen), total accruals dan non-discretionary accruals
(sebagai variabel independen), ditunjukkan bahwa tingkat signifikansinya adalah
0 (kurang dari 0,05). Dengan derajat keyakinan 95%, hal tersebut menunjukkan
bahwa rata-rata perusahaan yang mempublik pada periode amatan melakukan
manajemen laba. Untuk keterangan lebih lengkap mengenai hasil regresi linier
berganda tersebut, dapat melihat lampiran 5.

Tabel 4.2 Hasil statistik deskriptif dari
discretionary accruals selama
periode amatan

DA
Mean
Standard Error
Median
Mode
Standard Deviation
Sample Variance
Kurtosis
Skewness
Range
Minimum
Maximum
Sum
Count
Confidence Level (95,0%)

-0,078880996
0,009894123
-0,088766035
#N/A
0,132743589
0,017620861
17,31088675
2,437751888
1,407421218
-0,497101215
0,910320003
-14,19857922
180
0,019524126

Dari hasil statistik deskriptif discretionary accruals selama periode amatan
seperti yang terlihat pada tabel 4.2, ditunjukkan bahwa nilai rata-rata dari
discretionary accruals perusahaan selama periode amatan adalah -0,078880996.
Dengan demikian, disimpulkan bahwa rata-rata perusahaan sampel dalam
penelitian ini melakukan aktivitas manajemen laba dengan pola penurunan laba
(minimization).

Tabel 4.3 Hasil statistik deskriptif dari
discretionary accruals sebelum
peristiwa right issue

DA Sebelum
Mean
Standard Error
Median
Mode
Standard Deviation
Sample Variance
Kurtosis
Skewness
Range
Minimum
Maximum
Sum
Count
Confidence Level (95,0%)

-0,097847274
0,014440536
-0,083948031
#N/A
0,086643213
0,007507046
3,5201844
-0,601057136
0,519566999
-0,392496347
0,127070651
-3,522501847
36
0,029315845

Dari hasil statistik deskriptif discretionary accruals sebelum peristiwa right
issue seperti yang terlihat pada tabel 4.2 di atas, ditunjukkan bahwa nilai rata-rata
dari discretionary accruals sebelum peristiwa right issue adalah -0,097847274.
Dengan demikian, disimpulkan bahwa sebelum peristiwa right issue, rata-rata
perusahaan sampel melakukan aktivitas manajemen laba dengan pola penurunan
laba (minimization). Hal ini berlawanan dengan teori yang menyatakan bahwa
sebelum right issue pihak manajemen akan cenderung melakukan pola menaikkan
laba (maximization) untuk merekayasa laporan keuangannya (Sulistyanto, 2008).

Tabel 4.4 Hasil statistik deskriptif dari
discretionary accruals pada saat
peristiwa right issue

DA Pada
Mean
Standard Error
Median
Mode
Standard Deviation
Sample Variance
Kurtosis
Skewness
Range
Minimum
Maximum
Sum
Count
Confidence Level (95,0%)

-0,049669664
0,033382538
-0,087028595
#N/A
0,20029523
0,040118179
15,1313941
3,340078807
1,23056948
-0,320249477
0,910320003
-1,788107912
36
0,067770155

Dari tabel 4.3 di atas, dapat dilihat hasil statistik deskriptif dari
discretionary accruals pada saat peristiwa right issue. Nilai rata-rata dari
discretionary accruals pada saat peristiwa right issue adalah -0,049669664. Hal
ini menunjukkan bahwa perusahaan melakukan aktivitas manajemen laba dengan
pola penurunan laba (minimization) pada saat peristiwa right issue. Jika
dibandingkan dengan peristiwa sebelum right issue, tampak bahwa nilai rata-rata
dari discretionary accruals pada saat peristiwa right issue lebih tinggi dari pada
sebelum peristiwa right issue. Hal ini berlawanan dengan penelitian yang
menyebutkan bahwa discretionary accruals sebelum right issue cenderung lebih
tinggi dibandingkan dengan pada saat right issue (Astuti, 2005).

Tabel 4.5 Hasil statistik deskriptif dari
discretionary accruals setelah
peristiwa right issue

DA Sesudah
Mean
Standard Error
Median
Mode
Standard Deviation
Sample Variance
Kurtosis
Skewness
Range
Minimum
Maximum
Sum
Count
Confidence Level (95,0%)

-0,074520384
0,015296734
-0,082110432
#N/A
0,091780402
0,008423642
1,884529211
0,750043694
0,482482248
-0,293875929
0,18860632
-2,682733808
36
0,03105402

Nilai rata-rata dari discretionary accruals setelah peristiwa right issue
adalah negatif, yaitu -0,074520384, seperti terlihat pada tabel 4.5 di atas. Jika
dibandingkan dengan nilai rata-rata dari discretionary accruals pada saat right
issue maka nilai rata-rata dari discretionary accruals setelah peristiwa right issue
cenderung menurun. Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian yang menyebutkan
bahwa terjadi penurunan kinerja pada perusahaan yang melakukan manajemen
laba di seputar right issue (Astuti, 2005; Rao dan Dandale, 2005). Meskipun
begitu, jika dibandingkan dengan peristiwa sebelum right issue, nilai rata-rata dari
discretionary accruals setelah peristiwa right issue cenderung lebih tinggi.
Dengan demikian, kondisi ini berlawanan dengan beberapa penelitian sebelumnya
(Astuti, 2005; Rao dan Dandale, 2005).

1.1.2 HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS
Dalam penelitian ini penulis menggunakan t-test: paired two samples for
means untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan discretionary accruals
sebelum dan sesudah right issue. Yaitu adanya kecenderungan discretionary
accruals yang lebih tinggi sebelum right issue dibandingkan dengan sesudah right
issue. Pengujian dengan t-test: paired two samples for means dilakukan dengan
membandingkan discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue. Selain
itu, sebagai pembanding penulis juga membandingkan discretionary accruals
sebelum dan pada saat right issue dan pada saat right issue dan sesudah right
issue.
Tabel 4.6 Hasil t-test: paired two samples for means antara
discretionary accruals sebelum right issue dengan
discretionary accruals sesudah right issue dengan derajat
keyakinan 95%

Mean
Variance
Observations
Pearson Correlation
Hypothesized Mean Difference
df
t Stat
P(T<=t) one-tail
t Critical one-tail
P(T<=t) two-tail
t Critical two-tail

DA Sebelum
DA Sesudah
-0,097847274 -0,074520384
0,007507046 0,008423642
36
36
0,425850483
0
35
-1,462553185
0,07625603
1,68957244
0,15251206
2,030107915

Dari tabel 4.6 di atas, dapat dilihat bahwa nilai thitung adalah -1,462553185.
Nilai ini berarti lebih kecil dari ttabel yaitu sebesar 1,68957244. Jika melihat dari
tingkat signifikansi hasil perhitungan, maka dapat dilihat bahwa tingkat

signifikansi hasil di atas adalah 0,07625603, berarti relatif lebih besar dari 0,05,
sehingga hasil pengujian secara parsial tidak signifikan. Dengan demikian berarti
bahwa H0 diterima, dan Ha ditolak. Hal ini berlawanan dengan teori dan beberapa
penelitian terdahulu (Sulistyanto, 2008; Astuti, 2005; dan Rao dan Dandale,
2005).
Tabel 4.7 Hasil t-test: paired two samples for means antara
discretionary accruals sebelum right issue dengan
discretionary accruals pada saat right issue dengan
derajat keyakinan 95%

Mean
Variance
Observations
Pearson Correlation
Hypothesized Mean Difference
df
t Stat
P(T<=t) one-tail
t Critical one-tail
P(T<=t) two-tail
t Critical two-tail

DA Sebelum
DA Pada
-0,097847274 -0,049669664
0,007507046 0,040118179
36
36
0,128454642
0
35
-1,391303079
0,086457351
1,68957244
0,172914701
2,030107915

Sebagai pembanding, penulis membandingkan discretionary accruals
sebelum right issue dengan discretionary accruals pada saat right issue. Tabel 4.7
menunjukkan hasil perbandingan antara discretionary accruals sebelum right
issue dengan discretionary accruals pada saat right issue, yaitu nilai thitung sebesar
-1,391303079 lebih kecil dibandingkan dengan ttabel yaitu sebesar 1,68957244
pada derajat keyakinan 95%. Dengan tingkat signifikansi sebesar 0,086457351
(relatif lebih besar dari 0,05). Dengan demikian, discretionary accruals sebelum
right issue tidak lebih besar jika dibandingkan dengan discretionary accruals pada
saat right issue. Hal ini berlawanan dengan teori dan hasil beberapa penelitian

yang ada (Sulistyanto, 2008; Astuti, 2005; dan Rao dan Dandale, 2005).
Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan nilai pada tabel 4.6, maka nilai thitung
pada tabel 4.7 relatif lebih kecil.
Tabel 4.8 Hasil t-test: paired two samples for means antara
discretionary accruals pada saat right issue dengan
discretionary accruals sesudah right issue dengan derajat
keyakinan 95%

Mean
Variance
Observations
Pearson Correlation
Hypothesized Mean Difference
df
t Stat
P(T<=t) one-tail
t Critical one-tail
P(T<=t) two-tail
t Critical two-tail
Selain

DA Pada
DA Sesudah
-0,049669664 -0,074520384
0,040118179 0,008423642
36
36
0,043142763
0
35
0,688091873
0,247965205
1,68957244
0,49593041
2,030107915

tabel 4.7, sebagai pembanding

membandingkan

discretionary

accruals

pada

yang
saat

lain adalah

dengan

right

dengan

issue

discretionary accruals sesudah right issue. Hasil yang ditunjukkan pada tabel 4.8
diperoleh nilai thitung adalah 0,688091873 lebih kecil jika dibandingkan dengan ttabel
pada pengujian satu pihak (pihak kanan) yaitu sebesar 1,68957244. Sedangkan
tingkat signifikansi dari tabel di atas adalah sebesar 0,247965205, jauh lebih besar
dari 0,05. Dengan demikian hasil pengujian di atas sangat tidak signifikan, yang
berarti bahwa discretionary accruals pada saat right issue tidak lebih besar jika
dibandingkan dengan discretionary accruals sesudah right issue.

1.2 PEMBAHASAN
Dari hasil pengujian statistik deskriptif, dapat diketahui bahwa rata-rata
perusahaan mempublik yang melakukan right issue antara tahun 2001-2007
mempraktikkan manajemen laba. Hal ini bisa dilihat dari hasil regresi linier
berganda antara discretionary accruals dengan total accruals dan non
discretionary accruals signifikan. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan
bahwa perusahaan yang melakukan right issue akan cenderung untuk melakukan
aktivitas manajemen laba, baik sebelum peristiwa right issue, maupun setelah
right issue (Sulistyanto, 2008). Perusahaan yang melakukan right issue akan
mencoba untuk merekayasa laporan keuangannya sehingga tampak bagus di mata
investor. Untuk itu, pihak manajemen melakukan aktivitas manajemen laba
dengan pola penaikan laba (maximization). Dengan kenaikan laba yang signifikan,
diharapkan investor semakin tertarik untuk membeli saham perusahaan yang
melakukan right issue. Meskipun begitu, praktik manajemen laba akan berdampak
buruk untuk perusahaan di masa yang akan datang. Manajemen laba yang
dilakukan oleh perusahaan hanya akan menguntungkan perusahaan dalam jangka
pendek. Jangka panjang, perusahaan akan mengalami penurunan kinerja setelah
peristiwa right issue secara signifikan (Astuti, 2005).
Nilai rata-rata dari discretionary accruals perusahaan mempublik yang
melakukan right issue adalah negatif. Dengan demikian, dalam melakukan
aktivitas manajemen laba, sebagian besar perusahaan tersebut melakukan
penurunan laba. Hal ini berlawanan dengan teori dan beberapa penelitian
terdahulu, dimana seperti yang dijelaskan di atas, perusahaan yang melakukan

right issue akan menaikkan laba secara signifikan. Secara teori, ada beberapa hal
yang menyebabkan perusahaan tersebut melakukan aktivitas manajemen laba
dengan menurunkan laba (minimization). Antara lain political cost hypothesis
yang memprediksi bahwa perusahaan besar cenderung untuk menggunakan
metode akuntansi yang dapat menurunkan laba. Perusahaan menurunkan laba
dengan mengakui biaya periode yang akan datang ke dalam periode berjalan.
Biasanya perusahaan melakukan aktivitas manajemen laba dengan cara
menurunkan laba saat perusahaan ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah,
menghindari biaya pajak, atau adanya peraturan-peraturan yang baru dari
pemerintah, baik itu peraturan tentang perpajakan maupun peraturan lain yang
mengatur perusahaan. Seperti peraturan anti trust dan anti monopoli. Sedangkan
yang kedua adalah ketika terjadi pergantian kepemimpinan, dengan harapan
pemimpin yang berikutnya akan dapat menaikkan laba secara signifikan. Dalam
hal ini, pihak manajemen melakukan aktivitas manajemen laba dengan metode
taking a bath. Yaitu manajemen berusaha untuk meminimalisasi laba sedemikian
sehingga laba yang dihasilkan perusahaan jauh di bawah laba sesungguhnya,
bahkan ada kemungkinan manajemen melaporkan bahwa perusahaan mengalami
kerugian yang cukup signifikan pada periode tersebut.
Dalam konteks hubungan keagenan antara perusahaan dengan pemerintah,
perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar pajak yang ditentukan besarnya
dengan besar kecilnya laba yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar laba
yang diperoleh perusahaan, maka pajak yang dibayarkan akan semakin besar, dan
begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu, pihak manajemen berusaha agar laba
perusahaan selalu kelihatan lebih rendah daripada laba yang sesungguhnya

diperoleh. Kebebasan pihak manajemen dalam memilih perlakuan akuntansi,
menyebabkan pihak manajemen perusahaan memiliki lebih banyak informasi
perusahaan dari pada pemerintah. Hal ini membuat pihak manajemen melakukan
aktivitas manajemen laba dengan menurunkan laba periode tersebut sehingga
pajak yang dibayarkan cenderung relatif lebih rendah dari pada yang seharusnya.
Phillips et.al. (2002), Hanlon et.al. (2005), Gleason et.al. (2009), dan Seidman
(2010), menyatakan bahwa terdapat perusahaan melakukan aktivitas manajemen
laba untuk menekan biaya pajak yang harus dibayar pada periode berjalan.
Perubahan peraturan perpajakan juga menjadi sebab pihak manajemen
melakukan aktivitas manajemen laba. Biasanya, peraturan perpajakan yang
ditetapkan tahun ini baru dijalankan sepenuhnya oleh perusahaan pada tahun
berikutnya. Sehingga, selama tahun berjalan, pihak manajemen dapat melakukan
aktivitas manajemen laba untuk menekan besarnya pajak yang harus dibayarkan
kepada pemerintah. Hal yang cukup berperan adalah metode pencatatan dan
perhitungan persediaan. Dengan metode-metode tersebut, maka perusahaan dapat
melakukan pembelian persediaan pada waktu-waktu tertentu yang sekiranya akan
dapat mengurangi laba karena besarnya harga pokok penjualan. Cook et.al. (2006)
menyebutkan bahwa perusahaan cenderung untuk melakukan aktivitas manajemen
laba jika terjadi perubahan tingkat bunga, terutama jika perubahan tersebut terjadi
pada kuartal tiga dan kuartal empat. Bahkan Sarbanes-Oxley Act of 2002 (SOX)
tidak berpengaruh terhadap keputusan pihak manajemen untuk melakukan
aktivitas manajemen laba.
Dari hasil pengujian hipotesis, diperoleh hasil bahwa discretionary accruals
sebelum right issue tidak lebih besar jika dibandingkan dengan discretionary

accruals sesudah right issue. Hal ini berlawanan dengan teori dan penelitian
terdahulu seperti yang sudah penulis paparkan di atas. Ada beberapa hal yang
mempengaruhi mengapa hal tersebut bisa terjadi. Di antaranya, diduga adanya
upaya pihak perusahaan untuk menghindari pajak, atau adanya peraturan
perpajakan yang baru, atau bisa juga karena peraturan pemerintah yang lain yang
mungkin kurang menguntungkan bagi beberapa perusahaan. Seperti misalnya
Undang-undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa Indonesia dikenal sebagai
negara dengan tingkat korupsi yang relatif cukup besar (bisniskeuangan.kompas.
com, 8 Maret 2010). Contoh ketika Bank Lippo menerbitkan tiga versi laporan
keuangan periode tahun 2002, yang berbeda antara satu dengan yang lain. Yaitu
laporan yang dipublikasikan dalam media massa, laporan keuangan yang
dilaporkan kepada BAPEPAM, dan laporan keuangan yang disampaikan akuntan
publik kepada manajer perusahaan (Sulistyanto, 2008). Beberapa hasil penelitian
tentang aktivitas manajemen laba dalam memanipulasi laporan keuangan untuk
menghindari pajak seperti yang sudah penulis paparkan di atas, dapat dijadikan
dasar bahwa terdapat indikasi adanya aktivitas manajemen laba untuk
menghindari pajak pada beberapa perusahaan yang mempublik di Bursa Efek
Indonesia pada periode 2001-2007.
Dari hasil penelitian dan beberapa hal yang sudah penulis paparkan di atas,
penulis mengambil beberapa alternatif kemungkinan mengapa sebagian besar
perusahaan yang melakukan right issue menggunakan metode penurunan laba
pada aktivitas manajemen labanya, di antaranya adalah:

1. Peraturan perpajakan yang berubah-ubah dalam beberapa tahun terakhir bisa
menjadi alasan mengapa perusahaan melakukan aktivitas manajemen laba
dengan menurunkan laba. Ada indikasi bahwa, peraturan perpajakan yang
baru lebih memberatkan perusahaan jika dibandingkan dengan peraturan
perpajakan yang lama. Misalnya dengan berubahnya tarif pajak yang
diberlakukan untuk wajib pajak badan, akan menyebabkan pihak manajemen
melakukan aktivitas manajemen laba dengan menurunkan laba. Sehingga
pajak yang dibayarkan oleh perusahaan akan relatif lebih rendah.
2. Peraturan anti monopoli yang baru juga bisa menjadi penyebab mengapa
perusahaan menurunkan laba (bahkan mungkin saja penurunan laba itu secara
drastis). Hal ini dimaksudkan agar saat terjadinya merger atau akuisisi, maka
apa yang mereka lakukan adalah upaya untuk memperbaiki kondisi keuangan
perusahaan yang memang sedang tidak bagus, bukan sebagai upaya untuk
memonopoli suatu jenis usaha tertentu. Upaya tersebut wajar terjadi jika
kondisi keuangan perusahaan memang sedang menurun (dalam hal ini pihak
manajemen melakukan aktivitas laba dengan menurunkan laba).
3. Pergantian kepemimpinan yang baru juga dapat menyebabkan pihak
manajemen melakukan penurunan laba. Hal ini dilakukan agar pemimpin yang
baru dapat meningkatkan laba secara lebih signifikan. Mengingat pemimpin
yang baru akan berusaha untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik dari
pemimpin yang sebelumnya. Bonus plan hypothesis, pemimpin yang baru
akan berusaha untuk mendapatkan bonus yang semaksimal mungkin.
Sehingga dalam periode berikutnya pemimpin yang baru tersebut akan

berusaha untuk memaksimalkan laba. Bahkan tidak menutup kemungkinan dia
akan melakukan aktivitas manajemen laba dengan penaikan laba.
4. Selain dari tiga hal di atas, jika melihat periode amatan yang penulis ambil
dalam penelitian ini, terjadinya krisis ekonomi global dalam dunia ekonomi
dunia, terutama Indonesia, menyebabkan pelaku bisnis telah memprediksi hal
tersebut. Sehingga pelaku bisnis harus berhati-hati jika ingin melakukan
aktivitas manajemen laba sebelum peristiwa right issue. Mengingat bahwa
perusahaan yang melakukan aktivitas manajemen laba dengan menaikkan laba
akan mengalami penurunan kinerja perusahaan secara signifikan sesudah
melakukan penawaran right issue. Penurunan kinerja tersebut akan
berlangsung selama beberapa periode setelah penawaran right issue. Bahkan
menurut Sulistyanto (2008), dalam kondisi ekonomi perekonomian makro
yang sedang mengalami penurunan akibat terjadinya krisis ekonomi global,
perusahaan akan mengalami penurunan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan
dengan perusahaan-perusahaan lain. Perusahaan harus menanggung dua
konsekuensi sekaligus. Pertama adalah konsekuensi aktivitas manajemen laba
yang sudah dilakukan pada periode sebelumnya. Kedua adalah konsekuensi
adanya krisis ekonomi global yang memang mengakibatkan penurunan kinerja
pada sebagian besar perusahaan di Indonesia.
5. Jian dan Elder (2004) dan Sulistyanto (2008), menyatakan investor tidak
merasa terkejut dengan adanya penurunan kinerja dari perusahaan. Begitu juga
penurunan kinerja sebelum penawaran dilakukan pun tidak menyebabkan
investor menarik investasinya. Hal ini disebabkan karena pada umumnya right
issue ditawarkan kepada pemilik saham lama. Di negara-negara berkembang,

kepemilikan saham biasanya masih dimiliki oleh keluarga dan teman. Oleh
karena itu, pihak manajemen tidak terlalu memikirkan untuk melakukan
aktivitas manajemen laba dengan menaikkan laba agar penawaran right issue
yang dikeluarkan dapat terjual atau tidak.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

1.
1.1 SIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang sudah penulis paparkan di atas,
penulis mengambil simpulan bahwa discretionary accruals sebelum right issue
tidak lebih besar jika dibandingkan dengan discretionary accruals sesudah right
issue. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi hal tersebut, namun penulis
lebih cenderung untuk menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi yang tidak stabil
menjadi penyebab mengapa perusahaan berusaha untuk tidak melakukan aktivitas
manajemen laba dengan menaikkan laba sebelum peristiwa right issue. Hal ini
dimungkinkan mengingat investor tidak terlalu mempermasalahkan kondisi
keuangan perusahaan secara mendetail, mengingat right issue merupakan
penawaran saham kepada pemegang saham yang lama. Dalam kondisi
perekonomian global yang tidak stabil, melakukan aktivitas manajemen laba
dengan cara menaikkan laba akan memiliki risiko yang lebih besar pada kinerja
perusahaan di masa yang akan datang. Pada masa mendatang, perusahaan tidak
hanya harus menanggung konsekuensi karena kondisi perekonomian yang tidak
stabil, tetapi sekaligus menanggung konsekuensi karena aktivitas penaikan laba
yang dilakukan pada periode sebelumnya. Dengan demikian, pola penurunan laba
masih tetap dilakukan oleh pihak manajemen dalam melakukan aktivitas
manajemen laba.

1.2 SARAN
Dalam penelitian ini masih terdapat beberapa keterbatasan, di antaranya
adalah:
1. Penulis tidak terlalu memperhatikan kondisi setiap perusahaan, sehingga
dalam pengambilan sampel penulis hanya mempertimbangkan perusahaan
yang melakukan right issue. Beberapa perusahaan ada kemungkinan selama
periode amatan yang dilakukan penulis melakukan kegiatan yang lain yang
mengakibatkan hasil penelitian penulis berlawanan dengan teori dan penelitian
terdahulu, seperti melakukan akuisisi atau merger, melakukan penawaran
perdana,

atau

terdapat

pergantian

kepemimpinan.

Untuk

penelitian

selanjutnya, peneliti dapat melakukan penelitian dengan lebih memperhatikan
sampel yang digunakan. Bahkan mungkin sebagai pembanding bisa digunakan
penelitian antara perusahaan yang melakukan right issue dan yang tidak
melakukan right issue.
2. Penulis juga tidak memisahkan antara perusahaan jasa, dagang dan
manufaktur. Untuk penelitian selanjutnya, dalam melakukan perhitungan
sebaiknya dipisahkan untuk masing-masing jenis perusahaan. Peneliti dapat
melihat hasil uji-t untuk masing-masing perusahaan tersebut apakah memiliki
perbedaan yang signifikan. Dengan adanya pemisahan tersebut, akan lebih
jelas perusahaan jenis apa saja yang melakukan manajemen laba dengan cara
menaikkan laba dan perusahaan mana yang melakukan manajemen laba
dengan cara menurunkan laba. Sebagai pembanding, peneliti bisa juga
memasukkan perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ-45.

3. Selain itu penulis masih menggunakan model Jones yang dimodifikasi dalam
melakukan analisis data. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti dapat
menggunakan analisis data dari beberapa persamaan yang lain, seperti model
Kothari, atau Miller ratio. Model Kothari menggunakan ROA dalam
persamaannya. Pendekatan dengan menggunakan ROA dirancang untuk
menyediakan suatu perbandingan dari efektifitas pemadanan kinerja dengan
pengukuran kinerja aktivitas akrual. Model tersebut mungkin akan dapat
memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan model Jones yang
sudah dimodifikasi, terutama jika menggunakan sampel dengan teknik
random sampling (Kothari et.al., 2005). Sedangkan Miller ratio berusaha
memisahkan discretionary accruals dari aktivitas akrual jangka pendek saja.
Sehingga, perbedaan antara model Jones yang dimodifikasi dengan Miller
ratio adalah aktivitas akrual jangka panjang. Miller ratio bisa digunakan jika
peneliti ingin melakukan penelitian kasus per kasus untuk mengetahui adanya
indikasi earnings management, dan bukan sampel perusahaan secara agregat
(Miller, 2009).

DAFTAR PUSTAKA

Chtourou, S. M., Bédard, J., dan Courteau, L. 2001. Corporate Governance and
Earnings Management. http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_
id=275053. Diunduh tanggal 20 Maret 2010.
Cook, K. A., Huston, G. R., dan Omer, T. C. 2006. Earnings Management
through Effective Tax Rates: The Effects of Tax Planning Investment and
the Sarbanes-Oxley Act of 2002. http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?
abstract_id=897749. Diunduh tanggal 28 Juni 2010.
Debby Fitriasari. 2007. Pengaruh Aktivitas dan Financial Literacy Komite Audit
terhadap Jenis Manajemen Laba. Simposium Nasional Akuntansi X Unhas
Makassar, 26-28 Juli 2007.
Dechow, P. M., Sloan, R. G., dan Sweeny, A. P. 1995. Detecting Earnings
Management. The Accounting Review Vol. 70 No. 2. p. 193-225.
Dewi Saptantinah Puji Astuti. 2005. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Motivasi Manajemen Laba di Seputar Right Issue. http://ejournal.unud.ac.id.
Diunduh tanggal 13 Januari 2010.
ECFIN Institute for Economic and Financial Research. 2000. Indonesian Capital
Market Directory 2000. 11th Edition.
_______. 2002. Indonesian Capital Market Directory 2002. 13th Edition.
_______. 2003. Indonesian Capital Market Directory 2003. 14th Edition.
_______. 2006. Indonesian Capital Market Directory 2006. 17th Edition.
_______. 2008. Indonesian Capital Market Directory 2008. 18th Edition.
EDJ. 2010. PERC: Indonesia Negara Paling Korup!. http://bisniskeuangan.
kompas.com/read/2010/03/08/21205485/PERC:.Indonesia.Negara.Paling.
Korup. Diakses tanggal 23 Juli 2010.
Galai, D., Sulganik, E., dan Wiener, Z. 2003. Accounting Values versus Market
Values and Earnings Management in Banks. http://papers.ssrn.com/sol3/
papers.cfm?abstract_id=459401. Diunduh tanggal 24 Maret 2010.
Gleason, C., Pincus M., dan Rego, S. O. 2009. Material Weaknesses in TaxRelated Internal Controls and Earnings Management. http://papers.ssrn.
com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1509765. Diunduh tanggal 28 Juni 2010.

Greenblatt, Joel. 2008. Stock Market Genius, terjemahan.
Jakarta: Penerbit Hikmah.

Anies Lastiati.

Gujarati, Damodar. 2004. Basic Econometrics, 4th ed. New York: The McGrawHill Companies.
Hanlon, M., Kelley, S., dan Shevlin, T. 2005. Evidence on the Possible
Information Loss of Conforming Book Income and Taxable Income.
http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=686402.
Diunduh
tanggal 28 Juni 2010.
Healy, Paul M., dan Wahlen, James M. 1999. A Review of the Earnings
Management Literature and Its Implications for Standard Setting.
Accounting Horizons, Vol. 13, No. 4. p. 365-383.
Husein Umar. 2003. Metode Riset Akuntansi Terapan. Jakarta: Penerbit Ghalia
Indonesia.
I Made Sukartha. 2007. Pengaruh Manajemen Laba, dan Kepemilikan
Manajerial pada Kesejahteraan Pemegang Saham Perusahaan Target
Akuisisi. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.10, No.3. p. 243-267.
I Putu Adnyana Usadha dan Gerianta Wirawan Yasa. 2008. Analisis Manajemen
Laba dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum dan
Sesudah
Merger
dan
Akuisisi
di
Bursa
Efek
Indonesia.
http://ejournal.unud.ac.id. Diunduh tanggal 14 Januari 2010.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Penerbit
Salemba Empat.
Jensen, Michael C. 1993. The Modern Industrial Revolution, Exit, and the
Failure of Internal Control Systems. Journal of Finance (July, 1993). p.
831-880.
Jian Zhou dan Elder, Randal. 2004. Audit Quality and Earnings Management by
Seasoned Equity Offering Firms. Asia-Pacific Journal of Accounting and
Economics 11(2). p. 95-120.
Jie C., Zhaoyang G. dan Yi T. 2008. Causes or Consequences? Earnings
Management around Seasoned Equity Offerings. http://papers.ssrn.com/
sol3/papers.cfm?abstract_id=1108063. Diunduh tanggal 13 Juli 2010.
Jones, Jennifer J.
1991.
Earnings Management during Import Relief
Investigations. Journal of Accounting Research, Vol.29, No. 2. p.193-228.

Julia H., Carmel M., dan Tobing, R. L. 2005. Pengaruh Manajemen Laba pada
Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur
yang termasuk Dalam Indeks LQ-45. Simposium Nasional Akuntansi VIII
Solo, 15-16 September 2005.
Komarudin A., Imam S., dan Sari A. 2007. Investigasi Motivasi dan Strategi
Manajemen Laba pada Perusahaan Publik di Indonesia. Simposium
Nasional Akuntansi X Unhas Makassar, 26-28 Juli 2007.
Kothari, S. P., Leone, A. J., dan Wasley, C. E. 2005. Performance Matched
Discretionary Accruals Measures. Journal of Accounting and Economics
39 (2005). p. 163-197.
Microsoft Excel 2007 Help. 2006. Data Analysis. Microsoft Corporation.
_______. 2006. Perform Statistical and Engineering Analysis with the Analysis
ToolPak. Microsoft Corporation.
Miller, James E. 2009. The Development of the Miller Ratio (MR): a Tool to
Detect for the Possibility of Earnings Management (EM). Journal of
Business and Economics Research, Volume 7, Number 1. p. 79-89.
Mirza, A. A., Orrell, M., dan Holt, G. J. 2008. IFRS Practical Implementation
Guide and Workbook, 2nd ed. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Nasution, S. dan M. Thomas. 2010. Buku Penuntun Membuat Tesis, Skripsi,
Disertasi, Makalah, ed. II. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Phillips, J., Pincus, M., dan Rego, S. O. 2002. Earnings Management: New
Evidence Based on Deferred Tax Expense. http://papers.ssrn.com/sol3/
papers.cfm?abstract_id=276997. Diunduh tanggal 28 Juni 2010.
Rahmawati, Yacob S., dan Nurul Q. 2006. Pengaruh Asimetri Informasi
terhadap Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan Publik
yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi IX
Padang, 23-26 Agustus 2006.
Rajgopal, S., Shivakumar, L., dan Simpson, A. 2007. A Catering Theory of
Earnings Management. http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_
id=991138. Diunduh tanggal 24 Maret 2010.
Rao, S. Narayan, dan Dandale, Sachin. 2005. Earnings Management and
Performance of Indian Equity Rights Issues. http://papers.ssrn.com/sol3/
papers.cfm?abstract_id=1155027. Diunduh tanggal 1 April 2010.
Riduwan. 2008. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung:
Alfabeta.

Ronen, Joshua dan Yaari, Varda (Lewinstein). 2008. Earnings Management:
Emerging Insights in Theory, Practice, and Research. New York: Springer.
Sawidji Widoatmodjo. 2005. Cara Sehat Investasi di Pasar Modal, Pengantar
Menjadi Investor Profesional. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Schipper, Katherine. 1989. Commentary on Earnings Management. Accounting
Horizons, Vol. 3, No. 4. p. 91-102.
Scott, William R. 2003. Financial Accounting Theory, 3rd ed. Upper Saddle
River, NJ: Prentice Hall.
Seidman, Jeri K. 2010. Interpreting the Book-Tax Income Gap as Earnings
Management or Tax Sheltering. http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?
abstract_id=1564253. Diunduh tanggal 28 Juni 2010.
Soemarso, S.R. 2008. Akuntansi, Suatu Pengantar – Jilid I ed. IV. Jakarta:
Penerbit Rineka Cipta.
Sri Sulistyanto. 2008. Manajemen Laba: Teori dan Model Empiris. Jakarta:
Grasindo.
Sritua Arief. 2006. Metodologi Penelitian Ekonomi.
Universitas Indonesia.

Jakarta: Penerbit

STIE AMM Mataram. 2010. Pedoman Penyusunan Skripsi. Mataram: LP3M
STIE AMM Mataram.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Administrasi dilengkapi dengan Metode
Random. Bandung: Alfabeta.
_______. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suryadi dan Ignatius Silmenes Porang. 2003. Penuntun Penyusunan Paper,
Skripsi, Thesis, Disertasi Beserta cara pengetikannya. Surabaya: Penerbit
Usaha Nasional.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta:
Pusat Bahasa.
Watts, Ross L. dan Zimmerman, Jerold L. 1990. Positive Accounting Theory: A
Ten Year Perspective. The Accounting Review Vol. 65 No. 1. p. 131-156

LAMPIRAN

50

Lampiran 1: Daftar perusahaan sampel

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Tanggal Right Issue
05 Februari 2001
19 Maret 2001
10 April 2001
23 April 2001
23 Agustus 2001
12 Nopember 2002
18 Nopember 2002
28 Nopember 2002
10 Januari 2003
05 Maret 2003
20 Nopember 2003
20 Nopember 2003
15 Desember 2003
18 Maret 2004
18 Mei 2004
22 Juni 2004
05 Juli 2004
06 Juli 2004
09 Juli 2004
01 Oktober 2004
22 Desember 2004
08 Juli 2005
09 Oktober 2005
06 Februari 2006
04 Juli 2006
07 Juli 2006
18 September 2006
27 Nopember 2006
04 Desember 2006
05 Januari 2007
04 Mei 2007
29 Mei 2007
18 Juni 2007
20 Juni 2007
15 Juli 2007
30 Nopember 2007

Kode
PTSP
ZBRA
INTP
TMPI
HERO
ARNA
PUDP
JSPT
ASII
TIRT
AISA
TRST
CNKO
ULTJ
UNTR
BMTR
RICY
SUBA
DOID
AKRA
LPKR
PBRX
APEX
TCID
SULI
TBLA
BKSL
CTRA
MLPL
MPPA
CITA
MASA
SMRA
DSFI
BUDI
GJTL

Nama Perusahaan
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Zebra Nusantara Tbk
Indocement Tunggal Perkasa Tbk
AGIS Tbk
Hero Supermarket Tbk
Arwana Citramulia Tbk
Pudjiadi Prestige Limited Tbk
Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Astra International Tbk
Tirta Mahakam Resources Tbk
Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
Trias Sentosa Tbk
Central Korporindo Internasional Tbk
Ultra Jaya Milk Tbk
United Tractors Tbk
Global Mediacom Tbk
Ricky Putra Globalindo Tbk
Suba Indah Tbk
Delta Dunia Petroindo Tbk
AKR Corporindo Tbk
Lippo Karawaci Tbk
Pan Brothers Tex Tbk
Apexindo Pratama Duta Tbk
Mandom Indonesia Tbk
Sumalindo Lestari Jaya Tbk
Tunas Baru Lampung Tbk
Sentul City Tbk
Ciputra Development Tbk
Multipolar Corporation Tbk
Matahari Putra Prima Tbk
Cita Mineral Investindo Tbk
Multistrada Arah Sarana Tbk
Summarecon Agung Tbk
Dharma Samudera Fishing Industries Tbk
Budi Acid Jaya Tbk
Gajah Tunggal Tbk

Lampiran 2: Data beberapa rekening akrual perusahaan sampel pada periode amatan dalam ribuan Rupiah

53

Tahun
3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
2: Y+2
Data

I (t)
4
149.395.000
196.244.000
193.449.000
247.980.000
286.705.000
464.543.640
562.090.298
828.044.883
875.871.806
709.065.286
7.248.000
11.232.000
9.275.000
9.110.651
8.297.995
53.463.000
59.987.000
48.992.000
50.941.500
59.947.849
1.599.780
3.848.503
3.922.176
5.657.534
5.704.206
10.486.000
9.895.000
15.502.843
14.106.105
beberapa
rekening
15.114.389

I (t-1)
∆Ι
5
6
130.281.000
19.114.000
149.395.000
46.849.000
196.244.000
(2.795.000)
193.449.000
54.531.000
247.980.000
38.725.000
454.883.000
9.660.640
464.543.640
97.546.658
562.090.298
265.954.585
828.044.883
47.826.923
875.871.806
(166.806.520)
5.709.000
1.539.000
7.248.000
3.984.000
11.232.000
(1.957.000)
9.275.000
(164.349)
9.110.651
(812.656)
52.202.000
1.261.000
53.463.000
6.524.000
59.987.000
(10.995.000)
48.992.000
1.949.500
50.941.500
9.006.349
357.000
1.242.780
1.599.780
2.248.723
3.848.503
73.673
3.922.176
1.735.358
5.657.534
46.672
7.320.000
3.166.000
10.486.000
(591.000)
9.895.000
5.607.843
15.502.843
(1.396.738)
akrual
perusahaan1.008.284
sampel pada
14.106.105

AP (t)
7
176.692.000
235.778.000
239.375.000
320.386.000
417.108.000
59.122.804
78.029.403
148.641.007
130.611.744
107.697.206
8.600.000
10.333.000
12.709.000
7.371.874
8.425.912
30.648.000
41.163.000
30.224.000
52.401.329
82.603.685
1.626.116
2.605.782
3.292.964
4.506.012
3.622.170
16.269.000
12.122.719
19.645.781
18.944.966
periode
amatan
23.791.271

AP (t-1)
8
149.434.000
176.692.000
235.778.000
239.375.000
320.386.000
83.263.000
59.122.804
78.029.403
148.641.007
130.611.744
3.645.000
8.600.000
10.333.000
12.709.000
7.371.874
42.195.000
30.648.000
41.163.000
30.224.000
52.401.329
751.000
1.626.116
2.605.782
3.292.964
4.506.012
9.260.000
16.269.000
12.122.719
19.645.781
dalam
ribuan
18.944.966

TA (t)
∆AP
9
10
27.258.000
(9.594.000)
59.086.000
(9.767.000)
3.597.000
(5.351.000)
81.011.000
(14.288.000)
96.722.000
(57.912.000)
(5.233.597)
(35.841.065)
71.488.940
118.426.869
52.582.341
232.075.956
(40.943.801)
130.192.741
(22.914.538)
(112.570.868)
4.955.000
(3.014.000)
1.733.000
1.861.000
2.376.000
(2.598.538)
(5.337.126)
4.225.212
1.054.038
(2.483.991)
(11.547.000)
(7.208.000)
10.515.000
(51.204.000)
(10.939.000)
12.666.248
22.177.329
13.932.374
30.202.356
(58.573.120)
875.116
366.029
979.666
1.317.414
687.182
(682.144)
1.213.048
543.027
(883.842)
886.842
7.009.000
569.000
(4.146.281)
7.085.215
7.523.062
14.894.452
(700.815)
(3.769.122)
Rupiah
(lanjutan) 7.543.513
4.846.305

56

No Kode
1
2
1 HERO
2
3
4
5
6 INTP
7
8
9
10
11 PTSP
12
13
14
15
16 TMPI
17
18
19
20
21 ZBRA
22
23
24
25
26 ARNA
27
28
29
Lampiran
30

54

3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
2: Y+2
Data

4
5
7
8
9
10
6
27.706.921
12.723.696
14.983.225
19.674.835
10.821.490
8.853.345
22.584.342
8.791.037
27.706.921
(18.915.884)
29.831.686
19.674.835
10.156.851
(21.873.517)
7.278.898
8.791.037
(1.512.139)
17.378.415
29.831.686
(12.453.271)
663.941
19.092.909
7.278.898
11.814.011
22.032.235
17.378.415
4.653.820
8.787.834
7.154.450
19.092.909
(11.938.459)
40.833.628
22.032.235
18.801.393
(34.033.344)
99.014.893
104.750.047
(5.735.154)
2.506.200
1.659.927
846.273
(12.356.702)
74.804.880
99.014.893
(24.210.013)
1.778.263
2.506.200
(727.937)
(27.070.223)
82.700.294
74.804.880
7.895.414
1.918.218
1.778.263
139.955
7.002.993
77.423.153
82.700.294
(5.277.141)
2.866.079
1.918.218
947.861
(6.882.273)
84.165.541
77.423.153
6.742.388
2.760.773
2.866.079
(105.306)
4.535.882
5.095.600
7.557.000
(2.461.400)
4.570.538
3.857.000
713.538
(4.259.082)
4.028.448
5.095.600
(1.067.152)
2.996.725
4.570.538
(1.573.813)
(362.012)
26.798.848
4.028.448
22.770.400
22.984.181
2.996.725
19.987.456
28.954.306
43.808.665
26.798.848
17.009.817
39.348.684
22.984.181
16.364.503
8.983.872
51.092.935
43.808.665
7.284.270
34.028.677
39.348.684
(5.320.007)
33.005.607
3.028.927.000
3.038.371.000
(9.444.000)
2.237.420.000
2.706.086.000
(468.666.000)
383.389.000
2.590.775.000
3.028.927.000
(438.152.000)
1.923.702.000
2.237.420.000
(313.718.000)
(291.308.000)
1.759.560.000
2.590.775.000
(831.215.000)
1.576.022.000
1.923.702.000
(347.680.000)
(477.173.000)
3.334.329.000
1.759.560.000
1.574.769.000
3.739.175.000
1.576.022.000
2.163.153.000
1.190.370.000
5.120.829.000
3.334.329.000
1.786.500.000
4.447.090.000
3.739.175.000
707.915.000
2.519.251.000
133.881.227
94.112.758
39.768.469
60.140.340
34.147.657
25.992.683
34.686.701
130.180.376
133.881.227
(3.700.851)
51.787.259
60.140.340
(8.353.081)
1.493.777
127.024.701
130.180.376
(3.155.675)
52.595.357
51.787.259
808.098
16.775.130
249.762.536
127.024.701
122.737.835
102.653.874
52.595.357
50.058.517
109.912.263
310.404.429
249.762.536
60.641.893
98.522.277
102.653.874
(4.131.597)
108.086.800
166.637.867
168.526.000
(1.888.133)
83.768.842
45.486.000
38.282.842
7.564.173
153.250.195
166.637.867
(13.387.672)
85.425.580
83.768.842
1.656.738
(8.940.381)
187.904.508
153.250.195
34.654.313
92.944.564
85.425.580
7.518.984
16.426.392
281.196.413
187.904.508
93.291.905
207.158.148
92.944.564
114.213.584
33.636.261
beberapa
rekening akrual
perusahaan47.793.355
sampel pada periode
amatan dalam
ribuan Rupiah596.070
(lanjutan) 137.598.659
328.989.768
281.196.413
207.754.218
207.158.148

57

1
2
31 JSPT
32
33
34
35
36 PUDP
37
38
39
40
41 AISA
42
43
44
45
46 ASII
47
48
49
50
51 TIRT
52
53
54
55
56 TRST
57
58
59
Lampiran
60

55

4
5
6
46.762.709
53.275.738
(6.513.029)
236.463.465
46.762.709
189.700.756
251.025.289
236.463.465
14.561.824
363.720.685
251.025.289
112.695.396
411.311.368
363.720.685
47.590.683
136.125.000
128.027.000
8.098.000
279.678.000
136.125.000
143.553.000
503.603.000
279.678.000
223.925.000
623.643.000
503.603.000
120.040.000
926.791.000
623.643.000
303.148.000
4.504.513
2.143.157
2.361.356
1.326.110
4.504.513
(3.178.403)
5.194.712
1.326.110
3.868.602
16.683.152
5.194.712
11.488.440
79.604.938
16.683.152
62.921.786
3.947.997
1.281.810
2.666.187
1.588.062
3.947.997
(2.359.935)
190.558.280
1.588.062
188.970.218
353.180.838
190.558.280
162.622.558
237.479.010
353.180.838
(115.701.828)
693.279.012
598.700.709
94.578.303
906.558.534
693.279.012
213.279.522
1.451.377.829
906.558.534
544.819.295
2.895.977.739
1.451.377.829
1.444.599.910
3.673.731.892
2.895.977.739
777.754.153
93.217.895
111.644.004
(18.426.109)
92.316.019
93.217.895
(901.876)
101.511.573
92.316.019
9.195.554
148.502.035
101.511.573
46.990.462
beberapa
rekening akrual
perusahaan46.916.862
sampel pada
195.418.897
148.502.035

7
73.452.644
127.398.531
154.467.376
193.966.198
414.115.177
161.111.000
235.062.000
270.561.000
317.106.000
363.993.000
1.612.188
8.887.955
5.582.189
10.292.249
25.420.059
2.392.525
7.764.119
65.125.924
36.610.218
70.707.005
44.599.310
128.946.865
162.826.347
195.368.368
214.925.269
11.011.595
14.919.566
13.145.333
21.090.478
periode
amatan
19.693.791

8
80.710.891
73.452.644
127.398.531
154.467.376
193.966.198
121.592.000
161.111.000
235.062.000
270.561.000
317.106.000
3.120.439
1.612.188
8.887.955
5.582.189
10.292.249
3.653.657
2.392.525
7.764.119
65.125.924
36.610.218
20.489.557
44.599.310
128.946.865
162.826.347
195.368.368
16.362.392
11.011.595
14.919.566
13.145.333
dalam
ribuan
21.090.478

9
10
(7.258.247)
(16.694.885)
53.945.887
231.800.825
27.068.845
13.802.512
39.498.822
199.035.527
220.148.979
(131.043.612)
39.519.000
13.442.000
73.951.000
27.547.000
35.499.000
259.352.000
46.545.000
109.779.000
46.887.000
529.380.000
(1.508.251)
(6.533.084)
7.275.767
4.335.753
(3.305.766)
(1.533.224)
4.710.060
20.509.224
15.127.810
58.415.649
(1.261.132)
6.404.653
5.371.594
(12.263.801)
57.361.805
150.823.227
(28.515.706)
179.520.579
34.096.787
(125.103.421)
24.109.753
71.940.032
84.347.555
184.692.226
33.879.482
623.373.802
32.542.021
1.696.258.590
19.556.901
888.036.520
(5.350.797)
(19.515.315)
3.907.971
(10.895.257)
(1.774.233)
24.920.699
7.945.145
65.219.876
Rupiah
(lanjutan) 56.857.104
(1.396.687)

58

1
2
3
61 AKRA
Y-2
62
Y-1
63
Y
64
Y+1
65
Y+2
66 BMTR
Y-2
67
Y-1
68
Y
69
Y+1
70
Y+2
71 CNKO
Y-2
72
Y-1
73
Y
74
Y+1
75
Y+2
76 DOID
Y-2
77
Y-1
78
Y
79
Y+1
80
Y+2
81 LPKR
Y-2
82
Y-1
83
Y
84
Y+1
85
Y+2
86 RICY
Y-2
87
Y-1
88
Y
89
Y+1
Lampiran
2: Y+2
Data
90

56

3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
2: Y+2
Data

4
5
7
8
6
19.768.000
8.508.000
11.260.000
6.496.000
7.652.000
47.457.529
19.768.000
27.689.529
150.377.051
6.496.000
70.337.924
47.457.529
22.880.395
118.778.603
150.377.051
11.466.303
70.337.924
(58.871.621)
121.793.552
118.778.603
14.967.138
11.466.303
3.500.835
121.150.961
121.793.552
103.295.252
101.131.964
2.163.288
80.619.359
67.486.152
143.634.981
103.295.252
40.339.729
31.371.719
80.619.359
150.019.677
143.634.981
6.384.696
31.059.123
31.371.719
169.390.835
150.019.677
19.371.158
42.139.076
31.059.123
147.844.571
169.390.835
(21.546.264)
55.434.366
42.139.076
978.261.000
1.107.784.000
(129.523.000)
1.222.061.000
1.161.943.000
814.202.000
978.261.000
(164.059.000)
855.523.000
1.222.061.000
1.302.092.000
814.202.000
487.890.000
1.413.358.000
855.523.000
2.148.103.000
1.302.092.000
846.011.000
2.061.115.000
1.413.358.000
1.603.720.000
2.148.103.000
(544.383.000)
1.814.932.000
2.061.115.000
121.199.297
85.272.835
35.926.462
87.022.953
127.686.369
105.063.766
121.199.297
(16.135.531)
107.050.542
87.022.953
106.515.614
105.063.766
1.451.848
83.408.205
107.050.542
110.273.076
106.515.614
3.757.462
75.705.549
83.408.205
152.607.000
110.273.076
42.333.924
89.738.000
75.705.549
29.710.524
30.006.256
(295.732)
31.519.616
28.190.647
35.712.908
29.710.524
6.002.384
31.900.663
31.519.616
107.467.056
35.712.908
71.754.148
175.122.089
31.900.663
131.791.059
107.467.056
24.324.003
172.436.883
175.122.089
303.008.220
131.791.059
171.217.161
210.781.569
172.436.883
610.542.659
759.384.144
(148.841.485)
84.965.119
101.911.945
590.169.774
610.542.659
(20.372.885)
84.629.175
84.965.119
958.981.547
590.169.774
368.811.773
90.860.623
84.629.175
983.045.548
958.981.547
24.064.001
62.066.164
90.860.623
beberapa
rekening akrual
perusahaan
sampel pada periode
amatan dalam
ribuan
1.099.772.211
983.045.548
116.726.663
103.402.463
62.066.164

9
10
(1.156.000)
(2.217.723)
143.881.051
41.591.437
(31.598.448)
(92.960.023)
3.014.949
(78.824.136)
(642.591)
1.130.742
13.133.207
(10.446.580)
(49.247.640)
109.552.515
(312.596)
32.593.939
11.079.953
26.732.097
13.295.290
(30.479.246)
60.118.000
(397.156.000)
(366.538.000)
381.051.000
557.835.000
(8.787.000)
647.757.000
1.140.374.000
(246.183.000)
(617.724.000)
(40.663.416)
85.202.577
20.027.589
44.874.735
(23.642.337)
38.566.102
(7.702.656)
65.529.655
14.032.451
(235.836.704)
3.328.969
(5.506.399)
381.047
11.309.160
143.221.426
25.924.184
(2.685.206)
89.029.901
38.344.686
133.975.689
(16.946.826)
(140.921.840)
(335.944)
(25.083.866)
6.231.448
419.000.035
(28.794.459)
25.743.104
Rupiah
(lanjutan) 90.470.879
41.336.299

59

1
2
91 SUBA
92
93
94
95
96 ULTJ
97
98
99
100
101 UNTR
102
103
104
105
106 APEX
107
108
109
110
111 PBRX
112
113
114
115
116 BKSL
117
118
119
Lampiran
120

57

3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
2: Y+2
Data

4
5
7
8
6
1.831.271.601
1.769.694.915
61.576.686
4.199.446
4.131.683
2.644.755.435
1.831.271.601
813.483.834
7.826.394
4.199.446
2.446.141.390
2.644.755.435
(198.614.045)
5.591.009
7.826.394
1.890.907.583
2.446.141.390
(555.233.807)
8.863.678
5.591.009
1.850.906.389
1.890.907.583
(40.001.194)
9.053.789
8.863.678
466.899.000
31.371.000
435.528.000
483.110.000
59.574.000
735.531.000
466.899.000
268.632.000
577.037.000
483.110.000
853.539.000
735.531.000
118.008.000
657.123.000
577.037.000
944.886.000
853.539.000
91.347.000
1.010.242.000
657.123.000
1.030.304.000
944.886.000
85.418.000
1.252.403.000
1.010.242.000
211.791.229
174.924.232
36.866.997
164.214.064
189.278.549
228.181.827
211.791.229
16.390.598
148.674.444
164.214.064
240.708.458
228.181.827
12.526.631
126.509.824
148.674.444
305.007.997
240.708.458
64.299.539
118.527.272
126.509.824
322.354.496
305.007.997
17.346.499
170.836.172
118.527.272
129.297.116
115.595.439
13.701.677
44.787.743
25.152.094
146.245.526
129.297.116
16.948.410
40.097.478
44.787.743
131.147.559
146.245.526
(15.097.967)
43.404.264
40.097.478
436.850.101
131.147.559
305.702.542
85.533.667
43.404.264
258.873.050
436.850.101
(177.977.051)
105.834.528
85.533.667
124.505.862
105.873.991
18.631.871
29.742.891
9.334.382
156.805.818
124.505.862
32.299.956
39.834.927
29.742.891
169.764.455
156.805.818
12.958.637
10.626.558
39.834.927
166.415.233
169.764.455
(3.349.222)
3.202.049
10.626.558
230.155.448
166.415.233
63.740.215
29.993.978
3.202.049
120.558.000
122.022.000
(1.464.000)
46.432.000
41.264.000
95.922.000
120.558.000
(24.636.000)
52.530.000
46.432.000
160.066.000
95.922.000
64.144.000
75.851.000
52.530.000
239.894.000
160.066.000
79.828.000
67.286.000
75.851.000
beberapa
rekening akrual
perusahaan
sampel pada periode
amatan dalam
ribuan
165.289.000
239.894.000
(74.605.000)
86.915.000
67.286.000

9

10
67.763
58.926.064
3.626.948
819.960.386
(2.235.385)
(185.568.993)
3.272.669
(531.932.840)
190.111
14.686.702
423.536.000
(24.269.000)
93.927.000
250.918.000
80.086.000
332.558.000
353.119.000
(587.166.000)
242.161.000
(140.155.000)
(25.064.485)
65.659.917
(15.539.620)
25.876.685
(22.164.620)
73.025.566
(7.982.552)
85.931.269
52.308.900
(42.446.708)
19.635.649
20.509.872
(4.690.265)
(68.782.025)
3.306.786
19.785.953
42.129.403
294.027.123
20.300.861
(183.471.257)
20.408.509
41.713.892
10.092.036
34.131.905
(29.208.369)
60.345.916
(7.424.509)
(24.154.574)
26.791.929
74.476.212
5.168.000
16.820.000
6.098.000
(92.020.000)
23.321.000
170.739.000
(8.565.000)
(11.023.000)
Rupiah
(lanjutan) (51.716.000)
19.629.000

60

1
2
121 CTRA
122
123
124
125
126 MLPL
127
128
129
130
131 SULI
132
133
134
135
136 TBLA
137
138
139
140
141 TCID
142
143
144
145
146 BUDI
147
148
149
Lampiran
150

58

3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2
Y-2
Y-1
Y
Y+1
2: Y+2
Data

4
5
7
8
6
9.048.973
13.252.623
(4.203.650)
11.590.745
5.267.295
17.444.389
9.048.973
8.395.416
50.918.298
11.590.745
69.131.190
17.444.389
51.686.801
85.684.827
50.918.298
95.297.058
69.131.190
26.165.868
101.730.231
85.684.827
84.037.918
95.297.058
(11.259.140)
93.093.127
101.730.231
119.860.181
98.032.422
21.827.759
12.910.939
5.208.052
77.469.205
119.860.181
(42.390.976)
24.998.996
12.910.939
144.185.708
77.469.205
66.716.503
42.117.349
24.998.996
111.363.240
144.185.708
(32.822.468)
39.711.034
42.117.349
34.745.217
111.363.240
(76.618.023)
40.112.266
39.711.034
1.004.503.000
686.924.000
317.579.000
493.583.000
363.245.000
1.059.611.000
1.004.503.000
55.108.000
635.938.000
493.583.000
936.260.000
1.059.611.000
(123.351.000)
547.354.000
635.938.000
1.399.407.000
936.260.000
463.147.000
1.279.893.000
547.354.000
862.152.000
1.399.407.000
(537.255.000)
717.543.000
1.279.893.000
98.069.475
69.612.427
28.457.048
44.698.219
28.831.568
109.971.537
98.069.475
11.902.062
110.814.712
44.698.219
231.840.981
109.971.537
121.869.444
108.517.127
110.814.712
356.482.000
231.840.981
124.641.019
177.438.000
108.517.127
433.484.000
356.482.000
77.002.000
245.809.000
177.438.000
676.322.000
410.284.000
266.038.000
544.289.000
449.409.000
790.945.000
676.322.000
114.623.000
631.083.000
544.289.000
906.377.000
790.945.000
115.432.000
966.974.000
631.083.000
983.008.000
906.377.000
76.631.000
1.191.752.000
966.974.000
1.171.805.000
983.008.000
188.797.000
1.294.678.000
1.191.752.000
454.587.077
193.407.486
261.179.591
111.014.624
12.613.461
519.194.865
454.587.077
64.607.788
93.783.488
111.014.624
395.474.743
519.194.865
(123.720.122)
66.966.766
93.783.488
511.982.880
395.474.743
116.508.137
60.244.967
66.966.766
beberapa
rekening akrual
perusahaan
sampel pada periode
amatan dalam
ribuan
712.901.120
511.982.880
200.918.240
62.785.270
60.244.967

9
10
6.323.450
(3.002.519)
39.327.553
22.814.396
34.766.529
(46.734.970)
16.045.404
23.527.498
(8.637.104)
9.383.590
7.702.887
19.510.470
12.088.057
(63.316.642)
17.118.353
74.183.984
(2.406.315)
(42.732.636)
401.232
(87.483.890)
130.338.000
287.454.000
142.355.000
(113.725.000)
(88.584.000)
65.767.000
732.539.000
(436.229.000)
(562.350.000)
128.185.000
15.866.651
15.443.293
66.116.493
(39.065.115)
(2.297.585)
146.423.183
68.920.873
100.413.704
68.371.000
30.640.000
94.880.000
190.919.000
86.794.000
98.370.000
335.891.000
(234.465.000)
224.778.000
(198.923.000)
102.926.000
71.386.000
98.401.163
171.389.599
(17.231.136)
106.170.527
(26.816.722)
1.644.003
(6.721.799)
57.504.220
Rupiah
(lanjutan) 154.359.917
2.540.303

61

1
2
151 CITA
152
153
154
155
156 DSFI
157
158
159
160
161 GJTL
162
163
164
165
166 MASA
167
168
169
170
171 MPPA
172
173
174
175
176 SMRA
177
178
179
Lampiran
180

59

REV (t)
12
1.491.914.000
1.692.338.000
1.989.911.000
2.396.961.000
2.980.267.000
1.758.966.257
2.447.973.309
3.453.411.341
3.948.282.506
4.157.683.467
114.369.000
137.219.000
154.133.508
160.929.677
153.304.753
309.620.000
313.478.000
280.329.055
346.923.097
364.563.669
37.491.080
43.900.797
49.162.424
47.492.845
42.248.167
92.243.000
115.438.987
165.081.587
193.248.653
216.956.788
408.815.373
628.439.269
512.416.554
431.592.374
rekening
akrual
466.817.050

REV (t-1)
PPE (t)
AR (t)
AR (t-1)
∆REV
13
14
15
16
17
1.380.094.000
111.820.000
224.313.000
14.363.000
15.813.000
1.491.914.000
200.424.000
248.467.000
16.833.000
14.363.000
1.692.338.000
297.573.000
331.198.000
17.874.000
16.833.000
1.989.911.000
407.050.000
359.972.000
30.066.000
17.874.000
2.396.961.000
583.306.000
446.837.000
30.151.000
30.066.000
1.589.882.000
169.084.257
7.051.851.349
133.498.698
184.234.000
1.758.966.257
689.007.052
8.691.187.573
225.867.849
133.498.698
2.447.973.309
1.005.438.032
8.732.179.923
244.571.561
225.867.849
3.453.411.341
494.871.165
8.541.455.141
285.993.578
244.571.561
3.948.282.506
209.400.961
8.140.674.859
317.314.692
285.993.578
98.651.000
15.718.000
38.493.000
1.027.000
625.000
114.369.000
22.850.000
35.032.000
637.000
1.027.000
137.219.000
16.914.508
34.544.692
2.371.462
637.000
154.133.508
6.796.169
31.064.367
1.423.897
2.371.462
160.929.677
(7.624.924)
27.338.421
806.600
1.423.897
418.481.000
(108.861.000)
19.898.000
131.244.000
151.260.000
309.620.000
3.858.000
15.196.000
84.031.000
131.244.000
313.478.000
(33.148.945)
21.653.106
96.753.248
84.031.000
280.329.055
66.594.042
23.439.217
130.913.451
96.753.248
346.923.097
17.640.572
17.609.801
93.536.338
130.913.451
26.273.000
11.218.080
58.058.408
60.365
62.000
37.491.080
6.409.717
56.001.219
108.722
60.365
43.900.797
5.261.627
63.243.619
40.087
108.722
49.162.424
(1.669.579)
69.981.782
60.804
40.087
47.492.845
(5.244.678)
86.334.247
17.132
60.804
76.669.000
15.574.000
114.919.000
17.373.000
12.961.000
92.243.000
23.195.987
145.055.235
20.902.934
17.373.000
115.438.987
49.642.600
184.861.645
37.712.605
20.902.934
165.081.587
28.167.066
188.092.617
34.639.406
37.712.605
193.248.653
23.708.135
220.433.923
46.020.940
34.639.406
358.362.133
50.453.240
766.965.388
50.099.207
33.644.745
408.815.373
219.623.896
951.479.912
57.298.425
50.099.207
628.439.269
(116.022.715)
1.021.790.104
47.021.234
57.298.425
512.416.554
(80.824.180)
1.466.653.087
48.648.877
47.021.234
perusahaan
periode1.478.947.822
amatan dalam ribuan
(lanjutan)
431.592.374sampel pada
35.224.676
45.355.385Rupiah48.648.877

∆AR
18
(1.450.000)
2.470.000
1.041.000
12.192.000
85.000
(50.735.302)
92.369.151
18.703.712
41.422.017
31.321.114
402.000
(390.000)
1.734.462
(947.565)
(617.297)
(20.016.000)
(47.213.000)
12.722.248
34.160.203
(37.377.113)
(1.635)
48.357
(68.635)
20.717
(43.672)
4.412.000
3.529.934
16.809.671
(3.073.199)
11.381.534
16.454.462
7.199.218
(10.277.191)
1.627.643
(3.293.492)

62

No Kode Tahun
A (t-1)
1
2
3
11
1 HERO
Y-2
644.617.000
2
Y-1
710.404.000
3
Y
820.555.000
4
Y+1
834.197.000
5
Y+2
963.608.000
6 INTP
Y-2
9.640.676.000
7
Y-1
9.859.534.122
8
Y
11.649.036.868
9
Y+1
11.930.019.357
10
Y+2
11.464.804.807
11 PTSP
Y-2
111.247.000
12
Y-1
135.197.000
13
Y
147.321.000
14
Y+1
134.791.406
15
Y+2
124.980.729
16 TMPI
Y-2
315.381.000
17
Y-1
291.932.000
18
Y
253.535.000
19
Y+1
392.422.502
20
Y+2
432.480.664
21 ZBRA
Y-2
73.632.000
22
Y-1
73.111.269
23
Y
78.826.406
24
Y+1
78.922.749
25
Y+2
82.003.836
26 ARNA
Y-2
132.006.000
27
Y-1
177.419.000
28
Y
221.095.422
29
Y+1
246.531.754
30
Y+2
248.099.816
31 JSPT
Y-2
1.053.852.941
32
Y-1
1.084.528.109
33
Y
1.713.075.175
34
Y+1
1.803.258.977
Lampiran
2:
beberapa
35
Y+2Data 2.281.990.307

60

3
11
12
Y-2
423.020.299
55.660.019
Y-1
419.407.031
61.937.108
Y
412.229.854
55.332.000
Y+1
346.922.375
71.558.195
Y+2
340.946.469
52.341.047
Y-2
130.214.000
57.532.626
Y-1
113.815.767
35.763.736
Y
86.334.594
145.289.924
Y+1
339.918.831
228.437.242
Y+2
372.438.443
229.972.897
Y-2
26.862.744.000
29.235.113.000
Y-1
26.573.546.000
30.266.605.000
Y
26.185.605.000
31.512.954.000
Y+1
27.404.308.000
44.923.909.000
Y+2
39.145.053.000
61.172.314.000
Y-2
283.533.588
383.920.804
Y-1
336.352.594
380.047.479
Y
403.385.958
407.594.269
Y+1
529.009.346
748.865.269
Y+2
808.567.425
928.141.473
Y-2
1.621.196.000
764.069.177
Y-1
1.534.876.764
781.636.342
Y
1.522.356.434
793.395.269
Y+1
1.695.869.543
903.094.832
Y+2
1.911.757.251
1.080.680.386
Y-2
623.788.821
1.288.511.138
Y-1
614.832.132
1.382.081.926
Y
692.237.056
2.187.493.186
Y+1
1.692.906.606
2.827.822.649
Y+2
1.979.762.854
3.970.323.262
Y-2
3.787.316.000
1.899.239.000
Y-1
4.009.558.000
1.570.843.000
Y
5.927.586.000
1.845.474.000
Y+1
6.769.882.000
2.276.788.000
2:
beberapa rekening
akrual
Y+2Data 7.421.334.000
3.065.391.000

13
14
15
16
17
18
97.213.488
(41.553.469)
74.074.606
9.837.674
15.612.949
(5.775.275)
55.660.019
6.277.089
102.718.736
6.249.527
9.837.674
(3.588.147)
61.937.108
(6.605.108)
101.494.577
5.497.061
6.249.527
(752.466)
55.332.000
16.226.195
93.444.656
4.839.790
5.497.061
(657.271)
71.558.195
(19.217.148)
91.813.567
2.527.978
4.839.790
(2.311.812)
71.068.000
(13.535.374)
41.802.572
2.831.856
3.916.000
(1.084.144)
57.532.626
(21.768.890)
19.823.429
1.963.183
2.831.856
(868.673)
35.763.736
109.526.188
214.786.247
28.134.545
1.963.183
26.171.362
145.289.924
83.147.318
217.596.270
36.473.103
28.134.545
8.338.558
228.437.242
1.535.655
197.812.062
56.874.433
36.473.103
20.401.330
28.403.770.000
831.343.000
7.052.594.000
1.648.738.000
1.724.571.000
(75.833.000)
29.235.113.000
1.031.492.000
6.420.806.000
1.481.864.000
1.648.738.000
(166.874.000)
30.266.605.000
1.246.349.000
6.079.902.000
1.488.226.000
1.481.864.000
6.362.000
31.512.954.000
13.410.955.000
8.548.140.000
3.266.980.000
1.488.226.000
1.778.754.000
44.923.909.000
16.248.405.000
11.495.558.000
4.707.646.000
3.266.980.000
1.440.666.000
320.456.852
63.463.952
153.507.292
21.346.727
435.812
20.910.915
383.920.804
(3.873.325)
205.869.591
18.188.274
21.346.727
(3.158.453)
380.047.479
27.546.790
319.379.980
38.927.177
18.188.274
20.738.903
407.594.269
341.271.000
412.093.026
76.160.122
38.927.177
37.232.945
748.865.269
179.276.204
349.870.538
119.473.432
76.160.122
43.313.310
567.194.000
196.875.177
976.772.095
174.653.148
126.918.000
47.735.148
764.069.177
17.567.165
951.090.709
180.757.177
174.653.148
6.104.029
781.636.342
11.758.927
1.051.287.489
170.048.240
180.757.177
(10.708.937)
793.395.269
109.699.563
1.313.340.621
224.606.180
170.048.240
54.557.940
903.094.832
177.585.554
1.413.514.322
315.007.554
224.606.180
90.401.374
1.455.125.354
(166.614.216)
157.858.741
177.503.440
194.943.543
(17.440.103)
1.288.511.138
93.570.788
190.241.696
273.549.396
177.503.440
96.045.956
1.382.081.926
805.411.260
767.100.050
299.858.929
273.549.396
26.309.533
2.187.493.186
640.329.463
803.552.813
425.697.882
299.858.929
125.838.953
2.827.822.649
1.142.500.613
1.002.838.288
467.212.566
425.697.882
41.514.684
1.660.939.000
238.300.000
1.285.402.000
446.512.000
401.649.000
44.863.000
1.899.239.000
(328.396.000)
2.170.035.000
404.457.000
446.512.000
(42.055.000)
1.570.843.000
274.631.000
2.354.030.000
475.383.000
404.457.000
70.926.000
1.845.474.000
431.314.000
2.661.632.000
511.667.000
475.383.000
36.284.000
perusahaan
pada periode 2.757.272.000
amatan dalam 784.786.000
ribuan Rupiah511.667.000
(lanjutan) 273.119.000
2.276.788.000sampel 788.603.000

63

1
2
36 PUDP
37
38
39
40
41 AISA
42
43
44
45
46 ASII
47
48
49
50
51 TIRT
52
53
54
55
56 TRST
57
58
59
60
61 AKRA
62
63
64
65
66 BMTR
67
68
69
Lampiran
70

61

3
11
Y-2
250.883.223
Y-1
240.043.601
Y
568.234.024
Y+1
563.763.203
Y+2
616.234.086
Y-2
39.630.182
Y-1
40.855.754
Y
40.091.825
Y+1
830.457.437
Y+2
924.453.880
Y-2
1.290.188.800
Y-1
1.641.528.552
Y
4.178.483.537
Y+1
5.556.177.857
Y+2
6.232.234.493
Y-2
293.024.727
Y-1
260.765.633
Y
263.826.582
Y+1
297.376.682
Y+2
417.333.266
Y-2
740.958.280
Y-1
887.361.417
Y
1.127.996.106
Y+1
1.008.291.797
Y+2
838.121.393
Y-2
970.601.119
Y-1
1.018.072.632
Y
1.120.850.814
Y+1
1.300.269.864
Y+2
1.254.444.148
Y-2
6.464.186.000
Y-1
6.096.434.000
Y
6.056.439.000
Y+1
6.769.367.000
2:
beberapa
Y+2Data10.633.839.000

12
21.186.623
50.542.340
47.503.108
62.030.852
262.696.694
71.815.536
81.189.287
311.638.220
514.070.034
606.552.505
243.141.641
1.501.507.600
1.672.680.675
2.004.950.543
1.905.330.357
234.902.486
207.633.610
222.256.430
313.398.160
417.809.599
112.635.000
443.114.940
429.440.231
218.936.456
37.721.875
408.794.011
490.631.572
546.325.458
711.731.974
835.229.966
6.881.887.000
6.872.808.000
8.895.977.000
13.281.246.000
rekening
akrual
13.719.687.000

13
14
15
16
17
66.183.745
(44.997.122)
205.230.579
9.591.711
19.994.402
21.186.623
29.355.717
202.186.771
24.381.634
9.591.711
50.542.340
(3.039.232)
197.613.707
15.674.042
24.381.634
47.503.108
14.527.744
202.667.255
29.404.886
15.674.042
62.030.852
200.665.842
200.388.152
40.026.559
29.404.886
89.630.710
(17.815.174)
3.274.436
12.522.422
10.045.088
71.815.536
9.373.751
3.096.855
7.990.150
12.522.422
81.189.287
230.448.933
522.243.599
27.204.964
7.990.150
311.638.220
202.431.814
517.976.766
15.587.279
27.204.964
514.070.034
92.482.471
488.734.291
40.282.473
15.587.279
226.175.384
16.966.257
255.213.235
27.032.811
25.561.329
243.141.641
1.258.365.959
936.685.009
82.793.070
27.032.811
1.501.507.600
171.173.075
1.168.917.603
195.227.059
82.793.070
1.672.680.675
332.269.868
1.182.560.494
479.427.760
195.227.059
2.004.950.543
(99.620.186)
972.555.639
609.267.028
479.427.760
274.098.283
(39.195.797)
48.787.965
44.345.178
50.785.181
234.902.486
(27.268.876)
44.599.062
38.259.768
44.345.178
207.633.610
14.622.820
40.438.408
52.210.680
38.259.768
222.256.430
91.141.730
134.818.690
78.385.239
52.210.680
313.398.160
104.411.439
190.184.603
86.928.794
78.385.239
139.116.000
(26.481.000)
821.586.462
13.243.168
27.876.891
112.635.000
330.479.940
865.229.700
171.026.127
13.243.168
443.114.940
(13.674.709)
830.692.417
23.587.261
171.026.127
429.440.231
(210.503.775)
799.683.275
6.649.695
23.587.261
218.936.456
(181.214.581)
753.789.241
3.637.011
6.649.695
478.403.358
(69.609.347)
790.208.402
54.327.647
53.804.308
408.794.011
81.837.561
781.151.870
74.292.793
54.327.647
490.631.572
55.693.886
780.338.772
100.189.440
74.292.793
546.325.458
165.406.516
786.798.199
118.630.332
100.189.440
711.731.974
123.497.992
790.208.402
122.992.640
118.630.332
7.058.396.000
(176.509.000)
1.831.035.000
1.184.482.000
1.391.997.000
6.881.887.000
(9.079.000)
1.954.840.000
1.363.054.000
1.184.482.000
6.872.808.000
2.023.169.000
2.367.251.000
1.424.212.000
1.363.054.000
8.895.977.000
4.385.269.000
4.307.775.000
2.366.332.000
1.424.212.000
perusahaan
pada periode5.191.454.000
amatan dalam
ribuan Rupiah
(lanjutan)
13.281.246.000 sampel438.441.000
2.046.808.000
2.366.332.000

18
(10.402.691)
14.789.923
(8.707.592)
13.730.844
10.621.673
2.477.334
(4.532.272)
19.214.814
(11.617.685)
24.695.194
1.471.482
55.760.259
112.433.989
284.200.701
129.839.268
(6.440.003)
(6.085.410)
13.950.912
26.174.559
8.543.555
(14.633.723)
157.782.959
(147.438.866)
(16.937.566)
(3.012.684)
523.339
19.965.146
25.896.647
18.440.892
4.362.308
(207.515.000)
178.572.000
61.158.000
942.120.000
(319.524.000)

64

1
2
71 CNKO
72
73
74
75
76 DOID
77
78
79
80
81 LPKR
82
83
84
85
86 RICY
87
88
89
90
91 SUBA
92
93
94
95
96 ULTJ
97
98
99
100
101 UNTR
102
103
104
Lampiran
105

62

3
11
Y-2
1.324.287.525
Y-1
2.616.665.275
Y
2.619.202.883
Y+1
3.207.286.457
Y+2
4.043.662.511
Y-2
182.393.164
Y-1
112.292.466
Y
126.772.376
Y+1
390.215.827
Y+2
553.846.048
Y-2
2.194.699.423
Y-1
2.076.763.394
Y
1.922.880.654
Y+1
2.636.133.692
Y+2
2.488.321.454
Y-2
4.708.426.617
Y-1
4.958.684.274
Y
5.306.702.693
Y+1
5.153.111.577
Y+2
7.484.109.407
Y-2
1.569.258.000
Y-1
4.872.717.000
Y
5.480.658.000
Y+1
7.479.242.000
Y+2
9.838.740.000
Y-2
1.163.350.847
Y-1
1.242.449.310
Y
1.520.602.500
Y+1
1.895.945.309
Y+2
2.169.944.584
Y-2
1.151.280.525
Y-1
1.352.091.974
Y
1.451.438.727
Y+1
2.049.162.958
2:
beberapa
Y+2Data 2.457.120.118

12
823.161.949
1.021.054.420
1.135.551.377
1.410.743.000
1.884.007.000
264.224.822
307.709.213
1.101.502.722
1.426.609.342
1.623.450.726
76.940.221
117.640.265
91.698.962
355.786.090
80.110.391
738.596.736
1.049.896.360
1.185.718.207
1.347.518.285
1.303.224.368
2.506.936.000
7.490.735.000
9.100.380.000
10.370.107.000
12.709.388.000
773.559.223
829.103.977
703.992.375
1.073.890.281
1.097.078.336
1.191.009.913
1.220.635.658
1.193.998.873
1.844.208.985
rekening
akrual
3.955.846.298

13
14
15
16
17
590.376.071
232.785.878
1.945.937.844
160.606.694
151.993.995
823.161.949
197.892.471
1.865.091.065
241.644.549
160.606.694
1.021.054.420
114.496.957
2.313.918.135
255.116.466
241.644.549
1.135.551.377
275.191.623
3.062.001.948
309.186.003
255.116.466
1.410.743.000
473.264.000
357.809.002
45.047.826
309.186.003
300.118.225
(35.893.403)
18.105.919
39.667.104
41.548.802
264.224.822
43.484.391
19.503.439
45.354.927
39.667.104
307.709.213
793.793.509
61.088.841
142.746.389
45.354.927
1.101.502.722
325.106.620
125.203.219
204.767.081
142.746.389
1.426.609.342
196.841.384
158.867.432
205.870.295
204.767.081
99.491.472
(22.551.251)
10.676.140
20.326.972
29.354.153
76.940.221
40.700.044
9.847.794
15.280.047
20.326.972
117.640.265
(25.941.303)
50.376.812
71.699.757
15.280.047
91.698.962
264.087.128
45.504.568
44.584.401
71.699.757
355.786.090
(275.675.699)
39.982.521
59.664.916
44.584.401
591.326.427
147.270.309
894.001.424
29.083.278
31.666.137
738.596.736
311.299.624
1.039.398.124
39.186.778
29.083.278
1.049.896.360
135.821.847
1.121.462.668
49.996.445
39.186.778
1.185.718.207
161.800.078
738.847.882
76.570.081
49.996.445
1.347.518.285
(44.293.917)
1.326.929.511
131.448.088
76.570.081
594.388.000
1.912.548.000
1.367.499.000
156.532.000
192.793.000
2.506.936.000
4.983.799.000
1.932.840.000
232.745.000
156.532.000
7.490.735.000
1.609.645.000
2.150.230.000
527.381.000
232.745.000
9.100.380.000
1.269.727.000
1.819.748.000
201.987.000
527.381.000
10.370.107.000
2.339.281.000
2.009.399.000
218.575.000
201.987.000
689.608.153
83.951.070
678.997.234
26.856.799
23.128.364
773.559.223
55.544.754
745.356.114
20.803.266
26.856.799
829.103.977
(125.111.602)
910.952.545
59.137.581
20.803.266
703.992.375
369.897.906
1.148.399.952
72.786.759
59.137.581
1.073.890.281
23.188.055
1.321.401.055
65.302.452
72.786.759
715.576.441
475.433.472
482.418.299
194.373.107
167.929.263
1.191.009.913
29.625.745
545.598.810
103.952.407
194.373.107
1.220.635.658
(26.636.785)
762.187.476
142.143.113
103.952.407
1.193.998.873
650.210.112
825.277.552
172.597.097
142.143.113
perusahaan
pada periode amatan
ribuan Rupiah172.597.097
(lanjutan)
1.844.208.985sampel
2.111.637.313
936.404.937dalam 187.403.752

18
8.612.699
81.037.855
13.471.917
54.069.537
(264.138.177)
(1.881.698)
5.687.823
97.391.462
62.020.692
1.103.214
(9.027.181)
(5.046.925)
56.419.710
(27.115.356)
15.080.515
(2.582.859)
10.103.500
10.809.667
26.573.636
54.878.007
(36.261.000)
76.213.000
294.636.000
(325.394.000)
16.588.000
3.728.435
(6.053.533)
38.334.315
13.649.178
(7.484.307)
26.443.844
(90.420.700)
38.190.706
30.453.984
14.806.655

65

1
2
106 APEX
107
108
109
110
111 PBRX
112
113
114
115
116 BKSL
117
118
119
120
121 CTRA
122
123
124
125
126 MLPL
127
128
129
130
131 SULI
132
133
134
135
136 TBLA
137
138
139
Lampiran
140

63

3
11
12
Y-2
460.432.698
800.611.619
Y-1
588.686.608
904.763.522
Y
545.695.229
951.630.229
Y+1
672.196.585
1.018.333.575
Y+2
725.197.058
1.239.775.397
Y-2
940.653.000
1.024.621.000
Y-1
978.597.000
1.072.908.000
Y
931.614.000
1.350.298.000
Y+1
1.485.651.000
1.551.987.000
Y+2
1.698.750.000
1.782.132.000
Y-2
38.949.278
80.712.184
Y-1
126.247.423
417.476.576
Y
405.530.769
846.778.352
Y+1
542.229.925
1.324.828.309
Y+2
722.800.552
577.862.404
Y-2
251.046.028
354.703.644
Y-1
272.744.054
191.377.172
Y
223.260.219
250.855.414
Y+1
316.161.442
257.307.073
Y+2
245.181.779
166.799.890
Y-2
6.341.117.000
4.834.003.000
Y-1
7.479.373.000
5.470.730.000
Y
7.276.025.000
6.659.854.000
Y+1
8.454.693.000
7.963.473.000
Y+2
8.713.559.000
7.936.432.000
Y-2
794.257.026
327.152.707
Y-1
1.083.290.507
568.031.938
Y
1.433.688.362
898.334.865
Y+1
1.799.172.358
1.333.604.000
Y+2
2.379.024.000
1.691.475.000
Y-2
4.086.018.000
6.916.052.000
Y-1
4.578.376.000
8.487.654.000
Y
6.048.441.000
9.768.075.000
Y+1
8.403.470.000
7.738.485.000
2:
beberapa rekening
akrual
Y+2Data 9.800.729.000
8.758.719.000

13
14
15
637.155.664
163.455.955
212.217.500
800.611.619
104.151.903
240.981.936
904.763.522
46.866.707
303.086.513
951.630.229
66.703.346
312.970.810
1.018.333.575
221.441.822
386.987.365
929.548.000
95.073.000
575.210.000
1.024.621.000
48.287.000
630.731.000
1.072.908.000
277.390.000
796.624.000
1.350.298.000
201.689.000
971.180.000
1.551.987.000
230.145.000
1.054.857.000
48.926.261
31.785.923
76.478.820
80.712.184
336.764.392
219.270.642
417.476.576
429.301.776
280.190.306
846.778.352
478.049.957
347.715.857
1.324.828.309
(746.965.905)
460.987.255
329.590.972
25.112.672
86.706.248
354.703.644
(163.326.472)
85.573.191
191.377.172
59.478.242
81.735.470
250.855.414
6.451.659
85.588.601
257.307.073
(90.507.183)
72.844.289
6.807.579.000
(1.973.576.000)
3.178.874.000
4.834.003.000
636.727.000
3.185.429.000
5.470.730.000
1.189.124.000
3.269.739.000
6.659.854.000
1.303.619.000
3.618.630.000
7.963.473.000
(27.041.000)
3.609.236.000
222.405.205
104.747.502
819.240.454
327.152.707
240.879.231
1.174.721.980
568.031.938
330.302.927
1.223.779.663
898.334.865
435.269.135
1.622.044.000
1.333.604.000
357.871.000
1.692.561.000
5.619.731.000
1.296.321.000
1.782.876.000
6.916.052.000
1.571.602.000
2.005.128.000
8.487.654.000
1.280.421.000
1.696.599.000
9.768.075.000
(2.029.590.000)
1.903.870.000
perusahaan
pada periode 2.178.493.000
amatan dalam
7.738.485.000sampel
1.020.234.000

16
17
116.322.301
72.831.771
128.246.286
116.322.301
146.425.196
128.246.286
118.195.335
146.425.196
155.723.261
118.195.335
195.289.000
171.837.000
134.003.000
195.289.000
263.919.000
134.003.000
164.503.000
263.919.000
207.021.000
164.503.000
12.380.989
4.856.408
66.127.522
12.380.989
2.472.280
66.127.522
15.879.314
2.472.280
27.884.940
15.879.314
21.621.121
16.235.523
12.783.512
21.621.121
37.369.346
12.783.512
25.052.863
37.369.346
14.588.228
25.052.863
634.341.000
534.128.000
607.863.000
634.341.000
708.397.000
607.863.000
541.560.000
708.397.000
644.650.000
541.560.000
15.571.972
12.719.076
30.721.288
15.571.972
52.977.442
30.721.288
97.671.000
52.977.442
119.680.000
97.671.000
39.719.000
19.958.000
110.260.000
39.719.000
96.254.000
110.260.000
45.478.000
96.254.000
ribuan
Rupiah 45.478.000
(lanjutan)
30.993.000

18
43.490.530
11.923.985
18.178.910
(28.229.861)
37.527.926
23.452.000
(61.286.000)
129.916.000
(99.416.000)
42.518.000
7.524.581
53.746.533
(63.655.242)
13.407.034
12.005.626
5.385.598
(8.837.609)
24.585.834
(12.316.483)
(10.464.635)
100.213.000
(26.478.000)
100.534.000
(166.837.000)
103.090.000
2.852.896
15.149.316
22.256.154
44.693.558
22.009.000
19.761.000
70.541.000
(14.006.000)
(50.776.000)
(14.485.000)

66

1
2
141 TCID
142
143
144
145
146 BUDI
147
148
149
150
151 CITA
152
153
154
155
156 DSFI
157
158
159
160
161 GJTL
162
163
164
165
166 MASA
167
168
169
170
171 MPPA
172
173
174
Lampiran
175

64

1
2
176 SMRA
177
178
179
180

3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2

11
1.478.940.628
1.864.759.453
2.191.817.465
3.029.483.370
3.629.969.131

12
797.931.932
965.249.803
1.027.229.644
1.267.062.897
1.197.692.629

13
632.388.471
797.931.932
965.249.803
1.027.229.644
1.267.062.897

14
165.543.461
167.317.871
61.979.841
239.833.253
(69.370.268)

15
754.987.396
860.553.229
1.295.642.651
311.835.944
308.637.298

16
30.569.222
54.900.825
153.448.228
87.722.512
43.704.492

17
21.958.051
30.569.222
54.900.825
153.448.228
87.722.512

18
8.611.171
24.331.603
98.547.403
(65.725.716)
(44.018.020)

65

Lampiran 3: Perhitungan discretionary accruals

67

66

Tahun
1/A(t-1)
∆REV/A(t-1) PPE (t)/A(t-1)
3
4
5
6
Y-2 1,55131,E-09
0,173467346
0,347978722
Y-1 1,40765,E-09
0,28212679
0,349754506
Y
1,21869,E-09
0,362648451
0,403626814
Y+1 1,19876,E-09
0,487954284
0,431519174
Y+2 1,03777,E-09
0,605335365
0,463712422
Y-2 1,03727,E-10
0,017538631
0,731468556
Y-1 1,01425,E-10
0,069882313
0,881500836
Y
8,58440,E-11
0,086310829
0,749605313
Y+1 8,38222,E-11
0,04148117
0,715963226
Y+2 8,72235,E-11
0,018264677
0,710057868
Y-2 8,98901,E-09
0,141289203
0,346013825
Y-1 7,39661,E-09
0,169012626
0,259118176
Y
6,78790,E-09
0,114813964
0,234485864
Y+1 7,41887,E-09
0,050419898
0,230462519
Y+2 8,00123,E-09 -0,061008798
0,218741091
Y-2 3,17077,E-09 -0,345172981
0,063091943
Y-1 3,42546,E-09
0,013215406
0,052053218
Y
3,94423,E-09 -0,130747017
0,0854048
Y+1 2,54827,E-09
0,169699856
0,059729544
Y+2 2,31224,E-09
0,040789273
0,040718123
Y-2 1,35811,E-08
0,152353325
0,788494242
Y-1 1,36778,E-08
0,087670712
0,765972466
Y
1,26861,E-08
0,066749548
0,80231514
Y+1 1,26706,E-08 -0,021154598
0,886712423
Perhitungan
discretionary
accruals (lanjutan)
Y+2 1,21946,E-08
-0,063956496
1,05280742

(∆REV- ∆AR)/A(t-1)
7
0,1757167434306
0,2786498949893
0,3613797978198
0,4733390314278
0,6052471544445
0,0228012598909
0,0605138025405
0,0847052276666
0,0380090873645
0,0155327412893
0,1376756227134
0,1718973054136
0,1030406119969
0,0574497605582
(0,0560696601474)
(0,2817068878594)
0,1749414247153
(0,1809264716903)
0,0826503037790
0,1272142076622
0,1523755296610
0,0870092953796
0,0676202591299
(0,0214170948354)
(0,0634239354364)

TA (t)/A(t-1)
8
-0,014883256
-0,013748515
-0,006521196
-0,017127849
-0,060099127
-0,003717692
0,012011406
0,01992233
0,010913037
-0,009818821
-0,027092865
0,013765098
-0,017638612
0,031346301
-0,019874992
-0,022854896
-0,17539701
0,049958578
0,035503504
-0,135435234
0,004971059
0,018019302
-0,00865375
0,006880488
0,01081464

NDA
9
0,078185566
0,084443505
0,099736129
0,111623094
0,125497168
0,144450184
0,17597543
0,151553897
0,142289185
0,139842971
0,075616729
0,060577151
0,051803098
0,048397937
0,039585871
-0,003829201
0,020231445
0,006324024
0,016434255
0,015272779
0,163049702
0,154889082
0,160887651
0,1722908
0,202381857

DA
10
-0,093068822
-0,09819202
-0,106257325
-0,128750943
-0,185596296
-0,148167876
-0,163964024
-0,131631567
-0,131376148
-0,149661793
-0,102709594
-0,046812053
-0,06944171
-0,017051636
-0,059460864
-0,019025695
-0,195628456
0,043634554
0,01906925
-0,150708014
-0,158078643
-0,13686978
-0,169541401
-0,165410313
-0,191567217

68

No Kode
1
2
1 HERO
2
3
4
5
6 INTP
7
8
9
10
11 PTSP
12
13
14
15
16 TMPI
17
18
19
20
21 ZBRA
22
23
24
Lampiran
3:
25

67

3
4
5
6
Y-2 7,57541,E-09
0,117979486
0,870558914
Y-1 5,63637,E-09
0,130741279
0,817585687
Y
4,52293,E-09
0,224530203
0,836117018
Y+1 4,05627,E-09
0,114253298
0,76295493
Y+2 4,03064,E-09
0,095558858
0,888488861
Y-2 9,48899,E-10
0,047875029
0,727772688
Y-1 9,22060,E-10
0,202506412
0,877321578
Y
5,83746,E-10 -0,067727743
0,59646542
Y+1 5,54552,E-10 -0,044821172
0,813334693
Y+2 4,38214,E-10
0,015435945
0,648095576
Y-2 2,36395,E-09 -0,098230437
0,175108869
Y-1 2,38432,E-09
0,01496658 0,244914196
Y
2,42583,E-09 -0,016022876
0,246208701
Y+1 2,88249,E-09
0,046771832
0,269353212
Y+2 2,93301,E-09 -0,056364121
0,269290271
Y-2 7,67967,E-09 -0,103947149
0,321029782
Y-1 8,78613,E-09 -0,191264274
0,174171202
Y
1,15828,E-08
1,268624579
2,487835259
Y+1 2,94188,E-09
0,244609331
0,640141852
Y+2 2,68501,E-09
0,004123245
0,531126863
Y-2 3,72263,E-11
0,030947806
0,262541831
Y-1 3,76314,E-11
0,038816498
0,241623982
Y
3,81889,E-11
0,047596723
0,232184897
Y+1 3,64906,E-11
0,48937397 0,311926869
Perhitungan
discretionary
accruals (lanjutan)
Y+2 2,55460,E-11
0,415081952
0,293665664

7
0,0845567625714
0,1108452476905
0,1485011706846
0,1267190310908
0,0496840392659
0,0322614063854
0,1958683009110
(0,0617284784364)
(0,0457237834674)
0,0168791987774
(0,0845779601702)
0,0235218660414
(0,0141975209782)
0,0486664084437
(0,0495835491407)
(0,0956212849617)
(0,1836320006524)
0,9654858167283
0,2200783045174
(0,0506544782221)
0,0337707867819
0,0450962020650
0,0473537655517
0,4244661459797
0,3782786805781

8
0,00431041
0,039934928
0,067366623
-0,015288586
0,030405154
0,021430259
-0,020168695
0,000387573
0,004873307
-0,014913886
-0,02921066
-0,064544037
0,016988078
-0,019838078
0,013303795
-0,032708326
-0,003180684
0,335373165
0,026429463
0,088620301
0,014272146
-0,010962331
-0,018222722
0,043437331
0,064356817

9
0,175214758
0,166357926
0,172146527
0,156578719
0,176721068
0,144270143
0,182929666
0,113177738
0,156535834
0,127794897
0,02941054
0,049277838
0,047365307
0,055504107
0,049850264
0,057331664
0,023539351
0,542282308
0,137906156
0,10102752
0,053315881
0,049872778
0,048155275
0,085413813
0,07918819

10
-0,170904347
-0,126422998
-0,104779904
-0,171867306
-0,146315915
-0,122839884
-0,203098362
-0,112790165
-0,151662527
-0,142708783
-0,0586212
-0,113821875
-0,030377229
-0,075342185
-0,036546468
-0,090039991
-0,026720035
-0,206909144
-0,111476694
-0,012407219
-0,039043735
-0,060835109
-0,066377997
-0,041976482
-0,014831374

69

1
2
26 ARNA
27
28
29
30
31 JSPT
32
33
34
35
36 PUDP
37
38
39
40
41 AISA
42
43
44
45
46 ASII
47
48
49
Lampiran
3:
50

68

3
4
5
6
Y-2 3,52692,E-09
0,223832218
0,541407786
Y-1 2,97307,E-09 -0,011515669
0,612064823
Y
2,47902,E-09
0,068288916
0,791747887
Y+1 1,89033,E-09
0,645113366
0,778990067
Y+2 1,23676,E-09
0,221720785
0,432704221
Y-2 6,16829,E-10
0,121438233
0,602500928
Y-1 6,51518,E-10
0,011445326
0,619652816
Y
6,56876,E-10
0,007724162
0,690565932
Y+1 5,89668,E-10
0,064686322
0,774434936
Y+2 5,23079,E-10
0,092891267
0,739379605
Y-2 1,60311,E-09 -0,267100356
0,253064396
Y-1 1,62646,E-09
0,152189164
0,309420549
Y
1,44459,E-09
1,163490531
1,10814647
Y+1 5,90700,E-10
0,378242639
0,474658679
Y+2 5,05111,E-10
0,57708963 0,506544653
Y-2 2,64039,E-10
0,062920548
0,339396554
Y-1 2,49404,E-10 -0,081903292
0,541215516
Y
1,68703,E-10
0,046331002
0,397131311
Y+1 1,47713,E-10
0,063710712
0,393157813
Y+2 1,34747,E-10
0,106261624
0,371533204
Y-2 3,98592,E-09 -0,179354847
0,818032296
Y-1 4,16591,E-09
0,12229327 0,842291858
Y
1,75984,E-09 -0,005348557
0,347768171
Y+1 1,77379,E-09
0,025769231
0,359490038
Perhitungan
discretionary
accruals
(lanjutan)
Y+2 1,62276,E-09
0,325632493
0,325181869

7
0,1500811149048
(0,0021253649080)
0,0168768566803
0,5747309708211
0,1681528216401
0,0919938298639
0,0074684406389
0,0147586094151
0,0325152504965
0,0456042104480
(0,2391420108505)
(0,0040257622710)
1,1254839946043
0,3039095648729
0,5561201063933
0,0510749565127
(0,0714146048018)
0,0343655916591
0,0583510909053
0,0694597494197
(0,1378905709807)
0,0606797836338
0,0099753970382
0,0014135367398
0,3083960678540

8
0,122337185
0,004441104
0,041585806
0,207769983
0,133676916
0,004665798
-0,00582482
0,010790109
0,019834227
0,071974964
-0,026763681
0,377014819
0,019938996
0,117570294
-0,06619157
0,003549215
0,006870333
0,043753393
0,016215792
0,071332189
-0,02604034
0,018062358
-0,002698226
0,036379146
0,094794576

9
0,114565658
0,119652801
0,155906054
0,185441542
0,09433116
0,123185583
0,121688572
0,135984148
0,153416045
0,147307644
0,035790551
0,060319284
0,28147841
0,110336391
0,131058116
0,069349174
0,101809717
0,079687822
0,0802875
0,076693646
0,152162876
0,168312163
0,068627471
0,070429697
0,08134292

10
0,007771527
-0,115211697
-0,114320248
0,022328441
0,039345756
-0,118519785
-0,127513392
-0,125194038
-0,133581818
-0,07533268
-0,062554232
0,316695535
-0,261539413
0,007233903
-0,197249687
-0,065799958
-0,094939383
-0,035934429
-0,064071708
-0,005361457
-0,178203216
-0,150249806
-0,071325697
-0,034050551
0,013451656

70

1
2
51 TIRT
52
53
54
55
56 TRST
57
58
59
60
61 AKRA
62
63
64
65
66 BMTR
67
68
69
70
71 CNKO
72
73
74
Lampiran
3:
75

69

3
4
5
6
Y-2 2,52333,E-08 -0,449535508
0,082624803
Y-1 2,44764,E-08
0,229435271
0,075799727
Y
2,49427,E-08
5,748028008
13,02618674
Y+1 1,20416,E-09
0,243759409
0,62372464
Y+2 1,08172,E-09
0,100040113
0,528673525
Y-2 7,75080,E-10
0,013150213
0,197810766
Y-1 6,09188,E-10
0,766581829
0,570617555
Y
2,39321,E-10
0,040965358
0,279746849
Y+1 1,79980,E-10
0,059801878
0,212837048
Y+2 1,60456,E-10 -0,015984666
0,156052478
Y-2 3,41268,E-09 -0,133762763
0,166497775
Y-1 3,83486,E-09 -0,104572354
0,171031211
Y
3,79037,E-09
0,055425878
0,153276473
Y+1 3,36274,E-09
0,306485799
0,453359991
Y+2 2,39617,E-09
0,250187195
0,455713978
Y-2 1,34960,E-09 -0,035738854
1,108816089
Y-1 1,12694,E-09
0,372429918
0,97505896
Y
8,86528,E-10 -0,012123011
0,73643199
Y+1 9,91776,E-10 -0,208772674
0,793106993
Y+2 1,19314,E-09 -0,216215196
0,89937955
Y-2 1,03029,E-09 -0,071717769
0,814143304
Y-1 9,82248,E-10
0,080384796
0,76728501
Y
8,92179,E-10
0,049688937
0,696202173
Y+1 7,69071,E-10
0,127209374
0,605103772
Perhitungan
discretionary
accruals
(lanjutan)
Y+2 7,97166,E-10
0,098448378
0,62992713

7
(0,5120468031159)
0,3403687764519
5,2687578826856
0,2577489097734
0,0733268348660
0,0120096957903
0,7326133307488
0,0140575128464
0,0086514809708
(0,0368181675862)
(0,1117850849495)
(0,0812356511719)
0,0025467790050
0,2184676033207
0,2297154140595
(0,0159891282948)
0,1946185372628
0,1185856549402
(0,1919743962769)
(0,2126206280956)
(0,0722569597614)
0,0607740676404
0,0265844826339
0,1130270169824
0,0949708954280

8
0,161610487
-0,300173165
3,761944661
0,216170716
-0,135326839
0,055759306
0,112512345
0,149186612
0,305292349
0,142490871
-0,06659955
-0,041781798
0,094458636
0,219317384
0,136239089
-0,002993047
0,04687091
-0,082411652
-0,078175917
0,001349139
-0,010763
0,10760776
0,029079641
0,020558884
-0,024297013

9
-0,01323297
0,034377257
2,851624658
0,136856527
0,107666451
0,039399147
0,153730796
0,055550788
0,042146808
0,028423773
0,0261632
0,0288045
0,030140878
0,101262365
0,102368868
0,216065896
0,201984113
0,150921431
0,144179748
0,163790693
0,155170532
0,153639503
0,137766146
0,124902661
0,128723554

10
0,174843457
-0,334550423
0,910320003
0,079314189
-0,24299329
0,016360159
-0,041218451
0,093635824
0,263145541
0,114067098
-0,09276275
-0,070586298
0,064317758
0,118055019
0,033870222
-0,219058943
-0,155113203
-0,233333083
-0,222355665
-0,162441555
-0,165933532
-0,046031743
-0,108686505
-0,104343777
-0,153020567

71

1
2
76 DOID
77
78
79
80
81 LPKR
82
83
84
85
86 RICY
87
88
89
90
91 SUBA
92
93
94
95
96 ULTJ
97
98
99
Lampiran
3:
100

70

3
4
5
6
Y-2 1,54699,E-10 -0,027305681
0,283258403
Y-1 1,64030,E-10 -0,001489231
0,320653024
Y
1,65114,E-10
0,334052568
0,39086516
Y+1 1,47724,E-10
0,647810792
0,636363045
Y+2 9,40394,E-11
0,041230735
0,488201298
Y-2 7,55123,E-10
0,175781976
1,469422469
Y-1 3,82166,E-10
0,075627736
0,712774035
Y
3,81796,E-10
0,043714428
0,883443642
Y+1 3,11790,E-10
0,085802009
0,954701736
Y+2 2,47301,E-10
0,117038452
0,088486366
Y-2 5,48266,E-09 -0,196791383
0,099268627
Y-1 8,90532,E-09
0,387242284
0,173684306
Y
7,88815,E-09
6,261565288
0,481878174
Y+1 2,56268,E-09
0,833145653
0,320856332
Y+2 1,80556,E-09
0,355408122
0,286844029
Y-2 4,55643,E-10 -0,010275326
0,004864511
Y-1 4,81519,E-10
0,019597824
0,004741895
Y
5,20053,E-10 -0,013490854
0,026198616
Y+1 3,79343,E-10
0,100179717
0,017261859
Y+2 4,01877,E-10 -0,110787816
0,016068069
Y-2 2,12385,E-10
0,03127803 0,189872647
Y-1 2,01666,E-10
0,062778674
0,209611677
Y
1,88441,E-10
0,025594395
0,21132947
Y+1 1,94058,E-10
0,03139852
0,14337898
Perhitungan
discretionary
accruals (lanjutan)
Y+2 1,33616,E-10
-0,005918395
0,177299588

7
0,0047965822766
(0,0307804529664)
0,3239545548135
0,5086367750485
0,0712785852786
0,1692783287376
0,0446578387830
0,0385709105070
0,0689436659196
0,1823599706934
(0,1864746696318)
0,3365904173838
5,4933264562305
0,6742061951270
0,3534162078195
(0,0061621513444)
0,0220280120172
(0,0428320982005)
0,1104657494738
(0,1168483330530)
0,0318265909591
0,0607411376399
0,0235574116796
0,0262417065843
(0,0132509986970)

8
-0,061439445
0,062503916
-0,001450853
0,168460951
-0,058090404
0,064338428
0,017149589
0,014724366
0,020431494
-0,058322549
-0,030189722
0,100711654
0,204493951
0,228155536
0,241900596
-0,064210087
-0,012078346
0,217902257
0,009765477
0,036358196
0,012515022
0,165358458
-0,034968794
-0,103225562
0,001962385

9
0,055706199
0,060981107
0,095089841
0,153735751
0,099628839
0,297270969
0,142046865
0,175095653
0,190784143
0,027787015
0,008718455
0,053315317
0,409726238
0,101501327
0,076425659
0,000598104
0,002192792
0,002667377
0,009720929
-0,003565091
0,038983627
0,044506631
0,042707691
0,029564606
0,033934846

10
-0,117145644
0,001522809
-0,096540693
0,014725199
-0,157719243
-0,232932541
-0,124897275
-0,160371287
-0,170352649
-0,086109564
-0,038908177
0,047396338
-0,205232288
0,126654209
0,165474937
-0,06480819
-0,014271138
0,215234881
4,45485E-05
0,039923287
-0,026468605
0,120851827
-0,077676485
-0,132790168
-0,031972461

72

1
2
101 UNTR
102
103
104
105
106 APEX
107
108
109
110
111 PBRX
112
113
114
115
116 BKSL
117
118
119
120
121 CTRA
122
123
124
Lampiran
3:
125

71

3
4
5
6
Y-2 6,37244,E-10 1,218759439 0,871430319
Y-1 2,05224,E-10 1,022796727 0,396665762
Y 1,82460,E-10 0,293695575 0,392330629
Y+1 1,33703,E-10 0,169766803 0,243306474
Y+2 1,01639,E-10 0,237762254 0,204233367
Y-2 8,59586,E-10 0,072163157 0,583656457
Y-1 8,04862,E-10 0,044705851 0,599908671
Y 6,57634,E-10 -0,082277651 0,599073423
Y+1 5,27441,E-10
0,19509946 0,605713649
Y+2 4,60841,E-10 0,010686013 0,608956129
Y-2 8,68598,E-10 0,412960579 0,419027586
Y-1 7,39595,E-10 0,021911043 0,403521965
Y 6,88972,E-10 -0,018351987 0,525125492
Y+1 4,88004,E-10 0,317305224 0,402738859
Y+2 4,06981,E-10 0,859395232 0,381098559
Y-2 2,17187,E-09 0,355005098 0,460908838
Y-1 1,69870,E-09 0,176922494
0,40935522
Y 1,83252,E-09 0,085884399 0,555413529
Y+1 1,48766,E-09 0,099231903 0,465594168
Y+2 1,37894,E-09 0,305353999 0,533630633
Y-2 1,06309,E-09 0,101071277 0,611500734
Y-1 1,02187,E-09
0,04934309 0,644525785
Y 1,07341,E-09 0,297752073 0,855100932
Y+1 6,73106,E-10 0,135757994 0,653706692
Perhitungan
discretionary
accruals (lanjutan)
Y+2 5,88668,E-10
0,135479029
0,620960706

7
1,2418665381983
1,0071559665788
0,2399363361115
0,2132730830210
0,2360762658633
0,0689582469526
0,0495781087439
(0,1074876024471)
0,1879003188061
0,0141350900047
0,3899915079342
0,0887857093367
(0,0446642974271)
0,3024435541256
0,8533692116390
0,2605493170253
0,1566672602139
0,0525710973368
0,1412283387307
0,2536054083110
0,0761396604274
0,1119694828413
0,1582994673760
0,2026754601182
0,1104500367918

8
-0,015465271
0,051494474
0,060678481
-0,078506084
-0,014245218
0,05644034
0,020827156
0,0480241
0,045323707
-0,019561194
0,017814834
-0,050870818
0,013631959
0,143486452
-0,074669226
0,090597154
0,057979754
0,110585383
-0,035933795
0,102697896
0,017881195
-0,094032579
0,183272257
-0,007419643
-0,030443561

9
0,241838177
0,135454483
0,09055228
0,059858765
0,053521919
0,118175205
0,120242787
0,111060602
0,129321244
0,119978139
0,104392791
0,084063219
0,10019707
0,096178238
0,123577682
0,105155936
0,089102496
0,1117074
0,099221379
0,118988129
0,124036404
0,132556423
0,176424105
0,139561383
0,127857731

10
-0,257303448
-0,083960008
-0,029873799
-0,138364849
-0,067767138
-0,061734866
-0,099415632
-0,063036503
-0,083997537
-0,139539334
-0,086577957
-0,134934037
-0,086565111
0,047308215
-0,198246908
-0,014558782
-0,031122742
-0,001122017
-0,135155174
-0,016290233
-0,106155209
-0,226589002
0,006848152
-0,146981026
-0,158301292

73

1
2
126 MLPL
127
128
129
130
131 SULI
132
133
134
135
136 TBLA
137
138
139
140
141 TCID
142
143
144
145
146 BUDI
147
148
149
Lampiran
3:
150

72

3
4
5
6
Y-2 2,56744,E-08
0,816085038 1,963549106
Y-1 7,92095,E-09
2,667495177 1,736832616
Y
2,46590,E-09
1,058617024 0,690922434
Y+1 1,84424,E-09
0,881636986 0,641270135
Y+2 1,38351,E-09 -1,033432948
0,637779334
Y-2 3,98333,E-09
0,100032142 0,345379884
Y-1 3,66644,E-09 -0,598826884
0,313749062
Y
4,47908,E-09
0,266407702 0,366099569
Y+1 3,16294,E-09
0,020406217 0,270711699
Y+2 4,07861,E-09 -0,369143186
0,297103191
Y-2 1,57701,E-10 -0,311234756
0,501311362
Y-1 1,33701,E-10
0,085131066 0,425895192
Y
1,37438,E-10
0,163430445 0,449385344
Y+1 1,18278,E-10
0,154188804 0,428002531
Y+2 1,14764,E-10 -0,003103324
0,414209165
Y-2 1,25904,E-09
0,131881115 1,031455092
Y-1 9,23113,E-10
0,22235885 1,084401619
Y
6,97502,E-10
0,230386837 0,853588336
Y+1 5,55811,E-10
0,241927425 0,901550089
Y+2 4,20340,E-10
0,150427654 0,711451839
Y-2 2,44737,E-10
0,31725778 0,436335816
Y-1 2,18418,E-10
0,343266259 0,437956166
Y
1,65332,E-10
0,211694385 0,280501868
Y+1 1,18998,E-10 -0,241518087
0,226557601
Perhitungan
discretionary
accruals (lanjutan)
Y+2 1,02033,E-10
0,104097767
0,222278669

7
0,6228958082355
2,2417713746125
1,2155847488850
0,8569112503335
(1,0500428214947)
0,0785795105270
(0,5664243114902)
0,1562858271674
0,0593625265664
(0,3264620573619)
(0,3270384381805)
0,0886712027867
0,1496132847262
0,1739218680087
(0,0149343109974)
0,1282892094933
0,2083743128380
0,2148631328570
0,2170862481648
0,1411763815750
0,3124215311827
0,3278588302927
0,2140100234093
(0,2354758212976)
0,1055757178879

8
-0,077087924
0,180711776
-0,115243956
0,043390261
0,012982267
0,077716705
-0,232146736
0,332275872
-0,135160808
-0,356812363
0,045331761
-0,015205152
0,009038864
-0,051596078
0,014710981
0,019443697
-0,036061532
0,102130412
0,055811053
0,012879231
0,046724953
0,021485784
-0,038764535
-0,023671531
0,007283744

9
0,420013291
0,468603255
0,205005521
0,174693989
0,064513298
0,072099366
0,028873324
0,080615905
0,056384122
0,039394564
0,079322924
0,088434856
0,096530943
0,093742347
0,080198977
0,209211621
0,224171214
0,179375999
0,188889276
0,147330233
0,103325756
0,104529254
0,06717984
0,030813955
0,04955984

10
-0,497101215
-0,28789148
-0,320249477
-0,131303728
-0,05153103
0,005617339
-0,261020061
0,251659968
-0,19154493
-0,396206928
-0,033991163
-0,103640008
-0,087492079
-0,145338425
-0,065487996
-0,189767924
-0,260232746
-0,077245587
-0,133078223
-0,134451002
-0,056600803
-0,083043469
-0,105944374
-0,054485486
-0,042276096

74

1
2
151 CITA
152
153
154
155
156 DSFI
157
158
159
160
161 GJTL
162
163
164
165
166 MASA
167
168
169
170
171 MPPA
172
173
174
Lampiran
3:
175

73

1
2
176 SMRA
177
178
179
180

3
Y-2
Y-1
Y
Y+1
Y+2

4
5
6,76160,E-10 0,111933811
5,36262,E-10 0,089726249
4,56242,E-10
0,02827783
3,30089,E-10 0,079166387
2,75484,E-10 -0,019110429

6
0,510492025
0,461482165
0,591127077
0,102933704
0,085024772

7
0,1061112846783
0,0766781301309
(0,0166836712381)
0,1008617416507
(0,0069841497503)

8
0,115886734
0,05693524
0,000750064
0,018981527
0,042523755

9
10
0,105991005 0,009895729
0,09471022 -0,03777498
0,114719558 -0,113969494
0,025934571 -0,006953044
0,016237449 0,026286305

75

74

Lampiran 4: Data discretionary accruals sebelum right issue, pada saat right
issue dan sesudah right issue.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Kode
HERO
INTP
PTSP
TMPI
ZBRA
ARNA
JSPT
PUDP
AISA
ASII
TIRT
TRST
AKRA
BMTR
CNKO
DOID
LPKR
RICY
SUBA
ULTJ
UNTR
APEX
PBRX
BKSL
CTRA
MLPL
SULI
TBLA
TCID
BUDI
CITA
DSFI
GJTL
MASA
MPPA
SMRA

DA Sebelum
-0,095630421
-0,15606595
-0,074760823
-0,107327076
-0,147474212
-0,148663673
-0,162969123
-0,086221537
-0,058380013
-0,049939422
-0,053720085
-0,123016588
0,127070651
-0,080369671
-0,164226511
-0,079853483
-0,012429146
-0,081674524
-0,187086073
-0,105982638
-0,057811417
-0,178914908
0,00424408
-0,039539664
0,047191611
-0,170631728
-0,080575249
-0,110755997
-0,022840762
-0,166372106
-0,392496347
-0,127701361
-0,068815585
-0,225000335
-0,069822136
-0,013939626

DA Pada
-0,106257325
-0,131631567
-0,06944171
0,043634554
-0,169541401
-0,104779904
-0,112790165
-0,030377229
-0,206909144
-0,066377997
-0,114320248
-0,125194038
-0,261539413
-0,035934429
-0,071325697
0,910320003
0,093635824
0,064317758
-0,233333083
-0,108686505
-0,096540693
-0,160371287
-0,205232288
0,215234881
-0,077676485
-0,029873799
-0,063036503
-0,086565111
-0,001122017
0,006848152
-0,320249477
0,251659968
-0,087492079
-0,077245587
-0,105944374
-0,113969494

DA Sesudah
-0,157173619
-0,14051897
-0,03825625
-0,065819382
-0,178488765
-0,15909161
-0,147185655
-0,055944327
-0,061941956
-0,028403928
0,030837099
-0,104457249
-0,095007892
-0,034716582
-0,010299448
-0,08183955
0,18860632
0,07596262
-0,19239861
-0,128682172
-0,071497022
-0,128231106
0,146064573
0,019983918
-0,082381315
-0,103065993
-0,111768435
-0,075469347
-0,075722703
-0,152641159
-0,091417379
-0,293875929
-0,10541321
-0,133764613
-0,048380791
0,00966663

Lampiran 5: Regresi linier berganda antara discretionary accruals (sebagai variabel dependen) dengan total accruals dan
non-discretionary accruals (sebagai variabel independen)
SUMMARY OUTPUT
Regression Statistics
Multiple R
R Square
Adjusted R Square
Standard Error
Observations

1
1
0,994382022
1,69936E-16
180

ANOVA
df
Regression
Residual
Total

2
178
180
Coefficients

Intercept
TA (t)/A(t-1)
NDA

0
1
-1

SS
4,274132102
5,1403E-30
4,274132102

MS
2,137066051
2,88781E-32

Standard Error
#N/A
8,22111E-17
9,71831E-17

t Stat
#N/A
1,21638E+16
-1,02899E+16

F
Significance F
7,4003E+31
0

P-value
#N/A

Lower 95%
#N/A
0
0

Upper 95%
#N/A
1
-1

1
-1

Lower 95,0%
#N/A
1
-1

Upper 95,0%
#N/A
1
-1

77

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful