You are on page 1of 8

JIMKESMAS

JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT


VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,

HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN


PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT SANTA ANNA KENDARI 2017

L.M Tony Mawansyah1 Pitrah Asfian2 Syawal K.Saptaputra3


Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo 123
Tony.mawansyah@yahoo.com1 pitrahasfian@gmail.com2 syawalkesker2012@gmail.com3

ABSTRAK

Patient-safety menjadi masalah besar di rumah sakit seluruh dunia dan memerlukan perhatian utama. Data
menunjukkan bahwa di negara berkembang , satu dari sepuluh pasien dirugikan/mendapatkan cidera saat
mendapatkan perawatan di rumah sakit. Penyebab cidera tersebut adalah berasal dari berbagai kesalahan
atau kejadian yang tidak diinginkan. Patient Safety rumah sakit merupakan suatu sistem yang mencegah
terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) akibat tindakan yang dilakukan atau bahkan tidak dilakukan oleh
tenaga medis maupun non medis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Desain yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analitic cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengetahuan, sikap dan motivasi kerja perawat tentang pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa
Anna Kendari tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit Santa
Anna yang berjumlah 45 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 orang dan teknik pengambilan
sampel menggunakan Total sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-squre pada tingkat kepercayaan
95% ( =0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap (ρ value = 0,004) dengan
pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Sedangkan pengetahuan (ρ value = 1,000) dan
motivasi (ρ value = 0,254) tidak berhubungan dengan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa Anna
Kendari.

Kata kunci: patient safety, pengetahuan, sikap dan motivasi

THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, ATTITUDE AND WORK MOTIVATION OF


NURSE WITH THE IMPLEMENTATION OF PATIENT SAFETY IN SANTA ANNAHOSPITAL
KENDARI 2017

LM Tony Mawansyah 1 SyawalK. SaptaputraPitrahAsfian 2 3


Faculty of Public Health 123 Haluoleo University
Tony.mawansyah@yahoo.com 1 pitrahasfian@gmail.com 2 syawalkesker2012@gmail.com 3
ABSTRACT

Patient-safety becomes a major problem in hospitals worldwide and require major attention. Data show that
in developing countries, one out of ten patients injured / get injured while getting treatment in the hospital.
The cause of the injury is derived from a wide range of errors or adverse events. Hospital’s Patient Safety is a
system that prevents the occurrence of Unexpected Event (UE) as a result of action taken or even not carried
out by a medical or non-medical personnel. This study aimed to determine the knowledge, attitude and work
motivation of nurse with the implementation of patient safety in Santa Anna Hospital Kendari 2017. This
crossectional study was conducted on 45 nurses using total sampling. All participant completed questionnaire
including demographic data, knowledge, attitude and work motivation. For data analisis, chi-square test was
performed, using spss version 16. The result indicates that there a relationship between attitudes (ρ value =
0.004) with the implementation of patient safety at Santa AnnaHospital Kendari. While knowledge (ρ value =
1.000) and motivation (ρ value = 0.254) was not associated with the implementation of patient safety at Santa
AnnaHospital Kendari

Keywords: patient safety, knowledge, attitudes and motivation

1
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
PENDAHULUAN tentu sesuai dengan pembuktian akhir. Insiden
Menurut World Health Organization (WHO) pelanggaran patient safety 28,3% dilakukan oleh
menyatakan bahwa kecelakaan di penerbangan perawat5.
adalah 1 : 3 juta (pada tiga juta aktivitas penerbangan Data di Indonesia tentang Kejadian nyaris
terjadi satu accident) Untuk pelayanan kesehatan di cedera (KNC) masih sulit didapatkan Komisi
rumah sakit insiden keselamatan adalah 1 : 300 ( dari Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS, 2008).
300 pasien yang dirawat di rumah sakit satu pasien Laporan insiden keselamatan pasien berdasarkan
mengalami accident), Hal ini menggambarkan Provinsi tahun 2007 di temukan Provinsi DKI Jakarta
bahwasannya berpergian menggunakan pesawat menempati urutan tertinggi yaitu 37,9% diantara
terbang 10.000 kali lebih aman di bandingkan dengan Provinsi lainnya (Jawa Tengah 15,9%, DI Yogyakarta
tinggal di rumah sakit . Data tersebut menunjukkan 13,8%, Jawa Timur 11,7%, Aceh 10,7%, Sumatra
bahwa angka kemungkinan terjadinya kecelakaan di Selatan 6,9%, Jawa Barat 2,8%, Bali 1,4%, dan
rumah sakit jauh lebih besar dibanding kemungkinan Sulawesi Selatan 0,7%) dan paling banyak ditemukan
kecelakaan pesawat terbang sehingga membuktikan pada unit penyakit dalam, bedah dan anak yaitu
patient-safety menjadi masalah besar di rumah sakit sebesar 56,7% dibandingkan unit kerja lain,
seluruh dunia dan memerlukan perhatian utama 1. sedangkan untuk pelaporan jenis kejadian: kejadian
Data menunjukkan bahwa di negara nyaris cedera (KNC) lebih banyak dilaporkan sebesar
berkembang, satu dari sepuluh pasien 47,6% dibandingkan dengan kejadian tidak
dirugikan/mendapatkan cidera saat mendapatkan diharapkan (KTD) sebesar 46,2% Komite Keselamatan
perawatan di rumah sakit. Penyebab cidera tersebut Pasien Rumah Sakit6.
adalah berasal dari berbagai kesalahan atau kejadian Berdasarkan survei pendahuluan dengan
yang tidak diinginkan2. membagikan angket terkait pelaksanaan patient
Pada tahun 2000 Institute of Medicine di safety pada perawat di Rumah Sakit Santa Anna
Amerika Serikat meneliti bahwa dari 33,6 juta pasien Kendari, angket disebar kepada perawat untuk
rawat inap terdapat 44.000 sampai 98.000 orang mengisi beberapa pertanyaan mengenai pelaksanaan
meninggal akibat medical error dan adverse event patient safety. Dari hasil survei awal tersebut, dari 15
tindakan medis setiap tahunnya. Publikasi WHO pada perawat yang mengisi angket tentang patient safety
tahun 2004, mengumpulkan angka-angka penelitian terdapat 7 perawat yang kurang mengetahui patient
rumah sakit di berbagai negara : Amerika, Inggris, safety, dan sisanya cukup mengetahui patient safety.
Denmark, dan Australia, ditemukan kejadian tidak Penelitian ini dilakukan dilakukan di Rumah Sakit
diharapkan (KTD) dengan rentang 3,2 – 16,6 %3. Santa Anna Kendari, karena perawat sebagai salah
Tenaga perawat merupakan tenaga satu komponen sumber daya manusia (SDM) dalam
profesional yang berperan penting dalam fungsi sistem pelayanan kesehatan rumah sakit sebagai
rumah sakit. Hal tersebut didasarkan atas jumlah ujung tombak yang bertugas langsung digaris depan
tenaga perawat sebagai porsi terbesar didalam yang paling banyak berhadapan dengan pasien. Oleh
pelayanan rumah sakit. Dalam menjalankan karena itu perawat harus menyadari perannya
fungsinya, perawat merupakan staf yang memiliki sehingga harus dapat berpartisipasi aktif dalam
kontak terbanyak dengan pasien. Perawat juga mewujudkan patient safety di Rumah sakit. Maka
merupakan bagian dari suatu tim, yang didalamnya dari itu, dari data awal tersebut dapat dijadikan data
terdapat berbagai profesional lain seperti dokter. awal untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait
Luasnya peran perawat memungkinkannya terjadinya patient safety dengan meneliti terkait hubungan
risiko kesalahan pelayanan4. pengetahuan, sikap dan motivasi kerja perawat
Patient Safety rumah sakit merupakan suatu terhadap pelaksanaan patient safety.
sistem yang mencegah terjadinya Kejadian Tidak
Diharapkan (KTD) akibat tindakan yang dilakukan METODE
atau bahkan tidak dilakukan oleh tenaga medis Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan
maupun non medis. Sistem tersebut meliputi: menggunakan pendekatan Cross Sectional Study yaitu
assesment risiko, identifikasi pasien dan pengelolaan Rancangan penelitian cross sectional merupakan
hal yang berhubungan dengan risiko pasien, rancangan penelitian yang pengukuran atau
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu
dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi saat7. Penlitian tersebut diajukan untuk mengetahui
solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko3. pengetahuan, sikap dan motivasi kerja perawat
Data Patient Safety tentang Kejadian Nyaris tentang pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit
Cedera (KNC) dan Kejadian Tak Diharapkan (KTD) di Santa Anna Kendari tahun 2017. Populasi dalam
Indonesia masih jarang, namun dipihak lain terjadi Penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di
peningkatan tuduhan “mal praktek” yang belum Rumah Sakit Santa Anna yang berjumlah 45 orang.

2
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
Besarnya sampel untuk studi cross sectional dalam Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Lama
penelitian ini dihitung menggunakan dengan Bekerja Perawat Rumah Sakit Santa Anna Kendari
menggunakan teknik pengambilan sampel Total Tahun 2017
sampling . Total sampling adalah teknik pengambilan No Lama bekerja (tahun)
Jumlah Persen
sampel dimana jumlah sampel sama dengan (n) (%)
populasi. Jumlah populasi kurang dari 100 seluruh 1 1–5 35 77,7
populasi dijadikan sampel penelitian8. Jadi sampel 2 6 – 10 9 20,1
penelitian di Rumah Sakit Santa Anna Kendari 3 11 – 15 1 2,2
sebanyak 45 orang. Jenis data yang dikumpulkan
Total 45 100
adalah data primer berupa identitas responden,
beserta variabel yang diteliti melalui melalui Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017
kuesioner. Data sekunder diperoleh dari Rumah Sakit Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan
Santa Anna Kendari pada tahun 2017. bahwa dari total 45 responden yang terdiri dari 45
perawat rumah Sakit Santa Anna Kendari, lama
HASIL
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan bekerja 1–5 tahun sebanyak 35 (77,7%) responden,
Kelompok Umur Perawat Rumah Sakit Santa Anna 6-10 tahun sebanyak 9 (20%) responden, 11–15
Kendari Tahun 2017 tahun sebanyak 1 (2,2%) responden.
Jumlah Persen Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan
No Umur (tahun)
(n) (%) Pengetahuan Perawat Rumah Sakit Santa Anna
1 20 – 29 33 73,5 Kendari Tahun 2017
2 30 – 39 10 22,1 Jumlah Persen
No Pengetahuan
(n) (%)
3 40 – 49 2 4,4 1 Cukup 21 46,7
Total 45 100 2 Kurang 24 53,3

Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017 Total 45 100

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017
bahwa dari total 45 responden yang terdiri dari 45 Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan
perawat rumah Sakit Santa Anna Kendari, terdapat bahwa distribusi responden berdasarkan
usia responden 20-29 tahun sebanyak 33 orang pengetahuan perawat Rumah Sakit Santa Anna
(73,5%) responden, 30-39 tahun sebanyak 10 orang Kendari, dari total 45 responden sebanyak 21 (46,7%)
(22,1%) responden, 40-49 tahun sebanyak 2 (4,4%) responden cukup dan dari 45 responden terdapat 24
responden. (53,3%) responden kurang. Dikatakan kurang
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan mengetahui pengengetahuan perawat tentang
Pendidikan terakhir Perawat Rumah Sakit Santa patient safety apabila responden memperoleh nilai
Anna Kendari Tahun 2017 jawaban rata-rata < 4 dan dikatakan cukup
Jumlah Persen mengetahui pengetahuan perawat tentang patient
No Pendidikan terakhir
(n) (%) safety apabila responden memperoleh nilai jawaban
1 SPK 3 6,7 rata-rata ≥ 4.
2 Diploma 17 37,7 Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Sikap
3 S1 25 55,6 Perawat Rumah Sakit Santa Anna Kendari Tahun
Total 45 100 2017
Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017 Jumlah Persen
No Sikap
(n) (%)
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan 1 Cukup 18 40,0
bahwa dari total 35 responden yang terdiri dari 45 2 Kurang 27 60,0
perawat rumah Sakit Santa Anna Kendari, pendidikan Total 45 100
terakhir Spk sebanyak 3 (6,7%) responden, Akademi
Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017
sebanyak 17 (37,8%) responden, S1 sebanyak 25
(55,6%) responden. Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan
bahwa distribusi responden berdasarkan sikap
perawat Rumah Sakit Santa Anna Kendari, dari total
45 responden sebanyak 18 (40,0%) responden cukup
dan dari 45 responden terdapat 27 (60,0%)
responden yang kurang. Dikatakan kurang jika
responden mendapat skor ≤ 12 dan dikatakan cukup
apabila responden mendapat skor ≥ 12.

3
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Motivasi dan 16 perawat (66,7%) responden memiliki
Kerja Perawat Rumah Sakit Santa Anna Kendari pengetahuan kurang tetapi melaksanakan patient
Tahun 2017 safety cukup, sementara itu dari 21 (100%)
responden perawat yang memiliki pengetahuan
Jumlah Persen
No Motivasi kerja perawat cukup tetapi melaksanakan patient safety kurang
(n) (%)
1 Cukup 42 93,3 sebanyak 7 perawat (33,3%) responden dan 14
2 Kurang 3 6,7 perawat (66,7%) responden memiliki pengetahuan
Total 45 100 cukup dan melaksanakan patient safety cukup.
Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017 Dengan mengunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ =
1,000, nilai tersebut lebih besar dari pada α (0,05).
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan
Hal tersebut menunjukan bahwa pengetahuan
bahwa distribusi responden berdasarkan motivasi
perawat tidak berhubungan dengan pelaksanaan
kerja perawat Rumah Sakit Santa Anna Kendari, dari
patient safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari.
total 45 responden sebanyak 42 (93,3%) responden
Tabel 9. Faktor Sikap perawat dengan Pelaksanaan
cukup dan dari 45 responden terdapat 3 (6,7%)
responden yang kurang. Dikatakan kurang jika Patient Safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari
responden mendapat skor ≤ 16 dan dikatakan cukup tahun 2017
apabila responden mendapat skor ≥ 16. pelaksanaan program
Tabel 7. Distribusi Responden Berdasarkan patient safety Total
No Sikap
pelaksanaan patient safety Perawat Rumah Sakit Kurang Cukup
Santa Anna Kendari Tahun 2017 n (%) n (%) n (%)
1 Kurang 14 51,9 13 48,1 27 100
Pelaksanaan patient Jumlah Persen 2 Cukup 1 5,6 17 94,4 18 100
No
safety (n) (%)
1 Cukup 30 66,7 Total 15 33,3 30 66,7 45 100
2 Kurang 15 33,3 Ρvalue 0,004
Total 45 100 Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017
Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017 Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan dari 27 (100%) responden perawat yang memiliki
bahwa distribusi responden berdasarkan pelaksanaan sikap kurang yang melaksanakan patient safety
kurang sebanyak 14 perawat (51,9%) responden dan
patient safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari,
13 perawat (48,1%) responden memiliki sikap kurang
dari total 45 responden sebanyak 30 (66,7%) tetapi melaksanakan patient safety cukup, sementara
responden cukup dan dari 45 responden terdapat 15 itu dari 18 (100%) responden perawat yang memiliki
(33,3%) responden yang kurang. Dikatakan kurang sikap cukup tetapi melaksanakan patient safety
mengetahui patient safety apabila responden kurang sebanyak 1 perawat (5,6%) responden dan 17
memperoleh nilai jawaban rata-rata < 5 dan perawat (94,4%) responden memiliki sikap cukup dan
melaksanakan patient safety cukup. Dengan
dikatakan cukup mengetahui patient safety apabila
mengunakan uji Chi-Square diperoleh nilai ρ =0,004,
responden memperoleh nilai jawaban rata-rata ≥ 5.
nilai tersebut lebih kecil dari pada α (0,05). Hal
Tabel 8. Faktor Pengetahuan Perawat dengan tersebut menunjukan bahwa sikap perawat
Pelaksanaan Program Patient Safety Di Rumah Sakit berhubungan dengan pelaksanaan patient safety di
Santa Anna Kendari 2017 Rumah Sakit Santa Anna Kendari.
pelaksanaan program Tabel 10. Faktor Motivasi Perawat dengan
patient safety Total Pelaksanaan Patient Safety Di Rumah Sakit Santa
No Pengetahuan
Kurang Cukup Anna Kendari tahun 2017
n (%) n (%) n (%) pelaksanaan program
1 Kurang 8 33,3 16 66,7 24 100 patient safety Total
No Motivasi
2 Cukup 7 33,3 14 66,7 21 100 Kurang Cukup
Total 15 33,7 30 66,7 45 100 n (%) n (%) n (%)
Ρvalue 1,000 1 Kurang 2 66,7 1 33.3 3 100
2 Cukup 13 31,0 29 69,0 42 100
Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa Total 15 33,3 30 66,7 45 100
dari 24 (100%) responden perawat yang memiliki Ρvalue 0,254
pengetahuan kurang dan melaksanakan patient Sumber : Data Primer, diolah Maret 2017
safety kurang sebanyak 8 perawat (33,3%) responden

4
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan (66,7%) (66,7%) memiliki pengetahuan cukup, tetapi
bahwa dari 3 (100%) responden perawat yang pelaksanaan patient safety kurang. Peneliti
memiliki motivasi kurang yang melaksanakan patient berasumsi bahwa hal tersebut dikarenakan
safety kurang sebanyak 2 perawat (66,7%) responden responden telah mempelajari dan mengakses teori
dan 1 perawat (33,3%) responden memiliki motivasi teori keperawatan khususnya patient safety, tetapi
kurang tetapi melaksanakan patient safety cukup, dalam pelaksanaan patient safety, responden tidak
sementara itu dari 42 (100%) responden perawat mempunyai keinginan dengan pelaksanaan patient
yang memiliki motivasi cukup tetapi melaksanakan safety dengan baik Dan tidak selamanya
patient safety kurang sebanyak 13 perawat (31,0%) pengetahuan seseorang bisa menghindarkan dirinya
responden dan 29 perawat (69,0%) responden dari kejadian yang tidak di inginkannya, misalnya
memiliki motivasi cukup dan melaksanakan patient perawat yang tingkat pengetahuannya cukup, tidak
safety cukup. Dengan mengunakan uji Fisher’s Exact selamanya pelaksanaan patient safety dengan baik,
Test diperoleh nilai ρ =0,254, nilai tersebut lebih karena segala tindakan yang akan dilakukan beresiko
besar dari pada α (0,05). Hal tersebut menunjukkan untuk terjadi kesalahan.
bahwa motivasi perawat tidak berhubungan dengan Selain itu juga terdapat 8 (33,3) responden
pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa yang memiliki pengetahuan serta pelaksanaan
Anna Kendari. patient safety kurang. Peneliti berasumsi bahwa hal
tersebut dikarenakan kurangnya minat belajar
DISKUSI responden, responden tidak mempunyai keinginan
Hubungan pengetahuan perawat dengan untuk mengakses teori-teori baru dalam bidang
pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa keperawatan khususnya mengenai pelaksanaan
Anna Kendari tahun 2017 patient safety. Seseorang yang kurang memahami
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini sesuatu tidak dapat melakukan suatu tindakan yang
terjadi setelah orang melakukan penginderaan baik11. Seperti yang terlihat dari penelitian ini,
terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi menunjukkan bahwa responden yang kurang
melalui panca indera manusia, yakni indera memahami tentang tinjauan teoritis mengenai
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan pelaksanaan patient safety tidak mampu
raba. Sebagian besar pengetahuan tentang patient melaksanaan patient safety dengan baik. Dari
safety manusia diperoleh melalui mata dan telinga. penjelasan di atas dapat dilihat bahwa sebagian
Pengetahuan tentang patient safety seseorang besar pengetahuan perawat mengenai patient
mencakup ingatan mengenai hal-hal yang pernah safety cukup baik, tetapi dalam pelaksanaan patient
dipelajari dan disimpan dalam ingatan. Pengetahuan safety masih kurang hal ini dibuktikan dengan
tentang patient safety atau kognitif merupakan jawaban perawat/responden .
domain yang sangat penting untuk terbentuknya Pengetahuan tentang patient safety sangat
tindakan seseorang (overt behavior) khususnya bagi penting diberikan pada petugas kesehatan
perawat9. khususnya perawat sebagai ujung tombak dalam
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pelayanan keperawatan dalam usaha meningkatkan
pengetahuan perawat tidak berhubungan dengan pengetahuan dan memberikan alternatif pilihan
pelaksanaan patient safety. Dengan mengunakan uji dalam dalam merencanakan pelaksanaan patient
chi-square diperoleh nilai ρ = 1,000, nilai tersebut safety12 di Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Selain
lebih besar dari pada α (0,05). Hasil penelitian itu pengetahuan seseorang dapat diperoleh melalui
tersebut mensunjukkan bahwa pengetahuan tidak pelatihan13. Dengan pengetahuan yang dimiliki
berhubungan dengan pelaksanaan patient safety di seseorang akan mendasari perilaku perawat dalam
Rumah Sakit Santa Anna Kendari. memberikan tindakan dapat dilakukan dengan lebih
Hal ini sesuai dengan penelitian yang efektif.
dilakukan oleh peneliti lain10 yang menyatakan tidak Jadi berdasarkan uraian diatas peneliti
ada hubungan pengetahuan perawat dengan menyimpulkan bahwa pengetahuan perawat tidak
penerapan sistem keselamatan pasien di Rumah berhubungan dengan pelaksanaan patient safety.
Sakit, responden dalam penelitian ini sebanyak 57 Faktor sikap perawat dengan pelaksanaan patient
orang. Berdasarkan hasil uji statistic dengan safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari
menggunakan uji Chi-Square di peroleh ρ = 0,144, Sikap merupakan reaksi atau respon yang
nilai tersebut lebih besar dari pada α (0,05). masih tertutup dari seseorang terhadap suatu
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui stimulus atau objek. Sikap secara nyata menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus
perawat dengan pelaksanaan patient safety. Dengan tertentu yang dalam kehidupan sehari- hari
jumlah 45 (100) responden menunjukkan bahwa 7 merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap

5
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
stimulus sosial. Sikap merupakan tanggapan atau tidak setuju. Faktor-faktor yang mempengaruhi
reaksi seseorang terhadap obyek tertentu yang pembentukan sikap diantaranya adalah pengalaman
bersifat positif atau negatif yang biasanya pribadi, kebudayaan dimana individu berada, orang
diwujudkan dalam bentuk rasa suka atau tidak suka, lain yang dianggap penting, media massa, institusi
setuju atau tidak setuju. Faktor-faktor yang pendidikan atau agama dan faktor emosi dalam diri
mempengaruhi pembentukan sikap diantaranya individu15.
adalah pengalaman pribadi, kebudayaan dimana Sikap seseorang dalam memberikan respon
individu berada, orang lain yang dianggap penting, terhadap masalah dipengaruhi oleh kepribadian
media massa, institusi pendidikan atau agama dan seseorang, yang terkait dengan kesiapsiagaan
faktor emosi dalam diri individu. mental yang dipelajari dan diorganisasi melalui
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengalaman seseorang terhadap orang lain, obyek,
sikap perawat berhubungan dengan pelaksanaan dan situasi yang berhubungan dengannya.
patient safety. Dengan mengunakan uji Chi-Square Jadi berdasarkan uraian diatas peneliti
diperoleh nilai ρ =0,004, nilai tersebut lebih kecil dari menyimpulkan bahwa hasil penelitian tersebut
pada α (0,05). menunjukkan bahwa sikap perawat berhubungan
Hal ini sesuai dengan penelitian lain14 dengan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit
dimana Hasil uji hipotesis yang menggunakan uji Santa Anna Kendari.
statistik chi square didaptkan bahwa nilai p-Value Faktor motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan
(0,000) nilai tersebut lebih kecil dari pada α (0,05), patient safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari
menunjukkan bahwa nilai p-Value 0,000 yang artinya Motivasi adalah proses mempengaruhi
ada hubungan yang bermakna antara sikap perawat atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau
dengan penerapan patient safety. Dari hasil kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan
penelitian didapatkan 9,8% memiliki sikap kurang dan tugas yang diberikan15. Motivasi keperawatan
juga penerapan patient safety kurang. merupakan suatu proses psikologis yang
Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan 14 mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan,
(51,9%) responden memiliki sikap kurang dan juga persepsi, dan keputusan yang diambil oleh seorang
pelaksanaan patient safety kurang. Peneliti perawat. Selanjutnya motivasi akan dikaitkan dengan
berasumsi bahwa hal ini dipengaruhi oleh kurangnya tindakan, sebab motif yang besar tidak efektif tanpa
kepatuhan dan tanggung jawab setiap perawat ada tindakan yang merupakan follow–up dari motif
dengan pelaksanaan patient safety itu sendiri. Sikap tersebut Sering tidak disadari oleh perawat-perawat
pada hakikatnya bukan merupakan faktor bawaan yang mempunyai prestasi kerja tinggi karena
yang tidak dapat diubah. Sikap diperoleh, diubah, mempunyai motivasi yang tinggi pula, sebaliknya
ditingkatkan atau diturunkan melalui salah satu atau mereka yang mempunyai motivasi rendah akan
kombinasi dari empat sumber yang mempengaruhi memiliki prestasi kerja yang rendah. Hal ini dapat
sikap yaitu pengalaman dan tanggung jawab mempengaruhu dengan pelaksanaan patient safety.
menyelesaikan masalah, pengalaman orang lain, Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa
keadaan fisiologis dan emosional. motivasi kerja perawat tidak berhubungan dengan
Dari hasil penelitian didapatkan 1 (5,6%) pelaksanaan patient safety. Dengan mengunakan uji
perawat memiliki sikap cukup dan pelaksanaan Fisher’s Exact Test diperoleh nilai ρ =0,254, nilai
patient safety kurang. Hal ini disebabkan faktor tersebut lebih besar dari pada α (0,05). Hasil
individu misalnya ada masalah pribadi atau motivasi penelitian tersebut menunjukkan bahwa motivasi
kerja yang kurang. Suatu sikap belum tentu otomatis kerja perawat tidak berhubungan dengan
terwujud dalam suatu tindakan tanpa ada motivasi pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa
dalam diri seseorang untuk bertindak sesuatu 12. Dari Anna Kendari
hasil penelitian ini juga di didaptkan bahwa ada 13 Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang
(48,1%) perawat memiliki sikap kurang namun dilakukan oleh peneliti lain16 hasil tabulasi silang
pelaksanaan patient safety cukup. Hal ini terjadi antara motivasi dan kinerja keselamatan pasien
karena pengetahuan dari perawat tentang patient reponden yang memiliki motivasi rendah sebanyak
safety sudah baik sehingga dia mampu menerapakan 16 orang (19,5%) dan 10 orang (62,5%) diantaranya
patient safety dengan baik, dan mengenai sikapnya memiliki kinerja kurang dan 6 orang (37,5%) memiliki
yang kurang itu dipengaruhi oleh masalah pribadi kinerja baik tentang keselamatan pasien. Responden
oleh perawat itu sendiri. yang memiliki motivasi tinggi sebanyak 66 orang
Sikap merupakan tanggapan atau reaksi (80,5%) dan 10 diantaranya memiliki kinerja kurang
seseorang terhadap obyek tertentu yang bersifat (15,2%) dan 56 orang (84,8%) memiliki kinerja baik.
positif atau negatif yang biasanya diwujudkan dalam Hasil uji chi squar diperoleh nilai p=0,00 dengan
bentuk rasa suka atau tidak suka, setuju atau demikian Ho ditolak. Hal ini berarti ada hubungan

6
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
antara variabel motivasi dengan kinerja perawat SARAN
tentang keselamatan pasien. 1. Pada peningkatan pengetahuan perawat,
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui diperlukan pelaksanaan pendidikan dan
bahwa tidak ada hubungan antara motivasi kerja pelatihan lebih mendalam mengenai konsep
perawat dengan pelaksanaan patient safety. Dari patient safety. Misalnya menekankan pentingnya
hasil penelitian 13 (31,0%) responden memiliki sistem keselamatan pasien.
motivasi kerja perawat cukup, tetapi pelaksanaan 2. Untuk peningkatan motivasi perawat ,agar
patient safety kurang. Peneliti berasumsi bahwa perawat mempunyai motivasi tinggi untuk
motivasi kerja responden cukup baik, hal ini pelaksanaan patient safety maka manajemen
dikarenakan oleh rasa senang dalam bekerja serta perlu meninjau ulang sistem penghargaan yang
gaji yang di dapatkan telah memenuhi kebutuhan diberikan kepada perawat yaitu ada pembeda
dia dan keluarganya terpenuhi. Tetapi dalam bagi perawat yang melaksanakan patient safety
pelaksanaan patient safety kurang. Distribusi dengan yang tidak.
persentase beberapa jawaban yang perlu mendapat 3. pada peningkatan sikap perawat, agar perawat
perhatian menjadi fakta penelitian bahwa perawat mempunyai sikap yang baik untuk mendukung
belum termotivasi untuk melaksanakan patient dalam pelaksanaan patient safety. Manajemen
safety. Karena walau tanpa patient safety tetap Rumah Sakit harus memperhatikan sikap
memberikan pelayanan kepada pasien. Karena perawat terutama saat bekerja atau dalam
apabila motivasi seseorang tinggi, maka kinerjanya mengambil tindakan dalam menangani pasien,
pun akan menjadi baik, sebaliknya jika motivasi agar pasien menjadi lebih aman.
rendah, maka kinerjanya kurang baik. Hal ini karena 4. Untuk pelaksanaan sosialisasi, karena patient
motivasi merupakan suatu dorongan yang ada dalam safety bisa dianggap sebagai program baru, dan
diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan 17. sosialisasi yang pernah dilaksanakan dinilai
Beberapa faktor yang mempengaruhi kurang mengena (karena peserta sosialisasi dari
motivasi kerja antara lain: atasan, kolega, sarana fisik, perawat hanya perwakilan.
kebijakan, peraturan, imbalan jasa uang dan non 5. Bagi peneliti lain, perlu diadakan penelitian lebih
uang, jenis pekerjaan dan tantangan. Motivasi lanjut tentang patient safety di Rumah Sakit.
individu untuk bekerja dipengaruhi pula oleh
kepentingan pribadi dan kebutuhan masing-masing. DAFTAR PUSTAKA
Faktor lain yang menyebabkan rendahnya motivasi 1. World Health Organization. 2005. World Alliance
kerja perawat adalah adanya perasaan karier yang for Patient Safety, Global Patient Safety Challenge
”mentok” . jenjang karier yang ada untuk profesi 2005-2006: Clean Care is Safer Care. Geneva:
keperawatan adalah perawat pelaksana, kepala World Health Organization.
ruang dan wakilnya, kepala seksi serta kepala bidang 2. World Heatlh Organization, 2012, 10 facts on
perawatan. Sangatlah berbeda dengan jenjang karier patient safety, http://www.who.int . (Accessed 23
perawat yang dikembangkan dinegara lain. desemer 2016)
Kurangnya insentif yang diterima para perawat juga 3. Depkes RI. 2008. Panduan Nasional Keselamatan
selalu jadi bahan pembicaraan, dan bukan tidak Pasien Rumah Sakit, Jakarta
mungkin menjadi salah satu faktor kurangnya 4. Agung Cahyono (2015) Hubungan Karakteristik
motivasi kerja. Dan Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap
Jadi berdasarkan uraian diatas peneliti Pengelolaan Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit.
menyimpulkan bahwa motivasi kerja perawat tidak Bekasi
berhubungan dengan pelaksanaan patient safety. 5. Angelita Lombagia, (2016) Hubungan Perilaku
Dengan Kemampuan Perawat Dalam
SIMPULAN Melaksanakan Keselamatan Pasien (PATIENT
1. Tidak berhubungan antara pengetahuan perawat SAFETY) Di Ruang Akutinstalasi
dengan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Gawat Darurat Rsup PROF. DR. R. D. KANDOU .
Santa Anna Kendari tahun 2017. Manado
2. Ada hubungan anatara sikap dengan pelaksanaan 6. KKP-RS.2008. Pedoman Pelaporan Insiden
patient safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari Keselamatan Pasien (IKP), Jakarta
tahun 2017. 7. Hidayat,. 2007. Riset Keperawatan dan Teknik
3. Tidak ada hubungan antara motivasi kerja Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.
perawat dengan pelaksanaan patient safety di 8. Sugiyono, 2007. Metode Penelitian Administrasi.
Rumah Sakit Santa Anna Kendari tahun 2017. CV. Alfabeta. Bandung.
9. Ismiyati Rahayu (2015). Hubungan Pengetahuan
Perawat tentang Patient Safety dengan Perilaku

7
JIMKESMAS
JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-73H,
Perawat dalam Pencegahan kejadian Plebilitis di 15.Ariyani. (2008). Analisis Pengetahuan Dan
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Panti Waluyo Motivasi Perawat Yang Mempengaruhi Sikap
Surakarta. Surakarta Mendukung Penerapan Program Patient Safety Di
10.Teguh Kuncoro, (2012). Hubungan antara Instalasi Perawatan Intensif Rsud Dr Moewardi
pengetahuan, sikap dan kualitas kehidupan Surakarta Tahun 2008. Thesis.
kerja dengan kinerja perawat dalam penerapan http://eprints.undip.ac.id/16529/1/Ariyani.pdf.
sistem keselamatan pasien di rumah sakit XY (Accessed 23 desemer 2016)
tahun 2012 Universitas Indonesia tahun. Bogor 16.Reski Nur Wahyuningsih dkk, 2014 . Hubungan
11.Meliono, 2007. Pengetahuan. pengetahuan, motivasi, dan beban kerja
Hhttp://id.wikipedia.org), diakses 02 April 2017. terhadap kinerja keselamatan pasien RSUDSyekh
12.Notoatmodjo, S. (2007). Pengembangan Sumber Yusuf Gowa” Universitas Hasanudin . Makassar
Daya Manusia. Penerbit PT Rineka Cipta 17.Komariah, 2013. Hubungan Pengetahuan,
13.Rahman, N. (2008). Pengetahuan Perawat Motivasi dan Supervisi Kepala Ruangan dengan
Tentang Kegawatan Nafas Dan Tindakan Kinerja Pencegahan Infeksi Nosokomial di RSUD
Resusitasi Pada Neonatus Yang Mengalami Haji Makassar
Kegawatan di Ruang NICU, Perinatologi dan Anak
RSUD Gunung Jati Cirebon. Skripsi.
14.Moh. Taufik gunibala (2015). Hubungan
Pengetahuan dan Skap Perawat Dengan
Penerapan Patient Safety DiRSUD PROF. D. HI.
Aloei Saboe Kota Gorontalo.