You are on page 1of 9

Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia

USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KARET ALAM
INDONESIA
Nofi Erni
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Esa Unggul, Jakarta
Jln. Arjuna Utara Tol Tomang-Kebon Jeruk Jakarta
nofi.erni@esaunggul. ac.id

Abstrak
Indonesia merupakan negara penghasil karet alam kedua terbesar di dunia. Permasalahan
industri karet alam Nasional adalah penurunan daya saing karena sebagian besar ekspor
karet alam dalam bentuk produk primer dengan nilai tambah relatif rendah. Penelitian ini
bertujuan merancang usulan strategi untuk pengembangan industri karet alam Indonesia.
Metode penelitian menggunakan pendekatan sistem , SWOT dan AHP dengan menggunakan
data primer berdasarkan hasil FGD dan data sekunder perkembangan industri karet alam.
Berdasarkan data tahun 2012 , potensi areal perkebunan dengan luas 3,462 juta hektar,
total nilai produksi 3,272 juta ton. Sebagian besar karet alam diekspor dengan total ekspor
2,444 juta metrik ton dengan nilai ekspor mencapai 7,861 miliar USD. Untuk meningkatkan
daya saing, berdasarkan hasil analisis SWOT alternatif strategi untuk pengembangan industri
karet alam Nasional adalah peningkatan pengetahuan, diversifikasi produk dan penyerapan
karet oleh industri lokal. Pemilihan strategi ditentukan berdasarakan kriteria kemudahan
pelaksanaan, peningkatan mutu produk serta pertumbuhan penjualan .

Kata kunci : karet alam, strategi, analytical hierarchy process

Pendahuluan perkebunan yang diekspor dalam bentuk
Industri karet alam Indonesia memiliki komoditas mentah atau produk setengah jadi.
peranan strategis terhadap perekonomian Tidak terkecuali dengan industri karet alam
Nasional dan memiliki kontribusi besar Indonesia, industri ini menghadapi banyak
sebagai pemasok kebutuhan karet alam dunia. tantangan yang berkaitan dengan kelemahan
Ekspor karet alam merupakan penghasil struktural sektor industri, seperti masih
devisa kedua setelah kelapa sawit. Nilai lemahnya keterkaitan antar industri, baik
ekspor karet alam pada tahun 2010 mencapai antara industri hulu maupun industri hilir,
7, 32 milyar USD. Indonesia sebagai negara keterbatasan kemampuan produksi dan
dengan perkebunan terluas di dunia memiliki teknologi untuk transformasi barang setengah
potensi sebagai penghasil karet terbesar di jadi menjadi produk dengan nilai tambah
dunia. Total luas kebun karet Indonesia pada yang lebih tinggi.
tahun 2005 sebesar 3,28 juta hektar dan pada Mengacu pada latar belakang
tahun 2010 mengalami peningkatan perkembangan dan tantangan yang dihadapi
mencapai 3,45 juta hektar. Jika ditinjau dari industri karet alam maka permasalahan yang
produksi, total produksi karet Indonesia akan dibahas dalam penelitian ini adalah
hanya menduduki poisisi kedua terbesar di bagaimana merumuskan strategi
dunia setelah Thailand. Pada tahun 2010 pengembangan industri karet alam untuk
produksi karet alam Indonesia mencapai 2,59 meningkatkan daya saing. Penyusunan
juta ton. Sebagian besar ekspor karet rancangan strategi tersebut disusun melalui
Indonesia dalam bentuk karet spesifikasi beberapa tahapan untuk menghasilkan tujuan
teknis dengan kodifikasi Standar Indonesian sebagai berikut :
Rubber (Ditjenbun, 2012). a. Mengidentifikasi dan analisis potensi serta
Tantangan utama yang dihadapi oleh peluang penegmbangan industri karet alam
industri Nasional saat ini adalah Nasional
kecenderungan penurunan daya saing industri b. Mengidentifikasi pola kegiatan industri
di pasar Internasional terutama produk hasil karet alam yang ada saat ini.

70 Jurnal Inovisi™ Vol. 9, No.2, Oktober 2013

Dalam Jurnal Inovisi™ Vol. Definisi strategi menurut Porter Untuk berbagai permasalahan. Lingkungan dikalikan dengan matrik perbandingan eksternal merupakan hal yang berkaitan berpasangan pada kriteria yang disebut dengan peluang dan ancaman sedangkan Weighted Sum Vector. dan dibandingkan dengan metode lain. ketahanan output analisis sensitivitas 2003) pengambilan keputusan. (3) probabilistik. Tiga pola pikir yang menjadi 1.2. menggunakan metode Analytical Hierarchy yaitu interaksi antar elemen cukup rumit. Menurut apakah perbandingan berpasangan telah Zack (1999) strategi merupakan tindakan dilakukan dengan konsekuen atau tidak. (2) Process (AHP). Memperhitungkan daya tahan atau untuk mencapai efisiensi keputusan (Eriyatno. 2010). jika waktu dan ada pendugaan ke masa depan. Memperhitungkan validitas sampai utuh terhadap keutuhan sistem. artinya berorientasi pada dalam. yaitu cara pandang yang 2. sampai kepada sebaiknya menggunakan pendekatan sistem strategi kebijakan. dilaksanakan dari pada pendalaman teoritis 3. dipilih berdasarkan prioritas. Oktober 2013 71 . aktor yang berperan. faktornya ada yang berubah menurut memiliki beberapa keunggulan. (2) holistik. akan bekerja mencapai tujuan (Eriyatno. Menghasilkan rancangan strategi penerapannya analisis kekuatan (strenghts) pengembangan industri karet alam dan kelemahan (weakness) serta analisis eksternal yang berkaitan dengan peluang Pendekatan Sistem (opportunities) dan ancaman (threats) lebih Pendekatan sistem adalah metodologi dikenal dengan analisis SWOT (Pearce dan yang bersifat rasional sampai bersifat intuitif Robinson. sampai pada sub-sub kriteria yang paling yaitu: (1) sibernetik. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia c. bersaing. skala 1 (1985) adalah segala sesuatu yang berkaitan sampai 9 adalah skala terbaik dalam dengan bagaimana mencapai dan mengkualifikasikan pendapat. kemmapuan perusahaan merupakan perumusan yang berhubungan dengan kekuatan dan kelemahan. 2003). Nilai dan mempertahankan posisi industri dalam definisi pendapat kualitatif dari skala mempertahankan keunggulan bersaing. 4. antara lain: rekomendasi. perbandingan dapat dilihat pada Tabel 1. sebagai pegangan pokok dalam menganalisis konsekuensi dari kriteria yang dipilih permasalahan dengan pendekatan sistem. 9. Strategi merupakan konfigurasi dari beberapa Consistency Ratio (CR) merupakan aktivitas yang membedakan suatu perusahaan parameter yang digunakan untuk memeriksa dangan perusahaan pesaingnya. Metode AHP dipilih karena dinamis. untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan tertentu. tujuan. yaitu prinsip yang lebih berbagai kriteria dan alternatif yang mementingkan aspek operasional serta dapat dipilih oleh para pengambil keputusan. AHP merupakan suatu metoda sistematis Manajemen Strategik untuk membandingkan berbagai alternatif Pendekatan manajemen strategi telah yang ada atau sasaran/kesimpulan yang banyak diterapkan dalam merumuskan ingin dicapai melalui serangkaian proses strategi untuk menciptakan keunggulan analitik . dan (3) dengan batas toleransi inkonsistensi efektif. Sistem dapat diartikan Analytical Hierarchy Process keseluruhan interaksi antar unsur dari sebuah Alternatif kebijakan dalam obyek dalam batas lingkungan tertentu yang pengembangan industri karet alam. Nilai penyeimbang antara lingkungan eksternal dan Faktor (nilai eigen) dari suatu kriteria kemampuan perusahaan. mulai dari Karakteristik permasalahan yang tujuan. Struktur yang berhirarki. No. yaitu diperlukannya fungsi keunggulan AHP menurut Suryadi dan peluang dalam inferensi kesimpulan maupun Ramdhani (2002). dipilih dengan dalam pengkajiannya yaitu: (1) kompleks.

Perkebunan 5 Jelas lebih penting (Strong) Rakyat dan Perkebunan Besar. rata dari Weighted Sum Vector. maka harus dilakukan revisi ulang. Oktober 2013 . Perkebunan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. dengan mengumpulkan data dari instansi analisis pola kegiatan industri karet alam. Gabungan Pengusaha pengembangan. Metode Penelitian Gambar 1 Tahapan yang digunakan dalam Tahapan penelitian penelitian ini. diilustrasikan pada Gambar 1. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia Tabel 1 Pengumpulan data sekunder dilakukan Skala Perbandingan Pendapat dengan mengumpulkan data dari instansi Nilai Keterangan terkait. Metode penelitian Karet Indonesia (Gapkindo). Gabungan Pengusaha 3 Sedikit lebih penting (Moderate) Karet Indonesia (Gapkindo).10.4. Pengumpulan Pendekatan deskriptif berdasarkan data data primer dilakukan melalui wawancara dan sekunder perkembangan industri karet alam penyebaran kuesioner kepada pakar untuk sedangkan untuk pendekatan analitis menetapkan menilai kriteria dan pemilihan menggunakan metode SWOT dan Analytical strategi. Instansi terkait diantaranya Direktorat 1 Sama Penting (Equal) Jenderal Perkebunan. 9. Rakyat dan Perkebunan Besar. Penyebaranan kuisioner dan Hyerarchi Process (AHP). Pengumpulan 7 Sangat jelas penting (Very strong) data primer dilakukan melalui wawancara dan 9 Mutlak lebih penting (Extreme) penyebaran kuesioner kepada pakar untuk 2.2. Penyebaranan kuisioner dan 1/(1. Instansi terkait diantaranya Direktorat analisis SWOT. dirumuskan. wawancara kepada stakeholder serta Focus Group Discussion (FGD) di daerah survey 72 Jurnal Inovisi™ Vol. No. karena dalam melakukan penilaian tidak konsisten. Apabila nilai CR lebih dari 0. Rumus dari Consistency Ratio (CR) adalah : CR = CI / RI CI adalah Consistency Index yang dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : CI = ( ∏. perumusan strtaegi Jenderal Perkebunan.8 berdekatan strategi. terkait. Jika penilaian kriteria telah dilakukan dengan konsisten. Nilai CR tidak boleh lebih dari 0.n) / (n-1) Dimana n = banyaknya alternatif ∏ = Consistency Vector Untuk menghitung Consistency Ratio (CR) diperlukan nilai RI. secara garis besar. Kebalikan nilai tingkat kepentingan wawancara kepada stakeholder serta Focused 9) dari skala 1-9 Group Discussion di daerah survey untuk mendapatkan respon keinginan berbagai Kemudian menghitung Consistency pihak terhadap strategi yang akan Vector dengan jalan menentukan nilai rata.10. yaitu indeks random. Apabila ragu antara dua nilai menetapkan menilai kriteria dan pemilihan 6. meliputi Pengumpulan data sekunder dilakukan analisis profil industri karet alam Indonesia.

Ribbed komposisi perkebunan rakyat 2. Jenis karet alam yang dengan Technically Specified Rubber (karet dihasilkan Indonesia secara umum dibedakan spesifikasi teknis) yang diklasifikasi atas lateks pekat. milik pemerintah dan perkebunan swasta. hasil penyadapan batang Struktur industri karet alam di tanaman Hevea Brasiliensis. lateks menjadi lateks pekat dan industri yang Kompoenen utamanya adalah senyawa mengolah lateks yang telah menggumpal hidrokarbon dan sejumlah kecil bagian bukan (koagulum) menjadi karet padat.35 juta ton. Volume ekspor Perkebunan karet Nasional dibedakan jenis karet alam Indonesia untuk periode 2008 atas perkebunan rakyat. Oktober 2013 73 . yang sebagian besar jadi lateks seperti karet busa. Pada tahun berbagai jenis karet padat sesuai spesifikasi 2010 nilai ekspor karet alam Indonesia kebutuhan industri. adalah industri yang mengolah lebih lanjut Lateks hasil sadapan diolah menjadi dari produk industri hulu menjadi berbagai berbagai jenis barang yang dikelompokkan barang jadi yang dikelompokkan menjadi menjadi barang jadi karet dan barang jadi industri barang jadi karet dan industri barang lateks. 462 juta hektar dengan Indonesia dalam bentuk lateks pekat. 1. Pola kegiatan industri karet alam jika Ekspor terbesar adalah karet dianalisis berdasarkan struktur dari rantai spesifikasi teknis (Technically Specified pasok mengikuti pohon industrinya dari Rubber). putih segar bewarna putih sampai kekuningan Industri hulu adalah industri yang mengolah yang dihasilkan disebut dengan lateks. Pemekatan lateks hasil sadapan jadi lateks. cairan (downstream) dan industri hilir (upstream). perkebunan besar milik negara 0. Potensi Indonesia sebagai penghasil karet lateks yang menggumpal merupakan bahan alam terbesar ke dua di dunia masih perlu baku untuk menghasilkan karet padat. Jika ditinjau secara keseluruhan Pada tahun 2012 luas area perkebunan karet kinerja ekspor komoditas karet alam Indonesia mencapai 3. unit produksi Profil Industri Karet Alam Nasional dan pengumpulan lateks kebun. Gapkindo turunnya harga karet alam di pasar dunia. 242 Rubber (SIR) serta total ekspor pada tahun juta hektar dan perkebunan besar swasta 0. perkebunan besar – 2012 dapat dilihat pada Tabel 2. No. Pada umumnya petani sebagai pengumpul bokar dan untuk memproduksi karet alam bahan baku pabrik karet sebagai pengolah diperoleh dari getah. 3 miliar USD dengan jumlah dalam perdagangan Internasional dikenal ekspor 2. dirumuskan. Standar Indonesian Rubber. Karet sintetis integrasi antar pelaku yang melibatkan diperoleh dari minyakbumi sedangkan karet petani sebagai penghasil bahan baku. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia untuk mendapatkan respon keinginan yang bercabang dan kompleks dan dapat berbagai pihak terhadap strategi yang akan dikelompokkan menjadi.2. Jenis karet TSR dari Indonesia paling hulu sampai hilir membentuk rantai Jurnal Inovisi™ Vol. dibedakan atas karet sistetis (synthetic rubber) 2. 2012 terjadi penurunan. 9. proses Karet sebagai bahan baku industri pengolahan lateks menjadi karet alam. 937 juta Smoked Sheet (RSS) dan Standar Indonesian hektar. Hasil olahan tersebut mencapai 7. Ribbed Smoke Sheet dan mengikuti standar mutu tertentu. Getah terdapat Indonesia dibedakan atas industri hulu pada lapisan kambiun tanaman karet. Karet alam yang diproduksi secara terintegrasi dalam satu unit usaha yang Hasil dan Pembahasan meliputi perkebunan karet. sarung tangan diekspor dalam bentuk komoditas primer. Industri hilir karet. Hal ini diakibatkan 283 juta hektar (Ditjenbun 2012 . alam dapat diperoleh dari hasil pengolahan pedagang perantara dan kelembagaan getah beberapa jenis tanaman. 2013). dan lain-lain. menghasilkan lateks pekat dan lateks dadih Indonesia merupakan penghasil karet yang dijadikan sebagai bahan baku barang padat terbesar di dunia. ditingkatkan mengingat Indonesia memiliki Gumpalan lateks tersebut diolah menjadi perkebunan karet terluas di dunia. Selain dalam bentuk cairan. Karet alam yang diproduksi tanpa adanya dan karet alam (natural rubber).

Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia dikenal dengan nama Standar Indonesia Indonesia. SIR 3V dan low grade Indonesia merupakan negara seperti SIR 5. 9. SIR 20) adalah lateks yang telah mengumpal yang sering disebut bahan olah karet (bokar). pada Tabel 3 (IRSG. sedangkan untuk kualitas rendah (SIR 10. diolah menjadi karet padat. Analisis SWOT Perbandingan ekspor karet jenis TSR Mengacu pada perkembangan dan dari tiga negara penghasil utama yaitu potensi industri karet alam Nasional dilakukan analisis kondisi internal dan faktor 74 Jurnal Inovisi™ Vol. Berdasarkan spesifikasinya dibedakan atas kelompok high grade seperti SIR 3CV. dari spesifikasi teknis di pasar dunia. Karet spesifikasi teknis kualitas tinggi adalah lateks (SIR 3 dan SIR 5). 2010). 2009). sehingga harganya mendekati harga jenis karet high grade seperti RSS 3 (Honggokusumo. SIR 10 dan SIR 20. dari IRSG perkembangan harga TSR yang Nilai ekspor terbesar adalah jenis SIR diproduksi oleh Indonesia (STR 20). Malaysia dan Thailand ditampilkan Rubber (SIR). No. Thailand lebih Jenis karet SIR sebagian besar banyak menghasilkan jenis RSS sedangkan digunakan sebagai bahan baku untuk industri Malaysia lebih mengutamakan pengolah ban. Tingginya sisi perkembangan harga baik di pasar fisik permintaan dan harga karet jenis karet dan maupun dalam pasar komoditi spesifikasi teknis merupakan peluang untuk menunjukkan perkembangan harga yang meningkatkan produktifitas industri karet relatif bersaing. Kondisi ini mendorong tingginya permintaan terhadap TSR 20. Tabel 4 Jenis karet SIR 20 adalah karet low grade Harga TSR di pasar fisik dan pasar berjangka yang dihasilkan dari koagulum (bekuan) yang berasal dari perkebunan karet merupakan bahan baku industri hilir terutama industri ban. pertumbuhan industri otomotif.2. Pertumbuhan indutri ban seiring dengan produk kategori barang jadi lateks. Tabel 2 Ekspor Karet Alam Indonesia dalam metrik Tabel 3 ton Ekspor TSR dari Indonesia. Berdasarkan data sekunder spesifikasi teknis. mendorong Jenis TSR berdasarkan volume tingginya harga dan permintaan karet merupakan penyumbang ekspor terbesar. mencapai 92% dari dilihat pada Tabel 4. total ekspor karet alam (Gapkindo. 2010). Oktober 2013 . SIR 3L. yang pegekspor TSR terbesar kaena sebagian besar memnuhi parameter mutu sesuai standar karet yang dihasilkan dari perkebunan rakyat nasional Indonesia. Malaysia 20 atau dalam perdagangan Internasional (SMR 20) dan Thailand (TSR 20) dapat dikenal dengan TSR 20. Malaysia dan Thailand (ribu ton) Karet spesifikasi teknis adalah jenis karet yang mempunyai spesifikasi teknis tertentu.

Hasil diskusi dengan para pakar menghasilkan karet bermutu tinggi masih yang dilibatkan maka kriteria yang membutuhkan penguasaan pengetahuan di Jurnal Inovisi™ Vol. perbaikan proses pengolahan sehingga Untuk merumuskan strategi dalam meningkatkan mutu. Diversifikasi produk berupa pemilihan strategi pengembangan Produk yang dihasilkan dari industri industri karet alam. serta metode AHP. Peningkatan pengetahuan maka disusun sejumlah kriteria pemilihan Proses pengolahan untuk strategi. stabil. penerapan teknnologi Penelitian Karet. pertumbuhan penjualan. penyerapan discussion dengan melibatkan pakar. Perumusan yang dapat dikembangkan terdiri atas : strategi dilakukan melalui focus group peningkatan produksi karet alam. Oktober 2013 75 . berbagai produk lain seperti lateks pekat Untuk memilih alternatif strategi b. peluang an ancaman dari sisi eksternal.2. Perlu dipertimbangkan strategi sasaran/kesimpulan yang ingin dicapai untuk melakukan diversifikasi menjadi melalui serangkaian proses analitik. AHP merupakan suatu karet alam Indonesia sebagian besar berupa metoda sistematis untuk membandingkan karet padat dengan tingkat kualitas SIR 10 berbagai alternatif yang ada atau dan SIR 20. peningkatan pengetahuan untuk Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dari pengolahan sehingga mampu menghasilkan pihak yang berkepentingan maka dilanjutkan mutu yang lebih baik. Alternatif strategi beberapa alternatif strategi. Perumusan strategi menggunakan Alternatif strategi dari sejumlah pendekatan AHP dimulai dengan menyusun kemungkinan strategi yang dipilih adalah : hirarki yang terdiri atas penyusunan sasaran a. Penyusunan hirarki peningkatan mutu. melakukan diversifikasi pendekatan SWOT dimulai dengan analisis produk sehingga harga karet menjadi lebih kebutuhan menggunakan pendekatan sistem. Alternatif strategi ini dengan diskusi secara mendalam untuk merupakan masukan yang akan dipilih merumuskan kekutan dan kelemahan dari berdasarkan kriteria tertentu menggunakan kondisi internal industri karet alam. Hasil Tabel 5 Analisis SWOT Industri karet alam Perumusan Strategi ditetapkan adalah kemudahan pelaksanaan. Gabungan Pengusaha Karet untuk industri hilir sehingga mampu Indonesia (Gapkindo) dan akademisi yang menyerap karet primer sebagai bahan baku. 9. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia eksternal menggunakan pendekatan sistem penyusunan alternatif strategi disajikan dan analisis SWOT guna merumuskan disajikan pada Tabel 5. Pakar karet alam untuk bahan baku industri hilir yang terlibat adalah para peneliti dari Pusat dalam negeri (lokal). No. terlibat dalam berbagai penelitian karet alam.

sedangkan penyerapan oleh Xi = penilaian oleh industri dalam negeri (lokal) sangat kecil. No. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia tingkat perkebunan.0000 Untuk mendapatkan nilai bobot kriteria dilakukan perhitungan secara 76 Jurnal Inovisi™ Vol. Sasaran pengambilan keputusan adalah untuk memilih strategi pengembangan karet.8171 2.3815 1. Diseminasi pengetahuan Pakar 2 diperlukan secara komprehensif termasuk pengetahuan dan penguasaan teknologi. pakar ke –i Perlu diupayakan agar penyerapan karet alam Pakar 3 oleh industri hilir Nasional sehingga mendorong pertumbuhan industri hilir berbahan baku karet alam.3089 0. Oktober 2013 .5503 0. c.0000 0. Tabel 7 dan Tabel 8 rata geometrik diperoleh nilai tunggal bobot berikut. Pengumpulan data dilakukan setelah disusun hirarki dengan perbandingan berpasangan. Hasil penilaian ketiga pakar terhadap kriteria Setelah dihitung menggunakan rata- disajikan pada Tabel 6.6207 1. dengan mempertimbangkan kriteria untuk Hasil pengumpulan data dari ketiga memilih alternatif strategi. kriteria dari ketiga pakar yang sisusun dalam Tabel 6 bentuk matriks sebagai berikut : Penilaian dari Pakar Pakar 1 1. kriteria Perhitungan untuk penggabungan hasil dan alternatif penilaian ketiga pakar dalam bentuk matriks sebagai berikut. Penyerapan oleh industri lokal Sebagian besar karet alam dalam bentuk komidas primer yang diekspor n = jumlah pakar mencapai 90%. Pembobotan kriteria Berdasarkan hirarki disusun kuisioner untuk menilai perbandingan berpasangan guna menghitung bobot setiap alternatif strategi setiap kriteria. rata-rata geometrik menggunakan rumus : n Xg n Xi i 1 dimana : Xg = rata-rata geometrik n = jumlah pakar Xi = penilaian oleh pakar ke –i Gambar 2 Struktur hirarki hubungan sasaran.2. 9.0000 4.2321 1. Susunan hirarki pakar di gabungkan dengan menggunakan ditampilkan pada Gambar 2. Pakar yang dilibatkan dalam penilaian dengan menggunakan perbandingan berpasangan sebanyak 3 orang.

kriteria hasil perhitungan disajikan pada Tabel 7. pakar ke –i Gambar 3 Struktur hirarki hasil perbandingan berpasangan pemilihan strategi pengembangan industri karet alam Kesimpulan menempati urutan kedua di dunia setelah Industri karet alam Nasional memiliki negara Thailand dengan total nilai produksi peluang dan potensi pengembangan yang 3. perkebunan besar swasta 283 juta alam Indonesia membentuk struktur rantai hektar dan perkebunan milik negara 242 juta pasok.861 miliar USD. Langkah selanjutnya adalah hubungan antara sasaran. Tabel 8 Langkah selanjutnya untuk memperoleh nilai Perhitungan nilai eigen alternatif terhadap eigen dari matrik berpasangan untuk kriteria.444 juta total area perkebunan Indonesia mencapai metrik ton dengan nilai ekspor mencapai 3. kriteria dan pembobotan alternatif terhadap setiap alternatif dalam pemilihan strategi kriteria. Sebagian besar karet alam sangat besar. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia matematis dengan mengikuti langkah AHP. dan perhitungan nilai Eigen ditampilkan pada gambar 3. berikut.937 juta Pola kegiatan dalam industri karet hektar. pembobotan kriteria dilakukan perhitungan Struktur hirarki yang menggambarkan bobot alternatif. 9.272 juta ton. berikut. dengan perkebunan karet sebagai hektar. perkebunan rakyat mencapai 2. Perkembangan data tahun 2012 diekspor dengan total ekspor 2. Total produksi karet alam Indonesia pemasok bahan baku.2. Tabel 7 Perhitungan nilai eigen kriteria Hasil perhitungan secara keseluruhan dengan perbandingan berpasangan terhadap alternatif denagn menggunakan kriteria Pembobotan alternatif diperoleh bobot yang menunjukkan bobot Setelah dilakukan penghitungan alternatif strategi. Mengikuti langkah penggabungan pengembangan industri karet alam penilaian pakar. Oktober 2013 77 . diperoleh hasil penilaian alternatif dengan n = jumlah pakar menggunakan kriteria disajikan pada Tabel Xi = penilaian oleh 8.462 juta hektar dengan komposisi 7. No. pabrik karet yang Jurnal Inovisi™ Vol.

2012 Honggokusumo S. 2004 Remaja Rosdakarya. Bogor : ditentukan berdasarakn kriteria kemudahan IPB Press. diversifikasi produk (0. 10-12. Sistem and Products Exhibition.Teori dan Aplikasi Sistem Pakar industri lokal (0. Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia menghasilkan berbagai jenis karet alam.Rubber Sistem distribusi pada umumnya dilakukan Statistical Bulletin Vol. Makalah disampaikan pada Penyusunan Angka Proyeksi Ekspor Non Migas. 2003 Gapkindo. Departemen Pertanian. Pedoman 2010 Pengolahan Karet. 9.1220).3196). Usulan strategi pengembangan International Rubber Study Group. Management : Formulation. Mc Graw Hill Education. Roadmap Komoditas Karet 2006-2025. 2008 Nusantara III (Persero). Robinson RB. 2002 Direktorat Jenderal Perkebunan. No. Strategic (0.Pedoman Praktek. 1977 Saaty TL.205). Ilmu Sistem : Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. 60 No. Bhuana KS. No. Oktober 2013 . Proyeksi.2. Produksi. Integrated Rubber Industry: An International Journal Services Experience of PT Perkebunan Sciences. Jakarta. SWOT dan metode AHP secara berurut United Kingdom. 2-3. 2005 pelelangan. List of Members. Implementation and Control. Roadmap Komoditas Karet 2006-2025. Decision Making With The Analytic Hierarchy Process.5584) serta pertumbuhan penjualan Pearce JA. Pemilihan strategi dalam Teknologi Manajerial. 10 Januari 2011 78 Jurnal Inovisi™ Vol. Balai Penelitian Perkebunan Bogor. 64 No. Konsumsi. 2006 Direktorat Jenderal Perkebunan. 2012 Eriyatno. Bandung . Gabungan Pengusaha Karet Indonesia. Jakarta. 556). Badan Litbang Perdagangan.Rubber industri karet alam berdasarkan analisis Statistical Bulletin Vol. 1. International Rubber Study Group. Ekspor dan Harga Karet. Bogor. Proceedings of International Rubber Conference Suryadi K dan Ramdhani A.239) dan penyerapan Marimin. Bogor : IPB Press. Pendukung Keputusan. Jilid satu- Edisi Ketiga. Vol. melalui mekanisme pasar berjangka dan United Kingdom. 12th Daftar Pustaka edition. peningkatan mutu produk (0. 2010 adalah peningkatan pengetahuan (0. Departemen Pertanian. 1. 2005 pelaksanaan (0. Jakarta.