BAB I DASAR-DASAR LOGIKA

1.1 Pendahuluan Logika adalah suatu displin yang berhubungan dengan metode berpikir. Pada tingkat dasar, logika memberikan aturan-aturan dan teknik-teknik untuk menentukan apakah suatu argumen yang diberikan adalah valid. Berpikir logis digunakan dalam matematika untuk membuktikan teorema-teorema, dalam ilmu komputer untuk menguji kebenaran dari program dan untuk membuktikan teorema-teorema, dalam ilmu pengetahuan alam untuk menarik kesimpulan dari eksperimen-eksperimen, dalam ilmu pengetahuan sosial dan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan banyak masalah. hentinya menggunakan pemikiran yang logis. Dalam logika kita tertarik kepada benar atau salahnya dari pernyataanpernyataan (statemen-statemen), dan bagaimana kebenaran/kesalahan dari suatu statemen dapat ditentukan dari statemen-statemen lain. Akan tetapi, sebagai pengganti dari statemen-statemen spesifik, kita akan menggunakan simbol-simbol untuk menyajikan sebarang statemen-statemen sehingga hasilnya dapat digunakan dalam banyak kasus yang serupa. Tentu saja, kita tak henti-

1.2 Pernyataan Unit terkecil yang berhubungan dengan logika (proposisional) adalah kalimat. Kalimat-kalimat yang diperhatikan dalam logika bukan sebarang kalimat tetapi kalimat-kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya. Jenis kalimat ini disebut pernyataan atau statemen (statement). Setiap pernyataan adalah sebuah kalimat, tetapi sebuah kalimat belum tentu sebuah pernyataan. Hanyalah kalimat-kalimat yang bersifat “menerangkan sesuatu” (kalimat deklaratif) yang dapat digolongkan sebagai pernyataan. Akan tetapi, tidak semua kalimat yang menerangkan sesuatu dapat digolongkan sebagai pernyataan.

1

Jadi, pernyataan adalah kalimat deklaratif yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya. Istilah lain dari pernyataan adalah proposisi (propositions) atau kalimat tertutup. Jika sebuah pernyataan benar, maka pernyataan tersebut dikatakan mempunyai nilai kebenaran “benar”; jika sebuah pernyataan salah, maka nilai kebenarannya adalah “salah”. Contoh 1.1 Berikut ini adalah contoh pernyataan: (a) Bumi adalah bulat. (b) 2 + 3 = 5 . (c) Air adalah benda padat (d) Temperatur pada permukaan planet Venus adalah 8000F. (e) Matahari akan terbit besok pagi. Kalimat (a) dan (b) adalah pernyataan dengan nilai kebenaran “benar”. Kalimat (c) adalah pernyataan dengan nilai kebenaran “salah”. Kalimat (d) adalah kalimat deklaratif yang nilai benar atau salahnya kita tidak tahu pada saat ini.; akan tetapi pada prinsipnya kita dapat menentukan nilai kebenarannya sehingga (d) adalah pernyataan. Kalimat (e) adalah pernyataan karena bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya, meskipun kita harus menunggu sampai besok pagi untuk memastikan nilai kebenarannya. Contoh 1.2 Berikut ini adalah contoh bukan pernyataan: (a) Bukalah pintu itu! (b) Apakah anda dapat berbahasa Cina?. (c) x lebih besar dari 3 ( x adalah variabel yang menunjukkan bilangan). Kalimat (a) adalah perintah dan kalimat (b) adalah pertanyaan. Kalimat (c) bukan pernyataan karena nilai tertentu yang diberikan untuk x kita tidak dapat mengatakan apakah bernilai benar (lebih besar 3) atau salah (lebih kecil atau sama dengan 3). 2

y. Contoh 1.3 Pernyataan Majemuk dan Penghubung Logika 1. r . z . melambangkan variabel yang dapat diganti dengan bilangan riil dan variabel-variabel ini dapat dikombinasikan dengan operasi hitung +. ×.3 Berikut ini adalah contoh variabel pernyataan: p: 2+3= 5.1 Pernyataan Majemuk Kalimat-kalimat sederhana yang benar atau salah adalah dasar dari pernyataan. r: 2 adalah bilangan rasional.... dan ÷.1. 3 . Jadi. proposisi dan penghubung logika adalah unsur dasar dari logika proposisional. Dalam logika. Dalam matematika. artinya variabel yang dapat diganti dengan pernyataan. Nilai kebenaran dari sebuah pernyataan majemuk hanya bergantung pada nilai-nilai kebenaran dari variabel-variabel pernyataannya (komponenkomponennya) dan pada jenis penghubung logika yang digunakan.. q. huruf-huruf p. kita dapat mengkombinasikan variabel-variabel pernyataan dalam Contoh 1. huruf-huruf x. −. melambangkan variabel-variabel pernyataan.. Sebagai contoh.3. p. Pernyataan-pernyataan yang disajikan dengan huruf-huruf dinamakan sebagai pernyataan primitif. q dan r Variabel-variabel pernyataan dapat digabungkan dengan penghubungpenghubung logika untuk memperoleh pernyataan majemuk (compound statements). Kalimat-kalimat yang lebih besar dan kompleks dapat dikonstruksi dari pernyataan dasar dengan mengkombinasikannya dengan penghubung logika (connectives).. q : 2 adalah bilangan prima.3 dengan penghubung dan (and) untuk membentuk pernyataan majemuk 2 adalah bilangan prima dan 2 adalah bilangan rasional atau q dan r .

(False) Dalam membuat tabel kebenaran. Penghubung dengan prioritas lebih tinggi harus diselesaikan lebih dahulu. disjungsi (disjunction). implikasi (implication) . dan biimplikasi (biimplication).2 Penghubung Logika Ada lima jenis penghubung logika yang dapat dipakai untuk menggabungkan pernyataan-pernyataan menjadi pernyataan majemuk. dari lima penghubung logika.1 Jenis Penghubung Simbol Bentuk Tabel 1. konjungsi (conjunction). Tabel ini menyajikan nilai dari sebuah pernyataan majemuk untuk semua nilai yang mungkin dari variabelvariabel penyusunnya dan disebut tabel kebenaran (truth table). simbol dan bentuk Negasi (Not) Konjungsi (And) Disjungsi (Or) Implikasi Biimplikasi ¬ atau ~ ∧ ∨ tidak … …dan… …atau… Jika… maka… ⇔ …jika dan hanya jika… Prioritas dari penghubung-penghubung logika disajikan dalam Tabel 1.2 . Tabel 1.Hubungan dari nilai kebenaran pernyataan majemuk dan variabel-variabel penyusunnya dapat disajikan dengan sebuah tabel. Tabel 1.2 Penghubung Negasi (Not) Konjungsi (And) Disjungsi (Or) Implikasi Biimplikasi Prioritas 5 4 3 2 1 4 . yaitu: negasi (negation).1 menyajikan jenis. ditulis “T” untuk benar (True) dan “F” untuk salah. 1.3.

4 F T Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut: (a) p: 2+3>5 (b) q : 5 − 2 = 3 (c) r : Hari ini hujan Penyelesaian: (a) ¬p : 2 + 3 ≤ 5 (b) ¬q : 5 − 2 ≠ 3 (c) ¬r : 2. dan jika bernilai benar. jika p p bernilai salah. Negasi (ingkaran) dari p adalah pernyataan tidak p . Tabel 1. Konjungsi Misalkan Hari ini tidak hujan.Untuk mereduksi jumlah tanda (simbol) dan bentuk digunakan perjanjian “Tanda kurung dapat dihilangkan apabila pernyataan dapat dikonstruksi dengan prioritas penghubung”. yang dilambangkan dengan p ∧ q . maka ¬p atau ~ p . 5 . 1. p dan q adalah pernyataan.3. Jadi. Tabel kebenaran p ∧ q disajikan dalam Tabel 1. Konjungsi dari p dan q adalah pernyataan majemuk “ p dan q ”. Pernyataan majemuk p ∧ q bernilai benar jika p dan q keduanya benar. Negasi Misalkan p sebuah pernyataan. yang dilambangkan dengan bernilai benar.3 p ¬p T F Contoh 1. Pernyataan majemuk p ∧ q bernilai salah jika salah satu p atau q salah. maka ¬p ¬p bernilai salah. Tabel kebenaran ¬p relatif terhadap p disajikan dalam Tabel 1.4. atau p dan q keduanya salah.

Tabel kebenaran p ∨ q dan p ∨q disajikan dalam Tabel 1.4 p T T F F q T F T F p∧q T F F F Contoh 1. kadang-kadang ditulis “dan/atau”. 6 . Pernyataan majemuk p ∨ q bernilai benar jika salah satu p atau q benar atau kedua-duanya benar. Pernyataan majemuk p∨q bernilai benar jika salah satu benar tetapi tidak keduanya p atau q benar. Sedangkan kata ”atau” dalam arti eksklusif dilambangkan dengan ∨ . Penyelesaian: (a) (b) (c) p ∧ q : 2 + 3 > 5 dan 5 − 2 = 3 p ∧ q : − 3 > −7 dan 3<5 p ∧ q : 2 adalah bilangan prima dan 2 < 4 (F) (T) (T) 3.5 Bentuklah konjungsi dari p dan q : (a) (b) (c) p: 2+3>5.Tabel 1. p : − 3 > −7 .5. Dalam praktek. yang dilambangkan dengan p ∨ q . Disjungsi Disjungsi (inklusif) dari pernyataan-pernyataan p dan q adalah pernyataan majemuk “ p atau q ”. q: 5−2 = 3 q: 3<5 q: 2< 4 p: 2 adalah bilangan prima.

6. Tabel kebenaran p Tabel 1. maka q ”.6 p q p q T T F F T F T F T F T T 7 . p ∨ q : 2 + 3 ≠ 5 atau 5 < 3 q: 2 adalah bilangan rasional. p ∨ q : 2 adalah bilangan prima atau 4.Tabel 1. Penyelesaian: (F) 2 adalah bilangan rasional (T). bernilai benar. Pernyataan p disebut hipotesis atau anteseden (antecedent) dan q disebut konklusi atau konsekuen (consequent). yang dilambangkan dengan p q disebut pernyataan bersyarat atau implikasi. p q disajikan dalam Tabel 1.5 p q p∨q p∨q F T T F T T F F Contoh 1. Pernyataan majemuk “jika p . Implikasi Misalkan p dan q adalah pernyataan.6 Bentuklah disjungsi dari p dan q : (a) (b) (a) (b) p : 2 + 3 ≠ 5. Dalam kemungkinan lainnya. q : 5 < 3 p: T F T F T T T F 2 adalah bilangan prima. Pernyataan majemuk p bernilai salah jika q q p benar dan q salah.

7.7 Tulislah implikasi dari p dan q : a) b) p: p: Saya lapar. Biimplikasi p ⇔ q juga dinyatakan sebagai p adalah syarat perlu dan cukup untuk q . (a) Jika p . q: Saya akan makan q: 2< 4 2 adalah bilangan prima. pernyataan-pernyataan berikut merupakan bentuk yang ekuivalen. Penyelesaian: a) Jika saya lapar. Biimplikasi (ekuivalensi) Misalkan p dan q adalah pernyataan. p hanya jika q . (b) p mengimplikasi q . maka q . (c) Jika p . Dalam matematika (praktek). Pernyataan p dan q keduanya benar atau keduanya majemuk p ⇔ q bernilai benar jika salah. yang dilambangkan dengan ekuivalensi. (d) q jika p .Contoh 1. maka 2<4. Pernyataan majemuk “ p jika dan p ⇔ q disebut biimplikasi atau hanya jika q ”. artinya jika salah satu benar maka semua yang lain juga benar dan jika salah satu salah. (f) q adalah syarat perlu untuk p . 5. semua yang lain juga salah. (g) q bilamana saja p . (e) p adalah syarat cukup untuk q . (d) q. maka saya akan makan b) Jika 2 adalah bilangan prima. Tabel kebenaran p ⇔ q disajikan dalam Tabel 1. 8 .

Tabel 1. n kolom pertama dari tabel kebenaran diberi label variabel-variabel pernyataan komponen. Penyelesaian: Misalkan p adalah pernyataan 3 < 4 dan q adalah pernyataan 4 − 3 > 0 . q dan r )) r . Karena p dan q keduanya bernilai benar. maka 2 n unsur yang diperlukan dalam tabel kebenaran s . Tabel kebenaran ini dapat dikonstruksi secara sistematis dengan langkah-langkah sebagai berikut: Langkah 1. 9 berikutnya. Secara keseluruhan terdapat 2 3 = 8 kombinasi yang mungkin dari nilai-nilai untuk p . Jika pernyataan majemuk akan ada s memuat n pernyataan komponen . masing-masing pernyataan secara independen bisa bernilai benar atau salah.7 p q p⇔q T T F F T F T F T F F T Contoh 1.8 Apakah biimplikasi berikut benar? 3 < 4 jika dan hanya jika 4 − 3 > 0. p ⇔ q bernilai benar. Pernyataan majemuk s: memuat tiga pernyataan p (q ∨ ( p p . q dan r . Kolom-kolom selanjutnya dikonstruksi untuk semua kombinasi-kombinasi pernyataan terakhir untuk pernyataan yang ditanyakan. sebuah pernyataan majemuk mungkin mempunyai banyak bagian komponen. masing-masing dari komponen ini merupakan pernyataan yang disajikan dengan variabel-variabel pernyataan. maka disimpulkan bahwa Secara umum. dan tabel kebenaran untuk s harus memberikan nilai benar atau salahnya s dalam semua kasus. dan kolom .

9 Buatlah tabel kebenaran untuk pernyataan-pernyataan majemuk berikut: a) b) ¬( p ∧ ¬ q) (p q ) ⇔ (¬ q ¬p) Penyelesaian: Tabel kebenaran berikut dikonstruksi menggunakan ketiga langkah di atas. Untuk setiap baris kita memperhitungkan (dalam urutan) semua nilai kebenaran sisanya.Langkah 2.9 p T T F F q T F T F p q ¬p F F T T ¬q F T F T ¬q ¬p (p q) ⇔ (¬q T T T T ¬p) T F T T T F T T 10 . Terhadap masing-masing n bagian atas pertama. pernyataan komponen s .8 ¬q F T F T p ∧ ¬q F T F F ¬( p ∧ ¬ q) T F T F b) Tabel 1. a) p T T F F q T F T F Tabel 1. Contoh 1. kita tulis 2n kemungkinan kemungkinan ( n-tuple) nilai-nilai kebenaran dari n-tuple ditulis pada baris Langkah 3. Masing-masing terpisah.

a) b) ( p ∧ q) p (( p ∨ q ) ∧ ¬ p ) q Penyelesaian: a) Tabel 1.1 Tautologi Definisi 1.4.4 Tautologi.10 Menggunakan tabel kebenaran .11 p T T F F q T F T F p∨ q T T T F ¬p F F T T ( p ∨ q) ∧ ¬p F F T F (( p ∨ q ) ∧ ¬ p ) T T T T q 11 .1 Sebuah pernyataan majemuk disebut tautologi jika pernyataan tersebut selalu bernilai benar untuk semua nilai yang mungkin dari pernyataanpernyataan komponennya.10 p T T F F b) q T F T F p∧q T F F F ( p ∧ q) T T T T p Tabel 1. Contoh 1. Kontradiksi dan Kontingensi 1. tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan berikut adalah tautologi.1.

2 Sebuah pernyataan majemuk disebut kontradiksi jika pernyataan tersebut selalu bernilai salah untuk semua nilai yang mungkin dari pernyataanpernyataan komponennya.13 F F T T p T T F F q T F T F p∧q T F F F ¬p F F T T ( p ∧ q) ∧ ¬p F F F F Negasi dari sebuah tautologi adalah kontradiksi.4.11 Menggunakan tabel kebenaran . dan sebaliknya. Tabel 1.1. tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan berikut adalah kontradsiksi.12 ¬p Penyelesaian: p ∧ ¬p F F F F Tabel 1. Istilah lain dari kontradiksi adalah mustahil (absurdity). 12 . Contoh 1.2 Kontradiksi Definisi 1. a) b) a) p T T F F b) p ∧ ¬p ( p ∧ q) ∧ ¬p .

bergantung pada nilai-nilai kebenaran dari variabel-variabel pernyataannya. Contoh 1.1.4. tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan berikut adalah kontingensi.15 p T T F F q T F T F p T F T T q p∨q T T T F (p q) ∧ ( p ∨ q) T F T F 13 .14 q∧ p T F F F p (q ∧ p ) T F T T b) Tabel 1.3 Kontingensi Definisi 1.3 Kontingensi (contingency) adalah sebuah pernyataan majemuk yang dapat bernilai benar atau salah. a) b) p (q ∧ p ) (p q) ∧ ( p ∨ q) Penyelesaian: a) p T T F F q T F T F Tabel 1.12 Menggunakan tabel kebenaran .

maka hari tidak hujan. : Jika hari tidak hujan. Kontraposisi dan Invers Jika p q adalah sebuah implikasi. maka saya tidak basah kuyup. : Jika saya basah kuyup. q . q adalah Kontraposisi/Kontrapositif (contrapositive) dari p (¬ q ) (¬ p ) .1 Implikasi Logis Jika p q tautologi. Invers (inverse) dari p Contoh 1. kontrapositif dan invers dari implikasi-implikasi berikut: a) x positif c) x=3 x2 positif x bilangan bulat ganjil. : x bukan bilangan bulat ganjil : x ≠3 x≠3 x bukan bilangan bulat ganjil. : x bilangan bulat ganjil x = 3. b) Jika hari hujan. Tulislah konvers.1. Penyelesaian: a) Konvers Kontraposisi Invers b) Konvers Kontraposisi Invers c) Konvers Kontraposisi Invers : x2 positif : x2 tidak positif : x tidak positif x positif. x2 tidak positif. Dilambangkan dengan p → q dan dibaca “ p implikasi 14 .5 Konvers. maka hari hujan. : Jika saya tidak basah kuyup.6. x tidak positif. yaitu: maka terdapat beberapa pernyataan yang berhubungan dengan p Konvers (converse) dari p q adalah q p.6 Implikasi Logis dan Ekuivalensi Logis 1. maka saya basah kuyup. maka p q selalu bernilai benar untuk semua nilai p dan q yang mungkin. 1.13 q adalah (¬p ) (¬ q ) .

16 (p p q) p T T F F q T F T F p∧q T F F F ( p ∧ q) T T T T p Jadi. Artinya p → q digunakan apabila pernyataan p selalu mengimplikasi pernyataan q tanpa memperhatikan nilai dari variabel-variabel penyusunnya.17 p T T F F q T F T F ¬p F F T T p T F T T q ¬p (p q) T T T T Jadi.14 Menggunakan tabel kebenaran. ( p ∧ q ) → p b) Tabel 1. ¬p → ( p q) .logis q ”. Contoh 1. tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan majemuk berikut adalah tautologi : a) ( p ∧ q ) b) ¬p Penyelesaian: a) Tabel 1. 15 .

19 p T T F F q T F T F ¬p F F T T ¬q F T F T p∧q T F F F ¬(p∧q) F T T T (¬p) ∨ (¬q) ¬( p ∧ q ) ⇔ (¬p) ∨ (¬q ) F T T T T T T T Jadi.4 Dua pernyataan s1 dan s2 dikatakan ekuivalen logis (ekuivalen) dan ditulis s1 ↔ s2 (dibaca “ s1 ekuivalen logis dengan s2 ”) atau s1 ≡ s2 (dibaca “ s1 ekuivalen dengan s2 ”) jika s1 dan s2 selalu bernilai sama (artinya s1 ⇔ s 2 tautologi). 16 . ¬( p ∧ q) ↔ (¬p ) ∨ (¬q ) atau ¬( p ∧ q) ≡ (¬p ) ∨ (¬q ) . ¬(¬p ) ↔ p atau ¬(¬p ) ≡ p . Contoh 1.1.15 Menggunakan tabel kebenaran.6. Penyelesaian: a) p T T F F ¬p Tabel 1.18 ¬(¬p ) ¬(¬p ) ⇔ p F F T T T T F F T T T T Jadi. tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan majemuk berikut adalah tautologi : a) ¬(¬p ) ⇔ p b) ¬( p ∧ q ) ⇔ (¬p) ∨ (¬q ) . b) Tabel 1.2 Ekuivalensi Logis Definisi 1.

20 adalah identik.21 menyajikan tabel kebenaran q (kolom 3). q. maka disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan p q dan (¬q ) (¬p ) adalah ekuivalen.2 Pernyataan-pernyataan p Bukti: Tabel 1.1 Pernyataan-pernyataan p Bukti : Tabel 1. kontrapositif dari sebuah implikasi selalu ekuivalen dengan implikasi semula.21 untuk membandingkan nilai q dan (¬p ) ∨ q adalah ekuivalen.Teorema 1.20 p T T F F q T F T F p T F T T q ¬q F T F T ¬p ( ¬q ) ( ¬p ) F F T T T F T T Karena kolom 3 dan kolom 6 dari Tabel 1. Tabel 1.19 berikut menyajikan tabel kebenaran untuk membandingkan nilai (¬q ) (¬p ) dan nilai p q dan (¬q ) (¬p ) adalah ekuivalen. Jadi. Teorema 1. Tabel 1. (¬p ) ∨ q (kolom 5) dan nilai p p T T F F q T F T F p T F T T q ¬p F F T T (¬ p ) ∨ q T F T T 17 .

a) Mobilmu tidak kehabisan bensin. f) Jika Romi terlambat ke pesta. q dan r adalah pernyataan-pernyataan tentang segitiga ABC berikut: p dan q dan p : Segitiga ABC samakaki. r : Segitiga ABC sama siku-siku. b) 3 + 4 ≤ 7 c) Surabaya adalah kota besar di Indonesia. q : Segitiga ABC sama sisi. 4. 2. Misalkan p dan q adalah pernyataan-pernyataan p : Mobilmu kehabisan bensin. Manakah diantara kalimat-kalimat berikut yang termasuk pernyataan? a) Apakah 3 sebuah bilangan positif? b) 3 + 5 = 7 c) Pada tahun 2004 Susilo Bambang Yudoyono menjadi presiden RI. Misalkan p . b) Kamu tidak dapat mengemudikan mobilmu jika mobilmu kehabisan bensin. q : Kamu tidak dapat mengemudikan mobilmu. d) Bukalah pintu itu! e) 2 x − 1 = 0 . d) Semua mahasiswa rajin belajar. 3. Tulislah pernyataan-pernyataan berikut menggunakan penghubung logika. c) Mobilmu tidak kehabisan bensin jika kamu dapat mengemudikannya. d) Jika kamu tidak dapat mengemudikan mobilmu. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut : a) Harga buah apel tidak mahal di Malang.Soal-soal Latihan 1 1. maka Yuli akan marah sekali. maka mobilmu kehabisan bensin. 18 .

d) Jika 2 x5 = 10 . Pilih pernyataan yang merupakan negasi dari pernyataan “3 bilangan genap dan -4 bilangan negatif”. c) Jika 4 > 2 . maka 1 + 3 = 4 . b) Jika manusia dapat terbang. b) 3 ≥ 4 dan 4 bilangan bulat positif. d) 3 ≥ 4 dan 4 bukan bilangan bulat positif. maka 1 + 0.3 bilangan bulat. c) 3 bukan bilangan genap dan -4 bukan bilangan negatif. d) 3 bilangan genap atau -4 bukan bilangan negatif. maka kuda dapat terbang. Tentukan nilai kebenaran dari implikasi-implikasi berikut: a) Jika 0. 7. a) 3 bilangan genap dan -4 bukan bilangan negatif. c) 3 < 4 dan 4 bukan bilangan bulat positif. b) 3 bukan bilangan genap atau -4 bukan bilangan negatif. maka 1 + 2 = 3 . Misalkan p dan q adalah pernyataan-pernyataan primitif sehingga implikasi p q salah. Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan majemuk berikut: a) 3 < 4 dan 4 bilangan bulat positif.Terjemahkan dan tentukan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan majemuk berikut : a) p b) ¬q q ¬p d) r e) r p ¬p . 6. 8. c) p ∧ ¬q 5. Tentukan nilai kebenaran untuk a) p ∧ q b) ¬p ∨ q c) q d) ¬q p ¬p 19 .3 = 3 .

q dan r dan penghubung logika. maka saya akan tinggal di rumah. 13. 11. d) Jika saya tidak belajar matematika. q dan r adalah pernyataan-pernyataan berikut: p : Saya akan belajar matematika. 12. b) Jika 2 + 2 = 4 . f) Jika saya mempunyai cukup uang. Tentukan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan dalam soal (10). maka saya tidak dalam keadaan baik. q : Saya akan pergi ke toko buku. maka 1 + 2 = 3 . Tentukan nilai kebenaran jawaban soal (10). Konstruksikan tabel kebenaran untuk setiap pernyataan majemuk berikut: a) p b) ( p (q q) r) r p c) ( p ∧ q ) d) q ⇔ (¬p ∨ ¬q ) 10. q dan r adalah pernyataan-pernyataan berikut: p : Saya akan belajar matematika. b) Saya tidak akan pergi ke toko buku dan saya akan belajar matematika. d) Jika x bilangan prima. maka saya akan pergi ke toko buku. Misalkan p . c) Saya akan pergi ke toko buku hanya jika saya tidak belajar matematika. kontrapositif dan invers dari implikasi-implikasi berikut: a) Jika hari ini hujan. a) Jika saya tidak dalam keadaan baik. 20 . maka saya bukan gubernur Jawa Timur.9. e) Jika saya mempunyai waktu dan saya tidak lelah. maka x tidak mempunyai pembagi selain 1 dan x sendiri . r : Saya dalam keadaan baik. maka saya akan ke toko buku. 13. c) Jika 4 > 2 . Misalkan p . maka saya akan membeli mobil dan saya akan membeli rumah. Tulislah pernyataan-pernyataan berikut dalam p . Nyatakan konvers.

kontradiksi atau kontingensi. q. q (q p) . tunjukkan bahwa implikasi-implikasi berikut adalah tautologi. b) c) d) r ¬r ( p ∨ q) .q : Saya akan pergi ke toko buku. r : Saya dalam keadaan baik. a) b) c) d) f) g) h) i) p ( p ∨ q) . (¬q ∨ p) . 16. Tunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan berikut adalah kontradiksi a) p ∧ (q ∧ ¬p ) 21 . Tentukan tabel kebenaran dari pernyataan-pernyataan berikut: a) ( p ∨ ¬q ) b) c) d) e) q. 14. r. i) [p ∧ (p q)] q. q. ¬p . ¬( p ∨ q) ¬( p [p ∧ (p ¬p . Tulislah kalimat-kalimat yang berhubungan dengan pernyataan-pernyataan berikut: a) ¬p ∧ q . f) g) h) ¬p p (p (q q) r) . ( q ∧ ¬p ) ⇔ r . (q ∧ p) ¬( p ∨ ¬q ) q ⇔ ( ¬p ∨ ¬q ) ¬( p ∧ q ) ⇔ (¬p ∨ ¬q ) . p. j) [( p q) ∧ (q r )] (p r) 15. Menggunakan tabel kebenaran. Pernyataan-pernyataan manakah dalam Soal (14) yang merupakan tautologi. ¬p . q )] q. r )] [( p ∨ q ) r] q) [( p ∨ q ) ∧ ¬p ] [¬ q ∧ ( p [( p [( p q )] q ) ∧ ¬q ] r ) ∧ (q 17.

tunjukkan bahwa s dan t ekuivalen jika a) b) c) d) e) s : ¬( p ∨ q ) s : ¬( p s: p q q) t : ¬p ∧ ¬q . b) ( p ∧ q ) c) ¬( p 22 . [( p ∧ r ) ∨ (q ∧ ¬r )] ⇔ [(¬p ∧ r ) ∨ (¬q ∧ ¬r )] . q) . tunjukkan bahwa pernyataanpernyataan berikut tautologi a) p ( p ∨ q) . Menggunakan tabel kebenaran. 20. r) . Menggunakan tabel kebenaran. s : ¬( p ⇔ q ) t : ( p ∧ ¬q ) ∨ ( q ∧ ¬ p ) . Tanpa menggunakan tabel kebenaran. tunjukkan bahwa s dan t ekuivalen jika a) b) c) d) e) s : ¬[ p ∨ (q ∧ r )] s: p (q ∧ r ) t : (¬ p ∧ ¬ q ) ∨ (¬ p ∧ ¬ r ) t : (p t : (p t : ¬r q) ∧ ( p r ) ∧ (q (p r) . 19. 18. s: p⇔q t : (p q ) ∧ (q p) . t : p ∧ ¬q . t : (p q) ∧ (q p) .b) (¬p ∨ ¬q ) ∨ p c) d) p ⇔ ( q ∧ ¬p ) . ¬q . s : ( p ∨ q) s: p r (q ∨ r ) s : ( p ∧ q) r t : ¬( p ∧ q) ∨ r ) . (p q) q) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful