You are on page 1of 102

ANU

Putu Wijaya

Lakon

Pementasan harus seizin pengarang Teater Mandiri Jakarta, Astya Puri 2 N0 A09, Jl. Kertmaukti, Cirendeu, Jakarta Selatan 15417, Indonesia, Tel/fax 021-7444678, 081514002510

SEJUMLAH ORANG SELAIN TAMPAK DI MANA-MANA, MEMASANG KUPING PERASAAN DAN PIKIRANNYA, MENANGKAP BUNYI DAN GERAK DI SEKELILING DENGAN KEMERDEKAAN UNTUK MENGARTIKAN, MENGARAHKAN JUGA MEMANCING UNTUK KEPENTINGAN MEREKA, KEPENTINGAN PIHAK LAIN ATAU KARENA ISENG SEHINGGA ORANG TAK MUNGKIN LAGI BERBICARA DENGAN WAJAR.

BABAK I
SEJUMLAH ORANG ADA DI PINGGIR JALAN. MEREKA BERCAKAP SATU SAMA LAIN. KEMUDIAN SESUATU MENARIK PERHATIAN MEREKA SEHINGGA MEREKA MEMUSATKAN KESIBUKANNYA KE ARAH ITU. WAKTU ITULAH AZWAR MULAI MENGHASUT MOORTRI SEMENTARA MOORTRI MENCOBA MENGINSAFKAN AZWAR. SABAR YANG CACAD KAKI, DUDUK DI BATU MENUNGGU SAMBIL MENEKAN PERASAAN. AZWAR Jadi Anu telah anu, anu sudah anu, bahkan anu benar-benar anu, tidak bisa anu lagi, di mana-mana anu, setiap orang sudah anu, padahal belum lama berselang anu kita masih anu, si Anu, si Anu, belum anu dan anu, anu, anu masih sempat dianukan oleh Anu, tapi sejak anu kita anu dia benar-benar sudah anu dan kita pun sudah lebih anu, bagaimana mungkin kita anu atau menganukan anu kita. Karena itulah aku peringatkan berkali-kali dan sekarang untuk penghabisan kali jangan anu-anu lagi ! Anu sudah terlalu anu, hentikan sekarang ! Kalau tidak kita pasti akan anu ! Akibatnya anu-anu-anu-anu-anu dan anu-anu-anu-anu, bahkan mungkin akan anu-anu-anu-anu-anuanuanuanuanuanu, akhirnya anu kita benar-benar akan anu, berat ! Karena itu jalan satu-satunya, semua anu kita harus dianukan, supaya tidak ada lagi anu yang anu ! Jadi anu-anu-anu-anu, anu-anu-anu-anu harus ANU ! dan anu-anu-anu bahkan anupun harus ANU ! sebab A-N-U tidak boleh kurang dari anu atau lebih dari anu ! Dia harus A, sekali lagi A ! dan N, sekali lagi N ! dan U, sekali lagi U ! A-N-U ! Anu kita adalah Anu ! tidak ada anu lain, barang siapa anu pasti tidak boleh tidak otomatis akan anu ! Atau akan dianukan ! Paling banter akn ter-anu ! Sebab anu-anu-anu, anu-anu-anu akan berakibat ANU tidak lagi ANU tetapi (berbisik) atau (berbisik) atau (berbisik) dan (berbisik) dan (berbisik) jadi (berbisik). Apa boleh buat ! MOORTRI Sebentar ! (berpikir)

SIBUK MENCARI SESUATU. AZWAR MENUNGGU AZWAR Apa sih ? MOORTRI Anu ....... Ya, sudah ! Terus !

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

2

AZWAR Mengerti tidak ? MOORTRI Eeeeeee...... LAMA MENIMBANG AZWAR Jadi ANU tidak lagi ANU tetapi menjadi (berbisik-bisik) MOORTRI Ya ! Pa, ya ! Terus ! AZWAR (berbisik-bisik) atau, atau, atau, atau....... (berbisik dan melukiskan dengan gerak tangan) .... pokoknya ANU tidak lagi (berbisik lama) MOORTRI (berpikir lama) Ya, terus ? (menunggu serius) Tidak ada terusnya ? AZWAR Ya begitu itu ! MOORTRI Ahhhhh ! (menarik nafas) Ya. Tapi begini ...... (berpikir keras) AZWAR Begini bagaimana ! MOORTRI Apa semuanya itu nantinya tidak mungkin akan anu ! (melukiskan dengan gerak) Ya kan !

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

3

AZWAR (cepat) Sedikit ! Tapi tidak jadi soal. MOORTRI Soalnya anu. Kita ini (berbisik) anu kita ! Ya kan ! AZWAR Jangan khawatir ! Beres ! MOORTRI Lho, kita bukannya anu, tapi mbok anu sedikit (menggambarkan sesuatu yang pelik), kita kan tenang-tenang, ya kan ? AZWAR Tidak bisa ! Anu harus Anu ! MOORTRI Ya memang, ya, ya, ya itu ! Tapi ....... anu, anu, kita harus ingat, ingat, ingat anu itu ! (melirik orang banyak lalu memperlihatkan sesuatu dan cepat menyembunyikan lagi) AZWAR Tidak mungkin. MOORTRI Lho, kita kan harus hati-hati, ya kan ?! (mengoper sesuatu ke tangan Azwar, Azwar melihat lalu cepat mengembalikannya) AZWAR Nggak ! Nggak bisa, kita harus anu, anu, anu ! Sekarang juga ! MOORTRI Ya, itu memang, memang, harus, pasti, pasti, tidak boleh tidak, tapi. Lho, ya kan ? Harus ingat (berbisik-bisik dan melukiskan sesuatu) Ah ? (ketawa) AZWAR Tidak bisa !

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

4

(marah) Pokoknya kita harus anu, ANU ! MOORTRI Ssssttt ! Wahhh selalu terburu nafsu. Sabarlah sedikit. Takkan lari gunung dikejar. Apa kita sudah yakin nanti, lho yakin tidak dulu ? Yakin tidak ? AZWAR Siapa tidak yakin ? MOORTRI Ya, yakin kan ! AZWAR Siapa tidak yakin boleh mundur sekarang, sebelum jadi musuh ! MOORTRI Nah itu ! Di sini, di sini cacadnya kita sedikit, terus terang saja, ini kritik membangun. AZWAR Sekarang tidak ada waktu buat kritik. Kita harus cepat, cepat, ketat, tepat ! MOORTRI Ya, boleh, boleh setuju, tapi ingat hitam di atas putih, praktek selalu menyimpang dari teori. AZWAR Ah prek ! Pokoknya kita maju ! Maju !! MOORTRI Wah, wah, wah jadi anu sekarang ! AZWAR Biar tolol, biar pendidikan rendah, biar kurang (berbicara tak jelas) tai semua. Sekarang keberanian. Kita bukan batu ! MOORTRI Lha memang, memang itu, itu tidak perlu dibuktikan lagi, tapi........ AZWAR Tidak ada tetapi ! Pokoknya ! MOORTRI Lalu bagaimana tanggung jawab kita ? AZWAR Ah prek tanggung jawab ! MOORTRI

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

5

Resiko ? AZWAR Ah prek ! MOORTRI Masa depan ? AZWAR Prek-prek-prek ! MOORTRI Jangan begitu kita, jangan anu ! AZWAR Pokok ini kesempatan. Ya atau tidak ? MOORTRI (gembira) Wah, tegas sekali ! Tapi jalan pikiran itu ...... ah, sulit, sulit, sulit ! AZWAR Kebetulan ! MOORTRI Jadi kita akan menjerumuskan diri ?! AZWAR Tidak ada jalan yang aman kalau mau sukses ! MOORTRI Nah di sini, di sini (mencari kalimat untuk merumuskan, kelihatannya sulit sekali) AZWAR Di sini apa ? MOORTRI Ck-ck-ck. (berpikir keras, berbicara dengan cermat) Dalam menghadapi masalah kita harus menempatkan pada proporsi yang sebenarnya, jangan anuanuanuanuanuanu terus. AZWAR Anuanuanuanuanu apa ? MOORTRI Jangan, jangan !

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

6

diteropong dari segala segi dan sudut. pepetkan. diuraikan satu per satu dengan telaten. AZWAR Itu dia apa ? Kita sudah tertinggal kita harus meloncat sekarang juga dengan langkah besar ! (memberikan contoh yang salah terhadap sesuatu) Jangan ! Itu kuno ! (memberikan contoh yang dianggapnya betul) Begitu harusnya sekarang ! MOORTRI (memikirkan dalam lalu) Sesudah mengadakan perhitungan tapi ! AZWAR Sudah ! MOORTRI Kapan ? AZWAR Sudah ! MOORTRI Kapan ? AZWAR Ahhh tidak perlu gembar-gembor. tahan sebentar. simpulkan. anu. uji lagi. selidik. coba sedikit. mengadakan kritik-kritik membangun.(terus berpikir dan akhirnya mencoba merumuskan ternyata lancar) Lihat baik-baik. pikir. perhitungkan segala kemungkinan. diubah. kalau perlu bedah cabut sampai ke akar-akarnya. berdiskusi. jangan malu mundur kalau keliru. bandingkan. jangan hantam kromo atau pukul rata saja. dibongkar lagi. bertanya. meragukan. analisa. anu baru yaaaaaaaaaaaaak !! Itu dia ? SALAH SEORANG DI ANTARA ORANG BANYAK ITU MENOLEH DENGAN TERSENYUM DAN MEMBERI ISYARAT SSSSSTTT ! AZWAR MERENDAHKAN SUARANYA. keistimewaan dan kelain-kelainan. bolak-balik. MOORTRI Nah ! AZWAR Nah apa ? MOORTRI Kapan? AZWAR Kapan? MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 7 . anu.

harus jelas (memberi contoh yang kabur) AZWAR Ahh ! Terlalu ! Tele-tele ! MOORTRI Lho ini demi perbaikan kita sendiri. itu kualat namanya. AZWAR BAJINGAN ! MOORTRI Sssttt ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 8 . kapan dan bagaimana dan apa. wah ! AZWAR Kita terlalu lama tinggal di pulau. pikiran kita sumpet. MOORTRI Wah. AZWAR Siapa ? MOORTRI Guru kita ! AZWAR Guru siapa ? MOORTRI GURU KITA ! Mas G ! AZWAR Ah prek ! Bajingan ! MOORTRI Sssttt ! Jangan begitu. MOORTRI Wah.Mana. wah itu sudah seperti Guru. wah. Kita pikir kita memelihara adat ? Tapi sebenarnya kita tenggelam di sumur tua ! Hah adat ! Adat kita INI !! Kita harus ehhhhhhhhhhhh ! AZWAR MENGGERAM. F (bermaksud memberi contoh tapi cepat dipotong Azwar) AZWAR Kita terlalu lama tinggal di rumah. ORANG DALAM KELOMPOK ITU KEMBALI MEMPERINGATKAN SSSTTT ! MOORTRI MERENDAHKAN SUARANYA. di mana.

BEBERAPA ORANG MEMPERHATIKAN MEREKA. MOORTRI Mengakui kenyataan ? AZWAR Kita mengakui kenyataan ! MOORTRI Pengalaman adalah pengalaman kita ! AZWAR Kita tahu ! MOORTRI Segala sesuatu yang pernah benar-benar terjadi adalah pengalaman ya kan ? AZWAR Ya memang ! MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 9 . SEHINGGA MEREKA TERPAKSA BERPURA-PURA SESUATU SAMPAI MEREKA LUPUT DARI PERHATIAN. Mas G pernah jadi guru kita. AZWAR Kita jujur. Sudah ini ! AZWAR Biar ! MOORTRI Bagaimana juga. AZWAR Guru apa ? MOORTRI Kita harus jujur. AZWAR Bajingan ! MOORTRI Ssst ! Lho kenapa ? AZWAR Pokoknya bajingan ! MOORTRI Kita bisa kualat.

Itulah ! AZWAR Itulah bagaimana ? MOORTRI Nah itulah pengalaman kan ? AZWAR Pengalaman bagaimana ! MOORTRI (berbisik) Bahwa Guru sudah berjasa kepada kita! AZWAR Uuueeek ! (berlagak muntah) MOORTRI (mengalihkan soal) Pengalaman kita. dulu kapan ! Kita membangkang. dulu. kita tidak pernah menurut perintahnya. Kembali ke Moortri) Tidak ada waktu lagi ! MOORTRI Nah itu sekarang. ya kan ? AZWAR Dulu. memang. Guru ! Hah ! (mendekati Sabar) Pukul berapa ? (Sabar memperlihatkan jam. ya kan ? AZWAR Kita tidak pernah mengakui dia sebagai Guru. yang lain semua seperti tepung ! MOORTRI Memang. Azwar agak panik. Hanya kita yang berani membantah. tapi siapa membela dia ketika pihak ketiga mau mengeroyoknya ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 10 . sesudah kita berpisah. dulu ? Na. sekarang kita katakan begitu. kita sudah pernah menjadi muridnya selama bertahun-tahun. naaaahhhh ! AZWAR Dari dulupun kita tidak pernah merasa jadi muridnya. itu hanya taktik ! MOORTRI Sekarang taktik memang. tapi dulu dulu.

sabar. tidak melihat persoalannya dalam setiap kejadian-kejadian yang pernah kita lewati bersama sendiri-sendiri. getuk lendre menyebabkan lamban. bukan kemarin. Paham ? Tidak bukan ? Selamanya begitu ! Bagaimana memisahkan dia yang benar dan dia yang bajingan ! MOORTRI Benar ? Benar dalam soal menyebarkan klenik ? AZWAR Nah ! Jadi kita sendiri menganggap anu itu klenik ? Apa yang kita cari di atas dunia ini lama-lama kalau kita menganggap bahwa anu itu klenik ? Kita sudah lapuk. membela dia sebagai manusia. sabar. tumpul dan lemah otak. Tidak. karena dia benar bukan sebagai murid yang membela guru dengan membabi buta. Kita bukan anu. karena ternyata kita tetap tolol dari dulu sampai sekarang. sekarang ! Sabar. harus dipermak. Semua itu karena kita yang paling cinta kepadanya ! Ya kan ?! AZWAR Ah kkkhhhhk ! MOORTRI Siapa yang pontang-panting mencari polisi. kita harus melihat persoalan dengan jujur. terasi. kita membela dia karena dia benar. masih cukup jujur. Sekarang ! Bukan besok. tempe. waktu itu dia benar. kecap. tenang ! AZWAR Anu tidak bisa kalau kita tidak anu. siapa yang berdiri paling depan menantang musuh? (menirukan) BUNUH DULU KAMI SEBELUM MEMBUNUH ORANG LEMAH YANG TIDAK BERSALAH ! Siapa ? Nah ! AZWAR Dengar ! Biar jelas. Kita anu ! Kita harus yaaaaaaaaaaaaaak ! Sekarang. Baik. MOORTRI Ssssstt ! Tenang. ORANG BANYAK ITU MEMPERHATIKAN LAGI TAPI AZWAR TAK PEDULI. bukan akan. bukan lusa. mungkin sampai besok pagi. tahu. karena kita melihatnya dengan pantat dan perut. Ikan asin. ini pikiran kita hanya babad dan usus. ENTIN (suara saja) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 11 .AZWAR Kita ! Dan kenapa ! MOORTRI Ha. Bedakan dengan akal sehat. apa sabar! TERDENGAR SUARA MEMANGGIL-MANGGIL. bagus.

apa ! MOORTRI Kalau istri harus dioperasi ? Kalau Roni mati ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 12 . MOORTRI Kita agak anu. Siapa ? AZWAR Apa-apa apa ! MOORTRI Segala sesuatu yang mungkin terjadi ! 1 AZWAR Ya segala sesuatu itu apa.Oom ! Oom Azwar ! Oom Azwar ! MOORTRI Itu dengar ! Entin sudah mencari ! ENTIN (memanggil dari kejauhan) Oom ! Oom Azwar ! Oom Azwar ! (tambah dekat) AZWAR DAN MOORTRI MENGGABUNGKAN DIRI DENGAN ORANG BANYAK. Mendekatinya) Mana Oom Azwar ? Mana ? (Sabar tak menjawab) Penting ! Roni tambah parah ! Mana ! (Sabar tak menjawab) Oom ! Oom Azwar ! Wah ke mana ya kutunya habis ! (pergi mencari) AZWAR DAN MOORTRI MEMISAHKAN DIRI LAGI DARI ORANG BANYAK. Kita bukan pemuda tin-ejes lagi ! AZWAR Jangan campurkan persoalan keluarga dengan perjuangan ! MOORTRI Kalau ada apa-apa. Roni sakit. ENTIN MUNCUL. ENTIN Oom ! Oom Azwar ! (ia melihat Sabar. Ingat istri bunting besar.

Dan Titik sudah hampir sepuluh bulan mengandung bukan ! AZWAR (marah) Sembilan bulan lima hari ! MOORTRI Artinya tetap lewat waktu ! AZWAR Bidan bilang tidak apa-apa.AZWAR Hhhhhhhhhhhh ! MOORTRI Hhhhhh apa ! Bagaimana kalau Roni mati. supaya kita tenang. tapi semangatnya belum luntur) MOORTRI Kok diam ? Kalau Roni mati. salah makan atau masuk angin saja bisa bikin mati. Jangan hipokrit. anak-anak tetap lemah. istri dioperasi ? AZWAR Hah ! (berusaha untuk tidak peduli) MOORTRI Nah. AZWAR Kita jangan menakut-nakuti diri sendiri ! MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 13 . istri dioperasi ? AZWAR (berpikir tegang. Tanggung jawab ! AZWAR (agak kendor) Apa sakit kuning bisa bikin mati? MOORTRI Ooooooo ! Anak setahun masih lemah. apalagi sakit kuning ! AZWAR Roni hampir dua tahun. MOORTRI Sampai umur lima tahun. mulai menipu diri sendiri. MOORTRI Dia bohong.

yang cantik. kita hanya tai karbon. Banyak halangan. TAPI AZWAR BERTAMBAH TERPEROSOK. bermagnit. menyihir. kita hanya burung belatuk plastik harga satu benggol. Kita harus berani sadar walaupun itu. (mengulurkan tangan) Apa boleh buat ! Ayo. Kita berpisah supaya dapat berjuang sendiri-sendiri. kita hanya capung jarum yang tipis kering tapi kosong seperti gua. serbet. Kita sudah menjadi Guru-Guru kecil ! AZWAR (meludah-ludah) MOORTRI Bukti. geretan. Begitu saja ! AZWAR Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 14 .Lho ini fakta. bukti. yang genit. sekedar dan maaf kalau ini terpaksa. sebagai sahabat saya wajib memberi pertimbangan dan sekedar perbandingan untuk meluaskan pandangan. seekor kodok. Ya tidak ? Kita sendiri yang pertama-tama harus diyaaaah ! AZWAR TERMENUNG TAK MENJAWAB MOORTRI MENUNGGU. kita. Maaf. AZWAR Ya ! Kenapa tidak ! MOORTRI Berat ! Cita-cita kita terlampau banyak. tidak bercahaya. Kita hanya gombal. kau tidak tahan kritik ini. Karena kita. air sabun di selokan rumah sakit. tidak berarti apa-apa. AZWAR Kalau begitu mulai sekarang tidak ada apa-apa lagi di antara kita. pengganjal. MOORTRI MENUNGGU. Bukti. bukti. sisa. AKHIRNYA IA DUDUK PUTUS ASA. burung gagak dusun yang mengembara mencari bangke-bangke yang sudah tidak digubris lagi oleh anjing-anjing yang paling tidak punya martabat karena lapar. sabar. kita bukan burung merak yang sombong. wah. maaf terus terang saja. kita. nyatidak ada. AZWAR SEMAKIN LOYO. sabar. (mengulurkan tangan) Kita salaman untuk terakhir ! Kita berbeda ! MOORTRI Wah. kita sudah menyalahgunakan ajaran Guru ! AZWAR Bajinguk ! MOORTRI Sssssttt ! Bukti ! Saya saksi hidup. tidak berarti. batu. mulus. MOORTRI MENCARI-CARI LAGI DALAM TUBUHNYA.

Mungkin kita akan terus anu. kurang ini-kurang itu.... ck. merasa sayang dan menyesal. Kaerul Umam. ini-itu. ck ternyara jiwamu kurang besar.. kawan kita yang sudah berhasil pernah berkata. anu-anu anu-anu.. Sebab kita sebelumnya memang sudah anu. Kita sebagai orang pertama yang anu ...Kritikmu bukan membangun tapi menjegal ! Jadi kita lain ! MOORTRI Ck. Dan kita yang lain-lain akan tetap anu. Karena kalau tidak anuanuanu dan anuanuanuanuanuanuanu.. Meskipun anu. Inilah yang menyebabkan Mas G selalu menjadi anu.. di sini-di situ. begini-begitu. anu. Tidak anu. AZWAR Siapa ? MOORTRI Memang. AZWAR Kok main-main saja. (menirukan) Mas G itu anu-anu-anu-anu. MOORTRI Anu. ahhhhhh ! Prek ! (mengulurkan tangan) Dengan sedih mari kita berpisah ! MOORTRI Wah ! Waduh ! AZWAR Wah-waduh ! Ah-oh ! Ck-ck-ck ! Prek-prek semua! Sekarang INI ! Ayo (mengulurkan tangan) MOORTRI Waduh. Karena itu Mas G meskipun anu-anu-anu-dan-anu-anu-anu tapi jelas Anu. Kurang anu. anu-anu dan anu-anu anu terhadap Mas G. aku dari tadi serius.. tapi anu-anu anu saja. belum ini-belum itu. anu. semua jiwa sekarang harus Mmmmmmmmmmmmm ! Ini-itu. Hampir saja anu. Tidak anu. AZWAR Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 15 . Dalam hal ini kita sangat ANU. Sabar! AZWAR Prek jiwa besar. anuanuanuanu Kita sendiri anu-anu-anu-anu. kawan kita yang sudah berhasil itu ! AZWAR Kenapa dia ? MOORTRI Kita ingat kata-katanya. Ternyata tetap anu.

begini ? AZWAR Salah ! MOORTRI Tidak. MOORTRI Karena apa ? AZWAR Bukan karena itu ! MOORTRI (mencemooh) Karena anu ? AZWAR Karena anu dan karena Yaaaakkk ! ORANG BANYAK ITU MENOLEH LAGI DAN MEMPERINGATKAN. AZWAR Persis apa ! MOORTRI Persis MAS G ! AZWAR Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 16 . MOORTRI Sssssttt !! (setelah berpikir) Payah. yakin ! AZWAR Salah. Kita bicara persis. AZWAR Kita bukan Kaerul Umam ! Kita bukan Kaerul Umam! MOORTRI Kenapa bukan ! AZWAR Apa ? MOORTRI Karena ini-ini-ini-ini-ini-ini ? Bukan karena begini.Kaerul Umam lain ! Lain ! MOORTRI Tapi dia berhasil. Kaerul Umam berhasil bukan lantaran itu. begini.

kita bisa telat.. semua sudah siap. Ini itu. kapan mau anu. tidak ada yang tidak siap. sekarang pukul sebelas. semua sudah siap. memaki dan anu-anu-anu-anu-anu-anu-anu-anu. siap . fakta. SABAR Sejak kemarin.. ini itu. ini itu. bajingan ! SABAR YANG CACAD BERDIRI BERBICARA SEAKAN-AKAN MUNTAH KARENA TERLALU LAMA MENGEKANG PERASAANNYA.Mas g ? MOORTRI MAS G. meninggalkan keluarga seperti Mas G. Berjuang seperti Mas G. dua hari yang lalu.. kapan. berkata-kata dengan kata-kata Mas G. ini itu. kapan. ini itu . bukan mas g ! AZWAR (membanting sesuatu sehingga ribut) Preeeeekkkk!!! BEBERAPA ORANG MENYELIDIK INGIN TAHU SEHINGGA PERCAKAPAN BERHENTI. MOORTRI Dan marah juga seperti Mas G ! AZWAR Prek ! MOORTRI sssssttt ! Fakta... siap. semua sudah siap.. sekarang ini.. AZWAR (terkejut) Pukul sebelas ! Astaga ! Bangsat ! Kita terlambat ! SABAR Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 17 . tinggal jalan..... seperti anuanuanuanuanunya mas G ! (diam sejenak) Lho. fakta ! AZWAR Diam ! MOORTRI Nah itu. siap. itu seperti Mas G juga ! AZWAR Diammmmmm ! Sabar siap ! Siap. setiap menit. semua sudah siap. KEMUDIAN ORANG BANYAK MEMUSATKAN PERHATIAN LAGI LALU BERGERAK PERGI SEHINGGA AZWAR DAN MORRTI LELUASA BICARA. siap ! Tidak ada waktu lagi.. setiap detik.... memancing orang seperti Mas G. kita akan terlambat.. setiap jam. apa yang ditunggu lagi...

sebentar saja. setiap detik kesempatan baik berkurang. waktu ingat. saat ini juga. dendam ! AZWAR Pasti ! Tapi tunggu sebentar. Tidak ada lagi kesempatan yang lebih baik dari sekarang. itu bukan bidang kita. AZWAR (dari jauh) Sebentar saja ! Sabar ! SABAR Kemarin juga sebentar. atau sama sekali tidak ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 18 . Kita harus. dua hari yang lalu juga sebentar. harus. ada lagi. waktu. Supaya jelas siapa kawan siapa lawan ! AZWAR Tidak. ada saja yang ketinggalan. jadi kita harus bertindak sekarang. (mengancam dan mengejek) Atau kita berpisah saja (mengulurkan tangan) Sebab pada akhirnya sikap harus ditentukan dengan tegas. Ada yang ketinggalan. aku tidak sabar. Sebentar. harus. SABAR Janji harus ditepati ! Atau. sudah gagal ! AZWAR Kita harus berangkat sekarang ! Terlalu banyak bicara ! SABAR Jangan boros waktu terus hanya karena satu orang yang tidak serius ! Aku tidak sabar. waktu tidak mau digondeli (memaki-maki dengan kasar) Dasar keset ! Brengsek ! (kepada Moortri) Kita tidak boleh kompromi. Ada. (berlari pergi) Tunggu ! SABAR Ada lagi. kita sudah berjanji.Bukan terlambat lagi.

. oh ! Kalau begitu saya mundur saja. Ya adalah ya. Silahkan laksanakan anu itu. oh. tapi ada orang yang suka. SABAR Kita orang yang suka akan ! MOORTRI (merendah dengan maksud menghina) Syukurlah. saya orang yang ragu-ragu selalu kalau SABAR Kita tidak ragu-ragu dalam MOORTRI Wah itu jempol sekali tapi SABAR Tapi kita tidak suka orang yang menjilat dengan MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 19 . kalau semuanya ... ada yang tidak suka..MOORTRI Tapi anak dan istrinya bagaimana ? SABAR (memberi isyarat dengan tangan agar tak diganggu dengan pertanyaan itu) MOORTRI Kalau mereka mati ? SABAR (memberi isyarat lagi supaya pertanyaan itu dibuang) MOORTRI Oh. Tidak adalah tidak ! MOORTRI O memang. oh.. pada waktunya kita akan ! (melihat jam tangannya) Pukul sebelas sepuluh menit ! AZWAR (dari tempat gelap) Sebentar ! SABAR Kita tidak suka ini dan itu. selamat berjuang ! SABAR (tersinggung) Tidak usah disuruh. (menirukan gerakan penolakan Sabar) Silahkan. memang.

(kepada Moortri) Jadi kau ? MOORTRI Saya kenapa ? AZWAR Ikut tidak ? MOORTRI Saya ? Tidak. Jangan ! AZWAR Sayang. sesudah muak menunggu berangkat juga (berdoa) Selamat tinggal. AZWAR Tapi paham kenapa ? MOORTRI Sedikit-sedikit.Maaf. saya jangan. (melihat jam) Pukul sebelas dua puluh lima menit. Ayo ! AZWAR Sabar. AZWAR MUNCUL LAGI DALAM KEADAAN YANG LEBIH SIAP. AZWAR Lalu kenapa tidak ikut ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 20 . Tapi saya tidak memuji karena SABAR Saya tidak suka orang yang merendahkan diri dengan MOORTRI Maaf tapi SABAR Maaf apa ! Tidak ada yang harus dimaaf. MOORTRI Apa boleh buat. SABAR Nah ! Sekarang.

. anu. AZWAR Kita juga punya.. ayo ! SABAR Pukul sebelas tiga puluj tiga menit ! MOORTRI Aduh. anu.. anu... anu. sehingga yang lain menunggu) Eeeee ... AZWAR Ayo.. AZWAR Ayo ! MOORTRI Eeeee (berpikir lama) AZWAR Ayolah ! MOORTRI Eeeeee (berpikir lama) SABAR Pukul sebelas tiga puluh dua menit ! AZWAR Ayo ! MOORTRI (berpikir lama) Ee . sulit ! AZWAR Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 21 .. MOORTRI (berpikir lama..... bagaimana ya . SABAR Pukul sebelas tiga puluh menit.....MOORTRI Eeeee (berpikir) ada tugas anu ..

AZWAR Ya ! MOORTRI Tapi .... jangan ! AZWAR Nanti akan menyesal ! MOORTRI Sukar. jangan ! AZWAR Alah (memegang erat) MOORTRI Betul jangan ! AZWAR Ah prek ! (mendorongkan dengan keras. sukar mengatakannya ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 22 . betul.... AZWAR Ahhhhhhhh ! Beres.Masak begitu saja ! MOORTRI Soalnya . beres.. Tidak ada apa-apa ! MOORTRI Memang. beres ! Jangan takut... Hanya. Yah ! (berpikir lama) SABAR Pukul sebelas tiga puluh lima menit ! AZWAR (memegang tangan Moortri) Ya ! MOORTRI Jangan. Moortri lari menghindar sambil berkata serius) MOORTRI Betul. paham.

kalau mengerti. tapi (berpikir singkat) Tidak ! AZWAR Ah ikut ! MOORTRI Tidak. ini lain. tapi memang banyak.Moortri menghindar sambil sedikit takut melihat nafsu Azwar untuk mengajaknya) Ayolah jangan bego ! MOORTRI Tidak. Moortri melompat menjauh) Jangan goblok ! MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 23 . sulit. Semua orang ikut ! MOORTRI Tidak semua. jangan bohong. banyak. lalu kenapa ! MOORTRI Yahhhhh. AZWAR Ikut ! Ayo ! (mendekatinya. tidak ! Betul ! AZWAR Alah ikut ! MOORTRI Tidak.AZWAR Tapi mengerti tidak ! MOORTRI Paham juga. sulit. Lain (mencoba menerangkan sesuatu yang tak bisa diterangkan) AZWAR Tidak ! Kau harus ikut ! (mendekatinya -. AZWAR Jangan goblok. tapi (berpikir lama) SABAR Pukul sebelas tiga puluh tujuh menit ! AZWAR Kalau paham.

Tidak mungkin. AZWAR Tidak bisa atau tidak mungkin ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 24 . ada tugas anu. aku tidak ikut. Mereka berdua bersiap membrangus Moortri) MOORTRI Sudah. tapi (berpikir) SABAR Pukul dua belas kurang dua puluh menit. AZWAR Bohong ! (memberi isyarat pada Sabar.Tidak ! (menjauh) AZWAR Kenapa ? MOORTRI Yah. Betul. AZWAR (membentak Sabar) Tunggu sebentar ! (kepada Moortri) Aku ingin ! (berbisik lembut) MOORTRI Aku tahu. AZWAR Lalu ? MOORTRI Aku tidak bisa. pergilah kalau mau pergi Zwar. Jangan ! AZWAR Aku ingin kau ikut ! Ayo ! Ayo kawan (lembut) MOORTRI Ya.

jangan melakukan kekerasan. Apa boleh buat. Ayo ! Brengsek ! AZWAR Tunggu ! (kepada Moortri) Berpikirlah dua kali! MOORTRI Nah itulah ! Itulah ! Jadi begitu ! Jadi tak mungkin. kan ? AZWAR Ah prek ! (menangkap Moortri) Kau ikut ! MOORTRI (meronta) Oiiiiii ! (melepaskan diri dan lari menghindar terus dikejar Azwar dan Sabar) Jangan. MEREKA TERPAKSA MENYEMBUNYIKAN PERSOALAN SAMPAI ORANG-ORANG ITU ASYIK KEMBALI MEMUSATKAN PERHATIANNYA PADA SESUATU DAN TERUS PERGI LAGI. (Azwar dan Sabar memegangnya dengan paksa) MUNCUL ORANG BANYAK MEMPERHATIKAN MEREKA. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 25 .MOORTRI Begini ! (mendekat dan berbisik) AZWAR Ahhhhhhhhhh !!!!! MOORTRI Tapi (berbisik lagi disertai gerak-gerik) ya ! AZWAR (berpikir keras) SABAR Pukul dua belas kurang sembilan belas menit. jangan.

apa sajalah. biar.AZWAR Kamu goblok ! MOORTRI Aku tidak ikut pendeknya. AZWAR Sini ! MOORTRI Tidak ! SABAR (tiba-tiba kaget melihat jam) Pukul dua belas kurang ! Ayo sekarang ! (menarik tangan Azwar) AZWAR (berbalik menampar mulut Sabar) Sudah kubilang sabar ! Brengsek ! (cepat berbalik kepada Moortri) Ayo kemari. SABAR Pengkhianat ! AZWAR Tidak setia ! SABAR Pengecut ! AZWAR Kurang nyali ! SABAR Bajingan ! (memaki panjang dengan kata-kata kotor) MOORTRI Ya. Tapi pokoknya aku tidak ikut. Kalau tidak ikut mari salaman (mengulurkan tangan) Mari ! MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 26 .

Kita goblok ! (menunggu jawaban. tapi Moortri tak menjawab) Baik. kita. di situ dalamnya. tapi akan kita buktikan bahwa kita. aku tahu. Biar kita sendiri-sendiri yang memikul semua ini. wah meskipun waktu sudah habis percuma. Kita ketakutan sesudah bisa merdeka. kita (suara gadis itu bertambah dekat) Pukul berapa Bar ? (Sabar tak menjawab) Baik. Tidak ! Ini kita! (kepada Sabar) Kita. Semua orang yang berpisah kan salaman ! MOORTRI Tapi. kita Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 27 . kita (kedengaran suara anak gadis itu memanggil-manggil lagi.Aku tidak ikut ! (menghindar) AZWAR (mengacungkan tangan) Ayo ! Salaman ! MOORTRI Kita berbeda pendapat. AZWAR Kau menolak uluran tanganku ? Sia-sia tanganku terulur (menarik tangannya) Kita. kita sudah ditakut-takuti mas G. kita ! Akan kita buktikan bahwa kita. Langkah kita menderap ke depan meskipun kita semua tidak ada saling membantu. AZWAR Tidak ! MOORTRI Tapi nada suaramu itu ! AZWAR Hanya salaman saja. Azwar ketawa) bahwa kita. Baik. Aku tidak mau salaman. tapi jangan sampai bermusuhan. Malah menghasut supaya anu anu anu.

ENTIN Masak. IA GELISAH SIBUK MENCARI YANG HILANG TAPI TAK JELAS APA. Azwar melambaikan tangan. ORANG BANYAK DATANG TERTARIK LAGI UNTUK MEMPERHATIKAN.(suara gadis itu dekat sekali. ENTIN Ke situ. IA MENCARI APA-APA. ENTIN MENGEJAR. MEREKA BERTANYA-TANYA KEPADA ENTIN. ORANG-ORANG ITU MENUNJUKKAN ARAH AZWAR LARI. ENTIN Oom. MOORTRI MUNCUL MENYEMBUNYIKAN DIRI DI TENGAH ORANG BANYAK ITU. ENTIN MENJELASKAN. ada apa ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 28 . MOORTRI BERDIRI SENDIRIAN MELANJUTKAN KESIBUKANNYA. GEMBIRA MELIHAT MOORTRI. ENTIN MASUK KEMBALI DENGAN TERENGAH-ENGAH. memukul udara kosong untuk menggambarkan kepada Moortri apa yang dimaksudkan) SABAR Aaaaaaaaaayo !!!! (berteriak histeris karena tidak bisa menahan ketidaksabarannya) ENTIN (suaranya dekat sekali) Oom ! Oom ! Oom Azwar ! AZWAR Ayo ! (berlari diikuti oleh Sabar. Oom Moortri ! (menjatuhkan diri karena capek) MOORTRI Ah ? (terkejut dan berhenti mencari) ENTIN Oom Azwar ke mana ? MOORTRI Baru saja pergi. ORANG BANYAK ITU KEMBALI MEMUSATKAN PIKIRANNYA KE KEJAUHAN. Moortri juga lari ke arah lain) ENTIN MUNCUL DAN MEMANGGIL-MANGGIL KERAS. Ke mana ? MOORTRI Ke situ.

orangnya tidak ada di sini. ENTIN Yahhhhh. Telat. MOORTRI Anu-anu-anu anuanuanu. anu ? Sebab kalau tidak payah. Tapi sudah diusahakan. MOORTRI Roni sudah dimakani kutu ? ENTIN Kutunya habis. ENTIN Kami sudah tahu. ENTIN Ya kami sudah tahu ! MOORTRI Anu ! Kan tidak mungkin tanpa itu ! ENTIN Ya tahu ! Hanya anu yang belum. anu dan anu dan anu juga. MOORTRI Bagaimana. MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 29 . anu-anu-anu-anu-anu-anu itu.MOORTRI Anu. Dan anu-anu-anu-anu. MOORTRI Masak ? (berpikir) Anu ? ENTIN Ya. dik Roni tambah kuning. (sibuk mencari lagi) ENTIN Tapi mbak Titik menyuruh Oom Azwar pulang. Kita harus cari lagi yuk ! MOORTRI Bilang pada Titik.

Anu juga ? ENTIN Apalagi anu itu. tapi tidak ainu ! MOORTRI Lho kok tidak bisa ? ENTIN Karenanya anunya kurang anu. MOORTRI Wah kalau begitu anu. ya ! Bisa ? ENTIN Memang. Di sana ? ORANG BANYAK ITU MULAI RAME. anu ? ENTIN Bukan. anu ! Masak Oom tidak tahu ! MOORTRI Anu ? ENTIN Anu ! MOORTRI Anu ? ENTIN Mmmmm ! Masak ! (berteriak) Anu ! MOORTRI Sssttt ! Ohhh itu. MOORTRI Oooooooo. ENTIN Ya ! Masak begitu saja ! Mereka menunggu apa di sana ? (menunjuk orang banyak yang menunggu itu) Ke sana yuk ! Ikut ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 30 .

ya Oom ? (orang banyak itu tampak gembira dan bahagia. tapi orang banyak itu melakukan kegiatan yang menarik sekali. ORANG BANYAK ITU MAKIN GEMBIRA. anu. ENTIN Masak ! Tidak. Nanti kita pulang sama-sama lagi ya kan ? Ayo. Ayo Oom ! Ayo sebentar saja ! MOORTRI Nanti kamu menyesal. ENTIN Masak. biar tahu saja. wah enak ya Oom ! MOORTRI Ah kamu ! (berusaha mengalihkan. Apa mereka tidak punya pekerjaan lain selain begitu ? Enak ya tidak usah ngurus orang sakit. Entin ikut ketawa) Wah. Mereka memanggil-manggil supaya Entin ikut) ENTIN Lihat Oom. mereka di situ ! MOORTRI Jangan belum waktunya. Lihat mereka memanggil kita.(berdiri lagi) MOORTRI (manggut-manggut) Hmmmmmm. untuk selingan ! MOORTRI Ah kamu ! ORANG BANYAK ITU BERGEMBIRA. jangan ! ENTIN Entin ingin sekali ikut mereka dari dulu Oom ! Masak kita di sini terus. Anu kan. ayo. tidak Oom ! Kan hanya sebentar. wah hebat. anu sekali. Ayo Oom ! ENTIN MENARIK-NARIK MOORTRI. MOORTRI Jangan ! (menyentakkan) ENTIN Kenapa ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 31 . Biar tahu rasanya. ENTIN Wah. Kita pingin sekali Oom.

MOORTRI (berbicara tapi tak mengeluarkan suara) ENTIN Ah ! Masak ! MOORTRI (berbicara tak mengeluarkan suara lagi) ENTIN Masak ! MOORTRI Ssttttttttt ! (melihat ke sekitarnya lalu berbicara lagi tanpa mengeluarkan suara) ENTIN Wah ! Wah ! Masak ! MOORTRI (berbicara tanpa suara terus dan Entin semakin tercengang) TIBA-TIBA ORANG BANYAK ITU BERSORAK MENGELU-ELUKAN SESEORANG. sebentar saja apa salahnya. MOORTRI DAN ENTIN DIAM MENDENGARKAN.MOORTRI Jangan ! ENTIN Lho. kita harus mengumpulkan kutu lagi. Besok ! (menjerit) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 32 . Entin ingin bersalaman dengan dia. ENTIN Itu dia ! MOORTRI (memegang tangan Entin) Ayo pulang. Waktu masih banyak. lihat ! ORANG BANYAK ITU MENYANYI GEMBIRA. MOORTRI Dia tidak jadi lewat di sini. ENTIN Tapi dia akan lewat di sini. Oom bilang tadi ! MOORTRI Tidak ada waktu ! ENTIN Masak.

ENTIN Masak. ENTIN Bohong ! Masak. ayo ! Jangan brengsek ! (menarik paksa) ENTIN Aduh. ENTIN LEPAS LARI HENDAK BERGABUNG. KEMUDIAN GEGAP GEMPITA MENGELU-ELUKAN. Itu mereka ! Itu kan ! Nah itu ! Oom tadi berbisik ! MOORTRI Dia lewat jalan lain. itu apa ! MAS G ! MOORTRI Itu orang lain ! (menarik) ENTIN Entin pingin lihat mukanya saja ! MOORTRI Ah. MOORTRI MENGEJAR DAN MENANGKAPNYA. Kenapa dia tidak lewat di sini? Mereka itu ! MOORTRI Ayo ! (menarik tangannya) ENTIN Masak ! (terseret) MOORTRI Ya ! ORANG BANYAK ITU BERSORAK LEBIH BAHAGIA MENGELU-ELUKAN YANG DATANG. ENTIN Sebentar saja ! Sebentar ! MOORTRI Jangan ! ENTIN Sebentar ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 33 . ENTIN Itu. jangan maksa Oom ! (bertahan) MOORTRI MENYERET ENTIN PERGI SUARA ITU BERTAMBAH KERAS.

. SISANYA PENONTON-PENONTON ISENG. MOORTRI TERTIDUR DENGAN MENUTUP MUKA DENGAN KORAN. MEREKA DIAM-DIAM MEMPERHATIKAN APA YANG SEDANG TERJADI.MOORTRI Ahhh ! (menyeret) Tidak ! (menarik.. MEREKA BERLALU... TITIK ISTRI AZWAR YANG BUNTING. YANG DIPEGANG MOORTRI. MOORTRI MELEPASKAN PEGANGANNYA.... Entin meronta) SUARA ITU BERTAMBAH RAMAI. SESEORANG BERTERIAK MEMANGGIL ENTIN. sejak dia bergaul dengan mas G. ENTIN MEMPERHATIKAN.. SEBAGIAN DENGAN TIDAK PEDULI. ENTIN MERONTA DALAM PEGANGAN MOORTRI. BABAK II SEJUMLAH ORANG ADA DALAM KAMAR.. SEMENTARA ENTIN MENCARI SESUATU KUTU DI KEPALANYA. SESEORANG (suaranya sayup-sayup) Entin ! Entiiin ! Pukul dua belas malam di atas bukit ! Pukul dua belas malam . Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 34 . SUARA ORANG RAMAI BERTAMBAH KERAS. MEMANGKU RONI YANG SAKIT KUNING. ORANG ITU TERUS MEMANGGIL-MANGGIL. SEBAGIAN DENGAN SIMPATI DAN SEBAGIAN LAGI MENCOBA MEMPENGARUHI.. (dan seterusnya) ENTIN BENGONG MENDENGARKAN. MEREKA TAMPAK GEMBIRA TETAPI TETAP TERKENDALI DAN SEDERHANA. Entinnnnnnn ! Ke bukitttttt ! Pukul dua belas malam ! Ini penting. SESEORANG Entin. TITIK Itu itu... jangan kelewatan ! Entinnnnn ! Pukul dua belas malam . MOORTRI SIBUK LAGI MENCARI SESUATU YANG HILANG. ENTIN Masak ? Sebelumnya ? TITIK Belum.

Sekarang sebetulnya sudah agak mendingan. ENTIN Apa Oom Azwar murid Mas G yang terpandai ? TITIK Kata orang. setelah ia berontak. Masak ? Seperti sekarang juga. mendengarkan radio dan mengurus Roni. ENTIN O. ENTIN Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 35 . ENTIN Roni kan belum lahir ? TITIK Roni yang pertama dulu. Tapi Roni yang pertama meninggal. Kau sudah tahu sendiri di mana. Roni terbengkalai lalu mati. ENTIN Apa Oom Azwar ingin mengikuti jejak mas G.ENTIN Apa dulu Oom Azwar giat di rumah ? TITIK O ya ! ENTIN Membantu di dapur dan mencuci juga ? TITIK Membaca. ENTIN Lalu ? TITIK Ya begitulah. ENTIN O ya. kita semuanya tidak tahu. TITIK Dulu ! Sekarang dia sudah bebas. karena (mengingat) karena apa ? TITIK Akibat dia menjadi murid mas G. sedang apa. Tapi jangan ! TITIK Lebih parah lagi. dan akan bagaimana abang.

TITIK Kurang ajar. ENTIN Mas G memang banyak punya itu.Karena itu mas G sering datang ke mari ?! TITIK Ya. TITIK (bangga juga) Ya ? ENTIN Oom sering diberi anu. TITIK Jadi itu sebabnya ! ENTIN Mereka kelihatan akur sekali. ENTIN Mas G kelihatan sayang sekali pada Oom. TITIK Diberi anu ? Apa ? ENTIN Yah. orang sering lihat. tidak seperti guru dengan murid. kan ? TITIK Mas G sudah menganggap abang sebagai adik kandungnya. Murid-murid yang lalin apa tidak iri ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 36 . TITIK Masak ? ENTIN Sumpah ! TITIK Sering ? ENTIN Beberapa orang sudah pasti melihatnya. ENTIN Masak.

TITIK Memuja ! Memuja ! Hah ! ENTIN Jarang orang seperti dia. Dia musang berbulu ayam.TITIK Ssttttttt ! (menunjuk Moortri yang tidur) ENTIN Apa dia iri ? TITIK Sstt ! ENTIN (merendahkan suaranya) O ! Apa dia tidak disukai guru ? TITIK Guru pernah bilang pada abang di sini. Mas G jago kok. ENTIN Tapi orang banyak mengatakan mas G sering memujinya juga. Dia terlalu tertarik oleh keduniawian dan lemah terhadap wanita. Dia kurang begitu. TITIK Memang. dia (menunjuk Moortri) bakatnya kurang. ENTIN Masak. ya ! TITIK Mas G ? ENTIN Ya. TITIK Itu taktik mas G supaya dia terus giat. TITIK Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 37 . mas G itu. Hebat dia ya. ENTIN Eh ! Pintar juga taktiknya. Pantas semua orang memujinya.

diterima juga. Hebat mas G. hanya karena dia sudah terlanjur dipilih. ENTIN Umur ? TITIK Hhhhhhhhhhhhh !! ENTIN Kenapa ? TITIK Anu ya. MAS G (membayangkan) Hebat. ENTIN Semua orang bisa ? TITIK Semua orang bisa. Setiap dia lewat perempuan-perempuan.Ah ! Sebetulnya tidak seberapa. memang ! Itunya memang ! ENTIN Apa syarat-syaratnya untuk jadi murid mas G ? TITIK Tidak ada. kepingin ? ENTIN Ah nggak ! TITIK Pasti ! (berpikir lama) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 38 . ENTIN Tapi meskipun begitu ! (berpikir) Wah. anak-anak muda dan orang-orang lain selalu menyambutnya. Ah ! TITIK Memang. Mas G. (menunjuk Moortri) Dia kurang bakatnya.

masak saya bukan si Anu ! Tidak sama. TITIK Betul ? ENTIN Sumpah ! (berpikir lama) TITIK Syukur. ENTIN Wah lihat rajanya ! TITIK Mana ! ENTIN (memperlihatkan) Ya ?! TITIK Hmmmmm ! ENTIN Oom ! Oom ! Oom ! Ooooooommm !!! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 39 . (menerangkan sesuatu dengan berbisik) ORANG BANYAK BERBICARA SATU SAMA LAIN. nggak ah.ENTIN Nggak ! (berpikir lama) TITIK Pasti. Hati-hati ! ENTIN Kenapa ? TITIK Bahaya ! ENTIN Entin tahu (berpikir) (berpikir lama) (berpikir lama). AGAK RAMAI. TIBA-TIBA ENTIN MENDAPAT SEEKOR KUTU. jangan ! Mas G itu anu.

itu ! MOORTRI Hmmmmmm. wah memang besar ! Besar! (menangkap lalu memasukkan ke botol kecil yang sudah sedia. Masih kurang ini.(Moortri terperanjat bangun) Dapat lagi rajanya. Itu. Ok. ENTIN (menggeliat-geliat) Kira-kira di sana (menunjuk kepala Titik) masih ada delapan ekor. Moortri ikut mencari) MOORTRI Mana ? ENTIN Sebentar. kemudian mengamat-amati botol) ENTIN Yang ini sudah dari kemaren diincer. Hebat juga akalnya (memperhatikan botol) Capek juga. Sini lihat ! Wah ! MOORTRI (menggeliat-geliat malas) Aduuuuh. Seperti. MOORTRI Cari lagi barang sepuluh ekor. Oom punya kutu tidak ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 40 . baru dapat. pukul berapa sekarang ? ENTIN Cepat Oom botolnya ! MOORTRI Pukul berapa ya. Sudah ada pukul dua belas ? (bangun mendekat sambil membawa botol) Mana ? ENTIN (kutu itu meloncat ke lantai) Wah ! Oom tolong! (mencari.

Pukul berapa ya ? Ah ? (ia mencari-cari lagi sesuatu yang hilang) ENTIN (menunggu dengan sabar Moortri selesai mencari) Oom punya kutu tidak di kepala ? MOORTRI Saya ? Coba saja ! Kira-kira belum pukul dua belas ya ? ENTIN Entah. Dan Roni tambah parah. Tahu-tahu sudah pukul tiga siang sebelum kita sempat berbuat apa-apa. Mas G sekarang memegang kunci semuanya yang seharusnya sudah lama kita rampungkan. Mas G sudah ada di sini sekarang. Pukul berapa sebetulnya sekarang ? Sesudah Sabar pergi kita tidak tahu pukul berapa-pukul berapa. Pagi lagi. (mendapat) Ayo dicoba.MOORTRI (kembali ke kursinya) Rasanya ini sudah hampir pukul dua belas. Tahu-tahu sudah pagi. MOORTRI Coba saja ! Tapi sambil membaca koran ya. Azwar tidak karuan kabarnya. supaya tidak ngantuk. (hendak mencari) MOORTRI Tunggu. Entin memeriksa kepalanya) ENTIN Maaf ya Oom. (mengambil koran dan duduk membaca. (berpikir) Rasanya ada yang tak beres (berpikir keras dan tak menemukan apa-apa) Yah ayo mulai ! Belum rasanya ! (membaca keras-keras) Buah pikiran mas G telah merangsang kita yang selama ini tidur. Tahu-tahu malam lagi. menanyakan kepada kita sebuah pertanyaan yang sederhana mengapa ? (berpikir) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 41 .

Malah semua itu menyebabkan mas G bertambah bersinar lagi. Kenapa ya ? ENTIN Masak ? Ah. bertambah agung.Berita surat kabar makin sulit dicari maksudnya sekarang. perubahan tanpa pahlawan. kematian tanpa ketakutan. keyakinan tanpa kebuasan. sumpah serapah dan fitnah maupun ketidakmengertian.. TITIK Bohong ! MOORTRI Ah ? (berpikir keras) Bohong ? Yang mana ? TITIK Semua ! MOORTRI Semua ? (berpikir) Semua yang ditulis di sini ? TITIK Semua yang tidak tertulis di situ juga ! MOORTRI Semua pendapat mas G ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 42 .. pembaruan tanpa konfrontasi. bertambah perkasa.. meskipun suara itu menembang setiap hari sambil melawan musuh-musuhnya yang kuat. Dan meskipun tibuan tangan telah mengganyangnya dan ribuan suara meraung serentak sehingga udara jadi penuh dengan lalu-lintas pikiran. menjalani pengasingan. Mas G telah menyalakan kembali hati semua kita yang pernah tertimbun kegelapan. pemboikotan. toh mas G masih mampu bertahan dengan gigihnya. kepala Oom berbau duren ! MOORTRI (mengulang membaca lalu berpikir keras) Dahulu. tidak seorangpun yang sanggup mendengarkan suara mas G yang halus.. kehidupan tanpa . (melanjutkan membaca) Inilah seruan mas G yang selalu diucapkannya pada kita pemberontakan tanpa kesombongan. pembuangan. persahabatan tanpa pamrih. lebih hadir lagi dari sebelumnya dengan lebih yakin dan lebih gigih dengan jiwa yang besar dengan memaafkan semua musuh-musuhnya sesuai dengan pribadinya yang anu itu. perlawanan tanpa kebencian.

tidak ! O ya ! Dulu tapi.(berpikir) Tapi itu pendapat. (kepada Entin) Tunggu ! (mencari) TITIK Mas Moortri setuju dengan itu ? MOORTRI (berhenti mencari dan berpikir) Bagaimana ya ? TITIK Kalau begitu mas Moortri benar-benar muridnya. MOORTRI O tidak. TITIK Kok bisa lain ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 43 . semua orang ikut-ikutan. Ya tidak ! MOORTRI (berpikir) Saya belum berani memastikan. (gelisah) Aduh mulai lagi terasa ada yang tidak beres. mungkin juga. Hah ! (berkata tapi tak kedengaran suaranya) MOORTRI (berpikir) Itu saya tidak tahu. Belum. Kenapa ? TITIK Itu. TITIK Bukan karena bang Azwar. TITIK Tapi mas kan satu angkatan dengan abang ! MOORTRI (berpikir) Memang. harus diakui. tetapi menurut saya. semua sekarang.

sayang sekali. waduh. TITIK Dan bang Azwar ? MOORTRI Maaf sebentar ya dik Entin (berpikir dan mondar-mandir) ini bukan kata-kata saya. ya tetapi. ya.... sekarang ini buktinya. besar. agak anu. apa ?! TITIK Taktik ? MOORTRI Tidak juga. ini. tidak bisa dirubah lagi. kepada mas begini . bisa anu. yaaaah. wah. Azwar ini agak. Waktu masih berguru dulu.MOORTRI (berpikir) Begini. anu. atau mungkin sifat-sifat jasmani.. mas G juga sering mengeritik itu. (berpikir) tunggu ! TITIK Kok aneh ? MOORTRI Memang saya mungkin terlalu banyak pertimbangan. apa ya. faktor-faktor lahiriah bisa juga. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 44 . itu sudah sifat saya. orisinil.. lemah ah bukan. semacam kompleks jiwa. Mungkin karena usia atau tanggung jawab. Azwar memang besar bakatnya.. tidak bukan. sayang sedikit saja. kepada orang lain begini. sayangnya sedikit. kurang. Tapi... (berpikir lama) Dan kepada orang lain begini. besar sekali.. kepada Azwar begini... tapi anu. begini . saya kira tidak. latar belakang agaknya. Kepada saya dia begini.. begini. lain. mungkin karena tekanan anu. anu.. hanya anu ... pendeknya cukup. kaya. (mencari kata-kata yang tepat) saya tidak berbeda dengan Azwar. tapi kata-kata mas G sendiri. kuat.... tidak benar-benar diperhatikan bisa. mungkin agak kurang stabil. tetapi kalau dibiarkan. rendah. lain. anu. yaahhhh pendeknya anu wah susah mengatakannya ! TITIK Mas G selalu bicara lain-lain..

Dik Titik sekarang susah karena satu kandungan yang lewat waktu. Anu. lain kalau tidak. Khaerul Umam.tapi itu biasa. ENTIN Saya mau lihat jam dulu. karena dia memang. Karena itu kita harus tenang-setenang-setenangnya dalam menunggu dia kembali. ini jangan dianggap kritik. ini semacam apa ya. begini.(berpikir lama) Begini. sudah menjadi sifat khas mas G. sudaaaaaah cukup. dan syukur setelah makan kutu. hanya dia yang tahu. Jadi Azwar sebenarnya. yakinnya tentang persoalannya. Begitu. Kedua Roni sakit serius. ini yah sekedar. segala sesuatu bisa saja begitu. saya siap. Apa boleh buat. sebenarnya sudah. kita sudah berusaha. begini sekali atau begitu sekali ! (berpikir dan mulai sedih) Itunya begitu (berpikir dan bertambah sedih) Tapi kepada orang lain dia bicara lain ! (menangis tertahan) MOORTRI (tarik nafas) Itu sebenarnya begini. sekedar dari seorang kawan. O. MOORTRI (berhenti berpikir setelah Entin pergi) Yah ! Bagaimana harus menerangkannya. ya kan ? Meskipun sekarang dia sudah begitu. tenanglah. apapun yang akan terjadi. Azwar bagi saya lebih dari seorang saudara. lho ya kan. Saya yakin. Yah begitu. fakta ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 45 . Begitu. Pukul berapa sekarang. memang dapat diakui dan memang mampu. yakin. kuningnya sudah mulai berkurang. (berpikir keras) Apa? Bagaimana mengatakannya ! TITIK (hendak bicara tapi tak bisa lalu meneruskan tangisnya) Ah ! ORANG BANYAK ITU MONDAR-MANDIR BERCAKAP-CAKAP. yakin seyakin. tapi tak apa-apa. Segala sesuatu akhirnya akan selesai juga. Hanya dia. memang mas G sebenarnya sengaja berbuat begitu untuk anu. Tapi jangan cemas. kawan kita yang sudah berhasil tahu soal ini. (berpikir). Saya terpaksa membuka rahasia.

Ayo ! MOORTRI Apa punya ? ENTIN Coba saja. Mungkin tetangga di sebelah di sebelah itu mau menjual kutunya.(berpikir mencari apa lagi yang dapat diterangkannya. Ah. Kita beli asal tidak terlalu mahal. ayo ! (mencari kutu di kepala Entin) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 46 . Kemarin juga tahu-tahu sudah pukul dua belas. Oom yang mencari kutu saya. TITIK SUDAH BERHENTI MENANGIS. MOORTRI Wah. kelihatannya cocok dengan Roni. ENTIN (duduk sambil baca koran) Ayo Oom. ORANG BANYAK ITU TERKEJUT BUBAR DAN PERGI. ENTIN Sekarang gantian Oom. rasanya gatal ini ! (menggaruk kepalanya) MOORTRI (masih bingung lalu ketawa menemukan jawabannya) Wah ! Kalau diperlukan malah tidak ada. Makin cepat saja. (melihat ke belakang dan sekitarnya. Entin masuk) Pukul berapa ? ENTIN Pukul (pikirannya terpaut pada hal lain). MOORTRI (berpikir) Tapi kita harus memikirkan dulu di mana kita harus mencari kutu besok. mereka akan menaikkan harga. Tidak terasa tiba-tiba sudah pukul dua belas lagi. padahal biasanya sebaliknya. Tapi biasanya kalau tahu kita butuh. (ketawa) Coba. yang mau mencari kutu malah diupah. kaget sebab tak ada orang lagi) Lho ! Kok ! Tadi kan ?! Wah ! Bagaimana ini. hampir setengah dua belas. Sebab ini harus diteruskan.

.. SEMUANYA MEMPERHATIKAN.. Mas G sekarang memegang kunci semua kamar-kamar yang seharusnya sudah lama kita rampungkan. nana-na-na-na-aa-na-na. (bunyinya menjadi agak lain) . ENTIN (membaca) Buah pikiran mas G telah merangsang kita yang selama ini tidur dan kelelap mimpi.. Karena itulah mas G datang sambil memegang kunci-kunci semua kamar ..... ya dan TITIK Sudah ! MOORTRI Ah ! (merenggutkan surat kabar) Anak kecil ikut-ikutan ! TIBA-TIBA KEDENGARAN SUARA ORANG RAMAI DI LUAR.. menanyakan kepada kita sebuah pertanyaan yang sederhana mengapa? (berpikir) Mengapa ? (berpikir) Kok mengapa ! Ya mengapa ! Ya kan Oom...Coba-coba ya. ENTIN Mas G (meloncat bangun) (hendak keluar) MOORTRI (memegang) Kemana ! ENTIN Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 47 ... kok aneh ! MOORTRI Kepalamu juga berbau duren ini ! ENTIN (mengulang membaca) Buah pikiran mas G telah merangsang kita yang selama ini tidur dan kelelap mimpi-mimpi yang tidak wajar.. Mas G sudah ada di sini sekarang.

dari pada ngantuk. Siapa tahu besok dia tidak di sini lai ! Ya mbak Titik ? Masak melihat saja tidak boleh. boleh kan ? MOORTRI Jangan ! ENTIN Kenapa ? MOORTRI Jangan ! ENTIN Lho ! Entin hanya melihat saja. TITIK (menina-bobokan bayinya) Tiga ekor lagi. Saya – (hampir menangis) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 48 .Entin ingin melihat. ENTIN Sebentar. MOORTRI Tidak ! Jangan ! ENTIN Kenapa ? (orang-orang bersorak) Itu ! Sebentar saja ! MOORTRI Jangan ! Bahaya ! ENTIN Bahaya ? Ah masak ! TITIK Cari lagi di sini dik Entin. (hendak menjenguk ke luar) MOORTRI Ayolah ! (menarik) ENTIN Saya hanya ingin lihat mukanya. yang sebelah kanan rasanya gatal. ENTIN Tapi Entin ingin lihat.

apa ! MOORTRI (berpikir) Sesuatu yang tidak diingini ? ENTIN Misalnya ? Apa ? MOORTRI (berpikir) Hal-hal yang merugikan ? ENTIN Ya apa ? MOORTRI (berpikir) Kesulitan-kesulitan. ENTIN Tidak ! Tidak kan mbak ? MOORTRI Oom bertanggung jawab di sini kalau tidak Azwar. nanti kalau terjadi apa-apa. MOORTRI Nanti ketagihan. Sebentar saja. ya kan ? ENTIN Masak ? MOORTRI (berpikir) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 49 . berbagai-bagai hal yang tidak diingini yang merugikan. saya kepingin sekali saja. melihat dari jauh ! Ya mbak ! MOORTRI Dari jauh dari dekat sama saja. melihat. ENTIN Tapi saya belum pernah melihat.MOORTRI (kepada Titik) Masak dia mau melihat ? ENTIN Salahnya apa ? Hanya melihat. Sulit dengan kata-kata ini harus dimengerti sebab agak dalam ! Lho. apa ! MOORTRI Lho bisa saja. macam-macam kemungkinan. bagaimana ? ENTIN Apa-apa. Pendeknya anu bagaimana menerangkannya. kan ? ENTIN Apa-apa.

kan? ENTIN (berpikir) Masak ! Betul mbak ? MOORTRI Betul ? ENTIN Tapi orang-orang itu semua. betul ! ENTIN Dan katanya akan bisa menjadi (berpikir). begitu. semuanya bilang ! MOORTRI O ya ? ENTIN Bahkan (sukar untuk mengatakan) paling ! MOORTRI Betul.O ya ! Belum lagi (berbisik) dan yang lain. wah ! MOORTRI Memang ! ENTIN Orang-orang lain. ya ! ENTIN Dan anunya (melukiskan dengan gerak) begini ! MOORTRI Memang ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 50 . ya. sebab mas G memang betul-betul ! Betul tidak ? MOORTRI Ya. mereka bilang mas G.

mengapa !! MOORTRI Nah.ENTIN Ininya (melukiskan dengan gerak) begitu ! MOORTRI Memang ! ENTIN Bukan itu saja. kalau dapat kesempatan ! MOORTRI (berpikir) Ya ! ENTIN Masak ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 51 . memang ! ENTIN Anu juga ! (berbisik) MOORTRI O ya kan ? ENTIN Kalau begitu. mas G memang paling ! MOORTRI Lho ya. ya kan ? Jadi dia memang berbahaya ! ORANG BANYAK DI LUAR MENYANYI AGAK KACAU SAMBIL MEMBUAT MUSIK DENGAN KALENG DAN TONG ATAU PETI. TITIK Dia selalu dilebih-lebihkan orang ! ENTIN Ya ! Dia hebat ! Ya ?! TITIK Khaerul Umam kawan kita yang sudah berhasil tidak kalah.

jangan kita mengulangi kesalahan orang lain. Nah baru. melihat kenyataan ini. apa saja. Ya tidak dik Titik ? ENTIN Masak ? MOORTRI Ya kan dik Titik ? TITIK Ya ! MOORTRI Nah ! Pendeknya dik Entin harus berhati-hati. TITIK Khaerul Umam juga. mas G itu. ya kehormatan pada umumnya. ENTIN Kehormatan apa ? MOORTRI Kehormatan. apa ya dik Titik ? Mas G memang begitu. Mas G. yahhhh. sudah maaf (berbisik) ternoda. adalah ter-terpenting. Memang. dia tidak akan bisa. menghitung untung ruginya dan melakukan apa saja yang baik. yaaaaa ! Ya toh mas Moortri ? MOORTRI (berpikir) Ya ! Ya ! ENTIN Lebih hebat dari mas G ? MOORTRI (berpikir) Ya ! ENTIN Apanya yang lebih ? MOORTRI Anu. tapi Khaerul Umam juga. begitulah.TITIK Oooooo. Sebab kehormatan. Lihat terus ke depan. itu semuanya karena yah ! Ya kan ? Karena. ya kan dik Titik ? Kehormatan adalah. Lho ya kan dik Titik ? Kita harus dik. begitulah dia ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 52 . tidak akan bisa lagi memulai. Paham? Kita. Sekali keliru. Semua. ya ! MOORTRI Tapi jangan lupa. ok. terpaksa meneruskan dengan sesuatu yang sudah. kita akan berhasil seperti Khaerul Umam kawan kita yang sudah berhasil itu. yahhhhh. kita. memang sulit. perhatikan dik Entin. Karena pada umur sekian ini bahaya banyak sekali. Coba kalau tidak ada.

Melompat di jendela seperti kemaren ! Jangan takut lecet sedikit tidak apa supaya jangan telat. pukul dua belas malam ! Ikut tidak ??? Di atas bukit ! Pukul dua belas malam ! Entiiiiin ! Kamu ada di sana tidak ? Budeg ! ENTIN Adaaaa ! MOORTRI Ssstttttttttt ! SUARA SESEORANG Ayo Entin ! Nanti kamu terlambat ! Sekarang ! Sekarang ini di atas bukit pukul dua belas tepat ! ENTIN Tunggu !!! MOORTRI SSttttttt ! ENTIN Saya ikut ya mbak ? SUARA SESEORANG Jangan minta ijin tidak akan dikasih. lari saja! Sekarang sudah pukul dua belas.ORANG-ORANG YANG MENYANYI ITU BERHENTI LALU KEDENGARAN SUARA MENGELU-ELUKAN. dia orang banci ! MOORTRI (tak sengaja berteriak) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 53 . SUARA (banyak orang serentak) Mas G ! Mas G ! Mas G ! ENTIN Wah ! Semua orang melihatnya. (mau berbicara tapi terdengar seseorang memanggil Entin) SUARA SESEORANG Entin. Jangan dengar Moortri. Entinnnnnnnnnnn ! Ayo ! Entinnnnnn ! Sekarang cepaat ! Di atas bukit. Entin pergi sebentar ya ! TITIK Jangan ! ENTIN Orang lain kok melihat ? TITIK Mereka tolol ! MOORTRI Dik Entin.

. ah kamu goblok ! Penyakit kuning menular. saya pergi ya ? MOORTRI Mentang-mentang dibiarkan.. aku akan lari ke sana menghajarnya. SUARA MAS G ! MAS G ! MAS G ! MOORTRI (masuk lagi membawa kayu) Kurang ajar ! Awas ! TITIK Kalau aku tidak sibuk... saya cuma mau kencing ! (masuk ke belakang) ORANG BANYAK BERGEMBIRA TAPI TETAP TERKENDALI.. Mas G. jangan terpancing ! MOORTRI O nggak. (berpikir) .. tambah kurang ajar ! (bersiap hendak melakukan sesuatu) TITIK Awas mas Moortri.. Mas G ! SESEORANG Entinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ! Lewat pintu belakang saja ! Kita tunggu ! Pakai otakmu sedikit.. apa yang dicari di situ ! Azwar bukan berjuang. dia sedang tidur dengan gendaknya ! TITIK Kurang ajar ! ORANG BANYAK BERGEMBIRA DENGAN TERTIB.. Apa kami harus . kamu jangan mau jadi tukang cari kutu ! Apa yang ... Kurang ajar ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 54 .Kurang ajar ! (mengintai keluar) SUARA SESEORANG Ayo Entin.. kamu goblok ! Cepat ! Jangan ketinggalan ! Sekarang ! Sekarang ! Ini sudah pukul dua belas ! Kamu yang paling bertingkah ! Ayo ! ENTIN Mbak. di situ apa.. SUARA (serentak) Mas G..

MOORTRI Makin lama makin berani. lari !) ORANG BANYAK BERGEMBIRA TAPI KHUSUK. saya bisa membunuhnya ! MOORTRI Akan saya gertak. (keluar membawa kayu) Heeeeee !! SESEORANG Awas ! Lari dia bawa kayu ! (kedengaran suara lari) Ayo Entiiinnn ! MOORTRI (suara saja) Ayo ! Ayo ! (kedengaran suara berlarian. Orang tersebut berlari keluar menyelamatkan diri sambil berteriak Lari Entin. SUARA MAS G ! MAS G ! MAS G ! SESEORANG (datang berlari sambil memukul tembok) Kamu goblok Entin (terus Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 55 . Awas ! Harus dibereskan ini. Seorang masuk dari pintu belakang mencari Entin) SESEORANG Ayo Entin ! Ayo (memegang tangan Entin) Kenapa kamu lama sekali ! Goblok ! Dablek ! Bego ! ENTIN Mbak ! (hampir terseret) TITIK Tolong ! Tolong ! (Moortri cepat masuk) MOORTRI Hai ! Hai ! Hai ! (mengejar dengan tongkatnya. biar mereka takut sedikit. TITIK Kalau tidak ingat anak-anak.

Bertahan terus. jangan dengarkan mereka ! Tutup ! (Entin menutup kupingnya) SESEORANG Buka kupingmu Entin !!!!!!! (Entin membuka kupingnya) Namamu belum dicoret. TITIK Kalau mau ikut. hai !) TITIK Setan ! SESEORANG (jauh) Entin ! Kamu pembohong ! Awas ! Di bukit pukul dua belas ! Buat apa meladeni orang itu ! Jangan takut ! Ayo ! Ayo ! TITIK Setan ! Tutup kupingmu Entin. kita akan usahakan ---banyak yang seperti kamu. ikutlah ! ENTIN Tidak. TITIK Jangan merasa dipaksa di sini ! ENTIN Tidak (menangis) TITIK Ya. tapi tak usah menangis ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 56 . Tapi kami terus menunggu kamu ! Jangan takut ! Teguhkan hatimu! Tahan ! Aduh ! Bangsat ! Moortri banci ! TITIK Siapa itu Entin ? ENTIN Teman. TITIK Pacar ya ! ENTIN Pacar juga boleh. hai. Kita masih tunggu kamu.lari dikejar oleh langkah Moortri yang berteriak hai.

Dia memang bangsat. dia tersenyum dan semua orang terpaku melihat daya tariknya yang ajaib itu. Kamu merdeka tidak ? Ah ? ENTIN Ya. tapi bercahaya. mempermainkan kurang ajar ! ENTIN Mas G sudah datang ? MOORTRI Sudah. Mas G diam saja. Di sana terlalu banyak orang. ENTIN Banyak yang datang Oom ? MOORTRI Penuh ! Orang berdesak-desak. pergilah. lalu sabar menangis. TITIK Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 57 . sebentar lagi akan turun hujan yang berbadai. (Moortri datang terengah-engah) MOORTRI Waduh ! Mereka berkumpul di bukit. (berpikir) Sabar atau bukan.ENTIN Entin tidak menangis ! TITIK Saya tidak memaksa kamu tinggal di sini. Aku jadi malu membawa kayu di antara mereka (melempar kayunya) banyak yang melihat saya. Tapi mereka tak perduli. ENTIN Orang hebat. Tapi tak usah datang kemari lagi ! Paham ? Kamu merdeka ! Sejak dulu kamu merdeka. Saya jadi malu ! Hah (melepas bajunya) Anak bengal itu. Aku jadi ingat masa-masa lalu waktu bersama dia. Banyak sekali. muka orang kelihatan sama saja. Penuh sesak. Mungkin di puncak bukit. Kalau mau ikut. di tempat mereka itu. Hhhhhhh. Mereka mengira saya akan ikut. rambut mas G dipegangnya. mereka tidak perduli mendung. Mereka terus berdatangan. Tapi saya kok seperti melihat Sabar ! Dia berdiri dekat mas G. mukanya pucat. sebelum dia begini (berpikir). ya ! MOORTRI (berpikir) Ya.

(Entin mendekati Titik lagi terus mencari kutunya. bukan karena saya istrinya. Masak dia saja terus-terusan. Masak dia ada di situ ? TITIK Kenapa ? Dia kan ikut abang berjuang ? MOORTRI Ya. Mungkin juga tidak. mudah. Abang punya sesuatu ! MOORTRI Itu sudah cukup sebagai permulaan ! Ya kan ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 58 . hanya belum berhasil. Itulah. Sekali-sekali pikirkan dong bang Azwar. semua persis begitu. dia juga sedang berjuang sekarang. dik Azwar itu boleh lho. ya. Padahal buka tidak mungkin lho ! Ini terus terang dik Titik ! Di atas segala kekurangannya. begitu. MOORTRI Orang-orang yang seperti dia. begini. ada dia ! TITIK Oooooo ya ! Saya yakin. ENTIN Pakaian apa yang dipakai mas G ? Dia masih bertelanjang dada dan rambutnya panjang kepirang-pirangan ? TITIK Sudah ! Jangan sebut-sebut terus ! Dadanya memang telanjang rambutnya memang pirang. anu. Berhasil atau tidak ? TITIK Abang selalu sial ! MOORTRI Ya. kenapa ? Kenapa ya ! TITIK Hhhh ! Sabar ! Jiwanya belum kuat.Sabar ada di situ ? MOORTRI Ya (mengingat). Ada. cari lagi. tapi kurang berminat) MOORTRI Ya. di sebelah kanan dekat telinga rasanya ada yang merayap. ya ! (berpikir) Azwar kok belum ada beritanya. Dia masih ragu-ragu. Atau Khaerul Umam. kalau saya tidak salah lho. teman kita yang sudah berhasil ! Sini Entin.

bagaimana kita bisa benar-benar tenang dalam bekerja. ini kan tidak anu. sini. saya bukannya. Seperti dik Azwar. yang bagaimana ya mengatakannya. ada sesuatu yang hanya. saya tidak. orang lain juga dapat melakukannya kalau mau. dik ! TITIK Saya tidak memuji abang. karena. lain dengan Khaerul Umam kawan kita yang sudah berhasil itu. jadi anu mas Moortri. dik Titik. senyumnya. itu dianggap biasa. Kawan kita Khaerul Umam yang sudah berhasil itu dan mungkin hanya beberapa orang lagi. kalau saya bukan perempuan . Coba saja perhatikan misalnya. dik Entin misalnya tidak akan bisa kita ajak melihat kemungkinan ini. lho ini. biasa. Tetapi seperti kata mas Moortri. itulah akhirnya. ya kan ? ENTIN Oom. tapi berapa orang yang mau mengerti. dia mempunyai sesuatu ! Tapi kenapa ? Saya hanya bisa ngomong. yang benar-benar dapat. dianukan kalau kita benar-benar sudah. (mendapat kesulitan dengan anak yang digendongnya) anak ini suka ngambek seperti bapaknya. sini Oom. kentut-kentutnya semuanya menjadi emas. Katanya mau mencari tiga ekor. ini merupakan kejahatan yang anu sekali. kurang itu. itulah upahnya. (berbisik lagi) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 59 . sekarang terserah apa yang akan terjadi. itu dianggap alasan saja. dari pada ngantuk. MOORTRI Sebentar ! Bagaimana dik Titik ? Lain dengan kawan kita Khaerul Umam yang sudah berhasil itu? (berpikir) Lho ya. tidak ada yang memberinya kesempatan. ada sesuatu yang. kacau jadinya. tapi kan ada. saya. Ya kan ? Soalnya begini (mendekat dan berbisik-bisik kepada Titik supaya jangan didengar Entin) Lho ya kan ? Sebab praktisnya saja. tapi kalau dia kebetulan gagal. kurang ini. kalau dia bicara. ditaruh sebentar saja sudah marah. kata-katanya. dan kalau dia ternyata kemudian bisa. dapat di. segera saja dicap nah itulah akibatnya. sambil ngomong.TITIK A bang selalu dianggap orang lain. yang hanya. mas Moortri paham apa yang saya maksud ? MOORTRI O ya ! Itulah problemnya yang terbesar ! TITIK Tapi berapa orang yang seperti mas Moortri ! MOORTRI Yahhhhhhh ! Kita jangan mengharap terlalu banyak. Abang lari ke sana-ke mari supaya jangan disangka iri.

(berbisik lagi) Ya ? (berbisik lagi) Sebab. TETAPI TAK DAPAT BERBUAT YANG LAIN SESUATU YANG TAK BISA DIATASINYA. TIDAK PUAS. TAMPAK TIDAK SUKSES... dia misalnya. karena (berbisik lagi) . ENTIN YANG PERTAMA KALI MELIHAT..Bukan ? Lho memang kita mengerti bahwa orang lain... Moortri cepat berdiri mengulurkan tangan) MOORTRI Bagaimana dik Sabar ! Sukses ? SABAR Hhhhhhhhh ! MOORTRI Bagaimana ? SABAR Hhhhhhhhh ! MOORTRI Sukses atau anu lagi ? SABAR Mckkkkkkkkkk !!! MOORTRI Bagaimana ? Bagaimana dik ? SABAR Ahhhhhhhhhhhhh ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 60 . sebab (berbisik lagi) Nah jadi kita tidak bisa tidak. PENUH CITA-CITA YANG LAIN. ENTIN Sabar ! (terpekik) (semuanya kaget. SABAR MASUK DENGAN DRAMATIS SEKALI.

atur nafas. tenang. kenapa dik ? Mana dik Azwar ? SABAR Mas. tenangkan pikiran dulu. tidak ada apa-apa. segalanya beres. mas Moortri. tenang saja dik. tidak apa-apa. pasti beres.. (kepada Titik yang menangis) Tenang. tenang saja. kita atur nanti sebaik-baiknya. tidak. tenang dik Titik. pokoknya tenang-tenang dulu ! TITIK Bang Azwarrrrr !!!!! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 61 . tenang. duduk saja dulu tak usah bicara.MOORTRI Ada halangan ? Bagaimana dik ? SABAR Ahhhhhhhhhhhhh ! MOORTRI Ada halangan ? Di mana dik Azwar ? SABAR Hhhhhhhhhh ! MOORTRI Kenapa ? Ada apa ? Kecelakaan ? SABAR Aduhhhhhhhh ! MOORTRI Lho kenapa.. Moortri memijit pundak Sabar..hhhhhhhhh ! MOORTRI Coba-coba tenang dulu ! (Titik menangis) MOORTRI Duduk. jangan khawatir. tidak. tenang saja.. tenang. tenang.. dik Entin tolong ambilkan air dingin (Entin mengambilkan air. tidak ada apa-apa. duduk dulu ! (menyeretkan kursi menolong duduk) Biar. Sabar memejamkan mata sambil mengeluh-ngeluh) Tenang.

bayangkan cahaya putih dari kejauhan. sementara itu Sabar tambah merintih) ENTIN Oom.(menangis pilu --. Entin menjerit karena TITIK pingsan.. angin pegunungan. tenang tidak ada apa-apa ! (Entin datang membawa air) ENTIN Oom. yakin.. bayangkan warna hijau. tenang pokoknya tenang semua ! (berteriak) Moortri ada di sini ! Moortri akan membela ! (menantang) Siapa berani mengacau di sini ! Ini Moortri.. taman bunga. lawan dulu Moortri ! (mengepalkan tangan) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 62 ... anak-anak kecil.. minum dulu biar tenang. tenang di sini ada Moortri. bayangkan bunga-bunga tanjung di atas kolam yang jernih. air yang mengalir di sela-sela ilalang yang bergoyang-goyang karena di pucuknya hinggap capung yang mendengarkan gerak-gerik udara. (suaranya kemudian menjadi tidak yakin.. bayangkan salju di puncak Himalaya dengan kabut yang turun ke lerengnya...Moortri cepat mendekatinya) MOORTRI Tenang dik tenang ! Tidak apa-apa. telaga warna. tenang. burung-burung beterbangan. Moortri siap menolong. tolong Oom ! MOORTRI Tenang. hutan rimba yang tenang yang tidak terjamah . Moortri terus memijitnya) Lagi ? (Sabar menggeleng) Tenang-tenang ! Bayangkan langit. saya percaya dik Azwar tidak apa-apa. Azwar selamat ! Azwar tidak apa-apa ! Azwar tidak apa-apa ! Azwar tidak apa-apa ! Azwar tidak apa-apa bukan . Tenang saja dia cuma capek. Minum dulu dik Sabar ! Minum dulu biar tenang ! MOORTRI (Sabar minum. saya yakin. perdamaian. ini airnya ! (Moortri mendekati Sabar lagi sambil mengambil air dari Entin dan memberi isyarat agar Entin merawat Titik) Minum.

.Ini Moortri ! Ayo pergi ! Pergi jangan bikin kacau ! (menggeram) Mmmmmmm-mmmmmmmyaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkssssssssss-yaaaaaaaaaakkkkk kkkkkkkkkk ! (lalu mendekati Entin yang ketakutan memegangi tubuh Titik) Tenang dik.. tenang tidak apa-apa. percaya Moortri ! Ini soal rutin ! Ini ! (mengeluarkan balsem) Urut tengkuknya dengan ini ! ENTIN (menerima balsem) Entin takut Oom ! MOORTRI Takut apa ! Tidak ada apa-apa ! Semuanya sudah pergi ! SABAR (menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan bermaksud menyiksa dirinya.... Entin terpekik lagi) MOORTRI (cepat memegangi Sabar) Tenang ! Tenang ! SABAR (mencoba bicara tapi sukar) Mas.. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 63 .. tenang dik (kepada Entin) Teruskan ke pelipisnya dan ulu hatinya... tenangkan saja ! SABAR Mas.. ENTIN Entin takut Oom ! MOORTRI Tenang-tenang ! (Entin tetap ketakutan) Tenang! Belum apa-apa sudah takut ! Tidak apa-apa.. MOORTRI Jangan bicara dulu ! Tenang dulu ! (mencoba mendudukkan di lantai dan mengeluarkan rokok) Rokok ? (Sabar menolak. mas .. Moortri sendiri yang merokok) Hhhhhhh. MOORTRI Jangan bicara dulu. mas ... Azwar selamat... ia tidak apa-apa.. tenang..

saya harus (berteriak sekuat-kuatnya dengan menyesal) SAYA HARUSSSSSSSS ! (merendahkan suaranya lagi) Tapi saya di sini sekarang. musnah. saya tidak mau mundur. saya harus di depan. (menangis) MOORTRI Menangislah puas-puas.. saya tidak perlu istirahat. saya tidak boleh tidur. saya harus berkorban. di sana sekarang bersama Azwar. saya tidak perlu senang-senang. TERCENGANG MELIHAT KE SEKITARNYA.. saya harus merintis.ENTIN Takut Oom ! MOORTRI Tenang ! (komat-kamit) Segalanya akan selesai nanti. IA BERSIAP-SIAP MENGHADAPI SESUATU. saya tidak malas. SABAR (meledak-ledak) Kenapa saya di sini ? Saya harus di sana ! Saya harus di sana sekarang ! Saya harus berjuang ! Saya harus berjiwa partisan ! Saya harus punya inisiatip. saya harus maju ke depan. saya tidak boleh senang-senang. saya tidak macet. habis. saya tidak boleh takut.. saya harus sabar. saya tidak boleh pengecut. saya harus. saya harus sukses. IA MEMANDANGI MOORTRI DENGAN TERPERANJAT. biar tenang. saya harus. Kalah. saya tidak gagal. MOORTRI IKUT TERPERANJAT. saya tidak boleh berhenti. saya harus di sana. saya tidak boleh lengah.. saya harus menang. saya harus kukuh. (komat-kamit) Yahhhhhhh ! Tenang-tenang ! (Sabar menangis) SABAR Mas . IA BERDIRI TEGANG. saya harus besar. saya tidak boleh iseng-iseng. saya tidak boleh lelah. saya tidak boleh ragu-ragu.. Hhhhhh ! (mengebul-ngebulkan asap rokok sementara Sabar menangis seperti anak kecil) SABAR TIBA-TIBA BERHENTI MENANGIS... Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 64 .

ENTIN Sekarang sudah pukul dua belas ! Mas G sedang bersila. Saya harus ikut mestinya ! SESEORANG Entin ! Entin ! ENTIN (menoleh) Sssssssttttttttt ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 65 . SAYUP-SAYUP KEDENGARAN SABAR BERTERIAK-TERIAK. (tiba-tiba kaget berdiri lagi) ENTIN Saya takut Oom ! Kenapa dia ? Apa dia anu ? MOORTRI Hhhhhhh ! (bingung) Jangan-jangan dia gila. mengucapkan pesan-pesannya. padahal bisa.(berteriak lagi) SAYA HARUSSSSSS !!!! (Menggagahkan dirinya) Mmmmmmmmmyaaaakkkkkkkkkk ! (keluar berlari) MOORTRI (menarik nafas lega) Hhhhhhhh ! (menjatuhkan tubuh di kursi) Ada-ada saja. (keluar menyusul) ENTIN (menangis) Kenapa saya tidak ikut ke bukit saja tadi ! Sekarang sudah telat. dalam lingkaran. ENTIN (masuk lagi Seseorang itu sekarang dari jendela) Kenapa saya tidak ikut kemarin. SUARA SABAR MEMAKI CAMPUR SUARA MOORTRI.

brengsek kamu ! KEDENGARAN SUARA SABAR MEMAKI-MAKI. (berpikir) SESEORANG Ah.SESEORANG Ayo ! (merendahkan suaranya) ENTIN Belum mulai ? SESEORANG Cepat ! Sudah ! ENTIN Tapi ini ? (menunjuk Titik) SESEORANG Biarin saja ! Ayo jangan brengsek ! Mau ikut tidak ? Mau tidak ! (hendak pergi) Wah ! ENTIN Sstttttt ! Tunggu ! (berpikir) SESEORANG Ya ayo ! Tele-tele terus ! Ayo ! ENTIN Tapi. nanti telat ! Cepat ! ENTIN Stttt ! Aku ragu-ragu ! Sebab Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 66 . SABAR (suara saja) Azwar !!! Azwarrrrr ! SESEORANG Cepat.

MOORTRI Aneh. ENTIN Saya takut Oom ! MOORTRI Takut apa ! SABAR (berteriak-teriak) Azwar ! Azwar ! Azwar ! MOORTRI (tertegun) Kenapa dia sebetulnya ? (keluar) Heee !! SESEORANG (muncul) Ayo ! Entin kamu bagaimana ! ENTIN Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 67 . Azwar disumpahnya. ENTIN Sebentar ! (berpikir lama) SESEORANG Kalau tidak aku pergi sendiri ! Aku tak mau ketinggalan ! Masak kamu saja yang diurus ! Orang lain masih banyak yang mau ! ENTIN Tunggu ! Tapi baik tidak ? SESEORANG Kamu brengsek ! (pergi) ENTIN Tunggu ! MOORTRI MASUK.(berpikir lama) SESEORANG Ah prek ! Mau ikut tidak ? Ini sudah pukul dua belas. dia benar-benar sudah gila.

Ceritakan dulu bagaimana ! SESEORANG Tidak ada waktu ! ENTIN Sedikit saja ! SESEORANG Dulu kan sudah ! ENTIN Ayo ! Dalam lingkaran. rambutnya gondrong. jadi ikut tidak ? ENTIN Suaranya bagaimana ? SESEORANG Kamu brengsek ! Suaranya tidak begitu bagus. ENTIN Bibirnya ? SESEORANG Bibirnya seperti empal. tapi isinya penting ! (kedengaran Sabar dan Moortri bertengkar) SESEORANG Kenapa mereka ? ENTIN Sabar mungkin gila. Akibat ! ENTIN Akibat apa ? SESEORANG Ayo ! ENTIN Tapi apa saja katanya ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 68 . dalam lingkaran lalu bagaimana ? Dadanya telanjang ? SESEORANG Dadanya telanjang. SESEORANG Itulah. kedua tangannya seperti batang tebu dan suaranya wah ! Ayo. matanya menyala.

(menemukan tongkat Moortri dan mengambilnya lalu memukul-mukul kursi itu) Kamu persetan ! Kamu harus digasak ! Dibasmi ! Membunuh manusia lain. ENTIN DAN ORANG ITU MEMBERESKAN TITIK . kamu ! MOORTRI (tak berani mencegah) Kenapa. kamu yang harus. kamu. kamu. kamu yang punya dosa. beginikan. terlalu ! Kebanyakan ! Kebanyakan ! Berapa kali harus. kurang begitu. mengganggu kesempatan orang lain ! Bajingan ! Kamu harus digasak ! (ia mengamuk dalam kamar dan menyiksa kursi tempat duduk Moortri sampai berantakan dibuatnya) Ini aku ! Ini manusia yang punya otak ! Aku bukan kursi ! Aku bukan tembok ! Aku bukan batu ! Ini bukan kerbau ! Kamu persetan ! Kamu harus dibasmi. kamu. anu. SABAR (suaranya) Kurang begini.YANG MASIH KUAT MEMELUK RONI SEMENTARA MATANYA TERPENJAM. berapa kali harus.SESEORANG Ya ! Ayo ! SUARA PERTENGKARAN ITU TETAP DI DEPAN PINTU. menculik milik orang lain. Berapa ! Berapa ! Kamu !!!! (masuk. memutar balik soal ! Menganiaya sesama manusia. Moortri mengikutinya dan berusaha menyabarkan) Ini permainan ! Lelucon. Entin diseret orang itu lari keluar lewat pintu belakang) ENTIN Aduh ! Jangan (terseret keluar) Jangan ! SABAR (masuk dengan galak. anu. harus begini. kenapa ? SABAR Dia bilang anu. anu. kamu yang begini begitu. anu ! MOORTRI Dia siapa ? SABAR Minggir ! (mendekati Titik) MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 69 . SABAR MEMAKI-MAKI AZWAR. begitukan. tapi kenyataannya anu. harus begitu.

Aku hancurkan kamu ! (mengangkat tongkat itu) MOORTRI Sabar dik ! SABAR Kurang ini. Dia hanya ikut-ikutan ! SABAR Ikut-ikutan apa ! Dia biang keladinya ! Kamu juga bangsat ! (memukul Moortri . bangsat ! MOORTRI Betul dik Sabar. bajingan. harus begitu. anu. aku sedang mata gelap. tapi istrinya tak bersalah ! SABAR Anu. Untung eh dik Sabar dia sakit. dik Titik tidak ikut ! SABAR Tidak apa ! Aku gasak dia ! MOORTRI Betul dik Sabar. ayo minggir ! MOORTRI Betul dik Sabar ! SABAR Minggir ! (Moortri minggir karena Sabar siap memukulkan tongkat itu) (kepada Titik) Keluar ! MOORTRI Dia sedang sakit. betul ! SABAR Ahhhh ! Jangan ikut campur. harus begini. kurang itu.Tapi. SABAR Bajingan ! Kamu jangan ikut campur ! MOORTRI Betul dik.Moortri meloncat) MOORTRI Maaf ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 70 . anu.

ampun ! SABAR Diam ! Ayo lototkan lagi matamu sekarang.. pembaruan tanpa konfrontasi. bangke... kamu iri hati. Kemudian ia tertegun. najis kakus. mana kekuatanmu yang dahsyat. kamu tidak mau bekerja. Lalu berjalan dengan loyonya ke luar ke arah ia masuk tadi tanpa berkata-kata) MOORTRI MELIRIK TITIK YANG MASIH BERSANDAR KE KURSI DENGAN MATA TERPEJAM MEMEGANGI RONI. kamu busuk.. terkutuk. kami memang salah ! (menyembah-nyembah) SABAR Mana mukamu yang betul. kamu mencuri tapi pura-pura memberi derma. mana.. kamu mengajari tapi kamu sendiri yang begitu. keluarkan lidahmu. babi. Terjadi perubahan besar sekali. kamu kotor. mana. kamu penjahat ! MOORTRI Maaf dik Sabar.. . keluarkan ! Keluarkan ! Kamu hanya berani kalau orang lain bodoh. kamu penghalang orang lain yang sedang dapat kesempatan baik. biar kuinjak ! Mana suaramu yang berkaok-kaok di telinga dulu. sundal.. Pembrontakan tanpa kesombongan.. kamu harus diganyangggggg !!! (ia mukul dengan keras di samping Titik dengan tongkat itu. guru bangsat guru bangsat ! Mana jiwamu yang besar. perlawanan tanpa kebencian. mana. IA AGAK CEMAS DAN TIDAK TAHU APA YANG HARUS DIPERBUATNYA..SABAR Maaf apa ! Aku sudah jadi tepung. kotoran kebo. kamu tukang adu domba tapi berlagak jadi korban. letakkan di sini sekarang. bangsat! (memalingkan mukanya lagi ke TITIK dan mengangkat tongkatnya) Mana suaramu yang berkaok-kaok dulu.. kamu menganjurkan karena kamu tidak suka orang lain yang dapat. ampun dik Sabar. Kemudian ia tampak kuyu dan loyo sekali) Maaf ! (dengan sedih ia melemparkan tongkat itu ke samping. perubahan tanpa perlawanan. kamu cari korban lain. kamu mau merampok hasil orang lain. kamu lari kalau orang lain sudah hampir mampus. SEMENTARA ITU DI KEJAUHAN KEDENGARAN SESEORANG MENGUCAPKAN SERUAN.. guru bangsat. kamu cuma bilang maaf ! Siapa bertanggung jawab. kamu bangsat. mana jiwamu yang gila itu. pertengkaran tanpa Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 71 . perkelahian tanpa darah.. IA MENCARI LAGI SESUATU YANG DIRASANYA HILANG DARI TUBUHNYA.. mana ! Kamu kok diam! MOORTRI Ampun. kamu lari kalau orang lain sudah minta bukti. Hening sebentar.

... Kesombongan tanpa pembrontakan. .. (dan seterusnya) MOORTRI Hmmmmm ! .. kebencian tanpa perlawanan... kemudian terulang kembali seperti semula) Pembrontakan tanpa kesombongan..... TETAPI KEMUDIAN IA RAGU TAKUT KALAU-KALAU TITIK DAN RONI LEBIH DARI YANG DISANGKANYA. sepi tanpa kebosanan..... perpisahan tanpa air mata.. perbedaan tanpa permusuhan..... pengulangan-pengulangan tanpa kebosanan.. IA PANIK LALU MENANGGALKAN BAJUNYA....... perubahan tanpa pengrusakan. kesombongan tanpa pembrontakan . persahabatan tanpa pamrih. kesombongan tanpa pembrontakan .. IA TERUS MENCARI...dendam...... Pembrontakan tanpa kesombongan. persengketaan tanpa dendam . dendam tanpa persengketaan .. perlawanan tanpa perubahanm.. persengketaan tanpa dendam . (mula-mula seruan itu tak terdengar lagi. TETAPI SEMUA ITU TIDAK MEMBERESKAN APA YANG TIDAK BERES. IA SEMAKIN MERASA KEHILANGAN.. ketakutan tanpa kematian.. pamrih tanpa persahabatan. (dan seterusnya) MOORTRI Ah ! . DI KEJAUHAN SERUAN ITU MASIH KEDENGARAN. perbedaan tanpa permusuhan. permusuhan tanpa perbedaan........ kematian tanpa ketakutan.... kehidupan tanpa kesengsaraan .. perlawanan tanpa kebencian. kesengsaraan tanpa kehidupan. sikap tanpa kehilangan.... darah tanpa perkelahian..... MOORTRI Ahhhh ???? (heran.. (tiba-tiba berbalik) dendam tanpa persengketaan....... IA KEMUDIAN KEMBALI MERASA ADA SESUATU YANG TAK BERES DALAM DIRINYA. PUNGGUNG DAN DADANYA TAMPAK BEKAS DIKEROK.. perlawanan tanpa kebencian. percintaan tanpa belas kasihan.... Berhenti mencari dan mendengarkan) .. LALU IA KEBINGUNGAN MENCARI SESUATU YANG HILANG... kebosanan tanpa sepi... CELANANYA... Pembrontakan tanpa kesombongan... permusuhan tanpa perbedaan. pemujaan tanpa perbudakan... MULA-MULA IA HENDAK MENDEKATI TITIK.. (dan seterusnya tak jelas) MOORTRI KEBINGUNGAN. SEHINGGA TINGGAL HANYA CELANA DALAM.. (dan seterusnya) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 72 ..

kita kan punya perasaan. SALAH SEORANG Ya apa boleh buat... (seruan mulai lagi kacau) .. Kita diam-diam dikiranya tidak memperhatikan. perpisahan tanpa pertemuan.. tidak bisa dong..... ada yang bilang di rumah gendaknya... kita juga yang menanggung.. biarpun ada perbedaan kan ! SALAH SEORANG Akhirnya sesudah begini. kita bersama-sama di sini bagaimana mau pisah.. MEREKA TAK MENGHIRAUKAN MOORTRI.. MOORTRI Wah ! ORANG BANYAK MASUK. pakai dong. (dan seterusnya) MOORTRI Ya ! ... SALAH SEORANG Sekarang ini bagaimana... Percintaan tanpa belas kasihan.. perceraian tanpa air mata.. Pembrontakan tanpa kesombongan....... SALAH SEORANG Padahal diam-diam sudah kita peringatkan... pertemuan tanpa perpisahan . MEREKA MEMPERSOALKANNYA DAN MENCOBA MENOLONGNYA. MEREKA LANGSUNG MENGURUS TITIK.. SALAH SEORANG Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 73 ... SEBAGIAN MEMBENAHI KERUSAKAN DALAM KAMAR. SALAH SEORANG Inilah akibatnya ! SALAH SEORANG Sudah kita duga dari dulu.MOORTRI Ah !? . kita tidak bisa seenak perut sendiri saja. masak harus terang-terangan... persengketaan tanpa dendam . SALAH SEORANG Suaminya sebetulnya ke mana ? SALAH SEORANG Ada yang bilang berjuang.. kenyataannya begini sudah. Ukur sedikit..........

. SALAH SEORANG Tapi menurut beritanya begitu.... kesunyian tanpa penderitaan (tiba-tiba kacau lagi) penderitaan tanpa kesunyian.. ketakutan tanpa kematian. kematian tanpa ketakutan. SALAH SEORANG Ya itu kan bukan urusan kita.... ORANG BANYAK Heeeeee ????? MOORTRI SUDAH PERGI...Mungkin berjuang sambil iseng ke rumah gendaknya. kesengsaraan tanpa putus asa. Di mana sekarang ? SALAH SEORANG Lihat kita datang dia cepat-cepat cuci tangan. pembaruan tanpa konfrontasi.. SALAH SEORANG Tadi kan di sini. perkelahian tanpa darah. kesombongan tanpa pembrontakan. SALAH SEORANG Jadi ? SALAH SEORANG Ayolah ! MEREKA BEKERJA MEMBERESKAN TITIK DAN RONI. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 74 . persahabatan tanpa pamrih. kesunyian tanpa penderitaan. kebencian tanpa perlawanan. dendam tanpa persengketaan. SALAH SEORANG Lha yang biasa ngurus di sini. perubahan tanpa perlawanan. CEPAT MERAIH PAKAIANNYA. ya saya cuma menyampaikan. air mata tanpa perceraian.... DI KEJAUHAN SERUAN ITU SEMAKIN JELAS. Pembrontakan tanpa kesombongan. putus asa tanpa kesengsaraan. perlawanan tanpa kebencian.. perbedaan tanpa permusuhan.. kesunyian tanpa penderitaan. ORANG BANYAK ITU TERSENTAK MEMANGGIL MOORTRI. darah tanpa perkelahian . MENGENAKAN CELANA DENGAN TERGOPOH-GOPOH LANTAS BERGEGAS KE LUAR. . perceraian tanpa air mata.. SALAH SEORANG Sama saja. pertengkaran tanpa dendam. (dan seterusnya) MOORTRI TERKEJUT.

AZWAR Menjawab. terus menceritakan sesuatu. AZWAR Menjawab singkat. Bertanya. SABAR Memotong (cepat) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 75 . SABAR Tidak terima. Lalu bertanya. lalu mulai membentangkan sesuatu. PERSAHABATAN. AZWAR Menjawab singkat. SABAR Memotong dengan marah minta perhatian. AZWAR Menyabarkan. SABAR Tidak percaya. SABAR Memotong dengan pertanyaan. MUNCUL DI MANA-MANA DAN AKHIRNYA MENGAMBIL PERANAN DI MANA-MANA. Menyerang. SABAR Bertanya. AZWAR Menjawab singkat. Bertanya.BABAK III SEJUMLAH ORANG ADA DALAM PERTENGKARAN. SABAR Memotong dengan pertanyaan. Menerangkan sesuatu. AZWAR Menjawab. SABAR Menyangsikan. AZWAR Menceritakan sesuatu dengan singkat. SABAR Bertanya. MEREKA ADA DI MANA-MANA. AZWAR Menjawab singkat. AZWAR Menjawab dengan pertanyaan. RAHASIA PRIBADI DAN PEMBUNUHAN. AZWAR DAN SABAR YANG SEDANG BERTENGKAR BERUSAHA MENYEMBUNYIKAN PERSOALANNYA. SABAR Bertanya. SABAR Tetap bertanya. AZWAR Menerangkan.

CENDERUNG MEMBERI NASEHAT DAN MENCOBA MENGAKHIRI KALIMATNYA DENGAN MEYAKINKAN SEKALI. SABAR Mengalihkan soal. SABAR Menjawab dan bertanya. AKHIRNYA TINGGAL SABAR YANG BERKOAR TERUS MENERANGKAN SESUATU. SABAR Menjawab cepat. Menjawab sendiri. KARENA DITONTON PERTENGKARAN ITU MULAI SURUT. AZWAR (beberapa saat setelah Sabar selesai bicara) Sudah puas ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 76 . SABAR Memperingatkan kembali dan mengancam. SABAR Menjawab cepat. AZWAR Ikut bertanya. AZWAR Mulai marah. AZWAR Ikut bertanya.AZWAR Menjawab cepat. AZWAR Menjawab cepat. AZWAR Memaki. ORANG BANYAK SEGERA DATANG MENONTON. SABAR Memperlihatkan ketidakperdulian dan terlanjur memaki. menceritakan sesuatu yang diakhiri dengan pertanyaan. Bertanya. Berpidato dan akhirnya terlanjur memaki pula. AZWAR Menjawab cepat. AZWAR Memperingatkan. SABAR Bertanya kembali. AZWAR Marah. AZWAR Tidak berusaha menahan lagi emosinya. Bertanya. SABAR Marah juga. TERJADI PERANG MULUT DENGAN SUARA BERSAHUT-SAHUTAN. SABAR Membalas memaki. SALING DAHULU-MENDAHULUI.

kita lebih mengerti satu sama lain. Tapi kita tambah dewasa. Kita lebih yakin dari semula.SABAR BERPIKIR LALU MENGANGGUK. Azwar melukiskan sesuatu Sabar mengangguk) Yakin betul ? (Sabar mengangguk. Sabar mengangguk tapi kemudian menggeleng) Nah ! (Sabar mengangguk kemudian menggelengkan kepalanya beberapa kali. AZWAR Ada yang mau ditanyakan lagi ? (Sabar menggeleng) Ada yang mau diterangkan lagi ? (Sabar menggeleng) Ada yang mau dikritik lagi ? (Sabar menggeleng) Ada yang mau dibantah lagi ? (Sabar menggeleng) Ada yang mau disangsikan lagi ? (Sabar menggeleng) Ada yang mau dimaki lagi ? (Sabar menggeleng) Ada yang mau ditambahkan lagi ? (Sabar menggeleng) Jadi sudah ? (Sabar mengangguk. ngelap keringat dengan handuk kecil yang disembunyikannya di bawah kerah bajunya. Ia bertambah lama bertambah tenang lalu akhirnya duduk kembali di batu semula seperti pada babak satu) AZWAR (melepaskan lelahnya akibat pertengkaran. Kita telah tidak mencapai Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 77 . Menasehati dirinya sendiri) Sekarang kita terlambat.

Mungkin kampung membutuhkan kita untuk kerja bakti memperbaiki selokan untuk Perayaan Hari Nasional. Memang kawan kita yang telah berhasil juga sering mengalah sebelum sukses. jangan berhenti. kita ikut menyalak. Moortri muncul diam-diam. jangan tak perduli. Kita mempunyai keluarga. meskipun tampaknya mundur. Banyak jalan lain. Kau dengar ? Aku bicara dengan kau. bila perlu seribu kali. jangan kecil hati. Kau dengar apa yang kukatakan ? (Sabar tidak menjawab) Kita harus tetap bersatu setelah cakar-cakaran. Bukan sekarang harus dinilai. Kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama. rumah. Yang abadi dan universil sifatnya. (melipat handuknya kembali dan memasukkannya ke baju. jangan menangis. Karena kita sudah menyiapkan diri. Waktu adalah uang. Dan kita memilih jalan kita sendiri. mengumpulkan tenaga dan serentak menjatuhkan pukulan yaaaaaaaaaaaaaaaaak !! Itulah. Mereka akan banyak komentar karena mereka memang bertugas untuk memberi komentar. (bertambah keras dan mulai berpidato lagi) Kita sadar apa yang kita lakukan. Menyerah tidak berarti kalah. Jalan masih panjang. Biarkan anjing menyalak. dia pura-pura tak melihat) Kita tidak kalah. mencari ide-ide baru dan kesempatan yang lebih tepat. tanpa dipaksa atau tanpa disogok atau bukan tanpa perhitungan. mengepalkan tangan. Kita hanya berlaku sedikit bijaksana demi kelanjutan kita sendiri. Sampai kita benar-benar tidak bisa lagi. jangan menunda. Azwar hendak mulai lagi menyambung pidato tersebut. Jangan malas. bersorak. mungkin anak kita sakit. Kita akan mulai lagi. Waktu tinggal sedikit. Satu kali. Pergunakan kesempatan sebaik mungkin. Jalan tak ada ujung. Ambil sarinya komentar-komentar itu. tapi Azwar mengetahuinya. Mengalah tidak berarti kalah. atau istri kita diserang oleh tetangga. Itu baru. Bukti akan menjadi saksi. tidak ada yang salah. berjuang. Siapa yang benar dan siapa yang akan menang pada akhirnya. Jangan dengarkan cemoohan orang. dua kali. Kita tetap maju. jangan kecewa. (Moortri sejak Azwar mulai berpidato. Kita tidak kalah. Kita lupakan untuk sementara sambil menyimpan tenaga. Dan siapa cepat dia akan dapat. tapi Moortri cepat Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 78 . kecuali kalau kita memang tidak mempunyai rencana. mendengarkan pidato itu. Jangan menyesal. Pada akhirnya.tetapi kita masih belum apa-apa. jangan berhenti berharap. kita mundur selangkah untuk melompat. Tapi kita hanya manusia biasa. Kita harus tetap berjalan. Ini nasib jelek. Jangan sedih. Kita tidak akan mati karena komentar. Kekalahan-kekalahan kecil sedang menyusun dirinya menjadi kemenangan yang sejati. bergerak. jangan lalai. Mari kita pulang. Sekarang mari kita pulang sebentar untuk menyiapkan diri kita kembali. Memang kawan kita yang sudah berhasil pernah juga hampir gagal karena komentar.

Teruskanlah usahamu yang luhur ini Zwar. ini serius. tetapi kepada banyak orang. cukup ! MOORTRI Pf (hendak mengulurkan tangan sekali lagi. AZWAR Kau dengar dari siapa. koran dan pembicaraan orang-orang di jalanan. AZWAR Mereka bilang apa ? MOORTRI Yah begitulah. Aku ikut bangga perjuanganmu tidak sia-sia. Kau telah berjasa memberikan gambaran yang benar tidak saja kepadaku. Tetapi aku tidak iri. Tidak disambut) AZWAR Ah.memotong) MOORTRI Selamat datang Zwar ! AZWAR Oh ! Moortri ! Apa kabar ? MOORTRI Selamat bertemu kembali ! (mereka bersalaman) AZWAR Apa kabar ? Kok di sini ? MOORTRI Baik-baik saja. Kau telah menjadi harapan banyak orang sekarang. Karena aku tahu semua itu kau perjuangkan Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 79 . jangan berlebih-lebihan. Sekarang sudah terbukti bahwa Guru tidak benar. Sukses ? AZWAR Yah. MOORTRI Tidak. MOORTRI Aku selalu mengikuti radio. AZWAR Apanya yang tidak benar ? MOORTRI Semuanya.

benar-benar telah membuka mataku. Sampai detik terakhir kau tidak bosan-bosannya mencoba menginsafkanku. (Azwar hendak berbicara tapi cepat dipotong oleh Moortri) Jangan berhenti membimbingku Zwar... AZWAR (menghindar) Jangan cengeng ah ! MOORTRI (berpikir) Itu yang akan saya lakukan kalau kau sukses. Perjuanganmu yang terus berkobar-kobar meskipun istri dan anakmu menjadi korban.. ck lain sekali ! MOORTRI (berpikir) Azwar-Azwar ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 80 .. Tapi sekarang aku tahu apa yang harus kulakukan... sekarang aku hanya seorang anak kecil ingusan yang masih asing di dunia yang luas ini. ck. mana matahari dan bulan dan bimbing aku dalam kegelapan malam yang berbadai. kemiskinan dan mengorbankan nyawa anak istrimu. Aku akan mengikuti jejakmu ! (hendak memeluk Azwar) Gu . Jangan heran. dengan darah. (Azwar terkejut tapi Moortri terus bicara dan menggenggam tangan Azwar dengan dramatis sekali) Aku terharu Zwar. Aku sudah kehilangan banyak.sejak lama sekali. tanpa harapan hanya kebimbangan bercampur kesangsian dalam kabut pikiran jahat serta kebodohan yang menghapuskan semua akal sehat. dengan laut yang bergelombang buas penuh dengan maut. Aku menyesal mengapa tidak mengikuti jejakmu sejak dahulu. Aku marah pada diriku sendiri kalau mengingat hari keberangkatanmu dahulu. AZWAR (berpikir) Kau kok berubah sekarang ! MOORTRI Kau yang berubah ! AZWAR Ck. Dan sampai terakhir aku tak juga berhenti bodoh. Tunjukkan padakuk mana utara selatan.. AZWAR Ah ?! MOORTRI Ya kan ? Itu yang harus saya lakukan kalau anda sukses. Aku terlalu menghiraukan kepentingan jasmani dan lemah terhadap wanita... kalau sekarang pikiranku berbalik seratus delapan puluh derajat.

tenang ! Saya tetap hormat terhadap orang-orang yang jujur seperti kau. hidup. kenapa kau jadi begitu sekarang ! AZWAR (marah) Kau sendiri kenapa jadi sinting begini! MOORTRI Kau cepat tersinggung sekarang ! AZWAR Sekarang ? Sejak dahulu aku tidak suka tersinggung ! MOORTRI (berpikir dan menyerang) Tidak dulu kau sabar dan penuh humor. AZWAR Kau habis ngisap ganja ya ! MOORTRI (berpikir) Anak muda yang hebat.(memperhatikan Azwar dari segala arah seperti memeriksa sebuah patung) AZWAR Aku heran ! MOORTRI (memperhatikan dan pikir-pikir) Anak muda-anak muda. sabar ! AZWAR Kau sekarang seperti Guru ! MOORTRI (menyelidik Azwar) Tenang. dulu tidak begini ! MOORTRI (memperhatikan Azwar) Sabar. berambisi ! AZWAR Kau benar-benar sudah berubah Moortri. AZWAR Humor ada waktunya ! MOORTRI (tiba-tiba menjadi sedih) Jangan terlalu dipikir Zwar ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 81 . semangat. AZWAR (berpikir) Kau mimpi atau mabok ini ! MOORTRI (menyimpulkan) Oh Azwar-Azwar.

AZWAR Aku tidak mengerti, jalan pikiranmu sekarang. Kau pikir kau ini sudah sama dengan Guru ? Caramu ngomong itu ! MOORTRI (sedih) Bagaimana caraku ngomong. AZWAR Seperti Guru ! MOORTRI Dan caramu menipu Sabar ? AZWAR Apa ? MOORTRI Menipu Sabar ! AZWAR Menipu Sabar ? Menipu apa ! MOORTRI (menarik nafas panjang) Sudahlah soal kecil ! Istrimu. AZWAR (marah) Tunggu dulu ! Menipu apa ! MOORTRI Sudahlah Zwar. AZWAR Sudah apa ! Aku tidak pernah menyuruh dia ikut. Dia ikut sendiri. Dia bukan anak kecil lagi. Umurnya sudah ........ (lupa) sekian tahun. Kakinya pincang itu tidak ada hubungan dengan kewarasan otaknya jangan bikin diskriminasi ! Dia sudah dewasa ! Ini kesalahan umum ! MOORTRI Ok baiklah. Istrimu dan anakmu ........... AZWAR Terangkan dulu menipu bagaimana ! MOORTRI Sudahlah Zwar. Kau perasa sekali sekarang. AZWAR

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

82

Ini soal besar. Orang selalu mengira semua ini kesalahanku. Keteledoranku, kemalasanku, kurang ini dan kurang ituku. Mereka tidak pernah mengerti ! Mereka mengatakan aku PENIPU. Tetapi kalau Guru yang melakukan semua ini mereka bilang OHHHH hebat, hebat, besar ! MOORTRI Sabar Zwar. Kau jangan panik. AZWAR Siapa bilang aku panik ! Aku tenang. Aku menguasai keadaan. Aku punya perhitungan. Komentar-komentar, boleh, boleh saja, silahkan sebanyak-banyaknya, malah bagus. Tapi ..... (tidak meneruskan) MOORTRI Tapi apa ? AZWAR Tapi aku tidak panik ! Aku bergerak dengan otak bukan dengan klenik ! MOORTRI Waduh ! AZWAR Kau boleh mengejek. Kau boleh menyangka bahwa siasat berarti kekalahan. Kemenangan bagiku bukan sekedar bukti untuk dipamerkan tetapi tercapainya target, kalau perlu tidak usah kelihatan. Orang bilang kita mengalah bukan karena kalah ! MOORTRI Memang. AZWAR Lalu kenapa kau memperlakukan aku begini. MOORTRI Apa yang telah saya lakukan Zwar ?! AZWAR Mengejek ! MOORTRI Ah ? AZWAR Sayang kalau aku keliru seperti orang lain. Percuma kau berguru bertahun-tahun. Kau hanya mewarisi sikapnya saja bukan inti ........ ambisimu ! MOORTRI Nanti dulu, soalnya jadi tidak jelas.

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

83

AZWAR Sudahlah. MOORTRI Kau keliru Zwar ! Jangan menyangka aku tidak mengerti kau ! AZWAR Memang tidak ! Dari dulu ! MOORTRI Kau yang tidak mengerti ! AZWAR Aku sudah bosan debat kusir. MOORTRI Kenapa kau begini sekarang ! AZWAR Ini siasat, siasaat tahu ! (membentak keras) MOORTRI (setelah diam mencoba mengalihkan pembicaraan) Ck-ck-ck. Azwar istrimu dan anakmu. AZWAR Tak usah mengalihkan pembicaraan. MOORTRI Tapi istri dan anakmu ............. AZWAR Aku tahu ! (cepat) Paling mereka mati. Ya nggak? MOORTRI (lama diam berpikir serius) Aku tak ngerti sekarang. AZWAR (enteng saja) Semua itu resiko. (menunggu reaksi Moortri, tapi tak ada reaksi, kemudian meneruskan) Kau satu-satunya sahabatku. Aku tidak suka kau berubah. Aku akan sedih sekali Moortri. Lebih dari pada kalau aku benar-benar kalah. Aku harap kau menghentikan kepura-puraanmu. Seperti dulu. Bicara padaku seperti dulu. Halangi aku. Beri aku nasehat yang bertentangan dengan kemauanku. Ayolah !

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA

84

bapak Roni. Karena aku tidak bisa bebas dari Guru. Aku sekarang suami Titik. Memutar balik semua peristiwa dengan. Ayo Moortri ! Sekarang giliranmu. Karena aku selalu teringat kepada Roni dan Titik. bagaimana. Karena aku mau pulang. Ayolah Moortri ! MOORTRI Jadi kau akan berhenti ? AZWAR Ya. Bantah aku. Aku ingin pulang dan jadi manusia biasa saja. Karena aku lemah. itu. cepat. Aku tidak. Aku sudah menipu Sabar. Jangan mengejek dengan ketawa dan pura-pura memaklumi. Aku ingin berdebat. Semua korban yang lain baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan ? AZWAR Jangan main-main ! MOORTRI Jadi kau berhenti ! AZWAR Betul mereka mati ? MOORTRI Jadi kau berhenti ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 85 . Ayo maki aku. Aku sudah pulang. Prek ! Apa semua itu ! Berapa banyak. Aku menyerah. MOORTRI Dengan alasan ? AZWAR Apa boleh buat.MOORTRI (berpikir keras) Hhhhhhhhh ! AZWAR Ayolah. ini. Akuk Azwar. ini itu yang tidak dapat dimengerti orang lain. Sesali aku. Aku kalah ! Anak itu di sana sekarang (menunjuk tempat Sabar) Masih tetap ingin menjadi pahlawan. Itu sifat perempuan ! Maki aku sekarang. MOORTRI Lalu anakmu yang mati dan istrimu yang mati ? AZWAR (terkejut) Ah ? MOORTRI Ya.

AZWAR Titik dan Roni mati ? Dan bayi dalam kandungannya ? MOORTRI Bagaimana nasib Sabar ! (keras) Bagaimana nasib yang lain-lain ! AZWAR Kenapa kau tidak kasih kabar sebelumnya ! MOORTRI Sekarang sudah terlambat buat pulang !!!! AZWAR Mereka benar mati tidak ! MOORTRI Kalau kau pulang mereka mati. Mari. Kalau kau terus mereka hidup lagi. AZWAR Kau jangan memainkan orang yang sedang lemah ! MOORTRI Kau berhak untuk tidak percaya ! AZWAR Tidak aku percaya. Aku sudah berjanji untuk menjaga bukan ? AZWAR Tiga-tiganya ? MOORTRI Komplit. MOORTRI Sedikit sangsi. artinya masih normal. MOORTRI Baiklah kalau mau pulang. AZWAR Tapi aku tidak senormal dulu lagi. Aku hanya sangsi. Ayo ! (menarik) AZWAR Jangan begitu. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 86 . Kuantarkan kau ke kuburan mereka. AZWAR Betul ? MOORTRI Aku jamin.

MOORTRI Pukul dua belas kurang dua puluh menit. MOORTRI Aku hanya menolong supaya tidak telat. (waktu berlalu) MOORTRI Pukul dua belas kurang lima belas menit. bisa tambah cepat. AZWAR Jangan dihitung. MOORTRI Aku tahu ! (tegas) AZWAR Kau tahu semua seperti Guru saja. Cepat sekali ! AZWAR Jangan dihitung.MOORTRI Ayo ! AZWAR Alah jangan main-main ! MOORTRI Waktu tinggal sedikit. Pukul berapa Sabar ! (tidak ada jawaban) AZWAR Kami baru bertengkar tadi. (waktu berlalu) AZWAR Aku merasa digerakkan oleh kemauan orang lain. kubilang. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 87 . Waktu cepat sekali sekarang seperti mimpi. MOORTRI Pukul berapa Sabar ! (tidak ada jawaban) Aku kira sudah setengah dua belas. (melihat sekelilingnya) Ya setengah dua belas lebih lima menit.

AZWAR Ah prek ! Anak ini tolol ! MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 88 . Kau sekarang cepat benar ngambek. (memanggil) Sabar ! Sabar ! Heee Sabar Subur ! Heeee Sabar !!!! Sabar ! Sabar ! Sabaaaarrrrr ! (memanggil dengan segala macam cara tapi Sabar tetap tak bergerak) Kalau kau yang panggil dia tidak akan bingung. MOORTRI (melihat langit) Lihat sudah pukul . AZWAR Soalnya aku masih kesel. Kalau dia bangun mulutnya akan ikut bangun dan mulai mendongkelku... AZWAR Aku tidak suka mulutnya.. AZWAR Sebentar... AZWAR (membentak) Kubilang jangan ! MOORTRI Panggillah supaya tidak telat..AZWAR Dia masih begitu bagaimana ? (menunjuk Sabar) MOORTRI Kalau kau yang panggil pasti dia bangun. biar marahku hilang dulu.. MOORTRI Ayolah panggil dia. MOORTRI Kalau begitu ayo pulang !! (hendak menarik) AZWAR Jangan begitu. MOORTRI Memang ada guru yang tidak suka murid yang berbakat.

melihat kita berdua. AZWAR Pukul dua belas kurang sepuluh menit ? MOORTRI Ah ? (melihat waktu) AZWAR (membentak) Jangan ! Jangan ! MOORTRI Pukul dua belas kurang lima menit. AZWAR Setan ! Waktu selalu mengejar-ngejar. MOORTRI (melihat waktu) Sudah pukul AZWAR Jangan.Karena dia suka membangkang. Barangkali. Ayo panggil dia ! AZWAR Melihat apa ? MOORTRI Panggil dia. AZWAR Terlalu banyak mulut ! MOORTRI Guru juga berkata begitu dulu ! AZWAR O ya ? MOORTRI Memang kawan kita yang sudah berhasil akan ketawa kalau melihat ini. Ada saja yang salah. (menyiapkan dirinya kembali) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 89 . AZWAR Ya. jangan ! MOORTRI Wah terlanjur.

Lebih dari minta maaf. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 90 . MOORTRI Saya tidak mengadukan. Hati-hati dengan dia. MOORTRI Apa dia minta maaf ? AZWAR Ah prek maaf ! Maaf tak usah diucapkan. Cacad selalu menyembunyikan dendam. MOORTRI Kau harus menghukumnya. AZWAR Semua sudah selesai.. tapi saya hanya ingin memperingatkan kau sedikit. MOORTRI Belum lama berselang ...Sabarrrr !!!! (sekali panggil mendamprat) SABAR (menoleh tapi tak mau bergerak) AZWAR Dia masih ngambek. MOORTRI Lalu dia ? AZWAR Barangkali dia menyesali perbuatannya sekarang.. MOORTRI Kau marahi dia ? AZWAR Lebih dari marah. AZWAR Ya. Aku sudah membereskannya.. AZWAR Dia brengsek ! MOORTRI Jadi kau sudah tahu.

Moortri mencoba memanggil keras-keras) MOORTRI Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 91 . MOORTRI Maaf. AZWAR (menggeleng) Kau benar-benar berubah Moortri. Aku hanya mengingatkan. Sabar ! (Sabar tak ada lagi di tempatnya) Sabar ! (mereka memeriksa tapi tak ada Sabar.AZWAR Aku mempunyai cara-cara tertentu untuk itu. AZWAR (marah) Aku punya cara sendiri ! MOORTRI Baik. MOORTRI Masak ? Ya ? Kau juga ! AZWAR Kita semua berubah karena kita modern ! MOORTRI Guru ! AZWAR (tidak mau mendengar) Memang kawan kita yang sudah berhasil juga berubah. MOORTRI Biasanya kau melakukannya seperti Guru. MOORTRI Dan sementara itu (melihat waktu) Sudah pukul dua belas. AZWAR Baik. AZWAR Dan sekaligus menyindir.

Sabaaaaaaaarrr ! Mungkin dia kencing atau buang air. Kau mayat ! Jiwamu macet ! MOORTRI Sudah kuduga kau juga makin mirip dengan Guru.. AZWAR (tak tahu apa yang harus dijawabnya) MOORTRI Kau tidak boleh seperti Guru. Sabaarrrrr ! AZWAR Sudah tak ada gunanya. kata-katanya. AZWAR Aku bosan mendengar nasehatmu Moortri ! Kau tidak pernah berubah.. AZWAR Yahhhhh ! MOORTRI Yah apa ! Kau harus berpikir dua kali. Kata-katamu selalu sama. Susunan. Kita harus berani berjalan terus sendirian. Semua kata-kata itu. Membacanya dalam hati.. titik komanya dan isinya. Azwar mengambilnya kembali sebelum Moortri selesai membaca. Kau Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 92 . mencemoohkan isi surat) Hhhhh !! Kita lahir sendiri-sendiri.... Lalu mereka berbisik-bisik. Kemudian Azwar merobek surat itu.. Mamang kawan kita yang sudah berha.. AZWAR (mengulurkan tangan) Selamat tinggal ! Kau tidak ikut ? MOORTRI Aku memang tidak ikut kan ! (menyembunyikan tangannya) AZWAR Kenapa kau tak mau salaman ? MOORTRI (tak mau menyambut) Tapi istrimu ? Tanggung jawabmu terhadap keluarga. MOORTRI Memang begitu. (ia memungut kertas di atas batu) Lihat ! Ia meninggalkan pesan (Moortri membaca. Kau bukan seorang laki-laki.. lagunya.

persahabatan kita putus ! MOORTRI Apa kau takut dengan mereka ! AZWAR Aku tidak takut kepada siapapun. AZWAR (marah besar dan membanting sesuatu ke tanah) Sekali lagi kau sebut nama mereka. Mamang sahabat kita yang sudah berhasil . kan ! AZWAR Aku tidak takut ! MOORTRI Jadi kau akan berangkat kembali ? AZWAR Kau selalu bikin aku bingung ! MOORTRI Terserah kepadamu Azwar ! AZWAR Aku hanya manusia biasa.tidak tahu ia mempunyai kata-kata yang baru sekarang.. MOORTRI Merka juga makan nasi seperti kita... Kau pernah dengar (berbisik) AZWAR Prek ! MOORTRI Kau takut kalau aku bicara tentang dirimu ! AZWAR Sebab kau mencampurkan aku dengan tafsiranmu. AZWAR Itu siasat tahu ! MOORTRI Itulah yang selalu dikatakan oleh Guru. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 93 . aku AZWAR ! MOORTRI Kau sudah gagal.. Aku Azwar.... Aku akan buktikan. Aku bukan nasi goreng.

Terus terang saja mereka sudah mati atau belum ? MOORTRI Sudah. istrimu pingsan dan tidak sadar sampai matinya. MOORTRI Itu bukan kata kiasan. Tapi setelah Sabar datang mengacaukan sandiwara kami itu. supaya aku tidak pernah telat. AZWAR Jadi mereka telah mati. Aku dan Entin sudah mengatur sebaik-baiknya. Aku mengerti apa arti kata-kata kiasan itu. Kami carikan dia kutu seperti harapan masih ada. AZWAR Tapi aku selalu membuat jam tuaku itu maju seperempat jam. Tapi semuanya sudah beres sekarang. Kalau aku terus mereka akan hidup. AZWAR (termenung sejenak) Benar atau tidak ceritamu ? (tak dijawab) Benar atau tidak ceritamu aku akan terus maju ! Pukul berapa sekarang ? Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 94 .MOORTRI (melihat waktu) Pukul dua belas ! Sudah telat sekarang. sudah ! AZWAR Kapan ! MOORTRI Bayi itu sudah mati kemarinnya. tapi istrimu terus juga menggendong seperti ia masih hidup. MOORTRI (hendak melihat waktu lagi) O ya ! (tidak jadi melihat malah Azwar mengambil jam melemparkannya) AZWAR Jangan dilihat ! Kita harus bebas ! MOORTRI Kau akan berangkat tidak Zwar ? AZWAR (termenung) MOORTRI Kau takut sendirian ? AZWAR Seandainya aku pulang keluargaku akan mati.

ENTIN MUNCUL MENUNGGU MOORTRI SELESAI MENCARI. Yaaaaaaaaaakkkkkkkkkk ! Ini Azwar ! Ini bukan siapa-siapa ! A . (hendak ngomong lagi tapi Entin sudah tambah dekat) ENTIN Oom Azwar. Oom Azwar ! (Azwar lari keluar setelah memeluk Moortri) ENTIN (muncul terus mengejar Azwar) Oom Azwar ! Oom Azwar. (kedengaran suara Entin memanggil-manggil) Semuanya rahasia OK (mengulurkan tangan) ENTIN Oom Azwar. Kalau aku pulang aku akan membawa kutu Roni. di perut.. di kuping. di mulut. di gigi. Tapi seperti kata Guru terus mengejarku.. Oom Azwar. jamku ! (memungut jam yang tadi dilemparkan lalu melihat) Pukul dua belas lewat (membuang kembali) Biar ! Baik ! Tolong jaga istriku baik-baik. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 95 .. (mereka bersalaman) Jangan bilang kepada siapa-siapa aku bertemu denganku.(mau melihat waktu terus terkejut) Lho. Oom Azwarrrrrr !!!! AZWAR Aku akan rindu kepadamu. Oom Azwar ! Oom Azwarrrrrrrrrrrr ! Mbak Titik dan dik Roni (suaranya tambah jauh) MOORTRI (mendengarkan suara Entin. dia bersembunyi di kepala. lalu mulai mencari jam yang dilemparkan oleh Azwar. tapi tak menemukannya) Wah pukul berapa sekarang ? SIBUK LAGI MENCARI SESUATU YANG HILANG DALAM DIRINYA..

MOORTRI Bukan. MOORTRI Ya. ENTIN Jadi Oom ini pro Oom Azwar ! MOORTRI Hmmmmmmmmm.ENTIN Itu kan Oom Azwar ? MOORTRI Ah ? ENTIN Kenapa ia tidak mau dipanggil ? Atau bukan ? MOORTRI Itu ? Bukan ! ENTIN Oooooo. ENTIN Jadi Oom Azwar belum juga pulang sampai sekarang. MOORTRI Menemui Guru ? ENTIN Ha ! Masak Oom tidak tahu. ENTIN Oom sendiri tidak ! MOORTRI Kelihatannya saja tidak. pantas. Kelihatannya seperti Oom Azwar. Semua orang harus menjadi pahlawan sekarang. Saya diam-diam pergi ke Bukit tiap malam. ENTIN Tidak bertanggung jawab ! MOORTRI Dia sedang berjuang. ENTIN Ha ! Entin sudah tahu ! Entin juga sudah menemui Guru. masak Oom tidak Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 96 .

yak. yak. harus kita gasak. berat. Karena kalau Oom tidak berani sekarang. katanya. (Moortri diam-diam ke dekat batu dan mengangkat batu itu tapi tak bisa. saya mengerti dan maklum. ck. Bukan di situ tapi di sana. Ia akan terus begitu untuk selama-lamanya. yak. kata Guru Oom juga akan payah. Oom sendiri juga keliru. Dia tidak mau tahan. Entin terus mengeritiknya sambil mendekati. Karena itu harus yak. kita harus sekarang juga. itu sebenarnya tidak begitu tapi begini. sedikit saja. Oom sendiri hampir. Guru bilang. Lalu Guru juga bilang Oom Moortri begini. Dan Sabar. sekarang juga. Sebab kita akan wah. Sabar sebenarnya tidak jelek. wah. Dia seharusnya bisa lebih giat lagi dari itu. Perkara itu bukan perkara yang sekarang ini diperkarakan oleh orang. Guru bilang kita harus Hmmmmmmmmmm (menggeram lalu mengepalkan tangan) Kau harus ikut. Kita tidak boleh lagi seperti dulu. si B dan si C bahkan juga si AB. tapi dia sudah terlalu puas. Oom Mamang yang sudah berhasil itu sudah keliru. Kita harus Yyyyyak ! Kita harus lebih yaaaak ! Kita harus Yak. yakkk. ck ! Benar tidak Oom ! Kita tidak boleh ck-ck-ck lagi sekarang ini. kita tidak bisa lagi tetap seperti dulu. Kita harus. yak. begini dan begini jadi sebenarnya tidak begini ini. Tapi ini rahasia lho Oom. sehingga akhirnya ia menjadi kacau seperti sekarang ini.tahu ! Tapi ini rahasia ! Guru bilang ia tahu semuanya tapi ia memaafkan (berbisik) tapi jangan bilang kepada siapa-siapa ini rahasia Oom. MOORTRI Bawa ke sana (menunjuk ke tengah. harus Oom. terus. tapi yang sedikit itu bisa besar kalau tidak distop Oom Moortri harus berani sedikit lagi. Oom sendiri juga sedikit. Sabar juga keliru. Awas kalau Oom bocorkan kepada orang lain. Entin terus bicara) ENTIN Kata Guru kita harus mulai dengan yang baru. Moortri memberi isyarat supaya ditolong mengangkat batu) MOORTRI Tolong diangkat ! ENTIN (terus bicara tapi berusaha menolong) Jadi kata Guru kita semua sekarang sudah ck. Mereka berdua mengangkatnya ke tengah. Karena itu Oom segera harus yak. Dan maaf. kau tidak boleh berhenti kau mesti tabah dan kau pasti bisa. Dan kita harus mulai berlatih. tidak bisa ditunda lagi ! Kita harus yak ! (sampai di tengah. Mereka beristirahat tapi tetap masih memegang batu itu) Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 97 . terus pasti ia akan ketemu. kita sudah dalam waktu yang lain. sedikit sekali. Si A. yak. Oom Azwar itu juga keliru. tapi ia kurang pasti terus-terusan. Guru bilang. Sayang sekali. yak sehingga kita benar-benar bisa yyyyyyyyyaaaaaaaaakkkkkkkkk ! Ya kan Oom ? Oom Azwar sudah keliru. Dan Oom Azwar. kalau ia agak tahan sedikit dan terus. bahkan juga bukan yang diperkarakan oleh Oom Azwar tapi lain. Bahkan Chaerul Umam sebenarnya juga keliru.

.. yaaak ! MOORTRI Ayo ke sana ! (menunjuk sudut yang jauh........ MOORTRI Angkat ! ENTIN Tidak berhasil..... Guru sendiri sudah mengeritik dirinya sendiri bahwa Guru bukan maju tapi mundur. begini. Nasib baik. Sekarang kita sudah terlambat. dan baru yaaak. Kita adalah Calon ! Dan kita . Chaerul Umam kawan kita yang sudah berhasil. SUARA ENTIN PUTUS.. menurut Guru ... ORANG BANYAK CEPAT MERUBUNG APA YANG TERJADI. terus. SALAH SEORANG Kenapa dia ? Barusan ribut ! SALAH SEORANG Lho ! SALAH SEORANG Ini kecelakaan ! Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 98 .. MOORTRI (sampai di tempat gelap.Pikiran-pikiran Guru sekarang sudah jauh lebih maju..... Ia hanya kebetulan. Tapi Guru bilang asal kita mau saja kita akan bisa... Kita sudah banyak memboroskan tenaga.... KEDENGARAN BATU ITU JATUH MENIMPA.. tapi kita sudah lupa. Mereka mengangkatnya ke sana dan Entin terus juga bicara) ENTIN Kita sebenarnya bisa. Kita harus marah kepada diri kita sendiri. Kita sudah jauh.. Sebab kita kata Guru bukan budak.... memberi komando) Ya... begini. terus. MOORTRI Angkat ke atas ! ENTIN Chaerul Umam kawan kita yang sudah berhasil menurut Guru tidak . Kita sudah terlalu banyak menyia-nyiakan waktu. Ia tidak sukses. Dan Guru sendiri mengatakan bahwa Guru . Kita sekarang harus begini.. Kita harus bangkit dan Mmmmmmmmmmmmmmm ! Mmm Mmmm ! bila perlu kita harus yaaaaaaaaa ! Kita harus mencapai itu. Orang yang sukses menurut Guru adalah orang yang terus. UNTUK BEBERAPA LAMA SEPI... ya di sini ! Kamu jongkok ! ENTIN (keduanya di tempat gelap) Kita harus maju kata Guru..

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 99 . SALAH SEORANG Bagaimana lagi. SALAH SEORANG Ya tapi jangan dipaksakan cepat-cepat. ah masak. Akhirnya kau sama juga. SALAH SEORANG Ya tapi. Kita kan harus. Tadi dia ribut sekarang tiba-tiba begini ! SALAH SEORANG Siapa yang bertanggung jawab ini ! SALAH SEORANG Salahnya sendiri kan ! SALAH SEORANG Itu dengar ! TERDENGAR SAYUP-SAYUP SUARA SESEORANG MEMANGGIL ENTIN. lihat dulu bagaimana ini. SALAH SEORANG Kalau tidak bagaimana nanti. SALAH SEORANG Tapi meskipun begitu. SALAH SEORANG Biasaa. SALAH SEORANG Lho bukti ini ! Jelas. SALAH SEORANG Jangan dicari-cari. sudah jelas kan.SALAH SEORANG Ah ! SALAH SEORANG Habis ! SALAH SEORANG Lihat saja ! SALAH SEORANG Wah ! SALAH SEORANG Aneh ya.

Jangan takut. SESEORANG (hanya suara) Entinnnnn ! Kau dengar suaraku kan ! Aku tahu kau ragu-ragu. IA TERUS MENCARI SEMENTARA ITU SUARA MEMANGGIL ENTIN ITU MENJAUH MENDEKAT BERPUTAR-PUTAR. KEMUDIAN IA AGAK BINGUNG DAN MULAI MEROBEK-ROBEK PAKAIANNYA SENDIRI. Entin. TAPI TIDAK JUGA MENEMUKAN APA-APA. kau diancam jadi kau takut. jangan bersenda gurau terus ! Ayo ! MOORTRI MEMISAHKAN DIRI DARI ORANG BANYAK KE SUDUT YANG JAUH. Kau dengar ini ? Biar ! Kita akan terus ! Ayo Entin ! Tahan terus. jangan takut ! Biar telat sedikit tidak apa. SEKALI INI LEBIH PANIK DARI BIASANYA. Entinnnnnnn ! SALAH SEORANG Ssttttt ! Ini akan jadi hebat. di mana kamu Entinnnn. Sabar. MEREKA DIAM MENONTON SAMBIL MENDENGAR SUARA BERTERIAK ITU. Aku tahu kau sedang di situ. kita kan sudah ikut melihat dari tadi kan ! SESEORANG (suara saja) Eentinnn Entinnnnn ! Jangan dengarkan Moortri dia orang banci. Kita akan tipu dia seperti dulu lagi. SALAH SEORANG Kita tidak usah ikut campur. Sudah pukul dua belas. SALAH SEORANG Ssssstt ! SESEORANG (suara) ENTIIIN ! Sudah lewat pukul dua belas. IA MENCARI-CARI. Entiiinn di mana kamu.SESEORANG (suara saja) Entinnn ! Entinnnnn ! Di mana kamu. Cepattt ! Jangan telat lagi. Kita akan cari. MOORTRI KEMBALI LAGI MERASA DIRINYA KEHILANGAN. SALAH SEORANG Heeeee ! SALAH SEORANG Husss ! SALAH SEORANG Biar ! SALAH SEORANG Tapi. Di mana kamu. SALAH SEORANG DARI ORANG BANYAK ITU MEMANGGILNYA. Entin ! Nanti kita telat. Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 100 . Wah di mana kamu. kau dengar. jangan sembunyi. SALAH SEORANG Lho kita harus ikut campur terus.

Entinnnnnnnnnnnnnn ! Entinnnnnnnnnn ! Bangsat ! MOORTRI SEMAKIN PANIK MENCARI. Semua rusak lantaran kamu. MEREKA PUN MARAH. 15 OKTOBER 1973 Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 101 .... Terpaksa (melemparkan batu dan kaleng kepada Moortri) Entinnnnnn ! Brengsek kamu. SESEORANG (berteriak dari kejauhan agak takut) Entiinnn ! Entinnn ! Entinnn ! Kita pergi ! Selamat tinggal ! Maaf ! Jangan marah ! Apa boleh buat! Jangan salah paham ! Jangan sedih ! Jangan salahkan kita ! Jangan . (dan seterusnya) MOORTRI TELANJANG BULAT. ORANG BANYAK Hee ! Hee ! (balas melempar. Masak. bikin rusak semua ! (melempar sampah kotor) Rasain ! Rasain ! Kita pergi sekarang ! Biar kamu nyesal. kesempatan sedikit sekali. IA MENCABIK-CABIK TERUS. Hayo kamu jahat ! (melempar lagi) ORANG ITU TERUS MELEMPAR-LEMPAR TAK SENGAJA ORANG BANYAK ITU KENA.Jangan goblok. habis kamu sendiri yang tolol ! Entin ! Kamu dengar tidak! Sudah dikasih kesempatan ! Kamu mempermainkan kita ! Kamu pura-pura saja ! Kamu cuma mau enaknya saja. Kita akan ditinggal. bikin susah terus. SESEORANG (suaranya dekat) Kita sudah telat. tapi tidak berani. Kamu dengar tidak ? Budeg ! Jangan brengsek terus. yang dilempar lari) MOORTRI TAK PERDULI MASIH TERUS MENCABIK PAKAIANNYA DAN TAK MENEMUKAN APA-APA.. SELESAI ITTOEN. Goblok kamu. kamu saja yang jadi gara-gara terus. ini sudah lewat pukul dua belas.

Lakon ANU Karya PUTU WIJAYA 102 .