You are on page 1of 28

Kode : KKN PPM ± UGM ± 16

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Individu)

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN : 2010

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI

: PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO : 1A : WATES : KULON PROGO : YOGYAKARTA

Disusun oleh : Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : M. Lazuardi R.A. : 07/251903/HK/17467

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEPADA MASYARAKAT UNVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, dimana karena perkenan -Nya lah penulis dapat menyelesaikan kegiatan-kegiatan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Review Perda Universitas Gajah Mada periode antar semester tahun 2010 di kantor Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, daerah Istimewa Yogyakarta ini dengan relatif lancar dan sukses. Laporan Pelaksanaan Kegiatan ini penulis buat berdasarkan hasil inventarisasi, wawancara dan diskusi dalam rangka pelaksanaan kegiatan KKN Review Perda. Dikarenakan Kabupaten Kulon Progo belum memiliki Perda Tentang Izin Gangguan yang baru, akhirnya penulis dan anggota tim lainnya memutuskan untuk melakukan kajian/ review terhadap Raperda Retribusi Izin Gangguan yang akan diajukan kepada DPRD Kulon Progo. Kegiatan KKN Review Perda ini melalui beberapa tahapan diantaranya: pelaksanakan inventarisasi peraturan yang berkaitan dengan Raperda tersebut. Setelah proses inventarisasi selesai, langkah selanjutnya adalah pengumpulan data yang diperlukan, konsultasi dan koordinasi dengan instansi terkait dan puncaknya, telah diadakan konsultasi publik. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli ± 31 Agustus 2010. Tugas-tugas yang penulis jalankan berkaitan dengan program KKN-PPM Review Perda ini dapat terselesaikan dengan lancar tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, instansi, lembaga beserta bagian-bagiannya yang telah memberikan sambutan dan kerja sama yang baik dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas tersebut. Meskipun tentunya ada pula berbagai hambatan yang penulis temui namun kiranya semua itu dapat teratasi dengan baik dan lancar. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan ini. Harapan kami semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis yang telah melaksanakan program -program KKN PPM Review Perda dan juga dapat membantu warga masyarakat maupun pihak lain dalam rangka proses pembangun Kabupaten Kulon Progo. Semoga laporan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bermanfaat bagi semua pihak. Berikut ini beberapa hasil dari pelaksanaan kegiatan maupun rincian kegiatan yang telah penulis lakukan :

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN A. akan lebih baik jika judul Bab III lebih spesifik seperti Perizinan Gangguan. Review Raperda Izin Gangguan dan Retribusi Izin Gangguan BAB. atau Izin Gangguan. dimana untuk dapat mereview suatu rancangan peraturan daerah secara keseluruhan masing masing individu diberikan tugas untuk mereview bab bab tertentu dalam rancangan peraturan daerah. tidak menjelaskan secara jelas perizinan apa yang dimaksud dalam judul bab tersebut. Dimana hasil review yang telah dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut : Pada Bab III tentang ³Perizinan´. III Tentang Izin Perizinan Dilakukan pada tanggal 13 Juli s/d 19 Juli 2010 Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh Individu dengan sedikit bantuan individu lain. karena dalam judul bab. Hasil dari review individu tersebut akan di bahas dan didiskusikan untuk kemudian disatukan menjadi review perda secara keseluruhan. dalam raperda mencantumkan : BAB III PERIZINAN Pasal 3 (1) Setiap orang pribadi atau badan yang mendirikan atau memperluas tempat usahanya di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan gangguan wajib memiliki izin. Hal tersebut bertujuan untuk membuat suatu perda yang jelas dan sistematis. (3) Untuk pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan retribusi Analisis : Nama Bab III yaitu Perizinan dirasa kurang tepat. .I. (2) Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepala Instansi atas nama Bupati.

Fotokopi Kartu Tanda Pennduduk (KTP) pemohon. c. Upaya pengelolaan Lingkugan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup. Selain itu demi menciptakan iklim investasi yang baik di Kabupaten Kulon Progo. telah diatur mengenai bagi pemilik dokumen lingkungan. dan f. e. . maka akan lebih baik adanya pengurangan syarat kepengurusan agar para pemohon izin gangguan tidak merasa terbebani dalam melengkapi syarat syarat dalam mengajukan izin gangguan. Bagi usaha yang menggunakan fasilitas Penanam Modal Asing / Penanam Modal Dalam Negeri harus disertai surat persetujuan Penanaman Modal dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. tidak seperti dalam raperda yang mencantumkan 6 (enam) buah syarat. Analisis : Syarat syarat yang ditetapkan dalam raperda di atas saat ini sudah tidak rasional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini. Denah/lokasi tempat usaha. Pernyataan tidak keberatan dari tetangga. d. b. Telah lahir Peraturan Menteri Dalam Negeri mengenai Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Izin Gangguan nomor 27 tahun 2009. pasalnya dalam Undang Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Kepala Instansi dan mengisi formulir yang diediakan serta melampirkan : a. Bagi usaha yang berindeks gangguan besar harus disertai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. tidak perlu adanya pengurusuan dari izin gangguan lagi bila ingin melaksanakan usaha. Fotokopi sertifikat / kutipan letter tanah yang digunakan. Keberadaan Dokumen Lingkungan yang disyaratkan dalam raperda juga menjadi point yang patut di perbincangkan.Pasal 4 Persyaratan mengajukan izin gangguan yaitu dengan mengajukan permohonan kepada Bupati c q. Dalam permen tersebut telah disebutkan bahwa persyaratan mengajukan izin gangguan hanya 3 (tiga) buah syarat saja.

Langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah : . Berdasarkan wawancara dari Stake Holder terkait. Kecil.Dalam pasal di atas pun terdapat pembagian pekerjaan antara 2 (dua) SKPD (Satuan kerja perangkat daerah) yaitu antara Kantor Lingkungan Hidup dan Lembaga Penanaman Modal. Kesimpulan dari analisis bab III tentang Perizinan adalah bahwa Bab III dalam perizinan sudah memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki untuk membuat suatu peraturan yang baik. dari segi permasalahan kami mendapatkan banyak permasalahan yang terjadi pada UMKM Kulon Progo. Langkah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan Usaha Mikro. jadi diwajibkan adanya penyesuaian dengan peraturan daerah tentang Izin Gangguan. karena saat ini telah ada peraturan dengan bentuk peraturan menteri yang mengatur mengenai izin gangguan. B. maka perumusan rekomendasi sangat penting untuk dilakukan. akan lebih baik dengan mensatuatapkan SKPD yang memang mengurus tentang Izin gangguan agar tidak terjadi koordinasi dan kerja sama yang kurang baik seperti yang sampai saat ini sering terjadi di Kabupaten Kulon Progo dalam kepengurusan izin gangguan. dan Menengah di Kabupaten Kulon Progo a. Perlu ada perbaikan terhadap bab III tentang Perizinan. Ketentuan mengenai persyaratan juga tidak sesuai lagi dengan peraturan yang berlaku. Maka demi membantu perkembangan UMKM. Dari keseluruhan data yang kami dapatkan mengenai UMKM. Perumusan Rekomendasi dan Solusi Dari Data seta Permasalahan Tahap Identifikasi UMKM Dilakukan pada tanggal 20 Juli s/d 27 Juli 2010 Suatu kegiatan yang dilakukan guna mendapatkan solusi dari permasalahan yang didapatkan mengenai perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hasil perumusan rekomendasi dan solusi dari dara serta permasalahan tahap identifikasi UMKM : A.

mengakses informasi faktor-faktor produksi. serta melakukan komunikasi bisnis lainnya secara global dalam rangka memperluas jaringan usahanya. Kecil dan Menengah (UMKM) ketika mengajukan pinjaman ke bank adalah karena adanya keterbatasan akses untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank. namun membutuhkan kerja ekstra dari Pemerintah karena sebagian besar pelaku Usaha Mikro. terutama jika web tersebut dilengkapi dengan bahasa inggris. . Jika pemerintah Kabupaten Kulon Progo dapat melaksanakan langkah ini maka para pelaku akan dapat memasarkan produknya hingga ke mancanegara. Meningkatkan kerjasama antara Pemerintah dengan Lembaga Keuangan terutama bank Pelaku Usaha Mikro. 2. Pembentukan Pusat Komunikasi Bisnis berbasis web di setiap daerah di Kabupaten Kulon Progo Pusat Komunikasi Bisnis tersebut menjadi sarana bagi pelaku Usaha Mikro.1. pemerintah juga harus mengatasi keterbatasan sarana dimana sebagian besar daerah di Kabupaten Kulon Progo belum dilengkapi sarana dan prasarana jaringan internet. Kecil dan Menengah (UMKM). Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produknya. melakukan transaksi usaha. Kesulitan yang biasa dialami pelaku Usaha Mikro. Selain kesulitan dalam hal memperkenalkan sistem Pusat Komunikasi Bisnis berbasis web. Kecil dan Menengah (UMKM) seringkali tersandung permasalahan keterbatasan modal dalam menjalankan atau mengembangkan usahanya. salah satu langkah yang dapat dilakukan pelaku untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan peminjaman ke bank. Langkah ini akan sangat membantu para pelaku Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo merupakan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah sehingga wawasan terhadap perkembangan teknologi sangat terbatas.

b. Peningkatan dan perbaikan dari sisi permodalan. Pentingnya peran bank untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro. serta dengan pola tepat sasaran. dan agunan yang memadai. Kecil dan Menengah (UMKM). tetapi juga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo karena akan meningkatkan perkembangan ekonomi di Kabupaten Kulon Progo serta menghasilkan keuntungan bagi pihak bank. Meningkatkan program pelatihan dan pengembangan usaha Pelaku UMKM biasanya kesulitan dalam mengembangkan usahanya karena kurangnya inovasi produk. Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah harus mengadakan program pelatihan dan pengembangan usaha terutama terkait inovasi produk secara berkala (setidaknya 1 (satu) kali dalam satu tahun). Selama ini Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah melaksanakan kegiatan pelatihan namun pelaksanaannya masih terbatas baik terkait lokasi pelaksanaan yang belum merata di setiap kecamatan dan waktu pelaksanaan yang belum rutin. mendorng pelaku Usaha Besar di Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan pendampingan terhadap UMKM. 4. Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbagai kemudahan. Kecil dan Menengah (UMKM) dari aspek permodalan harus menjadi perhatian Pemerintah. adminstrasi. Kerjasama yang terjalin diharapkan akan mempermudah pelaku usaha dalam mengajukan pinjaman. legalitas. tepat waktu. jangkauan pasar. Langkah ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo perlu menjalin kerjasama dengan pihak bank dalam hal penyediaan modal bagi pelaku Usaha Mikro.3. Memberikan layanan bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) dapat . Hal ini dilakukan agar pelaku Usaha Mikro. Langkah yang dapat dilakukan Bank untuk mendukung pelaku Usaha Mikro. karena sebagian besar pelaku UMKM melaksanakan usahanya hanya berdasarkan keterampilan yang diperoleh secara turun temurun. tepat jumlah. Kecil dan Menengah (UMKM) : 1.

langkah yang dapat dilakukan oleh Perguruan Tinggi terhadap pengembangan UMKM 1. Analisa Cost and Benefit Raperda Retribusi Izin Gangguan dari sisi Perizinan . pengembangan produk. Aktif mencari informasi terbaru terkait Usaha Mikro. 2. pengusaha sukses. Menghubungkan pelaku usaha dengan para ahli di bidang UMKM baik dari kalangan akademisi. Mengikuti setiap program yang diadakan pemerintah dan/atau stake holdres yang terkait dengan pengembangan Usaha Mikro. Meningkatkan kemampuan berwirausaha untuk mengembangkan usaha yang baik. c.akses terhadap modal secara mudah dan terjangkau sesuai dengan kebutuhannya. Kecil dan Menengah (UMKM). 4. Mengembangkan layanan yang bervariasi sesuai sember daya yang dimiliki Bank. dan lain-lain. marketing. Kecil dan Menengah (UMKM). C. Membentuk paguyuban pelaku Usaha Mikro. dan lain-lain. Langkah yang dapat dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro. d. 2. Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga memudahkan koordinasi baik dengan pemerintah maupun dengan stake holders lain. Kecil dan Menengah (UMKM) : 1. Meningkatkan pendampingan dan pembinaan bagi pelaku UMKM selama ini Perguruan Tinggi di Kulon Progo yang bertempat di Wates terutama Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Ekonomi telah melakukan pembinaan dan pelatihan tetapi pendampingan dan pembinaan yang dilakukan masih sangat terbatas dan belum merata di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Kulon Progo. 2. Ahli yang dihubungkan dengan masyarakat dapat yang berkaitan dengan manajemen usaha. 3.

1.580. yang mana poin-poin diskusi akan dirangkum dan disimpulkan menjadi satu kesatuan analisis cost and benefit sebagai berikut: Tabel biaya Penerima Indikator Biaya Pembuatan Perda Baru Baseline Keterangan Sumber : Anggaran Rp 10.000.2.00 Rp 18.Rp.718.00 Sumber: data Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo Tahun 2008 Sumber: data Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo Tahun 2008 Sumber: Kantor Pelaku Usaha Biaya pengurusan izin gangguan Rp.039.225.000.00 Baseline (2008-2009) Rp 44.200.250/m2 Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo Tahun 2009 Tabel Baseline Pihak Terkait Indikator Manfaat/Biaya Penerimaan PAD PAD dari Retribusi Pemerintah Penyelenggaraan Izin Gangguan perpanjangan dan Rp 125.298.125 .15 Keterangan Pemerintah PAD Tahun 2009 Data Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo Tahun Desember 2009 .00 Pendapatan dan Belanja Daerah 2008 Pemerintah Budget program Pemerintah penciptaan iklim UMKM yang kondusif Budget sosialisasi Pemerintah kebijakan tentang Usaha Mikro Kecil Menengah Rp 8.900.416.Dilakukan pada tanggal 26 Juli s/d 31 Juli 2010 Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan jalan diskusi.184.

baru Pemohon izin Pemerintah gangguan (baru dan perpanjangan) 353 pemohon (baru: 202. Surat Keterangan dari desa) yang mencakup lokasi Sumber : Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten kulon Progo Tahun 2010 . Fotokopi KTP pemohon. perpanjangan: 151) Sumber: Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo Tahun 2009 Koordinasi dan kerjasama antar Pemerintah instansi dan SKPD dalam sistem perizinan 13 syarat Syarat izin permohonan mengisi Belum berjalan dengan baik Hasil survey ke dinas terkait (KPT dan KPM) yaitu blangko permohonan yang telah disediakan dengan dilampiri: a. b. Fotokopi hak milik tanah (sertifikat. letter C/D. Fotokopi akta Pemerintah Jumlah Persyaratan notaris/akta pendirian bila perusahaan berbadan hukum. c.

dilampiri surat penunjukan ketua kelompok. Fotokopi IMB. Surat kerelaan/ perjanjian sewa/ kontrak jika tanah bukan milik sendiri disahkan e. k. Bila jenis usaha permainan (PS. Denah tempat usaha disahkan desa dan camat. g. desa dan camat. luas. Bola Sodok. l. Bila usaha angkutan dilampiri fotokopi STNK kendaraan. f. i. h. dll) . j. Bila usaha kelompok. Bila usaha wartel dilampiri foto kopi surat persetujuan dari Telkom.usaha. kelas dan nomor persil. d. Bila jenis usaha siaran disertai surat izin mengudara.

UKLIPL. SPPL dan DPL) yang sudah disahkan. mempermudah proses pengawasan pemerintah terhadap pelaku usaha Belum ada peraturan Pelaku Usaha Jaminan Kepastian Hukum Belum ada kepastian hukum daerah yang mengatur mengenai izin gangguan secara khusus Sumber: Pelaku Usaha Jumlah UMKM 37.dan usaha yang menimbulkan kerawanan sosial disertai surat kesanggupan mentaati peraturan perundangan yang berlaku dan bukti sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi. n. Materai tidak ditempel 1 lembar. Dokumen lingkungan (AMDAL.858 unit Dinas koperasi dan UMKM Kabupaten . Prosedur Pengawasan Pemerintah Pemerintah terhadap Pelaku Usaha Berizin Melalui proses perpanjangan izin Dengan adanya perpanjangan izin secara temporer. m.

c. b. perpanjangan izin gangguan paling lama 7 hari 3 tahun dan harus diperpanjang 3 syarat Syarat izin permohonan mengisi Sumber: Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo 2009 Sumber: Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulon Progo Pelaku usaha Jangka waktu izin gangguan (HO) ialah blangko permohonan yang telah disediakan Jumlah syarat dan Pelaku Usaha prosedur perpanjangan dengan dilampiri: a. Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kulon Progo Nomor 9 Tahun 1987 tentang Izin Tempat Kesederhanaan dan kejelasan regulasi Belum disederhanakan Usaha beserta Perda Kulon Progo Nomor 11 Tahun 1991 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kulon Progo Nomor 9 Tahun Sumber: Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten kulon Progo Pelaku Usaha .Kulon Progo Tahun 2009 Jangka waktu Pelaku usaha pengurusan izin gangguan Paling lama 15 hari. Materai tidak ditempel 1 lembar. Fotokopi KTP pemohon. Surat izin asli yang sudah habis masa berlakunya.

perikanan dan tahu tempe belum terkendali dengan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo Belum dilibatkan secara optimal Hasil wawancara dengan masyarakat dan pelaku usaha .1987 tentang Izin Tempat Usaha dan Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 17 Tahun 1998 dan Keputusan Bupati Nomor 68 Tahun 2000 yang mengatur mengenai Retribusi Penyelenggaraan Izin Gangguan Tingkat kesadaran Masyarakat dan pemahaman masyarakat terhadap izin gangguan (HO) Rendah Kurang sosialisasi dari Pemerintah mengenai Fungsi dan Tujuan Izin Gangguan Sumber: Masyarakat Jumlah pengangguran 11. Masyarakat udara.472 orang Dinsosnakertrans Kabupaten Kulon Progo Tahun 2009 Keterlibatan masyarakat/pelaku Masyarakat usaha dalam penyusunan Raperda maupun regulasi tentang perizinan Untuk usaha Pencemaran air. dan gangguan lingkungan peternakan.057 orang Dinsosnakertrans Kabupaten Kulon Progo Tahun 2009 Sumber: Masyarakat Jumlah tenaga kerja 391.

dan lingkungan menurun Besar Kecil Sedang Besar Besar Sangat besar Besar Besar Sangat besar Dampak yang Ditimbulkan Kemungkinan Terjadi Tingkat Resiko Sedang Sedang Besar Kecil Sedang Besar Sedang Sedang Besar Opsi I (Do Nothing) . udara.baik Analisis resiko Jika Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tetap mempertahankan keadaan seperti saat sekarang (yang terlihat di tabel baseline). maka sejumlah resiko yang diprediksi akan terjadi kemudian dapat dinyatakan dalam tabel berikut: Daftar Resiko Jumlah perusahaan berizin tetap dan cenderung berkurang PAD dari Retribusi Penyelenggaraan Izin Gangguan tetap cenderung berkurang Jumlah pengangguran bertambah Akses perusahaan terhadap modal sulit Minat investasi menurun Kualitas air.

00 Rp 10.858.390.000.002.580.5 65 dari PAD tahun sebelumnya (tahun 2009) Persentase .00 Rp 8.900.580.900.298.298. sehingga yang disahkan adalah Raperda yang sudah ada.200.Do Nothing yaitu tim KKN Review Perda dan Pemerintah tidak melakukan perbaikan-perbaikan.000.250/m2 Tetap Tabel Manfaat Pihak Penerima Manfaat Indikator Manfaat/Biay a Baseline (2008-2009) Opsi I Do Nothing Keterangan Meningkat 10% Pemerinta h Penerimaan PAD Rp 44.000.00 Tetap Rp 1.000.184.00 Rp 18.15 Rp 48.416.00 Tetap Rp 18.00 Tetap Rp 8.200.125 ± Rp2.718.250/m 2 Baseline Opsi I Keterangan Rp 10.125 Rp2. Maka kondisi yang terjadi adalah sebagai berikut : Tabel biaya Penerina Pemerinta h Indikator Biaya Pembuatan Perda Baru Budget Pemerinta h program penciptaan iklim UMKM yang kondusif Budget sosialisasi Pemerinta h kebijkan tentang Usaha Mikro Kecil Menengah Pelaku usaha Biaya pengurusan izin gangguan Rp 1.

.00 Rp 137. karena trend kenaikan tiap tahun sekitar 10 % Koordinasi dan kerjasama Pemerinta h antar instansi dan SKPD dalam sistem perizinan 13 syarat Belum berjalan dengan baik Potensi koordinasi dan kerjasama belum berjalan dengan baik masih terjadi 6 syarat Instasi dan SKPD belum dilibatkan dalam penyusunan Raperda ini Syarat permohonan Persyaratan izin yaitu mengisi mengajukan Izin Pemerinta h Jumlah Persyaratan blangko permohonan telah Gangguan yaitu yang dengan Persyaratannya tidak disebutkan dengan jelas dan perlu adanya perbaikan disediakan mengajukan permohonan kepada Bupati c. karena trend kenaikannya sebesar 10 % Menigkat 10 % Pemohon izin Pemerinta h gangguan (baru dan perpanjangan) 353 pemohon (baru: 202. Fotokopi KTP pemohon. perpanjangan: 151) 388 Pemohon dari jumlah pemohon tahun 2009. 147.039. q.00 Menigkat 10 % dari PAD Retribusi Izin Gangguan tahun 2009. Kepala dengan dilampiri: a. 543.Kenaikan PAD : 2005-2006= 44% 2006-2007= 10% 2007-2008= 9% 2008-2009= 5% PAD dari Retribusi Pemerinta h Penyelenggara an Izin Gangguan perpanjangan dan baru Rp 125.225.

Denah tempat usaha disahkan desa dan camat. Bila usaha kelompok. d. dilampiri surat penunjukan ketua kelompok. d. h. b. Fotokopi IMB. Upaya Pengelolaan Lingkungan harus . f. Denah/ lokasi tempat usaha. Bila usaha Instansi dan mengisi formulir yang disediakan serta melampirkan: a. c. Fotokopi hak milik tanah (sertifikat. Bagi usaha yang berindek gangguan besar disertai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Fotokopi sertifikat/kutip an letter tanah yang digunakan. e. c. letter C/D. Surat kerelaan/ perjanjian sewa/ kontrak jika tanah bukan milik sendiri disahkan desa dan camat. g. kelas dan nomor persil. Surat Keterangan dari desa) yang mencakup lokasi usaha. Fotokopi akta notaris/akta pendirian bila perusahaan berbadan hukum. luas. Pernyataan tidak keberatan dari tetangga. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon. e.b.

SPPL dan Hidup Upaya dan Pemantauan Lingkungan Hidup. Bila jenis usaha permainan (PS. Bila jenis usaha siaran disertai surat izin mengudara. Dokumen lingkungan (AMDAL. Bagi yang menggunakan fasilitas Penanam Modal Asing/ Penanam Modal Dalam Negeri harus usaha disertai surat persetujuan Penanam Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Bola Sodok. dan f. l. j. dari . Bila usaha wartel dilampiri foto kopi surat persetujuan dari Telkom.angkutan dilampiri fotokopi STNK kendaraan. UKLIPL. k. i. dll) dan usaha yang menimbulkan kerawanan sosial disertai surat kesanggupan mentaati peraturan perundangan yang berlaku dan bukti sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi.

karena pengaturan dalam raperda Retribusi Pelaku Usaha Jaminan Kepastian Hukum Belum ada kepastian hukum Belum ada kepastian hukum Izin Gangguan tidak jelas dan tidak sesuai dengan regulasi yang ada pada tahun 2010 Meningkat 7. m.DPL) yang sudah disahkan.858 unit 40.841 unit angka peningkatan tiap tahunnya sekitar 3000 Unit Paling lama 15 hari. perpanjangan izin gangguan paling lama 7 hari Selama masih melakukan usaha dan harus dilakukan daftar ulang setiap Selama masih melakukan usaha dan harus dilakukan daftar Tetap Paling lama 14 hari Lebih singkat pada pengurusan izin baru. Prosedur Pengawasan Pemerinta h Pemerintah terhadap Pelaku Usaha Berijin Tetap.88%. Materai tidak ditempel 1 lembar. waktu perpanjangan tidak diatur Melalui proses perpanjangan izin Melalui proses perpanjangan izin Tetap Pelaku Usaha Jangka waktu pengurusan izin gangguan Pelaku Usaha Jangka waktu izin gangguan (HO) . Pelaku Usaha Jumlah UMKM 37.

Tingkat Masyarak at kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap HO Rendah Rendah Tetap. sehingga tidak jelas.3 tahun sekali ulang setiap 3 tahun sekali 3 syarat Syarat Permohonan Izin ialah mengisi blangko permohonan yang telah disediakan dengan dilampiri: a. Surat izin asli yang sudah habis masa berlakunya. tidak jelas di atur mengenai perpanjangan . karena tidak ada perubahan dalam hal sosialisasi. Materai tidak ditempel 1 lembar. Tidak Diatur Dalam Raperda. Raperda izin Kesederhanaa Pelaku Usaha n dan kejelasan regulasi Belum disederhanakan Sederhana namun tidak jelas gangguan saat ini tidak ada keselarasan satu sama lain. c. Fotokopi Pelaku Usaha Jumlah syarat dan prosedur perpanjangan KTP pemohon. b.

057 orang 10. perikanan dan tahu tempe belum terkendali dengan baik Untuk usaha peternakan.6% 2007-2008= 1.062 orang Persentase : 2005-2006= 10% 2006-2007= 3% 2007-2008= 9% 2008-2009= 12% Kenaikan sebesar 1% Masyarak at Jumlah tenaga kerja Persentase: 391.9% 2008-2009= 0. dan gangguan lingkungan peternakan.Turun sebesar 9% dari tahun sebelumnya.387 orang 2005-2006= 0. Masyarak at Jumlah pengangguran 11. udara. perikanan dan tahu tempe belum terkendali dengan baik Tetap Belum dilibatkan secara optimal Belum dilibatkan secara optimal Tetap .3% 2006-2007= 0.472 orang 395.7% Keterlibatan masyarakat/ pelaku usaha dalam Masyarak at penyusunan Raperda maupun regulasi tentang perizinan Untuk usaha Pencemaran Masyarak at air.

telah lahir regulasi-regulasi baru yang berkaitan langsung dengan izin gangguan dan retribusi. Izin gangguan sendiri diatur dalam UndangUndang Ganguan (Hinder Ordonantie) Staatblad 1926-226 yang pada prinsipnya merupakan instrumen yuridis preventif yang mempunyai fungsi mengarahkan/ mengendalikan aktivitas tertentu yang dapat menimbulkan kerugian. Izin gangguan (HO) merupakan suatu izin sebagai mekanisme kontrol untuk melindungi kepentingan umum dan menjamin kualitas fungsi lingkungan agar tidak mengalami gangguan akibat keberadaan kegiatan manusia maupun usahanya. permasalahan mengenai tidak optimalnya sosialisasi dan kerjasama antar lembaga dalam sistem perizinan di Kabupaten Kulon Progo dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).D. Masalah-masalah yang terkait dengan perizinan HO (izin gangguan) yaitu diantaranya: Masalah Utama Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh dari berbagai sumber. mencegah bahaya. dan melinungi lingkungan. permasalahan utama yang ada ialah sampai tahun 2010 ini . Selain itu. Perumusan masalah ini digunakan cara dengan pengumpulan data dan literatour. maka perlu ada suatu upaya pembentukan peraturan daerah mengenai izin gangguan dan retribusi penyelenggaraan izin gangguan yang sesuai dan mengakomodir semangat dan tujuan dari pembentukan regulasi tersebut. Merumuskan Permasalahan Sesuai Tahap Regulatory Impact Assesment (RIA) Tahap I (Mengumpulkan Data dan Literatur) Dilakukan pada tanggal 1 Agustus ± 5 Agustus 2010 Merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan literatur yang berkaitan dengan perumusan permasalahan dari tahap pembuatan Regulatory Impact Assesment. bahaya atau gangguan. . Dari pengumpulan literatur didapatkan berbagai permasalahan dan fakta lapangan yang terjadi di kabupaten Kulon progo dari sisi Izin gangguan.

Masyarakat tidak mengetahui secara jelas dan terperinci terutama bagi para pelaku usaha tentang izin gangguan dalam hal pembuatan. Masalah Khusus Dari segi Masyarakat : a.Oleh karena itu. Tingkat pendapatan masyarakat yang relatif masih rendah. E. dan pembaharuan karena minimnya sosialisasi dan keterlibatan publik dalam pembuatan Raperda ini. Tingkat pendapat perkapita rendah. pendaftaran. Timbulnya prasangka dari masyarakat dan para pelaku usaha yaitu pengurusan izin gangguan tidaklah mudah dan sangat berbeli-belit. b. Diskusi Publik dengan Stake Holder terkait Tentang Raperda Retribusi Izin Gangguan Dilakukan pada tanggal 6 Agustus ± 12 Agustus 2010 . begitu juga biaya pengurusan izin gangguan yang mahal dan terjadi pemungutan liar. f. Masyarakat tidak mengetahui manfaat dan keuntungan dari pembuatan izin gangguan. perlu disusun sebuah regulasi yang mampu mengakomodasi dan mengatur tata kerja serta kerjasama yang sinergis dari para pemangku kepentingan sehingga dapat berkontribusi pada peingkatan lapangan kerja di Kabupaten Kulon Progo serta peningkatan UMKM. Masyarakat tidak merasakan manfaat dan kegunaan dari kepemilikan izin gangguan (HO). d. g. e. sehingga daya beli masyarakat juga masih rendah. Pelaku usaha belum dilibatkan secara maksimal dalam pembentukan Raperda ini. c.

Kantor Lingkungan Hidup (KLH). dan Bagian Hukum Kabupaten Kulon Progo. Stake holder yang baru saja saya sebutkan adalah sebagai pembicara dan pemberi materi guna merumuskan suatu rancangan peraturan daerah yang baik. hal itu dikarenakan idealisme yang di bangun untuk membuat rancangan peraturan daerah izin gangguan adalah demi meningk atkan iklim investasi di kabupaten Kulon Progo. Dalam acara diskusi publik ini. Dari pihak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di lingkungan kabupaten kulon progo. kami juga mengundang stake holder dari berbagai pihak. Kantor Penanaman Modal (KPM).Kegiatan ini adalah suatu rangkaian dari pembuatan peraturan daerah. Dalam acara diskusi publik ini. Dalam acara diskusi publik ini. . Selain SKPD. suatu organisasi yang berdiri dengan bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang berkecimpung di dunia regulasi Indonesia. hal itu dikarenakan penting untuk mengikutsertakan para perangkat kerja guna membangun peraturan daerah yang baik. jadi amat penting bagi perwakilan UMKM Kabupaten Kulon Progo untuk mengikuti acara Diskusi Publik. maka kami dapat menyempurnakan hasil kerja kami. kami juga mengundang para akademik yang berkecimpung di dunia legal drafting. kami juga mengundang Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kabupaten Kulon Progo yang terkait . Stakeholder terkait dengan peraturan daerah itu seperti Kantor Pelayanan Terpadu (KPT). karena peraturan daerah lebih mementingkan pada pengaturan teknis para SKPD. Dengan adanya masukan yang membangun. di harapkan akan ada masukan masukan yang bersifat membangun terhadap hasil kerja yang kami lakukan. Perwakilan dari akademisi yang kami undang adalah pihak dari Sadar Otda. kami mempresentasikan Rancangan Peraturan Daerah yang telah kami buat bersama tim kami guna memperlihatkan rancangan yang telah kami buat. Pembuatan suatu peraturan yang baik harus di lakukan dengan tahap tahap yang baik dan sesuai dengan teori yang ada agar menghasilkan suatu regulasi daerah yang baik dan sesuai dengan keadaan lapangan. Diskusi publik dengan stake holder dilakukan dengan mengundang berbagai stake holder terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Izin Gangguan dan Retribusi Izin Gangguan. dan berbagai kecamatan kulon progo.

Dilanjutkan dengan presentasi mengenai regulatory impact assesment raperda izin gangguan. Berdasarkan cost and benefit. 6. Terlihat bahwa tidak dilakukan pengaturan dan penyesuaian yang baik dalam Bab III tersebut. Secara keseluruhan kegiatan ini telah mendapatkan apa yang diinginkan untuk didapatkan. 5. Cost and benefit yang dilakukan terhadap rancangan peraturan daerah telah berbuah hasil. khususnya terhadap BabIII tentang perizinan. dimana hasilnya menunjukan perlu adanya suatu peraturan daerah baru tentang izin ganggauan maupun retribusinya. tidak terdapat permasalahan berarti. Solusi dari permasalahan yang dimiliki UMKM dapat di bantu penyelesaiannya oleh andil pemerintah. Bahwa hasil review terhadap rancangan peraturan daerah tentang retribusi izin gangguan kabupaten kulon progo tahun 2008.Pada saat pelaksanaan kegiatan diskusi publik. masyarakat dan UMKM itu sendiri. akan lebih baik kalau perda tentang izin gangguan dan retribusi izin gangguan dijadikan satu perda yang satu dan berdiri sendiri. 4. Perlu ada perubahan terhadap hal tersebut guna mendapatkan regulasi daerah yang baik dan smart.jadi regulasi daerah saat ini perlu ada penyesuaian dengan peraturan yang baru. sesuai dengan tujuan dan target yang ingin didapatkan. KESIMPULAN 1. II. regulatory impact assesment. Setelah itu pembicara memberikan materi mengenai profesi masing masing mengenai izin gangguan. Hanya terdapat permasalahan koordinasi antara pembuat acara dan teman teman kkn lain yang membantu kegiatan ini. dan rancangan peraturan daerah tentang penyelenggaraan izin gangguan dan retribusi izin gangguan. Pada saat acara dimulai dengan pembagian naskah akademik. 3. . Bahwa telah lahir peraturan menteri dalam negeri (PERMENDAGRI) nomor 27 tahun 2009 tentang pedoman pelaksanaan izin gangguan daerah. Terdapat banyak permasalahan yang terjadi pada UMKM Kulon Progo dan dibutuhkan andil dari berbagai macam pihak guna membangun investasi UMKM di Kabupaten Kulon Progo. Bank selaku lembaga kredit dan permodalan. 2.

permasalahan yang di dapatkan itu dari berbagai macam sisi.7. Mereview dan membuat peraturan daerah yang baru dan smart. burger dan adakah nanti sore 5. namun apabila pendapat kami lebih baik kalo data data itu dibagikan hari senin atau jogja. Sosialisasi izin gangguan merupakan hal paling essensi dalam pemberlakuan suatu peraturan daerah. Mulai dari permasalahan dari segi pemerintah. Yang bertanggung jawab terhadap perkembangan unit UMKM di Kabupaten Kulon Progo tidaklah pemerintah. 4. kalo yang sekarang tidak ada perombakan total. Masalah utama dari perumusan RIAS adalah tidak adanya sosialisasi yang baik oleh pemerintah terhadap pengurusan izin dan pembuatan perda izin gangguan. 9. Terdapat berbagai macam permasalahan terkait izin gangguan dari data data yang kami dapatkan. . dari segi masyarakat dan kondisi ekonomi global. Akan sangat baik bila penelitian yang kami lakukan hanya menjadi roti. akan berdampak pada iklim investasi di Kabupaten Kulon Progo. SARAN 1. 3. Masyarakat juga merupakan pihak yang mengurus izin gangguan yang baru. Dengan tidak adanya peraturan daerah tentang izin gangguan yang baik. Dengan tidak adanya kepastian hukum dan kerumitan kepengurusan izin akan membuat tingkat invetasi menurun. 8. 7. 6. hal tersebut penting untuk menanbah pendapatan daerah dari sisi PAD 2011. orang yang mau kalau butuh. Penyesuain peraturan perundang undangan izin gangguan kulon progo dengan PERMENDAGRI yang secara khusus tentang izin gangguan. III. Regulasy yang smart adalah regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat dan tidak menghilangkan fungsi pemerintah berupa pengawasan dan penertiban. 2. Perlu adanya penyesuaian dan pemangkasan birokrasi untuk perumusan bapakku. Pembuatan perda izin gangguan sebaiknya kita menyesuaikan dengan pak Muhadi.

IV. LAMPIRAN Foto kegiatan : Pengerjaan RIAS Survey data dan literatur UMKM Pemberdayaan Masyarakat Ibu PKK Diskusi Publik Menjadi Notulensi Rapat dengan Dewan Penarikan Tim KKN PPM Review Perda .