You are on page 1of 1

PENDAHULUAN

Distonia adalah kondisi medis yang ditandai dengan kontraksi otot secara tidak
sadar yang disebabkan postur abnormal dan/atau gerakan yang berulang. Biasanya pada
kasus distonia gerakan secara sengaja pada otot yang sakit akan membuat kondisi semakin
parah dan menyebar ke otot terdekat. 1,2 sedangkan distonia oromandibular (OMD) adalah
distonia fokal yang ditandai dengan kontraksi kuat pada wajah, rahang, dan/atau lidah yang
menyebabkan kesulitan dalam membuka dan menutup mulut dan sering mempengaruhi sistem
pengunyahan dan cara berbicara.1
Distonia oromandibular termasuk bagian dari gangguan gerak atau movement
disorder, sedangkan Gangguan gerak merupakan sekelompok penyakit sistem saraf pusat atau
sindrom neurologis yang menyebabkan adanya kelebihan atau kekurangan gerakan yang tidak
dapat terkontrol oleh tubuh.
Distonia oromandibular memiliki nama istilah lain seperti orofaciomandibular
distonia, orofacial-buccal-distonia, distonia rahang, distonia lidah, Embouchure dystonia,
distonia kranial. Bila OMD terjadi dengan blefarospasme maka disebut sindrom Meige
Kasus OMD sangat langka sehingga angka yang pasti untuk menunjukkan berapa
insidensi OMD pada populasi belum diketahui. OMD sering dikaitkan dengan distonia otot
leher (spasmodis torticollis), distonia kelopak mata (blefarospasme), atau laring (disfonia
spasmodik). Kombinasi distonia bagian atas dan bawah kadang disebut distonia kranioservikal.
Terkadang gejala oromandibular bersifat spesifik dan hanya terjadi selama aktivitas seperti
berbicara atau mengunyah. Kesulitan menelan dan gangguan mengunyah adalah aspek umum
dari gangguan distonia.
Gejala OMD biasanya dimulai antara 40 sampai 70 tahun dan tampak lebih sering
pada wanita daripada pria. OMD seringkali diteliti seperti kebanyakan kasus-kasus yang terjadi
pada dystonia kranial, dan kasus-kasus yang diwariskan dari dystonia kranial telah dilaporkan,
sering bersamaan dengan DYT1 general distonia.
Berikut akan dibahas suatu laporan kasus mengenai diagnosis dan penatalaksanaan
oromandibular dystonia pada penderita stroke iskemik