You are on page 1of 31

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah Swt. Berkat rahmat dan
hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam keadaan baik, sehat
walafiat. Makalah ini disusun dengan berbagai rintangan baik yang berasal dari
luar maupun yang berasal dari dalam.
Salawat serta salam tak lupa penyusun haturkan kepada junjungan kita
Nabi Muhamad saw., keluarga, dan sahabatnya. Semoga segala rahmatNya dapat
tercurahkan kepada kita semua yang masih tetap setia berada di jalannya.
Makalah ini disusun sebagai tugas pada mata kuliah keperawatan anak.
Selain itu makalah ini disusun dengan alasan agar mahasiswa dapat mengerti dan
memahami bagaimana asuhan keperawatan pada anak yang mengalami chicken
pox di kalangan mahasiswa.
Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna, sehingga sangat diharapkan saran dan
masukan yang dapat mendukung penyempurnaan makalah ini. Akhirnya saya
berharap bahwa makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua

1

DAFTAR ISI
Kata pengantar ........................................................................................ 1
Daftar isi .................................................................................................. 2
Bab I Tinjauan pustaka............................................................................ 3
A. Definisi ........................................................................................ 3
B. Klasifikasi ................................................................................... 3
C. Etiologi ........................................................................................ 3
D. Manifestasi .................................................................................. 4
E. Patofisiologi ................................................................................ 4
F. Penatalaksanaan .......................................................................... 5
G. Pemeriksaan penunjang............................................................... 5
H. Komplikasi .................................................................................. 6
Bab II Asuhan keperawatan .................................................................... 8
A. Pengkajian ................................................................................... 8
B. Diagnosa keperawatan ................................................................ 9
C. Intervensi dan rasional ................................................................. 10
D. Implementasi ............................................................................... 24
E. Evaluasi .................................................................................. 31

2

BAB I
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definis
Varisela berasal dari bahasa latin “varicella”. Di Indonesia penyakit ini
dikenal dengan istilah cacar air, sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama
Chicken – pox. Varisela adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh
virus Varicella Zoster, ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. Varisela atau
cacar air merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh
virus Varicella Zoster dengan gejala-gejala demam dan timbul bintik-bintik merah
yang kemudian mengandung cairan.
Varicella adalah suatu penyakit infeksi virus akut dan menular, yang
disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV) dan menyerang kulit serta mukosa,
ditandai oleh adanya vesikel-vesikel. Varicella (cacar air) adalah penyakit infeksi
yang umum yang biasanya terjadi pada anak-anak dan merupakan akibat dari
infeksi primer Virus Varicella Zoster. (Rampengan, 2008)

B. Klasifikasi
Herpes zoster adalah jenis penyakit herpes yang disebabkan oleh virus
varicella zoster, virus yang juga menyebabkan penyakit cacar air, jadi penyakit
herpes jenis ini bukan penyakit herpes menular seksual seperti yang banyak orang
ketahui selama ini. Herpes simpleks adalah jenis penyakit herpes yang disebabkan
oleh virus simpleks atau virus HSV. Namun herpes jenis ini dibedakan lagi
dengan dua jenis virus yang berbeda sehingga jenisnya pun berbeda, yaitu :
1. Herpes simpleks tipe 1 (herpes oral) yang disebabkan oleh virus HSV 1
2. Herpes simpleks tipe 2 (herpes genital) yang disebabkan oleh virus HSV 2.

C. Etiologi
Varicella disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV),
termasuk kelompok Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150-200 nm. Inti
virus disebut Capsid, terdiri dari protein dan DNA dengan rantai ganda, yaitu

3

replikasi virus tersebut dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh yang belum matang sehingga akan berlanjut dengan siklus replikasi virus kedua yang terjadi di 4 . VZV masuk kedalam tubuh manusia dengan cara inhalasi dari sekresi pernapasan (droplet infection) ataupun kontak langsung dengan lesi kulit. Patofisiologi Masa inkubasi caricella 10-21 hari pada anak imunokompeten (rata-rata 14-17 hari) dan pada anak yang imunokompromais biasanya lebih singkat yaitu kurang dari 14 hari. 2. Pada sebagian besar penderita yang terinfeksi. Dalam 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi. Varicella Zoster Virus (VZV) dapat ditemukan dalan cairan vesikel dan dalam darah penderita Varicella sehingga mudah dibiakkan dalam media yang terdiri dari Fibroblast paruembrio manusia. yang akan muncul adalah Herpes Zoster.rantai pendek (S) dan rantai panjang (L) dan membentuk suatu garis dengan berat molekl 100 juta yang disusun dari 162 capsomir dan sangat infeksius. E. Demam dan kadang-kadang diiringi batuk 4. D. Manifestasi Klinis 1. Kontak pertama dengan penyakit ini akan menyebabkan Varicella. Varicella Zoster Virus (VZV) dapat menyebabkan Varicella dan Herpes Zoster. Pusing 3. yang mengakibatkan terjadinya viremia primer (biasanya terjadi pada hari k3 4-6 setelah infeksi pertama). Terjadi benjolan-benjolan kecil yang berisi cairan. Siklus replikasi virus pertama terjadi pada hari ke 2-4 yang berlokai pada lymph nodes regional kemudian diikuti penyebaran virus dalam jumlah sedikit melalui darah dan kelenjar limfe. VZVmasuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa saluran pernapasan bagian atas. Droplet infekction dapat terjadi 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbul lesi dikulit. Di awali dengan melemahnya kondisi tubuh. 5. sehingga Varicella sering disebut sebagai infeksi primer virus ini. orofaring ataupun konjungtiva. sedangkan bila terjadi serangan kembali.

mengenakan pakaian yang tipis. dan serta tidak boleh menggunakan pakaian yang tebal dengan bahan wolt. maka menegakkan diagnosis varicella tidak perlu dilakukan pemeriksaan laboratoriom. G. Penatalaksanaan Prinsip pengobatan pada penyakit ini yaitu memberikan rasa nyaman. maka pada pasien tersebut sudah mengalami komplikasi pneumonia. serta 5 . longgar. yang mengakibatkan timbulnya lesi dikulit yang khas. memandikan anak dengan air hangat dan sabun yang lembut agar anak lebih nyaman. Jika pada pemeriksan radiologi di dapatkan gambaran nodular radio- opak pada kedua paru. setelah itu akan terjadi leukositosis. biasanya anak menunjukan leukopenia pada tiga hari pertama. menyerap keringat. pemeriksaan darah tidak menunjukan gambaran yang spesifik. anak boleh di kompres untuk menurun suhu tubuh. mengatur atau menempatkan anak pada suhu rungan yang nyaman dan tidak terlalu panas. Pemeriksaan penunjang Jika gambaran klinis telah jelas.pemeriksaan varicella dapat dilakukan melalui pegambilan cairan vesikell dengan cara di kerok atau menggunakan apusan dan di berikan pewarnaan dengan giemsa. Pada fase ini. F. enzyme linketd immunosorbent assay (ELISA). pasrtikel virusakan menyebar keseluruh tubuh dan mencapai epidermis pada hari ke 14-16. Pemeriksaan serologi yang digunakan untuk mendeteksi imunitas terhadap varicella-zoster virus atau untuk mengetahui antibodi terhadap varicella dapat dilakukan dengan dengan pemeriksaan complemen fixation test (CF). hemaktosilin eosin (HE) atau apusan Tzanck.hepar dan limfa. dan bersih. serta mengajarkan pada anak maupun keluarga tidak boleh menyentuh atau menggaruk daerah yang gata. Menjaga agar kuku anak tetap pendek dan selalu bersih. Seorang anak yang menderita varicella akan dapat menularkan kepada yang lain yaitu 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbulnya lesi di kulit. dan immune adherence hemagglutination (IAHA). yang mengakibatkan terjadinya viremia sekunder. Fluorescent antibodi to membrane antigen (FAMA).

obat anti virus lain yaitu asiklovir. Orang dewasa yang terkena penyakit ini juga harus melakukan hal yang sama. Pemberian antihistamin oral. Jika kuku anak panjang dan di gunakan untuk menggaruk vesikel. Komplikasi yang disebabkan karena gangguan imunitas yaitu acute postinfectious cerrebellar ataxia.yang di berikan sengan dosis 5-10 mg/kgBB di bagi dalam dosis 4-5 dosis perhari.untuk itu.gangguan jilbab merupakan efek samping dari pemberian obat ini. ia baru dapat pergi bekerja setelah sembuh. Komplikasi tersebut di antaranya adanya infeksi sekunder yang di sebabkan oleh staphylococus atau streptococus yang dapat menyebabkan terjadinya selulitis. perlu diperhatikan karena obat ini menimbulkan efek samping mengatuk. H.yang di berian melalui infus dengan dosis 10-20 mg/kgBB/hari.asiklovir hanya diberikan pada pasien komplikasi atau dengan gangguan imunitas. Obat antivirus hanya diberikan jika penyakit dianggap parah atau berat. atau bedak asam salisilat 1% pada daerah gatal setelah mandi. dan juga ibuprofen yang dapat menyebabkan infeksi sekundr.memberikan saleb hidrokortison. sehinngah proses penyembuhan akan semakin lama. Komplikasi Komplikasi varicella pada anak jarang terjadi.misalnya difenhidramin. Pada anak. maka akan menimbulkan jaringan parut. losion kelamin. Jika nutrisinya kurang maka kekebalan dan daya tahan tubuh pasien akan menurun serta kekurangan cairan yang di khawatirkan dapat menyebabkan dehidrasi. melainkan terjadi pada orang dewasa. tidak di perbolehkan masuk sekolah sampai ruam mengering dan mengerak. komplikasi ini berkisar 5-10%.diberikan sehari dalam 12 jam. Pasien varicella harus diberikan nutrisi dan cairan yang adekuat untuk mempercepat kesembuhan. Obat yang boleh diberikan antipiretik dari golongan asetaminofen (parasetamol)serta tidak boleh memberikan obat dari golongan aspirin karenan dapat menyebabkan sindrom Reye. Ensefalitis 6 . 1.purunkel dan erisipelas.yang akan mengakibatkan penyakit bertambah parah dan meninmbulkan komplikasi. Anak harus beristirahat di rumah.impetigo. Obat antivirus yang diberikan di berikan pada pasien varicella yaitu vidarabin.selama 5 hari .

artritis. Jika ada tanda dan gejala tersebut . dengan angka kematian bisa mencapai 5-20% 2. dan konfusi yang biasa timbul pada hari ke-3 sampai hari ke-8 setelah timbulnya ruam.dapat menyebabkan komplikasi yang fatal. Gejala pada sindrom reye yaitu mual dan muntah. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada pasien dengan keganasan. maka perlu dipastikan dengan pemeriksaan radiologi. Sindrom reye Komplikasi ini jarang dijumpai. Komplikasi lain diantaranya miokarditis. infeksi kulit. neonatus. hepatitis dan gagal ginjal. dan berat badan rendah atau gizi buruk. Pneumonitis Pasien yang mengalami demam tinggi lebih dari 4 hari di curigai mengalami Pneumonitis. 3. letargi.sianosis.imunodefisiensi. adanya neutropenia berat. dan terjadi peningkatan SGOT dan SGPT . gejala lain Pneumonitis di antaranya sesak napas.serta usia anak <5 tahun. takipnea. mengantuk. dan pada orang dewasa. serta amonia pada pemeriksaan laboratorium. Selain demam tinggi. Pada umumnya. Pada pemeriksaan tersebut akan didapatkan gambaran nodular radio-opak pada kedua paru. 7 . hepatomegali. dan hemaptoe (batuk darah). Yang di tandai dengan atakxia serebelar. komplikasi terjadi karena terlambatnya mencari pertolongan ke layanan kesehatan.

di tekan. Penyuluhan/pembelajaran : tentang perawatan luka varicella B. BAB II ASUHAN KEPERAWATAN A. Makanan/cairan Tanda : anoreksia. menyangkal. Data objektif : a. perubahan suhu 6. pekerjaan. kekuatan. 4. Diagnosa keperawatan 8 . penurunan ketajaman penglihatan 5. menangis. Tanda : ansietas. laserasi corneal. Metabolik : peningkatan suhu tubuh c. gerakan udara. perilaku kejang (syok listrik). Neuro sensori Gejala : kesemutan area bebas Tanda : perubahan orientasi. Integritas Ego Gejala : masalah tentang keluarga. Pengkajian 1. Psikologis : menarik diri d. pucat. Keamanan Tanda : umum destruktif jaringan dalam mungkin terbukti selama 3-5 hari sehubungan dengan proses trambus mikrovaskuler pada kulit 7. Data subjektif Pasien merasa lemas. Aktivitas/istirahat Tanda : penurunan kekuatan tahanan 2. GI : anoreksia e. menarik diri. mual/muntah. tidak nafsu makan dan sakit kepala 8. marah 3. kecacatan. afek. Integumen : kulit hangat. Nyeri/kenyamanan Gejala : sensitive untuk disentuh. dan adanya bintik-bintik kemerahan pada kulit yang berisi cairan jernih b. tidak enak badan. kerusakan retinal.

Dx Hipertermi 3. Dx Gangguan citra tubuh 9 .1. Dx Nyeri akut 5. Dx Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 4. Dx Kerusakan integritas kulit 2.

10 . Untuk mendeteksi tanda awal Definisi: perubahan atau perubahan yang terjadi. masalah kerusakan 3. Informasi ini menentukan kulit (00046) 1. dengan kriteria hasil: 4. (epidermis). memastikan agar anak tidak anak tidak menggaruk Faktor yang 2. vesikel. Jelaskan pentingnya anak 3. keperawatan selama... menjaga anak dan akan mengefektifkan agar tubuh. Pemantauan dari orang tua 3. kulit. pigmentasi). kulit (dermis). Observasi vesikel dan 2. 1. Kelas 2: cedera fisik 2. x 24 atau sudah keruh. Gangguan 1. Invasi struktur temperatur.. Potong kuku pasien. Anjurkan orang tua untuk 5. Kaji keluhan pasien. 5. Tissue integrity: skin data dasar kondisi pasien dan Domain 11: keamanan/ and mucous memandu intervensi perlindungan. Intervensi dan rasional No.C. Kerusakan lapisan integritas kulit dapat teratasi tidak menggaruk vesikel. Integritas kulit yang menghindari infeksi sekuler pasien. Mempercepat pemulihan 2. Batasan karakteristik: jam. Tidak ada luka atau lesi menggaruk vesikel. bahaya pada pasien. gangguan epidermis dan Setelah dilakukan tindakan apakah cairan masih jernih atau dermis. Meminimalkan lesi pada 1. untuk 4. Diagnosa NOC NIC Rasional 1 Kerusakan integritas NOC 1. elastisitas. (sensasi. hidrasi. membranes keperawatan. permukaan kulit baik bisa dipertahankan akibat garukan. Hemodyalis akses 2.

berikan 8. Usia yang ekstrim pemaham dalam proses kalikus (PK) 1/1000. dengan gatal. Kelembapan perbaikan kulit dan 7. Hipertirmia. Lembab kulit dan pecahnya vesikel. hati. Perubahan turgor 4. Eksternal 3. Keringkan badan anak 7. Zat kimia. Mandikan anak sekali 6. Perubahan status perawatan alami untuk mengurangi kulit cairan yang gatal 2. Mobilitas fisik mempertahankan 8. Kondisi 11 . Untuk meminimalkan bekas 4. 1. dan hindari 6. luka akibat pecahnya vesikel. hipotermia cedra berulang.berhubungan: pada kulit. Untuk menghilangkan rasa a. Memberikan rasa nyaman b. mencegah terjadinya setelah mandi dengan hati. 6. Setelah mandi. radiasi 4. Menunjukkan larutan permanganas 2. Perfusi jaringan baik. 3. Perubahan pigmentasi 3. Mampu melindungi dengan lembut. dalam sehari. Medikasi 5. Faktor perkembangan 5. Internal kelembapan kulit dan bedak asam salicilat 1% pada pasien 1. gunakan handuk 5. 7.

Suhu tubuh dalam pada penurunan perfusi 12 . dasar kondisi pasien dan Keamanan/Perlindungan memandu intervensi Kelas : 6. Definisi: Peningkatan keperawatan selama. suhu tubuh diatas kisaran jam. Konvulsi hasil: hipovolemia yang mengarah 2.. Informasi ini menentukan data Domain : 11. Penurunan sirkulasi 8. x 24 2. Observasi tanda-tanda vital. emasiasi) 6. Penurunan imunologis 7. 2. Thermoregulation dirasakan anak. masalah kerusakan penurunan tekanan vena normal. Gangguan sensasi 2 Hipertermi (00007) NOC 1. Kondisi gangguan metabolik 9. Termoregulasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan.. Kaji keluhan anak apa yang 1. ketidakseimangan nutrisi (misalnya obesitas. Peningkatan denyut nadi. Kulit kemerahan 1. integritas kulit dapat sentral.. dan penurunan tekanan Batasan karakteristik: teratasi dengan kriteria darah dapat mengindikasikan 1.

Untuk mencegah tanda-tanda panas untuk menghindari dehidrasi. 4. lingkungan yang 6. Anastesia sesering mungkin. Atur suhu ruangan 5. Nadi dan RR dalam frekuensi pernafasan kisaran normal rentang normal berkompensasi pada hipoksiia 4. Lakukan kompres dengan 7. Pemanjangan terlalu panas. Berikan minum yang baik 6. 5. 3. Penurunan 5. penyebaran infeksi. Pemakaian yang suhu. Takikardi warna kulit dan tidak 3. Kulit terasa hangat keringat. Faktor yang berhubungan: 4. Penyakit dehidrasi dan meningkatkan 6. 5. Kenakan pakaian yang tipis. jangan membantu menurunkan suhu 3. 3. tidak sesuai 7. Untuk meminimalkan 1. Ganti pakaian dan linen 4. Dehidrasi terlalu dingin dan jangan tubuh dengan cara radiasi. Lingkungan yang sejuk respirasi senyaman mungkin. Kompres air biasa akan 13 . Peningkatan tubuh diatas 2. 2. Kejang 3. Peningkatan suhu rentang normal jaringan. dan menyerap meningkatkan kenyamanan dan 7. Takipnea ada pusing longgar. Tindakan tersebut 6. menurunkan suhu tubuh. Tidak ada perubahan jaringan.

10. misalnya pneumonia atau anak yang menderita leukemia dan gangguan imunitas. dengan sehubung air biasa. Medikasi golongan asetaminofen pada pasien. Peningkatan laju metabolisme 8. Untuk mengetahui apakah 14 . 3 Ketidakseimbangan 1. Jangan berikan antipiretik 9. Obat komplikasi tersebut hanya di indikasikan jika ada komplikasi. Obat untuk penurun panas 8. Berikan anti piretik dari 8. Mencegah terjadinya antibiotik jika perlu. Trauma misalnya parasetamol. 10. Nutrition status: 1. mendinginkan permukaan lingkungan tubuh dengan cara konduksi. Berikan obat antivirus atau 10. Kaji adanya alergi makanan 1. Pemberian aspirin berlebihan dari golongan aspirin. 9. Aktivitas 9. menyebabkan terjadinya karena dapat menyebabkan peningkatan perdarahan. komplikasi sindron reye. 7.

Berat badan 20 % kurang dari kebutuhan 4. Berikan makanan yang 3. Nutrition status : food pasien ada alergi dengan kebutuhan tubuh and fluid intake makanan (00002) 3. masalah dikonsultasikan dengan ahli Batasan Karakteristik: Ketidakseimbangan nutrisi gizi) 1. Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi tentang kebutuhan nutrisi 15 . Untuk menambah pengetahuan 4. Untuk membantu mengkaji Domain : 2. x 24 terpilih (sudah pasien metabolic jam. Kelemahan otot 3.. Nutrisi :nutrient intake untuk menentukan jumlah kebutuhan nutrisi yang Kelas : 1. Berat badan ideal sesuai efektif.. Kolaborasi dengan ahli gizi 2. Mengetahui penyebab ideal 1. Adanya peningkatan kandungan kalori pemasukan yang kurang 2. Makan 4. Monitor jumlah nutrisi dan 5.. Kelemahan otot 2. Berikan informasi tentang 6.nutrisi kurang dari 2. Weight control kalori dan nutrisi yang dibtuhkan pasien Definisi : asupan nutrisi dibutuhkan pasien tidak cukup untuk Setelah dilakukan tindakan 3. Untuk memenuhi status gizi memenuhi kebutuhan keperawatan selama. Dapat meningkatkan nafsu atau lebih di bawah tubuh dapat teratasi dengan makan pasien rentang berat badan kriteria hasil : 5. mengunyah dengan tinggi badan 6. Cepat kenyang berat badan sesuai sehingga dapat menentukan setelah makan dengan tujuan intervensi yang sesuai dan 3. Nutrition status 2. Motivasi Oral hygiene 4.

Jadwalkan pengobatan dan 11. makan 5. Tidak terjadi penurunana 9. Gangguan tindakan tidak selama jam makan pasien sehingga intake psikososial makan nutrisi dapat tercapai dengan 4. Ketidakmampuan baik. Agar tidak mengganggu jam 3. Lingkungan yang nyaman berhubungan : makan dapat menurunkan stress dan 1. Keberhasilan pemberian badan dengan berat badan berarti berat badan nutrisi dapat diketahui melalui asupan makanan peningkatan berat badan 500 yang ade kuat gr/minggu Faktor yang 10. Monitor adanya penurunan 9. untuk menelan kebutuhan nutrisi pasien 5. Kurang minat pada peningkatan fungsi 8. Monitor BB pasien ada 8. Penurunan berat 6. Menjaga keseimbangan nutrisi makanan pengecapan dari menelan dalam batas normal pasien 8. Monitor lingkungan selama 10. Tidak ada tanda. Kurang informasi 5.tanda 7. Faktor biologis lebih kondusif untuk makan 2. Ajarkan pasien bagaimana 7. Ketidakmampuan 16 . Dengan catatan makanan memakan makanan malnutrisi membuat catatan makanan harian dapat mengetahui 6. Ketidakmampuan 4. Factor ekonomi 11. Menunjukan harian asupan nutrisi pasien 7.

Kurang asupan makanan 4 Nyeri Akut (00132) 1. Untuk menentukan intervensi atau potensial atau yang saat memilih tindakan yang akan dilakukan dengan digambarkan sebagai pengurangan rasa nyeri pada mengetahui tipe dari nyeri dan kerusakan (International anak sumber nyeri. awitan yang tiba. Kaji tipe dan sumber nyeri 2. yang muncul akibat kerusakan jaringan actual 2. mencerna makanan 6. jenis nyeri maka perawat dapat tiba atau lambat dari menentukan tindakan apa yang 17 . durasi. Karena dengan Association for Study of mengetahui sumber nyeri serta Pain). kualitas intensitas. karakteristik. Kenyamanan lokasi. Lakukan pengkajian nyeri 1. serta lokasi bagian tubuh yang Definisi : Pengalaman atau beratnya nyeri harus ditangani pada bagian sensori dan emosional abdomen karena adanya tidak menyenangkan pembesaran atau distensi. yang dirasakan anak secara penanganan dan pencegahan Kenyamanan komprehensif yang meliputi lebih lanjut bila nyeri Kelas : 2. dirasakan berat atau ringan Fisik frekuensi. Agar dapat melakukan Domain : 12.

Observasi reaksi nonverbal 3. Mencegah terjadinya 2. merengek. Kaji riwayat alergi anak 4. terhadap analgesic gelisah.intensitas ringan hingga harus dilakukan untuk berat dengan akhir yang mengatasi masalah nyeri pada dapat diantisipasi atau anak sesuai kenyamanan anak diprediksi tersebut Batasan karakteristik : 3. tampak perawat menanyakan tentang 18 . Gunakan strategi komunikasi 5. Untuk mengetahui respon anak 1. Masker wajah (mis. 5. Mengekspresikan terhadap pemberian analgesic komplikasi akibat alergi perilaku (mis. terhadap nyeri yaitu dengan misalanya berjalan khususnya pada mereka yang cara melihat sikap anak apakah mondar-mandir tidak mampu berkomunikasi nyaman atau tidak dimana mencari orang lain efektif mengetahui apakah anak sulit dan atau aktivitas untuk mengugkapkan rasa lain. Perilaku distraksi dari ketidaknyamanan. aktivitas yang nyaeinya berulang 4. Mengetahui respon tentang menangis) terapeutik untuk mengetahui nyeri yang pernah dirasakan 3. pengalaman nyeri dengan pendekatan mata kurang komunikasi terapeutik dimana bercahaya.

kebisingan juga akan 7. kacau. serta psikologis) relaksasi dan kompres pemberian strategi non farmakologi sperti teknik relaksasi nafas dalam. Perubahan posisi dapat mempengaruhi nyeri membuat klien merasa nyaman untuk menghindari seperti suhu ruangan. gerakan mata pengalaman anak kepada berpencar atau tetap orang tua tentang nyerinya pada satu focus sehingga perawat dapat meringis) mencatat hal-hal yang akan 4. farmakologi seperti distraksi. Gangguan tidur menganggu kenyamanan Faktor yang pasien berhubungan : 7. dan atau strategi non mengurangi nyeri yang biologis. Lingkungan yang tenang akan 5.. Melaporkan nyeri menyebabkan nyeri semakin secara verbal terasa. dirasakan klien. Agen cedera (mis. juga karena bila suhu nyeri pencehayaan dan kebisingan lingkungan sekitar dingin 6. Analgesik dapat membantu 1. fisik. Pastikan pemberian analgesik 7. 19 . Sikap melindungi dilakukan selanjutnya area nyeri 6. Kontrol lingkungan yang 6.

Catat respon terhadap obat. Cek instruksi dokter tentang 9. imajinasi terbimbing atau teknik distraksi yang membantu produksi hormon endorfin agar pasien tidak terlalu fokus pada nyerinya 8. Pengecekan obat terlebih jenis obat. Berikan informasi kepada 11. 10. dosis dan dahulu dapat meminimalisir frekuensi kesalahan perawat dalam memberikan obat 10. Agar orang tua mengetahui 20 . Nyeri berat yang tidak hilang dan laporkan pada dokter bila dengan tindakan rutin dapat nyeri berkurang menunjukkan terjadinya komplikasi/kebutuhan terhadap intervensi lebih lanjut 11. Tempatkan klien diatas 8. Matras/tempat tidur yang matras yang lembut empuk dapat memberikan rasa nyaman pada klien agar nyeri klien tidak terlalu dirasakan 9.

orang tua mengenai nyeri. Perilaku kekuatan personal 2. menyebabkan nyeri sehingga berapa lama nyeri akan orang tua dapat mencegahnya dirasakan terjadinya nyeri yang berlebih 12. disampaikan klien mulai dari Kelas 3: citra tubuh Setelah dilakukan tindakan saat pengkajian sampai Definisi: konfusi dalam keperawatan selama. Perilaku 1.. Body image 1. Semakin sering mengkritik diri 21 . masalah gangguan karena isarat nonverbal diri fisik individu. Kaji secara verbal dan 1. citra tubuh dapat teratasi menambah arti terhadap pesan Batasan karakteristik : dengan kriteria hasil: verbal. Dengan demikian 1.. x 24 evaluasi asuhan keperawatan. 2. Untuk penaganan lebih lanjut jika ada keluhan dan tindakan bila nyeri belum bisa di atasi nyeri tidak berhasil 5 Gangguan citra tubuh 1. Mampu kondisi klien dan menentukan individu mengidentifikasi intervensi selanjutnya. Perawat perlu menyadari pesan (00118) 2. gambaran mental tentang jam. Monitor frekuensi mengkritik 2. apa saja factor yang dapat seperti penyebab nyeri. Kolaborasikan dengan dokter 12. Body image positif perawata dapat mengetahui mengenanali tubuh 2. Self esteem nonverbal respon klien verbal dan nonverbal yang Domain 6: persepsi diri terhadap tubuhnya..

Mendeskripsikan dirinya. Mengungkapkan positif selama aktivitas untuk menerima perubahan perasaan yang perawatan tubuh dan merasakan baik mencerminkan tentang diri sendiri perubahan individu 6. kemajuan dan penyakit klien memberikan 4. Jelaskan tentang pengobatan. Pertahankan pendekatan 5. Perilaku memantau perubahan fungsi tubuh 3.: perasaannya bercerita sehingga beban yang penampilan. 3. klien pemahaman tentang terhadap resepsi kondisi penyakitnya saat ini perubahan pada 4. Fasilitas kontak dengan 6. dirasakanya berkurang struktur. fungsi). Respon nonferbal interaksi sosial prognosis penyakit. individu lain dalam kelompok untuk bersosialisasi 6. menghindari tubuh 3. Bantu klien atau orang terdekat 5. 5. Membantu klien untuk 7. Dorong pasien untuk 7. tubuh individu 7. tidak biasa 22 . Informasi yang jelas tentang tubuh individu 4. Merangsang kepercayaan diri dalam penampilan. Perilaku memantau kecil. Dorong klien mengungkapkan 4. Mempertahankan perawatan. menunjukan bahwa klien tidak individu secara faktual menerima diri secara nyata 3. Secara sengaja mengekspresikan perasaan menyadari perasaannya yang menyembunyikan khususnya mengenai fikiran. Merangsang klien agar mau tubuh (mis.

trauma 23 . Preseptual. Mengungkapkan baginya perubahan gaya hidup Faktor yang berhubungan 1. Agar klien dapat berinteraksi reaksi orang lain sehari-hari dan terlibat dalam secara bebas dan tidak 9. Perasaan negatif keluarga dan sosial. Biofisik. Fokus pada lain yang berarti atau perubahan mempunyai peran penting 11. cedera 4. bagian tubuh perasaan. Pembedahan. pandangan dirinya 8. Budaya. tahap perkembangan 3. spritual. Ketakutan terhadap 8. 5. psikososial. seperti menutup dirinya. tentang sesuatu mengunjungi teman atau orang 10. Penyakit. kognitif 2. Dorong melakukan aktivitas 8.

apakah cairan masih jernih atau sudah keruh. D. 6. 5. Mengobservasi vesikel dan perubahan yang terjadi. 3. Memotong kuku pasien. 4. Implementasi Hari/ Tgl/ Jam Diagnosa Implementasi keperawatan Ttd Kerusakan integritas kulit (00046) 1. 24 . 2. Memandikan anak sekali dalam sehari. Terapi penyakit. Menjelaskan pentingnya anak tidak menggaruk vesikel. untuk menghindari infeksi sekuler akibat garukan. 6. Menkaji keluhan pasien. dengan larutan permanganas kalikus (PK) 1/1000. Menganjurkan orang tua untuk menjaga anak dan memastikan agar anak tidak menggaruk vesikel.

Mengakaji keluhan anak apa yang dirasakan anak. 6. 5. Mengatur suhu ruangan senyaman mungkin. longgar. Mengobservasi tanda-tanda vital. jangan terlalu dingin dan jangan terlalu panas. Setelah mandi. 3. 8. Mengeringkan badan anak setelah mandi dengan hati-hati. 7. 2. memberikan bedak asam salicilat 1% untuk mengurangi kulit yang gatal Hipertermi (00007) 1. 4. Memberikan minum yang baik untuk menghindari dehidrasi dan 25 . gunakan handuk dengan lembut. Mengenakan pakaian yang tipis. Mengganti pakaian dan linen sesering mungkin. dan menyerap keringat. dan hindari pecahnya vesikel.

Memberikan anti piretik dari golongan asetaminofen misalnya parasetamol 9. Melakukan kompres dengan air biasa. Memberikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi) 26 . karena dapat menyebabkan komplikasi sindron reye 10. Obat tersebut hanya di indikasikan jika ada komplikasi. meningkatkan suhu. misalnya pneumonia atau anak yang menderita leukemia dan gangguan imunitas Ketidakseimbangan nutrisi kurang 1. Meberikan obat antivirus atau antibiotik jika perlu. Mengkaji adanya alergi makanan dari kebutuhan tubuh (00002) 2. 8. Jangan memberikan antipiretik dari golongan aspirin. 7. Mengkolaborasikan dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien 3.

atau beratnya nyeri 27 . kualitas intensitas. frekuensi. Menjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Nyeri Akut (00132) 1. Memonitor lingkungan selama makan 11. Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi 7. Memeotivasi Oral hygiene 5. Memonitor BB pasien ada dalam batas normal 9. Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori 6. durasi. Memonitor adanya penurunan berat badan 10. Melakukan pengkajian nyeri yang dirasakan anak secara komprehensif yang meliputi lokasi. karakteristik. Mengajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian 8. 4.

Mengkaji tipe dan sumber nyeri saat memilih tindakan pengurangan rasa nyeri pada anak 3. pencehayaan dan kebisingan 7. Menggunakan strategi komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri 6. Memastikan pemberian analgesik dan atau strategi non farmakologi seperti distraksi. khususnya pada mereka yang tidak mampu berkomunikasi efektif 4. Mengkaji riwayat alergi anak terhadap pemberian analgesic 5. Mengobservasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan. Mengontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan. 2. Menempatkan klien diatas matras yang 28 . relaksasi dan kompres 8.

perawatan. 3. Menjelaskan tentang pengobatan. Mencatat respon terhadap obat. Memberikan informasi kepada orang tua mengenai nyeri. dosis dan frekuensi 10. 2. seperti penyebab nyeri. Mengkaji secara verbal dan nonverbal respon klien terhadap tubuhnya. berapa lama nyeri akan dirasakan 12. kemajuan dan prognosis penyakit. dan laporkan pada dokter bila nyeri berkurang 11. 29 . Mengecek instruksi dokter tentang jenis obat. lembut 9. Memonitor frekuensi mengkritik dirinya. Mengkolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil Gangguan citra tubuh (00118) 1.

pandangan dirinya 8. 4. Mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaan khususnya mengenai fikiran. Mendorong melakukan aktivitas sehari- hari dan terlibat dalam keluarga dan sosial. perasaan. Memfasilitasi kontak dengan individu lain dalam kelompok kecil. Mendorong klien mengungkapkan perasaannya 5. Mempertahakan pendekatan positif selama aktivitas perawatan 6. 7. seperti mengunjungi teman atau orang lain yang berarti atau mempunyai peran penting baginya 30 .

Tidak terjadi kelainan respiratorik 31 . Suhu kulit.E. Evaluasi Evaluasi di sesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam intervensi dan masalah gangguan integritas kulit dikatakan teratasi apabila: 1. tidak terjadi kelainan neurogik 4. kelembaban dan warna kulit serta membrane mukosa noemal alami. Fungsi kulit dan membrane mukosa baik dengan parut minimal 2. Krusta berkurang 3.