You are on page 1of 3

 ALTERNATIF DESAIN EVALUASI SUMATIF

Fitzoatrick (2001) mengatakan bahwa desain evaluasi secara umum menggunakan desain
kausal dan deskriptif, yang mana:

1. Desain kausal
a. Metode Pra-eksperimen : tidak ada kontrolnya (diobservasi oleh peneliti)
b. Metode Eksperimen :sampel acak dalam kelompok perlakuan dan tanpa perlakuan
c. Metode Quasi : tidak acak dalam mengelompokkan kelompok perlakuan
dan tanpa perlakuan

Semua metode evaluasi ini dimaksudkan untuk menunjukkan adanya perubahan pada saat
program dijalankan dengan membandingkan kondisi lain.

2. Desain deskriptif
Desain ini mengambil data (kuanti) dari semua atau sebagian sampel, selanjutnya
menganalisis datanya.

Untuk melakukan evaluasi suamtif, adapun desain yang sering digunakan yakni:

1. Desain Campuran
a. Triangulasi : mencocokkan temuan kuali dan kuanti
b. Explanatori : Menjelaskan hasil kuantitatif
c. Exploratori : Menguji dampak yang tidak terlihat sebelumnya
(kuali : menemukan, kuanti: mengujinya)
2. Desain Kausal
a. Two group pretest-postest
mengelompokkan peserta secara acak (perlakuan dan tanpa perlakuan) untuk
melaksanakan pretest dan postest
b. Non equivalent comparison group design
mengelompokkan peserta (perlakuan dan tanpa perlakuan) tidak secara acak untuk
melaksanakan pretest dan postest
c. Time series
Bila tidak dilakukan secara acak dan mengambil satu kelompok, pretest sering diulang-
ulang untuk melihat kekonsistenan, dan apabila data telah konsisten, maka diberikan
postest
d. Cohort
Apabila memungkinkan melakukan serangkaian pretest postest. Cohort yang sebelumnya
bertindak sebagai kelompok kontrol, maka kinerjanya adalah membandingkan cohort
sekarang dan sebelumnya
e. One group pretest-postest
Membandikan tindakan yang valid antara kelompok saat ini dan kelompok tahun
sebelumnya

 LANGKAH DALAM MENCIPTAKAN RENCANA EVALUASI SUMATIF

1. Fokus evaluasi
Mengartikulasi pertanyaan evaluasi yang akan diajukan,
memilih metode yang akan digunakan,

Menjaga hubungan pertukaran informasi 3. Komunikasi dengan klien Komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan klien merupakan kunci kesuksesan karena dapat menentukan seberapa cepat perancang dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah dan seberapa puas klien dengan hasil proyek  PERANCANG PEMBELAJARAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Seorang agen perubahan adalah seseorang yang memiliki pengetahuan yang baik tentang rintangan yang muncul terhadap gagasan baru dan bagaimana mengatasinya dalam membantu mendapatkan cara baru yang lebih baik untuk diterima Adapun peran agen perubahan adalah: 1. Jika sesuai. tenaga untuk pelaksanaan. Merealisasikan perencanaan 6. c. hal ini dikarenakan jika keterampilan dan kepemimpinan tim kurang. Mendiagnosis masalah 4. Menentukan bagaimana cara melaporkan temuan Evaluator dapat melaporkan hasil dalam bentuk grafik dan deskripsi teks 5. Hal ini dikarenakan karakteristik setiap organisasi berbeda-beda. Menentukan metode untuk menganalisis dan menafsirkan informasi Evaluator mengidentifikasi bagaimana data dapat disusun untuk dianalisis 4. Rancangan kebutuhan management . maka evaluator dan klien mendiskusikan kelanjutannya 2.Alokasi sumber daya . Faktor nonintruktional yang dapat berdampak terhadap kesuksesan pembelajaran a. proyek mungkin tidak efisien dan produktif d.Manajemen waktu . Karakteristik organisasi Managemen rancangan yang baik adalah mengenal budaya organisasi dan bagaimana mereka bekerja.Pengetahuan tentang struktur organisasi b. Menentukan sumber dan metode pengumpulan data Evaluator mengidentifikasi jenis data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan dimana data tersebut bisa diperoleh 3. Mengembangkan kebutuhan akan perubahan 2. Mencapai hasil akhir . kompetensi ini sangat penting dan berdampak pada keberhasilan proyek evaluasi 2. Membuat rencana pengelolaan Untuk evaluasi skala besar. biasanya perlu untuk menentukan masalah logistik (ex: dana yang diperlukan. dan jangka waktu yang harus dicapai)  FAKTOR YANG BERDAMPAK TERHADAP RANCANGAN DESAIN PEMBELAJARAN 1. Meyakinkan klien untuk berubah 5.Penganggaran . Kompetensi perancang intruksional (bersifat pembelajaran) Hal ini bergantung dimana seorang perancang bekerja. Bekerja dengan tim Bekerja sama dengan tim sangat penting. Menstabilkan pemakaian dan mencegah penghentian 7.

dan interpretasi informasi. dan mencapai hubungan akhir. mengumpulkan data untuk membuat keputusan. membangun hubungan pertukaran informasi. . menjelaskan. Banyak evaluasi sumatif saat ini adalah rancangan metode campuran (yaitu.  Langkah-langkah dalam membuat rencana evaluasi sumatif meliputi: memfokuskan evaluasi. menerjemahkan maksud ke tindakan. atau mengeksplorasi temuan dengan membandingkan data dari dua sumber yang berbeda. data yang akan dikumpulkan. mereka mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif) untuk mengkonfirmasi. dan komunikasi klien. Peran ini sering menjadi bagian dari pekerjaan perancang instruksional yang menghasilkan instruksi berkualitas tinggi. menstabilkan adopsi dan mencegah penghentian. buat rencana pengelolaan. yang diajukan oleh Stufflebeam atau Kirkpatrick). menentukan sumber data dan metode pengumpulan. karakteristik perusahaan.  Desain evaluasi adalah strategi atau rencana umum untuk menerapkan studi yang mencakup hipotesis atau pertanyaan yang akan dieksplorasi. dan menganalisis aspek politik dan etika dan implikasi dari instruksi tersebut. menentukan bagaimana melaporkan temuan. dan Instruksi (IBSTPI) mengidentifikasi 22 kompetensi tersebut. Rancangan evaluasi sumatif dapat dikategorikan sebagai kausal atau deskriptif. dan (jika evaluasi itu besar dan / atau kompleks). perancang sering mendapati dirinya memenuhi peran agen perubahan.Ringkasan  Dalam istilah desain instruksional. evaluasi sumatif adalah evaluasi program untuk menentukan nilai dan dampak program atau produk pembelajaran untuk membuat penilaian tentang nilai keseluruhan atau manfaatnya. dan karakteristik lingkungan studi. Kinerja. menciptakan maksud untuk berubah dalam klien. Pertanyaan yang diajukan oleh evaluasi sumatif meliputi: Apakah program atau produk itu seefektif / lebih efektif daripada yang lama (sebelumnya) dan / atau seefektif atau lebih efektif daripada pilihan alternatif? Haruskah program atau produk diadopsi atau dilanjutkan? Apakah keterampilan dan pengetahuan dipelajari dari transfer instruksi ke keterampilan di tempat kerja atau aplikasi "dunia nyata" lainnya? Apakah instruksi memiliki dampak yang diinginkan untuk memperbaiki organisasi? Apakah itu memecahkan masalah yang seharusnya dipecahkan?  Karakteristik penting dari rencana evaluasi sumatif termasuk memilih model evaluasi (misalnya. mendiagnosis masalah.  Faktor noninstruktur yang dapat mempengaruhi keberhasilan instruksional meliputi: kebutuhan manajemen proyek. analisis. kerja dalam tim desain.  Ketika seseorang dengan perancang pembelajaran bekerja tidak terbiasa dengan dan / atau tahan terhadap metode perancangan yang sistematis.  Perancang instruksional harus memiliki beberapa kompetensi agar efektif dalam merancang dan mengevaluasi instruksi. Mendefinisikan metode pengorganisasian. Dewan Standar Internasional dalam Pelatihan. Peran agen perubahan meliputi: mengembangkan kebutuhan akan perubahan.