You are on page 1of 6

I.

PERISTILAHAN

Dalam kepustakaan Hukum Tata Negara (HTN), hukum administrasi, hukum pidana, hukum
politik dan filsafat hukum istilah-istilah. Freedom, liberty, independence, licence dan privelige,
sering dijumpai dan ada juga penulis yang mengartikan begitu. istilah-istilah ini dengan kebebasan
atau kemerdekaan.

Pengkajian istilah-istilah asing tersebut bertujuan untuk memahami lstilah yang paling tepat
diartikan sebagai kebebasan dalam kaitanya dengan kebebasan berpendapat. Untuk itu dalam
bagian Ini pengkajinnnya meliputi :

1.1 Liberty, Independence. Licence-Privillge, Freedom
1.1.1 Liberty

Dalam pengkajian istilah liberty ini memaparkan pemikiran dari thomas hobbes, John Locke, JJ.
Rousseau dan montesquieu yang merupakan para filsuf yang berpengaruh dalam pembahasan
pembahasan manyangkut negara dan hukum yang dalam literatur-literatur banyak ditemukan
dalam bidang hukum tata negara, ilmu politik, ilmu negara dan filsafat hukum. selain pandangan
keempat filsuf ini juga pandangan Louis O. Kattsoff dijadikan titik tolak, sedangkan pandangan
pakar lainnya bersifat menunjang.

Istilah liberty (dan freedom) secara historis mulai populer pada saat rakyat berusaha melawan
kekuasaan absolut raja-raja pada abad ke XVII dan XVIII. istilah liberty ini semakin dikenal dalam
konteks perjuangan hak asasi manusia.

Dalam konteks hak asasi manusia Thomas Hobbes melihat bahwa hak asasi manusia merupakan
jalan pintas untuk menyelesaikan situasi hommo homini lupus bellummnium contra omnes yaitu
suatu situasi yang mendorong terbentuknya penjanjian masyarakat dengan cara menyerahkan hak-
haknya kepada penguasa untuk mengakhiri rasa permusuhan dan peperangan yang berprinsip siapa
yang kuat dia yang menang.

Teori Thomas Hobbes ini disebut sebagai teori yang mengarah kepada pembentukan monarchi
absolut. Akan tetapi John Locke, berpendapat sebaliknya bahwa tidak secara absolut manusia
harus menyerahkan hak-hak individunya. Oleh karena yang diserahkan hanya hak-hak yang

or control. Independence pada dasarnya artinya ketidak tergantungan suatu pihak kepada pihak yang lainnya.berkaitan dengan perjanjian negara semata-mata. Spelt dan J. penundukan dan pengawasan. Immanuel Kant mengatakan “the independence of each member of commonwealth as a citizen”. control. Privilige Dari sejumlah pandangan yang dikutip dalam bagian ini. Dalam Keputusan Presiden Namor 50 tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). and not subject to the government.M.3 License. Istilah ini menunjukkan kekuasaan yang mandiri (independen) artinya bebas dari campur tangan kekuasaan lain. Peristilahan licence dan privilige penggunaanya lebih banyak ditemukan dalam buku-buku kepustakaan hukum administrasi. . hukum pidana maupun hukum perdata.1. tidak dalam pengawasan atau didikte dari kekuasaan luar). tidak tunduk pada pemerintah. Peristilahan ini dipergunakan dalam kepustakaan hukum tata negara dan ilmu politik maupun dalam peraturan perudang-undangan. Political dependence is the attribute of a nation or state which is entirely autonomous.2 Independence Pengkajian istilah tersebut berpegang pada pemikiran imanuel Kant dan formulasi menurut Black’s Law Dictionary. (Negara atau suatu keadaan yang babas dari ketergantungan. or dictation of any extrior power. Kejelasan istilah inia dapat ditelusuri dalam Black’s New Dictionary The state or condition of being free from dependence. Bahkan istilah kekuasaan yang merdeka sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang No. Pandangan-pandangan lainnya sebagai pelengkap.B.M ten berge yang dipergunakan sebagai titik tolak.J. pandangan N. 1. 14 Tahun 1970 tentang Pokok Pokok Kekuasaan kehakiman menyebutkan kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka. subjection. Sedangkan sisanya harus tetap dipegang oleh individu. 1. pada Pasal 3 menyebutkan Komnas HAM bersifat mandiri atau independent.1. Ketidak ketergantungan negara atau bangsa yang otonom sepenuhnya.

. Presiden Amerika Serikat. Selain pandangan keempat filsuf ini pandangan Immanuel Kant dan Franklin Delano Rosevelt dipergunakan sebagai pegangan yang dilengkapi dengan pemikiran- pemikiran lain maupun perumusan menurut konstitusi dan hukum positif. Izin penyelenggaraan kegiatan politik dalam undang-undang ini ditemukan dalam Pasal 3. Franklin Delano Roosevelt (1882-1945) dalam pidato tahunannya di di depan Konggers pada bulan Januari 1941 mengemukakan gagasan-gagasan dalam sebuah doktrin yang terkenal dengan nama The Four Freedom yang sering diterjemahkan sebagai empat kebebasan pokok manusia. Bersamaan dengan perkembangan itu pula. john Locke.4 dan 5. istilah izin banyak ditemukan dalam kaitanya dengan izin membangun (IMB) dan sebagainya. pawai dan sebagainya menunjukkan dengan jelas penggunaan istilah ini.Dalam ketentuan-ketentuan hukum positif penggunaan istilah licensi atau izin ditemukan dalam Undang-Undnng Nomor 5 PNPS Tahun 1963 tentang Kegiatan Politik. Sehingga selain istilah freedom ini dicantumkan dalam konstitusi dalam suatu negara juga istilah freedom dipergunakan sebagai bahan acuan dalam pembahasan tenang hak asasi manusia. Thomas Hobbes./ 12/XII/1995 mengatur perizinan penyelengaraan kegiatan politik. dalam praktek . Dalam Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) pada Pasal 510 mengatur secara jelas tentang izin keramaian. terdahulu tentang liberty. JJ Rousseau seperti yang sudah dijabarkan dalam sub bahasan. Montesquieu. pasta.4 Freedom Istilah freedom digunakan oleh pemikir-pemikir tentang negara dan hukum seperti. Dalam bidang hukum administrasi. Keputusan bersama antara Manhankam dan Mendagri Nomor 153 Tahun 1995 Nomor Kep. Dalam konteks freedom sebagai hak asasi manusia yang harus dilindungi.1. pawai.istilah lisensi ini acapkali diterjemahkan dengan suatu kebebasan 1. Doktrin the Four Freedom merupakan suatu ajaran yang kemudian menjadi popular dan mempengaruhi pemimpin berbagai negara di dunia. pesta dan sebagainya. istilah freedom semakin populer. keramaian.

21 Tahun 1982. indrpendence. tidak dipergunakan karena istilah tersebut Iebih luas. keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggungjawab. Istilah tanggung jawab dapat ditemukan dalam Undang-Undang Pokok Pers yaitu Undang-Undang No. Freedom dan kebebasan merupakan istilah yang dipergunakan dalam pengkajian.3 Istilah Tanggungjawab Dalam bagian ini. Dalam Undang-Undang Pokok Pers ditentukan secara lebih jelas tugas dan kewajiban pers nasional yaitu memperjuangkan kebenaran . Pengaturan tentang tanggung jawab juga diatur dalam Peraturan Menteri Penerangan Nomor 01/1998: tentang SIUPP dan juga dalam Kode Ethiek Junalistik pengkajian detail tentang tanggung jawab ditempatkan dalam bab III . hasil pamikiran. license. 1. sedangkan pendangan lainnya bersifat melengkapi. pikiran. dari pada penggunaan kata-kata mengeluarkan pendapat. Penggunaan istilah kemerdekaan mengeluarkan pendapat sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Berpendapat artinya mengeluarkan pendapat atau pikiran (yang dapat dilakukan secara lisan maupun dalam bentuk tulisan). Istilah pandangan berarti suatu pendapat. Salah satu prinsip yang harus dipegang dan dilaksanakan dalam penggunaan kebebasan berpendapat melalui pers maupun kebebasan melalui forum ilmiah yaitu kebebasan yang bertanggung jawab. Penggunaan istilah "berpendapat” dalam disertasi ini pada prinsipnya berdasarkan pertimbangan efisiensi kata. istilah liberty. Sedangkan kebebasan berpendapat yang disampaikan melalui mass media (pars) dengan istilah freedom of the press. dan privillage seprti yang sudah dijabarkan tidak tepat untuk diterjemahkan sebagai suatu kebebasan mengemukakan pendapat 1. Dalam disertasi ini dipergunakan istilah berpendapat yang merupakan gabungan antara awalan ber dan kata pemdapat.2 Istilah Kebebasan Berpendapat Istilah mengeluarkan pikiran-pikiran sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 Undang- Undang Dasar 1945 pada prinsipnya sama artinya dengan menyatakan pendapat. Penggunaan istilah tanggung jawab responbility verantwortung menunjukkan bahwa dalam setiap aktivitas manusia dalam kehidupan . pemikiran Immanuel Kant dan Theo Huijbers yang dijadikan sebagai titik tolak. filsafat hukum. pertimbangan. Istilah kebebasan berpendapat dalam bahasa Inggris sering disebut dengan istilah freedom of expression dan freedom if speech. ilmu politik dan hukum internasional.Istilah freedom yang diterjemahkan sebagai kebebasan dipergunakan dalam kepustakaan hukum tata negara. atau menyampaikan pandangan.

Tanggung jawab berhubungan dengan kewajiban 2. sekali pun dunia sudah banyak berubah dan proses globalisasi telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia. zaman Romawi Kuno. Dalam tahapan pentaatan seperti ini muncul tanggung jawab sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan. 2. dan zaman perkembangan teori hukum alam abad kke XVI. Dipihak lain kewajiban itu dialaminya sebagai suatu panggilan Perumusan diatas menunjukkan bahwa suatu tindakan yang penuh tanggung jawab mempakan manifestasi dari pada martabat manusia.1 Pemikiran-pemikiran Tentang Kebebasan Berpendapat Pambebasan konsep kebebasan berpendapat yang mempakan hak asasi‘ manusia. konsepsi negara-negara barat sejak semula sudah mmdominasi pemikiran negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang setelah Perang Dunia Kedua (II) ingin meneruskan suatu dokumen yang dapat diterima secara universal. kecuali itu juga mengetengahkan pemikiran . John Rousseau.Untuk memahami konsep- konsep pemikiran negara-negara dunia Barat sebagai dasar pembenar penggunaan kebebasan berpendapat. Rasa wajib dalam kesadaran manusia itu oleh Immanuel Kant disebut sebagai imperatif kategoris. sehingga apabila Orang tidak mentaatinya dikatakan bersalah. zaman Renisance . Kewajiban bertanggung jawab ini timbul karena manusia insyaf bahwa penggunaan kebebasan tanpa suatu rasa tanggung jawab akan menimbulkan gangguan dalam kehidupan bersama. oleh sebab itu kewajiban seperti ini dirumuskan sebagai suatu keharusan. dalam zaman ini akan dikaji pemikiran-pemikiran seperti dari John Locke. akan timbul kesadarannya untuk mentaati norma-norma yang berlaku. Ada dua unsur tanggungjawab yaitu : 1.1 Pemikiran-pemikiran Filosofis Sebagai jastifikasi penggunaan Kebebasan Berpendapat 2. Apabila orang menyadari kewajibannya. secara historis" dapat ditelusuri perkembangannya dari negara-negara barat karena kenyataan menunjukkan bahwa yang memulai mempersoalkan hak-hak asasi Dengan demikian. berikut akan diketengahkan pemikiran-pemikiran tentang negara dan hukum sebagai titik tolak mulai dari zaman yunani Kuno.bermasyarakat selalu terikat dengan rasa tanggung jawab.1. dalam berhubungan dengan orang lain . zaman Pertengahan. Kategoris artinya mutlak yang artinya kewajiban tersebut merupakan suatu kewajiban sungguh sungguh. Montesquieu clan Thomas Hobbes yang dijadikan sebagai konsep-kansep dasar.

Pengkajian secara historis tentang pengajuan dan perlindungan kebebasan berpendapat berdasarkan pengkategorian perkembangan pemikiran tentang negara dan hukum. Asas-asas umum pemerintahan yang baik yang dikemukakan Crience Le Roy yang kemudian dalam kepustakaan indonesia dikembangkan koentjoro poerbopranoto dan philipus M.asas umum perundang-undangan yang baik merupakan konsep yang berpengaruh dalam bidang hukum tata negara dan administrasi di Indonesia pemikiran tersebut selalu muncul dalam literatur-literatur maupun muncul dalam pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan kriteria perundang-undangan yang baik. Dahl.1. hukum pidana dan perdata. Konsep berpengaruh yang dipergunakan juga sebagai titik tolak adalah konsep-konsep ide dasar negara hukum dari Burkons yang literatur-literatur hukum tata negara dan hukum administrasi selalu dikutip baik sarjana dari luar negeri maupun sarjana-sarjana Indonesia. (madzab hukum alam). Van der Vlies tentang asas. dimaksudkan untuk nencari dasar pembenar teoritik. hukum administrasi. Asas-asas hukum umum tentang penyelesaian konflik norma hukum berpengaruh karena selalu dipergunakan baik dalam lapangan hukum tata negara. Hadjon dalam hukum administrasi merupakan pemikiran yang berpengaruh karena selalu diikuti dalam tulusan tulisan maupun dalam pembahasan pembahsan yang bersangkutan dengan pembuat keputusan . 2. konsep-konsep dari Stammler yang selalu berpengaruh dalam bidang filsafat hukum juga dipergunakan sebagai pegangan dan titik tolak. Konsep I. Teori yang dimaksud yaitu dalam bidang hukum khususnya hukum tata negara dan hukum administrasi yang sangat berpengaruh seperti teori penjenjangan norma Hans Kelsen yang dalam filsafat hukum masuk dalam aliran/ madzab hukum positif dan Teori hukum alam Dari Thomas Aquinas.C.2 Pemikiran-pemikiran Yang Dipergunakan Sebagai Pegangan Dalam kajian ini diketengàhkan asas-asas dan teori utama yang dipergunakan sebagai titik tolak maupun pemikiran-pemikiran sarjana yang berpengaruh (memiliki otoritas) dalam ilmu hukum dogmatik dan filsafat hukum.dan sejumlah pakar yang lainnya sebagai pelengkap. serta teori-teori demokrasi dari Robert A.