You are on page 1of 4

KODE SOAL : 1403005124 - 153005082

UJIAN TAKE HOME (UAS)
MATA KULIAH : HUKUM PIDANA ADAT
DOSEN : I GUSTI AGUNG AYU DIKE WIDHIYAASTUTI, SH. MH

PETUNJUK :

1. Hasil Take Home dikumpul pada saat UAS Hukum Pidana Adat (sesuai jadwal yang
telah ditentukan) dengan batas akhir pengumpulan Pk. 13.00 Wita.
2. Hasil Take Home dikumpul berdasarkan kelompok yang telah dibentuk dengan ketua
kelompok berdasarkan email.
3. Hasil Take Home diketik dan tidak perlu dijilid, cukup di staples.
4. Take Home agar dikerjakan secara individual, untuk hasil yang sama persis atau
serupa akan dipertimbangkan Nilai Akhirnya.
5. Setiap jawaban agar menyertakan referensi buku yang dipergunakan dalam bentuk
footnote yang teknik penulisannya mengacu pada Buku Pedoman FH Unud.

SOAL :

Kasus :

Pada tahun 1978, terjadi kasus pencurian pretima yang dilakukan oleh seorang warga Bali
bernama I Made Cekug. Pretima yang dicuri adalah pretima dari pura desa tetangga dimana
Cekug tidak termasuk sebagai salah satu dadia pura.

Analisa dan identifikasilah:

1. Apakah perbuatan I Made Cekug termasuk kedalam delik adat ataukah termasuk ke
dalam delik biasa? Jelaskan dengan terlebih dahulu memberikan pengertian delik adat
dan delik biasa dan tunjuk satu pendapat sarjana untuk menguatkan pendapat saudara.
2. Melihat tempat kejadian dan status I Made Cekug dapatkah I Made Cekug diberikan
reaksi adat oleh masyarakat adat dimana pencurian terjadi? Atau dapatkah warga
masyarakat melaporkan I Made Cekug kepada pihak yang berwenang? Jelaskan
dengan menguraikan alasan dan pandangan saudara dilengkapi dengan pendapat
sarjana untuk menguatkan alasan saudara.
3. Adakah dasar hukum yang dapat dipergunakan untuk memidana I Made Cekug
berdasarkan ketentuan Pasal 362 dalam KUHP? Sebut dan Jelaskan dasar hukum
yang saudara maksud.
4. Di dalam Hukum Adat, ada beberapa jenis reaksi adat yang dapat dijatuhkan kepada
perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum adat atau delik adat. Terkait I Made
Cekug, jika anda adalah warga desa locus delicti pencurian pretima, reaksi adat apa

yang hendak saudara usulkan untuk I Made Cekug? Jelaskan mengapa saudara memilih reaksi tersebut. 2010 hlm. yang dengan reaksi ini keseimbangan akan dan harus dapat dipulihkan kembali. dan tempat terjadinya delik adat tersebut bukan 1 Raharjo. 2. tiap-tiap gangguan pada barang- barang materiil dan immaterial milik hidup seorang atau kesatuan orang-orang yang menyebabkan timbulnya suatu reaksi adat. agar tidak terjadinya main hakim sendiri. biasanya menggunakan asas kekeluargaan. Karena dalam pengertian delik adat menurut Teer Haar menyebutkan bahwa delik itu sebagai tiap-tiap gangguan dari keseimbangan. khusus nya di daerah bali. Dalam pembahasan diatas perbuatan I Made Cekug termasuk kedalam delik adat. dan dalam permasalahan diatas. Selamat Bekerja PEMBAHASAN : 1. T.1 Maka dari itu perbuatan yang dilakukan I made cekug merupakan delik adat karena tindakannya yang menggangu keseimbangan yang ada di masyarakat dan menimbulkan suatu reaksi adat. Mediasi Pidana dalam Ketentuan Hukum Pidana Adat .5 . Menurut saya dalam menyelesaikan suatu permasalahan adat atau delik adat di daerah. I made cekug tidak dapat di hukum di desa yang ia lakukan delik adat tersebut karena pemberlakuan sanksi adat tiap-tiap desa berbeda.

(KUHP 35. (KUHP 99 dst. yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tanpa diketahui atau tanpa dikehendaki oleh yang berhak. pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan.) (2) Bila pencurian tersebut dalam nomor 3 disertai dengan salah satu hal dalam nomor 4 dan 5. letusan. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. 3. 364 dst. Pasal 362. Dr. (KUHP 98. Mr.. banjir. kapal karam. pemberontakan atau bahaya perang. dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara2. desa dari I made cekug. huru-hara. Soepomo.) 5. maka perbuatan itu diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. 365. atau dengan memakai anak kunci palsu. 486. Dalam kasus diatas I made cekug dapat dipidanakan karena melanggar pasal 362 dan 363 KUHP serta melanggar pasal 26 UU No. (KUHP 364 dst. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.Jurnal Hukum (Bali : Program Studi Ilmu Hukum. Universitas Udayana). Karena I made cekug telah melanggar tindak pidana pasal 362 KUHP yaitu pencurian. kecelakaan kereta api. 6.) 4. Dan dalam khasus ini I made cekug dapat dilaporkan pihak bewajib apabila dari kedua desa tidak dapat memberikan sanksi adat yang tepat bagi I made cekug. dilakukan dengan merusak. (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: 1. hlm. diancam karena pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.) 2. dengan maksud untuk memilikinya secara melawan hukum. pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau di pekarangan tertutup yang ada rumahnya. 167 dst.) 4. memtng atau memanjat. pencurian ternak. (KUHP 101. 3. gunung meletus. . reaksi adat yang hendak saya usulkan untuk I Made Cekug yaitu pertama memusyawarahkan bersama desa adat tempat asal I made cekug agar tetap pada pedoman asas kekeluargaan dan memberikan pertimbangan reaksi adat Menurut Prof. kapal terdampar. atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri itu. 366. Pasal 363. Barangsiapa mengambil suatu barang. yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain. “Tindak Pidana Pencurian Benda Sakral Di Bali” . jadi dalam pemberian sanksi adat hanya dapat dilakukan di desanya sendiri tetapi dihadiri oleh petinggi dari desa yang telah dilakukan delik adat. Jika saya adalah warga desa locus delicti pencurian pretima.. gempa bumi atau gempa laut. pencurian pada waktu terjadi kebakaran. dinyatakan 2 Ari Pramitha Suandi. perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

penutup malu atau permintaan maaf. 5. pengganti kerugian materiil dalam berbagai rupa. 3. 4. dan 6. pembayaran uang adat kepada pihak yang dirugikan atau benda suci sebagai pengganti kerugian rohani. 1. selamatan untuk membersihkan masyarakat dari segala kotoran. berbagai rupa hukuman badan sampai hukuman mati.bahwa didalam Pandecten Van Het Adat Recht (BAB X) yang diterbitkan tahun 1936 dikatakan bahwa. pengasingan atau disingkirkan dari masyarakat serta meletakkan orang diluar tata hukum. . 2.