You are on page 1of 16

TUGAS MATA KULIAH

MEKANIKA TANAH
PENYELIDIKAN TANAH
(Analisis Daya Dukung Tanah Dan Penurunan Pondasi pada Daerah Pesisir Pantai
Utara Kabupaten Bangka)

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :
1. WINDI PRASTIKA 15.307.011
2. DIANTRI WIDIA SIPAYUNG 15.307.026
3. LIDYA S. UTAMI TAMBUNAN 15.307.034
4. YOGI JUNAIDI 15.307.003

INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk mempelajari aktifitas-aktifitas dari tanah diperlukan metode-metode yang dilakukan dalam penetian tersebut. namun tanah juga dapat mengalami penurunan kualitasnya. . Apabila mengalami penurunan kualitasnya. tanah merupakan tempat penampungan berbagai bahan kimia yang berasal dari rembesan penumpukan sampah (landfill). baik menimbulkan kerugian ekonomi. Oleh sebab itu perlu dipelajari lebih lanjut mengenai aktifitas-aktifitas dari tanah tersebut. dan sumber-sumber lainnya. Walaupun banyak jenis tanah mempunyai kemampuan mengasimilasi dan menetralisir bahan pencemar. aktifitas bahkan hilangnya nyawa yang ditimbulkan dari permasalahan tanah tersebut. terbentuknya lapisan dengan kandungan allumunium yang lebih tinggi. Penurunan kualitas tanah terutama disebabkan oleh kehadiran bahan-bahan pencemar di tanah. dari yang kita ketahui banyak permasalahan-permasalahan di Indonesia maupun di dunia terkait masalah tanah. lahan pertanian yang terkontaminasi pestisida menyebabkan terjadinya penumpukkan bahan berbahaya dan beracun di dalam tanah. Tanah bukan merupakan benda mati yang tidak menunjukkan aktifitasnya. Selain itu. Pada umumnya masalah terkait tanah ini sangat merugikan terhadap masyarakat disekitarnya.Latar Belakang Tanah merupakan komponen dari bumi yang sangat penting. Erosi menyebabkan tersingkapnya lapisan tanah yang lebih asam. aktifitas-aktifitas tanah tersebut dipelajari dalam ilmu mekanika tanah. Karena masalah tanah tidak selalu sama maka kita harus cermat dalam mengambil langkah atau metode yang akan digunakan agar pencapaian yang diinginkan tercapai dan tidak menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Dalam beberapa kasus. tanah tidak dapat lagi memmberikan daya dukung bagi kehidupan manusia secara optimal.1. Tidak berbeda dengan udara dan air. Tanah sendiri merupakan reseptor dari sejumlah besar bahan pencemar. Instalasi Pengolahan Air Limbah. kualitas tanah juga dapat menurun disebabkan oleh erosi. tanah pun dapat mengalami penurunan kualitas.

. Sedangkan fungsi dari pondasi sendiri adalah menerima beban dari atas (upper structures). 2. memikul. Beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak boleh melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan.menurunkan kandungan bahan organik. Maka dari itu. Keruntuhan geser dari tanah dimana pondasi berada tidak terjadi (daya dukungnya cukup bagus ). Dengan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas tanah. bendungan. Harus mampu menahan beban bangunan diatasnya tanpa menimbulkan keretakan maupun kegagalan konstruksi. seperti : bangunan gedung. Untuk memperoleh suatu pondasi yang baik maka harus memenuhi kriteria berikut : 1. untuk memperoleh suatu pondasi yang baik da juga banguna yang baik maka harus dilakukan penyelidikan tanah. penulis mengambil studi kasus terkait masalah kerusakan jalan akibat adanya tanah mengembang di Karangampel. dinding penahan tanah. jalan. 2. dll. maka diperlukan sebuah penelitian atau penyelidikan tentang kualitas tanah. Dimana penyelidikan tanah dibutuhkan untuk data perancangan pondasi bangunan-bangunan. Sedangkan kriteria untuk tanah yang baik adalah sebagai berikut : 1. melimpahkan & meratakan ke lapisan tanah di bawahnya. Bila keadaan lebih parah lagi akan terbentuk lahan kritis. unsur-unsur hara menjadi lebih rendah dan terbentuknya lapisan bawah yang lebih padat. Untuk lebih jelas dalam manfaat mengenali aktifitas-aktifitas tanah dan metode yang terkait untuk meneliti. Penurunan ( settlement ) tanah yang disebabkan oleh beban masih dalam batas yang diperbolehkan.

c. Metode yang tepat yang akan diambil dalam pemecahan masalah tanah 1.1.Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas. Mengenali pemasalahan-permasalahan tanah khususnya topik masalah yang akan dibahas dalam makalah ini.2. Agar pembahasan lebih terarah. a. Supaya tidak timbul kesalahpahaman. Sedangkan tujuan dari penulisan ini adalah agar pembaca maupun penulis lebih sigap daam mengambil keputusan terhadap permasalahan terkait tanah disekitar dan cara mengatasinya sehingga korban jiwa ataupun kerugian yang ditimbulkan terminimalisasi. karya tulis ini hanya membahas aspek tentang penyebab penurunan kualitas tanah dan tata cara atau prosedur penyelidikan tanah. BAB II LANDASAN TEORI 2. .1 Tinjauan Umum Tanah merupakan materi dasar yang menerima sepenuhnya penyaluran beban yang ditimbulkan akibat konstruksi bangunan yang dibuat diatasnya. sehingga hal ini merupakan suatu tantangan bagi perekayasa konstruksi untuk memaharni perilaku tanah yang dihadapi dalam perencanaan konstruksi dengan jalan melakukan penyelidikan dan penelitian terhadap sifat-sifat yang dimiliki tanah. perlu kiranya dijelaskan pengertian ari berbagai istilah yang digunakan dalam makalah ini. Mengenali jenis-jenis tanah dan aktifitasnya b. permasaklahan terkait tanah disekitar dan yang paling utama adalah pemilihan metode untuk penelitian terkait. Tanah yang ada di permukaan bumi mempunyai karakteristik dan sifat yang berbeda-beda.3. dapat dirumuskan beberapa permasalahan dalam metode pelnelitian tanah yaitu Masalah kualitas tanah sangatlah luas dan kompleks. yang tentunya hasilnya tidak mutlak tepat dan benar akan tetapi paling tidak kita dapat melakukan pendekatan secara teknis yang dapat dipertanggung jawabkan akurasinya dalam perencanaan konstruksi.Maksud dan Tujuan Adapun maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanah.

2. Penyelidikan Tanah Penyelidikan di lapangan adalah pokok untuk memutuskan apakah suatu usulan pekerjaan rekayasa layak atau patut dan cukup secara ekonomis untuk direncanakan. . Pengetahuan akan akan paremeter-parameter tanah tersebut sangat di perlukan untuk perencaanan awal desain stabilisasi tanah. Pada umumnya. Pada banyak daerah. Daerah ini sangat peka terhadap gangguan luar. keadaan pengetahuan setempat. lubang bor dan lain lain disekitarnya serta perilaku struktur yang ada yang kesemuanya ini akan sangat membantu. Jika keterangan yang ada tidak cukup atau tidak pasti. Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui parameter-parameter tanah yang dalam hal ini antara lain adalah kompisisi tanah (soil properties). 2. baik yang bersifat alami maupun aktivitas manusia yang merupakan faktor pemicu gerakan tanah. Penyelidikan lapangan sangat perlu untuk menganalisa keamanan atau kasus keruntuhan pekerjaan pekerjaan yang ada. beberapa penyelidikan akan akan dimulai dengan mengumpulkan dan mempelajari semua data tentang keadaan tanah dan kondisi geologi di lapangan. Metoda metoda penyelidikan lapangan sangat luas dalam lingkungan proyek rekayasa dan macam macam lapangan. untuk memilih bahan bahan dan menentukan metoda konstruksi untuk direncanakan yang kemudian dilaksanakan. sifat sifat teknik tanah (soil engineering) serta kandungan mineralogi yang dimiliki oleh tanah. maka lapangan diperiksa secara detail.Dalam pengertian teknik secara umum tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dan butiran-butiran mineral padat yang tidak tersegmentasi (terikat secara kimia) antara satu dengan yang lainnya dan merupakan partikel padat hasil penguraian bahan organik yang telah lapuk yang berangkai dengan zat cair dan gas sebagai pengisi ruang-ruang kosong antar partikel. catatan percobaan lubang galian. Daerah berpotensi longsor adalah daerah di mana kondisi terrain dan geologinya tidak menguntungkan.

Untuk mengetahui tata cara atau langkah-langkah penyelidikan tanah akan dibahas dalam bab selanjutnya. Drilling 2. Menentukan potential problem 5. Menentukan cara pelaksanaan 2. Metode yang dilakukan untuk penyelidikan tanah diantaranya : 1. Memperkirakan penurunan 4. kita harus mengetahui tujuan dilakukannya penyelidikan tanah. Tujuan penyelidikan tanah adalah : 1. Drilling / Pemboran Gambar 1. Sampling / Pengambilan Contoh Tanah . Namun sebelum membahas sistematika penyelidikan tanah. Memperkirakan tekanan tanah lateral 7. Memperkirakan air tanah 6. Mengevaluasi beban – daya dukung pondasi 3. Trial Pits / Sumur Percobaan 3. Menentukan jenis dan kedalaman pondasi 2.3 Metode Penyelidikan Tanah Untuk mengetahui sifat-sifat tanah dapat dilakukan penyelidikan tanah.

Hasil penyondiran disajikan dalam bentuk diagram sondir yang memperlihatkan hubungan antara kedalaman sondir di bawah muka tanah dan besarnya nilai perlawanan konus (qc) serta jumlah hambatan pelekat (TF). 7. Pengambilan sampel tanah 4. 8. Deep boring dilaksanakan dengan menggunakan mesin bor untuk mendapatkan contoh tanah. SPT .Gambar 2. Pekerjaan Standard Penetration Test juga dilakukan pada pekerjaan boring. Test sondir dilakukan dengan menggunakan alat sondir yang dapat mengukur nilai perlawanan konus (Cone Resistance) dan hambatan lekat (Local Friction) secara langsung di lapangan. Vane Test 6. Penetration Test / Percobaan Penetrasi 5.

SPT BAB III PEMBAHASAN 3. Gambar 1. Kawasan pantai di utara kabupaten Bangka merupakan salah satu kawasan pantai yang indah yang belum dikelola secara professional. pertokoan maupun gedung-gedung hiburan lainnya perlu dibangun didaerah sekitar pantai untuk menambah fasilitas wisata bagi para wisatawan. restoran. sehingga kawasan tersebut . PENDAHULUAN Propinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan propinsi yang memiliki keindahan pantai disekeling pulaunya.1 Pembahasan studi kasus A. sarana dan prasarana didaerah wisata harus ditingkatkan. Pantai ini tentunya menjadi aset wisata bagi propinsi kepulauan Bangka Belitung. Untuk meningkatkan minat berkunjung bagi para wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar. Pembangunan gedung-gedung seperti hotel.

Meskipun demikian. Dari penelitian ini akan didapatkan kisaran nilai daya dukung tanah dan penurunan pondasi pada daerah pesisir pantai bagian utara Kabupaten Bangka. Pembangunan gedung-gedung pada daerah pantai tidak hanya sebatas bangunan gedung satu lantai tetapi dapat juga dibangun gedung lebih dari satu lantai. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian pada beberapa lokasi pantai bagian utara di Kabupaten Bangka dengan menggunakan sondir untuk memperkirakan daya dukung tanah dan penurunan pondasi suatu bangunan di daerah sekitar pantai. TINJAUAN PUSTAKA Uji Sondir Tes sondir disebut juga dengan Cone Penetration Test (CPT). Pengujian dilakukan dengan mendorong konus (kerucut) kedalam tanah dan perlawanan tanah terhadap ujung konus maupun lekatan tanah . Cone Penetration Test (CPT) atau yang lebih dikenal dengan sondir merupakan salah satu pengujian tanah dilapangan yang dapat digunakan untuk menganalisis daya dukung tanah selanjutnya dapat dilakukan analisis penurunan pondasi suatu bangunan . Analisis mendalam terhadap daya dukung tanah dan penurunan pondasi untuk pembangunan suatu bangunan mutlak diperlukan untuk menghindari keruntuhan pada bangunan yang dibangun di daerah sekitar pantai. kadang-kadang digunakan juga untuk memperkirakan daya dukung pondasi dangkal. Tanah kondisi seperti ini memiliki daya dukung yang rendah dan dapat mengakibatkan penurunan yang besar pada pondasi suatu bangunan. Tanah didaerah pantai umumnya merupakan tanah dengan tingkat kepadatan rendah sampai sedang. Daya dukung tanah dan penurunan pondasi berhubungan erat dengan beban struktur bangunan yang dibangun diatasnya. Berbagai jenis alat dan metode dapat digunakan untuk menganalisis daya dukung tanah dan penurunan pondasi pada bangunan. Jenis tes ini sering dilakukan untuk memperkirakan besarnya daya dukung tanah pada pondasi dalam. B. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat di manfaatkan untuk pengembangan daerah pesisir pantai khususnya pantai utara Kabupaten Bangka. Dalam analisis daya dukung tanah dan penurunan pondasi bangunan pada penelitian ini dilakukan kombinasi beban untuk bangunan satu sampai lima lantai.dipilih sebagai lokasi penelitian ini.

Selanjutnya tahanan selimut pada tiang dapat diambil . Perhitungan daya dukung pondasi berdasarkan data lapangan yaitu data sondir (CPT). Daya dukung pondasi tiang tunggal dapat dihitung berdasarkan data lapangan dan data laboratorium yang terdapat pada laporan penyelidikan tanah.. Metode ini diantaranya dikemukakan oleh Mayerhorf ( 1956) yang menyatakan bahwa tahanan ujung tiang mendekati tahanan ujung sondir dengan rentang 2/3 qc hingga 1....... (1) Dengan: qult = kapasitas dukung ultimit pondasi qc = tahanan konus dari sondir d = kedalaman pondasi B = lebar pondasi (diasumsikan 1 m) Daya Dukung Tanah Menggunakan Pondasi Tiang Untuk menentukan daya dukung tiang tunggal dengan beban vertikal dapat dihitung berdasarkan data-data penyelidikan tanah... Tingkat konsistensi tanah lempung dari sondir (Terzaghi dan Peck..... 1948) Daya Dukung Tanah Menggunakan Pondasi Dangkal Untuk pondasi pondasi dangkal pada tanah pasir maupun lempung menurut Meyerhorf (1976) dihitungan dengan persamaan berikut : qult = qc . Tabel 1.terhadap selimut batang konus diukur. B(1 +d/B) 1/40 ... sehingga didapatkan nilai tahanan ujung (qc) dan lekatan selimut (fs).5 qc dan Mayerhorf menganjurkan untuk keperluan praktis agar digunakan qp = qc ...

... Si = penurunan segera (m) q = tekanan pada dasar fondasi (kN/m2) B = lebar fondasi.......4 (tanah lempung) Ip = faktor pengaruh Tabel 2 ... (m) E = modulus elastisitas (kN/m2) Bowles (1977) memberikan persamaan yang dihasilkan dari pengumpulan data sondir sebagai berikut : E = 3 qc (kg/cm2) untuk tanah pasir dan E = 2 sampai 8 qc (kg/cm2) untuk tanah lempung μ = rasio poisson ... (3) dengan.. sehingga formula untuk metode langsung dapat dituliskan : Q ult = qp x Ap + JHL x kll Rumusan ini diambil di Indonesia dengan mengambil angka keamanan 3 untuk tahanan ujung dan angka keamanan 5 untuk gesekannya.....μ2)Ip ............... secara umum diambil μ = 0..3 (tanah pasir ) dan μ= 0. Sehingga daya gukung ijin pondasi dapat dinyatakan dalam : Q ult = 5 * 3 q ...... (2) Keterangan : Ap = Luas penampang tiang kll = keliling tiang JHL = jumlah hambatan lekat qp = tahanan ujung tiang Penurunan Pondasi Dangkal Pada tanah homogen dengan tebal yang tak terhingga persamaan penurunan segera atau penurunan elastis dari fondasi yang terletak di permukaan tanah yang homogen (Steinbrenner 1934) dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut: EqB Si (1.....A JHL kll p p ...langsung dari gesekan total ( jumlah hambatan lekat = JHL ) dikalikan dengan keliling tiang ...

Tabel 2. 1943) Sumber: Bowles 1977 Penurunan Pondasi Tiang Perkiraan penurunan yang terjadi pada pondasi tiang merupakan masalah yang rumit yang disebabkan oleh beberapa faktor.1970). Lokasi 2 pada Pantai Pejam di Dusun Pejam . Faktor pengaruh Im (Lee. seperti terjadinya gangguan pada tegangan tanah pada saat pemancangan dan ketidakpastian mengenai distribusi dan posisi pengalihan beban (load transfer) dari tiang ke tanah. Rumus yang digunakan yaitu : dengan : S = penurunan pondasi tiang tunggal D = diameter tiang Q = daya dukung tiang L = panjang tiang Ap = Luas penampang tiang Ep = modulus elastisitas bahan tiang beton. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada tiga lokasi penelitian di pantai utara kabupaten Bangka yaitu: 1. Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung penurunan pada pondasi tiang tunggal adalah menggunakan Metode Empiris (Vesic. Lokasi 1 pada Pantai Penyusuk di Lingkungan Remodong 2.1962) dan Ip (Scheicher 1962) untuk fondasi kaku dan faktor pengaruh untuk fondasi fleksibel ( Terzaghi.

Struktur bangunan merupakan struktur bangunan beton bertulang yang diperuntukkan untuk gedung penginapan yang dimodelkan menjadi bangunan satu sampai lima lantai. S. . kemudian dianlaisis daya dukung pondasi serta penurunan pondasi yang terjadi di daerah tersebut. Selanjutnya berdasarkan hasil uji sondir tersebut akan dihitung lebar pondasi yang diperlukan. Lokasi penelitian Sumber : Geogle Pada ketiga lokasi penelitian tersebut akan dilakukan uji daya dukung tanah menggunakan alat uji sondir dengan standar pengujian sondir berdasarkan SNI 2827:2008. HASIL DAN PEMBAHASAN Daya Dukung Tanah dan Beban Struktur Bangunan Berdasarkan hasil penyelidikan tanah di lapangan pada tiga lokasi daerah pantai utara Bangka dan analisis pengujian sondirm yang terdapat pada tabel berikut.3. Untuk menentukan daya dukung dan penurunan pondasi digunakan data beban struktur bangunan hasil analisis struktur bangunan oleh Suteni. Lokasi 3 pada Pantai Tuing di Desa Tuing Gambar 1. Pada penelitian ini perhitungan daya dukung tanah pada pondasi dangkal menggunakan metode Meyerhof (1976) sedangkan pondasi tiang menggunakan metode Meyerhof (1956).T. Untuk perhitungan penurunan pada pondasi dangkal menggunakan metode (Steinbrenner 1934) sedangkan perhitungan penurunan pada pondasi tiang menggunakan metode Vesic (1970).

Tabel hasil perhitungan penurunan pondasi . Sedangkan daya dukung tanah untukkisaran kedalaman 4-5 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah sangat kaku dan keras. Hal ini dikarenakan daya dukung pondasi sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah tempat pemasangan pondasi. Dari tabel terlihat.dapat diketahui bahwa daya dukung tanah untuk kisaran kedalaman lebih dari 2 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah kaku dan sangat kaku. Tabel beban struktur dan daya dukung tanah Daya Dukung Pondasi Hasil analisis daya dukung pondasi pada ketiga lokasi dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini : Tabel 4. Tabel 3. maka dimensi pondasi pada masing-masing lokasi akan berbedabeda. Penurunan Pondasi Dari hasil analisis penurunan pondasi untuk bangunan 1 sampai 5 lantai pada 3 lokasi penelitian seperti yang ditampilkan pada tabel 5 berikut : Tabel 5. Daya dukung pondasi pada tiap lokasi Dari tabel 4 didapatkan daya dukung pondasi pada tiga lokasi kisaran nilainya tidak jauh berbeda. untuk mendapatkan daya dukung pondasi yang memenuhi syarat keamanan yang ditetapkan FK>3.

2. semakin besar beban yang harus ditahan pondasi maka penurunan yang terjadi akan semakin besar. Semakin kecil daya dukung tanah maka penurunan akan semakin besar. Setiap lokasi memiliki nilai penurunan yang berbeda. Setiap lokasi memiliki nilai penurunan yang berbeda. semakin besar beban yang harus ditahan pondasi maka penurunan yang terjadi akan semakin besar. Berdasarkan hasil analisis penurunan dapat diketahui nilai penurunan yang terjadi masih dalam batas keamanan . KESIMPULAN Dari hasil analisis penelitian dapat disimpulkan : 1. Untuk beban struktur bangunan. Pantai penyusuk memiliki nilai penurunan yang paling kecil karena daya dukung tanahnya paling besar.Dari tabel 5 diatas didapatkan nilai penurunan yang masih dalam batas keamanan. hal ini dipengaruhi oleh daya dukung tanah di masing-masing lokasi. dapat diketahui bahwa daya dukung tanah untuk kisaran kedalaman lebih dari 2 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah kaku dan sangat kaku. Untuk beban struktur bangunan. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah di lapangan pada tiga lokasi daerah pantai utara Bangka dan analisis pengujian sondir. hal ini dipengaruhi oleh daya dukung tanah di masing-masing lokasi. . Pantai penyusuk memiliki nilai penurunan yang paling kecil karena daya dukung tanahnya paling besar. Semakin besar kecil daya dukung tanah maka penurunan akan semakin besar. Sedangkan daya dukung tanah untuk kisaran kedalaman 4-5 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah sangat kaku dan keras.

Edisi Kedua. Peningkatan Daya Dukung Tanah dengan Metode Grouting : Studi Kasus Kali Semarang. Departemen Pekerjaan Umum. Bowles.. Yogyakarta.1993. Pile Foundation in Engineering Practice. Erlangga. Principles of Foundation Engineering. 1989. J. Wiley Interscience Publication . 2012. Metode Pengujian Sondir. SNI-28-27-2008. Braja M. Hary Cristady. Jawa Tengah. DAFTAR PUSTAKA Aksono. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah. Foundation Analysis and Design. PWSKENT Publishing Company Hardiyatmo. Anonim. Pondasi Dangkal. Analisis dan Perancangan Pondasi II. Gatot Setyo. Das. 2008. 2010. 2011.1982. Shamser. Rahadian.E. Tugas Akhir. McGraw Hill International Book Company Bowles. Jakarta. Joseph . Yogyakarta Prakash. Jurusan Teknik Geologi Universitas Diponegoro.1990. Budi. ANDI. UGM Press. Jakarta.