You are on page 1of 4

Tembakau Merupakan tanaman komoditas perkebunan tergolong kedalam tanaman

industri musiman yang mempunyai peran dan fungsi strategis dalam perekonomian
dalam menghasilkan sumber pendapatan negara dan menciptakan lapangan pekerjaan
terlepas dari sisi kontroversial manfaat dan dampak bagi kesehatan.
Tanaman tembakau merupakan tanaman beriklim Tropis yang berasal dari benua
Amerika pada tahun 1492 pertama kali temukan oleh Columbus,yang awalnya tanaman
tembakau merupakan tanaman hias dan tanaman obat-obatan yang ditanam di
Eropa,namun barulah pada tahun 1552 di Spanyol berkembang dan dimanfaatkan
sebagai cerutu. Di Indonesia tanaman tembakau masuk melalui pintu pedagangan yang
sampai detik ini pemanfaatan berkembang sebagai bahan obat-obatan,industri bahan
baku rokok dan cerutu dan bahan baku pestisida.

Di Indonesia sendiri tanaman tembakau banyak dibudidayakan didaerah dataran tinggi
di Pulau Jawa,untuk menghasilkan daun tembakau yang berkualitas tinggi,penerapan
untuk budidaya tembakau terbilang sulit karena tanaman ini memerlukan perawatan
dan pemeliharan yang intensif untuk menciptakan daun tembakau berkualitas,minimnya
informasi dan pengetahuan petani tembakau mengenai budidaya dan jenis-jenis
varietas unggulan tanaman tembakau sehingga banyak daun tembakau memiliki mutu
yang rendah yang nantinya berakibat pada rendahnya harga jual daun tembakau
tersebut.
Musim Tanam dan Penanaman

Sesuai dengan jenis tembakaunya, musim tanam tembakau dapat dibedakan :

Tembakau cerutu Na-Oosgt ditanam pada sekitar bulan Juni-Juli (kemarau)
Tembakau Virginia dan Voor-Oosgt ditanam pada bulan Maret-April (akhir musim hujan
di Jawa). dan
Tembakau rajangan ditanam pada bulan Maret-April.

Untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang seragam dilakukan seleksi bibit yang
akan ditanam. Penyiraman pada waktu penanaman dapat dilakukan sebelum atau
setelah penanaman. Untuk mencegah serangan hama pada bibit yang baru ditanam di
sekitar lubang tanam diaplikasikan Furadan 3G dengan dosis 2 gram/lubang tanam.
Waktu tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari (pukul 14.00 – 17.00) untuk
menghindari kelayuan bibit karena terik sinar matahari. Cara penanaman diusahakan
agar akar bibit tidak terlipat dan patah. Penanaman dilakukan dengan tangan sedalam
4 cm kemudian tanah ditekan agar pangkal batang dan akar melekat dengan tanah.
Penyiraman sebanyak 1 liter/lubang tanam dilakukan setelah penanaman setiap pagi
dan sore sampai tanaman “nglilir” (mulai tumbuh). Penyulaman dilakukan mulai umur 3
hari sampai umur 10 hari setelah tanam, bibit diambil dari cadangan bibit yang ditanam
diantara barisan tanaman.

Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilaksanakan dengan menggunakan alat pertanian berupa hand
Tractor minimal 2 x pembajakan untuk mempersiapkan media terbaik bagi proses
penanaman tembakau dengan menjaga kesuburan tanah.

bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Adapun pupuk yang digunakan NPK (Fertila) dengan dosis 10 gr/batang. agar tidak terjadi stagnasi. penerapan teknologi ramah lingkungan yang semua ini dilakukan pada waktu yang tepat. Penggunaan sukirisida alami dilakukan dengan alasan biaya produksi. Pengendalian : desinfeksi bibit. renggangkan jarak tanam. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. Pada tahapan penanaman ini dilakukan pemupukan I dengan memperhatikan jenis dan dosis serta cara pemupukan. pada batang. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Gejala: timbul bercak-bercak coklat. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas. Pemupukan ke II dengan umur tanaman 21 hari dilakukan Pemupukan dengan NPK (KNO 3) dengan dosis 5 gr/batang. bibit ditanam pada tanah gudan di lahan yang telah dipilih dengan luasan yang sesuai dan perlu diketahui sebelum penanaman bibit perlu diadakan pemangkasan. Dalam pelaksanaan wiwilan sangat penting sekali karena akan berpengaruh terhadap ketebalan daun/berat daun. Pembubunan dan pengairan Pembumbunan adalah proses yang dilakukan untuk tanah tetap gembur.Penanaman dan pemupukan Empat puluh lima hari s/d lima puluh hari (45 s/d 50) setelah benih ditabur. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat. Adapun sistim irigasi (Pengairan) yang tepat sangat penting dalam menjamin kualitas clan tingkat produktifitas tembakau virginia. Gejala : batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. d. selain tanaman dewasa penyakit ini juga . olah tanah intensif. berat daun dan kualitas tinggi yang akan memberikan basil maksimal bagi petani. Penyakit Tanaman Tembakau a. nicotinae. sebagai persiapan media tumbuh yang baik bagi tanaman tembakau dan sekaligus untuk membersihkan tanaman pengganggu ( Gulma ). Hangus batang ( damping off ) Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. b. Punggel dan wiwil atau suli Punggel dan wiwil/suli memastikan penggunaan bahan gizi tanaman dalam proses pengembangan daun tembakau untuk mendapatkan jumlah daun. bongkar dan bakar tanaman terserang. gunakan air bersih.

sebagai lambang ketuaan. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk. Marmer. Cara pemanenan dau tembakau adalah daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. akan sia-sia hasilnya apabila proses curing ini tidak berjalan lancar. f. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun. keputih-putihan. Pseudomozaik. Ciri-ciri daun tembakau masak – Wama daun sudah mulai hijau kekuningan dengan sebagian ujung dan tepi daun – berwama coklat. (TVM). Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.menyerang tanaman di persemaian. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali. akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Jamur juga menyerang batang dan biji. tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar. Oleh karena itu untuk semua oven yang aktif . e. dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Penyakit Virus Penyebab : virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang. – Wama tangkai daun hijau kuning. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. semprot Natural GLIO. apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Panen Tanaman Tembakau Bagian tanaman yang di panen adalah daun dan memiliki ciri-ciri daun berubah warna dari hijau mejadi hijau kekuning-kuningan. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3 – 5 hari. Kerupuk (Krul). Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. – Posisi daun/tulang daun mendatar – Kadang-kadang pada lembaran daun ada bintik-bintik coklat. Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemisahan jenis daun tembakau berdasarkan kualitas warna daun adalah : a) Trash (apkiran) : warna daun hitam b) Slick (licin/mulus) : warna daun kuning muda c) Less slick (kurang liciin) : warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon) d) More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati clan penuh pengawasan karena tembakau yang sudah sangat baik pertumbuhannya dilapangan. Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.

Silahkan like dan shsre yaa.harus memiliki termometer untuk memastikan apakah setiap tahapan tersebut sudah berjalan baik atau belum.Semoga bermanfaat . Dan juga setiap oven harus memiliki table pedoman prosedur curing tembakau virginia serta menggunakan alat Hygrocurometer untuk mengukur suhu dan kelembaban udaranya.. .