You are on page 1of 41

i

PERCOBAAN VI
AKTIVITAS SPESIFIK ENZIM α-AMILASE

JURNAL PRAKTIKUM BIOKIMIA

Oleh:
Sesika Novari 24030115130116
Trie Nanda M.P 24030115130117
Galih Saputra 24030115130119
Mawas Kuntum K. 24030115130120
Damar Rifai S. 24030115130122

Departemen Kimia
Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro
2017

i

ii

HALAMAN PENGESAHAN
Jurnal Praktikum Biokimia

Judul Praktikum : Aktivitas Spesifik Enzim α-amilase
Nama : Sesika Novari (NIM. 24030115130116)
Trie Nanda M.P (NIM. 24030115130117)
Galih Saputra (NIM. 24030115130119)
Mawas Kuntum K. (NIM. 24030115130120)
Damar Rifai S. (NIM. 24030115130122)
Semarang, 12 September 2017
Mahasiswa Praktikum,

Sesika Novari Trie Nanda M.P
NIM. 24030115130116 NIM. 24030115130117

Galih Saputra Mawas Kuntum K. Damar Rifai S.
NIM. 24030115130119 NIM. 24030115130120 NIM. 24030115130122

Menyetujui
Asisten Praktikum,

NIM. Commented [I1]: Diisi yak 

ii

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DEPAN ............................Error! Bookmark not defined.
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA ................ Error! Bookmark not defined.
HALAMAN PENGESAHAN................................Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
PERCOBAAN 6 ..................................................................................................... 1
AKTIVITAS SPESIFIK ENZIM α-AMILASE...................................................... 1
1. Tujuan Percobaan ............................................................................................ 1
2. Dasar Teori ...................................................................................................... 1
2.1. Enzim........................................................................................................ 1
2.2. Enzim α-amilase ....................................................................................... 1
2.3. Klasifikasi dan struktur protein ................................................................ 2
2.4. Aktivitas Spesifik Enzim .......................................................................... 2
2.5. Penentuan Aktivitas Enzim α-amilase...................................................... 3
2.6. Spektrofotometer UV-VIS ....................................................................... 3
2.7. Teknik Sentrifugasi .................................................................................. 4
2.8. Metode Nelson-Soumogyi ........................................................................ 4
2.9. Metode Lowry .......................................................................................... 4
2.10. Analisa Bahan ....................................................................................... 5
3. Metode Percobaan ........................................................................................... 7
3.1. Bahan ........................................................................................................ 7
3.2. Alat .......................................................... Error! Bookmark not defined.
3.3. Prosedur Kerja .......................................................................................... 7
3.3.1. Penentuan aktivitas enzim α-amilase ................................................ 7
3.3.2. Penentuan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Somougyi 8
3.3.3. Penentuan kadar protein dengan metode lowry ................................ 8
4. Data Pengamatan dan Pembahasan ................................................................. 9
5. Kesimpulan Dan Saran.................................................................................. 33
5.1. Kesimpulan ............................................................................................. 33
5.2. Saran ....................................................................................................... 33

iii

iv

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 34
Commented [I2]: Pembahasan dipisah ya di daftar isi

iv

sedangkan dalam bidang kesehatan contohnya amilase. dan protease. bekerja pada pH yang relatif netral dan suhu yang relatif rendah. 2. lipase. K1 K3 Enzim + substrat Kompleks Enzim + Produk K2 [E][S] Kesetimbangan untuk pembentuk adalah :Km = [ES] Dengan Es adalah kompleks enzim substrat. farmasi dan industri kimia lainnya. dan bromelin. Tujuan Percobaan Menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal 2. Mekanisme kerja dari enzim α-amilase adalah dengan cara memecah ikatan α-1. glukosa- isomerase. Enzim dapat diisolasi dari hewan. Kelebihan enzim dibandingkan katalis biasa adalah : dapat meningkatkan produk beribu kali lebih tinggi. 1 PERCOBAAN 6 AKTIVITAS SPESIFIK ENZIM α-AMILASE 1. Jika α-amilase berasal dari Bacillus . dan Km adalah tetapan kesetimbangan (Azmi. Dalam bidang pangan misalnya amilase. Jika suhu ditingkatkan. maltosa.1. papain. dan glukosa. pH optimum juga meningkat sampai sekitar 7. tumbuhan dan mikroorganisme. dan bersifat spesifik dan selektif terhadap subtrat tertentu. E adalah enzim. 2006).4 glikosidik rantai glukan pati. Enzim α-amilase bekerja optimum o pada pH sekitar 6 dan pada suhu 60 C. Dasar Teori 2. Enzim α-amilase Enzim α-amilase merupakan salah satu jenis enzim yang berperan atau berfungsi menghidrolisis atau memecah molekul-molekul pati menjadi molekul-molekul lain yang lebih sederhana seperti dekstrin.2. S adalah substrat. Enzim Enzim telah banyak digunakan dalam bidang industri pangan.

Struktur primer: Struktur kerangka kovalen dan deret residu asam amino. liat dan tidak larut b.3. 3. tetapi aktivitas spesifik dapat pula ditentukan pada enzim tidak murni. yaitu jumlah satuan enzim per miligram enzim protein. Protein struktural: Terdiri atas molekul panjang. 2008). 1990) 2. Struktur kuertener: Struktur antaraksi antara sub unit protein 2. c. Protein konfigurasi: Merupakan protein yang bersenyawa dengan zat lain. Struktur tersier: Struktur protein yang rantai keeseluruhannya 3 dimensi 4. Klasifikasi dan struktur protein Secara umum protein dapat dikategorikan menurut tipe tugas yang dilaksanakan yaitu (Nelson dan Cox. Struktur sekunder: Struktur konformasi residu asam amino dekat polipeptida. Enzim α-amilase mempunyai peran penting dalam proses dan perannya di pemecahan amilum dan sakarifikasi dimana rantai panjang karbohidrat akan terhidrolisis dan diubah menjadi rantai yang lebih kecil (Chaplin dan Bucke. Aktivitas spesifik enzim murni menunjukkan derajat kemurnian enzim dalam suatu sampel. 1999): a. 2. Aktivitas Spesifik Enzim Aktivitas spesifik hanya dapat digunakan untuk preparat enzim yang murni. maka aktivitasnya dapat dinyatakan dalam . Enzim α-amilase mampu meningkatkan rasa manis pada ekstrak sari buah karena aktivitas enzim alfa amilase yang mampu menghidrolisis pati pada pisang menjadi gula lain yang lebih sederhana (Darmajana and Agustina.4. malopentosa dengan jumlah glukosa yang lebih tinggi (8 – 10%). Protein globular: Bentuknya bulat dan larut dalam air. 2 licheniformis maka akan menghidrolisis pati dengan hasil utama maltoheksosa. Protein mempunyai struktur sebagai berikut: 1.Bila berat molekul enzim diketahui.

Panjang gelombang yang terjadi tergantung pada beberapa kuat elektron ini terikat pada molekul. jadi dapat dgunakan untuk menentukan kemurnian enzim seperti halnya aktivitas enzim (Poedjiadi. Meningkatnya konsentrasi substrat mempunyai beberapa manfaat. 2001). 2. Prosedurnya berupa penentuan produk (glukosa) dengan bantuan sinar. Penentuan Aktivitas Enzim α-amilase Metode yang digunakan dalam mengukur aktivitas enzim α-amilase yaitu metode spektrometri. Spektrofotometer UV-VIS Secara umum semua molekul dapat menyerap radiasi dalam daerah UV- VIS karena mereka mengandung elektron yang dapat tereksitasi ke tingkat energinya yang lebih tinggi. Jadi .c Dimana: T = transmitansi A = absorbansi ε = koefisien ekstingsi molar b = tebal kuvet c = konsentrasi Untuk menentukan banyaknya produk glukosa yang terbentuk dari reaksi enzimatis maka digunakan kurva standar glukosa.b . 1994). Absorbansi larutan bertambah dengan penguraian kekuatan sinar. Atau dapat pula diartikan sebagai jumlah molekul substrat di ubah setiap menit oleh setiap molekul enzim. 3 bentuk aktivitas molekular adalah jumlah satuan substrat permikromol enzim. 1983) 2. Produk dinyatakan dalam satuan unit aktivitas yang didefinisikan banyaknya mol glukosa dan reaksi enzimatis pada kondisi optimum(Sastrohamidjojo. sesuai hukum lambert-Beer : -Log T = A = ε . bila konsentrasi materi yang dilewati cahaya bertambah maka cahaya lebih banyak diserap.6. seperti meningkatnya produktifitas volumetri dan meningkatkan kestabilan α-amilase (Klibanov.5. Aktivitas molekuler merupakan sifat enzim individu.

Larutan A terdiri atas fosfotungstein. 2. Partikel yang akan dipisahkan biasanya disuspensi dalam medium cair yang dimasukan dalam tabung sentrifugal yang dapat ditempatkan dalam rotasi yang berputar. 1 ml larutan protein ditambah 0. Metode Lowry Protein dengan asam fosfotungstien-fosfomolibdat pada suasana alkali akan memberi warna biruyang intensitasnya tergantung pada konsentrasi protein. Metode Nelson-Soumogyi Penentuan aktivitas enzim α-amilase dilakukan dengan metode spektrofotometri dimana dilakukan penentuan terhadapproduk enzimnya yaitu glukosa dengan metodeNelson-Soumagyi yang prinsipnya adalah pemanasan gula dengan larutan alkali dari tembaga tartrat dan terbentuk cupri oksida (Nelson dan Cox. Cara lowry 20 kali lebih sensitif pada cara UV atau buret(Nelson dan Cox. CuSO4 dan Na-K tartrat 2%). 2. 1999).8. 4 absorbansi berbanding lurus dengan ketebalan b dan dengan konsentrasi c (Sastrohamidjojo.5 ml lowry B.1 N. 2. . fosfomolibdat. digojog dan biarkan 20 menit. Cara penentuannya adalah sebagai berikut. ukuran dan bentuknya mengendap searah dengan gaya sentrifugal dengan kecepatan berbeda.9. Larutan B (2% Na2CO3 dalam NH4OH 0.Teknik Sentrifugasi Teknik sentrifugasi adalah suatu teknik pemisahan berdasarkan sifat partikel dalam medan gaya sentrifugal. 1999). rotor terletak pada pusat sumbu simetri (Nelson dan Cox. Selanjutnya diamati OD nya pada λ yang terpilih. Partikel yang berbeda berat jenis.7. 1999). 2001).

10. sejak kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu.11. terutama bila teroksidasi. semua kultivar M. Pada keadaan tertentu. dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Sianida ini akan memberikan rasa pahit. 1996). 5 2. esculenta 2. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi segar. Amilum . Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak. akan terbentuk glukosida racun yang selanjutnya membentuk asam sianida (HCN).11. Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun (Cereda dan Matos. Walaupun demikian.1. Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Malpighiales Famili: Euphorbiaceae Subfamili: Crotonoideae Bangsa: Manihoteae Genus: Manihot Spesies: M. Analisa Bahan 2. esculenta dapat dibudidayakan. 1996). Singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay. Kandungan utamanya adalahpati dengan sedikit glukosa sehingga rasanya sedikit manis. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. bukti-bukti arkeologis budidaya singkong justru banyak ditemukan di kebudayaan Indian Maya. tepatnya di Meksiko dan El Salvador (Cereda dan Matos.

3.11.8 g dalam 1000 mL) . titik didih 1000C.65 g)(Sudarmadji. 2. Reagen Lowry . Reagen lowry B:100 mL 2% Na2CO3 dalam larutan NaOH 0. Reagen lowry A:Larutan asam phospo-fungatic-phospo-molybdic. daun.8.6. 2.5H2O1% dan 1 mL natrium-kalium tartat 2% (Sudarmadji. Larutan B: 0. 1994) 2. Reagen Nelson-Somougyi . 1994). 2. memiliki dua jenis yaitu D-glukosa dan L- glukosa (Daintith. . 1997). 1994). Glukosa BM: 60.16 gmol-1.1 N dengan 1 mL CuSO4. terdiri dari satu molekul H2O dengan ikatan H-OH 1050(Daintith. 2.11. dan biji-bijian. ZnSO4 Senyawa kristalis larut air. titik leleh 780C (Daintith. dibuat lewat pemanasan bijih zink sulfida diudara dan melarutkan dan mengkristalisasi sulfatnya(Daintith. terdapat pada umbi. 1997). 6 Polisakarida yang banyak terdapat dari tumbuhan.7.5. berwarna putih. titik leleh 00C.2 M larutan Na-Phospat monobasis (27.4.11. 1994). 2. Akuades Cairan tak berwarna.11.11. Terdiri atas dua macam polisakarida yaitu amilosa dan amilopektin (Poedjiadi. secdikit larut dalam air. monoklinik. Buffer Phosfat . dalam bahasa sehari-hari disebut pati. tollens dan eter.2. 1994).2 M larutan Na-phosphat dibasis (52.11. batang. sulit larut dalam alkohol. tidak berbau dan tidak berasa. 2. Ba(OH)2 Padatan putih. Larutan A: 0. larut dalam larutan fehling.11. bentuk yang umum adalah oktahidrat.

Buffer fosfat . Metode Percobaan 3. Akuades . Reagen B:2 g CuSO4. Gelas bekker .6 g Na-bikarbonat. CuSO4 . Sentrifuge . III.Na tartat.4 g Na-karbonat anhidrat dilarutkan dengan akuades. 7 . Tabung reaksi . 1997). Gelas ukur . Inkubator .5H2O ditambah 18 g Na2SO4 anhidrat dilarutkan sampai 100 mL (Reagen Nelson Soumogyi : 1 bagian Nelson A + 1 bagian Nelson A)(Sudarmadji. . Spektrofotometer UV-VIS . Sampel enzim . Ba(OH)2 .2 Alat . 2. 14.1 Bahan . Reagen Nelson-Soumogyi . Reagen A:12 g K. 1. Amilum . Reagen Lowry . Pipet tetes .4 g Na-sulfat anhidrat. Larutan glukosa 3.

Pengulangan terhadap larutan standar glukosa Hasil .01M .Penambahan 1 ml reagen Nelson-Somougyi .01 M .3.3 Prosedur Kerja 1 mL amilum1 % Penambahan 0.Penggojogan dan sentrifugasi 1 mLsupernatan Tabung reaksi .Penambahan larutan ZnSO4 0.5 mL .Pemanasan selama 15 menit .1 Penentuan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Somougyi 1 mL larutan inkubasi enzim ekstrak kasar dan fraksi Tabung reaksi .1 mL larutan enzim ekstrak dan hasil fraksinasi Penambahan 3.Pengenceran dengan air hingga volume menjadi 10 ml .Penambahan 0.9 mL buffer fosfat Diinkubasi selama 30 menit suhu 37˚C Larutan enzim 3.2 mL larutan Ba(OH)2 0.Pendinginan .Penentuan konsentrasi dengan spektrofotometer UV- VIS pada λ = 520 nm . 7 3.Penambahan akuades 1.2 ml 0.Penambahan 1 ml reagen arsenomolibdat .

Penambahan akuades 1.3.Pengulangan terhadap larutan standar glukosa Hasil 3.Penambahan 0.Pemanasan selama 15 menit . 8 3.2 mL larutan Ba(OH)2 0.2 ml 0.Penambahan 1 ml reagen C .3 Penentuan kadar protein dengan metode Lowry 0.Penambahan 0.Pengukuran absorbansi pada λ = 750 nm .01M .1 ml reagen D .5 mL .Penentuan konsentrasi dengan spektrofotometer UV- VIS pada λ = 520 nm .Penggojogan dan sentrifugasi 1 mLsupernatan Tabung reaksi .2 Penentuan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Somougyi (2) 1 mL larutan inkubasi enzim fraksinasi Tabung reaksi .Penambahan 1 ml reagen arsenomolibdat .Pendiaman 30 menit .3.Pendinginan .Penambahan larutan ZnSO4 0.Penambahan 1 ml reagen Nelson-Somougyi .2 ml larutan enzim Tabung reaksi .01 M .Pengenceran dengan air hingga volume menjadi 10 ml .Pengulangan terhadap blanko Hasil .

16 x 10-3 dan (ii) -3 fraksinasi: -8.11 x 10 3 Penentuan Kadar Protein Nilai Absorbansi bernilai negatif untuk ekstrak kasar yaitu -0. Kadar gula (i) ekstrak kasar: -5.083 .03 dan dari fraksinasi yaitu -0. 9 4 Data Pengamatan No Perlakuan Hasil 1 Penentuan aktivitas enzim α.Larutan berwarna putih amilase keruh 2 Penentuan kadar gula pereduksi Larutan berwarna putih keruh.

1. Sampel yang digunakan yaitu sampel enzim ekstrak dan sampel enzim fraksinasi. . Sampel yang digunakan adalah sampel singkong yang terdiri dari sampel enzim ekstrak dan hasil fraksinasi yaitu enzim yang sudah dimurnikan. 1999). Pada percobaan digunakan amilum karena enzim α-amilase dapat menghidrolisis amilum dengan memutuskan ikatan α-1. 5. Enzim α-amilase merupakan enzim yang dapat menguraikan amilum dengan memutuskan ikatan α-1.4 glikosida (Lehninger.Campuran diinkubasi pada suhu 370C karena suhu tersebut merupakan suhu optimum aktivitas enzim α-amilase. Penentuan Aktivitas enzim α-amilase Percobaan ini bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal menggunakan metode inkubasi. baik pada amilase maupun amilopektin. Metode pada percobaan ini yaitu spektrofotometri untuk mengetahui absorbansi dari sampel sehingga dapat diukur aktivitas enzim α-amilase. metode Nelson-Soumogyi untuk menentukan produk enzimatisnya. di mana pH 6-7 merupakan pH optimum aktivitas α-amilase. 10 5 Pembahasan Sesika Novari 24030115130116 Pembahasan Percobaan aktivitas spesifik enzim α-amilase bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal. 2006).4 glikosida dalam pati dari bagian dalam molekul. Prinsip percobaan ini adalah penentuan aktivitas spesifik enzim α-amilase. dan metode Lowry untuk menentukan kadar protein pada sampel enzim. Fungsi penambahan buffer PO4 adalah sebagai larutan penyangga agar pH-nya stabil. Jika pH-nya di atas pH optimum menyebabkan enzim terdenaturasi sedangkan di bawah pH optimum akan menyebabkan enzim tidak aktiv (Azmi.

11 Inkubasi adalah proses kontak antara enzim dengan substrat agar membentuk produk yang bertujuan untuk mereaksikan enzim dengan substrat sehingga terbentuk ikatan enzim-substrat. yaitu dengan menambahkan larutan amilum 1% dan buffer fosfat ke dalam enzim kasar dan enzim halus. Penentuan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Soumogyi Percobaan ini betujuan untuk penentuan kadar gula pereduksi dengan menggunakan metode Nelson-Soumogyi. 5. 1994) Penambahan larutan Ba(OH)2 bertujuan untuk meminimalisasi masuknya oksigen dari luar ke dalam larutan yang dapat mengoksidasi . 2006). Uji aktivitas spesifik enzim α-amilase diawali dengan reaksi enzimatis. Reaksi : CH 2OH CH2 OH O OH alf a . dimana pada proses inkubasi ini terjadi kontak antara enzim α-amilase dengan substrat dalam membentuk produk yaitu glukosa. E + S ES E + P Pada reaksi enzimatis diperlukan proses inkubasi. Jika suhu inkubasi lebih tinggi maka protein akan terdenaturasi yang mengakibatkan aktivitas enzim menurun. Jika diinkubasi pada temperatur yang lebih rendah maka aktivitas enzim α-amilase kurang optimal (Azmi.amilase O OH O O + Buf f er Fosf at OH OH CH2 OH CH2 OH CH 2OH O O OH OH OH O OH OH HO HO OH OH OH Maltosa Glukosa (Poedjiadi.2.

Glukosa akan mereduksi ion Cu2+ disebabkanadanya gugus aldehid pada glukosa. 1999) Metode Nelson-Soumogyi menganalisa secara kuantitatif. pemanasan bertujuan untuk mempercepat reaksi. Gula dapat direduksi dengan sinar UV karena memiliki elektron- elektron yang dapat tereksitasi dari keadaan dasar ketingkat energi yang lebih tinggi. 12 kupri oksida (Cu2O) dan penambahan ZnSO4 bertujuan untuk mengendapkan protein. Reaksi reduksi Cu2+ : Cu2+ + e Cu Ion Cu+ akan mengendap sebagai Cu2O dalam suasana basa : 2 Cu + + 2 OH. Penambahan reagen Nelson-Soumogyi menyebabkan terbebtuknya kupri oksida. Biasanya transisi elektron disebabkan oleh elektron π dimana . Produk reaksi enzimatis berupa glukosa. Cu2O + H2O Reaksi terbentuknya kupri oksida : CHO CHO H C OH H C OH OH C H Cu2+ OH C H + Cu2O H C OH Alkali H C OH H C OH H C OH CH 2OH CH 2OH Glukosa asam D-glukonat (Lehninger. Supernatan yang terbentuk ditambahkan dengan reagen Nelson-Soumogyi kemudian dipanaskan. akan tetapi metode ini memiliki kekurangan karena gula non pereduksi (sukrosa) tidak dapat terdeteksi dan hanya bisa mendeteksi gula pereduksi (glukosa-fruktosa).

Metode yang digunakan adalah metode lowry. Struktur kompleks biru : . Reagen C merupakan campuran reagen A (larutan Na2CO3 2% dalam larutan NaOH 0. 1 mL reagen Folin Ciocalteu yang merupakan campuran natrium tungstat dan natrium molibdat dalam asam. Penentuan kadar protein dengan metode lowry didasarkan pada warna kompleks yang dibentuk. dimana terjadi serapan maksimum oleh larutan glukosa. 13 dalam molekul glukosa mengandung gugus karbonil yang dibentuk oleh elektron π (Lehninger. Penentuan kadar glukosa dilakukan dengan mengukur absorbansi larutan tersebut dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS pada λ 520 nm. Hasil negatif kemungkinan karena terjadi radiasi baur dan konsentrasi larutan terlalu pekat. 1999).083. Campuran asam ini akan mereduksi protein yang digunakan melalui penguraian Cu2+ sehingga campuran asam ini kehilangan satu atau lebih atom oksigen dan kompleks biru yang dihailkan merupakan kompleks antara protein dengan Cu2+.03 dan dari fraksinasi yaitu -0. Panjang gelombang 520 nm ini merupakan panjang gelombang Commented [I3]: Kayaknya bukan 520nm deh… Seingetku 520 mas maksimum. Reagen yang digunakan yaitu reagen C dan reagen D. Reagen D merupakan campuran dari 1 mL reagen Folin Ciocalteu dan 1 mL akuades. Penentuan kadar Protein dengan Metode Lowry Percobaan ini bertujuan untuk menentukan kadar protein dari sampel enzim dari singkong ekstrak kasar dan hasil fraksinasi. Warna yang timbul disebabkan oleh reaksi tembaga alkali dengan protein dimana terjadi reduksi fosfomolibdat oleh tirosin dan triptofan yang terdapat dalam protein.1 N) dengan 1 mL reagen Folin Ciocalteu dan 1 mL akuades. Absorbansi yang diperoleh dari sampel singkong ekstrak kasar yaitu -0. 5.3.

dan metode spektrofotometri (pengukuran absorbansi). Sentrifugasi (yaitu proses pemurnian protein yang didasarkan pada pengendapan dengan cara sentrifugal/perputaran). baik pada amilosa maupun amilopektin. 5. Absorbansi sampel yang diperoleh yaitu pada λ=700nm untuk ekstrak kasar yaitu 1.025 dan untuk Commented [I4]: Cek lagi Seingetku 700nm mas sampel hasil fraksinasi yaitu 1. Absorbansi diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Trie Nanda Mulyana Purba 24030115130117 Pembahasan Percobaan yang berjudul aktivitas spesifik enzim α-amilase bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal.999. 14 HN NH R CH C O Cu2+ O C HC R HN NH (Lehninger. Nilai absorbansi yang didapat sangat besar karena larutan memiliki konsentrasi yang sangat tinggi. Prinsip percobaan ini adalah penentuan aktivitas spesifik enzim α-amilase secara spektrofotometri. Metode pada percobaan ini yaitu Inkubasi. Sampel yang digunakan pada percobaan ini adalah singkong yang merupakan sumber karbohidrat. dimana produk akhir yang terbentuk adalah glukosa.4 glikosida dalam pati secara acak dari bagian dalam molekul (endo-enzim). 1999) Penentuan kuantitatif kadar protein secara lowry didasarkan pada absorbansi sinar oleh kompleks biru.1. Penentuan Aktivitas enzim α-amilase . Enzim α-amilase merupakan enzim yang dapat menguraikan amilum dengan memutuskan ikatan α-1.

Aktivitas spesifik enzim merupakan unit aktivitas enzim permiligram protein. Jika suhu inkubasi lebih tinggi maka protein akan terdenaturasi yang mengakibatkan aktivitas enzim menurun. Fungsi penambahan buffer PO4 adalah sebagai larutan penyangga agar pH-nya tetap. Penentuan kadar gula pereduksi merupakan wujud dari uji aktifitas spesifik enzim α-amilase. 2006). Harga aktivitas spesifik enzim menunjukkann tingkat kemurnian terhadap protein total. 5. Penentuan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Soumogyi Percobaan ini bertujuan untuk penentuan kadar gula pereduksi dengan menggunakan metode Nelson-Soumogyi. Campuran diinkubasi pada suhu 370C karena suhu tersebut merupakan suhu optimum aktivitas enzim α-amilase. Jika pH-nya di atas pH optimum maka enzim akan mengalami deprotonasi atau perubahan pH baik di atas maupun di bawah pH optimum akan menyebabkan enzim terdenaturasi.4-6. maka digunakan buffer PO4 dengan pH 6. 15 Percobaan ini bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal menggunakan metode inkubasi. Commented [I5]: Menentukan aktivitasnya menggunakan metode inkubasi ? Fungsi inkubasi adalah proses proses kontak antara enzim dengan substrat agar membentuk produk. sedangkan satu unit aktivitas enzim α-amilase merupakan aktivitas enzim yang menyebabkan terbentuknya 1µmol produk glukosa dari substrat amilum persatuan waktu inkubasi pada kondisi temperatur dan PH tertentu.1 (buffer asam). di mana pH ini merupakan pH optimum aktivitas α- amilase. Di mana aktivitas α-amilase berada pada range pH 5. Uji aktivitas spesifik enzim α-amilase diawali . Hal ini sebanding dengan energi aktivasi (Ea) untuk setiap enzim membentuk kompleks enzim-substrat dan kemudian membentuk produk dan enzim kembali.2. Digunakan amilum karena enzim α-amilase dapat menghidrolisis amilum. Begitu pula jika diinkubasi pada temperatur yang lebih rendah maka aktivitas enzim α-amilase kurang optimal. sehingga aktivitas enzim menurun.4 (Azmi.

hal ini karena glukosa mempunyai gugus gula pereduksi. Supernatan yang terbentuk ditambahkan reagen Nelson-Soumogyi dan dipanaskan (dengan tujuan untuk mempercepat reaksi). 16 dengan reaksi enzimatis. yaitu dengan menambahkan larutan hasil inkubasi ke dalam enzim kasar dan enzim halus (fraksi). Penambahan reagen Nelson-Soumogyi menyebabkan terbebtuknya kupri oksida. Reagen Cu-tartrat akan direduksi oleh glukosa. Penambahan larutan Ba(OH)2 bertujuan untuk meminimalisasi masuknya oksigen dari luar ke dalam larutan yang dapat menyebabkan reoksidasi dari kupri oksida (Cu2O) dan penambahan ZnSO4 bertujuan untuk mengendapkan protein sehingga menghasilkan larutan netral bebas protein. Commented [I6]: Ditambahkan sampelenzim dengan amilum dan buffer baru di inkubasi atau diinkubasi dahulu baru ditambahkan Enzim + αsubstrat ⇋ enzim-substrat ➝ enzim + produk kedalam sample enzim ? Pada reaksi enzimatis diperlukan proses inkubasi. yaitu gugus aldehid. Reaksi reduksi Cu2+ : Cu2+ + e ⟶ Cu+ Ion Cu+ akan mengendap sebagai Cu2O dalam suasana basa : 2 Cu + + 2 OH. Sentrifugasi berguna untuk memisahkan endapan dengan larutan.⟶ Cu2O ➘↓ + H2O . dimana pada proses inkubasi ini terjadi kontak antara enzim α-amilase dengan substrat dalam membentuk produk yaitu glukosa. Reaksi : Commented [I7]: referensi (Poedjiadi. 1994) Kadar gula pereduksi dapat ditentukan dengan metode Nelson- Soumogyi.

Produk reaksi enzimatis berupa glukosa. 17 Reaksi terbentuknya kupri oksida : Commented [I8]: referensi ? Penambahan reagen arsenomolibdat untuk memberikan warna biru molibdenum sehingga intensitas warna biru dapat diukur secara spektrofotometri. Commented [I10]: Referensi ? Penentuan kadar glukosa dilakukan dengan mengukur absorbansi larutan tersebut dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS pada λ 520 nm. sukrosa dan gula non pereduksi yang lain. akan tetapi metode ini memiliki kekurangan karena gula non pereduksi (sukrosa) tidak dapat terdeteksi dan hanya bisa mendeteksi gula pereduksi (glukosa-fruktosa) padahal produk dari pemecahan amilum oleh enzim α-amilase bukan glukosa melainkan maltosa. Metode Nelson-Soumogyi menganalisa secara kuantitatif. dimana terjadi serapan maksimum oleh larutan glukosa. Commented [I9]: Di Pahami lagi ya kata2nya… apa benar kaya gitu ?produk akhirnya bukan glukosa ? Gula dapat direduksi dengan sinar UV karena memiliki elektron-elektron yang dapat tereksitasi dari keadaan dasar ketingkat energi yang lebih tinggi. Kadar gula pereduksi ditentukan dengan membandingkan absorbansi larutan sampel terhadap kurva larutan standar glukosa. Biasanya transisi elektron disebabkan oleh elektron π dimana dalam molekul glukosa mengandung gugus karbonil yang dibentuk oleh elektron π. Panjang gelombang 520 nm ini merupakan panjang gelombang Commented [I11]: cek maksimum. .

Warna yang timbul disebabkan oleh reaksi tembaga alkali dengan protein. 18 Absorbansi enzim murni adalah -0. Commented [I15]: Segini aja pembahasannya ? . Absorbansi pada ekstrak kasar adalah -0. Commented [I12]: enzim kasar dan enzim murni maksutnya apa? Commented [I13]: Enzim-enzim lain ? Apakah enzim juga ikut terukur ? 5.3.03. Struktur kompleks biru : Commented [I14]: Referensi ? Penentuan kuantitatif kadar protein secara lowry didasarkan pada absorbansi sinar oleh kompleks biru. Kadar enzim hasil fraksinasi lebih besar karena pada enzim ekstrak kasar terdapat enzim-enzim lain yang mungkin menimbulkan interferensi dan pengukuran absorbansi. Reagen yang digunakan reagen Folin Ciocalteu yang merupakan campuran natrium tungstat dan natrium molibdat dalam asam. Penentuan kadar protein dengan metode lowry didasarkan pada warna kompleks yang yang dibentuk dari protein yang bereaksi dengan reagen Folin-Ciocalteu untuk memberikan kompleks berwarna yang intensitas warnanya bervariasi berdasarkan jenis protein atau jumlah asam amino aromatik pada protein. Campuran asam ini akan mereduksi protein yang digunakan dalam percobaan melalui penguraian Cu2+ sehingga campuran asam ini kehilangan satu atau lebih atom oksigen dan kompleks biru yang dihasilkan merupakan kompleks antara protein dengan Cu2+. Penentuan kadar Protein dengan Metode Lowry Kalau nilainya lebih kecil dari blanko menandakan larutan tersebut ?? Percobaan ini bertujuan untuk menentukan kadar protein dari larutan singkong.083. Metode yang digunakan adalah metode lowry.

Enzim α-amilase menghidrolisis amilum dengan cara memecah ikatan α-1. sehingga aktivitas enzim akan menurun. Commented [I17]: Referensi ? . spektrometri. sehingga penambahan buffer fosfat berfungsi untuk menjaga pH agar tetap berada dalam kondisi awalnya. maltosa. 2008). dan sentrifugasi. Commented [I16]: Apa kita melakukan ini ? a.Suhu 37o C merupakan suhu tubuh manusia. 2008). dan glukosa (Darmajana and Agustina. Enzim α-amilasemerupakan salah satu jenis enzim yang berperan atau berfungsi menghidrolisis atau memecah molekul-molekul pati menjadi molekul-molekul lain yang lebih sederhana seperti dekstrin. Fungsi dari inkubasi selama 20 menit adalah untuk menjaga proses enzimatis berlangsung secara keseluruhan pada suhu optimum tersebut.4 glikosidik rantai glukan pati(Darmajana and Agustina. terdenaturasi. jadi enzim akan bekerja optimum pada suhu tersebut. enzim akan terprotonasi. Seandainya enzim tidak berada dalam pH optimumnya. Jika proses inkubasi berada dalam suhu di atas atau di bawah nilai optimumnya. Penentuan Aktivitas Enzim α-amilase Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal. 19 Galih Saputra 24030115130119 Pembahasan Percobaan berjudul “Aktivitas Spesifik Enzim α-Amilase” bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal.Enzim ini diisolasi dari tanaman singkong. maka enzim akan terdenaturasi dan atau terkoagulasi. Metodenya adalah fraksinasi.pH optimum untuk α- amilase berada dalam kisaran 6-7. Dalam percobaan ini metode yang digunakan adalah inkubasi.

Pada proses inkubasi terjadi proses pemecahan ikatan glikosida oleh enzim alfa amilase. itu untuk apa pendinginan tersebut ? . Penentuan Kadar Gula Pereduksi dengan Metode Nelson-Somogyi Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Somogyi. Reaksi yang terjadi: Commented [I19]: Diberi keterangan amilase menjadi apa itu ? Beserta referensi…. sedangkan Commented [I18]: Aktivitas enzim atau aktivitas spesifik enzim ? satu unit altifitas enzim merupakan aktifitas enzim yang menyebabkan terbentuknya 1 mikromol produk per satuan waktu inkubasi paha suhu dan pH tertentu. Penambahan ZnSO4 bertujuan untuk mengendapkan protein. Proses pemanasan bertujuan agar reaksi dapat terjadi lebih cepat akibat meningkatnya energi kinetik. Penambahan Ba(OH)2berfungsi untukmeminimalisir masuknya oksigen dimana oksigen ini dapat mengoksidasi Cu2O yang terbentuk karena Ba(OH)2 bersifat basa. Penambahan reagen Nelson-Somogyi Commented [I21]: Setelah pemanasan kan dilakukan pendinginan. Uji aktifitas enzim alfa amilase dapat ditentukan dari penentuan kadar gula pereduksinya. 20 b. Aktifitas enzim merupakan unit aktifitas enzim permiligram. Sentrifugasi berfungsi untuk pemisahan partikel Commented [I20]: Referensi ? agar dapat terendapkan di dasar tabung akibat adanya gaya sentrifugal.

2-0. Absorbansi yang didapat bernilai negatif. didapatkan kadar gula ekstrak kasar sebesar -5. Karena hasil kadar menunjukkan nilai negatif maka perhitungannya dianggap tidak valid. didapatkan nilai absorbansi ekstrak kasar -0. Commented [I26]: Kenapa tidak valid ? c.0261 x – Commented [G24]: Ini mas -3 Commented [I25]: Apa yang dimaksud radiasi baur ? 0.11 x 10-3 . Penambahan reagen Folin Ciocalteu bertujuan untuk mereduksi protein dengan menguraikan Cu2+ sehingga menghilangkan satu atau lebih . Reaksinya: Commented [I22]: Referensi ? Penentuan kadar glukosa dilakukan dengan menggunakan metode spektroskopi. Dari hasil absorbansi. Panjang gelombang maksimum akan menghasilkan absorbansi maksimum dan kadar glukosanya dapat ditentukan secara maksimum pula.083.03 dan fraksinasi -0. Dari persamaan garis y = 0. Seharusnya absorbansi berada dalam kisaran 0. Warna kompleks intensitas warnanya bervariasi berdasarkan jenis proteinnya.16 x 10 dan fraksinasi sebesar -8.Adanya radiasi baur Commented [I23]: Kira-kira kenapa kok negative ? membuat absorbansi menjadi negatif.8. Gula memiliki elektron phi dari karbonil yang dapat tereksitasi menjadi keadaan yang lebih tinggi dari keadaan dasar sehingga dapat dideteksi dengan spektroskopi UV-Vis. 21 bertujuan untuk menyebabkan terbentuknya Cu2O berwarna kecoklatan. Penentuan Kadar Protein dengan Metode Lowry Tujuan percobaan ini adalah unutk menentukan kadar protein dari enzim. dimana instrumen yang digunakan adalah spektroskopi UV- Vis dengan panjang gelombang maksimumnya 520 nm. Warna tersebut dihasilkan oleh reaksi tembaga alkali dengan protein.0037.

Protein memiliki elektron phi dari karbonil yang dapat tereksitasi menjadi keadaan yang lebih tinggi dari keadaan dasar sehingga dapat dideteksi dengan spektroskopi UV-Vis.. Commented [I30]: Semua sampel. Absorbansi yang didapat bernilai negatif. Skemanya: Commented [I27]: Dicantumin aja websitenya Commented [I28]: Referensi ?google mas Penentuan kadar glukosa dilakukan spektroskopi UV-Vis dengan panjang gelombang maksimumnya 700 nm. ekstrak kasar.volume yang sama… alasannya bukan itu.2-0. Kalau larutan sampel nilainya negative dibanding larutan blanko berarti larutan sampel warnanya lebih pekat atau bening ?kalau lebih bening berarti apakah lebih encer ? . Commented [I29]: Bukannya semuanya diperlakukan sama ?akuades gak diberi perlakuan yang sama mas perhitungan untuk penentuan kadar protein diabaikan. Hal ini terjadi karena sampel tidak diberi perlakuan yang sama dengan blangko dan menyebabkan hasil absorbansinya negatif. Dikarenakan hasil absorbansi terlalu negatif. 22 atom oksigen yang dihasilkan.8. f1 dan f2 diperlakukan sama… ditambahin reagen yang sama. Seharusnya absorbansi berada dalam kisaran 0.

Pada percobaan digunakan amilum karena enzime α-amilase dapat menghidrolisis amilum dengan memutuskan ikatan α-1.1. Sampel yang digunakanadalah sampel enzime ekstrak dan hasil fraksinasi yaitu enzime yang sudah dimurnikan . Commented [I31]: Apa produk enzimatisnya ? 5. Metodepada percobaan ini yaitu spektrofotometri untuk menentukan aktivitas enzime α-amilase. baikpadaamylasemaupunamilopektin. Campurandiinkubasipadasuhu 370C karenasuhutersebutmerupakansuhu optimum aktivitasenzim α-amilase. PenentuanAktivitasenzim α-amilase Percobaaninibertujuanuntukmenentukanaktivitasspesifikenzim α- amilasehasilisolasidanpemurnianawalmenggunakanmetode inkubasi. Begitu pula .Enzim α-amilasemerupakanenzim yang dapatmenguraikanamilumdenganmemutuskanikatan α- 1.4glikosidadalampatisecaraacakdaribagiandalammolekul.4 glikosida. 24030115130120 Percobaanaktivitasspesifikenzim α- amilasebertujuanuntukmenentukanaktivitasspesifikenzim α- amilasehasilisolasidanpemurnianawal. Di mana PH 6-7 merupakan PH oktimum aktivitas α-amilase. Jikasuhuinkubasilebihtinggimaka protein akanterdenaturasi yang mengakibatkanaktivitasenzimmenurun. Sampel yang digunakan yaitu sampel enzime ekstrak dan sampel enzime fraksinasi.Fungsipenambahan buffer PO4adalahsebagailarutanpenyangga agar pH-nyatetap atau stabil. PrinsippercobaaniniadalahPenentuanaktivitasspesifikenzim α- amilasesecaraspektrofotometri. 23 Mawas Kuntum K. metode Nelson-Soumogyi untuk menentukan produk enzimatisnya. JikaPH-nya diatas optimum akan menyebabkan enzime terdenaturasi sedangkan di bawah PH optimum akan menyebabkan Commented [I32]: Referensi ? enzime inaktiv sehinggaaktivitasenzimmenurun.

E + S ES E + P Enzim αsubstratenzim-substratenzimproduk Commented [I35]: Ini apa ? Padareaksienzimatisdiperlukan proses inkubasi.amilase O OH O O + Buf f er Fosf at OH OH . Reaksi : CH 2OH CH2 OH O OH alf a . 24 jikadiinkubasipadatemperatur yang lebihrendahmakaaktivitasenzim α- amilasekurang optimal. Aktivitasenzimmerupakan unit aktivitasenzimpermiligram protein. yaitudenganmenambahkanlarutanamilum 1% dan buffer fosfatkedalamenzimkasardanenzimhalus. Commented [I33]: Referensi ? 5. Ujiaktivitasspesifikenzim α- amilasediawalidenganreaksienzimatis. Penentuankadargulapereduksidenganmetode Nelson-Soumogyi Percobaaninibetujuanuntukpenentuankadargulapereduksidenganmen ggunakanmetode Nelson-Soumogyi. dimanapada proses inkubasiiniterjadikontakantaraenzim α- amilasedengansubstratdalammembentukprodukyaituglukosa.2. Commented [I34]: Aktivitas enzim atau aktivitas spesifik enzim ? sedangkansatu unit aktivitasenzim α-amilasemerupakanaktivitasenzim yang menyebabkanterbentuknya 1µmol produkglukosadarisubstratamilumpersatuanwaktuinkubasi padakondisitemperaturedan PH tertentu. Penentuankadargulapereduksimerupakanwujuddariujiaktifitasenzim α- amilase.

Supernatan yang terbentukditambahkanreagen Nelson-Soumogyidandipanaskan (dengantujuanuntukmempercepatreaksi). PenambahanlarutanBa(OH)2bertujuanuntukmeminimalisasimasuknnyaoksi gendariluarkedalam larutan yang dapatmengoksidasikuprioksida (Cu2O) danpenambahan ZnSO4bertujuanuntukmengendapkan protein. halinikarenaglukosamempunyaigugusgulapereduksi. 1994) MaltosaGlukosa Commented [I36]: Ini apa ? Kadar gulapereduksidapatditentukandenganmetode Nelson- Soumogyi. Cu2O + H2O Reaksiterbentuknyakuprioksida : CHO CHO H C OH H C OH OH C H Cu2+ OH C H + Cu2O H C OH Alkali H C OH H C OH H C OH CH 2OH CH 2OH (Lehninger. Reaksireduksi Cu2+: Cu2++ e Cu2+ Ion Cu+akanmengendapsebagai Cu2O dalamsuasanabasa : 2 Cu + + 2 OH. yaitugugusaldehid. 1999) Glukosaasam D-glukonat Commented [I37]: Ini apa . Penambahanreagen Nelson- Soumogyimenyebabkanterbebtuknyakuprioksida. Reagen Cu- tartratakandireduksiolehglukosa. 25 CH2 OH CH2 OH CH 2OH O O OH OH OH O OH OH HO HO OH OH OH (Poedjiadi.

Commented [I39]: Referensi ? Penentuankadarglukosadilakukandenganmengukurabsorbansi larutantersebutdenganmenggunakanspektrofotometer UV-VIS pada λ 520 Commented [I40]: Panjang gemlombangnya bukan ini. 26 Metode Nelson-Soumogyimenganalisasecarakuantitatif. dimanaterjadiserapanmaksimumolehlarutanglukosa.2.apa benar kaya gitu ? Guladapatdireduksi dengansinar UV karenamemilikielektron- elektron yang dapattereksitasidarikeadaandasarketingkatenergi yang lebihtinggi. Warna yang timbul disebabkanolehreaksitembaga alkali dengan protein. Produkreaksienzimatisberupaglukosa. nm. Commented [I41]: Hasilnya mana ? 5. Penentuankadar Protein denganMetode Lowry Percobaaninibertujuanuntukmenentukankadar protein darilarutanubiungu. Biasanyatransisielectrondisebabkanolehelektron π dimanadalammolekulglukosamengandungguguskarbonil yang dibentukolehelektron π. Panjanggelombang 520 nm inimerupakanpanjanggelombangmaksimum. Penentuankadar protein denganmetodelowrydidasarkanpadawarnakompleks yang yangdibentuk yang intensitaswarnanyabervariasiberasrkan jenisproteinataujumlahasam amino aromaticpada protein. Metode yang digunakanadalahmetodelowry. Reagen C merupakancampurandarireagen A yaitularutan NA2CO3 2% dalam larutan . Reagen yang digunakanreagenyaitureagen C dan D.. Kadar gulapereduksiditentukandenganmembandingkanabsorbansilarutansampelte rhadapkurvalarutanstandarglukosa. akantetapimetodeinimemilikikekurangankarenagula non pereduksi (sukrosa) tidakdapatterdeteksi danhanyabias mendeteksigulapereduksi (glukosa-fruktosa) padahalprodukdaripemecahanamilumolehenzim α- amilasebukanglukosamelainkanmaltosa. sukrosadangula non pereduksi yang lain.. Commented [I38]: Pahami lagi.

Absorbansisampel yang diperolehyaitupada λ = 700nm untuk ekstrak kasar Commented [I42]: Bukan 700nm yaitu 1. Campuranasaminiakanmereduksi protein yang digunakandalampercobaanmelaluipenguraian Cu2+sehinggacampuranasaminikehilangansatuataulebih atom oksigendankompleksbiru yang dihasilkanmerupakankompleksantara 2+ protein dengan Cu .1 N dengan reagen Folin Ciocalteu dan 1 ml akuades. Absorbansidiukurdenganmenggunakanspektrofotometri UV-VIS. Reagen D merupakan campuan dari 1 ml reagen Folin Ciocalteu yang merupakancampurannatriumtungstatedannatriummolibdatdalamasam. Strukturkompleksbiru : HN NH R CH C O Cu2+ O C HC R HN NH (Lehninger. 1999) Penentuankuantitatifkadar protein secaralowrydidasarkanpadaabsorbansisinarolehkompleksbiru.999. Hasil tersebut Commented [I43]: Alasnny kenapa ? buruk sebab saat perlakuan sebelum mengabsorbansi tidak dilakukang pengenceran terlebih dahulu atau karena konsentrasi yang didapat terlalu besar. . 27 NaOH 0.025dan untuk sampel hasil fraksinasi yaitu 1.

5.4 glukossidik amilosa. Prinsip percobaan ini adalah Penentuan aktivitas spesifik enzim α-amilase secara kromatografi. Metode pada percobaan ini yaitu Fraksinasi (yaitu. Penentuan Aktivitas enzim α-amilase . pemurnian yang didasarkan pada pengendapan secara bertahap). Sampel yang digunakan adalah sampel enzim ekstrak dan hasil fraksinasi yaitu enzim yang sudah dimurnikan. Enzim ini bersifat sebagai endoamilase. dan metode kromatografi (pengukuran absorbansi). Pembahasan Percobaan aktivitas spesifik enzim α-amilase bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal. 28 Damar Rifai Sabirin 24030115130122 V.1. Enzim α-Amilase menghidrolisis ikatan α-1. amilopektin dan glikogen. Sentrifugasi (yaitu proses pemurnian protein yang didasarkan pada pengendapan dengan cara sentrifugal/perputaran). yaitu enzim yang memecah pati secara acak dari tengah atau bagian dalam molekul.

4 glikosida. maka digunakan lah buffer PO4 yg bersifat asam. digunakan reaksi enzimatis dengan cara menambahkan 1% larutan amilum dan buffer PO4 ke dalam enzim halus dan enzim kasar. Untuk menguji aktivitas spesifik enzim α-amilase.Campuran diinkubasi pada suhu 370C karena suhu tersebut merupakan suhu optimum aktivitas enzim α-amilase. Jika suhu inkubasi lebih tinggi maka protein akan terdenaturasi yang mengakibatkan aktivitas enzim menurun. Apabila suhu lebih rendah maka enzim akan bekerja kurang optimum. yang merupakan pH optimum untuk enzim bekerja. 29 Percobaan ini bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik enzim α-amilase hasil isolasi dan pemurnian awal menggunakan metode inkubasi. pH aktivitas α-amilase berada pada range 5-6. Hal ini sebanding dengan energi aktivasi (Ea) untuk setiap enzim membentuk kompleks enzim-substrat dan kemudian membentuk produk dan enzim kembali. Aktivitas enzim merupakan unit aktivitas enzim permiligram protein.5. Seperti contoh dibawah ini reaksi antara enzim dan substrat. Pada percobaan digunakan amilum karena enzim α-amilase dapat menghidrolisis amilum dengan memutuskan ikatan α-1.2. Penentuan kadar gula pereduksi dengan metode Nelson-Soumogyi Percobaan ini betujuan untuk penentuan kadar gula pereduksi dengan menggunakan metode Nelson-Soumogyi. Penentuan kadar gula pereduksi merupakan wujud dari uji aktifitas enzim α-amilase. Commented [I44]: Referensi ? 5. Penambahan buffer PO4 berfungsi sebagai larutan penyangga agar pH nya tidak stabil. E + S ES E + P Enzim αsubstrat enzim-substrat enzim produk . sedangkan Commented [I45]: Aktivitas enzim apa aktivitas spesifik enzim ? satu unit aktivitas enzim α-amilase merupakan aktivitas enzim yang menyebabkan terbentuknya 1µmol produk glukosa dari substrat amilum persatuan waktu inkubasi pada kondisi temperatur dan PH tertentu.

Reaksi : CH 2OH CH2 OH O OH alf a . hal ini karena glukosa mempunyai gugus gula pereduksi. Cu2O + H2O Commented [I46]: perbaiki Reaksi terbentuknya kupri oksida : . Penambahan reagen Nelson-Soumogyi menyebabkan terbebtuknya kupri oksida. 30 Pada reaksi enzimatis diperlukan proses inkubasi. 1994) Penambahan larutan Ba(OH)2bertujuan untuk meminimalisasi masuknnya oksigen dari luar ke dalam larutan yang dapat mengoksidasi kupri oksida (Cu2O) dan penambahan ZnSO4bertujuan untuk mengendapkan protein. dimana pada proses inkubasi ini terjadi kontak antara enzim α-amilase dengan substrat dalam membentuk produk yaitu glukosa. Reaksi reduksi Cu2+: Cu2++ e Cu2+ Ion Cu+ akan mengendap sebagai Cu2O dalam suasana basa : 2 Cu + + 2 OH. Kemudian terbentuk supernatan lalu ditambahkan reagen Nelson-Soumogyi dan dipanaskan yang berfungsi untuk mempercepat reaksi tersebut.amilase O OH O O + Buf f er Fosf at OH OH CH2 OH CH2 OH CH 2OH O O OH OH OH O OH OH HO HO OH OH OH Maltosa Glukosa (Poedjiadi. Reagen Cu-tartrat akan direduksi oleh glukosa. yaitu gugus aldehid.

Panjang gelombang 520 nm ini merupakan panjang gelombang maksimum. dengan sinar UV karena memiliki elektron-elektron yang dapat tereksitasi dari keadaan dasar ketingkat energi yang lebih tinggi. Commented [I48]: Cek lagi dimana terjadi serapan maksimum oleh larutan glukosa. Penentuan kadar Protein dengan Metode Lowry .3.Gula dapat direduksi Commented [I47]: Pahami lagi… apa bener kaya gitu ?hasil akhirnya emang bukan glukosa ?trus reaksi diatas apa dong…. akan tetapi metode ini memiliki kekurangan karena gula non pereduksi (sukrosa) tidak dapat terdeteksi dan hanya bisa mendeteksi gula pereduksi (glukosa-fruktosa) padahal produk dari pemecahan amilum oleh enzim α-amilase bukan glukosa melainkan maltosa. Kadar enzim murni lebih besar karena pada enzim kasar terdapat enzim-enzim lain yang mungkin menimbulkan interferensi dan pengukuran absorbansi. Produk reaksi enzimatis berupa glukosa. Kadar gula pereduksiditentukan dengan membandingkan absorbansi larutan sampel terhadap kurva larutan standar glukosa. Penentuan kadar glukosa dilakukan dengan mengukur absorbansi larutan tersebut dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS pada λ 520 nm.Enzim murni yakni enzim yang didapatkan dari hasil isolasi sampel serta pengekstrakan yang memang benar-benar sudah dimurnikan. 1999) Metode Nelson-Soumogyi menganalisa secara kuantitatif. 31 CHO CHO H C OH H C OH OH C H Cu2+ OH C H + Cu2O H C OH Alkali H C OH H C OH H C OH CH 2OH CH 2OH Glukosa asam D-glukonat (Lehninger. 5. sukrosa dan gula non pereduksi yang lain.

Reagen D merupakan campuran dari 1 mL reagen Folin Ciocalteu dan 1 mL akuades. Absorbansi sampel yang diperoleh yaitu pada λ=700nm untuk ekstrak kasar yaitu 1. Penentuan kadar protein dengan metode lowry didasarkan pada warna kompleks. Metode yang digunakan adalah metode lowry.1 N) dengan 1 mL reagen Folin Ciocalteu dan 1 mL akuades. Campuran asam ini akan mereduksi protein yang digunakanmelalui penguraian Cu2+ sehingga campuran asam ini kehilangan satu atau lebih atom oksigen dan kompleks biru yang dihailkan merupakan kompleks antara protein dengan Cu2+. Reagen C merupakan campuran reagen A (larutan Na2CO3 2% dalam larutan NaOH 0.025 dan untuk sampel hasil fraksinasi yaitu 1. 1 mL reagen Folin Ciocalteuyang merupakan campuran natrium tungstat dan natrium molibdat dalam asam. Reagen yang digunakan yaitu reagen C dan reagen D. Warna yang timbul disebabkan oleh reaksi tembaga alkali dengan protein dimana terjadi reduksi fosfomolibdat oleh tirosin dan triptofan yang terdapat dalam protein. Commented [I50]: Kenapa hasilnya bisa begitu ? . Commented [I49]: Referensi ? Penentuan kuantitatif kadar protein secara lowry didasarkan pada absorbansi sinar oleh kompleks biru.999. Absorbansi diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. 32 Percobaan ini bertujuan untuk menentukan kadar protein dari sampel singkong.

kadar protein. dan Lowry .1 Kesimpulan Commented [I51]: Kesimpulan hanya menjawab dari tujuan : Isinya : Kadar glukosa. Kadar gula pereduksi ekstrak kasar sebesar -5. aktivitas dan kesimpulannya apakah di .16 x 10-3 dan fraksinasi sebesar -8. Nelson Somogyi. Karena hasil kadar menunjukkan nilai negatif maka perhitungannya dianggap tidak valid. Penentuan aktifitas enzim alfa amilase dapat menggunakan metode sampel ini ada aktivitas alfa amilase ? spektrofotometri.2 Saran . Penentuan kadar protein tidak bisa digunakan karena hasil absorbansi bernilai negatif. Commented [I52]: kadar apa? .11 x 10-3 . Ikuti metode dan langkah kerja sesuai apa yang diharapkan . Commented [I53]: kadar protein ga negative kayaknya… 6. Selalu teliti ketika penambahan reagen ke sampel dan blangko . 33 6 Kesimpulan Dan Saran 6.

ISSN 0104-7930 Chaplin MF. J. Jakarta: UI Press.Y. Journal of Venomous Animals and Toxins (online) 2 (1). 1999. Terjemahan Maggy Thenawidjaya. 1994. Doddy A. A. 1990. Sastrohamidjojo. Kamus Lengkap Kimia. Linamarin . Cereda. Subang: Balai Besar Teknologi Tepat Guna – LIPI Klibanov A.P. 2001. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. . Jurnal Biogenesis 2(2) halaman 55-58. Pengaruh Konsentrasi Enzim Α-Amilase Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Filtrat Bubur Buah Pisang (Bahan Pembuatan Tepung Pisang Instan). M.The Toxic Compound of Cassava. Darmajana. John. dkk. New York: Worth Publishers. Sudarmadji S. 2006. Stabilization of enzymes against thermal inactivation.Dasar-Dasar Biokimia. 2008. Edisi Baru. Penentuan Kondisi Optimum Fermentasi Aspergillus oryzae Untuk Isolasi Enzim Amilase Pada Medium Pati Biji Nangka (Arthocarphus heterophilus Lmk). The Large-Scale Use of Enzymes in Solution. 1990. 1997. 6-12.C. Lehninger. Enzyme technology halaman 146–61. Cox MM. Yogyakarta: Liberty. Daintith. Jakarta : Penerbit Erlangga Nelson DL. dan Wartika. 17-18 November 2008. Kimia Dasar. Bucke C. Universitas Lampung. Jakarta: Erlangga. Dasar-Dasar Biokimia. Lehninger Principles of Biochemistry. M. 34 DAFTAR PUSTAKA Azmi. and Mattos. Anna.L. Didalam: Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Lampung. Hardjono. Poedjiadi. 1994. Wawan Agustina. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. M. 1983. Adv Appl Microbiol bab 29 halaman 1–28. Cambridge: Cambridge University Press. (1996).

35 .

0261x – 0.11 x 10-3 .0261 {[(A-b)/a] . (1/180) .0037 = -5. (Vsampel/Vanalit) . (1/BMglukosa) .0037 Ekstrak kasar y = 0.1) .0261] .1) . (Vsampel/Vanalit) . (1/tinkubasi)} – 0. (Vtot/Venzim) . 1/20] – 0.0261] .0261 [{-0.083-(-0.0037 = 0. (4/1) .0261 [{-0. 36 LAMPIRAN Persamaan garis: y = 0.0261x – 0.03-(-0. (1/tinkubasi)} – 0. (Vtot/Venzim) .0261x – 0.16 x 10-3 Commented [I54]: gunakan fungsi equation pada word Fraksinasi: y = 0.0037 = 0. 1/20] – 0. (5/0. (4/1) .0037)}/0. (1/180) .0037 = 0. (1/BMglukosa) .0037 = 0.0037 = 8. (5/0.0261 {[(A-b)/a] .0037)}/0.