You are on page 1of 7

7

KONSEP DAN PRINSIP KEGAWATDARURATAN MATERNAL MASA NIFAS
DAN MENYUSUI

Setelah ibu melahirkan, maka ibu memasuki masa nifas atau yang lazim disebut puerperium.
Masa nifas (puerperium) ada waktu yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir kira0kira
6 minggu. Akan tetapi seluruh alat kandungan kembali seperti semula (sebelum hamil) dalam
waktu kurang lebih 3 bulan.
Masa kehamilan, persalinan dan dilanjutkan dengan masa nifas merupakan masa yang kritis
bagi ibu dan bainya. Kemungkinan timbul masalah dan penyulit selama masa nifas. Apabila
tidak ditangani secara efektif akan membahayakan kesehatan, bahkan bisa menyebabkan
kematian dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.
Untuk mendeteksi dini adanya komplikasi yang terjadi pada masa nifas dapat dilakukan
pemeriksaan fisik dan tindaklanjut tindakan bilamana ditemukan penyulit dan atau
komplikasi.
Tabel 1. Identifikasi Masa Nifas
UMUM PAYUDARA UTERUS GENETALIA
Kesadaran Kondisi fisik Bekas luka SC Kondisi luka jahitan
Keseluruhan payudara TFU Pengeluaran
Puting payudara Lochia
Warna

Tekanan darah Kontraksi uterus Bau
Denyut nadi Nyeuri tekan His Haemoroid
Suhu tubuh Massa Massa selain uterus
Tanda anemia Pengeluaran ASI
Tanda varices ABSES Nyeuri tekan
Trombofeblitis Kandung kemih

Selama masa nifas ibu mengalami ketidaknyaman sebagai proses adaptasi tubuh terhadap
peralihan dari fase persalinan ke fase nifas, dimana terjadi 2 proses penting dalam tubuh yaitu
masa involusi dan laktas.

KETIDAKNYAMANAN MASA NIFAS
1. Gangguan Perkemihan (BAK)
Pada persalinan normal masalah berkemih tidak mengenal hambatan apapun,
kebanyakan pasien dapat berkemih secara spontan dalam 8 jam pascasalin.

Secara fisiologis selama kehamilan terjadi penigkatan atau penambahan air seni
karena terjadi pengeluaran air tubuh yang berlebih akibat dari pengenceran

c. kadang dapat menimbulkan retensi urin. Pada ibu. Trauma jalan lahir. sehingga mengurangi kesensitifannya untuuk berkemih. Disamping hal itu. Tekanan pada kandung kemih selama kehamilan trimester III yang berlanjut sampai proses persalinan berlangsung akan mengakibatkan oedem kandung kemih terutama pada kasus persalinan lama. memberikan pengaruh pada ibu dalam melakukan mobilisasi. Infeksi pada saluran kemih atau terjadi pada uretra atau ginjal. Sistitis adalah pembengkakkan kandung kemih 73% sampai 90% kasus bakteri penyebabnya adalah Escherin Coli. terjadi peningkatan cairan ekstraseluler 50% setelah melahirkan cairan ini dieliminasi sebagai urin. Secara psikologis. Jenis-jenis infeksi saluran kemih : Uretratis : Uretra Sistitis : Kandung kemih Uretritis : Ureter Pielonefritis : Ginjal Masalah Potensial Potensi terjadinya retensi urin sehubungan dengan trauma persalinan. Pengakajian Bila dicurigai adanya infeksi. Bahkan ketika ia mampu berkemih mungkin akan berkemih dalam jumlah sedikit dan dengan interval yang sering. infeksi saluran kemih yang tidak diobati dapat menyebabkan gagal ginjal. hal tersebut menandakan retensi dengan aliran yang berlebihan. kandung kemih yang penuh menekan uterus ke atas dan ke samping. Infeksi saluran kemih adalah suatu istilah umum yang ditujukkan pada infeksi bakteri dalam saluran kemih. Banyak faktor yang bisa mengakibatkan gangguan kemih diantaranya: a. dilakukan pengambilan spesiman urin bersih untuk pemeriksaan mikrosopik dan pemeriksaan kultur serta berat jenis. Kandung kencing (vesika urinaria) dalam masa nifas kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah. Menurunnya hormon progesteron yang mengakibatkan lemahnya tonus otot yang berpengaruh pada refleks berkemih menjadi lemah. bisa berupa laserasi buatan maupun laserasi spontan yang menimbulkan rasa sakit sekitar jalan lahir dan berpengaruh pada saat ibu melakukan mobilisasi termasuk pada saat berkemih. Dinding kandung kemih memperlihatkan oedem dan hyperemia. Bila urin tertahan maka akan menjadi tempat pertumbuhan yang amat baik mungkin masalah potensial yang akan terjadi sistitis dan pyeolonefritis. pembengkakan dan nyeuri perineal. b. Beberapa bakteri dapat menjadi organisme penyebab.(hemodilusi) darah. d. mungkin mengalami kesulitan berkemih karena trauma jaringan. rasa sakit akibat proses persalinan dengan atau tanpa adanya laserasi. Hindari . Sisa urin dan trauma persalinan pada kandung kencing memudahkan terjadinya infeksi. sehingga kandung kemih penuh atau sesudah kencing masih tersisa urin. Posisi demikian menganggu kontraksi uterus dan menambah ketidaknyaman serta mengarah pada terjadinya Haemorogi.

Nyeri selangkangan pada salah satu sisi atau keduanya d. Gejala sistitis sering terlihat 2 sampai 3 hari setelah melahirkan yang ditandai urin berwarna keruh. keluarkan air kencing setiap 45 menit. b. Anjurkan minum lebih banyak. Mual dan muntah Pyelonefritis diobati dengan antibioka. melakukan kateterisasi untuk mengurangi risiko infeksi. Mengompres air hangat diatas syimphisis c. Adapun untuk lebih jelasnya dapat dijabarkan sebagai berikut: a.000/mm urin. upaya dibawah ini dapat dilakukan untuk merangsang BAK. dianjurkan brah baring pengawasan input output. Sedangkan gejala pyelonefritis meliputi : a. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan di sekitar genetalia. Rencana Asuhan Kebidanan Miksi disebut normal bila dapat buang air kecil spontan 3-4 jam pascasalin. a. obat-obatan analgetik pada saat proses persalinan. Sambil Sitzh bath klien disuruh kencing Bila ternyata pasien potensial retensi urin (kencing tertahan) a. Faktor yang mempengaruhi gangguan BAB pascasalin diantaranya adalah : karena pada waktu melahirkan alat pencernaan mendapatkan tekanan yang menyebabkan colon kosong. Pasien sakit akut dengan menggigil b. kateterisasi dianjurkan untuk dipasang. Asupan yang kurang. ibu diusahakan mampu BAK secara mandiri. pengeluaran cairan yang berlebihan dimana pada waktu persalinan asupan nutrisi dan cairan kurang. Anjurkan minum lebih banyak b. dan perbanyak cairan. akan tetapi ada beberapa wanita yang mengalami konstipasi pada masa nifas. Bila diperlukan teknik steril ketat harus dipertahankan. 2. nyeri pelvik dan konsetasi bakteri 10. Biasanya BAB akan kembali normal setelah 1 hari pascasalin. Gangguan BAB Pada pasien persalinan normal masalah BAK dan BAB tidak akan mengalami hambatan apapun. Pemberian antibiotika dilakukan selama 2 sampai 4 miggu setelah gejala menghilang. c. . terdapat haemoroid dan adanya laserasi jalan lahir. namun kebanyakan kasus tumbuh secara spontan biasanya BAB tertunda 2-3 hari setelah melahirkan karena enema persalinan diit cairan. Kultur spesimen urin bersih dilakukan 2 minggu seelah pengobatan dan secara periodik selama 2 tahun. Pengobatan medis untuk sistitis yaitu dengan terapi antibioka obat-obatan antipasmodik. Bila dalam 24 jam tidak dapat BAK. Demam tinggi c. kecuali ibu takut karena ada luka pada jalan lahir.

Potensial terjadinya perlukaan pada rektum . Kurangnya privacy. Gangguan rasa nyaman akibat konstipasi (Tertahannya feces yang keras akan menyebabkan rasa kembung dan kadang terasa sakit). Gunakan lubricant. wanita yang menderita haemoroid selama kehamilan sering mengeluh bahwa mereka lebih merasakan nyeri pada masa postpartum satu dari 20 wanita mengalami haemoeoid untuk pertama kali sewaktu melakukan BAB. Kebiasaan individu d. Status emosional. diantaranya adalah : a. Obat-obatan. sarung jari untuk menghancurkan masa besar dari feces yang keras. Sedangkan cairan tetap akan meninggalkan perut seperti biasanya. e. Pengakjian : a. tetapi kebanyakan kasus akan hilang dalam waktu 2 sampai 3 minggu. Mandi berendam. Lakukan analisa pola makan pasien. c. Penggunaan kronik dari obat-obatan f. Makanan yang masuk ke dalam lambung selama fase pendahuluan atau fase laten dari persalinan. Rumusan Diagnosa/Masalah Potensial : a. Tindakan yang dapat menurunkan nyeuri pada saat BAB. Rekomendasikan untuk minum air 8 gelas setiap hari. Kemampuan pergerakan gastrik serta penyerapan makanan padat sangat berkurang. ini dikombinasikan dengan pengurangan dari sekresik gastrik selama persalinan sehingga membuat pencernaan menjadi terhenti dan pengosongan usus menjadi lambat. Kemungkinan besar ada di dalam perut selama persalinan. h. Haemoroid pada masa kehamilan juga selain satu penyebab gangguan BAB. b. Hindari sarapan yang mengadung asam lemak yang dapat mengakibatkan perlambatan kerja sistem pencernaan. Kehamilan. Lemahnya otot abdomen. Lambung yang sering menimbulkan ketidaknyamanan umum selama masa transisi. b. c. Asupan diet serta glukosa kurang. Salep Anastesi. i. ikuti dengan enema air tinggi dan masukan dulkolaks supositoria dalam 1 jam setelah sarapan pagi untuk mendapatkan keuntungan refleks gastrokolik. d. c. Rekomendasikan untuk menggunakan bahan makanan yang mengandung serat. g. b.b. e. Supositoria rektal dan pembalut hazel.

karena pada beberapa kondisi sakit munculnya peraaan sakit pada sebagian ibu nifas ini timbul dikarenakan masih terdapat sisa ketuban. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh 1 jari saja. 3. hal ini biasa terjadi dalam 1 tahun pertama. Meningkatkan kembali asupan nutrisi dan ambulasi secara teratur untuk membantu regulasi BAB. Gangguan Hubungan Seksual Kehamilan dan persalinan menyebabkan terjadinya perubahan pada dinding otot perut. Beberapa hari setelah persalinan OUE dapat dilalui oleh 2 jari. Ibu harus bangun malam hari untuk menyusui dan sebagainya yang hal tersebut dapat . Walapun demikian setelah involusi selesai OUE tidak akan serupa dengan keadaan sebelum hamil. d. Perlu dipahami batasan fisilogis dan patologis dan rasa sakit yang di alami pada masa pascasalin. Menganjurkan ibu untuk meningkatkan asupan cairan 8-10 gelas sehari. (Gesekan dinding mukosa rektum dengan feces yang keras maka kemungkinan besar akan mengakibatkan perlukaan). e. Asuhan Kebidanan : a. Pembahasan lebih lanjut tentang rasa nyeri pada masa pascasalinuntuk kondisi patologis akan dibahas pada bab selanjutnya. Perasaan mules ini lebih dari terasa pada saat ibu menyusui. c. sisa plasenta atau gumpalan darah di dalam cavum uteri. c. f. otot panggul dan otot sekitar jalan lahir. hal ini secara fisiologis menyebabkan terjadinya gangguan hubungan seksual pada masa nifas. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. b. 4. Pada masa nifas terjadi proses hyperplasi akibat retraksi dari servik yang menyebabkan robekan servik menjadi sembuh. Haemoroid (Gesekan antar dinding mukosa rektum dengan feces yang keras mengakibatkan pemekaran pembuluh-pembuluh balik poros usus karena bendungan darah). Gangguan rasa nyeri Pada masa nifas umumnya ibu mengalami after pains atau mules-mules sesudah partus sebagai akibat kontraksi uetrus yang mengganggu selama 2-3 hari postpartum. Pada umunya OUE lebih besar ada retak dan robekan pada pinggirnya terutama bagian samping. Gangguan yang paling sering terjadi setelah melahirkan adalah meningkatkannya kesibukan ibu untuk mengurus anaknya. pinggir-pinggirnya teraba tidak rata tetapi retak karena robekan dalam persalinan. Jika ibu tidak BAB sampai 3 hari maka sebaiknya dilakukan klisma untuk merangsang BAB sehingga tidak akan mengalami sembelit dan menyebabkan luka terbuka. Anjurkan untuk mencoba supositoria daripada laksatif oral dalam satu jam setelah sarapan yang akan meningkatkan efek gastrolik. Memberitahukan ibu tentang efek konstipasi dari obat-obatan yang dipilih.

Kebiasaan mengkonsumsi jamu-jamu tertentu Masih terdapat tradisi masyarakat bahwa setelah melahirkan ibu diharuskan mengkonsumsi jamu-jamu tertentu. Hal ini menimbulkan rasa ketakutan akan sakit pada saat melakukan hubungan seks. akibatnya ibu tidak melayani suaminya seperti sebelum melahirkan. Masalah lain adalah ibu yang mengalami Postpartum Blues. Bagi ibu pada masa nifas yang mengalami disparineu (sakit pada saat berhubungan) ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab. Disamping itu terdapat kasus ibu hamil yang tidak ditangani dengan baik saat persalinan hal ini biasanya terjadi pada ibu yang melahirkan tanpa bantuan medis dimana luka laserasi yang tidak beraturan yang tidak ditangani dengan baik sehingga menimbulkan rasa nyeri. Kecemasan yang berlebihan Hubungan seksual yang memuaskan memerlukan suasana hati yang senang. Cairan vagina yang sedikit atau kurang ini akan berakibat seakan yang menimbulkan penis terhadap dinding vagina menimbulkan perlukaan karena gesekannya kasar sehingga luka yang ditimbulkannya menambah rasa sakit pada saat berhubungan dan pasangan merasakan ketidaknyamanan saat berhubungan. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan pada ibu nifas dengan gangguan hubungan seksual diantaranya adalah : a. Masalah ketiga yang sering muncul adalah ketakutan dari dalam diri ibu sendiri terutama yang melahirkan normal. diantaranya adalah : a. b. Pada tahan ini biasanya muncul rasa kekhawatiran akan tidak mampu untuk menjalani perannya sebagai ibu. takut salah dalam melakukan pengasuhan anak sehingga kekhawatiran itu juga dapat berdampak dalam hubungannya dengan keinginan ibu untuk melayani suaminya menajdi menurun.mempengaruhi gairah seks menurun. jamu-jamu tersebut mengandung zat-zat yang memiliki sifat astringents yang berakibat menghambat pada reproduksi cairan pelumas saat seorang wanita terangsang seksual. Terkadang. guntingan jalan lahir sensitif dan kondisi inilah yang menyebabkan rasa sakit. Pembentukkan jaringan baru yang terbentuk Ada kalanya jaringan baru yang terbentuk karena proses penyembuhan luka. c. tindakan vakum. Kalau melahirkan secara normal (pervaginam) dimana bayi melewati jalan lahir dengan tanpa bantuan akan tetapi menggunakan kekuatan ibu dan bayi dan atau pada ibu yang mengalami proses persalinan dengan tindakan baik berupa episiotomi. Kecemasan akan menghambat dinding vagina untuk memproduksi cairan pelumas pada saat bersenggama. Pengkajian terhadap pasien . dimana yang menjadi pusat perhatiannya saat itu adalah keberlangsungan ibu dan anak. tindakan forcep. dimana perubahan adaptasi fisiologis yang dialami ibu untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.

Hubungan seksual dapat dilakukan setelah masa nifas. maka coitus bisa dilakukan 3-4 minggu postpartum dan atau hal ini juga akan aman bila dilakukan setelah 6 bulan karena vagina tidak mengeluarkan sekret lagi. 3) Memberitahukan pada ibu bagaimana cara melakukan senam nifas. Masalah potensial 1) Jika kurang komunikasi maka akan timbul konflik antara suami dan istri. Semakin sehat dan kuat otot ini. . 3) Dyspareunia atau rasa sakit pada saat senggama. 2) Gangguan psikologis yang berupa rasa cemas. 4) Jika ada luka bekas episiotomi. maka semkain mudah kehidupan seksual wanita bersangkutan. c. Rencana Asuhan 1) Menganjurkan pada ibu supaya tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu sebelum perdarahan berhenti. 4) Ibu yang sering mengkonsumsi jamu-jamu setelah melahirkan akan mengalami gangguan hubungan seksual. karena jamu-jamu tersebut mengandung zat-zat astringents yang berakibat menghambat produksi cairan pelumas saat seorang wanita terangsang seksual. Bila perdarahan sudah berhenti dan luka episiotomi sudah sembuh. Kecemasan ini akan menghambat proses arousal sehingga produksi cairan pelumas pada dinding vagina akan terhambat. Bila ibu tidak merasakan kesakitan lagi menunjukkan adanya kesiapan organ untuk menjalankan fungsinya kembali dalam aktivitas seksual. b. Hasrat seksual pada bulan pertama akan berkurang baik kecepatannya maupun lamanya. Adanya latihan senam kegel dan senam nifas dapat dilakukan untuk mengencangkan dinding perut dan otot liang senggama. berikan antibiotik. 2) Mengajarkan dan menganjurkan kepada ibu supaya melaksanakan kegel exercise di sela waktu kesehariannya. sebagai tahap lanjut untuk memperkuat otot dasar panggul dan mempercepat penyembuhan luka serta pembentukkan jaringan baru. Dengan demikian setelah perdarahan berhenti ibu dianjurkan untuk mengetes sendiri kesiapan organ genetalianya untuk berhubungan seksual dengan cara memasukkan 1-2 jari ke dalam vagina. sehingga orgasmepun menjadi menurun. saat itu luka bekas plasenta menempel baru sembuh (proses penyembuhan luka postpartum sampai dengan 6 minggu). Hal ini penting untuk memulihkan dan memperkuat otot dasar panggul yang memengang peranan dalam fisiologis respon seksual wanita.