You are on page 1of 13

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI HUTAN
“ KEANEKARAGAMAN MIKROORGANISME (BAKTERI) ”

OLEH :
NAMA : ALMAN
NIM : M1A1 16 165
KELAS : KEHUTANAN C
KELOMPOK : 1
ASISTEN : AL AMIN

JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN DAN ILMU LINGKUNGAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
2017
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga

perlu menggunakan suatu alat seperti mikroskop karena tidak dapat dilihat dengan

mata telanjang. Keanekaragaman mikroorganisme di dunia ini sangat beragam

sperti baketri, virus maupun jamur.

Pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh adanya nutrisi dan faktor

lingkungan. Bahan nutrisi yang digunakan mikrorganisme biasanya berupa

senyawa sederhana yang tersedia secara langsung atau berasal dari senyawa yang

kompleks yang kemudian dipecah oleh mikrorganisme menjadi senyawa yang

sederhana melalui proses enzimatik. Bahan nutrisi dalam media ini dapat berupa

cairan atau padatan setengah padat.

Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan

mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu

medium di laboratorium. Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari

identifikasi mikrobia, uji morfologi, fisiologi, dan serologi. Sedangkan pengujian

sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat mustahill untuk dilakukan. Prinsip kerja

isolasi bakteri cukup sederhana yakni dengan menginokulasikan sejumlah kecil

bakteri pada suatu medium tertentu yang dapat menyusung kehidupan bakteria.

Istilah pertumbuhan umumnya dipergunakan bakteri dan mikroorganisme

yang lainnya dan biasanya lebih mengacu pada perubahan di dalam hasil panen

sel dan bukanlah dilihat. Dari pertambahan jumlah individu mikroorganisme
tersebut. Suatu proses pertumbuhan menyatakan pertambahan jumlah atau massa

yang melebihi dari yang ada di dalam inokulum asalnya.

Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen

seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran, diikuti

pertambahan jumlah, pertambahan ukuran sel, pertambahan berat atau massa dan

parameter lain. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau

pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba.

Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda,

yang berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan

fase kematian. Berdasarkan teori diatas maka dilakukanlah pengamatan tentang

kurva pertumbuhan pada bakteri.

1.2. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman

mikroorganisme di alam.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan pada mikroorganisme diartikan sebagai penambahan jumlah

atau total massa sel yang melebihi inokulum asalnya. Telah dijelaskan pada
bahasan sebelumnya, bahwa sistem reproduksi bakteri adalah dengan cara

pembelahan biner melintang, satu sel membelah diri menjadi 2 sel anakan yang

identik dan terpisah. Selang waktu yang dibutuhkan bagi sel untuk membelah diri

menjadi dua kali lipat disebut sebagai waktu generasi. Waktu generasi pada setiap

bakteri tidak sama, ada yang hanya memerlukan 20 menit bahkan ada yang

memerlukan sampai berjam-jam atau berhari-hari (Sumarsih, 2008).

Isolasi bakteri dikarakterisasi dengan menumbuhkan pada medium dan

dilakukan pengamatan meliputi pertumbuhan koloni bakteri pada medium agar

miring yaitu bentuk pertumbuhan pada bekas goresan, pertumbuhan koloni bakteri

pada medium agar tegak yaitu bentuk pertumbuhan pada bekas tusukan dan

pertumbuhan koloni bakteri pada medium agar lempeng yaitu bentuk, tepian,

elevasi, permukaan warna, diameter koloni dan konfigurasi (Rahmaningsih,.

2012).

Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak

jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana

dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis

untuk menghindari kontaminasi pada media. Nutrien agar adalah medium umum

untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas

dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof.

Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur

bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa

stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi
organisme dalam kultur murni dengan cara disterilisasi dengan autoklaf pada

121°C selama 15 menit (Fathir, 2009).

Bakteri dalam medium juga memerlukan makanan untuk pertumbuhannya.

Bakteri yang tidak punya akar harus berada pada permukaan larutan makanan

yang cair. Pertumbuhan bakteri berarti meningkatnya jumlah sel yang konstituen

(yang menyusun). Apabila disusun 10 bakteri dalam 1 ml medium yang cocok dan

24 jam kemudian ditemukan 10 juta bakteri tiap milimeternya, maka terjadilah

pertumbuhan bakteri. Meningkatnya jumlah bakteri terjadi dengan proses yang

disebut dengan pembelahan biner, dimana setiap bakteri membentuk dinding sel

baru (Waluyo, 2007).

Teknik yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme pada media

agar memungkinkannya tumbuh dengan agak berjauhan dari sesamanya, juga

memungkinkan setiap selnya berhimpun membentuk koloni, yaitu sekelompok

massa sel yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Bahan yang diinokulasikan

pada medium disebut inokulum, dengan menginokulasi medium agar nutrien

(nutrien agar) dengan metode agar tuang atau media agar sebar, sel-sel

mikroorganisme akan terpisah sendiri-sendiri. Setelah inkubasi, sel-sel mikroba

individu memperbanyak diri secara cepat sehingga dalam waktu 18 sampai 24 jam

terbentuklah massa sel yang dapat dilihat dan dinamakan koloni. Koloni dapat

terlihat oleh mata telanjang (Pelczar dan Chan, 2007).

Deskripsi penyebab penyakit atau diagnosis merupakan tahapan awal yang

sangat perlu dilakukan dalam pengendalian penyakit. Kekeliruan dalam diagnosis

penyebab penyakit sering terjadi karena gejala penyakit yang sama dapat
disebabkan oleh patogen yang berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan secara

makroskopis dan mikroskopis melalui pengamatan langsung dengan cara

pembuatan preparat, isolasi biakan murni, uji Postulat Koch, patogen

dideskripsikan dengan acuan pustaka antara lain Alexopoulos dan Mims (1979);

Barnett & Hunter (2006); Dwidjoseputro (1978); Streets (1980) dan Agrios

(2005), bahwa penyebab penyakit pada bibit trembesi adalah fungi

patogen Colletotrichum sp (Anggraeni et al, 2011)

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit

Pendidikan, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo Kendari, pada hari Minggu

tanggal 3 Desember 2017 pada Pukul 10.00 WITA sampai selesai.

3.2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu : media biakan nutrient

agar (NA), potato dextrose agar (PDA), ethanol 70 %, daun tanaman, dan tanah

dari sekitar tanaman. Alat yang digunakan dalam paraktikum ini yaitu : lampu

bunsun, pingset, batang perata, cawan petri, tabung breaksi/microtube, gabus,

pipet mikro, beserta tipnya, dan vortex.

3.3. Prosedur Kerja

Prosedur kerja dalam praktikum ini yaitu :

1. Masing-masing groub melakukan :

a). Menyediakan biakan media agar (NA dan PDA)

b). Menimbang sampel tanah dan sampel daun masing-masing satu gram

c). Memasukan sampel tanah dan daun tersebut selama 9 ml air steril dalam

tabung reaksi secara terpisah lalu vortex selama 5 menit.

d).Mengambil masing-masing 1 ml dari kedua tabung tersebut dan memasukan

dalam tabung. Melakukan pengenceran secara berseri hingga pengenceran
-8
10 (untuk tanah) dan 10-5 (untuk daun) pada microtube yang berisi air

steril sebanyak 0.9 ml. Vortex microtube sebelum melakukan pengambilan

untuk tahap pengenceran selanjutnya.
e). Masing-masing pada pengenceran 10-6, 10-7 dan 10-10 dari sampel tanah di

sebar di cawan petri yang berisi media King’s B dan PDA.

f). Masing-masing pada pengenceran 10-3 sampai 10-5 dari sampel daun di

sebar petri yang berisi media King’s B dan PDA

2. Inkubasi piringan pada posisi telungkup, di dalam kantung plastik selama 2-3

hari dengan temperatur 37oC.

3. Menggambar (jika perlu ambil fotonya) dan amati penampakan kolonidalam

media.

4. Memilih 3 koloni yang terisolasi dari pertumbuhan mikroba lainya dan

mencatat karakter morfologinya.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Hasil praktikum dari pengamatan kali ini dapat dilihat pada tabel di bawah

ini:

Table 1. Hasil pengamatan
Kode Ukuran Karakter
No Pigmentasi Bentuk Elevansi Permukaan Margin
Isolat Koloni Optik

1 10-7 Small Putih opaqul spindle Flat Halus Lobate
Pinpoi
2 10-8 Putih opaqul spindle Flat Halus Entire
nt/titik

4.2. Pembahasan

Praktikum pengamatan keanekaragaman mikroorganisme pada tanah di

sekitar tanaman menggunakan media nutrient agar (NA). Media agar ini dibuat

dengan bahan-bahan berupa 5,7 gram NA, 250 ml aquades. Tujuan dari pada

penggunaan media agar adalah sebagai sumber makanan dan energi bagi

mikrorganisme yang akan diamati.

Hal yang paling penting dalam melakukan praktikum ini adalah menjaga

kesterilan alat dan bahan serta media agar yang telah dibuat. Hal ini bertujuan

agar media tersebut tidak terkontaminasi dengan faktor luar yang dapat

mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme

yang berada di dalam tanah. Faktor-faktor luar itu meliputi faktor dari abiotik

(temperatur, kelembaban, nilai perubahan osmotik, cahaya matahari, dan

penghancuran secara mekanik), faktor-faktor kimia (antiseptik dan desinfektan di

sekitar area praktikum) dan faktor biotik (kerja sama antar mikroorganisme).
Salah satu upaya untuk menjaga kesterilan objek praktikum, kita harus melakukan

penuangan media agar ke cawan petri di dekat bunsen yang menyala. Maksud

daripada pelakuan ini adalah agar kesterilan objek terjaga oleh panas dari bunsen

yang menyala karena aktivitas mikroorganisme selalu dipengaruhi oleh

lingkungan.

Dalam praktikum ini kita menggunakan tanah disekitar tanaman yakni

tanaman jagung. Seperti yang kita ketahui bahwa tanah disekitar tanaman

merupakan tanah yang mengandung bahan organik. Kandungan bahan organik

tersebut merupakan salah satu sumber nutrisi bagi mikroorganisme di dalam tanah

untuk perkembangbiakan dan pertahanan diri daripada mikroorganisme tersebut.

Oleh karena itu untuk mengetahui perkembangan jumlah koloni mikroorganisme

dalam tanah, media NA sebagai media yang mana dapat menunjang kehidupan

berbagai koloni mikroorganisme.

Adapun hasil yang dapat kita lihat dari proses inkubasi selama 2-3 hari

adalah adanya pertumbuhan koloni mikroorganisme. Hal ini kami amati

berdasarkan berbagai jenis ciri-ciri pertumbuhan mikroorganisme, salah satunya

adalah koloni yang memiliki warna putih susu pada pengamatan ini. Dari sini

dapat kita ketahui bahwa di dalam tanah di saekitar tanaman tersebut terdapat

mikroorganisme yang hidup dan berkembang biak dari waktu ke waktu.

Pengamatan mikroorganisme yang diamati dengan menggunakan media agar

(NA) pada 2 cawan petri didapatkan ciri-ciri yaitu pada pengamatan cawan petri

pertama tidak bebeda jauh dengan cawan petri kedua pada kode isolat masing-

masing 10-7 dan 10-8 yaitu hanya berbeda pada ciri-ciri elevansi dan margin
yakni elevansi pada cawan petri pertama adalah berelevansi Convex sedangkan

pada cawan petri kedua berelevansi Umbonate. Pada model margin cawan petri

pertama memiliki model margin Lobate sedangkan pada cawan petri kedua

memiliki bentuk margin Entire. Ciri-ciri yang lain pada percobaan

keanekaragaman mikroorganisme seperti ukuran koloni, pigmentasi, karakter

optik, bentuk, dan permukaan pada percobaan cawan petri pertama dengan

percobaan cawan petri kedua mempunyai ciri-ciri yang sama seperti pada hasil

pengamatan di atas. Persamaan ini di pengaruhi oleh bahan yaitu dengan

menggunakan bahan sama yakni tanah yang di ambil dari sekitar tanaman jagung

di mana kandungan unsur pada tanah tersebut sebagai makanan mikroorganisme

tertentu saja, karena setiap mikroorganisme memiliki makanan yang bebeda-beda.
V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan dan hasil dari praktikum, maka dapat

disimpulkan :

Dalam tanah di sekitar tanaman khususnya tanaman jagung, terjadi pertumbuhan

dan perkembangan koloni mikroorganisme yang ditunjukkan dengan warna atau

pigmentasi dari koloni-koloni mikroorganisme itu sendiri, yakni berwarna putih

susu. Keberhasilan dari praktikum ini ditentukan dari kesterilan alat dan bahan

serta pada saat penuangan media agar dari erlenmayer ke cawan petri, karena

aktivitas mikroorganisme dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dari

luar.Penggunaan bunsen dalam praktikum ini ditujukan untuk mendukung

kesterilan di sekitar media agar saat penuangan.

5.2. Saran

Saran saya pada praktikum kali adalah untuk kesterilan alat, bahan dan

proses-proses pada praktikum harus terjaga untuk menciptakan kondisi yang baik

agar mikroorganisme dapat berkembang sehingga tidak terjadi kontaminasi dari

mikroorganisme luar.
DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, I., Bogidarmanti, R., Pribadi , A. 2011. Kerusakan Bibit Trembesi
( Samanea saman (Jaccuin) Merrill) di Persemaian. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan Bogor. Yogyakarta.
Fathir. 2009. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga.

Pelczar dan Chan. 2007. Analisis Mikroba pada Inokulasi. Edisi Kelima.Erlangga:
Jakarta Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar : Makasar.

Rahmaningsih, S. 2012. Bakteri Patogen dari Perairan Pantai dan Kawasan
Tambak di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.
Sumarsih, S. 2008. Mikrobiologi Dasar. UPN Vetran : Yokyakarta
Waluyo, L. 2007 . Mikrobiologi Umum . Universitas Muhammadiyah Malang
Press : Malang.