You are on page 1of 24

MAKALAH

CETAKAN PASIR & CARA PENGECORAN
KHUSUS

DOSEN PEMBIMBING : ZAINUDIN

DISUSUN OLEH ;

M. Rusdan Mirsyad

061530202134

JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2018

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Allah S.W.T Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang yang telah memberikan saya kesempatan untuk dapat membuat
makalah yang dimana makalah ini merupakan laporan tentang proses pengecoran.
Dengan rumusan makalah tersebut berisi tentang proses pengecoran dari
mulai pengertian, macam-macam proses pengecoran, alat yang digunakan dalam
proses pengecoran, cara kerja forging, alat-alat yang digunakan dalam proses
pengecoran sampai mengujian bahan. Mengingat isi yang di kemukakan di atas,
tulisan ini mudah-mudahan bisa di terima oleh dosen pembimbing pengetahuan
bahan teknik 2.
Dan tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing
dan rekan-rekan sekalian yang membantu dalam pembuatan makalah proses
pengecoran, sehingga saya dapat membuat tulisan ini.
Semoga dengan laporan ini dapat bermanfaat bagi pembelajaran serta
pencerdasan kita semua di bidang pendidikan, khususnya dalam mempelajari
pengetahuan bahan teknik. dan saya berharap tulisan ini dapat di terima oleh
dosen pembimbing selaku instruktur saya dalam mempelajari pengetahuan bahan
teknik.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan dan memberikan bantuan, dan dorongan dalam penyusunan makalah ini
hingga selesai tepat pada waktunya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk
sesama dan yang membacanya. Dan semoga Allah SWT membalas amal baik
yang telah dilakukan umat-Nya atas sesama. Amin.

Palembang, 01 November 2013

Penulis

ialah ketika orang membuat perhiasan dari emas atau perak tempaan. Kokas ditemukan di inggris di abad 18. dan kemudian membuat senjata atau mata bajak dengan menempa tembaga. sedangkan tahun yang lebih tepat tidak diketahui orang. selanjutnya mengetahui cara untuk menuang logam cair kedalam cetakan. Awal penggunaan logam oleh orang. Kemudian secara kebetulan orang menemukan tembaga mencair. Pengecoran perunggu dilakukan pertama di Mesopotamiakira-kira 3000 tahun SM. jerman. BAB I PENDAHULUAN 1. barang-barang seperti mata bajak. india dan cina. Oleh karena itu sejarah pengecoran dimulai ketika orang mengetahui bagaimana mencairkan logam dan bagaimana membuat logam. pedang. tangki. Sementara itu teknik pengecoran Mesopotamia diteruskan juga ke eropa dalam tahun 1500-1400 SM. yaitu ketika jerman dan itali meningkatkan tanur beralas datar yang primitive itu menjadi tanur tiup berbentuk silinder. Pada abad ke 14 saja pengecoran besi kasar di lakukan secara besar-besaran. Hal itu terjadi kira-kira 4000 SM. dituang ke dalam cetakan. dan perhiasan makam di spanyol. teknik ini diteruskan ke asia tengah.1. dan perancis. kemudian dibiarkan mendingin dan membeku.1 Sejarah Pengecoran 1. swis. yang . mata tombak perhiasan.1 Mencairkan Logam Coran dibuat dari logam yang dicairkan. dengan demikian untuk pertama kalinya orang dapat membuat coran yang berbentuk rumit.

membuat cetakan. menuang. Pasir yang dipakai kadang pasir alam atau pasir buatan yang mengandung tanah . batu gamping atau serpentin yang mudah diolah. Umumnya kupola atau tanur induksi frekwensi rendah dipergunakan untuk besi cor. dicari akal untuk menuang logam cair kedalam rongga yang dibuat ke dalam batu. 1. karena tanur-tanur ini dapat memberikan logam cair yang baik dan sangat ekonomis untuk logam- logam tersebut. Bahan batu tersebut adalah pasir. logam cair dituang ke dalam pasir.2 Cetakan Telah dikatakan bahwa ketika pengecoran tembaga pertama kali ditemukan di Mesopotamia. harus dilakukan proses-proses seperti: pencairan logam. Untuk mencairkan logam bermacam-macam tanur dipakai. kemudian di perancis diikhtiarkan agar kokas dapat dipakai untuk mencairkan kembali besi kasar dalam tanur kecil dalam membuat coran. tanur busur listrik atau tanur induksi frekwensi tinggi dipergunakan untuk baja tuang dan tanur krus untuk paduan tembaga atau coran paduan ringan. 1. membongkar dan membersihkan coran. Cetakan biasanya dibuat dengan jalan memadatkan pasir.2 Membuat Coran Untuk membuat coran. Kemudian keduanya baik drag ataupun kup dipergunakan dan selanjutnya dicari akal untuk membuat coran berongga dengan mempergunakan inti yang dibuat dari tanah lempung dan bubuk arang batu. Pada mulanya benda tipis yang berbentuk seperti kapak atau pedang dicor hanya dengan mempergunakan drag (cetakan bawah) tidak dengan kup (cetakan atas). kemudian seperti halnya cara baru.1. kadang-kadang dipergunakan juga tanah liat untuk menguatkan.

Besi cor kelas tinggi mengandung lebih sedikit karbon dan silikon.Bahan Pengecoran 1. resin fenol. melalui pintu cetakan. kadang-kadang dipergunakan cetakan logam. semen. sehingga kekuatan tariknya lebih tinggi yaitu kira-kira 30-50 kg/mm2. Pada penuangan. umpamanya air-kaca. besi cor bergrafit bulat. atau minyak pengering. fosfor. Besi cor ini digolongkan menjadi enam macam yaitu: besi cor kelabu. lagi pula ukuran grafit bebasnya agak kecil. Tentu saja penggunaan itu mahal. disbanding dengan besi cor kelabu. besi cor yang dapat ditempa dan besi cor cil. besi kelabu paduan. dan belerang. Selain dari cetakan pasir. sehingga perlu memilih dengan mempertimbangkan bentuk. besi cor kelas tinggi. . logam cair mengalir. lempung. Membuat besi cor kelas tinggi agak susah disbanding dengan besi cor kelabu. mempunyai struktur yang stabil sehingga sifat-sifatnya lebih baik. maka bentuk pintu harus dibuat sedemikian sehingga tidak mengganggu aliran logam cair. Besi cor kelabu paduan mengandung unsur-unsur paduan dan grafit.3 Bahan . mangan. bahan dan jumlah produk. 1.3. Kadang-kadang dicampurkan pengikat khusus.1 Besi Cor Besi cor adalah paduan besi yang mengandung karbon. silisium. karena penggunaan zat-zat tersebut memperkuat cetakan atau mempermudah operasi pembuatan cetakan.Besi cor cil adalah besi cor yang mempunyai permukaan terdiri dari besi cor putih dan bagian dalamnya terdiri dari struktur dengan endapan dengan endapan grafit. resin furan. Cetakan pasir mudah dibuat dan tidak mahal asal dipakai pasir yang cocok.

silisium. Perunggu adalah paduan antara tembaga dan timah.50 % C) dan baja karbon tinggi (C > 0.1. kuningan kekuatan tinggi. Baja paduan adalah baja cor yang ditambah unsur-unsur paduan. jadi lebih rendah dari titik cair paduan besi. Coran baja karbon adalah paduan besi karbon dan digolongkan menjadi tiga macam. baja karbon menengah (0. coran paduan magnesium dan sebagainya.5%). magnesium. . mangan. perunggu alumunium dan sebagainya. Oleh karena itu dipergunakan paduan alumunium karena sifat-sifat mekanisnya akan diperbaiki dengan menambahkan tembaga. ketahanan asam dan korosi atau keuletan. nikel dan sebagainya. 1. molibden.20%). perunggu yang biasa dipakai mengandung kurang dari 15% timah.3. 1. kuningan.000oC. Titik cairnya kira-kira 1.3.3.20 – 0. Contoh baja cor adalah baja cor tahan karat dan baja cor tahan panas. Salah satu atau bebearpa dari unsur-unsur paduan seperti mangan.2 Baja Cor Baja cor digolongkan kedalam baja karbon dan baja paduan. atau nikel dibubuhkan untuk memberikan sifat-sifat khususdari baja paduan tersebut. khrom. Alumunium murni mempunyai sifat mampu cor dan sifat mekanis yang jelek.3 Coran Paduan Tembaga Macam-macam coran paduan tembaga adalah: perunggu. dan mampu cornya baik sekali sama halnya dengan besi cor. yaitu baja karbon rendah (C < 0.4 Coran Paduan Ringan Coran paduan ringan adalah coran paduan alumunium. umpamanya sifat-sifat ketahanan aus.

seperti baja. karena memiliki keunggulan : 1. Beberapa pasir cetak mengandung tanah lempung sebagai pengikat. Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Cetakan pasir merupakan cetakan yang paling banyak digunakan. 2. 2. Dapat mencetak logam dengan titik lebur yang tinggi. Karena komposisinya mudah diatur. BAB II CETAKAN PASIR Cetakan pasir yaitu cetakan yang paling lazim dipakai dan juga tentang pasir cetak.1 Pasir Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). Ada dua jenis pasir yang umum digunakan yaitu naturally bonded (banks sands) dansynthetic (lake sands). Ketiga Bahan tersebut diaduk dengan komposisi tertentu dan siap dipakai sebagi bahan pembuat cetakan. Jenis cetakan pasir . Pemilihan jenis pasir untuk cetakan melibatkan bebrapa faktor penting seperti bentuk dan ukuran pasir. sedangkan yang lain mengandung pengikat khusus kebanyakan cetakan yang digunakan adalah cetakan pasir. 3. Untuk membuat pasir cetak selain dibutuhkan pasir juga pengikat (bentonit atau clay/lempung) dan air. Jumlah produksi dari satu sampai jutaan. Sebagai contoh . Dapat mencetak benda cor dari ukuran kecil sampai dengan ukuran besar. nikel dan titanium. pasir sinetik lebih disukai oleh banyak industri pengecoran. pasir halus dan bulat akan menghasilkan permukaan produk yang mulus/halus. Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperatur tinggi.

1 Cetakan Pasir Basah (Green . paduan logam tembaga dan aluminium yang beratnya relatif kecil (maksimum 100 kg). – Reusabilitas yang baik. dibuat dari campuran pasir.Sand Molds). – Air (4-5) %.1. Kelemahan : – Uap lembab dalam pasir dapat menyebabkan kerusakan pada berberapa coran. – Permeabilitas baik. . – Bentonit (10-15) %. Cetakan ini sebelum dituangkan logam cair terlebih dahulu permukaan dalam cetakan dipanaskan atau dikeringkan. Komposisi : – Pasir (80-90) %. Karena itu kekuatan cetakan ini meningkat dan mampu untuk diterapkan pada pengecoran produk-produk yang besar.2. Cetakan pasir basah juga banyak digunakan untuk besi tuang. dan air. dan – Murah. Istilah lain dalam cetakan pasir adalah skin dried. Keunggulan : – Memiliki kolapsibilitas yang baik. – Bahan penolong /grafit (2-3) %. tergantung pada logam dan geometri coran. Cetakan pasir basah merupakan cetakan yang banyak digunakan dan paling murah. lempung. Kata “basah” dalam cetakan pasir basah berati pasir cetak itu masih cukup mengandung air atau lembab ketika logam cair dituangkan ke cetakan itu.

– Tanah liat (10-15) %. – Air (kurang dari 4 %) Keunggulan : – Dimensi produk cetak lebih baik. – Milase (0. Kelemahan : – Lebih mahal dibandingkan dengan cetakan pasir basah. Komposisi : – Pasir (80-90) %. – Gula tetes (1-2) %. Akurasi dimensi lebih baik dari cetakan pasir basah dan sebagai konsekuensinya jenis cetakan ini lebih mahal. – Pemakaian terbatas untuk coran yang medium dan besar dalam laju produksi rendah → medium. .5) %. – Laju produksi lebih rendah karena dibutuhkan waktu pengeringan.5-1) %.2 Cetakan Pasir Kering Pasir dicampur dengan pengikat yang terbuat dari bahan organik dan in-organik dengan tujuan lebih meningkatkan kekuatan cetakan. Pembakaran dalam oven dapat memperkuat cetakan dan mengeraskan permukaan rongga cetakan.2. Cetakan dibakar dalam sebuah oven dengan temperatur berkisar antara 204o sampai 316oC. – Pitch (1-1.1.

2 cm sampai dengan 2. Pembuatan cetakan lempung memakan waktu yang lama sehingga agak jarang digunakan. Pelapis terdiri dari minyak cat.3 Cetakan Kulit Kering Diperoleh dengan mengeringkan permukaan pasir basah dengan kedalaman 1. Permukaan harus dikeringkan dengan hembusan udara atau pemanasan. Ada 2 (dua) cara yang dapat dilakukan disini: 1. bagian lainnya terdiri dari pasir basah biasa. Bahan perekat khusus harus ditambahkan pada campuran pasir untuk memperkuat permukaan rongga cetak. sagu atau bahan sejenis.2. Cetakan kemudian dikeringkan agar kuat menahan beban logam cair.4 Cetakan Lempung (Loam Molds) Untuk berada cor yang besar digunakan cetakan lempung.1.1. Kerangka cetakan terdiri dari batu bata atau besi yang dilapis dengan lempung kemudian diperhalus permukaannnya. 2. Pasir disekitar pola setebal 10 mm dicampur dengan pengikat sehingga bila pasir mengering terbentuk permukaan yang keras.5 cm pada permukaan rongga cetakan. molas. Seluruh cetakan dibuat dari pasir basah kemudian permukaannya yang bersinggungan dengan pola disemprot atau dilapisi bahan yang mengeras bila dipanaskan. . 2.

.1. Resin furan ditambahkan secukupnya dan campuran diaduk hingga resin merata. 2.1.2. Pasir dibentuk dan dibiarkan mengeras. Pasir resin furan dapat digunakan sebagai dinding atau permukaan pada pola sekali pakai. Kemudian dialirkan gas CO2 dan campuran tanah akan mengeras.5 Cetakan Furan (Furan Molds) Pasir yang kering dan tajam dicampur dengan asam phospor yang dalam hal ini merupakan reagens pemercepat. Cetakan CO2 diterapkan untuk bentuk yang rumit dan dapat menghasilkan permukaan yang licin.6 Cetakan CO2 Pasir yang bersih dicampur dengan natrium silikat dan campuran dipadatkan di sekitar pola. biasanya setelah 1 atau 2 jam bahan cukup keras.

Pada proses cetakan permanen. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai Pada proses pengecoran dengan cetakan sekali pakai. B. Cetakan Pasir : cetakan pasir merupakan cetakan yang paling banyak digunakan. sesuai dengan bentuk coran yang akan dibuat. nikel dan titanium. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai. – Jumlah produksi dari satu sampai jutaan. Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir : Dalam gambar 3. 2. – Dapat mencetak benda cor dari ukuran kecil sampai dengan ukuran besar. A. Jadi selalu dibutuhkan cetakan yang baru untuk setiap pengecoran baru. seperti baja. Dengan demikian laju proses pengecoran lebih cepat dibanding dengan menggunakan cetakan sekali pakai. Pengecoran dengan cetakan permanen. . sehingga dapat digunakan berulang-ulang. karena memiliki keunggulan : – Dapat mencetak logam dengan titik lebur yang tinggi. tetapi logam coran yang digunakan harus mempunyai titik lebur yang lebih rendah dari pada titik lebur logam cetakan. sehingga laju proses pengecoran akan memakan waktu yang relatif lama.1 ditunjukkan tahapan pengecoran logam dengan menggunakan cetakan pasir sebagai berikut : – Pembuatan pola. cetakan biasanya di buat dari bahan logam. untuk mengeluarkan produk corannya cetakan harus dihancurkan. BAB III PENGECORAN KHUSUS Menurut jenis cetakan yang digunakan proses pengecoran dapat diklasifikan menjadi dua katagori : 1. Tetapi untuk beberapa bentuk geometri benda cor tersebut. cetakan pasir dapat menghasilkan coran dengan laju 400 suku cadang perjam atau lebih.

Core Pattern making making (if needed) Preparation Mold sand of sand making Raw Solidification Removal of Cleaning and Finished Melting Pouring metal and cooling sand mold inspection casting Gambar 3. – Pelepasan pola dari pasir cetak  rongga cetak. – Penyatuan cetakan. – Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran. – Bila coran memiliki permukaan dalam (mis : lubang).1 Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir Catatan : Kadang-kadang diperlukan perlakuan panas terhadap produk coran untuk memperbaiki sifat-sifat metalurginya. Tahapan pembuatan cetakan pasir : – Pemadatan pasir cetak di atas pola. C. . – Pembuatan inti (bila diperlukan). – Produk cor selesai. – Pembuatan saluran masuk dan riser. – Pendinginan dan pembekuan. – Persiapan pasir cetak. – Pelapisan rongga cetak. maka dipasang inti. – Penuangan logam cair kedalam cetakan. – Peleburan logam. – Pembuatan cetakan. – Pembongkaran cetakan pasir.

resin turan. D. – Reusabilitas. resin phenolik. kemampuan pasir (dari pecahan cetakan) untuk digunakan kembali (didaur ulang). kemampuan cetakan membebaskan coran untuk menyusut tanpa menyebabkan coran menjadi retak. atau – pasir silika yang dicampur dengan mineral lain (mis. Klarifikasi Cetakan Pasir : . E. F. Cetakan dan Pembuatan Cetakan : Pasir cetak yang sering dipakai adalah : – pasir silika (SiO2). tetapi permeabilitasnya kurang baik. Beberapa indikator untuk menentukan kualitas cetakan pasir : – Kekuatan. – Permeabilitas. kemampuan pasir pada permukaan rongga cetak untuk menahan keretakan dan pembengkokan akibat sentuhan logam cair. kualitas pengikat dan faktor-faktor yang lain. Ukuran butir yang kecil akan menghasilkan permukaan coran yang baik. tetapi ukuran butir yang besar akan menghasilkan permeabilitas yang baik. sehingga dapat membebaskan gas-gas dalam rongga cetak selama proses penuangan. – Kolapsibilitas (collapsibility). Cetakan yang dibuat dari ukuran butir ynag tidak beraturan akan menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi dari pada butir yang bulat. kemampuan cetakan untuk membebaskan udara panas dan gas dari dalam cetakan selama operasi pengecoran melalui celah-celah pasir cetak. tanah lempung) atau resin organik (mis. Hal ini tergantung pada bentuk pasir. kemampuan cetakan untuk mempertahankan bentuknya dan tahan terhadap pengikisan oleh aliran logam cair. dsb). – Siap untuk digunakan. – Stabilitas termal.

dibuat dari campuran pasir. Keunggulan : – Memiliki kolapsibilitas yang baik. – Permeabilitas baik. Bahan perekat khusus harus ditambahkan pada campuran pasir untuk memperkuat permukaan rongga cetak. Cetakan kulit kering. dan air. – Pemakaian terbatas untuk coran yang medium dan besar dalam laju produksi rendah  medium. dan kemudian cetakan dibakar dalam sebuah oven dengan temperatur berkisar antara 204o sampai 316o C. Keunggulan : – Dimensi produk cetak lebih baik. c. b. tergantung pada logam dan geometri coran.2 cm sampai dengan 2.5 cm pada permukaan rongga cetakan. . lempung. Kelemahan : – Lebih mahal dibandingkan dengan cetakan pasir basah.a. diperoleh dengan mengeringkan permukaan pasir basah dengan kedalaman 1. Kelemahan : – Uap lembab dalam pasir dapat menyebabkan kerusakan pada berberapa coran. Cetakan pasir kering. – Reusabilitas yang baik. dibuat dengan menggunakan bahan pengikat organik. – Laju produksi lebih rendah karena dibutuhkan waktu pengeringan. dan – Murah. Cetakan pasir basah. Pembakaran dalam oven dapat memperkuat cetakan dan mengeraskan permukaan rongga cetakan.

seperti antara lain resin turan. Saat ini telah dikembangkan cetakan yang menggunakan pengikat bahan kimia. atau cara pembuatan pola. Klasifikasi cetakan yang telah dibahas merupakan klasifikasi konvensional. Perbedaan antara metode ini dengan metode cetakan pasir terdapat dalam komposisi bahan cetakan. G. Beberapa bahan pengikat yang tidak menggunakan proses pembakaran. Cetakan tanpa pembakaran ini memiliki kendali dimensi yang baik dalam aplikasi produksi yang tinggi. penolik. Gambar 3. Proses Pengecoran dengan Cetakan Khusus : Proses pengecoran telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan khusus. cara pembuatan cetakan. minyak alkyd.4 Tahapan pembuatan cetakan kulit . Cetakan kulit (shell molding) ditunjukkan dalam gambar 3. 1.4 : Menggunakan pasir dengan pengikat resin termoset.

– Permukaan yang halus tersebut memudahkan logam cair selama penuangan dan dihasilkan permukaan akhir yang lebih baik. . Kelemahan : – Pola logam lebih mahal dibandingkan dengan pola yang digunakan pada cetakan pasir basah. membentuk lapisan campuran yang melapisi permukaan pola sehingga membentuk kulit keras. – Kulit pasir dipanaskan dalam oven selama beberapa menit hingga seluruhnya mengering. – Kotak dikembalikan ke posisi semula. – Dua belahan cetakan kulit dirakit. dan kemudian dilakukan penuangan. – Kotak dibalik sehingga campuran pasir dan resin jatuh diatas pola yang masih panas. – Kurang cocok bila digunakan untuk jumlah produksi yang rendah (hanya cocok untuk produksi massal). – Coran yang telah selesai dengan saluran turun dilepaskan dari cetakan. sehingga dapat dihindarkan terjadinya keretakan pada hasil coran. – Memilki kolapsibilitas yang sangat baik. – Cetakan kulit dilepaskan dari polanya. di support dengan pasir atau butiran logam dalam sebuah rangka cetak. – Dimensi lebih akurat.Cara pembuatan : – Pada logam dipanaskan dan diletakan diatas kotak yang telah berisi campuran pasir dengan resin termoset. sehingga kelebihan campuran pasir kembali jatuh kedalam kotak. Keuntungan dari cetakan kulit : – Permukaan rongga cetak lebih halus dibandingkan dengan cetakan pasir basah.

– Lembaran plastik yang lain ditempatkan diatas rongga cetak. sehingga buturan pasir disatukan membentuk cetakan padat. saluran turun (sprue) dan cawan tuang (cup) dibentuk dalam pasir. Jadi istilah vakum pada proses ini adalah metode pembuatan cetakan.5) – Lembaran plastic ditarik diatas pola kup dan drug dengan vakum. bushing. kemudian pola diangkat dari cetakan. – Rangka cetak (flask) yang di desain secara khusus. – Cetakan disatukan dengan pasangannya untuk membentuk kup dan drug. kemudian divakum untuk memperkuat kedua bagian tersebut. Selanjutnya dilakukan penuangan logam cair. ditaruh diatas pelat pola dan diisi pasir. seluruh pasir dapat didaur ulang untuk digunakan kembali. Tahapan proses adalah : (lihat gambar 3. Contoh penggunaan : roda gigi. 2. . dan ditarik dengan tekanan vakum. lembaran plastik akan habis terbakar dengan cepat setelah tersentuh logam cair. camshaft. Cetakan Vakum Cetakan vakum disebut juga proses-V. – Tekanan vakum dilepaskan. menggunakan cetakan pasir yang disatukan dengan tekanan vakum. value bodies. Setelah pembekuan. bukan metode pengecoran.

5 Tahapan pembuatan cetakan vakum Keuntungan dari proses vakum : – Tidak menggunakan bahan pengikat. Gambar 3. – Pasir tidak perlu dikondisikan secara khusus (karena tidak menggunakan bahan pengikat). dan tidak segera dapat digunakan. – proses penghilangan pola (lost pattern process). maka kerusakan coran akibat uap lembab dapat dihindarkan. 3. . – Karena tidak ada air yang dicampurkan kedalam pasir. Proses pengecoran polisteren Nama lain dari proses ini adalah : – proses penghilangan busa (lost-foam process). Kelemahan : – Proses pembuatannya relatif lambat.

busa polisteren menguap. – Logam cair dituangkan kedalam bagian pola yang berbentuk cawan tuang dan saluran turun (sprue).– proses penguapan busa (evaporative foam process). Pola cetakan termasuk sistem saluran masuk. dan pasir dimasukkan kedalam kotak cetakan dan dipadatkan kesekeliling pola.6 Tahapan proses pengecoran polisteren Tahapan proses pengecoran polisteren adalah : – Pola polisteren dilapisi dengan senyawa tahan api. – Pola busa tersebut ditempatkan pada kotak cetakan. – proses cetak penuh (full-mold process).6). – Tidak perlu dibuat kup dan drug. segera setelah logam cair dimasukan kedalam cetakan. Kelemahannya : . Gambar 3. Dalam hal ini cetakan tidak harus dapat dibuka dalam kup dan drug. Keuntungan proses ini : – Pola tidak perlu dilepaskan dari rongga cetak. dan sistem saluran masuk serta riser dapat dibuat menjadi satu dengan pola polisteren tersebut. sehingga rongga cetak dapat diisi. riser dan inti (bila diperlukan) dibuat dari bahan busa polisteren. karena pola busa tersebut tidak perlu dikeluarkan dari rongga cetak (lihat gambar 3.

. Pola lilin dibuat dengan cetakan induk (master die).7) – Pola lilin dibuat. Penggunaan : – Produksi massal untuk pembuatan mesin automobil (dalam proses ini pembuatan dan pemasangan pola dilakukan dengan sistem produksi automatis). setelah sebelumnya lilin tersebut mencair terlebih dahulu dan dikeluarkan dari rongga cetakan. Pengecoran presisi (investment casting) : Dalam proses pengecoran ini pola dibuat dari lilin yang dilapisi dengan bahan tahan api untuk membuat cetakan. – Beberapa pola ditempelkan pada saluran turun (sprue) membentuk pohon bola. – Pola polisteren merupakan pola sekali pakai. – Biaya pembuatan pola mahal. sehingga dibutuhkan pola baru setiap kali pengecoran. 4. Tahapan pengecoran presisi : (lihat gambar 3. dengan cara menuang atau menginjeksikan lilin cair ke dalam cetakan induk tersebut.

. 5.7 Tahapan proses pengecoran presisi 1. Seluruh cetakan terbentuk dengan menutup pola yang telah dilapisi tersebut dengan bahan tahan api sehingga menjadi kaku. 3. Keuntungan dari pengecoran presisi : – Dapat membuat coran dalam bentuk yang rumit. kemudian dipanaskan sehingga lilin meleleh dan keluar dari dalam cetakan. 4. Pohon pola dilapisi dengan lapisan tipis bahan tahan api. Gambar 3. Cetakan dipegang dalam posisi terbalik. sehingga semua kotoran terbuang dari cetakan dan semua logam cair dapat masuk kedalam bagian-bagian yang rumit  disebut proses preheating. Setelah logam cair dituangkan dan membeku cetakan dipecahkan. dan coran dilepaskan dari sprue-nya. 2. Cetakan dipanaskan kembali dalam suhu tinggi.

Kelemahan : – Tahapan proses banyak sehingga biayanya mahal. Untuk membuat cetakan. seperti : baja. seperti bubuk dan silika dicampur dengan plaster untuk : – mengatur kepadatan.076mm). – Permukaan hasil coran sangat baik. – Terbatas untuk benda cor yang kecil. Bahan tambahan. – Ketelitian dimensi sangat baik (toleransi  0. – Sulit bila diperlukan inti. – mengatur waktu pengeringan cetakan. perhiasan. – Lilin dapat didaur ulang. Kelemahan : – Perawatan cetakan plaster sulit sehingga jarang digunakan untuk produksi tinggi. alat penguat gigi. . – Tidak diperlukan pemesinan lanjut. Cetakan presisi dapat digunakan untuk semua jenis logam. dan – meningkatkan kekuatan. paduan dengan titik lebur tinggi. – Bila cetakan tidak kering uap lembab akan merusak hasil coran. hanya cetakannya dibuat dengan plaster (2CaSO4-H2O) sebagai pengganti pasir. plaster dicampur dengan air dan dituangkan ke dalam pola plastik atau logam dalam rangka cetak (flask) dan dibiarkan mengering (catatan: pola kayu kurang sesuai untuk cetakan plaster). 5. – Kekuatan cetakan akan berkurang bila terlalu kering. Contoh penggunaan : Komponen mesin turbin. – mengurangi terjadinya keretakan. Pengecoran dengan cetakan plaster dan keramik : Pengecoran dengan cetakan plaster mirip dengan cetakan pasir. baja tahan karat.

– sudu-sudu pompa dan turbin. sehingga uap sulit keluar dari rongga cetak. Pengecoran dengan cetakan plaster digunakan untuk logam dengan titik lebur rendah seperti : aluminium. dan – produk coran lainnya yang memiliki geometri yang rumit. magnesium. Cara menanggulangi kelemahan : – Keluarkan udara sebelum diisi cairan. memanaskan cetakan dalam autoclave (oven yang menggunakan uap air superpanas dan bertekanan tinggi).– Permeabilitas cetakan rendah. dan paduan tembaga. dan kemudian dikeringkan. Contoh Penggunaan : – cetakan logam untuk mencetak plastik. – Anginkan plaster agar dihasilkan plaster yang keras dan padat. – Mampu membuat bagian coran yang tipis. karet. – Dimensi akurat. Proses Antioch adalah proses yang menggunakan campuran 50% pasir dengan plaster. . Dengan cara ini akan dihasilkan permeabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan cetakan plaster konvensional. Keuntungan : – Permukaan akhir baik. – Tidak tahan temperatur tinggi. – Gunakan cetakan dengan komposisi dan perawatan khususyang dikenal dengan proses Antioch.