You are on page 1of 5

Animal Agriculture Journal 4(1): 144-148, April 2015

On Line at : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj

ANALISIS POLA SALURAN PEMASARAN DAN MARJIN SERTA
EFISIENSI PEMASARAN AYAM BROILER PADA SISTEM KEMITRAAN
DI KABUPATEN GROBOGAN
(Analysis of The Pattern Marketing Channels And Marketing Margins With
Efficiency Of Marketing Broiler Chicken Farming In Grobogan Regency)

R. Annisa, S. Marzuki dan W. Roessali*
Program Studi S-1 Peternakan
Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang
*wroessali@gmail.com

ABSTRAK

Tujuanpenelitian adalahmengetahui beberapa pola saluran pemasaran dan
marjin serta efisiensi pemasaran ayam broiler di Kabupaten Grobogan. Penelitian
dilaksanakanbulan Oktober sampai bulan November 2014di Kabupaten
Grobogan.Metode yang digunakanadalah survei.Data yang dikumpulkan meliputi
data primerdan data sekunder. Analisis data pola saluran pemasaran dibahas secara
deskriptif dan pengujian marjin pemasaran tiap pola saluran pemasaran di uji dengan
independent sample t test. Hasil penelitian adalah terdapat 3 pola saluran pemasaran
yaitu: pola 1, produsen - inti - pedagang besar - pedagang pasar - pedagang eceran -
konsumen; pola 2, produsen - inti - pedagang besar - pedagang pasar - konsumen; dan
pola 3, produsen - inti - pedagang besar - konsumen.Rata-rata marjin pemasaran
adalah pola 1 (panjang) Rp 13.951 sebesar 37,57%, pola 2 (sedang) Rp 11.262
sebesar 30,33 % dan pola 3 (pendek) Rp 11.918 sebesar 33,00%.Marjin pemasaran
pola (1 dan 2) dan pola (1 dan 3) terdapat perbedaan antara tiap pola, sedangkan pola
(2 dan 3) tidak terdapat perbedaan antara tiap pola.

Kata Kunci: Pola saluran pemasaran; marjin pemasaran; efisiensi pemasaran

ABSTRACT

The aims of this study is to know about various patterns of marketing channel,
margin and efficiency of marketing boiler chicken at Grobogan Regency. This study
was carried out in October until November 2014 at Grobogan Regency. Collected
data were includes the premiere data and secondary data. Data analysis of marketing
channel pattern discussed in the descriptive and marketing margin testing each test
pattern in the marketing channel with independent sample t test. Study result is 3
patterns of marketing channels this is pattern 1: producer-core-wholesalers-market
traders-retailer-costumers. Pattern 2: producer-core-wholesalers-market traders-
costumers.Pattern 3: producer-core-wholesalers- costumers. The average marketing
margin is pattern 1 (long) Rp 13.951 amount 37,57%, pattern 2 (medium) Rp 11.262
amount 30,33 % dan pola 3 (short) Rp 11.918 amount 33,00%. Marketing margin of

There is difference between each pattern. menawarkan. Saluran Penelitian dilaksanakan bulan distribusi adalah saluran yang digunakan Oktober sampai November 2014 di oleh produsen untuk menyalurkan Kabupaten Grobogan. daging ayam meningkat. channels. yang dibayarkan oleh konsumen akhir Penelitian menggunakan metode dengan harga yang diterima produsen. Animal Agriculture Journal 4(1): 144-148. konsumsi. margin PENDAHULUAN sehingga diperlukan sarana transportasi. dan mempertukarkan METODE PENELITIAN produk atau jasa yang bernilai dengan pihak lain (Mamilianti.51% and pattern 3 (short) amount 57. menyebabkan ketidak stabilan adanya perubahan pola hidup dan pola pendapatan peternak. dan penawaran dari jasa-jasa pemasaran. banyaknya lembaga pemasaran yang Konsumsi daging ayam ras terlibat yang menyebabkan tingginya (broiler) secara nasional cenderung marjin pemasaran dan harga ayam meningkat. 2009). kebutuhan nutrisi serta Penelitian ini dilakukan untuk perubahan selera masyarakat telah mengetahui macam-macam pola saluran menyebabkan permintaan dan konsumsi pemasaran ayam broiler di Kabupaten.50%. April 2015 pattern (1 and 2) and pattern (1 and3). Level marketing on each pattern is a pattern of 1 (long) marketing efficiency 53. mengetahui nilai marjin Pemasaran adalah suatu proses pemasaran ayam broiler pada tiap sosial baik individu maupun kelompok lembaga pemasaran. pattern 2 (medium) amount 58. Grobogan.Populasi konsumen atau pemakai industri penelitian adalah produsen (peternak) (Mursid.43% the result of relatively efficient because the efficiency of marketing said to be efficient because more than 40% the price level of costumers. mengetahui yang terlibat dalam proses tersebut efisiensi pemasaran ayam broiler di memperoleh apa yang mereka butuhkan Kabupaten Grobogan. 1997). sensus. While the pattern (2 and 3) there is no difference between each pattern. Margin pemasaran dan lembaga pemasaran yang menurut Tomek dan Robinson (1981) terlibatdalam proses pemasaran ayam adalah : (1) Perbedaan antara harga broiler di Kabupaten Grobogan.Peningkatan jumlah broiler yang berfluktuasi yang penduduk. perekonomian yang baik.Metode yang barang/jasa dari produsen sampai ke digunakanadalah survei. 2000) dan lembaga pemasaran diambil Permasalahan yang timbul dalam secara accidental sampling. yaitu pengambilan sampel (2) Biaya dan jasa-jasa pemasaran yang dimana populasi yang ada diambil semua dibutuhkan sebagai akibat permintaan untuk dijadikan sampel (Sugiyono. yaitu proses pemasaran ayam broiler antara mengambil responden sebagai sampel lain: lokasi peternak yang terpencar berdasarkan siapa saja yang kebetulan 145 . Keywords: Pattern marketing. dan inginkan dengan cara menciptakan.

Abidin (2002) Pratama. Hasil penelitian pola saluran adalah strain Abror Acres (CP 707) dan pemasaran adalah pola saluran Multi breeder (MB 202. pola saluran pakan untuk ayam broiler dilakukan pemasaran sedang 19.Pemberian pemasaran panjang 67.42%. pedagang dilakukan oleh pihak inti. produsen-inti-pedagang besar- sebesar 91. (umur 0-21 hari) dan fase finisher (umur Kabupaten Grobogan banyak 22-35 hari). April 2015 bertemu pada saat membeli untuk dijual diberikan pakan dengan kandungan kembali (pedagang) atau dikonsumsi proteinnya 20 %. pola Pekerjaan beternak sebagai usaha pokok 2. produsen-inti-pedagang besar- Ayam broiler yang dipelihara konsumen.pedagang pasar 15 orang. menyatakan bahwa pemasaran hasil Jumlah produsen 35 orang.586 ekor. Rata-rata hasil sebagai berikut (Amalia et al. Skala usaha berkisar pedagang pasar-konsumen.1-2 dikumpulkan meliputi data primer dan kg.57% dari Pola saluran pemasaran yang ada keseluruhan responden dan umur di kabupaten Grobogan terdapat 3 pola tersebut tergolong usia produktif.Rasyaf (1996) menyatakan data sekunder. dan pola 3. Pemasaran ayam broiler dari HASIL DAN PEMBAHASAN peternak dilakukan sepenuhnya oleh pihak inti sesuai dengan kontrak yang Responden terdiri dari 3 telah disepakati dan hasil produksi akan kemitraan yaitu PT Sumber Ternak dibeli oleh pihak inti.Data yang hari atau mencapai bobot badan 1. PT Malindo dan PT Mustika.536 kg atau Perbedaan marjin pemasaran sebanyak 13. Animal Agriculture Journal 4(1): 144-148.81 kg. bobot rata-rata 1. 2013) : pemanenan ayam broiler di kabupaten MP = Pr – Pf Grobogan sebesar 23.71%.500 ekor.46%. Unit sampel terdiri dari peternak Pemanenan ayam broiler yang berada di Kabupaten Grobogan biasanya dilakukan antara umur 32-35 dengan populasi 473.1-2 kg. antara 4.31%.23% dan pola secara bertahap yaitu pada fase starter saluran pemasaran pendek 13.Tingkat saluran pemasaran yaitu: pola 1.000-50. dan konsumen ditanggung olehinti sehingga plasma 35 orang.Umur responden berkisar tidak terbebani biayatransportasi. dan pada fase finisher perantara yang terlibat sehingga harga 146 . pasar-pedagang eceran-konsumen. pendidikan tergolong cukup tinggi yaitu produsen-inti-pedagang besar-pedagang tamat SMA/SMK sebesar 45. pengambilan besar6 orang. antara 31-50 tahun yaitu 68.000 ekor.Metode pengolahan dan bahwaumumnya pemanenan ayam analisis dataadalah pola saluran broiler disesuaikan dengan permintaan pemasaran dibahas secara diskriptifdan dan selera konsumen. Ayam broiler dianalisismenggunakan uji independent dipanen rata-rata umur 33 hari dengan sample t test. dilakukan secara ad-libitum.Pemberian air minum sendiri (konsumen). rata-rata bobot marjin pemasaran digunakan rumus hidup antara 1.Untuk ayam fase starter menggunakan pola saluran pemasaran diberikan pakan dengan kandungan panjang karena banyaknya pedagang proteinnya 23 %. dan pengiriman barang sepenuhnya pedagang eceran10 orang.

918 33.Hasil uji beda t-test menujukan perbedaan harga yang ditawarkan bahwa marjin pemasaran pola 1 dan 2 produsen dengan harga yang dibayar berbeda nyata.Rata-rata semakin kecil total marjin dan laba marjin pemasaran yang paling besar bersih yang didapat lembaga pemasaran. Pola 2 10 19.951.31 Sumber: Hasil Penelitian 2014 (panjang) Uji Beda T digunakan dalam uji 2.46 pendapat Ghozali (2006) yang (pendek) menyatakan bahwa perbedaan marjin Jumlah 52 100 pemasaran pada tiap pola saluran Sumber: Hasil Penelitian 2014 pemasaran dianalisis menggunakan Uji Beda T (independent sampele t- Marjin pemasaran adalah test).951.Rata-rata marjin pemasaran yang berbeda nyata atau signifikan. begitu pula pola 1 dan 3.131 100 1. Pola 1 35 67.951 37.33 Pola Jumlah Persentase (sedang) No Saluran 3. Pola 3 11. Pola 3 7 13. Hasil Penelitian Pola Saluran (panjang) Pemasaran Daerah Penelitian 2.262 30. konsumen akhir (Simmamora.918. pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran akan semakin besar total SIMPULAN DAN SARAN marjin dan laba bersih yang didapat oleh pelaku pemasaran.Menurut Indriyo terlibat dalam proses pemasaran semakin (2001) yang menyatakan semakin kecil total marjin dan laba bersih yang panjang dan semakin banyak lembaga didapat lembaga pemasaran.00 Pemasaran (pendek) (produsen) (%) Jumlah 37.Hasil penelitian pola Saluran Pemasaran pemasaran secara rinci dapat dilihat pada Pemasaran Tabel 1. Animal Agriculture Journal 4(1): 144-148. sebaliknya semakin Simpulan penelitian adalah pendek dan sedikit lembaga pemasaran terdapat 3 pola saluran pemasaran yaitu yang terlibat dalam proses pemasaran pola 1.57 Tabel 1. Hasil Penelitian Rata- pemasaran maka semakin tinggi RataMarjinPemasaran pulaharga yang harus dibayar No Pola Marjin Persentase konsumen. Hal ini sesuai dengan 3. April 2015 yang dikeluarkan konsumen tinggi.Marjin 147 . pola 2 Rp 11.23 (sedang) beda marjin.262 dan dan sedikit lembaga pemasaran yang pola 3 Rp 11. Hal Hasil penelitian marjin pemasaran secara ini sesuai dengan pendapat Amalia et al rinci dapat dilihat pada Tabel 2. (2013) bahwa semakin banyak pedagang perantara yang terlibat dalam saluran Tabel 2. pola 2. adalah pola 1 sebesar Rp 13.Menurut diperoleh dalam penelitian ini adalah Indriyo (2001) bahwa semakin pendek pola 1 Rp 13. Pola 1 13. (Harga) (%) 1. Pola 2 11. Marjin pemasaran pola 2 dan 3 tidak 2008). dan pola 3.

S. Z. Penerbit Agro Media. Saran adalah peternak perlu Bandung. Utami. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Manajemen Pemasaran. Animal Agriculture Journal 4(1): 144-148. M. 2000.G. Analisis pemasaran usaha ayam broiler skala kecil dan besar pada pola Kemitraan PT Sinar Sarana sentosa Malang. M. 148 . Penerbit CV.Kajian pemasaran telur ayam di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. DAFTAR PUSTAKA Abidin. Nugroho. Jurnal Agrisistem 13(1): 75-87. memperpendek saluran pemasaran untuk Tomek. Statistik Untuk harga ditingkat konsumen. karena Pemasaran Internasional. Edisi keempat. D. W. Alfabeta. Yogyakarta. Jurnal Agrisistem 9(31): 36 – 38. A. Akuntansi Biaya Edisi Ketujuh. Fakultas Peternakan. 2007. Mursid. Penelitian. pembagian laba yang adil pada tiap lembaga pemasaran. Mamilianti. 1981.Pola Pedaging. Semarang: Universitas Diponegoro. Jakarta. Beternak Ayam terdapat perbedaan antara tiap pola.Ithaca and London. W.Depok.Second tingkat peternak dan di tingkat Edition Cornell University konsumen sehingga mampu mengadakan Press. Jakarta: Penebar 2 dan 3 tidak terdapat perbedaan antara Swadaya. 2006. Jakarta. Indriyo. 2001. Bumi Aksara.L. Meningkatkan Produktivitas Ayam Ras Broiler Cetakan I.J. Penerbit BPFE. April 2015 pemasaran pola 1 dan 2 danpola 1 dan 3 Rasyaf.H.B. Ghozali. Manajemen pada tiap pola tergolong efisien. 2002. and Robinson. pemasaran dikatakan efisien jika Salemba Empat. 1997. 2000. I.Tingkat efisiensi pemasaran Simmamora. Universitas Brawijaya. G. 2009. tiap pola. memperkecil selisih harga yang terjadi di Agricultural Product Prices. 2013. efisiensi pemasaran lebih dari 40% dari Sugiyono. K. dan A. Jilid II. Amalia.