You are on page 1of 57

PROPOSAL PENELITIAN

DAMPAK PENERAPAN MEKANISASI PERTANIAN PADA
SISTEM PANEN USAHA TANI PADI DI KECAMATAN
TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA

Di susun Oleh :

AGUS SUTIADI

BIA214126

FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS SEMBILAN BELAS NOVEMBER

KOLAKA

2018

i

DAFTAR ISI

SAMPUL.............................................................................................................................i
DAFTAR ISI .....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................1
1.1 Latar Belakang .....................................................................................2
1.2 RumusanMasalah .................................................................................6
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................6
1.4 Manfaat Penelitian ...............................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................7
2.1 Tinjauan Pustaka ................................................................................7
2.1.1 Penelitian terdahulu...................................................................7
2.2 Landasan Teori .................................................................................12
2.2.1 Pembangunan pertanian..........................................................12
2.2.2 Pengertian dampak ...........................................................14
2.2.3 Mekanisasi pertanian...............................................................15
2.2.4 Usaha tani................................................................................23
1. biaya usahatani...................................................................26
2. pendapatan usahatani.........................................................26
2.2.5 Teknologi...............................................................................27
2.2.6 Panen......................................................................................29
2.3 Kerangka Pemikiran ........................................................................37
2.4 Rumusan hipotesis .........................................................................40
BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................................................41
3.1 Metode dasar penelitian ..................................................................41
3.2 Lokasi dan waktu penelitia...............................................................41
3.3 Populasi dan sampel ........................................................................42
3.4 Tekhnik pengumpulan data .............................................................44
3.5 Metode analisis data ........................................................................45
KOESIONER PENELITIAN............................................................................47
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................53

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang menjadikan sektor pertanian

sebagai penopang perekonomian negara. oleh karena itu pembangunan sektor

pertanian di Indonesia menjadi bagian integral dari Pembangunan Nasional karena

menduduki tempat dan peranan yang strategis. Sasaran pembangunan sektor

pertanian adalah meningkatkan hasil pertanian yang harus di dukung dengan

industri yang kuat. Usaha-usaha ke arah itu tidak akan tercapai apabila petani,

sebagai pelaku utama, tidak dibantu dan dilengkapi dengan sarana produksi yang

tepat.

Sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup berarti pada

perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari struktur PDB Indonesia pada

triwulan III tahun 2016 yang masih didominasi oleh 3 (tiga) lapangan usaha

utama, yaitu: Industri Pengolahan (19,90 persen); Pertanian, Kehutanan, dan

Perikanan (14,42 persen); dan Perdagangan Besar-Eceran Reparasi Mobil-Sepeda

Motor (12,98 persen). Dari sisi penyerapan tenaga kerja, menurut hasil Sakernas

(Februari 2016), lapangan pekerjaan Pertanian, Perkebunan, Kehutanan,

Perburuan, dan Perikanan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 38,29 juta

orang atau sekitar 31,74 persen dari total penduduk berusia 15 tahun ke atas yang

bekerja berdasarkan data BPS (2016). Hal tersebut menunjukkan bahwa pertanian

1

merupakan salah satu sektor yang memiliki andil besar dalam penyediaan

lapangan kerja untuk menunjang pembangunan nasional. Pembangunan di sektor

pertanian, selain bertujuan meningkatkan produksi, juga untuk meningkatkan

kesejahteraan rumah tangga pertanian.

Pembangunan pertanian yang selama ini menjadi prioritas dalam memecah

angka kemiskinan, namun pada kenyataanya belum dapat terealisasi dengan baik.

Hal tersebut tergambarkan pada keadaan masyarakat yang semakin butuh akan

produk pertanian namun belum dapat dipenuhi oleh hasil pertanian di Indonesia.

Hal ini menyebabkan masih tingginya impor beberapa komoditas pertanian,

khususnya pada komoditi beras. Menurut data BPS, dari bulan Januari-November

2016, volume impor beras mencapai 1,2 juta ton dengan nilai US$ 495,12 juta.

Angka ini meningkat 110,66% jika dibandingkan dengan periode yang sama

tahun lalu, yakni sebesar 569.620 ton. Hal ini seharusnya tidak terjadi di negara

Indonesia yang merupakan negara agraris. Masih tingginya impor produk

pertanian diakibatkan karena sektor pertanian di Indonesia sampai saat ini belum

dapat berjalan secara maksimal.

Padi(Oryza sativa L.) sebagai sumber bahan makanan pokok di Indonesia

telah mengalami peningkatan produksi dari 71. 279 .709 ton gabah kering giling

(GKG) pada tahun 2013 menjadi 75. 397. 841 ton gabah kering giling (GKG)

pada tahun 2015 berdasarkan data BPS (2016). Produksi padi tersebut meningkat

dengan laju 9,4 persen dalam periode tersebut. Peningkatan produksi padi

membawa pula pengaruh positif terhadap perkembangan teknologi panen dan

pengolahan pasca panen padi, baik dari aspek penyerapan peralatan maupun dari

2

aspek peningkatan mutu serta pemecahan masalah kehilangan hasil (susut) pada

saat panen dan pasca panen.

Sistem panen dan pasca panen yang di terapkan oleh petani padi saat ini telah

mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan tersebut yang terihat

dari cara panen petani yang pada mulanya dilakukan secara tradisional (manual)

yang beralih pada penerapan mekanisasi berupa alat dan mesin pertanian

(alsintan). Perubahan sistem panen tersebut merupakan hal yang penting untuk

dilakukan mengingat kehilangan hasil yang sering terjadi pada kegiatan

pemanenan. Kehilangan gabah pada pemanenan tradisional diperkirakan sekitar

8% -10% dari hasil produksi per hektar (Irwanto, 2009).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (1988), susut pasca panen padi sejak

dipanen sampai proses akhir mencapai 19.54%. Susut pasca panen padi tersebut

meliputi panen (9.19 %), perontokan (4.98%), pengangkutan (0.51%),

pengeringan (1.66%), penggilingan (2.94%), dan penyimpanan (0.26%). Susut

terbesar terjadi pada saat panen dan perontokan yakni sebesar 14.17% dari total

susut 19.54%. data ini menggambarkan bahwa pada periode tahun 1998 ke bawah,

yang pada saat itu petani padi belum menerapkan mekanisasi dalam sistem

panennya atau masih mengadopsi cara tradisional mengalami susut atau

kehilangan hasil dengan persentase paling tinggi apabila dibandingkan dengan

kegiatan lainnya pada saat pasca panen. Selain itu penerapan metode panen secara

tradisional untuk suatu wilayah dengan areal tanaman padi yang luas, yang

apabila masa tanam dilakukan secara serentak dengan maksud untuk

penanggulangan hama secara terpadu, maka waktu panennya akan terjadi serentak

3

1993 ). Sehingga di butuhkan tenaga pemanen dalam jumlah besar. dalam mengantisipasi berkurangnya lahan subur dengan mencari sumber lahan baru yang potensial untuk dikembangkan. Namun masalah yang dirasakan dewasa ini adalah mulai berkurangnya tenaga pemanen yang dibutuhkan karena banyak tenaga kerja pertanian yang terserap oleh sektor industri. Konsekuensi dari analisis tadi adalah perlunya pemikiran yang lebih rasional untuk mendorong perluasan areal baru. semakin berkurangnya tenaga kerja yang berkompeten pada sektor pertanian. Kecenderungan tersebut nampaknya berlaku umum dan juga dapat dipakai sebagai acuan pembangunan pertanian di Indonesia IRRI (1999). Pada kasus keterbatasan air. air dan yang terutama ialah tenaga kerja. bahwa produksi pertanian . akibatnya upah tenaga pemanen menjadi semakin mahal. Mekanisasi merupakan alternatif jawaban untuk masalah keterbatasan tenaga kerja. perlu disegera dimulai pengembangan usaha pertanian dengan prinsip pertanian hemat air. Sistem panen secara tradisional dengan yang dilakukan oleh kelompok panen memiliki ongkos panen yang relatif tinggi dan membutuhkan waktu perontokan dengan mesin therser sampai 73 jam/ ha/orang. Suatu analisis kecenderungan pembangunan pertanian di dunia terutama mengulas kontribusi mekanisasi pertanian (agricultural engineering ). karena meningkatnya pembangunan industri dan turunnya minat bekerja di sektor pertanian. dan besarnya dampak positif dari penggunaan alsintan terutama 4 . (setyono. terutama padi.pula. pada masa datang akan menghadapi beberapa masalah seperti keterbatasan lahan subur. Disebutkan dalam laporan tersebut. Untuk menghindari faktor keterlambatan panen dan susut panen.

Tersedianya berbagai jenis alat atau mesin panen dan perontokan memudahkan petani untuk memilih cara panen dan pengelolaan pascapanen yang optimal dan menguntungkan bagi usaha taninya. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efesiensi. Keunggulan pada sistem perontok yang yang terdapat pada mesin ini ialah memiliki cara kerja yang sangat baik dalam memisahkan gabah dari malai sehingga gabah tidak ikut terbuang. Selain itu. yaitu memotong merontokkan dan membersihkan gabah dari malai sehingga afisiensi dalam masalah waktu.pada sistem panen padi juga menjadi pemicu utama yang perlunya dilakukan mekanisasi pertanian. Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja. seperti penggunaan mesin pemotong padi tipe combine harvester pada proses pemanenan. Namun tidak menutup kemungkinan kehilangan nilai nilai positif yang terjadi pada interaksi sosial kemasyarakatan antara petani maupun pada pelaku lain. dan menurunkan ongkos produksi. menyebutkan perlunya suatu reformasi pembangunan pertanian dari pertanian tradisonal ke pertanian modern yang intinya adalah pertanian berbudaya industri. karena sifatnya yang multifungsi. Karena itulah Ginanjar (1996). efektifitas. mengurangi beban kerja petani dan meminimalisir Susut hasil gabah dan beras secara kuantitatif yang terjadi pada kegiatan panen dan pascapanen. Dengan menggunakan alat dan mesin pertanian. Dengan latar belakang ini penulis tertarik untuk meneliti dan membuktikan 5 . Salah satu keunggulan yang dimiliki mesin pemotong padi tipe ini yaitu mempercepat proses pemanenan.

sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan. 2.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Sebagai informasi bagi pemerintah serta instansi terkait dalam melaksanakan usahatani padi sawah dengan menggunakan mekanisasi yang berkelanjutan.dampak apa saja yang diperoleh dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi. Berdasarkan latar belakang di atas. Sumber informasi dan referensi bagi peneliti selanjutnya serta bagi pihak yang membutuhkan. masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah dampak positif dan negatif dari penerapan Mekanisasi Pertanian Pada Sistem Panen Usaha Tani Padi Di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sulawesi tenggara. 1. 3. 1. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti (penulis). 4. 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas. tujuan dari penlitian ini yaitu : Untuk mengetahui apa saja dampak positif dan negatif dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usaha tani padi sawah di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka. 6 . Sebagai bahan informasi dan masukan bagi petani padi.2 Rumusan Masalah.

7 . terutama yang berkaitan dengan topik penelitian yang sedang dilakukan. Penelitian terdahulu dapat dijadikan acuan. penerimaan dan pendapatan usahatani padi sawah sebelum dan sesudah mekanisasi Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan penerimaan biaya dan pendapatan petani antara sebelum melakukan mekanisasi dengan traktor dan sesudah melakukan mekanisasi dengan traktor. Produksi gabah kering panen per HKP sesudah mekanisasi lebih besar. DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Penelitian Terdahulu Mengkaji penelitian terdahulu merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi tentang penelitian yang telah dilakukan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan untuk mengetahui usahatani sebelum dan sesudah mekanisasi pertanian padi dengan layak secara finansial di Desa Namu Ukur Utara. penerimaan per HKP dan efisiensi tenaga kerja petani padi sebelum dan sesudah mekanisasi. KERANGKA PIKIR. untuk mengetahui produksi gabah kering panen per HKP. Uji beda dengan menganalisis perbedaan biaya. Dengan judul penelitian Dampak Penerapan Analisis Mekanisasi Usahatani Padi Terhadap Pendapatan Dan Tenaga Kerja: Tujuan penelitianya ialah untuk mengetahui perbedaan antara penerimaan. Alief Ya Hutomo (2016).1. LANDASAN TEORI.1 Tinjauan Pustaka 2. biaya produksi dan pendapatan usahatani padi sebelum dan sesudah penerapan mekanisasi pertanian.

yang kelebihannya dapat mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. dengan judul penelitian Mekanisasi Pertanian Dan Kemiskinan Pedesaan. 8 . tujuan dari penelitianya adalah untuk melihat hubungan antara mekanisasi pertanian dan kemiskinan pedesaan dengan melihat penggunaan traktor dan status sosial ekonomi buruh tani di Dusun III Suka Maju. Penelitian ini menggunakan metode korelasi Persons Corelations (Korelasi Product Moment).variabel dan apabila ada. hal ini bertolak belakang bagi para responden petani pemilik lahan yakni dengan adanya mekanisasi pertanian. emuan dalam penelitian menjelaskan bahwa terjadinya perubahan struktur sosial dalam kehidupan masyarakat khususnya bagi para buruh tani dan petani pemilik lahan setelah mengalami diterapkannya mekanisasi pertanian seperti kegiatan kebiasaan gotong royong yang dulunya terjalin baik menjadi bersifat individu dalam kehidupan masyarakat. Robby surya sitompul (2013). studi tentang penggunaan traktor dan status sosial ekonomi buruh tani. yaitu untuk menemukan ada tidaknya hubungan diantara variabel. seberapa erat hubungan itu dan apakah berarti atau tidaknya hubungan itu.penerimaan per HKP sesudah mekanisasi lebih besar dan Efisiensi tenaga kerja sesudah mekanisasi dengan lebih efisien dibandingkan tenaga kerja sebelum mekanisasi. Usahatani padi sebelum dan sesudah melakukan mekanisasi dengan traktor adalah layak dan menguntungkan secara finansial. Desa Sei Mencirim. Mekanisasi pertanian juga telah membawa dampak yang negatif bagi para buruh tani karena dengan diterapkannya mekanisasi pertanian mengakibatkan penghasilan yang mereka dapat menjadi berkurang.

093 dan 0. Oleh karena itu hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisasi pertanian mempengaruhi kemiskinan pedesaan karena mengurangi penghasilan buruh tani yang berpengaruh pada status sosial ekonomi buruh tani.pendapatan mereka semakin bertambah dan lebih efisien dalam waktu dan tenaga. Strategi Pengembangan Bpt Mekanisasi Pertanian Jawa Barat Dengan Pendekatan Proses Hirarki Analitik mngemukakan bahwa Pengembangan BPT Mekanisasi Pertanian Jawa Barat akan terlaksana dengan baik apabila pengetahuan masyarakat pertanian Jawa Barat tentang pentingnya teknologi pertanian telah cukup baik. Dari penelitian ini diperoleh 0. Ilvia Restu Utami (2010).499>0. Aktor yang paling berpengaruh dalam pengembangan BPT Mekanisasi Pertanian Jawa Barat adalah sumberdaya balai dengan bobot sebesar 0.231). Maka hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah signifikan.499>0.499 dimana jika dari skala Guilford berada pada skala 0. dapat disimpulkan bahwa mekanisasi pertanian seperti penggunaan traktor. Dengan demikina.280. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pegawai yang selanjutnya akan disampaikan kepada petani pengguna dan juga meningkatkan produktivitas dari pegawai BPT 9 . jettor (mesin bajak) dan tresser (mesin perontok padi) dalam mempengaruhi status sosial ekonomi buruh tani (dengan perolehan nilai R xy 0.231 untuk tingkat signifikan dilakukan.044.436 dengan tujuan yang paling berpengaruh adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia balai yang memiliki bobot sebesar 0. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia dapat dilaksanakan dengan pelatihan dan juga motivasi training bagi pegawai BPT Mekanisasi Pertanian Jawa Barat dengan bobot sebesar 0.

antara lain identifikasi calon penerima alsintan. pelaksanaan kegiatan magang untuk manajer dan operator. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa alternatif strategi yang dapat dilaksanakan adalah memperluas pelayanan jasa di luar anggota. pelatihan dan pembekalan kelompok UPJA.Mekanisasi pertanian. peningkatkan kualitas pelayanan. mengoptimalkan kursus dan pelatihan bagi manajer dan operator. meningkatkan jumlah alsintan yang dikelola kelompok UPJA yang telah ada. Hubungan Teknologi Alsintan Terhadap Produktivitas Padi Sawah mengemukakan bahwa: bahwa (1) besarnya derajat keeratan hubungan pemberdayaan penggunaan Alsintan terhadap produksi padi 10 . Muhammad Aries ZA (2002) dengan judul penelitian Formulasi Strategi Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian: Studi Kasus Di Kabupaten Sumbawa disimpulkan bahwa terdapat enam pihak yang terlibat langsung dalam proyek pengadaan alsintan di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu diperlukan adanya survei kebutuhan alsintan petani sebelum diproduksinya suatu alsintan di BPT Mekanisasi Pertanian Jawa Barat agar alsintan yang dihasilkan dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan kebutuhan petani di Jawa Barat. pelelangan dan pengadaan Alsintan. mengganti pola kerja sama operasional dengan pola kemitraan lainnya. dan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan. kontraktor. dan monitoring dan pelaporan. kepala subdinas bina usaha pertanian. Pada pelaksanaannya mekanisme pengadaan alsintan terdiri dari lima tahap. bupati. Survei kebutuhan alsintan di setiap kabupaten merupakan alternatif yang memiliki prioritas utama dalam aktor petani. Boyma togatorop (2017). dan kelompok UPJA. pabrik alsintan. yakni pimpinan proyek.

Selama ini banyak penelitian tentang usaha tani padi yang dilaksanakan di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka. Penelitian ini dilakukan di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka.52% sedangkan untuk t hitung6. Analisis data menggunakan analisis statistik korelasi rank spearman yaitu untuk melihat hubungan pemberdayaan penggunaan Alsintan terhadap peningkatan produksi padi sawah dan uji t untuk melihat perbandingan produksi padi sawah antara petani yang menggunakan Alsintan dan petani yang tidak menggunakan Alsintan.069. (2) terdapat perbandingan produksi padi antara petani yang menggunakan Alsintan dengan petani yang tidak menggunakan Alsintan dengan tingkat perbandingan 12.959 dan t tabel 2. karena dapat meningkatkan produksi padi sawah dan perbandingan produksi padi yang menggunakan dan yang tidak menggunakan Alsintan cukup signifikan. 11 . Data tersebut dikumpulkan dan dengan maksud untuk menyediakan data dan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebijakan pembangunan ( Kabupaten Kolaka Dalam Angka 2017). Dengan memfokuskan padadampak keseluruhan dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usaha tani padi.sawah adalah sebesar 83. Pada penelitian ini terdapat beberapa perbedaan dengan penelitian terdahulu.77. Badan Pusat Statistik tingkat kabupaten merupakan lembaga menyajikan data data primer dari setiap kecamatan yang ada di dalamnya. namun penelitian tentang dampak mekanisasi pertanian belum pernah dilaksanakan. Dari hasil penelitian ini diharapkan supaya petani yang belum menggunakan Alsintan didorong untuk menggunakan Alsintan.

Oleh kerena itu budidaya pertanian tidak lagi terbatas pada sekedar menghasilkan pangan. terlebih lagi ketika muncul persoalan-persoalan yang berkaitan dengan proses produksi. seperti misalnya masalah lingkungan. nasional bahkan global. dengan kebutuhan manusia akan produk pertanian semakin berkembang. Ketika populasi manusia semakin berkembang dengan laju yang cukup tinggi. Produksi pangan merupakan salah satu faktor penentu dalam eksistensi suatu bangsa. mulai dari aspek teknologi produksi dengan berbagai dimensinya. manusia juga memerlukan produk pertanian untuk mencukupi kebutuhan terhadap energi hayati terbarukan (biofuel). melainkan juga berkaitan dan berimplikasi pada aspek yang luas. bahan industri pangan. dan aspek kebijakan. bahkan gejolak ekonomi dan politik.2 Landasan Teori 2. Konsep pembangunan pertanian mencakup banyak aspek. kebutuhan akan pangan harus dipenuhi melalui proses budidaya pertanian. Kebutuhan terhadap energi terbarukan sekarang semakin berkembang 12 . termasuk perkembangan konsep pembangunan pertanian. juga mencakup aspek sumber daya manusia yang terlibat dalam semua lini pembangunan pertanian. Pada awal peradaban. hambatan teknis karena keterbatasan pengetahuan manusia dalam proses produksi.1 Pembangunan Pertanian Kebutuhan terhadap pangan adalah salah satu kebutuhan asasi manusia. aspek pemasaran pada skala lokal. Selain pangan utama.2. manusia melakukan food hunting and gathering karena belum berkembangnya pengetahuan manusia tentang budidaya pertanian. kosmetik maupun farmasi.2. Pembangunan pertanian bukanlah konsep yang sederhana.

Banyak aspek perlu untuk diperhatikan dan diperjuangkan untuk mencapai hal ini. kebudayaan. manajemen. Pernyataan yang kemudian mengemuka ialah apakah hal ini karena persoalan teknis produksi pangan. Membangun pertanian untuk mencapai kedaulatan pangan bukan hal mudah.sehingga terjadi kompetisi antara kebutuhan akan pangan/pakan dengan kebutuhan untuk menghasilkan bahan dasar untuk produksi. dengan kekayaan alam yang luar biasa. juga merupakan bagian penting untuk memahami pertanian itu sendiri (Yuwono. pertimbangan. 2011 ). indonesia seharusnya mempunyai kemampuan untuk mencukupi kebutuhan pangan. baik teknis. memahami kearifan lokal dan ekologis. namun lebih luas lagi berkaitan dengan filosofi sebuah bangsa. interaksi dengan alam. Memahami petani dengan segala dimensi kemanusiaanya. bahkan persoalan sosial dan sumber daya manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa sampai saat ini Indonesia masih banyak mengimpor bahan pangan. spiritual. Pertanyaan yang tidak mudah dijawab mengingat produksi pangan ialah kegiatan yang melibatkan banyak faktor. kebutuhan yang besar untuk mencukupi kebutuhan pangan/pakan dan energi hayati memunculkan persoalan baru yang berupa ketersediaan lahan produksi yang memadai dari sisi kualitas maupun luasnya. atau lebih disebabkan oleh faktor-faktor manajemen pembangunan pertanian. lingkungan biotik dan abiotik. Pertanian bukan sekedar persoalan menanam dan memanen. serta persahabatan dengan segenap unsur kemanusiaan. Sebagai negara yang secara alami adalah negara agraris. kebijakan pemerintah. 13 . humanitarian.

1. Dampak juga bisa merupakan proses lanjutan dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal. Untuk pada kasus tertentu dilakukanlah uji beda (Paired sample test) untuk mengetahui perbedaan.2. Analisis dampak merupakan analisis untuk melihat perbedaan yang ditimbulkan akibat perlakuan tertentu pada suatu objek perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan. Dampak secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat.2 Pengertian Dampak Dampak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah benturan. baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Seorang pemimpin yang handal sudah selayaknya bisa memprediksi jenis dampak yang akan terjadi atas sebuah keputusan yang akan diambil. Jumlah sampel harus sama. Pada Paired Sample T Test digunakan uji beda mean untuk satu sampel yang diberikan perlakuan yang berbeda. Dalam setiap keputusan yang diambil oleh seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri. Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang. kepercayaan atau perbuatan seseorang. benda) yang ikut membentuk watak. 14 . Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbal balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi. (KBBI Online. dan pengujiannya juga sama dengan sebelumnya untuk melihat perbedaan mean dari sampel tersebut sebelum dan sesudah diberi perlakuan dan manakah yang lebih tinggi atau rendah apakah sampel yang sebelum atau sesudah diberi perlakuan. pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. 2010).

com/arti_34027_mekanisasi. Mekanisasi pertanian menurut Nurmala (2012). 2006). kementrian pertanian telah menetapkan visi pertanian tahun 2025 adalah terwujudnya pertanian industrial berkelanjutan dan berdaya saing dan mampu menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani (Deptan. Penggunaan alat atau mesin modern dapat mengefisienkan waktu ataupun mengurangi jumlah tenaga kerja dibandingkan dengan sistem pertanian tradisional yang menggunakan banyak tenaga kerja dan menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaan pertanian. oleh karena itu. Peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional akan semakin strategis dan meningkat.2. efesiensi. 15 . terutama terkait dengan ketahanan pangan. nilai tambah dan daya saing produk pertanian.12 WIB). Persaingan yang semakin ketat dan tajam dan beragam masalah serta tantangan yang kompleks dalam pengembangan pertanian menutut upaya peningkatan produktivitas. mutu. merupakan salah satu cara untuk mengolah lahan dan mengganti tenaga kerja manusia dalam rangka meningkatkan produktivitas usahatani.diakses pada tanggal 13 Maret 2012 pukul 09.1. energi terbarukan. (http:www.html.3 Mekanisasi Pertanian Mekanisasi Adalah penggantian dan penggunaan tenaga mesin dan sarana- sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan. pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Jadi arti dari mekanisasi pertanian adalah aplikasi mekanis berupa mesin atau alat pada proses produksi pertanian.artikata. daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan mekanisasi pertanian di Indonesia tidak terlepas dari perubahan struktur ekonomi yang berjalan berkesinambungan. yang pada akhirnya akan memacu kegiatan ekonomi di pedesaan (manwan dan ananto. menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu dan nilai tambah produk pertanian serta memperluas kesempatan keja di pedesaan melalui terciptanya sistem agribisnis terpadu. tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha tani. Sejalan dengan perubahan struktur tersebut. mekanisasi pertanian memiliki peran penting dan srategis dalam pengembangan sistem pertanian industrial. Ada pula yang mengartikan 16 . 2007). Implikasi logis dari perubahan struktural tersebut adalah makin kritisnya petani dalam menjalankan usaha taninya. berdaya saing dan berkelanjutan (handaka. Mekanisasi pertanian akan berperan bukan hanya untuk meningkatkan luas garapan dan intensitas tanam. terjadi peningkatan kualiatas pendidikan di pedesaan dan asksesibilitas sehingga meningkatkan arus sumber daya dan informasi antar daerah. 1994). Ruang lingkup mekanisasi pertanian juga berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi pertanian. Pengembangan industri pertanian dan pedesaan yang mandiri didukung oleh pengembangan mekanisasi pertanian yang tepat guna sebagai pijakan untuk mewujudkan industri pertanian. Usaha tani mereka bukan lagi “usaha tani keluarga” yang subsistem tapi mengarah pada usaha tani komersial yang berorientasi pasar (kasryono dan suryana. khususnya tanaman padi yang efisien. Sebagai salah satu inovasi. 1999 dan suryana. 1998). Konidisi ini mendorong terjadinya mobilitas tenaga kerja antar wilayah.

image processing. Dan digunakan baik untuk proses produksi. Menjamin kenaikan kuantitas dan kualitas serta kapasitas produksi pertanian 4. Mempertinggi efisiensi tenaga manusia 2. Upaya yang dapat dilakukan ialah peningkatan dan penyempurnaan dalam hal : 1. bahkan sampai teknologi robotik. Beragam teknologi mekanisasi yang di kembangkan tidak terkecuali pada usaha tani padi sawah pada dasarnya telah cukup tersedia namun pengembanganya berjalan sangat lamban karena adanya berbagai masalah dan kendala sehingga perlu dilakukan berbagai upaya dan strategi dalam percepatan pengembanganya. nuklir. Menurut Hardjosentono dkk (1996) peranan mekanisasi pertanian dalam pembangunan pertanian di Indonesia adalah: 1. namun sudah mulai menggunakan teknologi elektronika atau sensor. Memungkinkan pertumbuhan tipe usaha tani yaitu dari tipe pertanian untuk kebutuhan keluarga (subsistence farming) menjadi tipe pertanian perusahaan (commercial farming) 5. dan penanganan atau pengolahan hasil pertanian (Mugniesyah. Kebijakan dan kelembagaan pemerintah 17 . pemanenan. 2006). Mempercepat transisi bentuk ekonomi Indonesia dari sifat agraris menjadi sifat industri.bahwa pada saat ini teknologi mekanisasi yang digunakan dalam proses produksi sampai pasca panen (penanganan dan pengolahan hasil) bukan lagi hanya teknologi yang didasarkan pada energi mekanis. Meningkatkan derajat dan taraf hidup petani 3.

Kelembagaan petani dan usaha jasa 3. Dengan upaya-upaya tersebut dan fokus kebijakan pemerintah yang proaktif dalam mempromosikan mekanisasi pertanian serta keberpihakan yang tinggi kepada masyarakat petani serta komitmen dan hubungan yang harmonis dari berbagi pemangku kepentingan dengan masyarakat petani.2. diharapkan mekanisasi usaha tani padi lebih berkembang dengan baik dalam mendukung peningkatan produksi dan nilai tambah serta kesejahteraan masyarakat petani. Hal tersebut didasarkan pada daya dan tenaga kerja yang dapat di maksimalisasi dibanding dengan tenaga keraja non mekanisasi. Penelitian dan pengembangan 4. Mekanisasi pertanian dalam bentuk penerapan alsintan memiliki peran yang penting dan strategis dalam mendukung pengembangan usaha tani padi yang maju. Infrastruktur penunjang dan pembiayaan. Mekanisasi pertanian dalam bentuk alat dan mesin pertanian memiliki peranan penting dalam meningkatkan luas lahan garapan dan intensitas tanam. dan 5. Industri dan perdangangan Alsintan. 18 .

dan traktor kw h Nilai Konversi Parameter dengan Daya Manusia Kw hp Daya Manusia 0.41 Daya Traktor Roda Dua 0.00 Daya Ternak 0. serta melobi pemerintah dalam hal kepentingan usahatani. Kelembagaan dalam mekanisasi pertanian merupakan Hal yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus. Lembaga atau Asosiasi Petani Lembaga petani perlu dibangun dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kepada petani-petani yang merupakan anggotanya.054 1. jika mekanisasi pertanian harus disiapkan sebagai mesin penggerak revitalisasi (engine of revitalization) dalam Deptan (2005) adalah sebagai berikut : 1. terutama dari pembelajaran evolusi mekanisasi pertanian dari tahun 1950 sampai pada saat sekarang ini adalah masalah lemahnya kelembagaan dalam sistem pengembangan mekanisasi pertanian.76 1.019 18. Daya tenaga kerja manusia. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan.Tabel 1.50 0.87 Sumber: Moens (1978) Daya tenaga kerja dihitung dalam satuan kilowatt (Kw) atau horse power (HP) untuk mengetahui kemampuan dari jenis-jenis tenaga kerja yang digunakan agar dapat dikonversikan tenaga kerja traktor menjadi tenaga kerja manusia.670 12. ternak. Melalui lembaga pertanian ini diharapkan dapat tercipta komunikasi antara pemerintah dengan petani sehingga petani dapat 19 .04 0.

20 . Lembaga seperti ini hendaknya dibangun atas inisiatif petani. distribusi. pemerintah juga perlu untuk memeratakan distribusi alsintan di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan Perdagangan Alsintan Pengadaan. bukan dari pemerintah. Pemerintah harus meningkatkan riset dan pengembangan yang dilakukan melalui lembaga pemerintah yang ada seperti BBP Mektan dan LIPI serta membina kerjasama antara lembaga riset pemerintah. universitas dan asing. terutama terhadap negara yang melakukan dumping. Kebijakan proteksi ini selain dapat mendorong perkembangan industri alsintan dalam negeri juga dapat memberikan proteksi terhadap petani sebagai konsumen. Selain itu. swasta. perlu juga diciptakan penghubung antara peneliti dengan petani. inovasi teknologi dapat lebih ditingkatkan dan menguntungkan semua pihak. Pemerintah perlu menciptakan iklim perdagangan yang kondusif dengan menaikkan proteksi terhadap impor alsintan. 3. dan penggunaan alat dan mesin pertanian dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan. Dalam penelitian dan pengembangan yang dilakukan.menyalurkan aspirasi dan kepentingannya dengan lebih baik. Alsintan produksi luar seringkali tidak sesuai untuk digunakan di Indonesia karena kondisi lahan dan agronomis yang berbeda. Distribusi alsintan harusnya disesuaikan dengan kebutuhan alsintan di tiap wilayah. 2. Dengan demikian. Penelitian dan pengembangan Penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh pihak swasta saja tidak cukup. Salah satu caranya yaitu dengan tidak memberikan bantuan Alsintan hanya pada satu jenis alsintan tertentu atau di daerah tertentu saja.

Kredit yang diberikan jangan dibatasi pada jenis alsintan tertentu karena ini akan mempengaruhi pilihan petani terhadap Alsintan yang akan digunakan. 4. Pelatihan dan pendidikan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga 21 . terutama di pedesaan dan kota-kota kecil yang mudah dijangkau petani. Untuk mengintroduksi teknologi baru maka diperlukan pelatihan dan pendidikan agar petani mampu mengoperasikan alsintan dengan baik dan aman.Penghubung ini selain bertugas untuk mendemonstrasikan teknologi baru kepada petani dan meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya teknologi. Petani harus diberikan kebebasan dalam memilih alsintan apa yang diinginkan dan yang sesuai dengan kebutuhannya. Menurut Nuswantara (2003). Untuk mengatasi kendala ini. baik itu sebagai modal usaha maupun untuk pembiayaan aktivitas pertanian. Kredit Selama ini kesulitan perolehan kredit selalu menjadi kendala bagi petani dalam usaha pengembangan usahatani. 5. juga berfungsi sebagai sarana bagi petani untuk menyampaikan mengenai jenis Alsintan apa yang dibutuhkan dan tingkat mekanisasi seperti apa yang diharapkan. Melalui bank pertanian diharapkan dapat memberi kemudahan bagi petani dalam memperoleh kredit. Jadi melalui penghubung ini dapat tercipta umpan balik (feed back) bagi penelitian selanjutnya. Bank pertanian hendaknya terletak di daerah-daerah sentra produksi pertanian. pemerintah perlu mempersiapkan upaya pembentukan bank pertanian. Lembaga pelatihan dan pendidikan Petani Indonesia pada umumnya berpendidikan rendah.

Selain itu. Mereka dapat menggunakan mesin dan mendapatkan manfaat dari mesin tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membelinya. petani yang berfungsi sebagai kontraktor dapat mendapatkan manfaat ganda. petani kecil yang tidak sanggup membeli alsintan dapat tertolong. dengan melakukan produksi lokal maka produksi dapat dilakukan secara spesifik sesuai dengan kondisi lahan setempat dan mengurangi biaya transportasi ke petani. Usaha jasa penyewaan alsintan oleh kelompok tani dan KUD kurang menguntungkan karena rendahnya profesionalisme dan pengelolaan yang kurang baik. 7. Selain itu. Penyediaan jasa penyewaan mesin Dengan penyediaan jasa penyewaan mesin. kemampuan manajemen kelompok tani atau KUD perlu ditingkatkan agar mampu mendapatkan keuntungan dari usaha sewa jasa yang dilakukan. 6. Kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan perdagangan. perindustrian.dapat mengembangkan diri di subsektor lain maupun di bidang agroindustri. 22 . keuangan. Fasilitas produksi dan perbaikan lokal Kondisi lahan di tiap daerah berbeda-beda. maupun ketenagakerjaan. dan pendidikan diharapkan dapat diselaraskan dalam mendukung perkembangan pemerintah baik itu di bidang mekanisasi pertanian. keagrariaan. Mereka dapat memperoleh keuntungan dari pemanfaatan mesin maupun dari penyewaan mesin. mekanisasi pertanian di Indonesia. Karena itu. serta memajukan cara berpikir petani. pertanian secara umum. penyerapan tenaga kerja di desa juga dapat ditingkatkan.

1. wanita. dan dapat dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut mengeluarkan output yang melebihi input. 1993). ilmu usaha tani adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan orang melakukan pertanian dan permasalahan yang ditinjau secara khusus dari kedudukan pengusahanya sendiri atau ilmu usahatani yaitu menyelidiki cara-cara seorang petani sebagai pengusaha dalam menyusun. tenaga kerja.4 Usahatani Menurut Soekartawi dalam Shinta(2011) ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu.2. Oleh sebab itu dalam analisis ketenagakerjaan dibidang pertanian. penggunaan tenaga kerja dinyatakan oleh besarnya curahan tenaga kerja. mengatur dan menjalankan perusahaan itu. Dalam analisa ketenagakerjaan juga dibutuhkan pembedaan tenaga kerja pria. usahatani merupakan pertanian rakyat dari perkataan farm dalam bahasa Inggris. Dr. Dikatakan efektif bila petani dapat mengalokasikan sumber daya (lahan. Menurut Mosher dalam Shinta(2011). Menurut Adiwilaga dalam Shinta (2011). Setiap usaha pertanian yang akan dilaksanakan pasti membutuhkan tenaga kerja. anak-anak dan ternak. modal) yang dimiliki sebaik-baiknya. Curahan tenaga kerja yang dipakai adalah besarnya tenaga kerja efektif yang dipakai. Mosher memberikan Definisi farm 23 . Pembedaan ini terjadi karena setiap jenis tahapan pekerjaan dalam suatu usaha pertanian adalah berbeda dan faktor kebiasaan juga menentukan (Soekartawi.

modal dan manajemen (Shinta. tenaga kerja. tenagakerja. sinar matahari. bangunan yang didirikan di atas tanah dan sebagainnya. sedangkan usaha tani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat di tempatitu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tubuh tanah dan air. yaitu bagian dari ilmu ekonomi pertanian yang mempelajari cara-cara petani menyelenggarakan usahatani. bangunan-bangunan yang didirikan di atas tanah itu dan sebagainya. apakah ia seorang pemilik. Ilmu usaha tani (farm management). maka dapat disimpulkan bahwa ilmu usahatani adalah Ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien dan efektif pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal. perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan atas tanah itu.perbaikan yang dilakukan atas tanah itu. usahatani adalah suatu tempat dimana seseorang atau sekumpulan orang berusaha mengelola unsur-unsur produksi seperti alam. Berdasarkan pengertian diatas. Sumber daya itu adalah lahan.sebagai suatu tempat atau sebagian dari permukaan bumi di mana pertanian diselenggarakan oleh seorang petani tertentu. 2011). sinar matahari. Usahatani juga dapat diartikan sebagai himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat pada tempat itu yangdiperlukan untuk produksi pertanian seperti tanah dan air. Tujuan usahatani yaitu bagaimana 24 . modal dan keterampilan dengan tujuan berproduksi untuk menghasilkan sesuatu dilapangan pertanian. penyakap atau manajer yang digaji. Sedangkan menurut Kadarsan dalam Shinta (2011). perbaikan.

Dalam ilmu ekonomi dikatakan bahwa petani membandingkan antara hasilyang diharapkan akan diterima pada waktu panen (revenue) dengan biaya(cost) yang harus dikeluarkan (Isaskar. Produktif artinya usahatani itu produktifitasnya tinggi. yaitu mendapatkan keuntungan yang maksimal atau untuk sekuriti (keamanan) dengan cara meminimalkan risiko. maupun terhadap pandangan Rumah tangga akan keberlangsungan dan kemampuannya dalam menerima berbagai pembaharuan. Produktivsitas secara teknis adalah perkalian antara efisiensi (usaha) dan kapasitas (tanah). petani selalu memperhitungkan untung ruginya walau tidak secara tertulis. Tujuan suatu usahatani yang dilaksanakan oleh rumah tangga petani mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengambilan keputusan dan tindakan yang akan diambil. termasuk keinginan untuk memiliki persediaan pangan yang cukup untuk konsumsi rumah tangga dan selebihnya untuk dijual (Soedjana. termasuk teknologi pertanian. 2014).petani dapat memperbesar hasil sehingga kehidupan seluruh keluarganya menjadi lebih baik (Isaskar. Usahatani yang dilakukan oleh rumah tangga petani umumnya mempunyai dua tujuan. 2014). Kapasitas tanah menggambarkan kemampuan tanah itu menyerap tenaga dan modal sehingga 25 . Untuk mencapai tujuan tersebut. 2007). Efisiensi fisik mengukur banyaknya hasil produksi (output) yang dapat diperoleh dari satu kesatuan input. dan biaya yang dikeluarkan disebut biaya produksi. Hasil yang diperoleh petani pada saat panen disebut produksi. Agar tujuan usahatani tercapai maka usahataninya harus produktif dan efisien.

tetapi tidak termasuk tenaga kerja keluarga petani. 2. Biaya Usahatani Biaya adalah korbanan yang dicurahkan dalam proses produksi semula. yaitu untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan memberikan kepuasan petani agar dapat melanjutkan kegiatannya. 1983).lain. Pendapatan Usahatani Pendapatan usahatani merupakan selisih biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diperoleh (Tjakrawiralaksana. 2014). Besarnya pendapatan yang diterima merupakan balas jasa untuk tenaga kerja. pembayaran zakat dan lain. biaya untuk pembelian input produksi seperti bibit. modal kerja keluarga yang dipakai dan pengelolaan yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. kemudian diberi nilai rupiah (Hernanto.memberikan hasil produksi bruto yang sebesar-besarnya pada tingkat teknologi tertentu (Isaskar. 1. Bentukdan jumlah pendapatan memiliki fungsi yang sama. Pendapatan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan- 26 . Biaya tunai atau biaya yang dibayarkan adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah tenaga kerja luar keluarga. yaitu biaya tunai atau biaya yang dibayarkan dan biaya tidak tunai atau biaya yang tidak dibayarkan/diperhitungkan. 1988 dalam Handayani. dalam usahatani dikenal dua macam biaya. Menurut Daniel (2004). 2006) Sedangkan menurut Soekartawi (1986) menyebutkan bahwa biaya atau pengeluaran usahatani adalah semua nilai masuk yang habis dipakai atau dikeluarkan di dalam proses produksi. pupuk. obat-obatan dan bawon panen juga termasuk biaya iuran pemakaian air dan irigasi.

yaitu (1) menggambarkan keadaan sekarang dari suatu kegiatan usahatani. Cukup untuk membayar tenaga kerja yang dibayar atau bentuk-bentuk upah lainnya untuk tenaga kerja yang tidak diupah 2.2. c.5 Teknologi Teknologi secara harfiah memiliki arti segala daya upaya yang dapat dilaksanakan oleh manusia untuk mendapatkan taraf hidup yang lebih baik. juga menyebutkan bahwa analisis pendapatan usahatani mempunyai kegunaan bagi pemilik faktor produksi dimana ada dua tujuan utama dari analisis pendapatan. Dari 27 . Dengan demikian pendapatan yang diterima petani akan dialokasikan pada berbagai kebutuhan. b. Bagi seorang petani. dan (2) menggambarkan keadaan yang akan datang dari suatu kegiatan usahatani. Usahatani dikatakan sukses apabila pendapatan yang diperoleh memenuhi syarat- syarat sebagai berikut: a. analisis pendapatan membantunya untuk mengukur apakah usahataninya pada saat itu menguntungkan atau tidak menguntungkan. Analisis pendapatan usahatani sendiri sangat bermanfaat bagi petani untuk mengukur tingkat keberhasilan dariusaha taninya. Cukup untuk membayar bunga modal yang ditanamkan (termasuk pembayaran sewa tanah atau pembayaran dana depresi modal).kebutuhan dan kewajiban-kewajiban. Cukup untuk membayar semua pembelian sarana produksi termasuk biaya angkutan dan biaya administrasi yang mungkin melekat pada pembelian tersebut. Soeharjo dan Patong (1973).

dan majalah). sistem atau lingkungan. dan biomolekuler dikuasai dengan baik maka hal tersebut merupakan pintu gerbang menuju penguasaan bioteknologi. serta informasi yang diwadahi oleh sistem dan organisasi (document embedded technology). yaitu : 1. dapat berwujud fisik yang melekat pada mesin dan peralatan (object embedded technology). Teknologi dibutuhkan oleh manusia baik berupa benda fisik. keahlian dan keterampilan. mengumukakan lima sifat pokok teknologi yang perlu dipahami. 2. Tjakraatmadja dalam Sa’id dkk (2004). Setelah tiba di Indonesia. Sebagai contoh pada dekade 1980-an Indonesia pernah mengimpor traktor yang digunakan untuk mengolah sawah yang luas. genetika. mikrobiologi. Ilmu pengetahuan dan praktik atau percobaan merupakan prasyarat untuk tumbuh dan berkembang teknologi. 3. Teknologi dapat berupa kompetensi yang melekat pada diri manusia (human embedded technology). Jika ilmu pengetahuan. tetapi teknologi juga seringkali berdampak negatif bagi suatu usaha. maupun berupa dokumen informasi (seperti buku. Teknologi tidak memberikan nilai guna jika tidak diterapkan (tidak terbagi dan terpakai secara tepat guna).definisi tersebut diketahui bahwa tujuan akhir dari penggunaan teknologi adalah kesejahteraan hidup. seperti biokimia. jurnal. alat tersebut ternyata tidak dapat 28 . Teknologi diperoleh melalui suatu proses yang dikembangkan oleh manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman yang cukup (Sa’id dkk 2004). Teknologi yang dikuasai akan semakin berkembang jika sudah terbagi dan termanfaatkan.

Komoditas yang dipanen tersebut selanjutnya akan melalui jalur-jalur tataniaga.2.6 Panen Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam). teknologi dapat ditemukan dikembangkan. 2. terutama dalam hal perlindungan paten atau hak cipta. sedangkan lahan sawah di luar pulau Jawa walaupun luas tetapi sangat sedikit jumlahnya. dijual. sampai berada di tangan konsumen. dicuri. 29 . Dengan demikian. tapi merupakan awal dari pekerjaan pasca panen. traktor dalam kapasitas besar tersebut tidak berdaya guna dan tidak tepat sasaran. Umumnya teknologi digunakan untuk kesejahteraan masyarakat atau meningkatkan kualitas hidup manusia. digunakan karena ukuran lahan sawah di Jawa kecil-kecil. Pemanenan merupakan kegiatan yang sangat menentukan dalam kegiatan operasional dan seringkali merupakan bagian termahal dari kegiatan produksi. 5. perlindungan yang diberikan terhadap suatu teknologi harus memadai. dibeli. atau tidak bernilai guna jika teknologi yang dimiliki sudah kadaluarsa. teknologi merupakan faktor penting dalam pengembangan ekonomi suatu wilayah. Sebagai salah satu aset perusahaan. Dengan demikian. Oleh karena itu. yaitu melakukan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran. Hal ini menunjukan bahwa teknologi bersifat dinamis dan memiliki siklus hidup yang sama dengan siklus hidup produk. 4. Panjang pendeknya jalur tataniaga tersebut menentukan tindakan panen dan pascapanen yang bagaimana yang sebaiknya dilakukan.

batang. dengan kerusakan yang minimal. Petani di dalam melakukan pemanenan sebagian besar sudah menggunakan tenaga mesin. bagian yang dipisahkan tersebut sudah tentu adalah buah. petani didalam melakukan panen dapat menggunakan tenaga manusia dengan cara manual yaitu dengan bantuan ani-ani atau alat arit sebagai pemotong batang padi atau dengan penggunaan mesin panen. bagian-bagian tersebut dapat berupa daun. maupun buah. Dalam usaha tani padi sawah misalnya. Menurut Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura (1999) tujuan pemanenan padi adalah untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal. sedangkan pada tanaman sayuran. pada tanaman hias. dilakukan secepat mungkin dan dengan biaya yang rendah. istilah pemanenan diartikan sebagai upaya memisahkan bagian tanaman yang memiliki nilai ekonomis dari tanaman induknya. menggantikan tenaga manusi dan hewan. Pemanenan merupakan bagaian akhir yang sangat ditunggu-tunggu oleh petani didalam melakukan usaha taninya. Pada dasarnya yang dituju pada perlakuan panen adalah mengumpulkan komoditas dari lahan penanaman. Secara sederhana. mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. akar. Sementara itu. Pada tanaman buah-buahan. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. bagian tanaman yang dipanen dapat berupa bunga berikut tangkainya (tanaman hias berbunga) atau daun berikut tangkainya (tanaman hias tidak berbunga). Tenaga mesin yang sering digunakan petani adalah 30 . pada taraf kematangan yang tepat.

melaporkan bahwa semakin banyak anggota kelompok pemanen. kehilangan hasil hanya 4. Jumlah anggota pemanen 50 orang (sistem keroyokan) akan meningkatkan kehilangan hasil sampai 9. Hasilnya menunjukkan bahwa kehilangan hasil pada pemanenan sistem kelompok relatif rendah. Rinciannya adalah gabah rontok saat pemotongan padi 1. sebagai alat untuk pemanenan. sedangkan jika anggota pemanen 20 orang. kehilangan hasil pada sistem keroyokan sangat tinggi. kehilangan hasil akan semakin tinggi karena setiap anggota berpotensi menyebabkan kehilangan hasil panen. gabah tercecer saat penggebotan (perontokan) 4. Untuk lebih jelasnya.97%.56%.9%. Hasbullah (2008) telah menguji coba pemanenan padi sistem kelompok dengan menggunakan kelompok jasa pemanen dan jasa perontok serta mengamati besarnya ceceran gabah.34%. Dengan kemampuan pemanen masing-masing 135 dan 132. dan gabah yang tidak terontok 8. gabah tercecer dari malai 1. gabah tercecer dari malai 0. Sebaliknya.31%.Combin Hasvester. Kehilangan hasil tersebut terdiri atas gabah rontok saat pemotongan padi3.85%.86%.75%. dan gabah yang ikut terbuang bersama jerami dari mesin perontok 1. Titik kritis kehilangan hasil pada pemanenan padi terjadi pada tahap pemotongan dan pengumpulan potongan padi serta perontokan. Setyono (2009).75%. yakni 3. kehilangan hasil panen (susut) berdasarkan cara panen yang digunakan akan di uraikan dalam bentuk tabel sbb: 31 . yaitu 18.59%.6 jam/orang/ha (Nugraha. Hal tersebut merupakan inovasi yang di dorong dari fakta yang menyatakan bahwa Sistem panen pada cara tradisional secara jelas mempengaruhi kehilangan hasil panen. 1994).39%.

32 .

19 Lain-lain 1.30 Penggilingan modifikasi II 1.30 Penggilingan modifikasi I 1.33 Paket C Panen dengan reaper 6.9 8 Penggilingan konvensional 2. (2007).19 Jumlah susut (%) 6.90 Pengeringan dengan flat bed dryer 2.00 Perontokan dengan power thresher 1.80 Perontokan dengan pedal thresher 4.61 Jumlah susut (%) 13. 75 Pengeringan di lantai jemur 2.19 Lain-lain 1.09 Paket B Panen dengan sabit bergerigi 7.52 Perontokan dengan dibanting (gebot) 4.Tabel : 2 Susut panen padi berdasarkan cara panennya Teknologi alternatif Tahap Susut (%) Paket A (cara petani) Panen dengan sabit tradisional 9.00 Paket E Panen dengan combine harvester 2.61 Lain-lain 0.30 Penggilingan modifikasi II 0.61 Jumlah susut (%) 19. 3 Nugraha et al. 2 Thahir (2000).98 Penggilingan konvensional 2.00 Perontokan dengan power thresher 1. (1994).00 Paket D Panen dengan paddy mower 2.50 Pengeringan dengan flat bed dryer 2.79 Pengeringan di lantai jemur 2.90 Pengeringan dengan flat bed dryer 2.19 Lain-lain Jumlah susut (%) 21.61 Jumlah susut (%) 8.19 Lain-lain 1. Tjahjohutomo 33 .60 Sumber: 1 Purwadaria et al.

Hal ini terutama terjadi bila tenaga pemanen yang membuat ikatan itu juga terikat di tempat lain. Pemanenan dengan sistem ceblokan adalah pemanenan padi yang dilakukan oleh tenaga pemanen dalam jumlah terbatas yang sebelumnya para tenaga pemanen tersebut ikut merawat tanaman padi termasuk menyiangi atau ikut menanam padi tanpa mendapat bayaran dari pemilik sawah. (1993) cara panen ceblokan memiliki kelebihan yaitu dalam ha1 pengawasan. yakni bisa mencapai 100-200 orang per hektar. Menurut Suparyono et a1 (1993) cara panen bebas memiliki kelebihan yaitu dalam ha1 kecepatan dan kemandirian pemanen. Pemanen bersifat tidak saling terikat atau bersifat individualis. Pada sistem ini. Menurut Suparyono. Tenaga penderep diluar keiompok penceblok tidak dibolehkan ikut memanen padi pada sawah tersebut. karena penderep saling bersaing untuk mendapatkan jumlah padi sebanyak-banyaknya. Pemanenan dengan sistem bebas (keroyokan) adalah pemanenan padi yang dilakukan oleh para penderep dalam jumlah yang tidak terbatas. Panen harus 34 . Berbicara tentang Sistem Panen Menurut Setiawati. (1990) ada beberapa sistem pemanenan yang sudah berkembang. yaitu sistem bebas (keroyokan). Akibatnya pemanen hanya memperhitungkan kecepatan dan mengabaikan ketelitian sehingga kehilangan hasil panen cukup besar. Oleh karena tenaga pemanen telah terikat kontrak dengan pemilik sawah maka panen berjalan sangat lamban. sistem ceblokan dan sistem tenaga borongan (beregu). Namun kelemahannya adalah sistem pengawasannya sulit dilakukan secara intensif. penderep tidak memanen dengan hati-hati. Namun kelemahannya yaitu pada keterikatannya. sehingga kehilangan hasil saat panen akibat tercecer atau tidak terpanen dapat dikendalikan.

ani Bentuk khas ani-ani adalah suatu pisau kecil yang terbuat dari logam tipis dengan panjang kurang lebih 10 cm dan lebar kurang lebih 1 cm . Sistem pemanenan merupakan cara yang digunakan oleh petani dalam memaksimalkan hasil panen dari komoditi yang di usahakan. Araullo.002 ha/jam-orang. b. Kerontokan gabah sekitar 16 – 30 % (Cara mengukurnya dengan meremas malai dengan tangan). Kadar air berkisar 21 – 26 % d. Sabit Bentuk khas dari sabit adalah pisau yang cekung dengan sisi tajam disebelah dalam. Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras. 1.masing petani. b.dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Menurut Rumiati dan Soemardi (1982) bahwa panen dengan sabit 35 . Sisi dalam ini ada yang bergerigi dan ada yang tidak (Djojo martono. Perbedaan persepsi dari petani menjadikan perbedaan cara dalam sistem panen yang adopsi oleh masing. 95 % gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering. Djojomartono (1984) mengemukakan bahwa kapasitas pemanenan dengan ani-ani untuk padi jenis IR-38 adalah 0. (1976) mengemukakan bahwa kapasitas pemanenan dengan ani-ani adalah sebesar 15 kg padi/orang/jam. 1984). Umur optimal malai 30 – 35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga (HSB) c. Cara Panen Tradisional a. Ani. Adapun tanda-tanda padi siap panen adalah: a.

pembersih dan tempat penyimpan gabah bersih. Cara potong bawah merupakan cara yang paling umum dilakukan (74. pisau pemotong.35 m/dt dengan kapasitas pengisian gabah 350 kg/jam. Collier. Cara panen mekanis dengan Combine harvester Combine harvester mempunyai fungsi yang lebih tinggi dibanding mesin panen pendahulunya.3%). lebar pemotongan 3. untuk memanen padi jenis IR-38 kapasitas dari tpre besar 1.1%) dan cara potong atas adalah cara yang paling jarang dilakukan (8.2 meter.rata kemampuan memotong padi berkisar antara 60 - 100 kg gabah bersih dengan waktu kerja 5 jam sampai dengan6 jam. 158 jam- orang untuk panen dengan sabit potong tengah setiap hektarnya. Sedangkan pada tipe kecil yang panjang pisau pemotongnya 50 cm dengan kapasitas lapang 0. Lebar pisau mesin ini 4. dan588 jam- orang setiap hektarnya untuk panen dengan ani-ani 2. pemisah biji dan malai.76 m/det. Mesin ini dapat dibedakan menjadi combine berukuran besar dan combine berukuran kecil. yaitu memotong rumpun. merontokkan dan membersihkan bulir-bulir padi dari kotoran.10% . (1973) menerangkan bahwa rata.067 ha/jam dengan efisiensi lapang 64. Hasil penelitian Wanders (1981) di Jawa Barat menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu 132 jam-orang untuk panen dengan sabit potong bawah setiap hektarnya. unit perontok (thresher unit).dilakukan dengan cara potong atas. yaitu unit pengumpul dan penggulung malai (reel). unit pemasukan malai. Kecepatan maju 0. Hasil penelitian di Perum Sang Hyang Seri Sukamandi. sehingga setelah pemanenan dapat langsung menghasilkan gabah bersih.04 ha/jam.9 meter dan kecepatan maju 0. 36 . Jawa Barat. potong tengah dan potong bawah. Combine terdiri dari komponen-komponen.

37 . Setelah diketahui biaya. dan untuk merencanakan produksi dan penerimaan minimal agar usahatani tetap berjalan dan atau mendapat keuntungan. Tujuannya ialah untuk memperoleh hasil yang maksimal dari setiap kegiatan usahataninya.2. Hasil yang maksimal dapat di peroleh dengan penerapan mekanisasi pertanian yang salah satunya pada sistem panennya.3 Kerangka Pikir Petani yang pada hakikatnya adalah seorang usahawan yang pada kegiatannya mengorganisasikan berbagai input produksi. Tujuan menghitung penggunaan tenaga kerja setelah mekanisasi usahatani padi sawah untuk mengetahui sejauh mana mekanisasi mampu mengurangi biaya tenaga kerja. penerimaan. pendapatan dan tenaga kerja untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan antara usahatani padi sawah sebelum mekanisasi dengan usahatani padi sawah setelah mekanisasi. penerimaan. Selanjutnya dilakukan analisis kelayakan dengan analisis R/C Rasio untuk mengetahui apakan usahatani dengan penerapan mekanisasi sudah layak atau tidak. pendapatan dan tenaga kerja dilakukan uji beda (paired sample test) terhadap biaya. dan keuntungan petani yang merupakan selisih antara penerimaan dan biaya. Penelitian ini menganalisa perbedaan usahatani padi sawah sebelum mekanisasi dengan usahatani padi sawah sesudah mekanisasi menggunakan alat panen combine harvester yang berdampak terhadap efesiensi biaya untuk meminimalisir pengorbanan yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan dalam usahatani Penerimaan yang merupakan semua hasil penjualan yang diterima petani. yang salah satunya ialah tenaga kerja.

Dan pengguanaan lahan untuk usaha tani padi yaitu 419 hektar. Dengan luasan lahan pertanian padi yang relatif sempit. walaupun indikator tersebut juga tidak salah bagi petani yang masih awam terhadap kelayakan suatu usaha tani. berdasarkan Data Badan Pusat statistik luas wilayah kecamatan tanggetada yaitu 688. Secara umum aktifitas petani dalam meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangganya dihadapkan pada kegiatan proses produksi dengan menggunakan faktor produksi. tingkat produksi dan pendapatan serta 38 . atau sekitar 0. Pendapatan usaha tani sering dijadikan indikator oleh petani sebagai suatu keberhasilan dalam mengelola usaha taninya. Kelayakan usaha tani dapat dibedakan menjadi dua yakni keayakan finansial dan kelayakan ekonomi atau kelayakan sosial. Dengan penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usah tani padi kelayakan investasi secara finansial dan ekonomi. sedangkan kelayakan finansial lebih memberikan manfaat (benefit) secara langsung kepada petani. Di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka merupakan daerah dataran rendah yang masyarakatnya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. maka dalam upaya peningkatan pendapatan usaha tani padi dapat dilakukan melalui pemanfaatan mesin pertanian yang merupakan inti dalam penerapan mekanisasi pada sektor pertanian. off-farm dan non-farm untuk memperoleh pendapatan.08 persen dari total luasan wilayah kecamatan tanggetada. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan tersebut tentunya menjadi tolak ukur bagi rumah tangga petani untuk menentukan kemampuan ekonominya.. Kegiatan produksi ini terjadi dalam bentuk aktivitas on-farm.878 ha. yang sektor di tingkat pertama adalah perkebunan.

Usahatani Padi Sawah Mekanisasi zzzPertanian Panen Padi (combine harvester) sebelum Sesudah penerimaan Uji Beda Biaya Paired Sample Test Pendapatan Tenaga Kerja analisis Kelayakan: Ada perbedaan R/C Rasio sebelum dan sesudah mekanisasi panen padi Layak Tidak layak Tidak Layak Gambar. 1 Skema kerangka pemikiran 39 .apapun dampak yang terjadi pada petani dan lingkunganya merupakan tujuan dari dilakukanya penelitian ini.

Maka sesuai dengan permasalahan diatas maka hipotesis penelitian ini dapat diambil berupa : Penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi memiliki dampak positif yang cukup besar bagi petani padi sawah di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka. 40 .2. hendaknya dilakukan dengan membuat suatu hipotesis yang merupakan asumsi atau jawaban sementara terhadap permasalahan tersebut ( Dekdikbud. U T 1984/1985 ).4 Rumusan Hipotesis Untuk mendapatkan jawaban yang benar dari suatu permasalahan pada suatu penelitian ilmiah.

disusun. setelah observasi awal yang dilakukan oleh penulis yaitu sebagian besar petani telah menggunakan alat panen (combine harvester) dalam kegiatan pemanenan padi. 1991). Selanjutnya menerapkan hubungan. Yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil. Dari hasil survey data mula-mula dikumpulkan. Survey adalah suatu cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. dan kemudian dijelaskan sehingga memeberikan jawaban tentang fenomena-fenomena yang terjadi. tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut. dianalisis. 3. BAB III METODE PENELITIAN 3.2 lokasi dan waktu penenlitian Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan tanggeatada. pemilihan lokasi 41 . dengan pendekatan wawancara dan pengisian kuesioner.1 Metode Dasar Penenlitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode survey deskriptif. Penentapan lokasi di kecamatan tanggeata dilakukan secara sengaja (purposive). 1996). mulai bulan januari 2018 sampai dengan bulan maret 2018. kabupaten kolaka.L. menguji hipotesis-hipotesis serta menarik kesimpulan dari analisis yang diperoleh (Soeretno dan Arsyad. dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif pada objek yang diteliti (kerlinger.

baik hasil perhitungan maupun pengukuran daripada karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. 1999:92). populasi adalah keseluruhan gejala atau satuan yang ingin diteliti. namun yang peneliti harapkan nantinya hasil penelitian ini bisa menjadi acuan dalam pengembangan usaha tani padi di kecamatan tanggetada. teknik pengambilan sampel ini memastikan setiap unsur mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Peluang yang sama berarti setiap unsur mempunyai probabilitas yang sama untuk dijadikan sampel (Eriyanto. 3. Sampel yang dipilih akan menjadi sumber data dalam suatu penelitian. dan untuk memepermudah penelitian.didasarkan pada kemampuan peneliti dalam menjangkau lokasi.3 populasi dan sampel Populasi ialah semua nilai. Populasi responden penelitian ini adalah petani padi (pemilik-penggarap) yang tersebar di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka yang jumlahnya sekitar 319 KK.2009:42). Dengan kata lain. Sampel adalah bagian dari populasi yang diinginkan (Prasetyo dan Lina. Walaupun kecamatan tanggetada bukanlah sentra tanaman padi di kabupaten kolaka. Populasi berkenaan dengan besarnya anggota populasi serta wilayah penelitian yang dicakup. Tujuan di adakannya populasi ialah agar kita dapat menentukan besarnya anggota sampel yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlakunya daerah generalisasi (Usman dan Pramono. Untuk menentukan jumlah sampel dari populasi yang ada dalam penelitian ini 42 . Metode penetapan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan Sampel acak sederhana (simple random sampling). 2005:119).

setiap desa yang berusaha tani padi Jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 petani dengan tingkat homogenitas yang tinggi di tinjau dari segi kepemilikan lahan (petani pemilik) 43 . jumlah sampel yang akan terpilih sebanyak 76 petani dari total tiga desa yang mengembangkan usaha tani padi yaitu desa oneha.maka peneliti menggunakan rumus Taromayane dengan presisi 10% dan dengan tingkat kepercayaan 90% (Rachmat. dan desa lamedai. Nama atau nomor tesebut kemudian diundi untuk mengambil sampel sebanyak yang diperlukan. jumlah sampel sebanyak 76 orang petani dan buruh tani yang diambil secara random sampling/secara undian.19 = 76. Cara ini diawali dengan membuat daftar lengkap nama/nomor subjek yang memenuhi karakteristik sebagai populasi. n = N N (d)²+1 Keterangan : n = sampel N = jumlah populasi d = presisi 10% atau 0.133(dibulatkan 76 orang).1)²+1 n = 319 4. 1987:82).1 Berdasarkan data yang ada maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak : n = N N (d)²+1 n = 319 319 (0. desa lalonggolosua. Jadi.

1996: 111). 1986: 100). Kuesioner 44 . studi observasi observasi merupakan pengamatan langsung dilakukan terhadap objek ditempat terjadinya atau berlangsungnya peristiwa.1977). yaitu data primer dan data sekunder. atau dengan dan dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner. dan biaya tanpa mengurangi tingkat akurasi dan penelitian (Wirantha. tenaga. yaitu daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. 3.4 teknik pengumpulan data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam data. 2006). Dalam penelitian ini penulis menggunakan tekhnik sebagai berikut: 1. tapi populasi diatas lebih dari seratus maka bisa ditarik 10-15 % hingga 20. Studi wawancara Wawancara merupakan “alat pengumpul data dengan mempergunakan Tanya jawab antara pencari informasi dan sumber informasi” (Hadari Nawawi. sehingga observer berada bersama objek yang diselidiki” (Hadari Nawawi. Selain itu ada juga beberapa dasar pertimbangan yaitu untuk menghemat waktu. dalam pengumpulan data peneliti dapat menggunakan wawancara tidak terarah (non directed). yakni wawancara yang bersifat santai. bebas dan memberi informan kebebasan sebesar-besarnya untuk memberikan keterangan yang ditanyakan. (Arikunto.dan status profesinya (mata pencaharian utama) sebagai seorang petani padi.25 % atau diatasnya. Pengambialan sampel sebesar 10 % sudah dapat mewakili populasi. 2. jika populasi dibawah 100 maka semua dijadikan sampel jenuh.

dan sebagainya” (Suharsimi Arikunto. kabupaten kolaka. 3. agenda. provinsi sulawesi tenggara. Studi dokumentasi Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui pencatatan dan menyelidiki terhadap dokumen-dokumen yang ada pada objek penelitian. Baik pada studi observasi ataupun wawancara. legger. seperti buku-buku. 3. Analisis deskriptif adalah suatu motode dalam meneliti status sekelompok manusia. artinya responden hanya menjawab pertanyaan dengan memilih jawaban yang telah disediakan. buku-buku. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat 45 . data sekunder diperoleh dari instansi terkait bahan-bahan pustaka dan literatur lainya yang dapat menunjang penelitian. notulen.5 Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengetahui dampak dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usaha tani padi di kecamatan tanggetada. ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.yang diberikan merupakan daftar petanyaan tertutup. 1989: 188). catatan harian dan dokumen yang berkenaan dengan permasalahan yang akan diteliti. Teknik dokumentasi adalah “teknik mencari data-data mengenai hal hal atau variabel berupa catatan transkip. suatu set kondisi. kedua-duanya adalah tekhnik pengumpul data yang bersifat primer. arsip-arsip. suatu objek. suatu sistem pemikiran. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini dimaksud untuk mendapat data-data yang berupa catatan dan foto-foto yang berkaitan. majalah. surat kabar. Studi dokumentasi merupakan pengumpulan data-data sekunder atau data pelengkap dari data primer yang telah didapatkan.

Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert. dengan melakukan penjelajahan. sifat-sifa serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Moh. 4. Tidak (setuju/baik/) atau kurang Skor 3. dan bentuk pertanyaan negatif untuk mengukur skala negatif. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:  Pertanyaan Positif (+) Skor 1. 3. 2005: 54). gambaran atau lukisan secara sistematis. Dengan metode ini peneliti akan berusaha menggambarkan tentang segala sesuatau secara obyektif berdasarkan fakta-fakta yang ada pada masa sekarang. terdapat dua bentuk pertanyaan. 2.deskripsi. kemudian dilakukan pengumpulan data sampai mendalam. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala likert yang memaksa orang untuk memilih salah satu kutub karena pilihan “netral” tak tersedia. 4. factual dan akurat mengenai fakta-fakta. Pertanyaan positif diberi skor 5. yang merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif maupun negatif terhadap suatu pernyataan. Dalam penggunaan skala Likert. yaitu bentuk pertanyaan positif untuk mengukur skala positif. dan 1. mulai dari observasi hingga penyusunan laporan. sedangkan bentuk pertanyaan negati diberi skor 1. Netral / Cukup 46 . 2. Nazir. Data yang diperoleh melalui angket kemudian di analisis dengan menggunakan skala Likert. dan 5. 3. responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Sangat (tidak setuju/buruk/kurang sekali) Skor 2.

Tidak (setuju/baik/) atau kurang Skor 5. Selanjutnya untuk mengetahui interpretasi responden terhadap nilai yang dihasilkan dengan menggunakan rumus Index %. 47 . Sangat (tidak setuju/buruk/kurang sekali) Selain itu. Sangat Tidak Penting (STP). yang dapat berupa kata-kata antara lain: Sangat Penting (SP). Tidak Penting (TP). Netral / Cukup Skor 4. Ragu-ragu (R). (Setuju/Baik/suka) Skor 3. jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert bisa juga mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Rumus Index % = Total Skor / Y x 100 Rumus untuk megetahui skor: T x Pn T = Total jumlah responden yang memilih Pn = Pilihan angka skor Likert Sebelum menyelesaikannya kita juga harus mengetahui interval (rentang jarak) dan interpretasi persen agar mengetahui penilaian dengan metode mencari Interval skor persen (I). Skor 4. Sangat (setuju/Baik/Suka) Skor 2. Sangat (setuju/Baik/Suka)  Pertanyaan Negatif (-) Skor 1. (Setuju/Baik/suka) Skor 5. Penting (P).

KUESIONER (Alat penyaring data dengan pendekatan wawancara) DAMPAK PENERAPAN MEKANISASI PERTANIAN PADA SISTEM PANEN USAHA TANI PADI DI KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA O L E H Agus sutiadi B1A214126 Agribisnis FAKULTAS PERTANIAN PERIKANAN PETERNAKAN (FPP) UNIVERSITAS SEMBILAN BELAS NOVEMBER KOLAKA 2017 48 .

Kami meminta kesediaan saudara untuk membaca pertanyaan dengan teliti 2.Laki-laki b. Status : II. Identitas Responden : 1 Usia : 2. Mekanisasi Pertanian (Variabel Bebas) (X) 6. Diploma/Sarjana 4. 11-12 tahun d. Kemudian kami meminta saudara menjawab jujur. SD b. benar dan jelas 3. >15 tahun 5. Berilah tanda silang (X) pada salah satu nama jawaban tersebut I. SMP c. Prempuan 3. 1-5 tahun b. 6-10 tahun c. Jenis Kelamin : a. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER 1. SMU (Sederajat) d. Lama Bekerja : a. Apakah Bapak/Ibu telah menggunakan mekanisasi pertanian (alat dan mesin) pada panen padi yang Bapak/Ibu kelola? 49 . Pendidikan terakhir : a.

Lebih dari satu hektar b. Bapak/Ibu menggunakan alat? a. Ragu-ragu b. Lahan milik sendiri b. Tidak menguntungkan 50 . 3 kali 10. Tidak menggunakan c. Kadang-kadang 7. Tenaga manusia c. Kurang dari satu hektar 8. Lahan yang Bapak/Ibu usahai adalah : a. Menggunakan b. 2 kali c. Lahan yang disewa dari orang lain 9. Dengan adanya mekanisasi pertanian. a. Tenaga hewan 11. Berapa kali Bapak/Ibu panen dalam satu tahun ? a. bagaimanakah hasil panen padi Bapak/Ibu saat ini? a. mesin panen (combine harvester) b. Satu hektar c. Dalam memanen padi. 3 kali b. Lebih menguntungkan c. Berapa luas lahan pertanian yang Bapak/Ibu usahai? a.

.Kg 15....... Ragu-ragu III...... 51 ............................ Tidak mampu c.... Berapakah hasil setiap kali panen Bapak/Ibu setelah menggunakan mekanisasi pertanian? :.............. Apakah dengan penerapan teknologimesin panen (combine harvester) dapat membantu memudahkan pekerjaan Bapak/Ibu? a......... Dengan adanya mekanisasi pertanian .................... Tidak membantu 13...........................Kg 14....... sebutkan pekerjaan sampingan Bapak/Ibu tersebut: .......... Sangat membantu b............12............... Berapakah hasil setiap kali panen Bapak/Ibu sebelum menggunakan mekanisasi pertanian? :.............. Ya b........ Status Sosial Ekonomi Buruh Tani (Variabel terikat) (Y) 16. Apakah Bapak/Ibu memiliki pekerjaan sampingan selain sebagai petani? a.............. apakah kebutuhan rumah tangga Bapak/Ibu dapat terpenuhi bila dibandingkan dengan sebelum adanya mekanisasi pertanian? a......................... ........... Cukup membantu c............... Tidak Jika ada..... Mampu b.....

Apakah penghasilan Bapak/Ibu sebagai petani padi dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? a. Bagaimana hubungan sosial yang terjadi di antara sesama buruh tani maupun antara buruh tani dengan petani pemilik ladang? a. Dari segi pendapatan yang Bapak/Ibu terima sekarang ini. Tidak 18. pemilik lahan dan buruh tani setelah adanya mekanisasi pertanian? a. apakah mengalami perubahan dari pendapatan yang anda terima sebelumnya (sebelum alih teknologi) ? a. Ada b. pemilik lahan dan buruh tani sebelum mekanisasi pertanian? a. Apakah perubahan hubungan sosial atau kekerabatan yang timbul di antara sesama petani. Tetap c. Ada b. Apakah ada hubungan sosial atau kekerabatan yang timbul di antara sesama petani. Menurun 52 . Meningkat b. Terjalin baik b.17. Tidak terjalin baik 21. Tidak ada 20. Tidak ada 19. Ya b.

Lancar b. Tidak baik 27. Apakah dampak dari peralihan teknologi yang sekarang sangat berdampak pada penghasilan Bapak/Ibu yang diterima? a. Terancam bubar Terima Kasih atas kesediaan waktu dan jawaban anda terhadap pertanyaan yang telah saya berikan. Bagaimana hubungan sosial yang Bapak/Ibu ikuti setelah adanya pemakaian teknologi ini? a. Baik b. apakah berdampak bagi hubungan sosial yang telah dibangun oleh masyarakat pada umumnya? a. Ya b. Kurang baik c. Tidak sama sekali 25. Bagaimana hubungan antara buruh tani dengan petani pemilik lahan pada masa sekarang ini? a. Tidak berpengaruh 26. Sangat berpengaruh b. Tetap c. Dengan adanya perubahan dari segi struktur jumlah buruh tani yang dibutuhkan saat panen. 53 . Cukup berpengaruh c.22.

Analisis dampak penerapan mekanisasi Usahatani padi terhadap pendapatan dan Tenaga kerja di desa namu ukur utara Kecamatan sei bingei kabupaten langkat. Panen dan fisiologi lepas panen: hortikultura.1995. Lampung: Tidak Diterbitkan pramudya. Pembangunan pertanian indonesia edisi 2. Analisis Pemilihan Cara Panen Dan Perontokan Padi Serta Kebutuhan Peralatan Di Kecamatan Jatisari. alief ya .artikata. Utami. Priyatno. 2014.1. html. aris. Jakarta. 2012. bambang (1996).2 hlm. DAFTAR PUSTAKA Handaka.diakses pada tanggal 13 Maret 2012 pukul 09. Faoziah. (1997). volume 2 no. reky. sulis . Tidak diterbitkan Hendrawan. 2016. 9.2010. Hal 1-3.11 No. mekanisasi.com/arti. Karawang.2014. 34027. siti. Strategi pengembangan bpt mekanisasi Pertanian jawa barat dengan pendekatan Proses hirarki analitik. Medan: sumatera utara http:www.12 WIB). Vol. Jurnal pertanian. 54 . Yogyakarta. Penerapan Mekanisasi Pertanian. jurnal peranian. Graha ilmu. Institut Pertanian Bogor Hutomo. strategi pengembangan alat dan mesin pertanian untuk usahatani tanaman pangan. restu ilvia. Bogor: Institut pertanian bogor. jawa barat. Rochaeni. Kontribusi mekanisasi pertanian Dan teknologi pasca panen pada sistem dan usaha agribisnis.

55 .