You are on page 1of 1

BAB I

PENDAHULUAN

.1 Latar Belakang Masalah
Anak usia sekolah pada masa perkembangannya sering mengalami masalah
gizi terutama gizi kurang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan
anak usia sekolah. Penyebabnya ialah tingkat ekonomi yang rendah dan asupan
makanan yang kurang seimbang serta rendahnya pengetahuan orang tua. Anak
sekolah dengan pola makan seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik.
Gizi yang optimal sangat diperlukan pada anak usia sekolah karena dampaknya
secara langsung berkaitan dengan pencapaian sumber daya manusia yang
berkualitas.1,2
Asupan makanan yang tidak seimbang bisa mempengaruhi status gizi anak
usia sekolah. Kebiasaan hanya menyukai satu atau dua jenis makanan tertentu,
jarang sarapan pagi, anak menjadi lebih suka jajan, kurang konsumsi makanan
berserat seperti sayur maupun buah, dan anak lebih cenderung mengkonsumsi
makanan cepat saji atau instan merupakan kebiasaan tidak sehat yang sering
dilakukan oleh anak.5
Akibatnya, anak tidak memiliki asupan makanan dengan gizi seimbang
sehingga berdampak pada masalah kesehatan dan gizi anak. Faktor sosial ekonomi
khususnya kemiskinan merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi gizi anak.
Anak yang berasal dari keluarga miskin cenderung rentan terhadap masalah gizi.
Hal ini berkaitan dengan faktor ketersediaaan makanan, keterbatasan akses
makanan, pendidikan yang kurang dari orang tua, pilihan gaya hidup yang tidak
sehat, dan kurangnya informasi.5,1
Jumlah dan kualitas makanan keluarga ditentukan oleh tingkat pendapatan
keluarga. Pada umumnya kemiskinan menduduki posisi pertama sebagai
penyebab gizi kurang, sehingga perlu mendapat perhatian yang serius karena
kemiskinan berpengaruh besar terhadap konsumsi makanan.6

1