You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menopause merupakan kata yang berasal dari yunani yang artinya “bulan” dan

“penghentian sementara” yang secara medis istilah menopause berarti “menocease”

berdasarkan definisinya menopause itu berhentinya masa menstruasi, bukan istirahatnya

masa menstruasi ( Rosetta, 1993). Menopause adalah dimana titik menstruasi yang

dihadapi wanita ketika tahun-tahun kesuburannya menurun, sehingga bagi sebagian

wanita menimbulkan rasa cemas dan risau sementara bagi yang lain menimbulkan rasa

percaya diri (Bobak, dkk, 2004). Menopause bagi seorang wanita adalah berakhirnya

masa subur dan wanita tidak mendapatkan menstruasi lagi yang di dahului oleh suatu

stadium transisis, suatu fase dimana menstruasi mulai terganggu dan kemudian untuk

selamanya berhenti yang disebut masa “klimakterium” (Aisyah, Tarmizi, 1978).

Berdasarkan pengertian menopause diatas yang sudah diuraikan, maka dapat disimpulkan

bahwa menopause suatu peristiwa yang ditandai dengan berhentinya haid pada

perempuan yang dialami pada 10 umur antara 45 sampai 55 tahun, yang diakibatkan oleh

penurunan hormon estrogen.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tanda gejala menopause
a. Gejala fisik
Gejala fisik yang pada umumnya merasa panas atau hot flashes, terjadi pada saat

dan berlangsung sampai haid benar – benar berhenti, Hot flashes terjadi akibat

peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung.

terbangun dan lama tidak bisa tidur lagi. sering keputihan. kerutan kulit. Bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. nyeri ini bertambah buruk apabila hubungan seks makin jarang dilakukan. cepat lelah. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. merah-merah di tubuh bagian atas. 40% mengalami insomnia berupa kesulitan untuk mulai tidur. 12 levina (1996) mengatakan bahwa wanita menopause sering mengalami masalah yang di . Gelisah. 11 Menumpuknya lemak pada bagian pinggul dan perut. c. gatal. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. susah tidur dan gelisah. dan pusing. Frekwensi haid tidak teratur sejak beberapa tahun menjelang menopause. Jantung sering berdebar. dan berkurangnya gairah seksnya (libido) (Retnowati. mudah tersinggung. Astika (2010) menyebutkan masalah psikologis meliputi : Mudah marah. 1996). Adanya kekecewaan karena merasa dirinya menjadi tua dan tidak menarik lagi. Astika (2010) menyebutkan masalah organis meliputi: Wajah terasa panas. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung. dan terkadang disertai dengan jerawat. b. Hot flashes berlangsung selama 25 . banyak keringat. sulit berkonsentrasi dan mudah lupa (Levina. Perubahan tekstur kulit. terbangun malam sehingga mengantuk di siang hari.30 menit (Levina. depresi. 2001). Serta pada wanita menopause merasakan perasaan terbakar. Vertigo (pusing kepala sebagian). akibat dari terjadinya kekurangan estrogen sehingga vagina yang menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri. Gejala psikis dan emosional Gejala psikis dan emosional menimbulkan perubahan psikis yang berat yaitu kelelahan. Gejala seksual Gejala seksualitas pada wanita menopause. Sulit konsentrasi. 1996).

Kondisi tersebut yang dapat mengakibatkan keinginan seks semakin menurun. punggung dan lengan. Nugraha (2007) menyebutkan masalah kebudayaan juga sangat berpengaruh. Perubahan masa menopause a. banyak dirasakan pada wanita dengan status ekonomi menengah keatas karena mereka lebih memperhatikan kondisinya (Dewi. fisik mengalami ketidak nyamanan seperti kaku dan linu yang dapat terjadi secara tiba-tiba disekujur tubuh. Pada masa menopause ketidakteraturan siklus haid tanda paling umum adalah fluktuasi dalam siklus haid. Fisik Ketika seseorang wanita memasuki masa menopause. Pada wanita menopause yang sangat merasakan gejala sosial ekonomi. Makiyah. 2005). tidak bisa tampil baik mendampingi suami yang meningkat kariernya. Berkurangnya nafsu makan. cenderung ingin dirumah saja (Faisal. bisa juga menyebabkan munculnya bintik merah di dada. rasakan. Keadaan sosial yang dirasakan adalah takut kehilangan fungsi dan ekssistensi sebagai wanita. Gejala sosial ekonomi Pada gejala sosial ekonomi juga mempengaruhi faktor fisik. 2001). Ketidakteraturan ini sering disertai dengan jumlah darah sangat banyak. kesehatan dan pendidikan. Selain itu. Intensitas kilas panas berbeda-beda dan umumnya bertahan antara 30 detik hingga 10 menit (Spencer. sulit tidur dan tidak ada perasaan segar. keadaan ini menimbulkan pancaran panas (hot flashes) merupakan perasaan panas yang muncul sebentar dan membuat wajah serta leher memerah. takut tidak bisa memuaskan atau melayani suami. minder ketemu orang. Karena ada sebuah kebudayaan yang menganggap wanita menopause langsung dikaitkan dengan ketidakmampuan perempuan dalam memberikan kepuasan seksual pada laki-laki. 2006). kadang kala haid muncul tepat waktu tetapi tidak pada siklus berikutnya. takut kehilangan kasih sayang atau suami mencari wanita lain. tidak . d. 3. Kondisi ini kemungkinan diikuti oleh keringat dan perasaan dingin.

Kurangnya aliran darah pada otak megakibatkan perubahan kongnitif diantaranya sulit berkonsentrasi dan muda lupa. Pada wanita menopause sering mengalami gangguan psikologis diantaranya gangguan penurunan daya ingat dan mudah 15 tersinggung. perubahan pada payudara dan meningkatnya kerentanan emosional. seperti volume darah haid yang normal dan mengakibatkan terjadi perubahan fisik (Ibrahim. perubahan ini terlihat saat wanita menglami menopause mengalami kemunduran dalam mengingat (Ali Baziad. mudah curiga (Emi & Proverawati. 2010). dan berkurangnya keasamannya. menurunnya elastisitas vagina. Perubahan psikologis wanita menopause adalah kecemasan. Kondisi fisik yang menyertai wanita menopause antara lain menipisnya otot vagina. Pada wanita yang mengalami menopause perubahan yang sangat mudah di ketahui adalah perubahan fisik yang disebabkan oleh keseimbangan hormonal ketika wanita meengalami menopause meliputi gelora panas (hot flashes). Apa . Psikis Perubahan psikis pada wanita menopause juga menjadi berat. insomnia (susah tidur). depresi (rasa cemas). Serta gejala psikis juga menyertai pada wanita menopause diantaranya mendapatkan rasa panas dalam tubuhnya. 1999). artinya ada orang cemas dan tenang kembali. terjadi perubahan 14 dikulit. hilangnya masa tulang (osteoporosis). akibat dari perubahan seks. tapi kecemasan yang dialami wanita menopause sangat relatife. Serta terjadinya kenaikan berat badan ( Rita. b. berkurangnya cairan vagina. perasaan mudah cemas. dan mudah berkeringat dan wanita yang mengalami menopause mempunyai kelebihan yang dirasakan yaitu dengan wanita mengalami menopause berarti kondisi tubuh menjadi bersih dan kemampuan untuk menjalankan ibadah agama dengan penuh serta ketenangan ( Dwia. berkeringat pada malam hari. 2003). 1994). 2002). kekeringan pada daerah vagina. namun ada yang terus-menerus cemas.

kecemasan akan kemampuan seks . banyak wanita yang meningkat seksnya karena merasa tidak khawatir akan adanya kehamilan yang tidak diinginkan (Hutapea. masalah hubungan antar keduanya. Banyak juga yang mengatakan bahwa semua itu lebih berkaitan dengan hubungan suaminya dari pada menopausenya (Widianto. Ada wanita yang mengatakan bahwa mereka tidak merasakan kehidupan seksualitas sepositif ini semasa menopause. 2005).  Perubahan fisiologik aktivitas seksual Perubahan fisiologik aktivitas seksual akibat proses penuaan bila ditinjau dari pembagian tahapan seksual menurut Kaplan adalah berikut ini :  Fase tanggapan seksual  Pada wanita lansia  Pada pria lansia  Fase desire Terutama dipengaruhi oleh penyakit baik dirinya sendiri atau pasangan. Seksualitas Pada wanita menopause terjadi perubahan seksualitas. Akibat kekurangan estrogen. c. Perubahan hasrat seks mengalami penurunan pada masa premenopause. harapan kultural dan hal-hal tentang harga diri. Desire pada lansia wanita mungkin menurun dengan makin lanjutny usia. Ketika sesudah menopause. bila rasa cemas itu tidak di tanggulangi maka akan mempengaruhi gairah seksual wanita tersebut dan mengakibatkan penurunan kenikmatan serat kepuasan seksual (Puspita. vagina menjadi kering dan mudah cidera sehingga terasa sakit saat senggama.Interval untuk meningkaatkan hasrat melakukan kontak seksual meningkat. 2007). tetapi hal ini bisa bervariasi. Rostianawati. 1992). perubahan yang terjadi adalah hilangnya gairah seksualitas (penurunan libido) yamg dialami wanita menopause.hasrat sangat dipengaruhi oleh penyakit.

ereksi kurang begitu kuat.2 HUBUNGAN SEKSUAL MASA PRE MENOPAUSE . produksi sperma menurun bertahap mulai usia 40 th. testosteron menurun. semburat panas dikulit menurun. volume ejakulat menurun. 2. kekuatan kontraksi otot dirasakan berkurang.  Fase arousal Pembesaran payudara berkurang. dan masalah hubungan antara pasangan. jumlah kontraksi menurun. kemampuan untuk mendapatkan orgasme multipel berkurang dengan makin lanjutnya usia. penguasaan atas ejakulasi biasany membaik. Kemampuan mengontrol ejakulasi membaik. elevasi testis ke perinium lebih lambat dan sedikit. dimana ereksi dan orgasme berikutnya lebih sukar terjadi.  Fase orgasmik(fase muskular) Tanggapan orgasmik mungkin kurang intens disertai sedikit kontraksi. iritasi uretra dan kandung kemih meningkat. Mulai usia 55 th testosteron menurun bertahap yang akan mempengaruhi libido.otot-otot yang menegang pada fase ini menurun. elastisitas dinding vagina menurun. dimana pembangkitan gairah secara segera lebih sukar.  Fase pasca orgasmik Mungkin terdapat periode refrakter. Membutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi.Periode refrakter memanjang secara fisiologis.

bentuk tingkah laku ini bermacam-macam mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku kencan. saling membelai atau meraba (dengan tangan di dalam baju yang lain). panas dan kadang nyeri atau berdarah saat melakukan sanggama. 2004). saling memeluk (tangan di luar baju). Bila lubrikan atau pelembab masih . Perubahan fisiologis akibat pre menopause kadang-kadang mengganggu aktivitas dan gairah seksual pada sejumlah wanita. Kekeringan vagina dan nyeri saat hubungan seksual. Dinding vagina menjadi tipis dan kurang lentur. Objek seksualnya bisa berupa orang lain. Perubahan dapat terjadi pada lubrikasi. yakni : 1. Terdapat rasa pedih. berciuman. orang dalam khayalan. Masalah yang paling sering terjadi adalah vagina yang kering. Jangan gunakan lubrikan dengan bahan dasar petroleum (vaselin). Menurut Pangkahila (2006) beberapa masalah yang dialami wanita menopause ketika berhubungan seksual. Lubrikasi dengan bahan dasar air dapat mengatasi 18 kekeringan vagina yang terjadi. dimana keadaan ini merupakan respon dari bentuk seksual yang berupa ciuman. bercumbu dan bersenggama. dimana hal ini merupakan rencana alamiah untuk meningkatkan gairah seksual bagi persiapan hubungan seksual yaitu : berpegangan tangan. Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Hubungan seksual adalah suatu keadaan fisiologik yang menimbulkan kepuasan fisik. dan percumbuan 17 berpendapat bahwa terdapat empat tingkatan hubungan fisik dalam bercumbuan. pelukan. Vitamin E atau krim pelembab juga dapat digunakan sebagai lubrikan. dinding vagina gairah seksual. 2005). meskipun sebenarnya hanya 20% wanita yang merasakannya. atau diri sendiri (Hidayana. dorongan seksual dan orgasme yang mengakibatkan kegiatan seksual menjadi kurang mengenakkan dan kurang menyenangkan (Kasdu.

Aktivitas tersebut dapat mempertahankan fungsi atau peranan rahim. Kegel Exercise. 2. Stimulasi dan orgasme Beberapa orang wanita mengalami orgasme yang lebih jarang dan kurang kuat saat menopause. 3. Pekerjaan sebagai ibu yang mengurus anak dan suami membuat ibu mempunyai beban ganda.  Stress Depresi menstrual yang dahulu pernah muncul pada masa adolens yang kemudian mengilang dengan sendirinya selama periode reproduktif (menjadi ibu) bisa timbul kembali pada usia klimakterium . kurang menolong maka dapat diberikan krim estrogen vagina untuk mengatasi masalah kekeringan vagina. Pada mereka diperlukan waktu yang lama untuk meningkatkan gairah seksual. Hampir pada semua wanita. sehingga membuat dirinya mencapai titik kelelahan yang berat. hubungan seksual yang teratur atau masturbasi dapat membantu meningkatkan respon dan kenikmatan seksual. Penyebab dari keadaan ini antara lain:  Lelah Akibat dari insomnia menimbulkan perasaan capai atau lelah yang berkepanjangan. Hasrat seksual Hilangnya gairah seksual secara temporer atau jangka panjang terjadi pada sejumlah wanita selama dan sesudah menopause. latihan ini meningkatkan kontraksi otot panggul sekitar vagina yang memembantu penguatan otot-otot vagina. namun rasa-rasa depresif itu selalu saja timbul dengan interval waktu . vagina serta kandung kemih serta meningkatkan lubrikasi vagina. Pada saat ini sekalipun wanita tersebut sudah tidak haid lagi.

Perasaan-perasaan depresif itu tiba bersamaan dengan datangnya siklus menstruasi setiap bulannya.  Efek samping terapi medikamentosa . kolesterol tinggi. Penyakit jantung koroner yang diikuti gagal jantung.  Penyakit Pola makan pada pre menopause tidak seperti saat usia 35-40 tahun.  Masalah psikologis Menurunnya kemampuan berpikir dan ingatan sehingga menimbulkan penyakit pikun atau Alzhaimer. Disamping itu kelebihan makan didalam keadaan tubuh kekurangan hormon dan kemampuan metabolisme dapat menimbulkan penyakit kencing manis. payudara dan perut. sangat emosional dan spontan. merasa tertekan dan sedih tanpa diketahui sebabnya. yang tetap. Gangguan emosi berupa rasa takut menjadi tua dan tidak menarik. hipertensi. Dengan komunikasi diharapkan mendapatkan solusi yang tepat dari pasangan sehingga pasangan dapat menyesuaikan diri selama berhubungan intim. mudah tersinggung dan mudah marah. Seorang wanita perlu mendiskusikan erubahan yang sedang dialami dengan pasangan.  Masalah hubungan pribadi Komunikasi dengan pasangan sangat dianjurkan agar terjadi keharmonisan dalam keluarga. sukar tidur atau cepat bangun. bahwa wanita yang bersangkutan menjadi ”kurang lengkap dan kurang sempurna” disebabkan oleh berhentinya fungsi reproduksi dan haid. anak dan ditinggalkan sendiri. Rasa takut kehilangan suami. Tampaknya depresi tadi bentuk kekecewaan hati dari ibu. akan terjadi kelebihan lemak yang tersimpan pada bokong.

Hal ini masih belum terbukti secara ilmiah. Masa klimakterium merupakan masa yang rawan bagi wanita.3 Rasa tidak enak akibat perubahan fisik yang terjadi selama menopause. Karena sering timbul berbagai penyakit sehingga mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Hormon estrogen terdapat dalam bentuk pil atau injeksi serta krim.  Perubahan hormon Secara menyeluruh sistem hormonal sudah menurun fungsinya sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh yang juga cenderung menurun. Bila masalahnya terletak pada faktor hormonal maka pemberian estrogen akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang terjadi. Namun dalam penggunaannya perlu diingat adanya efek samping. 2. Masalah yang utama adalah akibat keringnya vagina dan rasa nyeri saat hubungan seksual.4 Peningkatan keintiman . Tidak ada kaitan langsung antara kadar estrogen dengan gairah seksual. Kadar hormon. derajat kesehatan umum dan perubahan sosial sehubungan dengan usia serta efek mental dan emosional bekerja sama dalam perubahan seksual selama menopause. Oleh karena itu diperlukan perhatian terhadap pola makan yang sebaiknya menjurus kearah vegetarian . Gangguan hubungan suami istri seringkali menjadi kambuh akibat adanya perubahan-perubahan selama menopause. 2. Menurunnya kadar testosteron diduga berperan dalam penurunan gairah seksual. Gangguan hubungan ini memerlukan penanganan dari seorang ahli seksologi.

tetapi gagal merasakan kenikmatan dan kesenangan yang biasanya dia rasakan. Oral sex Hubungan seksual pasca menopause dapat benar-benar memuaskan bila anda mampu untuk melakukan adaptasi perubahan yang terjadi. Menurut Glasier (2005) bentuk kesulitan tersebut antara lain : 1. Mereka cenderung lebih nyaman penjelasan psikologis serta bentuk pertolongan psikologis. Permainan pendahuluan yang lebih lama akan dapat meningkatakan kesiapan seksual pada wanita. Pelukan. Apabila tidak terjadi rangsangan maka . belaian dan ciuman 2. Memusatkan perhatian pada sensualitas. Seorang wanita mungkin melakukan hubungan intim. Sentuhan. memijat . mengusap. banyak cara untuk menunjukan cinta sebelum melakukan hubungan intim : 1. Rangsangan manual 4. Perubahan yang terjadi pada usia pertengahan memungkinkan untuk melakukan eksplorasi pengalaman seksual 22 yang baru dan berbeda. “sensual baths” 3.5 BENTUK – BENTUK UMUM KESULITAN SEKSUAL Wanita lebih sering melihat kesulitan mereka dalam aspek-aspek ”kualitas pengalaman seksual” dan relevansinya dengan hubungan. 2. keintiman dan komunikasi dapat memperbaiki hubungan seksual. Terdapat berbagai cara untuk memperlihatkan perasaan cinta anda selain hanya sekedar sanggama. Hilangnya kenikmatan Hal ini mungkin merupakan keluhan seksual tersering pada wanita.

3. sekedar pikiran tentang aktivitas seksual sudah menyebabkan ketakutan atau ansietas yang besar sehingga terbentuk suatu pola menghindari kontak seksual. Walaupun obat tertentu dapat menghambat orgasme pada wanita. baik dengan kehadiran pasangannya atau pada semua situasi. Disfungsi orgasme Sebagian wanita secara spesifik mengalami kesulitan mencapai orgasme. penyebabnya sering dapat diidentifikasi dari pengalaman traumatik sebelumnya. 4. pelumasan normal vagina dan pembengkakan vulva tidak terjadi dan hubungan intim dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. tetapi kadang. Vaginismus . Keengganan seksual Pada beberapa kasus. 5. Hilangnya minat seksual Banyak wanita menyadari bahwa mereka mengalami peningkatan minat terhadap seks dan lebih mudah terangsang pada tahap – tahap siklus menstruasi tertentu. walaupun waktunya berbeda setiap wanita. Pada kasus-kasus seperti ini. 24 Tetapi mereka merasa murung sebelum menstruasi biasanya kehilangan minat seksual pada saat tersebut.kadang pangkal masalahnya tetap tidak jelas. namun sebagian besar kasus faktor psikologis tampaknya menjadi penyebab. 2. dan mendapati bahwa fase pasca menstruasi secara seksual merupakan saat yang terbaik bagi mereka.

Gairah seks saya tidak berubah banyak dibandingkan waktu saya berumur 40 tahun. kalau . Suami pernah bilang kok saya masih kayak orang muda. sedangkan kadang ereksi suami tidak baik sehingga saya kurang puas. Vaginismus biasanya adalah kesulitan primer yang dialami wanita saat mereka memulai kehidupan seksual. BAB III 3. Hubungan seks biasa dilakukan seminggu 1-2 kali. tetutama apabila ia sudah pernah melahirkan. tetapi gairah seksualnya hampir tak beda dengan saat umur 40 tahun. apakah dirinya normal. perlu mencari penyebab nyeri atau rasa tidak nyaman lokal yang dapat menyebabkan spasme otot. pada orang usia lanjut biasanya gairah seks menurun. Kalau seminggu tidak berhubungan. Untung suami mengerti. Apabila memang demikian. Apalagi sang suami kewalahan melayani. Kelainan ini jarang timbul kemudian setelah wanita menjalani fase hubungan seksual normal. ia ragu. suami lebih muda 5 tahun. Cairan pun masih lumayan baik.1 Studi Kasus CONTOH KASUS : Usianya kini 65 tahun. Kata orang. rasanya ada yang tidak normal. dan sering menyebabkan hubungan seksual yang tidak sempurna. "Saya berumur 65 tahun. Namun. mengingat kata orang.

suami lebih muda. Jakarta. 3. Saya masih punya cairan meski tidak sebanyak waktu muda.2 ANALAISIS KELOMPOK MENGENAI KASUS Data yang kami peroleh dari kasus tersebut diantaranya : · seorang wanita berumur 65 thn · mempunyai seorang suami berumur 60 thn · masih mengeluarkan cairan pervaginal · masih mempunyai gairah seksual seperti pada usia 40thn · suami nya kewalahan ketika berhubungan seksual · suami nya sudah tidak berereksi denga baik · berhubungan seksual dalam satu minggu bisa mencapai 1-2 kali · kadang alat reproduksinya terasa perih jika berhubungan seksual terlalu lama 3.R. perempuan tidak punya cairan lagi di vaginanya.3 PEMBAHASAN . Apakah saya tidak normal karena masih bergairah? Konon kalau sudah tua. Kadang saja terasa sedikit perih kalau berhubungan terlalu lama. nanti bisa cari perempuan lain. Nyatanya suami bahkan kewalahan melayani permintaan saya. Apakah tidak masalah kalau berhubungan seminggu 1-2 kali? Bagaimana menjaga agar suami tetap bisa ereksi dengan baik dan tidak kewalahan melayani saya?"E.

Dari demensi psikologis. perasaan terhadap seksualitas sendiri dan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual. suami nya kurang menerapkan gaya hidup yang sehat tidak seperti istrinya .pp. · Point kedua dan ketiga : -wanita itu mempunyai gaya hidup yang sehat. Sedangkan dari dimensi cultural menunjukan bagaimana perilaku seks menjadi bagian dari budaya yang ada di masyarakat. Dan dari dimensi social berkaian dengan bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembetukan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks. 13-15) Seksualitas menyangkut dimensi biologis. psikologis.4 LANDASAN TEORI · Point pertama : dorongan atas kebutuhan seksualnya (libido) dipengaruhi oleh faktor psikologis sang istri Menurut Ingrid dalam Rizkiana (2009. social dan cultural. · Dorongan atas kebutuhan seksualnya (libido) dipengaruhi oleh faktor psikologis sang istri · wanita itu mempunyai gaya hidup yang sehat · suami nya kurang menerapkan gaya hidup yang sehat tidak seperti istrinya 3. seksualitas berhubungan erat denngan identitas peran jenis.

1 KESIMPULAN Secara biologi penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus. serta sistem organ. Kalau fungsi seksual Anda yang berusia lanjut ternyata baik. usia tidak selalu mencerminkan fungsi organ tubuh. dengan berkembangnya iptek di bidang kedokteran. Orang yang menerapkan gaya hidup sehat cenderung mengalami keadaan fungsi tubuh yang lebih baik dibandingkan orang yang gaya hidupnya tidak sehat. bila gaya hidupnya tidak sehat. Baik pria maupun wanita. Sp. Perubahan-perubahan yang umum terlihat pada masa usia lanjut adalah ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. itu patut disyukuri. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel. yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. . Dengan demikian. jaringan. Pada masa kini. Prof. usia lanjut atau lebih muda tidak selalu menentukan bagi fungsi seksual. Dr. Artinya.And mengatakan Salah satu faktor yang berpengaruh pada proses penuaan ialah gaya hidup. termasuk fungsi seksual. mungkin saja orang yang berusia lebih muda fungsi organnya lebih buruk dibandingkan yang berusia lebih tua. termasuk juga fungsi seksual. Wimpie Pangkahila. pada usia lanjut mereka akan melakukan penyesuaian diri agar mereka tampak siap dan sesuai dengan masa usia lanjut tersebut secara baik ataupun tidak baik. BAB IV PENUTUP 4.

Perubahan dapat terjadi pada lubrikasi. Masalah yang dialami wanita menopause ketika berhubungan seksual yakni kekeringan vagina dan nyeri saat hubungan seksual. Sebagai bidan. Perubahan fisiologis akibat pre menopause kadang-kadang mengganggu aktivitas dan gairah seksual pada sejumlah wanita. dan perlunya kerjasama yang optimal disetiap instansi pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak. perubahan pada persendian. 4. pengetahuan tentang permasalahan seksual pada wanita yang menjelang perimenopause baik pria maupun wanita perlu sebarluaskan sejak dini. stimulasi dan orgasme. perubahan otot. perubahan pada gigi. dinding vagina gairah seksual.2 SARAN Permasalahan pada masa lansia atau yang menjelang masa menopause sering terabaikan. rasa tidak enak akibat perubahan fisik yang terjadi selama menopause.Perubahan-perubahan tersebut meliputi Perubahan pada sistem pernafasan. khususnya remaja pada masa pubertas. Jadi sebagai perempuan. dorongan seksual dan orgasme yang mengakibatkan kegiatan seksual menjadi kurang mengenakkan dan kurang menyenangkan. dan peningkatan keintiman. kita harus senantiasa menjaga kesehatan reproduksi kita sejak dini. kita juga harus memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada kaum wanita. perubahan pada kulit. tetapi juga di lingkungan masyarakat bahkan pusat pelayanan kesehatan. perubahan pada telinga. hasrat seksual. perubahan pada mata. dan harmonis sebagai manusia dan warga negara seutuhnya. tidak hanya di lingkungan keluarga sendiri. .

ac.pdf http://osteoporosis.com/subpage.duniawanita.com/2008/07/19/perimenopause-masa-transisi-menuju- menopause/ http://www.unimus.org/t3518-wanita-lanjut-usia-gairah-masih-menyala http://digilib.id/files/disk1/113/jtptunimus-gdl-mujahidaha-5647-3-babii.scribd.wordpress.com/doc/50352574/GEJALA-WANITA-PERIMENOPAUSE . DAFTAR PUSTAKA uliahkebidanan.php?id=i&sub=56 http://www.klikdokter.