You are on page 1of 38

MODUL 5

“Ada Kawat di Gigiku”

Skenario 5 :

Sani (11 thn) diantar ibunya dating ke klinikgigi dengan keluhan gigi depan atasnya
sedikit maju dan bercelah. Setelah dilakukan analisa dokter gigi menganjurkan pemakaian
piranti lepasan untuk mengoreksi kasus diatas. Pada saat insersi piranti lepasan, dokter gigi
berpesan agar piranti tersebut dpakai sepanjang hari.

Dokter gigi juga menganjurkan setelah maloklusi terkoreksi, sani tetap memakai
piranti tersebut

1
Langkah I:
Mengklarifikasi terminologi dan mendefenisikannya:

1. Kemoradiasi: gabungan dari obat kemoterapi dan terapi sinar x yang diberikan secara
bersamaan untuk membunuh sel kanker, menghentikan pertumbuhan sel kanker dan
memperkecil sel kanker.
2. Sessile: istilah yang menggambarkan suatu dasar yang luas yang mana dasarnya lebih
luas dari atap, melekat secara tetap, tidak bertangkai dan tidak mobile.
3. Reaksi hyperplasia: Perkembangan yang berlebihan dari jaringan yang disebabkan
oleh peningkatan produksi sel-selnya.

Langkah II:
Identifikasi masalah:
1. Mengapa benjolan yang diderita pasien tidak sakit?
2. Apa hubungan penyakit yang dialami pasien dengan kebiasaan buruknya?
3. Bagaimana kebiasaan buruk pasien dapat memicu keganasan penyakit di rongga
mulut?
4. Apa DD dari kasus diskenario?
5. Apakah kasus david ini termasuk lesi yang jinak, ganas, atau reaksi hyperplasia?

Langkah III:
Menganalisa masalah melalui brain stroming dengan
menggunakan prior knowledge:

1. Benjolan pada pasien terasa tidak sakit karena terbentuk/tersusun dari sel-sel normal,
dimana proses pertumbuhan dan perkembangan selnya masih sama dengan sel normal
dengan proses pertumbuhan yang lambat. Oleh karena perkembangan selnya lambat,
sehingga dalam waktu 4 bulan sesuai skenario sel ini belum mengganggu/ belum
berpengaruh terhadap jaringan disekitarnya.

2
2. Kebiasaan buruk pasien tidak menyebabkan benjolan/lesi di rongga mulut pasien
tetapi kebiasaan buruknya itu bias menjadi pemicu timbulnya keganasan lesi yang
diderita.

3. Pada scenario ini keganasan yang dimaksud adalah kanker dimana kanker adalah
penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel sel jaringan tubuh yang berubah
menjadi sel kanker dan terus membelah diri serta tidak dapat terkendali dimana
perubahan pertumbuhan sel disebabkan oleh sinar UV, sinar X dan bahan kimia
penyebab kanker. Pada perokok terdapat zat kimia benzopyrene yang merupakan zat
hasil pembakaran. Zat ini mengikat DNA dan terjadi perubahan struktur dalam
gen.zat kimia ini merugikan pada proses pembelahan dan meningkatkan proses mutasi
sel yang sudah rusak strukturnya jadi semakin banyak penderita merokok maka
semakin banyak menghasilkan zat pemicu kanker dan terhisap sehingga bertambah
pula pertumbuhan sel kanker tersebut

Rokok mengandung nikotin yang merupakan zat karsinogenik,sedangkan pada
alcohol mengandung etanol yang mana etanol ini pengikat zat zat yang bersifat
karsinogenik. Merokok dan minum alcohol dapat meningkatkan permeabilitas rongga
mulut akibat peningkatan karsinogen dan juga dapat menyebabkan dehidrasi dan
menyebabkan efek sinergik akibat dari efek karsinogen potensial.
4. DD :
1. Neurofibroma, gambaran klinis:
- Lesi berbentuk nodul
- Berwarna merah muda
- Tidak bergejala
- Multiple
- Muncul pada mukosa bukal, lidah dan bibir
- Termasuk lesi bersifat jinak

2. Fibroma, gambaran klinis:
- Lesi jinak
- Warna merah muda pucat
- Basisnya sessile

3
- Lokasi umum: labial, bukal, gingival dan lidah
- Lesi berupa nodul dengan permukaan halus

3. Lipoma, gambaran klinis:
- Lesi berbentuk nodul
- Berwarna merah muda
- Dasar sessile

4. Condiloma Akuminata, gambaran klinis:
- Lesi multiple
- Berwarna merah muda
- Dasar sessile

5. Benjolan yang dialami david tergolong kedalam lesi jinaks

Langkah V:
Menformulasikan tujuan pembelajaran:

1. Mahasiswa mampu memahami tentang sistem kardiovaskuler
2. Mahasiswa mampu memahami tentang Hemodinamik
3. Mahasiswa mampu memahami tentang aktivitas mekanik dan listrik jantung
4. Mahasiswa mampu memahami tentang sirkulasi dan tekanan darah

Langkah VI:
Mengumpulkan Informasi:

4
Langkah VII:
Sintesa Uji Informasi:

1. Mahasiswa mampu memahami tentang sistem kardiovaskuler

Anatomi Sistem Jantung

Gambar 1. Anatomi system Jantung
Jantung difiksasi pada tempatnya agar tidak mudah berpindah tempat.
Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping
diafragma menyokong dari bawah, pembuluh darah besar yang keluar dan masuk
jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah. Factor yang memengaruhi
kedudukan jantung:
a. Faktor umur: pada usia lanjut alat-alat dalam rongga torak termasuk jantung agak
turun ke bawah.
b. Bentuk rongga dada: perubahan bentuk torak yang menetap misalnya penderita
TBC menahun batas jantung menurun sedangkan pada asma torak melebar dan
membulat.
c. Letak diafragma: menyokong jantung dari bawah, jika terjadi penekanan
diafragma kea ta akan mendorong bagian bawah jantung ke atas.
d. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal ditentukan oleh perubahan posisi
tubuh, misalnya membungkuk, tidur miring ke kiri atau ke kanan.

5
Lapisan jantung terdiri dari:
a. Perikardium
Lapisan yang merupakan kantong pembungkus jantung, terletak di dalam
mediastinum minus, terletak di belakang korpus sterni dan rawan iga II-IV.
1) Perikardium fibrosum (visceral): bagian kantong yang membatasi pergerakan
jantung terikat ke bawah sentrum tendinium diafragma bersatu dengan pembuluh
darah besar, melekat pada sternum melalui ligamentum sternoperikardial.
2) Periakrdium serosum (parietal), dibagi menajdi dua bagian: perikardium parietalis
membatasi perikardium fibrosum, sering disebut epikardium, dan perikardium
visceral (kavitas perikardialis) yag mengandung sedikit cairan yang berfungsi
melumas untuk mempermudah pergerakan jantung.
Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lender sebagai pelican untuk menjaga
agar pergesekan antara perikardium tersebut tidak menimbulkan gangguan
terhadap jantung. Pada permukaan posterior jantung terdapat perikarium serosum
sekitar vena-vena besar membentuk sinus obliges dan sinus tranfersus.
b. Miokardium
Lapisan otot jantung menerima darah dari arteri koronaria. Arteri koronaria kiri
bercabang menjadi arteri desending anterior dan arteri sirkumfleks. Arteri
koronaria kanan memberikan darah untuk sinoatrial node, ventrikel kanan,
permukaan diafragma ventrikel kanan. Vena koronaria mengembalikan darah ke
sinus kemudian bersikulasi langsung ke dalam paru. Susunan miokardium:
1) Susunan otot atria: sangat tipis dan kurang teratur, serabut-serabutnya disusun
dalam dua lapisan. Lapisan luar mencakup kedua atria. Serabut luar ini paling
nyata di bagian depan atria. Beberapa serabut masuk ke dalam septum
atrioventrikular. Lapisan dalam teridri dari serabut-serabut berbentuk lingkaran.
2) Susunan otot ventrikuler: membentuk bilik jantung dimulai dari cinicn
atrioventikuler sampai ke apeks jantung.
3) Susunan otot atrioventikular merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik
(atrium dan ventrikel).
c. Endokardium (permukaan dalam jantung)
Dinding dalam atrium diliputi oleh membrane yang mengilat, terdiri dari jaringan
endotel atau selaput lender endocardium, kecuali aurikula dan bagian depan krista.
Ke arah aurikula dari ujung bawah krista terminalis terdapat sebuah lipatan

6
endocardium yang menonjol dikenal sebagai valvula vena kava inverior, berjalan
di depan muara vena inferior menuju ke tepi disebut fosa ovalis. Antara atrium
kanan dan ventrikel kanan terdapat hubungan melalui orifisium articular.

Bagian-bagian dari jantung:
a. Basis kordis: bagian jantung sebelah atas yang berhubungan dengan pembuluh
darah besar (aorta asendens, arteri pulmonalis/vena pulomnalis dan vena kava
superior:, dibentuk oleh atrium sinistra dan sebagian atrium dekstra. Bagian
posterior berbatasan dengan aorta desendens, esophagus, vena azigos, duktus
torakalis, terdapat seitinggi vertebrae torakalis (vertebra ruas VIII)
b. Apeks kordis: bagian bawah jantung berbentuk puncak kerucut tumpul. Bagian ini
dibentuk oleh ujung ventrikel sinistra dan ventrikel dekstra. Bagian apek tertutupi
oleh paru dan pleura sinistra dari dinding toraks.

Permukaan jantung (fascies kordis):
a. Fascies sternokostalis: permukaan menghadap ke depan berbatasan dengan
dinding depan toraks, dibentuk oleh atrium dekstra, ventrikel dekstra dan sedikit
ventrikel sinistra.
b. Fascies dorsalis: permukaan jantung mengahdap kebelakang, berbentuk segi
empat berbatasan dengan mediastinum posterior, dibentuk oleh dinding atrium
sinistra, sebagian atrium dekstra, dan sebagian kecil dinding ventrikel sinistra.
c. Fascies diafragmatika: permukaan bagian bawah jantung yang berbatas dengan
sternum tendinium dafragma dibentuk oelh dinding ventrikel sinistra dan sebagian
kecil ventrikel dekstra.

Tepi jantung (margo kordis):
a. Margo dekstra: bagian jantung tepi kanan membentang mulaii dari vena kava
superior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh dinding atrium dekstra dan dinding
ventrikel dekstra, memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika
sebelah kanan.
b. Margo sinistra: bagian ujung jantung sebelah tepi membentang dari bagian bawah
muara vena pulmonalis sinistra inferior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh
dinding atrium sinistra (diatas) dan dinidng ventrikel sinistra (di bawah)
memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika sebelah kiri.

7
Alur permukaan jantung:
a. Sulkus atrioventrikularis: mengelilingi batas bawah basis kordis, terletak diantara
batas kedua atrium jantung dan kedua ventrikel jantung.
b. Sulkuls longitudinalis anterior: alur ini terdapat pada fascies sternokostalis mulai
dari celah di antara arteri polmonalis dengan aurikula sinistra, berjalan ke bawah
menuju apeks kordis. Sulkus ini merupakan batas antara kedua ventrikel dari
depan.
c. Sulkus longitudinalis posterior: alur ini terdapat pada fascies diafragmatika kordis,
muai dari sulkus koronarius sebelah kanan muara vena kava inferior menuju apeks
kordis. Sulkus ini merupakan batas antara kedua ventrikel dari belakang bawah.

Ruang-ruang jantung:
a. Atrium dekstra: terdiri dari rongga utama dan aurikula di luar, bagian dalamnya
membentuk suatu rigi atau krista terminalis. Bagian utama atrium yang terletak
posterior terhadap rigi terdapat dinding halus yang secara embriologis berasal dari
sinus venosus. Bagian atrium yang terletak di depan rigi mengalami trabekulasi
akibat berkas serabut otot yang berjalan dari krista terminalis.
1) Muara pada atrium kanan:
a) Vena kava superior: bermuara ke dalam bagian atas atrium kanan. Muara ini
tidak mempunyai katub, mengembalikan darah dari separoh atas tubuh.
b) Vena kava inferior: lebih besar dari vena kava superior, bermuara ke dalam
bagian bawah atrium kanan, mengembalikan darah kejantung dari separoh badan
bagian bawah.
c) Sinus koronalis: bermuara ke dalam atrium kanan antara vena kava inferior
dengan osteum ventrikulare, dilindungi oleh katub yang tidak berfungsi.
d) Osteum atrioventrikuler dekstra: bagian anterior vena kava inferior dilindungi
oleh vulva bikuspidalis. Di samping itu banyak bermuara vena-vena kecil yang
mengalirkan darah dari dinding jantung ke dalam atrium kanan.
2) Sisa-sisa fetal pada atrium kanan. Fossa ovalis dan annulus ovalis adalah dua
struktur yang terletak pada septum interartrial yang memisahkan atrium kanan
dengan atrium kiri. Fossa ovalis merupakan lekukan dangkal tempat foramen
ovale pada vetus dan annulus ovalis membentuk tepi, merupakan septum pada
jantung embrio.

8
b. Ventrikel dekstra: berhubungan dengan atrium kanan melalu osteum
atrioventrikuler dekstrum dan dengan traktus pulmonalis melalui osteum
pulmonalis. Dinding ventrikel kanan jauh lebih tebal dari atrium kanan
pulmonalis. Dinding ventrikel kanan jauh lebih tebal dari atrium kanan.
1) Valvula trikuspidalis: melindungi osteum atrioventikuler, dibentuk oleh
lipatan endocardium disertai sedikit jaringan fibrosa, terdiri dari tiga lipatan
endocardium disertai sedikit jaringan fibrosa, terdiri dari tiga kuspis atau saringan
(anterior, septalis, dan inferior). Basis kuspis melekat pada cincin fibrosa rangka
jantung. Bila ventrikel berkontraksi M. papilaris berkontraksi mencegah agar
kuspis tidak terdorong ke atrium dan terbalik waktu tekanan intraventrikuler
meningkat.
2) Valvula pulmunalis: melindungi osteum pulmonalis, terdiri dari semilunaris
arteri pulmonalis, dibentuk oleh lipatan endocardium disertai sedikit jaringan
fibrosa. Mulut muara kuspis arahnya ke atas, ke dalam trunkus pulmonalis.
Selama sistolik ventrikel katup kuspis tertekan pada dinding trunkus pulmonalis
oleh darah yang keluar. Selama diastolic, darah mengalir kembali ke jantung
masuk ke sinus. Katup kuspis terisi dan menutup osteum pulmonalis.
c. Atrium sinistra: terdiri dari rongga utama dan aurikula, terletak di belakang atrium
kanan, membentuk sebagian besar basis (fascies posterior), dibelakang atrium
sinistra terdapat sinus oblig pericardium serosum dan pericardium fibrosum.
Bagian dalam atrium sinistra halus dan bagian aurikula mempunyai rigi otot
seperti aurikula dekstra. Muara atrium sinistra vena pulmonalis dari masing-
masing paru bermuara pada dinding posterior dan mempunyai valvula osteum
atrioventrikular sinistra, dilindungi oleh valvula mitralis.
d. Ventrikel sinistra: ventrikel kiri berhubungan dengan atrium sinistra melalui
osteum atrioventrikuler sinistra dan dengan aorta melalui osteum aorta. Dinding
ventrikel sinistra tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan. Tekanan darah
intraventrikuler kiri enam kali lebih tinggi disbanding tekanan dari ventrikel
dekstra.
1) Valvula mitralis (bikuspidalis): melindungi osteum atrioventrikular terdiri
atas dua kuspis (kuspis anterior dan kuspis posterior). Kuspis anterior lebih besar
terletak antara osteum atrioventrikular dan aorta.
2) Valvula semilunaris aorta: melindungi osteum aorta strukturnya sama dengan
valvula semilunaris arteri pulmonalis. Salah satu kuspisnya terletak pada dinding

9
anterior dan dua terletak pada dinding posterior di belakang kuspis. Dinding aorta
membentuk sinus aorta anterior merupakan asal arteri koronaria dekstra. Sinus
posterior sinistra merupakan asal arteri koronaria sinistra.

Pembuluh Darah Arteri, Vena, dan Sistem Kapiler
a. Arteri
Arteri atau pembuluh darah nadi merupakan pembuluh darah yang keluar dari
jantung yang membawa darah ke seluruh tubuh dan alat tubuh.Pembuluh darah
yang paling besar keluar dari ventrikel sinistra, disebut aorta.Arteri mempunyai
dinding yang tebal dan kuat tetapi mempunyai sifat yang sangat elastis, terdiri dari
tiga lapisan:
1) Tunika intima (interna): lapisan yang paling dalam, berhubungan dengan darah,
terdiri dari lapisan endothelium dan jaringan fibrosa.
2) Tunika media: lapisan tengah yang terdiri dari jaringan otot polos sifatnya sangat
elastis, mempunyai sedikit jaringan fibrosa, karena susunan otot tunika ini arteri
dapat berkontraksi dan berdilatasi.
3) Tunika eksterna (adventitia): lapisan yang paling luar terdiri dari jaringan ikat
gembur untuk memperkuat dinding arteri, jaringan fibrotic yang elastis.
Arteri mendapat darah dari pembuluh darah halus yang mengalir di dalanya,
berfungsi memberi nutrisi pada pembuluh tersebut yang disebut vosa
vasorum.Arteri dapat berkontraksi dan berdilatasi disebabkan pengaruh susunan
saraf otonom.
b. Vena
Pembuluh darah vena merupakan kebalikan dari pembuluh darah arteriyang
membawa darah dari alat-akat tubuh masuk ke jantung. Bentuk dan susunannya
hampir sama denga arteri. Katup pada vena terdapat di sepanjang pembuluh darah
untuk mencegah darah tidak kembali lagi ke sela atau jaringan.Vena yang terbesar
adalah vena pulmonalis. Vena mempunyai cabang yaitu venolus, selanjutnya
menjadi kapiler.
c. Sistem Kapiler
Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil sehingga disebut juga pembuluh
rambut. Pada umumnya kapiler-kapiler meliputi sel-sel jaringan karena secara
langsung berhubungan dengan sel. Kapiler terdiri dari:

10
1) Kapiler arteri, tempat berakhirnya arteri. Makin kecil arteriol, makin hilang
lapisan dinding dari arteri sehingga pada kapiler arteri lapisan dinding hanya
menjadi satu lapisan yaitu lapisan endothelium. Lapisan yang sangat tipis ini
memungkinkan cairan darah/limfe merembes keluar membentuk cairan jaringan,
membawa air, mineral dan zat makanan melalui pertukaran gas antara pembuluh
kapiler dengan jaringan sel. Kapiler juga menyediakan oksigen dan
menyingkirkan karbondioksida.
2) Kapiler vena, lapisannya hampir sama dengan kapiler arteri. Fungsinya
adalah membawa zat sisa yang tidak terpakai oleh jaringan sel berupa zat ekskresi
dan karbondioksida. Darah dibawa keluar dari tubuh melalui venolus, vena dan
seterusnya keluar tubuh melalui tiga proses yaitu pernapasan, keringat dan feses.
Fungsi kapiler:
1) Sebagai penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena.
2) Tempat terjadinya pertukaran zat antara darah dan cairan jaringan.
3) Mengambil hasil dari kelenjar.
4) Menyerap zat makanan yang terdapat dalam usus.
5) Menyaring darah yang terdapat di ginjal.
Pintu masuk ke kapiler dilingkari oleh sfingter yang terbetuk dari otot polos.
Bila sfingter ini terbuka, darah memasuki kapiler dan bila sfingter ini tertutup,
darah langsung dari arteriole ke venolus dan tidak melalui kapiler. Tekanan darah
pada kapiler arteri bekurang sampai 30 mmHg, sesampai di ujung kapiler vena
menjadi 10 mmHg. Tekanan kapiler akan meningkatkan bila arteriole berdilatasi
dan sfingter kapiler relaksasi, sehingga darah banyak masuk ke dalam kapiler.
Kapiler membuka dan menutup dengan kecepatan 6-12 kali/menit. Relaksasi
kapiler terjadi sebagai respons terhadap setiap peningkatan jumlah karbon
dioksida dan asam laktat dalam darah atau penurunan yang terjadi pada kadar
oksigen. Relaksasi tersebut menimbulkan banyak darah mencapai jaringan bila
terjadi peningkatan aktvitas metabolic. Sfingter kapiler yang menuju ke kulit
berelaksasi sebagai respons teradap peningkat suhu tubuh dan peningkatan
sirkulasi melalui kapiler karena turunnya suhu tubuh.
Mekanisme pergeseran cairan kapiler mengatur tekanan darah. Di samping
mekanisme saraf dan hormonal untuk mengatur tekanan arteri dengan cepat,
mekansime intrinsic dari sirkulasi juga membantu mengatur tekanan arteri.
Biasanya mekanisme pergeseran cairan kapiler mulai bekerja dalam beberapa

11
menit dan berfungsi penuh dalam beberapa jam. Ini meurpakan mekanisme
perpindahan cairan kapiler yaitu perubahan tekanan arteri disertai dengan
perubahan tekanan kapiler yang menyebabkan cairan mulai bergerak melintasi
membrane kapiler diantara darah dengan ruangan cairan interstisial.
Jiak tekanan arteri naik terlalu tinggi mengakibatkan hilangnya cairan melalui
kapiler ke dalam ruangan interstisial, menyebabkan volume darah turun. Dengan
demikian tekanan arteri kembali normal. Sebaliknya bila tekanan turun terlalu
rendah, cairan diabsorpsi ke dalam darah dan peningkatan volume cairan akan
menaikkan kembali tekanan menjadi normal.

Pengaturan Kardiovaskuler

1. Intrinsic Regulation of Heart Pumping

Atau disebut juga intrinsik pompa jantung adallah respons terhadap perubahan
jumlah volume darah yang masuk ke jantung.
Mekanisme Frank-Starling yaitu semakin besar regangan yang terjadi pada otot
jantung semakin besar pula kekuatan kontraksi otot jantung (sampai batas
fisiologis).
2. Local Control
Terdiri dari 2 regulasi :
a. Acute Regulation, meliputi :
1) Metabolic control/mechanism
2) Myogenic control/mechanism
3) Endothelial – derived relaxing factor (Nitric Oxide)
b. Longterm Regulation
1) Change in tissue vascularity (perubahan vaskularisasi jaringan)
2) Pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah
3) Perkembangan sirkulasi kolateral
3. Nervous Regulation
a. Pusat vasomotor
1) Vasoconstrictor area
2) Vasodilator area
3) Area sensorik

12
b. Bagian-bagian yang dikendalikan pusat saraf
1) Batang otak
2) Hypothalamus
3) Cerebral cortex
Pengendalian jantung oleh ANS
a. Simpatis :
1) Meningkatkan kekuatan kontraksi
2) Mempercepat frekuensi
b. Parasimpatis :
1) Berlawanan dengan simpatis
2) Distribusi di atrium lebih besar dibandingkan pada ventrikel
3) Stimulasi kuat, denyut jantung berhenti selama beberapa detik,
kemudian diikuti escape. Jantung berdenyut dengan irama ventrikel
kemampuan pemompaan ventrikel turun.
4. Humoral Regulation
a. Vacocontrictor agents (yang dapat mengkontraksikan pembagian darah dan
mengontrol perkusi darah)
1) Norepinephrine dan epinephrine
2) Angiotensin
3) Vasopressin
4) Endothelin
b. Vasodilator agents (agen yang memperlebar diameter vaskuler)
1) Bradykinin
2) Serotonin : histamin, prostaglanin
3) Ions
4) Dan faktor kimiawi lainnya yaitu : osmolality dan keasaman

2. Mahasiswa mampu memahami tentang Hemodinamik
Prinsip Hemodinakmik dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan
dengan volume jantung dan pembuluh darah di dalam tubuh.
Komponen Hemodinamik yaitu :
a. Volume (darah dan cairan)

13
Normalnya tubuh manusia terdiri atas 60%-70% cairan yang berfariasi
tergantung lemak tubuh.
b. Pembuluh darah sebagai pipa
Arteri, vena, kapiler walaupun memiliki perbedaan, namun mereka
juga memiliki kesamaan yaitu menyimpan sejumlah darah. Selain itu
mereka memiliki kempampuan untuk berkontraksi dan berdilatasi yang
berfungsi sebagai respon kompensasi tubuh atas gangguan yang
terjadi.
c. Jantung
1. Fungsi Mekanik
Disusun oleh 2 komponen penting yaitu volume dan lapisan otot
jantung. Penilaian fungsi mekanika jantung dapat dilakukan dengan
menilai cardiak out put yang secara sederhana dapat dilakukan melalui
pengecekan nadi.
2. Fungsi Elektrika
Jantung ditunjang oleh sistem konduksi dan sejumlah elektrolit
diantaranya NA, kalium, cloride, dan calsium.

3. Mahasiswa mampu memahami tentang aktivitas mekanik dan listrik
jantung

Elektrofisiologi Jantung

Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane
sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut.Dengan
masuknya ion-ion maka muatan listrik sepanjang membrane ini mengalami perubahan
yang relative. Terdapat tiga macam ion yang mempunyai fungsi penting dalam
elektrofisiologis sel yaitu kalium (K), natrium (Na), dan kalsium (Ca). Kalium lebih
banyak terdapat di dalam sel, sedangkan kalsium dan kalium lebih banyak terdapat
diluar sel.
Aksi potensial terjadi disebabkan oleh rangsangan listrik, kimia, mekanik, dan
termis. Aksi potensial dibagi dalam lima fase.

14
a. Fase istirahat
Bagian luar sel jantung bermuatan positif dan bagian dalam bermuatan negative
(polarisasi). Membran sel lebih permeable terhadap kalium daripada natrium sehingga
sebagian kecil kalium merembes ke luar sel. Dengan hilangnya kalium maka bagian
dalam sel menjadi relative negative.
b. Fase depolarisasi (cepat)
Disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas membrane terhadap natrium, sehingga
natrium menglir dari luar ke dalam.Akibatnya, muatan di dalam sel menjadi positif
sedangkan diluar sel menjadi negative.
c. Fase polarisasi parsial
Segera setelah terjadi depolarisasi terdapat sedikit perubahan akibat masuknya
kalsium ke dalam sel, sehingga muatan positif di dalam sel menjadi berkurang.
d. Fase plato (keadaan stabil)
Fase depolarisasi diikuti keadaan stabil yang agak lama sesuai dengan masa refraktor
absolut dari miokard.Selama fase ini tidak terjadi perubahan muatan listrik.Terdapat
keseimbangan antara ion positif yang masuk dan yang ke luar.Aliran kalsium dan
natrium ke dalam sel perlahan-lahan diimbangi dengan keluarnyakalium dari dalam
sel.
e. Fase repolarisasi (cepat)
Pada fase ini muatan kalsium dan natrium secara berangsur-angsur tidak mengalir lagi
dan permeabilitas terhadp kalium sangat meningkat sehingga kalium keluar dari sel
dengan cepat.Akibatnya muatan positif dalam se menjadi sangat berkurang sehingga
pada akhir muatan di dalam sel menjadi relative negative dan muatan di luar sel
relative positif.

Mekanisme Jantung sebagai Pompa
a. Fungsi atrium sebagai pompa
Dalam keadaan normal darah mengalir terus dari vena-vena besar ke dalam
atrium.Kira-kira 70% aliran ini langsung mengalir dari atrium ke ventrikel walaupun
atrium belum berkontraksi.Kontraksi atrium mengadakan pengisian tambahan 30%
karena atrium berfungsi hanya sebagai pompa primer yang meningkatkan efektivitas
ventrikel sebagai pompa.Kira-kira 30% tambahan efektivitas, jantung terus dapat
bekerja dengan sangat memuaskan dalam keadaan istirahat normal.
b. Fungsi ventrikel sebagai pompa

15
a. Pengisian ventrikel
Selama systole ventrikel, sejumlah darah tertimbun dalam atrium karena katub atrium
ke ventrikel tertutup. Tepat setelah sistolik berakhir tekanan ventrikel turun kembali
sampai ke tekanan diastolic yang rendah. Tekanan pada atrium yang tinggi dengan
segera mendorong katub antara atrium dan ventrikel membuka dan memungkinkan
darah mengalir dengan cepat ke dalam ventrikel.Ini dinamakan periode pengisian
cepat ventrikel.Periode pengisia berlangsung kira-kira 1/3 pertama diastolic.Selama
1/3 tengah diastolic darah sedikit mengalir ke ventrikel.Darah yangterus masuk ke
dalam atrium dari vena-vena dan berjalan melalui atrium langsung ke ventrikel.
b. Pengosongan ventrikel selama systole
Bila kontraksi ventrikel mulai, tekanan ventrikel meningkat dengan cepat,
menyebabkan katub atrium dan ventrikel menutup. Diperlukan penambahan 0,02-0,03
detik bagi ventrikel untuk meningkatkan tekanan yang cukup untuk mendorong katup-
katup semilunaris aorta dan semilunaris arteri pulmonalis, membuka melawan tekanan
dalam aorta dan arteri pulmonalis. Selama periode ini terjadi kontraksi pada ventrikel
tetapi tidak terjadi pengosongan.Periode ini dinamakan periode kontraksi sistemik.
c. Periode ejeksi
Bila tekanan ventrikel kiri meningkat sedikit di atas 80mmHg, tekanan ventrikel
dekstra sedikit di atas 8 mmHg, tekanan ventrikel sekarang mendorong membuka
katup semilunaris segera darah mulai dikeluarkan dari ventrikel. Sekitar 60% terjadi
pengosongan selama ¼ pertama systole, dan 40% sisanya dikeluarkan selaa 2/4
berikutnya, ¾ bagian systole ini dinamakan periode ejeksi.
d. Diastole
Selama ¼ terakhir diastole ventrikel hampir tidak ada aliran darah dari vetrikel masuk
ke arteri besar walaupun otot ventrikel tetap berkontraksi.
e. Periode Relaksasi Isometrik (isovolemik)
Pada akhir systole relaksasi ventrikel mulai dengan tiba-tiba, mungkin tekanan dalam
ventrikel turun dengan cepat. Peningkatan tekanan dalam arteri besar tiba-tiba
mendorong darah kembali kea rah ventrikel, menimbulkan bunyi penutupan katup
aorta dan pulmonal dengan keras selama 0,03-0,06 detik. Selanjutnya otot ventrikel
relaksasi dan tekanan dalam ventrikel turun dengan cepat kembali ke tekanan diastole
yang sangat rendah.Katup atrium dan ventrikel membuka mengawali siklus pompa
ventrikel yang baru.

16
Selama diastole, pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan
volume setiap ventrikel sekitar 120-130 ml. Volume ini dinamakan volume akhir
diastolic.Pada waktu ventrikel kosong selama systole, volume berkurang kira-kira 70
ml, dinamakan isi sekuncup.Volume yang tersisa dalam tiap-tiap ventrikel sekitar 50-
60 ml dinamakan volume akhir sistolik.
Katup trikuspidalis dan katup bikuspidalis mencegah pengaliran balik darah dari
ventrikel ke atrium selama systole.Katup semilunaris aorta dan katup semilunaris
arteri pulmonalis mencegah alirab balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke dalam
ventrikel selama periode diastole. Semua katup ini membuka dan menutup secara
pasif yaitu akan menutup bila selisih tekanan yang membalik mendorong darah
kembali dan membuka bila selisih tekanan ke depan mendorong darah kea rah depan.
Seseorang yang seang istirahat jantungnya memompakan darah 4-6 liter/menit,
Dalam keadaan kerja berat mungkin diperlukan pemompaan darah sebanyak 5 kali
dari jumlah tersebut. Dua cara dasar pengaturan kerja pemompaan jantung.
a. Autoregulasi intrinsic pemompaan akibat perubahan volume darah yang mengalir ke
dalam jantung. Hukum Frank dan Starling: Makin banyak jantung terisi selama
diastole makin besar jumlah darah dipompakan ke dalam aorta. Dalam batas
fisiologis, jantung memompakan semua darah yang masuk ke dalam jantung tanpa
mungkin terjadinya bendungan darah yang berlebihan dalam vena. Bila ventrikel
terisi oleh tekanan atrium yang lebih tinggi kekuatan kontaksi jantung meningkat,
menyebabkan jantung memompakan darah dalam jumlah yang lebih besar ke dalam
arteri.
b. Refleksyang mengawasi kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung melalui saraf
otonom. Saraf ini memengaruhi daya pompa jantung melalui dua cara, yaitu dengan
mengubah frekuensi jantung dan mengubah kekuatan kontraksi jantung.

Sistem Konduksi
Sistem konduksi jantung meliputi :
a. Sinoatrial node (SA node)

17
Suatu tumpukan jaringan neuromuscular yang kecil berada di dalam dinding atrium
kanan di ujung krista terminalis. Nodus ini merupakan pendahuluan dari kontraksi
jantung. Dari sini impuls diteruskan ke atriovenrikuler node.
b. Atrioventrikuler node (AV node)
Susunannya sama seperti sinoatrial node, berada di dalam septum atrium dekat muara
sinus koronari. Impuls-impuls diteruskan ke bundle atrioventrikuler melalui berkas
Wenkebach.
c. Bundel atrioventrikular
Mulai dari bundel AV berjalan ke arah depan pada tepi posterior dan tepi bawah pars
membranasea septum interventrikulare. Pada bagian cincin yang terdapat antara atrium
dan ventrikel disebut analus fibrosus rangsangan terhenti 1/10 detik, selanjutnya
menuju apeks kordis dan bercabang dua:
1) Pars septalis dektra : Melanjut ke rah bundel AV di dalam pars muskularis septum
interventrikular menuju ke dinding depan ventrikel dektra.
2) Pars septalis sinistra : Berjalan di antara pars membranase dan pars muskularis
sampai di sisi kiri septum interventrikularis menuju basis M. papilaris inferior
ventrikel sinistra. Serabt-serabut pars septialis kemudian bercabang-cabang menjadi
serabut terminal (serabut purkinje).
d. Serabut penghubung terminal (serabut purkinje): anyaman yang berada pada
endocardium menyebar pada kedua ventrikel.

4. Mahasiswa mampu memahami tentang sirkulasi dan tekanan darah

Sirkulasi Darah

18
1. Sistem Peredaran Darah Besar (Sistem Peredaran Darah Sistemik atau
Sirkulasi Sistemik)

Sistem Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh
tubuh, kecuali ke jantung dan paru-paru, karena mereka memiliki sistem peredaran
darah sendiri. Sirkulasi sistemik adalah bagian utama dari sistem peredaran darah
secara keseluruhan .
Peredaran darah besar dimulai dari bilik (ventrikel) kiri jantung menuju ke tubuh
bagian atas dan bagian bawah dengan membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel-sel
jaringan tubuh. Selanjutnya, darah masuk kembali ke jantung melalui serambi
(atrium) kanan, dengan membawa darah yang kaya akan karbon dioksida dan sampah
hasil metabolisme tubuh.
Darah yang kaya oksigen akan memasuki pembuluh darah melalui arteri
utama jantung yang disebut aorta. Pada saat ventrikel kiri berkontraksi, darah akan
mengalir ke aorta, yang kemudian bercabang-cabang menjadi arteri yang lebih kecil,
yang berjalan ke seluruh tubuh.

19
Lapisan dalam arteri sangat halus, sehingga darah dapat mengalir dengan
cepat. Sedangkan lapisan luar arteri sangat kuat, yang memungkinkan darah mengalir
dengan tekanan atau kekuatan penuh. Darah yang kaya akan oksigen selanjutnya
memasuki arteriol, terus ke kapiler, di mana oksigen dan nutrisi akan dilepaskan.
Sampah hasil metabolisme tubuh akan, dikumpulkan dan selanjutnya darah yang
banyak mengandung sampah hasil metabolisme ini, akan dialirkan ke dalam
pembuluh darah vena untuk selanjutnya dibawa kembali ke jantung, dimana sirkulasi
paru-paru akan melakukan tugasnya dengan melakukan pertukaran gas dengan
melepaskan karbon dioksida untuk ditukar dengan oksigen, di paru-paru.
Selama sirkulasi sistemik, darah melewati ginjal dan dikenal sebagai sirkulasi
ginjal. Selama fase ini, ginjal akan menyaring limbah dari darah. Darah juga
melewati usus halus selama sirkulasi sistemik. Fase ini dikenal sebagai sirkulasi
portal. Selama fase ini, darah dari usus halus akan dikumpulkan dalam vena portal,
yang selanjutnya akan melewati hati.(liver), untuk dibersihkan dari racun-racun yang
diserap oleh usus halus. Selanjutnya, darah kembali ke jantung melalui pembuluh
balik (vena). Hati (liver) juga akan menyaring gula dari darah, untuk disimpan dan
digunakan tubuh jika dibutuhkan.

2. Sistem Peredaran Darah Kecil (Sistem Peredaran Darah Paru atau Sistem
Sirkulasi Pulmonal)

Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan
kembali ke jantung. Peredaran darah kecil dimulai dari bilik (ventrikel) kanan
jantung, mengangkut karbon dioksida menuju ke paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Itulah sebabnya darah yang berasal dari paru-paru kanan dan kiri kaya akan oksigen.
Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui serambi (atrium) kiri.
Pembuluh darah vena membawa darah yang kaya akan sampah hasil
metabolisme tubuh kembali ke jantung, memasuki atrium kanan melalui dua
pembuluh darah besar yang disebut vena cava superior dan inferior.
Atrium kanan akan terisi darah yang kaya akan sampah hasil metabolisme tubuh
kemudian berkontraksi, mendorong darah melalui katup satu arah ke ventrikel kanan.
Ventrikel kanan yang telah terisi, kemudian berkontraksi, mendorong darah ke arteri
yang mengarah ke paru-paru. Dalam kapiler paru-paru, terjadi pertukaran karbon
dioksida dan oksigen.

20
Darah segar yang kaya oksigen akan masuk ke pembuluh darah vena
pulmonalis kemudian kembali ke jantung, masuk melalui atrium kiri. Darah yang
kaya akan oksigen ini kemudian melewati katup satu arah ke bilik (ventrikel) kiri, di
mana ia akan keluar dari jantung melalui arteri utama, yang disebut aorta, dan
selanjutnya darah akan mulai perjalanannya lagi ke seluruh tubuh.

Katup satu arah ini sangat penting untuk mencegah setiap aliran darah kembali
ke belakang. Sistem peredaran darah dapat disamakan dengan jaringan jalan satu arah.
Jika darah mengalir ke arah yang salah (berlawanan), gas darah (oksigen dan karbon
dioksida) akan bercampur, yang dapat menyebabkan ancaman serius bagi tubuh.

3. Sistem Peredaran Darah Jantung (Sistem Sirkulasi darah Koroner)

Saat sistem sirkulasi sibuk menyediakan oksigen dan makanan untuk setiap sel
tubuh, jangan lupa bahwa jantung, yang bekerja paling berat dari semua itu, juga
membutuhkan makanan. Sirkulasi koroner mengacu pada pergerakan darah melalui
jaringan jantung.

Tekanan Darah

Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah
yang didorong dengan tekanan dari jantung. Takanan sistemik atau arteri darah,
tekanan darah dalam sistem arteri tubuh, adalah indicator yang baik tentang kesehatan
kardiovaskuler. Aliran darah mengalir pada sirkulasi karena perubahan tekanan.
Darah mengalir dari daerah yang tekanannya tinggi ke tekanannya rendah. Kontraksi
jantung mendorong darah dengan tekanan tinggi ke aorta. Puncak dari tekanan
maksimum ejeksi terjadi adalah tekanan darah sistolik. Pada saat ventrikel rileks,
darah yang tetap dalam arteri menimbulkan tekanan diastolik atau minimum. Tekanan
diastolik adalah tekanan mimimal yang mendesak dinding arteri pada setiap waktu.

Unit standard untuk pengukran tekanan darah adalah minimeter air raksa (mm
Hg). Pengukur menandakan sampai setinggi mana tekanan darah dapat mencapai
kolom air raksa. Perbedaan antara tekanan sistolik dan distolik adalah tekanan nadi.

Tekanan darah adalah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada
pembuluh arteri darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh
manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur

21
seperti berikut: 120/80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas
pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah
(80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut
tekanan diastole. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat
Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.

Metode Pemeriksaan Tekanan Darah
1. Metode langsung
Kateter arteri dimasukkan ke dalam arteri. Walaupun hasilnya sangat tepat,
akan tetapi metode pengukuran ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan masalah
kesehatan lain (Smeltzer & Bare).

3. Metode tidak langsung
Dilakukan dengan menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop.
Sphygmomanometer tersusun atas manset yang dapat dikembangkan dan alat
pengukur tekanan yang berhubungan dalam manset.

Pembagian tekanan darah
Tekanan darah manusia dapat digolongkan menjadi tiga kelompok sebagai
berikut :

1. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Tekanan darah rendah adalah keadaan tekanan darah yang lebih rendah dari
tekanan yang diperlukan oleh tubuh, sehingga setiap organ dari badan tidak mendapat
aliran darah yang cukup dan menyebabkan timbulnya gejala hipotensi. Seseorang
yang memiliki tekanan darah yang rendah umumnya tidak mampu untuk berdiri dan
atau duduk terlalu lama, karena akan timbul rasa pusing ketika ia beranjak dari posisi
sebelumnya, contoh ketika duduk terlalu lama, lalu langsung berdiri tekanan darah
akan memacu jantung lebih cepat secara tiba-tiba, tekanan darah akan meningkat
secara cepat kemudian kepala terasa kunang-kunang atau pusing, bahkan beberapa
diantaranya sampai menimbulkan pingsan. Seseorang yang mempunyai tekanan darah
rendah membutuhkan waktu beberapa saat untuk mengembalikan tekanan darah
kembali normal.

22
a. Gejala Hipotensi

Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah Seseorang yang mengalami tekanan
darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap,
penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis
duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan
mengalami pingsan yang berulang.

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita
tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh
jaringan tubuh.

b. Penyebab Penyakit Darah Rendah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi
darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa
dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan
darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama
jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung
maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh
organ tubuh.

- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang
hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat
berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan
menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik,
pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium,
penghambat ACE).

c. Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan
darah renda (hipotensi), diantaranya :

23
- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari,
sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah
akan meningkat

- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam

- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu
dapat membantu mengurangi timbulnya gejala

- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala
hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu
dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang
dapat dilakukan bagi penderita.

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan
mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi
darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan
kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan
darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh.
Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat
oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat
(anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat
lelah dan sebagainya.

Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya
ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine,
pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan
erythropoietin.

2. Tekanan darah normal
Ukuran tekanan darah normal berkisar 120/80 mmHg. Tekanan darah dalam
kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal
memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah dari pada orang dewasa. Tekanan
darah juga dipengaruhi oleh aktivits fisik. Tekanan akan lebih tinggi pada saat

24
melakukan aktivitas dan akan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah satu hari
juga berbeda-beda paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur
malam hari.

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hipertensi dapat didefenisikan sebagai tekanan darah tinggi persisten dimana
tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg
(Smeltzer & Bare, 2001). Wiryowidagdo (2002) mengatakan bahwa hipertensi
merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang berada pada tingkatan di atas
normal. Jadi tekanan di atas dapat diartikan sebagai peningkatan secara abnormal dan
terus menerus pada tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa faktor yang
tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam mempertahankan tekanan darah secara
normal (Hayens, 2003).
Hipertensi dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar, yaitu hipertensi
esensial (primer) dan hipertensi skunder. Hipertensi esensial (primer) merupakan tipe
yang hampir sering terjadi 95 persen dari kasus terjadinya hipertensi. Hipertensi
esensial (primer) dikaitkan dengan kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang
bergerak (inaktivitas) dan pola makan. Sedangkan hipertensi sekunder berkisar 5
persen dari kasus hipertensi. Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain
(misalnya penyakit jantung) atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu (Palmer, 2007).

a. Gejala Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun
secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan
dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud
adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan;
yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan
tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:

· sakit kepala

· kelelahan

25
· mual

· muntah

· sesak nafas

· gelisah

· pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,
mata, jantung dan ginjal.

Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan
bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati
hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau
lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih
dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.

Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan
tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan
diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara
perlahan atau bahkan menurun drastis.

Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak
diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang
terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.

b. Penyebab Darah Tinggi

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah
tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan.
Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi.
Beberapa faktor tersebut antara lain:

1. Keturunan

Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau
saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan
darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi

26
lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah
penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan
darah tinggi.

2. Usia

Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya
usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat
mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda
bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas
yang normal.

3. Garam

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah
dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita
hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.

4. Kolesterol

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah
Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini
dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan
meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan
kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.

5. Obesitas / Kegemukan

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30
persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah
tinggi.

6. Stres

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil
juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

7. Rokok

27
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan
darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes,
serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan
ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya
yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

8. Kafein

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun
minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

9. Alkohol

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga
menyebabkan tekanan darah tinggi.

10. Kurang Olahraga

Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa
menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu
menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat
jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

Pada sekitar 90% penderita hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan
keadaan ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer. Hipertensi
esensial kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung
dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya
tekanan darah. Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder.

Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal.

Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian
obat tertentu (misalnya pil KB). Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah
feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon
epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

Penyakit Ginjal

28
- Stenosis arteri renalis

- Pielonefritis

- Glomerulonefritis

- Tumor-tumor ginjal

- Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)

- Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)

- Terapi penyinaran yang mengenai ginjal

Kelainan Hormonal

- Hiperaldosteronisme

- Sindroma Cushing

- Feokromositoma

Obat-obatan

- Pil KB

- Kortikosteroid

- Siklosporin

- Eritropoietin

- Kokain

- Penyalahgunaan alkohol

- Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

Penyebab Lainnya

- Koartasio aorta

29
- Preeklamsi pada kehamilan

- Porfiria intermiten akut

- Keracunan timbal akut.

c. Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi

Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal
ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi,
maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:

 Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita
tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung
garam.
 Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium.
Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
 Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita
tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan.
 Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal
30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
 Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda
menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan
kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit
sehari sebanyak 3 kali seminggu.
 Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang,
tomat, wortel, melon, dan jeruk.
 Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu
mengendalikan emosi Anda.
 Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi
atau hipertensi.
 Kendalikan kadar kolesterol Anda.
 Kendalikan diabetes Anda.
 Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter
jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat
yang tidak meningkatkan tekanan darah.

30
d. Pengobatan

Hipertensi esensial tidak dapat diobati tetapi dapat diberikan pengobatan untuk
mencegah terjadinya komplikasi.

Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita:

 Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan untuk
menurunkan berat badannya sampai batas ideal.
 Merubah pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar
kolesterol darah tinggi.
 Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6
gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium,
magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol.
 Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat. Penderita hipertensi esensial tidak
perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali.
 Berhenti merokok.

e. Pemberian Obat

Diuretik thiazide biasanya merupakan obat pertama yang diberikan untuk
mengobati hipertensi. Diuretik membantu ginjal membuang garam dan air, yang akan
mengurangi volume cairan di seluruh tubuh sehingga menurunkan tekanan darah.
Diuretik juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Diuretik menyebabkan
hilangnya kalium melalui air kemih, sehingga kadang diberikan tambahan kalium atau
obat penahan kalium.

Diuretik sangat efektif pada:

- orang kulit hitam

- lanjut usia

- kegemukan

- penderita gagal jantung atau penyakit ginjal menahun

31
Misal : Hydrochlorothiazide, Chlorthalidone, Metolazone, Indapamide,
Spironolactone, Amiloride, Triamterene, Furosemide, Bumetanide, Ethacrynic acid.

Penghambat adrenergik merupakan sekelompok obat yang terdiri dari alfa-
blocker, beta-blocker dan alfa-beta-blocker labetalol, yang menghambat efek sistem
saraf simpatis. Sistem saraf simpatis adalah sistem saraf yang dengan segera kan
memberikan respon terhadap stres, dengan cara meningkatkan tekanan darah.

Yang paling sering digunakan adalah beta-blocker, yang efektif diberikan kepada:

- penderita usia muda

- penderita yang pernah mengalami serangan jantung

- penderita dengan denyut jantung yang cepat

- angina pektoris (nyeri dada)

- sakit kepala migren.

Misal : Atenolol, Metoprolol, Propranolol, Nebivolol, Esmolol, Labetalol, Carvedilol,
Bisoprolol

Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE-inhibitor) menyebabkan penurunan
tekanan darah dengan cara melebarkan arteri.

Obat ini efektif diberikan kepada:

- orang kulit putih

- usia muda

- penderita gagal jantung

- penderita dengan protein dalam air kemihnya yang disebabkan oleh penyakit ginjal
menahun atau penyakit ginjal diabetik

- pria yang menderita impotensi sebagai efek samping dari obat yang lain.

Misal : captopril, enalapril, Ramipril, Lisinopril, Aliskiren, Benazepril , Moexipril ,
Perindopril

32
Angiotensin-II-bloker menyebabkan penurunan tekanan darah dengan suatu
mekanisme yang mirip dengan ACE-inhibitor.

Misal : Losartan, Valsartan, Olmesartan, Eprosartan, Azilsartan, Irbesartan ,
Candesartan ,Telmisartan .

Antagonis kalsium menyebabkan melebarnya pembuluh darah dengan mekanisme
yang benar-benar berbeda.

Sangat efektif diberikan kepada:

- orang kulit hitam

- lanjut usia

- penderita angina pektoris (nyeri dada)

- denyut jantung yang cepat

- sakit kepala migren.

Misal : Nifedipine, Amlodipine, Clevidipine, Felodipine, Diltiazem, Verapamil

Vasodilator langsung menyebabkan melebarnya pembuluh darah. Obat dari golongan
ini hampir selalu digunakan sebagai tambahan terhadap obat anti-hipertensi lainnya.

Kedaruratan hipertensi (misalnya hipertensi maligna) memerlukan obat yang
menurunkan tekanan darah tinggi dengan segera.

Beberapa obat bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat dan sebagian besar
diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah):

- diazoxide

- nitroprusside

- nitroglycerin

- labetalol.

33
Nifedipine merupakan kalsium antagonis dengan kerja yang sangat cepat dan bisa
diberikan per-oral (ditelan), tetapi obat ini bisa menyebabkan hipotensi, sehingga
pemberiannya harus diawasi secara ketat.

f. Pengelolaan Hipertensi Sekunder

Pengobatan hipertensi sekunder tergantung kepada penyebabnya. Mengatasi
penyakit ginjal kadang dapat mengembalikan tekanan darah ke normal atau paling
tidak menurunkan tekanan darah.

Penyempitan arteri bisa diatasi dengan memasukkan selang yang pada
ujungnya terpasang balon dan mengembangkan balon tersebut. Atau bisa dilakukan
pembedahan untuk membuat jalan pintas (operasi bypass). Tumor yang menyebabkan
hipertensi (misalnya feokromositoma) biasanya diangkat melalui pembedahan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara merubahan gaya hidup bisa
membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.

Tekanan darah
normal
berdasarkan umur Usia(tahun) Diastolik(mmhg) Sistolik(mmhg)

dan jenis kelamin

Anak laki-laki
3-5
>60 >95
6-10
>70 >100
11-18
>80 >120
Anak
perempuan
3-5 >60 >95
6-10 >70 >110
11-14 >80 >120
15-18 >80 >130

34
Faktor – faktor lain yang Mempengaruhi Tekanan Darah, yaitu :
1. Curah jantung
Curah hujan adalah volume darah yang dipompa jantung ( volume sekuncup)
selama 1 menit ( frekuensi jantung). Curah hujan = frekuensi jantung × volume
sekuncup. Tekanan darah (TD) bergantung pada curah jantung dan tahanan
vascular perifer. Tekanan darah= curah jantung× tahanan vascular perifer. Bila
volume meningkat dalam spasium tertutup, seperti pembuluh darah, tekanan dalam
spasium tersebut meningkat. Jadi, jika curah jantung meningkat, darah yang
dipompakan terhadap dinding arteri lebih banyak, menyebabkan tekanan darah
naik. Curah jantung dapat meningkat sebagai akibat dari peningkatan frekuensi
jantung, kontraktilitas yang lebih besar dari otot jantung, atau peningkatan volume
darah. Perubahan frekuensi jantung dapat terjadi lebih cepat daripada perubahan
kontraktilitas otot atau volume darah. Peningkatan frekuensi jantung tanpa
perubahan kontraktilitas atau volume darah mengakibatkan penurunan tekanan
darah. Tekanan darah berbanding lurus dengan curah jantung (ditentukan
berdasarkan isi sekuncup dan frekuensi jantungnya).
2. Tekanan Perifer terhadap tekanan darah
Sirkulasi darah melalui jalur arteriol kapiler venula dan vena. Arteri dan
arteriol dikelilingi oleh otot polos yang berkontraksi atau rileks untuk mengubah
ukuran lumen. Ukuran arteri dan arteriol berubah untuk mengatur aliran darah bagi
kebutuhan jaringan local. Misalnya, apabila lebih banyak darah yang dibutuhkan
oleh organ utama, arteri perifer berkontraki, menurunkan suplai darah. Normalnya
arteri dan arteriol tetap berkontriksi sebagian untuk mempertahankan aliaran darah
yang konstan. Tahanan pembuluh drah perifer adalah, tahanan terhadap aliaran
darah yang ditentukan oleh tonus otot vaskuler dan diameter pembuluh darah.
Semakin kecil lumen pembuluh semakin besar tahanan vaskuler terhadap aliran
darah.
Tekanan darah berbanding terbalik dengan tahanan dalam pembuluh. Tahanan
perifer memiliki beberapa faktor penentu :
1. Viskositas darah.
Hematokrit atau persentase sel darah merah dalam darah, menentukan
visikositas darah apabila hematokrit meningkat, dan aliran darah lambat, tekanan

35
darah arteri naik. Jantung berkontraksi lebih kuat lagi untuk mengalirkan darah
yang kental melewati sistem sirkulasi.
Semakin banyak kandungan protein dan sel darah dalam plasma, semakin
besar tahanan terhadap aliran darah. Peningkatan hematokrit menyebabkan
peningkatan viskositas : pada anemia, kandungan hematokrit dan viskositas
berkurang.
2. Panjang pembuluh
Semakin panjang pembuluh, semakin besar tahanan terhadap aliran darah.
3. Radius pembuluh
Tahanan perifer berbanding terbalik dengan radius pembuluh sampai pangkat
keempatnya.
(a) jika radius pembuluh digandakan seperti yang terjadi pada fase dilatasi, maka
aliran darah akan meningkat enambelas kali lipat. Tekanan darah akan turun.
(b) Jika radius pembuluh dibagi dua, seperti yang terjadi pada vasokontriksi, maka
tahahan terhadap aliran akan meningkatenambelas kalip lipat dan tekanan darah
akan naik.
4. Karena panjang pembuluh dan viskositas darah secara normal konstan, maka
perubahan dalam tekanan darah didapat dari perubahan radius pembuluh darah
(Ethel, 2003: 238-239).
5. Volume Darah
Volume sirkulasi darah dalam sistem vaskuler mempengaruhi tekanan darah.
Normalnya volume darh tetap konstan, bagaimanapun juga jika volume meningkat,
tekanan terhadap dinding arteri menjadi lebih besar. Misalnya, penginfusan yang
cepat dan tdak terkontrol dari cairan intravena meningkatkan tekanan darah. Bila
darah sirkulasi menurun, seperti kasus hemoragi atau dehidrasi, tekanan darah
menurun.

Pengendalian Tekanan Darah

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada
setiap detiknya.Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga
mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri
tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh

36
yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi
pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena
arteriosklerosis.

Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi
vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut
karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya
tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak
mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam
tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebaliknya, jika:

aktivitas memompa jantung berkurang

arteri mengalami pelebaran

banyak cairan keluar dari sirkulasi

maka tekanan darah akan menurun.

37
SUMBER PUSTAKA

Ganong William F,MD.2008.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22.Jakarta: EGC
Guyton,Arthur C.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.edisi 1.Jakarta : EGC
http://www.sentra-edukasi.com

http://www.infogue.com/article

http://thegoebbeiz.wordpress.com

38