You are on page 1of 18

MAKALAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

TUGAS MATA KULIAH KOMPUTER
Disusun Oleh :
MUAMMAR LISTIONO
031311021
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINAWAN
Jl. Kalibata Raya No. 25-30, Jakarta Timur 13630
2014

Dalam makalah ini kami membahas “KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA”.KL. tentunya kami mendapatkan bimbingan. arahan. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat. Azrul Azwar. Jakarta. MPH.. dan pengetahuan. selaku dosen komputer. Dr. Toris Z. korban luka.. Kerugian yang diderita akibat kecelakaan kerja itu cukup merugikan seperti adanya korban jiwa. selaku ketua Stikes Binawan  Bapak Dr. karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. selaku ketua yayasan Stikes Binawan  Bapak Prof.  Ibu Lulus Suci Hendrawati.. KATA PENGANTAR Puji syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah. Dalam proses pendalaman materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini. A. Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu usaha atau sistem. April 2014 Penyusun . Msi. dr. MPH. M. selaku dosen keselamatan dan kesehatan kerja. dan terjadinya kerusakan properti. untuk itu rasa terima kasih yang dalam- dalamnya kami sampaikan kepada:  Bapak IR Saleh Alwaini...  Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini.K3. biaya pengobatan. Sp. ST. Msi. selaku ketua prodi keselamatan dan kesehatan kerja  Bapak Husen.

Saran 15 . TEORI 3 B. Rumusan Masalah 2 C. Latar Belakang 1 B. DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Dan Manfaat Teori 2 BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Kesimpulan 14 B. PEMBAHASAN 5 BAB III PENUTUP A.

Oleh karena itu. LATAR BELAKANG Berbagai jenis organisasi meningkatkan perhatian terhadap pencapaian dan upaya menunjukkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pengendalian risiko K3 yang konsisten dengan kebijakan dan sasaran K3-nya. pengembangan kebijakan ekonomi dan tindakan lain yang menumbuh kembangan praktek K3 yang baik. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. jika suatu sistem tidak menerapkan K3 atau ergonomi atau menerapkannya tapi masih minimal atau menerapkannya tapi kurang tepat / dengan cara yang salah / buruk maka dapat mengakibatkan kecelakan- kecelakaan kerja. Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu usaha atau sistem. Upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dilakukan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau ergonomi di tempat kerja. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu- satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Memang sudah mulai banyak orang yang mulai menyadari dan . dan meningkatnya perhatian tentang isu K3 oleh pihak yang berkepentingan. Hal ini dilakukan dengan pengetatan peraturan perundang-undangan. Namun apakah hanya itu kerugiannya? Tidak. BAB I PENDAHULUAN A.

Mencari solusi guna menyelesaikan masalah yang berhubungan kesehatan dan keselamatan kerja 2. Namun pemahaman ini belum cukup mengingat ternyata kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kecelakaan kerja lebih dari itu. C. biaya pengobatan.memahami bahwa akibat kecelakaan kerja itu cukup merugikan seperti adanya korban jiwa. Bisa mengetahui gejala – gejala akan timbulnya suatu kecelakan 1. Kombinasi tempat kerja dengan lingkungan kerja 4. Meningkatkan kinerja (performance) di tempat kerja . Sebagai bahan referensi untuk membantu dan menunjang di masa mendatang sebagai seorang teknik industri dengan harapan sebagai seorang sarjana teknik industri yang dalam mengatisipasi kecelakan di tempat kerja 2. Rumusan Masalah 1. dan terjadinya kerusakan properti. Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas. Lalu apa saja kerugian-kerugian lain yang timbul. maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana minimalisir dan mencegah kecelakaan kerja guna meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja. Agar dapat mengetahui jarak – jarak yang efektif hubungan kerja. korban luka. B. yaitu manusia dengan mesin 3. TUJUAN DAN MANFAAT 1.

antara lain : 1. 1986 ). kesalahan manusia. BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Penyebab ini mewakili perbuatan. Menurut beberapa sumber terungkap bahwa sektor konstruksi menjadi penyumbang tertinggi kecelakaan kerja bila dibanding dengan sektor lain. 2. Lebih-lebih kecelakaan kerja di Proyek. dan cedera atau kerugian ( Ridley. Teori Multiple Causation Teori ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kemungkinan ada lebih dari satu penyebab terjadinya kecelakaan. kondisi atau situasi yang tidak aman. kecelakaan. Pada kesempatan ini akan kami sajikan beberapa teori tentang kecelakaan kerja menurut beberapa ahli. . Teori Heinrich ( Teori Domino) Teori ini mengatakan bahwa suatu kecelakaan terjadi dari suatu rangkaian kejadian. TEORI Seringkali kita dengar berita ada kecelakan di tempat kerja. Kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut perlu diteliti. Ada lima faktor yang terkait dalam rangkaian kejadian tersebut yaitu : lingkungan. perbuatan atau kondisi yang tidak aman.

Teori Gordon Menurut Gordon (1949). untuk lebih memahami mengenai penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan maka karakteristik dari korban kecelakaan. Widnerdan Bird dan Loftus mengembangkan teori Domino Heinrich untuk memperlihatkan pengaruh manajemen dalam mengakibatkan terjadinya kecelakaan. yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan mempertimbangkan salah satu dari 3 faktor yang terlibat.3. kecelakaan merupakan akibat dari interaksi antara korban kecelakaan. 4. 5. Oleh karena itu. perantara terjadinya kecelakaan. Teori Domino Terbaru Setelah tahun 1969 sampai sekarang. dan lingkungan yang mendukung harus dapat diketahui secara detail. telah berkembang suatu teori yang mengatakan bahwa penyebab dasar terjadinya kecelakaan kerja adalah ketimpangan manajemen. Teori Reason Reason (1995-1997) menggambarkan kecelakaan kerja terjadi akibat terdapat “lubang” dalam sistem pertahanan. Sistem pertahanan ini dapat berupa pelatihan-pelatihan. perantara terjadinya kecelakaan. dan lingkungan yang kompleks. prosedur atau peraturan mengenai keselamatan kerja. .

yang intinya sebagai berikut: 1. Safety menurut kamus besar tata bahasa Indonesia yang telah diterjema dalam bahasa Indonesia adalah mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. B. 3. 4.6. baik harta maupun jiwa manusia. Gejala penyebab langsung (praktek di bawah standar). Bird Petersen Penelusuran sumber yang mengakibatkan kecelakaan. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan. Kontak peristiwa (kondisi di bawah standar). Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat kerja. Kerugian gangguan (tubuh maupun harta benda). Teori Frank E. . 5. Manajemen kurang kontrol. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya.1 PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA SAFE adalah aman atau selamat.Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian. PEMBAHASAN 3. keutuhan dan kesempurnaan. Sumber penyebab utama. 2. Bird mengadakan modifikasi dengan teori domino Heinrich dengan menggunakan teori manajemen.

3. alat-alat kerja. konstruksi. bangunan dll) 3. bersih. Menjamin tempat kerja yang sehat. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. alat dan sumbersumber produksi lainnya.2 TUJUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah: 1. Manusia (pekerja dan masyarakat) 2. 6. Lingkungan (air. 8. cahaya. mesin. Mencegah/ mengurangi kematian. 7. udara. Memperlancar. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. 5. pemeliharaan bangunan. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. modal.3. 4. hewan dan tumbuhtumbuhan) . Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan. 9. Mencegah pemborosan tenaga kerja. instalasi dan lain sebagainya. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi: 1. Mencegah/mengurangi cacat tetap. 2. pemakaian. Mengamankan material. mesin-mesin. tanah. Benda (alat.

keracunan. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya 5.3. debu. 1. Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. uap. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. asap. baik fisik maupun psikis. Mencegah dan mengurang bahaya peledakan 4. Memelihara kebersihan. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. keselamatan dan ketertiban. . Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. 13. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. tanaman atau barang. 15. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. 10. binatang. 12. kotoran. sinar atau radiasi. 14. suara dan gelora. cuaca. kelembaban. hembusan angin. 11.3 SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Menurut perundang – undangan Timor – Leste menjelaskan bahwa yang sekarang ini di terapkan guna meminimisasikan resiko di lokasi proyek atau lokasi pabrik. Mencegah. gas. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. infeksi dan penularan. mengurangi dan memadamkan kebakaran 3. 9. Memberi pertolongan pada kecelakaan 6. Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja 7. Mencegah dan mengurangi kecelakaan 2. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. 8.

Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. 3. namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut. baik secara sendirisendiri atau bersama-sama.5 KEADAAN TIDAK AMAN DARI LINGKUNGAN KERJA (UNSAFE CONDITION) . terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. 3. 17. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. 4. manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah. yaitu: Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) 1. 3. 16. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan.4 PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. 18. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. 2. perlakuan dan penyimpanan barang.

PROSEDUR KESELAMATAN KERJA DI PERBENGKELAN OTOMOTIF. Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol. beberapa orang terluka karena itu. Apabila rambut anda panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin. 3. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. 2. Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan. 1. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. misal mesin bor. 4. Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan. Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. kontruksi kurang aman. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja. ventilasi atau pertukaran udara . sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat. 5. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. bising atau suara-suara keras. Pelajari tujuan . 1. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. suhu tempat kerja. Perlindungan utama terhadap benda. tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain). 2.

Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana. 6. 4. Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. paling tidak harus dapat diterima. Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata. penutup muka. pelindung telinga. yang terdiri atas helm pengaman. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. 3. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian. respirator. . terutama dalam waktu yang lama. 7. masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia. 6. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. 2. 7. 5. sarung tangan dan apron. Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. Kalau bentuknya tidak menarik. Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan. PAKAIAN PENGAMAN Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan 1.

cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin. sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin. Jam tangan dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. kecuali terpaksa benar. tertutup rapat. 8. Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar. 1. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGGUNAKAN PAKAIAN KERJA Kenakan pakaian yang tahan terhadap api. Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga merasa senang dalam pekerjaan. 2. Dasi. gesper dan kancing yang menonjol yang dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja. 3. Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah. 1. sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan . 3. 2. Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi. PAKAIAN KERJA 1. kulit harus selalu tertutup. Hindari pakaian dengan ikat pinggang. Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya. dan akan menyebabkan kecelakaan jika para pekerja tetap memakainya. dan berkancingkan.

Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai. Alat-alat pelindung anggota badan Badan kita terdiri dari beberapa bagian. 3. SARUNG TANGAN Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan. walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. 4. Alat pelindung mata. semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. sinar yang menyilaukan dan juga dari debu. Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan benda. Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. Mata harus terlindung dari panas. Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras. 2. 6. memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar. Alat pelindung kepala . Alat-alat pelindung bagian adalah sbb: 5. SEPATU KERJA Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja.

digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas. digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam. 8. hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api. Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun. c) Sarung tangan kulit. Alat pelindung tangan Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya. b) Sarung tangan asbes. seperti vernikel. vercrhoom dsb. Alat pelindung telinga Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan. . 9. Alat pelindung hidung. misalnya bor atau waktu sedang mengelas. digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang.Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar. Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset. antara lain: a) Sarung tangan kain. d) arung tangan karet. 7.

terutama pada waktu menempa dan mengelas. KESIMPULAN Dari pembahan tugas ini menjelaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada industri manufactur dengan tujuan meningkatkan performance suatu pabrik terutama pada tiga komponen utama yakni: INPUT – PROSES – OUT PUT. Alat pelindung badan. . Alat pelindung kaki untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia.10. sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh. Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api. BAB III PENUTUP A. sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api. Suatu pembahasan yang menjelaskan tentang kerja manusia – mesin (interaksi) Dengan terciptanya suatu sistem industri manfactur yang dapat meminimisasikan suatu masalah keselamatan di tempat kerja. 11. Lengan baju jangan digulung. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin.

Meningkatkan Kesadaran Betapa Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan dalam Lingkungan Kerja 2.B. Perusahaan Harus Memberi Jaminan Kepada Para Pekerja . SARAN DAN KESAN 1.