You are on page 1of 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan keselamatan yang bertalian dengan mesin,

pesawat, alat kerja, bahan dan pengolahannya, landasan tempat kerja dan

lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan (Suma’mur, 1989). UndangUndang

No. 1 Tahun 1970 dalam (Budiono, 2003) menerangkan bahwa keselamatan

kerja yang mempunyai ruang lingkup yang berhubungan dengan mesin, landasan

tempat kerja dan lingkungan kerja, serta cara mencegah terjadinya kecelakaan dan

penyakit akibat kerja, memberikan perlindungan sumber-sumber produksi sehingga

dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas.

Menurut Suma’mur, (1996), keselamatan kerja merupakan spesialisasi ilmu

kesehatan beserta prakteknya yang bertujuan agar para pekerja atau masyarakat

pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun

sosial dengan usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang

diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan serta terhadap penyakit umum.

Menurut Felton (1990) dalam (Budiono dkk, 2003) mengemukakan

pengertian tentang kesehatan kerja adalah

“Occupational Health is the extension of the principles and practice of occupational

medicine, to include the conjoint preventive or constructive activities of all members

of the occupational health team.”

Pengembangan prinsip-prinsip dan praktik dari kedokteran kerja, untuk memadukan

kegiatan-kegiatan yang bersifat mencegah atau membangun dari seluruh anggota tim

kesehatan kerja.

Melihat beberapa uraian di atas mengenai pengertian keselamatan dan

pengertian kesehatan kerja di atas, maka dapat disimpulkan mengenai pengertian

penyakit akibat kerja.Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu bentuk usaha atau upaya bagi para pekerja untuk memperoleh jaminan atas Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) dalam melakukan pekerjaan yang mana pekerjaan tersebut dapat mengancam dirinya yang berasal dari individu sendiri dan lingkungan kerjanya. keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. serta melindungi tenaga kerja terhadap resiko bahaya dalam melakukan pekerjaan serta mencegah terjadinya kerugian akibat kecelakaan kerja. Pada hakekatnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu keilmuwan multidisiplin yang menerapkan upaya pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan kerja. kebakaran. . peledakan atau pencemaran lingkungan kerja. keamanan kerja.

sehingga bila mereka terjun ke dunia kerja tidak mendapatkan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja karena telah dipahami sebelumnya. Akhir kata penulis meminta maaf apabila penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. maka dari itu penulis mengucapkan terimakasih kepada: Semua pihak yang membantu dalam penyusunan laporan ini. . tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Faktor-faktor yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan lingkungan Kerja serta melatih siswa membiasakan diri untuk membaca dan memahami lingkungan dunia kerja. sangatlah baik dan berguna bagi setiap mahasiswa mendapatkan suatu gambaran yang nyata dalam menjajaki dunia kerja dan menerapkan apa- apa yang telah didapatkan dari sekolah pada pekerjaan yang digeluti. Pada dasarnya. Dengan diberikannya tugas ini. Oleh sebab itu. penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kemajuan bagi penulis. KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini sebagaimana mestinya. Cikamurang. Dengan tersusunya makalah ini penulis berharap dapat mengetahui lebih dalam mengenai dunia usaha/industri terutama dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja serta dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. 13 Januari 2018 Penulis.