You are on page 1of 5

Qana’ah artinya selalu merasa cukup dengan nikmat yang Allah beri.

Apa manfaat kita memiliki
sifat qana’ah?

1- Mendapatkan dunia seluruhnya

Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, beliau bersabda,

ْ َ‫س ِد ِه ِع ْندَهُ قُوتُ يَ ْو ِم ِه فَ َكأَنَّ َما ِحيز‬
‫ت لَهُ الدُّ ْنيَا‬ ْ َ ‫َم ْن أ‬
َ ‫صبَ َح ِم ْن ُك ْم ِآمنًا فِى ِس ْر ِب ِه ُمعَافًى فِى َج‬
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan
masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di
rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi, no. 2346;
Ibnu Majah, no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib).

2- Menjadi orang yang beruntung

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

َّ ُ‫قَ ْد أ َ ْفلَ َح َم ْن أ َ ْسلَ َم َو ُر ِزقَ َكفَافًا َوقَنَّعَه‬
ُ‫َّللاُ بِ َما آتَاه‬
“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah
mengaruniakannya sifat qana’ah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR.
Muslim, no. 1054).

3- Mudah bersyukur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َ‫ظ ُروا إِلَى َم ْن ُه َو فَ ْوقَ ُك ْم فَ ُه َو أَجْ دَ ُر أ َ ْن الَ ت َ ْزدَ ُروا نِ ْع َمة‬
ُ ‫ظ ُروا إِلَى َم ْن أ َ ْسفَ َل ِم ْن ُك ْم َوالَ ت َ ْن‬
ُ ‫ا ْن‬
َّ
ِ‫َّللا‬
“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah
engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu
akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim, no. 2963).

sudah disebut hasad oleh Ibnu Taimiyyah. yaitu hasad dan permusuhan. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. 17:269) Hasad itu begitu bahaya karena seolah-olah protes akan takdir Allah.” (QS. akan tetapi membotaki agama. agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.” (Majmu’ah Al-Fatawa. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. ْ َ‫ َو ْالب‬،‫ األ َ ْش ُر‬: ‫س ْو َل هللاِ َو َما دَا ُء األ ُ َم ِم ؟ قَا َل‬ ‫ط ُر‬ ُ ‫ يَا َر‬: ‫ فَقَالُوا‬، ‫ْب أ ُ َّم ِتي دَا ُء األ ُ َم ِم‬ ُ ‫صي‬ ِ ُ ‫سي‬ َ ‫ي‬ ْ ُ ‫سدُ َحتَّى يَ ُك ْونَ البَ ْغ‬ ُ ‫ض َوالت َّ َحا‬ُ ‫غ‬ ُ ‫والت َّ َكاث ُ ُر َوالتَّنَا ُج‬ ُ ‫ش ِفي الدُّ ْنيَا َوالتَّبَا‬ . Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman.4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan apa bisa menimbulkan hal tersebut? Tebarkanlah salam di antara kalian. 1: 164. 2510 dan Ahmad.Menjauhkan diri dari hasad (iri. dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. Dan permusuhan adalah membotaki. ‫ش ْع َر َولَ ِك ْن تَحْ ِل ُق‬ َّ ‫ى ْال َحا ِلقَةُ الَ أَقُو ُل تَحْ ِل ُق ال‬ َ ‫ضا ُء ِه‬ َ ‫سدُ َو ْالبَ ْغ‬ َ ‫دَبَّ ِإلَ ْي ُك ْم دَا ُء األ ُ َم ِم قَ ْبلَ ُك ُم ْال َح‬ ‫الدِِّينَ َوالَّذِى نَ ْفسِى بِيَ ِد ِه الَ ت َ ْد ُخلُوا ْال َجنَّةَ َحتَّى تُؤْ ِمنُوا َوالَ تُؤْ ِمنُوا َحتَّى ت َ َحابُّوا أَفَالَ أُنَ ِبِّئ ُ ُك ْم‬ ‫سالَ َم بَ ْينَ ُك ْم‬ ُ ‫ِب َما يُث َ ِبِّتُ ذَا ُك ْم لَ ُك ْم أ َ ْف‬ َّ ‫شوا ال‬ “Telah berjalan kepada kalian penyakit umat-umat terdahulu. Adapun menurut kebanyakan ulama. no. “Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang menjadi sasaran hasad. dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat. walau tidak menginginkan nikmat tersebut hilang. Aku tidak mengatakan membotaki rambut. Tirmidzi. َ‫ض ُه ْم فَ ْوق‬َ ‫شت َ ُه ْم ِفي ْال َحيَاةِ الدُّ ْنيَا َو َرفَ ْعنَا بَ ْع‬ َ َ‫أ َ ُه ْم يَ ْق ِس ُمونَ َرحْ َمةَ َربِ َِّك نَحْ ُن ق‬ َ ‫س ْمنَا بَ ْينَ ُه ْم َم ِعي‬ َ‫س ْخ ِريًّا َو َرحْ َمةُ َربِ َِّك َخي ٌْر ِم َّما يَجْ َمعُون‬ ُ ‫ضا‬ ً ‫ض ُه ْم بَ ْع‬ ُ ‫ت ِليَت َّ ِخذَ بَ ْع‬ ٍ ‫ض دَ َر َجا‬ ٍ ‫بَ ْع‬ “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia. cemburu pada nikmat orang lain) Kenapa harus cemburu pada orang kalau kita sendiri sudah merasa cukup dengan nikmat yang Allah beri? Merasa tidak suka terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Sebagaimana disebut dalam ayat. 10:111). hasad adalah menginginkan suatu nikmat orang lain itu hilang. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata.” (HR. (Al-Mawsu’ah Al- Fiqhiyyah. Az-Zukhruf : 32) Az-Zubair bin Al-‘Awwam radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Silakan. 4: 168 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al- Awsath. ‘Akan muncul kepada kalian sekarang seorang penduduk surga. Coba perhatikan kisah berikut. apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata. Al-Hakim. dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman). “Aku bermasalah dengan ayahku dan aku bersumpah untuk tidak masuk ke rumahnya selama tiga hari. “Wahai Rasulullah.” (HR. menyalahgunakan nikmat. Tatkala keesokan harinya lagi (hari yang ketiga) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan perkataan yang sama dan muncul juga orang tersebut dengan kondisi yang sama pula.” Anas bin Malik melanjutkan tuturan kisahnya. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata. ‫ص َالةِ ْالفَجْ ِر‬ َ ُ‫ َحتَّى يَق‬،‫ع َّز َو َج َّل َو َكب ََّر‬ َ ‫وم ِل‬ َ َ‫علَى فِ َرا ِش ِه ذَ َك َر هللا‬ َ ‫ب‬ َ َّ‫ار َوتَقَل‬ َّ َ‫أَنَّهُ إِذَا تَع‬ ‫ث لَيَا ٍل َو ِكدْتُ أ َ ْن أَحْ ِق َر‬ُ ‫ت الث َّ َال‬ِ ‫ض‬ َ ‫ فَلَ َّما َم‬،‫غي َْر أَنِِّي لَ ْم أ َ ْس َم ْعهُ يَقُو ُل إِ َّال َخي ًْرا‬ َ :ِ‫ع ْبدُ هللا‬ َ ُ‫س ِم ْعت‬ َ ‫ َولَ ِك ْن‬،‫ب َو َال هَجْ ٌر ث َ َّم‬ ٌ ‫ض‬ َ ‫غ‬ َ ‫ع ْبدَ هللاِ إِنِِّي لَ ْم يَ ُك ْن بَ ْينِي َوبَيْنَ أَبِي‬ َ ‫ يَا‬: ُ‫ قُ ْلت‬،ُ‫ع َملَه‬ َ ‫علَ ْي ُك ُم ْاْلنَ َر ُج ٌل ِم ْن أ َ ْه ِل‬ َ ‫طلُ ُع‬ ْ َ‫ ” ي‬:‫ث ِم َر ٍار‬ َ ‫سلَّ َم يَقُو ُل لَ َك ث َ َال‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫سو َل هللا‬ ُ ‫َر‬ . Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. saling berlomba memperbanyak dunia. Tatkala Nabi berdiri (pergi) maka ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash mengikuti orang tersebut lalu berkata kepadanya. “Kufur Nikmat. ‫علَ ْي ُك ُم ْاْلنَ َر ُج ٌل ِم ْن أ َ ْه ِل‬ َ ‫طلُ ُع‬ ْ َ‫ ” ي‬:‫سلَّ َم فَقَا َل‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬َ ُ‫صلَّى هللا‬ َ ِ‫سو ِل هللا‬ ُ ‫سا َم َع َر‬ ً ‫ُكنَّا ُجلُو‬ ‫ قَدْ تَعَلَّقَ نَ ْعلَ ْي ِه فِي يَ ِد ِه‬،‫ضوئِ ِه‬ ُ ‫ف لِحْ يَتُهُ ِم ْن ُو‬ ُ ‫ ت َ ْن ِط‬،‫ار‬ِ ‫ص‬َ ‫طلَ َع َر ُج ٌل ِمنَ ْاأل َ ْن‬ َ َ‫ْال َجنَّ ِة ” ف‬ ‫الر ُج ُل ِمثْ َل‬ َّ ‫طلَ َع ذَ ِل َك‬ َ َ‫ ف‬،‫ ِمثْ َل ذَ ِل َك‬،‫سلَّ َم‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬ َ ‫ي‬ ُّ ِ‫ قَا َل النَّب‬،ُ‫ فَلَ َّما َكانَ ْالغَد‬،‫ش َما ِل‬ ِّ ِ ‫ال‬ ،‫ضا‬ ً ‫ ِمثْ َل َمقَالَتِ ِه أ َ ْي‬،‫سلَّ َم‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ‫ي‬ ُّ ِ‫ قَا َل النَّب‬،‫ث‬ ُ ‫ فَلَ َّما َكانَ ْاليَ ْو ُم الثَّا ِل‬. jenggotnya masih basah terkena air wudhu. Imam Adz-Dzahabi menyetujui sanadnya yang shahih. dan munculah orang itu lagi dengan kondisi yang sama seperti kemarin. ‫غي َْر‬ َ ،‫ش ْيئ ًا‬ َ ‫ات َمعَهُ تِ ْل َك اللَّيَا ِلي الث َّ َال‬ َ ‫ فَلَ ْم يَ َرهُ يَقُو ُم ِمنَ اللَّ ْي ِل‬،‫ث‬ َ َ‫ِّث أَنَّهُ ب‬ُ ‫ع ْبدُ هللاِ يُ َح ِد‬ َ َ‫َو َكان‬ ‫ قَا َل‬. perawinya tsiqah termasuk perawi Imam Muslim. Al-Hakim menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih. ‫ْال َم َّرةِ ْاألُولَى‬ ِ‫ع ْبد ُ هللا‬ َ ُ‫سلَّ َم تَبِعَه‬َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬ َ ‫ي‬ َ َ‫ فَلَ َّما ق‬،‫علَى ِمثْ ِل َحا ِل ِه ْاألُولَى‬ ُّ ِ‫ام النَّب‬ َ ‫الر ُج ُل‬ َّ ‫طلَ َع ذَ ِل َك‬ َ َ‫ف‬ َ ‫ فَإِ ْن َرأَي‬،‫علَ ْي ِه ث َ َالثًا‬ ‫ْت‬ َ ‫س ْمتُ أ َ ْن َال أ َ ْد ُخ َل‬ َ ‫ إِنِِّي َال َحيْتُ أَبِي فَأ َ ْق‬:‫اص فَقَا َل‬ ِ َ‫ع ْم ِرو ب ِْن ْالع‬ َ ‫ب ُْن‬ ‫ نَعَ ْم‬:‫ت ؟ قَا َل‬ َ ‫ي فَعَ ْل‬ َ ‫ض‬ ِ ‫أ َ ْن تُؤْ ِويَنِي إِلَي َْك َحتَّى ت َ ْم‬ “Kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. pen. maka beliau pun berkata.). saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran. no. sambil menggantungkan kedua sendalnya di tangan kirinya. saling memusuhi. Tatkala keesokan hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan perkataan yang sama.” Para sahabat berkata. Jika menurutmu aku boleh menginap di rumahmu hingga berlalu tiga hari?” Maka orang tersebut menjawab.’ Maka munculah seseorang dari kaum Anshar. 680) Orang yang selamat dari hasad adalah jalan menuju surga.“Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat. 2/275/9173.

maka aku pun berkata kepadanya. maka aku pun ingin menginap bersamamu untuk melihat apa sih amalanmu untuk aku teladani. Akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata sebanyak tiga kali bahwa akan muncul kala itu kepada kami seorang penduduk surga. ‘Tidak ada kecuali amalanku yang kau lihat. Namun aku tidak melihatmu banyak beramal. pen. hanya saja ia tidak memiliki perasaan dendam dalam hati kepada seorang muslim pun dan ia tidak pernah hasad kepada seorang pun atas kebaikan yang Allah berikan kepada yang lain. 3: 166.’ Abdullah berkata. Hanya saja jika ia terjaga di malam hari dan berbolak-balik di tempat tidur maka ia pun berdzikir kepada Allah dan bertakbir.Mengatasi berbagai problema hidup seperti berutang Karena kalau seseorang memiliki sifat qana’ah. Ahmad. tak perlu lagi baginya menambah utangan. Makanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minta dalam doa beliau sifat qana’ah (selalu merasa cukup) seperti dalam doa berikut. sesungguhnya tidak ada permasalahan antara aku dan ayahku.’ Abdullah bertutur. ‘Inilah amalan yang mengantarkan engkau (menjadi penduduk surga. Lantas engkaulah yang muncul. ‘Hanya saja aku tidak pernah mendengarnya berucap kecuali kebaikan. orang yang memiliki sifat qana’ah sungguh terpuji. Namun ia sama sekali tidak melihat orang tersebut mengerjakan shalat malam. Lantas apakah yang telah membuatmu memiliki keistimewaan sehingga disebut-sebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Orang itu berkata. ia akan menjadikan kebutuhan hidupnya sesuai standar kemampuan. ‫ْت‬ َ ‫ُه َو إِ َّال َما َرأَي‬ َ ‫ فَقَا َل‬. sifat hasad akan hilang dan semakin memudahkan ke surga. ُ‫طاهُ هللاُ إِيَّاه‬ ِ‫ع ْبدُ هللا‬ َ ‫علَى َخي ٍْر أ َ ْع‬ َ ‫سدُ أ َ َحدًا‬ ُ ْ‫ َو َال أَح‬،‫شا‬ ًّ ‫نَ ْفسِي ِأل َ َح ٍد ِمنَ ْال ُم ْس ِل ِمينَ ِغ‬ ُ ‫ي الَّتِي َال نُ ِط‬ ‫يق‬ َ ‫ َو ِه‬،‫َت بِ َك‬ْ ‫َه ِذ ِه الَّتِي بَلَغ‬ “Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash bercerita bahwasanya ia pun menginap bersama orang tersebut selama tiga malam. ‘Abdullah bertutur.’ Dan tatkala berlalu tiga hari –dan hampir saja aku meremehkan amalannya. 5. ‘Tatkala aku berpaling pergi.) dan inilah yang tidak kami mampui. Ingatlah.‫ فَلَ ْم‬،‫ِي ِب ِه‬َ ‫ فَأ َ ْقتَد‬،‫ع َملُ َك‬ َ ‫ظ َر َما‬ُ ‫ي ِإلَي َْك ِأل َ ْن‬َ ‫ فَأ َ َردْتُ أ َ ْن آ ِو‬،‫ث ِم َر ٍار‬ َ ‫ت أ َ ْن‬ َ ‫ت الث َّ َال‬ َ َ‫ْال َجنَّ ِة ” ف‬ َ ‫طلَ ْع‬ ‫ َما‬:‫ فَقَا َل‬،‫سلَّ َم‬ َ ُ‫صلَّى هللا‬ َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫سو ُل هللا‬ ُ ‫ فَ َما الَّذِي بَلَ َغ بِ َك َما قَا َل َر‬،‫ع َم ٍل‬ َ ‫ير‬ َ ِ‫أ َ َر َك ت َ ْع َم ُل َكث‬ ‫غي َْر أَنِِّي َال أ َ ِجدُ فِي‬ َ ،‫ْت‬ َ ‫ َما ُه َو إِ َّال َما َرأَي‬:‫ فَقَا َل‬،‫عانِي‬ َ َ‫ فَلَ َّما َولَّيْتُ د‬:‫ قَا َل‬. َ َ‫ والعَف‬، ‫ والتُّقَى‬، ‫اللَّ ُه َّم إ ِنِّي أسْألُ َك ال ُهدَى‬ ‫ وال ِغنَى‬، ‫اف‬ . Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim) Kalau qana’ah dimiliki. ia pun memanggilku dan berkata bahwa amalannya hanyalah seperti yang terlihat. apalagi boikot. hingga akhirnya ia bangun untuk shalat Shubuh.” (HR. ‘Wahai hamba Allah (fulan).

” (Syarh Shahih Muslim. dari ‘Abdullah). no.com/15569-5-manfaat-memiliki-sifat-qanaah. Muslim. dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah). ketakwaan. ‘Afaf artinya menjaga iffah.” (HR. 12: 94) Semoga bermanfaat. 2721. aku meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal). Ulama lain mengungkapkan ‘iffah (sama dengan ‘afaf) adalah menahan diri dari yang tidak halal. “’Afaf adalah menahan diri dari yang haram. termasuk juga menjauhkan diri dari syubhat (hal yang masih samar).html . menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik. Sumber : https://rumaysho.“Ya Allah. juga menjauhkan dari hal-hal yang menjatuhkan kehormatan diri. sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram). Imam Nawawi rahimahullah menyatakan.