You are on page 1of 4

Skenario B Blok 12 Tahun 2018

Ny. C, umur 32 tahun dibawa suaminya ke Instalasi Rawat Darurat RSMH Palembang karena
kejang. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat 8 hari sebelumnya demam tinggi disertai batuk,
sakit tenggorokan, diare dan gelisah. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran delirium:
suhu 38 ℃, Nadi 140 x menit/regular, Tekanan Darah 100/80 mmHg, RR 18 x/menit. Kepala:
Mata exophthalmos (+), Mulut: pharynx: hiperemis; Leher: struma diffusa (+), kaku kuduk (-).
Jantung: takikardia; Paru: bunyi nafas normal; Abdomen: Dinding perut lemas; hati dan limpa
tak teraba. Ekstremitas: Refleks patologis (-). Tremor (+).

Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin: Hb: 12 g%; WBC: 15.000/mm3.
Kimia Darah: Glukosa darah, test fungsi ginjal dan hati normal, elektrolit serum normal. Test
fungsi tiroid: T3 : ,6 nmol/l; T4 198 nmol/l ; TSH 0,3 mU/L

Klarifikasi Istilah
1. Alloanamnesis : wawancara medis yang dilakukan dokter ke orang-orang sekitar pasien
untuk memberikan informasi
2. Delirium : gangguan mental yang berlangsung singkat biasanya mencerminkan
keadaan keracunan
3. Exophthalmus : protrusio/penonjolan mata yang abnormal
4. Struma diffusa : pembesaran menyebar ke seluruh tiroid (struma simple)
5. Tremor : gemetar atau menggigil yang involunter
6. Kejang : kondisi dimana otot-otot tubuh berkontraksi secara tidak terkendali
7. Refleks patologis : respons yang tidak umum dijumpai pada individu normal
8. Tes fungsi tiroid : yang bertujuan untuk membantu menentukan status tiroid
9. T3 : triiodotironin
10. T4 : tetraiodotironin
11. TSH : Tiroid Stimulating Hormon yaitu hormone yang diproduksi oleh kelenjar
pituitary anterior yang berfungsi untuk menstimulasi terbentuknya hormone tiroid

Identifikasi Masalah
1. Ny. C, umur 32 tahun dibawa suaminya ke Instalasi Rawat Darurat RSMH Palembang
karena kejang. (
2. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat 8 hari sebelumnya demam tinggi disertai batuk,
sakit tenggorokan, diare dan gelisah.(
3. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran delirium: suhu 38 ℃, Nadi 140 x
menit/regular, Tekanan Darah 100/80 mmHg, RR 18 x/menit. Kepala: Mata
exophthalmos (+), Mulut: pharynx: hiperemis; Leher: struma diffusa (+), kaku kuduk (-).

C? (iqbal. test fungsi ginjal dan hati normal. sakit tenggorokan. diare dan gelisah. Ekstremitas: Refleks patologis (-). kaku kuduk (-). RR 18 x/menit.000/mm3. Biaggi) 3. Clar)  Pharynx (Mel. Syahril) . Iza) c) Bagaimana mekanisme (patofisiologi) kejang pada kasus ini? (Kila. Kila) c) Bagaimana mekanisme dari gejala yang dialami berdasarkan kasus? (Princess. a) Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik dari kasus tersebut? (Iza. Mulut: pharynx: hiperemis. Paru: bunyi nafas normal. Tremor (+). elektrolit serum normal. Jantung: takikardia. Wella)  Nadi takikardi (Syahril. Kak Mel) d) Bagaimana penanganan dari gejala yang dialami sesuai kasus? (Wella. Paru: bunyi nafas normal. Ny. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran delirium: suhu 38 ℃. Princess)  Suhu (Iqbal. TSH 0. umur 32 tahun dibawa suaminya ke Instalasi Rawat Darurat RSMH Palembang karena kejang. ( 4. a) Apa hubungan usia dan jenis kelamin dengan keluhan yang dialami oleh Ny. wella) b) Apa yang dapat menyebabkan kejang pada kasus ini?(Syahril. Clar) d) Apa dampak kejang pada kasus ini? (Kak mel. Kepala: Mata exophthalmos (+). T4 198 nmol/l . Kimia Darah: Glukosa darah. Iza)  Mata (Kila. hati dan limpa tak teraba. Test fungsi tiroid: T3 : . Syahril) b) Bagaimana algoritma penegakkan diagnosis kasus ini? Bikin skema dari anamnesis sampai ke tatalaksana (Daffa. Tremor (+).3 mU/L ( Analisis Masalah 1. a) Apakah ada hubungan antara kejang dengan demam tinggi disertai batuk. diare dan gelisah? (Biaggi. Iqbal) 2. Tekanan Darah 100/80 mmHg. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat 8 hari sebelumnya demam tinggi disertai batuk. Leher: struma diffusa (+).6 nmol/l. Daffa) b) Bagaimana patofisiologi dari abnormalitas hasil pemeriksaan fisik?  Kesadaran (Clar. Abdomen: Dinding perut lemas. Pemeriksaan Laboratorium: Darah rutin: Hb: 12 g%. Ekstremitas: Refleks patologis (-). hati dan limpa tak teraba. sakit tenggorokan. Nadi 140 x menit/regular. WBC: 15. Jantung: takikardia. C. Iqbal)  Struma (Biaggi. Abdomen: Dinding perut lemas.

C umur 32 tahun diduga mengalami hipertiroidisme. Iqbal) c) Aspek Biokimia pada Hormon Tiroid (Iza. Kimia Darah: Glukosa darah. penyakit apa yang dialami Ny. Princess) m) Bagaimana edukasi dan pencegahan kepada Ny. Kak Mel) 4.C? (Wella. Pemeriksaan Laboratorium: Darah rutin: Hb: 12 g%. WBC: 15. elektrolit serum normal. Biaggi) b) Bagaimana patofisiologi dari abnormalitas hasil lab tersebut?  WBC (Kila. Kak Mel) c) Epidemiologi (Syahril.  Tremor (Daffa.C? (Princess. Daffa) e) Patofisiologi (Mel. Clar) f) Bagaimana epidemiologi dari penyakit Ny. Clar) Hipotesis: Ny.C?(Princess.C? (Kila. Kak Mel) j) Bagaimana tatalaksana farmakologi dan nonfarmakologi? (Syahril. test fungsi ginjal dan hati normal.C? (Iqbal.C? (Daffa. Kila) i) Bagaimana faktor risiko dari penyakit Ny.6 nmol/l. Clar) b) Histologi (Wella.3 mU/L a) Bagaimana intepretasi hasil lab tersebut? (Syahril.C? (Biaggi.000/mm3. Iqbal) g) Bagaimana pathogenesis dari penyakit Ny. Iza) o) Apa SKDI dari penyakit Ny. Hipertiroidisme a) Definisi (Clar. Syahril) h) Bagaimana patofisiologi dari penyakit Ny. Iza) e) Apa etiologi dari penyakit Ny.C? (Clar. Test fungsi tiroid: T3 : . Kila) b) Etiologi ( Iqbal. T4 198 nmol/l . Biaggi) d) Faktor Risiko (Kila. Kila) c) Bagaimana anatomi dan histologi kelenjar tiroid? (Iqbal. Kelenjar Tiroid a) Anatomi (Princess. Princess) .C? (Daffa. Wella) d) Bagaimana diagnosis banding dari penyakit yang dialami Ny. Syahril) 2. Princess) c) Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan. Biaggi) k) Bagaimana komplikasi dari penyakit Ny.C? (Iza. TSH 0. Daffa)  Test fungsi tiroid (Kak Mel. Learning Issue 1.C? (Biaggi. Daffa) l) Bagaimana aspek biokimia dari hormon tiroid? (Kak Mel. Wella) n) Bagaimana prognosis penyakit Ny.

Syahril) k) Algoritma Penegakkan Diagnosis (Clar. Iza) 4. Pemeriksaan Lab a) Interpretasi (Princess. Kak Mel) m) Anamnesis (Syahril. Iqbal) c) Pemeriksaan penunjang (Iza. Princess) c) Pemfis pada tiroid (Biaggi. Clar) i) Tatalaksana (Iza. Iqbal) j) SKDI (Wella. Iza) h) Komplikasi (Princess. Pemeriksaan Fisik a) Interpretasi (Kila. Wella) d) Diagnosis Banding (Daffa. Syahril) . Clar) b) Patofisiologi hasil (Wella. Kila) l) Edukasi (Iqbal. Daffa) b) Patofisiologi hasil (Mel. f) Patogenesis (Biaggi. Wella) g) Manifestasi Klinik (Daffa. Biaggi) 3.