You are on page 1of 9

LAPORAN PENDAHULUAN

INTRANATAL CARE

Dosen Pembimbing : B.Hanik ,S.ST

OLEH :

1. Enny Ristanti
2. Elok Wahyu
3. Ines wiliawati
4. Marshelina S. Key
5. Layinatul
6. Priyanti
7. Risma Kusuma Sari
8. Yunita
9. Ida Lailatul

PROGRAM STUDY BIDAN PENDIDIK (DIV)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KEDIRI

2010

. Keregangan otot-otot : Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. b. 1998). c. a. Terdapat beberapa teori antara lain : (Rustam Muchtar.Demikian pula dengan rahim. sebaliknya Estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. 1991:180) • Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi pembukaan servik serta pengeluaran janin dan plasenta dari uterus ibu II. Penyebab Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum diketahui secara pasti/jelas. LAPORAN PENDAHULUAN INTRANATAL CARE I. tetapi pada akhir kehamilan kadar Progesteron menurun sehingga timbul his. Teori oxytocin : Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah.lam darah. Penurunan kadar progesteron : Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim. Oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim. Definisi • Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina kedunia luar (Wikmosastro.Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar Progesteron dan Estrogen di da.

Turunnya kepala atau presentasi pada inlet disebabkan oleh : .Kontraksi diafragma dan otot perut (Kalla II) .Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan . Pengaruh janin : Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari biasa. Discent (turunya kepala) a.Multi para terjadi pada permulaan persalinan 2. Asynclitismus Posterior Sutura sagitalis mendekati simplusis. e. . Synclitismus dan Asynclitismus 1. Asynclitismus Jika Sutura sagitalis agak ke depan mendekati symplusis atau agak kebelakang mendekati promotorium. d. Mekanisme Persalinan 1. Enggagement . 2. Synclitismus a.Tekanan cairan ketuban . Os Parietal depan dan belakang sama tinggi. disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. b. Sutura sagitalis terdapat di tengah-tengah jalan lahir tepat antara symplusis dan promotorium. Os parietal belakang lebih rendah dari Os parietal depan.Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus b. maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan. Teori Prostaglandin : Prostaglandin yang dihasilkan oleh decidua. III. a.Tekanan langsung oleh fundus uteri .

dan badan . muka dagu.Terjadinya bersama dengan majunya kepala . 7.Usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir (Bidang tengah dan PBP) . Ekstensi Defleksi kepala :  Karena sumbu PBP mengarah ke depan dan atas  Dua kekuatan kepala  Mendesak ke bawah Kekuatan kedepan atas  Tahanan dasar panggul menolak ke atas  Setelah sub occiput tertahan pada pinggir bawah symphisis sebagai Hypomoclion  lahir lewat perinium = occiput.Rotasi muka belakang secara lengkap terjadi setelah kepala di dasar panggul. lahir bahu belakang. 5. Eksternal Rotasi (Putaran paksi luar) • Setelah kepala lahir  kepala memutar kembali ke arah panggul anak untuk menghilangkan torsi leher akibat putaran paksi dalam  Ukuran bahu menempatkan pada ukuran muka belakang dari PBP. 6.Bagian terendah memutar kedepan. dinding panggul dan dasar panggul 4. Internal Rotasi (Putaran paksi dalam) . Ekspulsi Bahu depan dibawah simpisis. 3. b. bahu depan. ke bawah simpisis . Fleksi Majunya kepala : kepala mendapat tahanan dari cervik. Asynclitismus Anterior Sutura sagitalis mendekati promotorium sehingga Os parietal depan > Os parietal belakang.

tenaga ibu untuk mengedan . presentasi dan posisi .Psikologi : Perubahan psikologis yang terjadi V.Pasenger : Besarnya anak.Pasagway : Bentuk dan ukuran panggul . Faktor-faktor yang penting dalam persalinan . lama. Kala Persalinan A.Plasenta : Tempat insersi plasenta . Kala I Waktu pembukaan serviks sampai lengkap (±10 cm). Beberapa yang harus dimonitor pada kala I. dibagi atas beberapa periode: .serviks dan vagina menjadi satu saluran.Power : Kontraksi uterus (kekuatan. dimana setiap jam pembukaan bertambah ±1 cm. dan frekuensi). pada primipara biasanya berlangsung 6 – 8 jam.segmen bawah rahim.yaitu:  Keadaan ibu  Pembukaan serviks yaitu ostium eksterna sampai 1-10 cm  Pada pembukaan lengkap tidak teraba lagi bibir portio.Periode deselerasi : Pembukaan 9-10 cm (biasanya 2 jam) 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pembukaan kala I  Otot-otot servik menarik rahim  Segmen bawah servik diregang oleh isi abdomen . 1) Fase pada kala I Fase laten Pembukaan servik berlangsung lambat.Periode Akselerasi : Pembukaan servik 3-4 cm (biasanya selama 2 jam . pembukaan dari 0-3 cm. biasanya dalam waktu 7-8jam Fase aktif Biasanya berlangsung ± 6 jam.IV.pada multipara 2-10 cm pembukaan ±1 cm dalam 30 menit.Periode dilatasi maksimal : Pembukaan 4-9 cm (biasanya selama 2 jam) .

yang lama-kelamaan menjadi kuat dan jaraknya yang lebih pendek 4) Pemeriksaan Leopold  Leopold I : Menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat di fundus  Leopold II : Menentukan dimana letak punggung anak dan dimana letak bagian terkecil  Leopold III : Menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah sudah masuk pada PAP  Leopold IV : Menentukan apa yang normal bagian bawah dan sudah berapa masuknya bagian bawah ke dalam PAP 5) Turunnya kepala janin  Hodge I : Kepala turun setinggi PAP  Hodge II : Kepala turun setinggi pinggir bawah simpisis  Hodge III : Kepala turun setinggi spina ischiadika  Hodge IV : Kepala turun setinggi os cogsegis 6) Posisi dan presentasi Posisi : hubungan presentasi dengan kanan dan kiri ibu o Cephalic presentasi : occiput o Breech presentasi : sacrum o Face presentasi : dagn o Transperse presentasi : scapula o Bach cephalic presentasi : ubun-ubun kecil 7) Teknik meneran  Menurut codayra-barela 1. biasanya dorong setiap 10- 15 menit.  Ketuban sewaktu kontraksi. Meneran waktu ada dorongan setiap his . menonjol ke kanalis servikalis dan bila ketuban sudah pecah dan dorongan kepala janin 3) Kontraksi uterus Pada awalnya tidak begitu kuat. Meneran secara pendek tidak lebih dari 6-7 detik 2.

2) Monitor DJJ :120 – 160x/menit 3) Bantu persalinan.Timbulnya kontraksi uterus . Kala III Yaitu fase keluarnya plasenta pada primipara : ½ jam dan pada multipara ¼ jam.lama dan sering.tangan merangkul paha dan bawah lutut 3. Menarik pada lutut dengan menempel pada dada menguatkan dorongan diafragma dan otot perut 5. tungkai diluruskan untuk mengurangi tekanan pada pangkal dan relaksasi dasar panggul B.Tali pusat menjulur . Kala II Yaitu kala pengeluaran hasil konsepsi. Meneran dengan membuka glottis dan sedikit Menghembus  Cara Klasik Ibu disarankan meneran setiap ada his  Cara Semi Fowler 1.Fundus membundar . perdarahan meningkat. kepala tampak di vulva. Diluar his.Terlihat masa di introitus . Observasi tanda-tanda lepasnya plasenta . Penatalaksanaan kala II 1) Observasi tanda-tanda kala II seperti: his makin kuat. meneran 3-5 kali 3.Uterus mulai berkontraksi.Jika ada kontraksi kepala dan bahu diangkat 45°C 2. lakukan episiotomi jika ada indikasi 4) Merapikan bayi dan menilai APGAR score C. paha ditarik kearah abdomen.Meneran pendek 5 detik dengan membuka glottis.anus meregang. menarik nafas sebelum mengedan dihindari 4. perineum meregang dan vulva membuka. timbul reflek meneran seperti ingin BAB.  Penatalaksanaan kalla III 1.

Perdarahan sekonyong-konyong 2. Menilai cara lahirnya plasenta . minum. Monitor tanda-tanda vital. Monitoring kontraksi uterus 7. Penurunan rasa nyaman: Bersihkan ibu. panjang . ganti baju.Beratnya 550-600 cm . Observasi jalan lahir 6. keadaan umum. perdarahan Sekonyong Konyong 4. Observasi keadaan umum ibu 8. kontraksi uterus dan respon klien 3. Menentukan kelengkapan plasenta .Arteri 2 dan Vena 1 .Jumlah kortiledon 16-22 .Periksa pinggir plasenta ada robekan atau tidak 5.Tebalnya 2-3 cm . makan dan rasa Nyaman D.Panjang tali pusat 55 – 60 cm . Observasi jalan lahir.Insersi tali pusat .Cara Duncan : Plasenta lepas dari pinggir.Penuhi kebutuhan dasar ibu. Kala IV yaitu fase keluarnya plasenta dimana uterus tidak kontraksi lagi • Penatalaksanaan 1.Cara Sechulze : Plasenta lepas dari tangan.Diameter 14 – 16 . perdarahan sedikit . anus terjadi atau tidak 2. . Menentukan lepasnya plasenta 3.

2000. A.com/2009/05/laporan- pendahuluan-intranatal-care. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas. Beri ibu makan dan minum 5.html?zx=8b2fa919bbeb22e0 . 1995. Jakarta : EGC Doengoes. Rencana Perawatan Maternal dan Bayi.atur posisi yang nyaman 4.. Lakukan bonding attacchman DAFTAR PUSTAKA Bobak. pembalut. Keperawatan Maternitas. Marylin.blogspot. Jakarta : EGC Hamilton. 2000. Jakarta : EGC http://ilmukeperawatanstikesfaletehancom.