You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Polusi suara bersamaan dengan polusi udara dan polusi air, telah menjadi
tiga masalah paling serius pada polusi lingkungan yang berefek pada kesehatan
manusia. Menurut laporan penelitian World Health Organization, suara dapat
membahayakan kesehatan manusia secara fisik dan psikologis, seperti lemah
pendengaran , kehilangan pendengaran dan menggangu kehidupan orang.Suara
keras yang dihasilkan oleh berbagai jenis kendaraan dapat mengganggu konsentrasi
dan juga merusak kesehatan manusia. Apabila pengaruh ini tidak ditangani dengan
baik, maka akan menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan, manusia dan
hewan. Menurut penelitian Mastria Suandika (2009), orang yang hidup dalam
kebisingan lalu lintas cenderung memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan
dengan orang yang hidup di tempat yang tenang.
Saat ini telah banyak upaya yang dilakukan orang untuk dapat mereduksi
kebisingan yang terjadi pada suatu ruangan yaitu dengan menggunakan bahan-
bahan peredam bunyi dan penyerap bunyi. Salah satu yang telah dikembangkan
ialah papan polimer komposit. Papan polimer komposit ialah papan komposit yang
dibuat dari serat kayu atau serbuk kayu dan termoplastik seperti PE, PP , PVC, dll.
Sebagai tambahannya, ditambah dengan bahan yang mengandung lignoselulosa dan
juga bahan anorganik sebagai pengisinya. Material polimer komposit tidak dapat
korosi dan juga tidak busuk. Material polimer komposit sering dianggap sebagain
material berkelanjutan karena dapat dibuat menggunakan plastik daur ulang dan
limbah dari industri kayu. Material polimer komposit memiliki sifat insulasi suara
yang lebik baik karena kepadatan permukaan dan kekakuan yang meningkat (Peng).
Transmission loss (TL) dari material polimer komposit dapat ditingkatkan
dengan menambahkan bahan anorganik sebagai pengisi. Beberapa peneliti telah
melakukan penelitian dengan polypropylene (PP) atau high-density polyethylene
(HDPE) sebagai penguat dengan menambahkan nanoclay (Yan dkk) atau nano
calcium carbonate (CaCO3) sebagai pengisi. Dari hasil tersebut , tambahan pengisi
anorganik tersebut dapat meningkatkan kepadatan permukaan dan kekakuannya.
Sehingga sifat insulasi suara juga meningkat.
Selain menggunakan bahan anorganik sebagai pengisi , beberapa peneliti
juga telah melakukan penelitian dengan menggunakan serat alam sebagai pengisi.
Serat nenas (Wahyudil Hayat dkk), kulit pinang (Fatimah dkk) dan juga ampas tebu
(Yani puspita rini) telah digunakan sebagai pengisi dalam pembuatan bahan
peredam suara. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan serat alam tersebut

Hal ini sesuai dengan pendapat Maloney (1993) yang menyatakan bahwa material yang mempunyai selulosa yang tinggi sangat baik dijadikan sebagai bahan peredam bunyi. Bibin dkk (2010) telah membuat nanoserat dari daun nanas dengan metode ledak uap. Setiap pengolahan 1 ton tandan buah segar (TBS) menghasilkan 230 kg tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Metode ledap uap merupakan metode yang efektif untuk memisahkan nanoserat dari biomassa (Cherian. Keunggulan lainnya ialah serat alam merupakan bahan yang ramah lingkungan. Salah satu limbah yang memiliki kandungan lignoselulosa ialah tandan kosong kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah. 2008) Dari penjelasan diatas. mekanik dan sifat akustiknya . peneliti tertarik untuk memanfaatkan bahan tersebut sebagai pengembangan ilmu pengetahuan. Kemudian dimanfaatkan sebagai pengisi dalam pembuatan material nanokomposit yang diperkuat oleh polypropylene (PP) sebagai material peredam suara yang akan di uji sifat fisis.memiliki kualitas yang cukup baik sebagai bahan peredam suara. Pengolahan kelapa sawit masih sangat terbatas. Alternatif lain dengan menimbun (open dumping) untuk dijadikan mulsa di perkebunan kelapa sawit atau diolah menjadi kompos (Hanum. 2009) Sejalan dengan adanya perkembangan nanoteknologi. serat alam telah banyak dijadikan sebagai nanoserat. Salah satunya ialah tandan kosong kelapa sawit juga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan nanoserat. dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang akan dijadikan nanoserat dengan metode ledak uap (steam explosion).