You are on page 1of 5

A N A L I S Bobot x Rating A S W O T

NO Analisis SWOT Bobot Rating Bobot x Rating

STRENGHT

1. Sumber daya manusia (MAN )
a. Faktor Internal 0,1 2 0,2
( IFAS)
Jenis Ketenagaan :
- D3 Kep 15 orang (83.3 %)
- S1 Kep+Ners 2 0rang 0,2 3 0,6
(11.1%)
b. BOR 42 %

Total 0,3 0,8
S-W=

WEAKNESS 0,8-0,5=0,3
0,1 2 0,2
a. SPK 1 orang (5.6%)
b. LOS yang memanjang karena 0,2 1 0,2
perawatan yang lama
c. Kelebihan pegawai 6 orang 0,1 1 0,1

Total 0,4 0,5

OPORTUNITIS

a. Level pendidikan SPK 0,2 2 0,4
mendapat kesempatan
pengembangan pendidikan
ilmu dan pengetahuan
b. Adanya program pelatihan 0,3 2 0,6
khusus misalnya Manajemen
Stoke dan pelatihan EEG
c. Adanya program
pelatihan/seminar khusus 0,3 2 0,6
tentang manajemen
keperawatan
d. Mahasiswa S1 keperawatan 0,2 2 0,4
praktek manajemen
e. Adanya kesempatan 0,2 3 0,6
melanjutkan pendidikan ke

1 1 0.2 a. Sarana dan prasarana (alat 0. b.1 (CT Scan) Total: 0. buku TTV.6 0.2 ganti perban) tidak mencukupi b.6-0. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk pelayanan 0.1 = 0. Tidak ada sarana penunjang 0.1 1 0.2 2 0.4 a.4 0. Faktor Interna (IFAS ) RS pemerintah tipe B sekaligus sebagai RS rujukan.8 a.8 sehingga pelayanan kurang optimal b.2 0.1 1 0. Sarana dan Prasarana (M2) 0. Mutu pelayanan kurang 0.8 Total STRENGHT 2.6 THREAT O-T= 2.1 1 0.1 = 1. Terbatasnya kuota tenaga 0.2 2 0.1 keperawatan yang melanjutkan pendidikan tiap tahun 0.1 1 0. SOP dan lain-lain) 0.2 2 0.1 1 0.2 2.4 penunjang (misl: kardeks obat. Persaingan antar-RS yang 0. Ada tuntutan pasien untuk mendapatkan pelayanan yang 0.8 Total WEAKNESS S-W= 0.1 yang lebih professional c. jenjang yang lebih tinggi Total 1.4 semakin kuat d.1 professional e. Terdapat administrasi 0.4-0.2 .

1 1 0.9 b.2= 0. Adanya program pelatihan/ seminar khusus tentang 0.1 sarana dan prasarana Total 0.8 O-T= THREAT 0. Ruangan Neurologi sudah 0. Timbang terima sudah 0.4 pengoperasian alat Total 0.8-0.2 STRENGHT Penerapan MPKP (M3) 3.3 3 0.4 0.3 3 0. Kepala ruangan memimpin 0.3 2 0. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk melengkapi 0.9 kegiatan timbang terima d. misi sebagai acuan melaksanakan kegiatan pelayanan 0.6 a.4 g.1 ada b.2 2 0.4 tim kesehatan lainnya 1.4 f.6 merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan e.4 prasarana (Instrumen ganti perban) b.8 4.2 2 0. Supervisi sudah dilakukan kepala ruangan 0. Sudah ada model MPKP c.2 0. Adanya pengadaan sarana dan 0. Terlaksananya komunikasi yang adekuat: perawat dengan 0. a.2 2 0.2 2 0.1 1 0.5 Total . OPORTUNITIS a. Mempunyai standar asuhan keperawatan 0.9 memiliki visi.2 2 0. Kesenjangan antara jumlah pasien dengan peralatan yang 0.3 3 0.

4 keperawatan d. Persaingan antar ruangan 0.1 1 0.1 4.7 OPORTUNITIS a. Ronde keperawatan kurang 0.2 2 0.5 0.4 kepala ruangan untuk mengadakan ronde keperawatan pada dan mahasiswa praktik 0.2 2 0.1 1 0.6-0.4 masih kurang Total 0.7 a. Operan kurang optimal b. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang professional b.4 keperawatan)tentang timbang terima c.4 tawab dan tanggung gugat perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan c.1 1 0. Kebijakan RS (bidang 0.1 kurang optimal c. Pelaksanaan model MPKP sudah dilaksanakan tetapi sosialisasi kepada semua tim 0.4 manajemen keperawatan b.9 = 0. Adanya pelatihan dan seminar tentang manejemen 0.5-0. Meningkatnya kesadaran masarakat tentang tanggung 0.2 2 0.8 1.2 2 0. Adanya kesempatan dari 0.8 a.1 1 0. Pre dan post comperence 0.4 .2 2 0.1 1. S-W= WEAKNESS 0.2 2 0.7= 3.6 Total O-T = THREAT 0. Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang praktik 0.1 optimal d.2 2 0.

9 Total .5 0.semakin kuat dalam pemberian pelayanan 0.