You are on page 1of 22

Makalah Evaluasi Proses dan Hasil

Pembelajaran Kimia

Oleh
Kelompok 6
Nama : 1. Juliana Natasari (06101181520003)
2. Bella Wahyuni (061011815200)
3. Selly Triani (06101181520075)
4. Handayani (061011815200)
Dosen Pembimbing : 1. Dr. Effendi Nawawi., M.Si.
2. Drs. A. Rachman Ibrahim., M.Sc.Ed.

Pendidikan Kimia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijaya
2018

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas kehadiran dan
berkat perlindungan-Nya makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu
yang telah ditetapkan. Dalam makalah Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran
Kimia ini penulis membahas mengenai Pengertian Tes, Pengertian Penilaian,
Pengeertian Pengukuran, Pengertian Evaluasi, Hubungan dan Kriteria dari Tes
Pengukuran Penilaian dan Evaluasi.
Penulis menyadari selama penyusunan makalah ini, telah banyak
menerima bantuan bantuan dari segala pihak. Penulis ucapkan terimah kasih yang
sebesar-besarnya kepada segala pihak yang telah membantu.
Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan
disana sini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun guna
memperbaiki makalah ini sangat penulis nantikan dengan tangan terbuka. Semoga
semua yang penulis kupas pada makalah ini dapat bermanfaat.

Indralaya, 13 Januari 2018
Kelompok 6

ii

.........................................................2 Pengertian Penilaian ............... ii DAFTAR ISI .......................... iii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................................2 Jenis-Jenis Tes.... 1 1....................................... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................. 3 2.2 Rumusan Masalah .......................................................... 14 2...................................1......... 1 1................................................4 Pengertian Evaluasi .......................................... 15 BAB III PENUTUP ......................................................................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN ................3 Tujuan ........... Pengukuran.................................... 18 3....................1 Kesimpulan ................. 19 iii ...............................................1 Etika Tes........................................................................................................... Pengukuran. 4 2..................5 Hubungan Tes...............1.... dan Evaluasi .....6 Kriteria Tes............................................... 18 DAFTAR PUSTAKA .......... Penilaian.........1 Latar Belakang .................................... 12 2.............................................................................................................1 Pengertian Tes ................. 3 2................................................ 8 2..................................... Penilaian dan Evaluasi .......... 1 1................................................................................. 3 2...............................................................................................................3 Pengertian Pengukuran ............................................. 11 2.

Jelaskan pengertian tes? 2. aktivitas. penilaian dan evaluasi? 1 . Apa hubungan antara tes. yakni melaksanakan pembelajaran. penilaian. pengukuran. pengukuran dan evaluasi? 6. motivasi. pengajaran ataupun pelatihan tersebut telah dikuasai oleh pesertanya atau belum. Jelaskan pengertian penilaian? 3. Keputusan dan pendapat akan dipengaruhi oleh kesan pribadi dari yang membuat keputusan. BAB I PENDAHULUAN 1. Jelaskan kriteria tes. Kedudukan penilaian sangat penting bagi penunaian tugas keberhasilan melaksanakan utamanya. Pada akhir suatu program pendidikan.2 Rumusan Masalah 1. Proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai. tetapi digunakan untuk membuat keputusan. Proses ini juga merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas output pembelajaran yang lebih terukur dan kompetitif.1 Latar Belakang Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik. dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. dan hasil belajar. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah suatu program pendidikan. pengajaran ataupun pelatihan pada umumnya diadakan penilaian. Jelaskan pengertian evaluasi? 5. Proses evaluasi meliputi pengukuran dan penilaian. 1. Jelaskan pengertian pengukuran? 4. Penilaian pembelajaran merupakan satu tahap penting dalam proses pembelajaran yang dilakukan di semua jenjang pendidikan. Pengukuran bersifat kuantitatif sedangkan penilaian bersifat kualitatif. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Hasil belajar siswa dapat diketahui meningkat atau rendah setelah dilaksanakan sebuah evaluasi. Proses pembelajaran dengan mengaplikasikan berbagai model-model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan minat.

Untuk mengetahui pengertian evaluasi 5. pengukuran dan evaluasi 6.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian tes 2. penilaian. Untuk mengetahui hubungan antara tes. Untuk mengetahui pengertian penilaian 3. Untuk mengetahui pengertian pengukuran 4. Untuk mengetahui kriteria tes. pengukuran.1. penilaian dan evaluasi 2 .

 Menurut Allen Philips (1979: 1-2) A test is commonly difined as a tool or instrument of measurement that is used to obtain data about a specific trait or characteristic of an individual or group. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Tes Pada hakikatnya tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu. Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif) c. Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan) d. Dengan demikian. Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) f.1 Etika Tes Tes senantiasa akan mencampuri rahasia pribadi peserta tes. Zainul 1995: Tes adalah suatu pertanyaan atau tugas/seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap.) Tes dapat diklasifikasi berdasarkan : a.1. Didalam 3 . fungsi tes adalah sebagai alat ukur. Setiap tes berusaha mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta tes. Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku) 2. Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) b. Beberapa ahli mengemukakan pengertian tes yaitu :  Menurut Ebel dan Frisbie 1996. Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil) e. Test biasanya diartikan sebagai alat atau instrumen dari pengukuran yang digunakan untuk memperoleh data tentang suatu karakteristik atau ciri yang spesifik dari individu atau kelompok. Lehmann 1973. yang dapat berarti membuka kelemahan dan kekuatan pribadi seseorang. Sax 1980.

Kerahasiaan Hasil Tes b.  Tes tiap kali justru menghukum peserta didik yang kreatif. Penggunaan tes 2. Tidak ada tes hasil belajar yang bebas budaya.masalah ini seslalu akan menjadi gugatan atau keluhan.  Tes selalu menimbulkan rasa cemas peserta tes. maka tentu saja hal itu tidak memberi ruang gerak yang cukup bagi anak yang kreatif. Hampir tidak pernah ada tes hasil belajar yang mampu mengungkapkan tingkah laku peserta didik secara menyeluruh. yang justru dapat menghambat seseorang mampu mendemonstrasikan kemampuan terbaiknya. maka para pendidik harus dapat melakukan tes dengan penuh tanggung jawab. Keamanan tes c.  Tes selalu terikat pada kebudayaan tertentu.2 Jenis-Jenis Tes A. Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : a. Untuk itu perlu ditegakan beberapa etika tes. Jenis tes berdasarkan bentuk pelaksanaan 4 . yang membedakan tes yang etik dan tindakan yang tidak etik dalam pelaksanaan tes secara professional. tetapi tes tiap kali menimbulkan rasa cemas yang tidak perlu.memang sampai batas tertentu rasa cemas itu dibutuhkan untuk dapat mencapai prestasi terbaik. Karena banyak kritik yang tajam dari masyarakat terhadap tes hasil pendidikan.  Tes hanya mengukur hasil belajar yang sederhana dan yang remeh.1. masyarakat yang sangat melindungi akan hak dan rahasia pribadi. yang justru menjadi tujuan utama pendidikan formal apapun. Karena itu kemampuan peserta tes untuk memberi jawaban terbaik turut ditentukan oleh kebudayaan penyusun tes. Interpretasi Hasil Tes d. karena tes itu selalu menuntut jawaban yang sudah ditentukan pola dan isinya.

yaitu: tes tulis atau dikenal juga dengan istilah paper and pencil test a. Tes lisan (oral test) pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites). Tes non-objektif seringkali pula disebut sebagai soal uraian. B. Untuk mengurangi ketidakobjektifan pemberi skor (guru yang mengoreksi hasil tes). c. Dalam tes uraian (non-objektif) ini siswa seringkali diminta untuk mengorganisasikan jawaban pertanyaannya dalam bentuk baru atau bahasanya sendiri. Tes uraian banyak disukai oleh guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tes perbuatan (performance test) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Disebut- sebut sebagai tes non-objektif karena penskorannya seringkali dipengaruhi oleh pemberi skor (ada kemungkinan pemberi skor memberikan skor berbeda kepada dua jawaban yang notabene sama). yaitu: a. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa. Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Bila didasarkan pada bentuk pelaksanaannya maka tes dapat dibedakan menjadi 3. Berdasarkan bentuk soal dan kemungkinan jawaban Secara garis besar. Hal ini terjadi karena penskoran tes uraian jauh lebih sulit dan memakan waktu lebih lama dibanding tes objektif. 5 . tes berdasarkan bentuk soal dan kemungkinan jawaban dapat dibedakan menjadi dua golongan. b. maka perlu dibuat pedoman penskoran yang baik. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).

Tes Formatif adalah tes yang berfungsi untuk memonitor kemajuan belajar siswa selama/setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes objektif kadangkala memerlukan pemikiran lebih mendalam bagi pembuatnya jika ingin digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. yaitu: a. misalnya untuk:  Mengetahui apakah mereka sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran  Merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa itu sendiri terhadap materi pelajaran yang telah dibelajarkan kepada merek  Tes formatif juga memungkinkan siswa mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dengan 6 . tes objektif lebih banyak digunakan hanya untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah seperti ingatan (hapalan) siswa. Kecenderungan di lapangan. misalnya:  Soal Benar Salah  Soal pilihan ganda biasa  Soal pilihan ganda bervariasi  Soal Sebab Akibat  Isian singkat dan  Menjodohkan (matching). Tes objektif memiliki banyak variasi bentuk soal. b. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. C. tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Tes objektif. Jenis tes berdasarkan fungsi untuk sekolah Berdasarkan fungsinya untuk sekolah. Tes formatif mempunyai manfaat penting tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi guru dan siswa itu sendiri. dari namanya kita dapat menduga bahwa tes objektif adalah tes yang memungkinkan (memberikan kemudahan) kepada pemberi skor atau pengoreksi (dalam hal ini guru) untuk dapat memberi skor secara objektif kepada seluruh peserta tes.

fungsi tes diagnostik adalah untuk menemukan/ mencari penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. Jenis tes berdasarkan pengukuran terhadap aspek-aspek individu Berdasarkan pengukuran terhadap aspek-aspek individu. b. atau dapat juga digunakan untuk menentukan pada kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki seorang siswa dalam proses belajar mengajar. c. Tes Penempatan adalah tes yang berfungsi untuk membantu penentuaan jurusan yang akan dimasuki siswa. D. tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Tes Prestasi Belajar (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk memperoleh keterangan tentang hal-hal yang telah dicapai seseorang (prestasi belajar). yaitu: a. mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasai. Tes Beracuan Norma (norm-referenced test) merupakan tes yang berfungsi dalam hal membandingkan prestasi kelompok dalam pelajaran tertentu. d. Tes beracuan konten (content-referenced test) atau tes beracuan kriteria (criterion-referenced test) mengukur pencapaian penguasaan suatu standar tingkah laku (pengetahuan atau keterampilan khusus dalam pelajaran tertentu). c. apakah karena faktor intelektual. b. emosi. Tes summatif berfungsi untuk mengetahui sejauh mana penguasaan atau pencapaian siswa dalam bidang-bidang atau mata pelajaran tertentu. Tes Summatif di sekolah-sekolah biasanya berbentuk ulangan tengah semester (UTS). sehingga dapat diberikan solusi untuk memperbaiki kesulitan belajar tersebut. ulangan akhir semester (UAS). Tes Diagnostik. 7 . misalnya antara beberapa daerah atau kota. fisik dan atau faktor-faktor lainnya yang mengganggu kegiatan belajar.

jenis tes yang satu ini digunakan untuk melihat kemungkinan keberhasilan seseorang dalam belajar sesuatu di masa-masa yang akan datang. Beberapa para ahli mengemukakan pengertian penilaian :  Menurut Arikunto (2009). Jenis tes berdasarkan ranah yang diukur Berdasarkan ranah (domain) yang diukur. Untuk dapat melakukan penilaian perlu melakukan pengukuranterlebih dahulu. penilaian berarti menilai sesuatu.  Menurut Sudijono (2006). sehat atau sakit. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. Tes Kognitif b. Tes Psikomotor c. penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Tes Afektif. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Tes Minat atau dikenal juga dengan istilah skala minat dapat dipergunakan misalnya untuk mengetahui jenis pekerjaan atau subjek yang disenangi oleh seseorang.2 Pengertian Penilaian Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Penilaian bersifatkualitatif. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. d. tes dapat dibedakan menjadi: a. pandai atau bodoh das sebagainya. 2. Sedangkan menilai itu mengandung arti: mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang pada ukuran baik atau buruk. E. 8 . Tes Bakat (Aptitude Test). sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai maknayang berarti tanpa dilakukan penilaian. Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif. e.

kurikulum. Menurut Buana (www.co. program. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. wawancara dll). assessment adalah alih-bahasa dari istilah penilaian. Pembelajaran yang dimaksud mencakup siswa.  Penilaian internal merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. 9 . tetapi juga bisa dikumpulkan melalui pengamatan atau laporan diri. Bukti ini tidak selalu diperoleh melaui tes saja. Menurut Rasyid dan Mansur (2007) penilaian adalah proses pengumpulan informasi atau data yang digunakan untuk membuat keputusan tentang pembelajaran.  Groundlund (1971:6) mengungkapkan bahwa penilaian merupakan deskripsi kualitatif dari tingkah laku siswa baik yang didasarkan pada hasil pengukuran (tes) maupun bukan hasil pengukuran (nontes: catatan anekdot. observasi.  Menurut Depag yang dikutip Sridadi (2007) penilaian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa melalui kegiatan belajar mengajar yang ditetapkan sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.  Menurut Rusli Lutan (2000:9) assessment termasuk pelaksanaan tes dan evaluasi. Penilaian menyeluruh dan berkelanjutan dalam Konsep Penilaian dari Implementasi peraturan pemerintah No. Asessment bertujuan untuk menyediakan informasi yang selanjutkan digunakan untuk keperluan informasi.  Menurut Suharsimi yang dikutip oleh Sridadi(2007) penilaian adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pengambilan keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik-buruk bersifat kualitatif.id/news. membawa implikasi terhadap model dan tehnik penilaian proses dan hasil belajar.php). Pelaku penilaian terhadap proses dan hasil belajar diantaranya internal dan eksternal. Proses penilaian meliputi pengumpulan bukti-bukti tentang pencapaian belajar peserta didik. dan kebijakan.fajar.

10 . Ada empat macam istilah yang berkaitan dengan konsep penilaian dan sering kali digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar dari peserta didik yaitu :  Pengukuran  Pengujian  Penilaian  Evaluasi. juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. biasanya dilakukan oleh suatu institusi / lembaga baik didalam maupun diluar negeri. Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses. Sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan lembaga / institusi tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu proses dan hasil belajar peserta didik. kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Metode dan teknik penilaian sebagai bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui proses dan hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru.

Pengukuran adalah pemberian angka pada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang atau objek lain menurut aturan atau formulasi yang jelas. ( Pengukuran adalah mencetak prestasi yang telah ditugaskan atas dasar suatu perjanjian.  Menurut Kerlinger yang dikutip Sridadi (2007) pengukuran sebagai pemberian angka-angka pada obyek atau kejadian-kejadian menurut suatu aturan tertentu. Sax 1980. (Pengukuran adalah tindakan dari proses dari mengukur).  Menurut Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.  Menurut Allen Philips (1979: 1-2) a measure is the score that has been assigned on the basis of a test.  Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mengetahui informasi atau data secara kuantitatif.2. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif. Zainul 1995). Misalnya. Lehmann 1973. untuk mengukur berat atau tinggi badan seseorang kita akan 11 .  Menurut Gronlund yang dikutip Sridadi (2007) pengukuran suatu kegiatan atau proses untuk memperoleh deskripsi numerik dan tingkatan atau derajat karakteristik khusus yang dimiliki individu. Karakteristik dari pengukuran adalah penggunaan angka atau skala tertentu dan penggunaan aturan atau formula tertentu (Ebel dan Frisbie 1996.  Menurut Rusli Lutan (2000:21) pengukuran ialah proses pengumpulan informasi.  Menurut Wolf (1984: 7) Measurement is the act of process of measuring. Pengukuran tidak melibatkan pertimbangan mengenai baik-buruknya.3 Pengertian Pengukuran Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. tidak menentukan siapa yang lulus dan tidak lulus.

Kuantatif hasilnya berupa angka. dan pemakaian atauran atau formula tertentu. sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. kecerdasan. Demikian juga halnya dengan pengukuran dalam dunia pendidikan. 2. yang pada umumnya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang ahli di bidang pendidikan. dan lain sebagainya.4 Pengertian Evaluasi Evaluasi adalah penilaian akhir terhadap suatu kegiatan yang sudah dilaksanakan. Kuesioner sejumlah pertanyaan atau pernyataan sedangkan peserta didik diminta untuk menjawab atau memberikan pendapatnya terhadap pernyataan yang diajukan. Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui ada dua karakter pengukuran. ketinggian puncak gunung. Kemampuan ini merupakan kemampuan profesional guru. Pengukuran menjadi kompleks dan rumit bila kita dihadapkan pada pengukuran tentang kecepatan cahaya. tidak semua orang bisa melakukan pengukuran dalam semua bidang dengan baik. yakni pemakaian angka atau skala tertentu. kematangan. kemampuan pendengaran. dan kepribadian seseorang. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Alat ukur dan formulasinya sangat khusus dan hanya orang yang ahli di bidangnya yang bisa melakukannya. Tanpa melakukan pengukuran. Inventori merupakan instrument yang berisi tentang laporan diri dari keadaan peserta didik. 12 . Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. seorang guru tidak akan mengetahui kemajuan proses belajar mengajar yang dikelolanya. Dengan kata lain. cukup. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. kurang. dengan mudah melakukannya karena alat ukur dan formulasinya telah diketahui secara umum. Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. misalnya potensi peserta didik. baik. daya penglihatan. sangat kurang.

co. It involves making decicions or judgements about students based on the extent to which instructional objectives are achieved by them.php). pengelolaan pendidikan. memperoleh. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi 13 . Mengukur lebih besifat kuantitatif. berharga atau tidak berharga. Evaluasi melibatkan pembuatan keputusan atau penghakiman tentang para siswa didasarkan pada tingkat sasaran hasil yang dicapai oleh mereka Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Terlihat disana bahwa acuan tes adalah tujuan pembelajaran.  Menurut Buana (www. Evaluasi adalah suatu kegiatan atau proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan seperti program pendidikan termasuk perencanaan suatu program.id/news.  Viviane dan Gilbert de Lansheere (1984) menyatakan bahwa evaluasi adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai. (evaluasi adalah suatu istilah kompleks yang sering disalahgunakan oleh para guru dan para siswa. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum.fajar. substansi pendidikan seperti kurikulum. dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. pengadaan dan peningkatan kemampuan guru. dan lain-lain. and providing useful information for judging decision alternatives”.  Menurut Sridadi (2007) evaluasi : suatu proses yang dirancang secara sistematis dan terencana dalam rangka untuk membuat alternatif- alternatif keputusan atas dasar pengukuran dan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya. dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai “The process of delineating. obtaining. Menurut Stufflebeam.  Allen Philips (1979: 1-2) evaluation is a complex term that often is misused by both teachers and students. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif.

Akan tetapi tentu saja tes hanya merupakan salah satu alat ukur yang dapat digunakan karena informasi tentang hasil belajar tersebut dapat pula diperoleh tidak melalui tes. evaluasi. pengukuran. Apabila guru melangkah lebih jauh dalam menginterpretasikan skor sebagai hasil pengukuran tersebut dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai atas dasar pertimbangan tertentu. berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan. dan evaluasi yaitu: Evaluasi belajar baru dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran yang menggunakan tes sebagai alat ukurnya. skala rating. 14 . misalnya menggunakan alat ukur non tes seperti observasi. 2. Pada hakikatnya evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu. Hubungan antara asesmen. dan testing . Gambar 1 Hubungan antara asesmen. evaluasi. pengukuran. Pengukuran. pengukuran. Penilaian dan Evaluasi Menurut Zainul & Nasution (2001) Hubungan antara tes. pelaksanaannya. Untuk mengungkapkan hubungan antara asesmen dan evaluasi. Gabel (1993) mengungkapkan bahwa evaluasi merupakan proses pemberian penilaian terhadap data atau hasil yang diperoleh melalui asesmen. dan lain-lain. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan.5 Hubungan Tes. Zainul dan Nasution (2001) menyatakan bahwa guru mengukur berbagai kemampuan siswa. dan testing . maka kegiatan guru tersebut telah melangkah lebih jauh menjadi evaluasi.

atau pada kondisi pengujian yang berbeda  Objektivitas suatu tes dikatakan obyektif jika tes tersebut diajukan kepada beberapa penilai. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. ini akan menyisihkan siswa yang berspekulasi dalam menempuh tes. dan penetapan kualitas (nilai dan arti) pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. penilaian.  Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika diuji ulang dengan tes yang sama pada kesepatan yang berbeda. dan menyeluruh dalam rangka pengendalian. berkelanjutan. berkelanjutan. untuk disiapkan kunci jawaban (scorring key). sebagai bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran. penjaminan. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis.  Memiliki discrimination power (daya pembeda). Suatu alat pengukur dapat dikatakan alat pengukur yang valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Pengukuran. Penilaian. 15 .  Mencakup ruang lingkup (scope) yang sangat luas dan menyeluruh. Penilaian hasil belajar adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian.6 Kriteria Tes. Sebenarnya proses pengukuran. Kriteria Tes yang Baik  Validitas (Ketepatan). Tes yang dikatakan baik apabila mampu membedakan anak yang pandai dan anak yang bodoh. dan Evaluasi 1. Tes yang baik harus memiliki komphrehensi veenes. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen yang berbeda. menyeluruh dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menilai pencapaian proses dan hasil belajar peserta didik 2. tetapi memberikan skor yang sama.

sesuai dengan tahapan waktu dan bahasanya.  Praktis. 3. Kriteria Evaluasi  Evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil ( produk ).  Penilaian dilakukan secara berkelanjutan. Membahas tentang evaluasi berarti mempelajari bagaimana proses pemberian pertimbangan mengenai kualitas sesuatu. Hemat biaya c. Tidak menyulitkan guru dan sekolah. 2. sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi. Kriteria Penilaian  Penilaian dilakuakn selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. yaitudilakukan dalam beberapa tahapan dan periodik. 4. Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu. mencakup : a. baik yang menyangkut tentang nilai atau arti. bukan mengingat fakta apakah peserta didik belajar? Atau apa yang sudah diketahui peserta didik. 16 . baik dalam bentuk formatif maupun sumatif. Mudah diadministrasikan d. yaitu menilai berbagai aspek pengetahuan. sikap.  Penilaian dilakukan secara integral. Kriteria Pengukuran  Pengukuran harus jelas parameternya.  Dapat diukur setiap waktu dan simple. Mudah dipakai/ diperiksa b.  Hasil penilain digunakan sebagai feedback.  Mudah dipahami cara pengkurannya.  Memiliki sasaran yang terukur. yaitu untuk keperluan pengayaan (enrichment) standart minimal telah tercapai atau mengulang (remedial) jika standart minimal belum tercapai. dan keterampilan peserta didik sebagai satu kesatuan utuh.  Aspek yang diukur adalah keterampilan dan performasi.

e. c. Kriteria ini penting dibuat oleh evaluator dengan pertimbangan: a. Tanpa kriteria yang jelas. Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan kualitas sesuatu. terutama yang berkenaan dengan “nilai dan arti”. Hasil evaluasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. d. Memberikan kemudahan bagi evaluator dalam melakukan penafsiran hasil evaluasi. b.  Pemberian pertimbangan tentang nilai dan arti haruslah berdasarkan kriteria tertentu. sekalipun dilakukan pada waktu dan orang yang berbeda. Melalui pertimbangan inilah ditentukan nilai dan arti / makna dari sesuatu yang dievaluasi.  Dalam proses evaluasi harus ada pemberian pertimbangan ( judgement ) yang merupakan konsep dasar dari evaluasi. Evaluator lebih percaya diri. Memungkinkan hasil evaluasi akan sama. 17 . Menghindari adanya unsur subjektivitas. pertimbangan nilai dan arti yang diberikan bukanlah suatu proses yang dapat diklasifikasikan sebagai evaluasi.

Menurut Zainul & Nasution (2001) Hubungan antara tes. berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan. pengukuran. Dengan demikian. fungsi tes adalah sebagai alat ukur. dan evaluasi yaitu: Evaluasi belajar baru dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran yang menggunakan tes sebagai alat ukurnya. pengukuran dan evaluasi dapat dikatakan baik jika sesuai aspek dan tujuannya.1 Kesimpulan 1. Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Pada hakikatnya evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu. penilaian. 18 . 3. 2. 6. 4. Kriteria tes. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan. BAB III PENUTUP 3. 5. Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Pada hakikatnya tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu.

wordpress. Arum. Tes Hasil Belajar. Authentic Assessment and Portfolio Assessment-Its Theory and Practice.com/2013/06/Pengertian Tes dan Penilaian. 19 . (Diakses pada 12 Januari 2018). (Online).edu /7335744/Analisis_Uji_Coba_Tes_Hasil_Belajar. https://suaidinmath. Kumano. Suadin. Pengertian Tes dan Penilaian.wordpress. (Diakses pada 12 Januari 2018). 2015. https://www.pdf . Annisa. Evaluasi dan Pengukuran. ( Diakses pada 12 Januari 2018).com/2013/01/06/evaluasi-dan-pengukuran/. 2013. Mat. 2001.blogspot. https://nurmaresti. Restianingsih. (Diakses pada 12 Januari 2018). 2013. Ismatul.com /2011/01/33-tes 0104. Y. Nurmawati. Tes.academia. Japan: Shizuoka University. (Online). (Online). (Online). http://ismatulafwah. html.files. DAFTAR PUSTAKA Afwah. 2011.