You are on page 1of 7

PANDUAN KONSELING OBAT

INSTALASI FARMASI
RUMAH SAKIT PELITA ANUGERAH
2017

.DEFINISI Konseling berasal dari kata consel yang artinya memberikan saran. Kegiatan konseling dapat diberikan atas inisiatif langsung dari apoteker mengingat perlunya pemberian konseling karena pemakaian obat-obat dengan cara penggunaan khusus. melakukan diskusi & pertukaran pendapat. melakukan diskusi & pertukaran pendapat. Konseling pasien merupakan bagian tidak terpisahkan dan elemen kunci dari pelayanan kefarmasian. Konseling merupakan kegiatan aktif apoteker dalam memberikan penjelasan kepada pasien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan obat & proses pengobatan. tetapi juga harus berinteraksi dengan pasien & tenaga kesehatan lainnya dimana dijelaskan dalam konsep Pharmaceutical Care.Selain konseling aktif dapat juga konseling terjadi jika pasien datang untuk berkonsultasi kepada apoteker untuk mendapatkan penjelasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan obat dan pengobatan. Konseling berasal dari kata consel yang artinya memberikan saran. obat-obat ynag membutuhkan terapi jangka panjang sehingga perlu memastikan untuk kepatuhan pasien meminum obat. Karena Apoteker sekarang ini tidak hanya melakukan kegiatan Compounding & Dispensing saja. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan konseling pasien adalah suatu pelayanan farmasi yang mempunyai tanggung jawab etika serta medikasi legal untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan obat. BAB I DEFINISI I. Konseling adalah suatu kegiatan bertemu & berdiskusinya seseorang yang membutuhkan (klien) & seseorang yang memberikan (konselor) dukungan & dorongan sedemikian rupa sehingga klien memperoleh keyakinan akan kemampuannya dalam pemecahan masalah. bentuk konseling seperti ini disebut konseling pasif. Konseling yang diberikan atas inisiatif langsung dari apoteker disebut konseling aktif.

Membimbing dan mendidik pasien dalam menggunakan obat sehingga dapat mencapai tujuan pengobatan dan meningkatkan mutu pengobatan pasien. Meningkatkan kemampuan pasien untuk memecahkan masalahnya sendiri dalam hal terapi 8. Membantu pasien untuk mengatur dan menyesuaikan dengan penyakitnya 5.II. Meningkatkan hubungan kepercayaan antara Apoteker dengan Pasien 2. Meminimalkan resiko efek samping 4. Mengerti permasalahan dalam pengambilan keputusan 9. .TUJUAN KONSELING Tujuan Umum: 1. Mencegah atau meminimalkan Drug Related Problem 7. Membantu pasien untuk mengatur dan terbiasa dengan obatnya 4. Memaksimalkan efek terapi 3. Meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Meningkatkan keberhasilan terapi 2. 6. Menghormati pilihan pasien dalam menjalankan terapi Tujuan Khusus : 1. Meningkatkan cost effectiveness 5. Menunjukkan perhatian serta kepedulian terhadap pasien 3.

BAB II RUANG LINGKUP Ruang lingkup kegiatan konseling: 1.Pasien Rawat Jalan .Instalasi Farmasi 2.

TBC. perawat pasien. ”jangan diminum bersama susu” dan lain sebagainya. penyakit/gejala yang sedang diobati sehingga Apoteker dapat memilih mekanisme mana yang harus dijelaskan. Mendapatkan obat-obatan dengan aturan pakai yang rumit. ini disebabkan karena banyak obat yang multi-indikasi. dll ) 2. dan pengobatan jangka panjang (Diabetes. Ruangan / Tempat Konseling 2. 3. misal: insulin dll 4.insulin dll. Deskripsi dan kekuatan obat Apoteker harus memberikan informasi kepada pasien mengenai:  Bentuk sediaan dan cara pemakaiannya  Nama dan zat aktif yang terkandung didalamnya  Kekuatan obat (mg/g) 2. Mendapatkan obat dengan indeks terapi sempit ( digoxin. enema. BAB III TATA LAKSANA Pemberian konseling ditujukan untuk pasien rawat jalan. misalnya: geriatrik. Menjalani terapi untuk penyakit kronis. pendamping pasien. inhaler. Pemberian konseling melalui perantara diberikan jika pasien tidak mampu mengenali obat-obatan dan terapinya. Penjelasan harus sederhana dan ringkas agar mudah dipahami oleh pasien 4. epilepsi. Mendapatkan obat dengan cara penyimpanan yg khusus. Konseling pasien rawat jalan diutamakan pada pasien yang : 1. . 5. Mendapatkan obat dengan bentuk sediaan tertentu dan dengan cara pemakaian yang khusus misal : suppositoria. Apoteker harus dapat menanamkan kepercayaan pada pasien mengenai manfaat perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Alat bantu Konseling (Catatan Konseling / Kartu Pasien) Aspek konseling yang harus disampaikan kepada pasien 1. seperti pada pasien pediatrik. Perantara yang dimaksud disini adalah keluarga pasien. Golongan pasien yang tingkat kepatuhannya rendah. atau siapa saja yang bertanggung jawab dalam perawatan pasien. 6. Penyimpanan . Konseling dapat diberikan kepada pasien langsung atau melalui perantara. Kepatuhan pasien tergantung pada pemahaman dan perilaku sosial ekomoninya 3. HIV/AIDS. dan pasien geriatric. Dampak gaya hidup Banyak regimen obat yang memaksa pasien untuk mengubah gaya hidup. Jadwal dan cara penggunaan Penekanan dilakukan untuk obat dengan instruksi khusus seperti”minum obat sebelum makan”. pediatri. 5.misalnya : pemakaian kortikosteroid dengan tapering down. dll ) 7. phenytoin. Mendapatkan terapi obat-obatan dengan kombinasi yang banyak (polifarmasi) Sarana dan Peralatan : 1.Mekanisme kerja obat Apoteker harus mengetahui indikasi obat.

yang menyebabkan kekeringan pada mukosa mulut. Efek potensial yang tidak diinginkan Apoteker sebaiknya menjelaskan mekanisme atau alasan terjadinya toksisitas secara sederhana. Pasien juga diberitahukan tentang tanda dan gejala keracunan. Penekanan penjelasan dilakukan terutama untuk obat yang menyebabkan perubahan warna urin. adanya cahaya dan lain sebagainya. Tempatpenyimpanan sebaiknya jauh dari jangkauan anak-anak. Pasien harus diberitahukan tentang cara penyimpanan obat terutama obat-obat yang harus disimpan pada temperatur kamar. 6. .dan lain sebagainya.

.Menyediakan data untuk evaluasi terapi Pendokumentasian dapat berupa kartu konseling yang berisi data pasien dan kegiatan konseling yang dilakukan dan buku besar pencatatan kegiatan untuk mencatat volume kegiatan.Memantau kepatuhan pasien dalam berobat 4. BAB IV DOKUMENTASI Pendokumentasian adalah hal yang perlu dilakukan dalam setiap kegiatan pelayanan farmasi. Pendokumentasian berguna untuk evaluasi kegiatan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.Mengevaluasi pemahaman pasien tentang pengobatan 5.Menyediakan data untuk evaluasi kegiatan kefarmasian. Dalam pelayanan konseling obat kegiatan pendokumentasian sangat diperlukan. Tujuan pendokumentasian pelayanan konseling obat adalah : 1.Mengetahui riwayat penyakit pasien 3.Mendapatkan data / profil pasien 2.Menyediakan data jika terjadi tuntutan pada kesalahan penggunaan obat 6. Dalam pendokumentasian perlu dicantumkan petugas yang melaksanakan konseling. 7.