You are on page 1of 9

Askep

tulisan ini mungkin akan mebantu teman-teman untuk menambah pengetahuan saudar a

Minggu, 06 Maret 2011

asuhan keperawatan dengan klien peritonitis

PERITONITIS

A.    ANATOMI FISIOLOGI
Peritoneum terdiri dari dua bagian yaitu peritoneum paretal yang melapisi dinding
rongga abdomen dan peritoneum visceral yang melapisi semua organ yang berada dalam
rongga abdomen.Ruang yang terdapat diantara dua lapisan ini disebut ruang peritoneal atau
kantong peritoneum.Pada laki-laki berupa kantong tertutup dan pada perempuan
merupakan saluran telur yang terbuka masuk ke dalam rongga peritoneum, di dalam
peritoneum banyak terdapat lipatan atau kantong. Lipatan besar (omentum mayor) banyak
terdapat lemak yang terdapat disebelah depan lambung. Lipatan kecil (omentum minor)
meliputi hati, kurvaturan minor, dan lambung berjalan keatas dinding abdomen dan
membentuk mesenterium usus halus.Fungsi peritoneum:
1.      Menutupi sebagian dari organ abdomen dan pelvis.
2.          Membentuk pembatas yang halus sehinggan organ yang ada dalam rongga
peritoneum tidak saling bergesekan.
3.          Menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ terhadap
dinding posterior abdomen.
4.          Tempat kelenjar limfe dan pembuluh darah yang membantu melindungi
terhadap infeksi.

B.     PENGERTIAN
Peritonitis adalah inflamasi atau peradangan pada selaput peritoneum-lapisan serosa
rongga abdomen. Pasien dengan peritonitis dapat mengalami gejala akut, penyakit ringan
dan terbatas, atau penyakit berat dan sistemik dengan syok sepsis.Penyebab peritonitis
adalah spontaneus bacterial peritonitis (SBP) akibat penyakit hati yang kronik.

C.     KLASIFIKASI
Infeksi peritonitis dibagi berdasarkan etiologinya :
a.       Peritonitis Primer (spontan)
b.      Peritonitis Sekunder
Berkaitan dengan proses patologis pada organ viseral.
c.       Peritonitis Tersier
Infeksi rekuren atau persisten sesudah terapi awal yang adekuat.

      Appendisitis yang meradang dan perforasi c.       Mikroorganisme berasal dari penyakit saluran gastrointestinal b.     ETIOLOGI 1.D.       Tukak peptik (lambung / dudenum) .    PATOFISIOLOGI     Flowcha rt: E.      Infeksi bakteri a.

      TANDA DAN GEJALA v  Syok (neurogenik. sulfonamida.    KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat muncul dari peritonitis adalah : ·         Eviserasi luka (post operasi) ·         Pembentukkan abses (post operasi) ·         Syok akibat septikemi atau hipovolumi ·         Sepsis . stapilokokus aurens. 2. streptokokus alpha dan beta hemolitik. v  Bising usus tak terdengar pada peritonitis umum dapat terjadi pada daerah yang jauh dari lokasi peritonitisnya.      Tukak thypoid e. v  Demam v  Distensi abdomen v  Nyeri tekan abdomen dan rigiditas yang lokal. ·         Trauma pada kecelakaan seperti rupturs limpa. difus. disebut juga peritonitis granulomatosa serta merupakan peritonitis lokal.       Tukak disentri amuba / colitis f. ·         Operasi yang tidak steril ·                Terkontaminasi talcum venetum. glomerulonepritis.      Divertikulitis Kuman yang paling sering ialah bakteri Coli. terjadi peritonitisyang disertai pembentukan jaringan granulomatosa sebagai respon terhadap benda asing. terutama yang disebabkan oleh perlekatan usus. tergantung pada perluasan iritasi peritonitis. otitis media.       Tukak pada tumor g.      Secara langsung dari luar. . Penyebab utama adalah streptokokus atau pnemokokus.          Secara hematogen sebagai komplikasi beberapa penyakit akut seperti radang saluran pernapasan bagian atas. lycopodium.penyebab kematian umum peritonitis ·         Proses inflamasi dapat menyebabkan obstruksi usus. atrofi umum. v  Nausea v  Vomiting v  Penurunan peristaltik (ileus paralitik) v  Peningkatan suhu dan nadi v  Peningkatan jumlah leukosit G. mastoiditis. hipovolemik atau septik) terjadi pada beberpa penderita peritonitis umum. enterokokus dan yang paling berbahaya adalah clostridium wechii. ruptur hati ·         Melalui tuba fallopius seperti cacing enterobius vermikularis. 3. Terbentuk pula peritonitis granulomatosa.      Salpingitis h. d. F.

posterior. didapatkan : ü  Illeus merupakan penemuan yang tak khas pada peritonitis. Hipovolemia terjadi karena sejumlah besar cairan dan elektrolit bergerak dari lumen usus kedalam rongga peritoneal dan menurunkan cairan dalam ruang vaskuler. Intubasi jalan nafas dan ventilasi kadang dibutuhkan f. Pada sepsis yang luas peru dibuat diversi fekal.        PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ·         Drainase panduan CT-Scan dan USG ·         Pembedahan ·         Test laboratorium ü  Leukositosis ü  Hematokrit meningkat ü  Asidosis metabolik ·         X.            Terpi antibiotik masif biasanya dimulai sejak awal pengobatan peritonitis. Beberapa liter larutan isotonik diberikan. sampai diketahui organisme penyebab sehingga terapi antibiotik yang tepat dapat dimulai. b. ü  Udara bebas dalam rongga abdomen terlihat pada kasus perfor asi. Ray Foto polos abdomen 3 posisi (anterior.H.V. Cairan dalam rongga abdomen dapat menyebabkan adanya tekanan yang mengurangi ekspansi paru dehingga menyebabkan distres pernafasan.       Penggantian cairan. g.    PENATALAKSANAAN a. koloid.       Terapi oksigen dengan masker atau kanul nasal akan meningkatkan oksigenasi secara adekuat. memperbaiki (perforasi).      Pemberian analgesik untuk mengatasi nyeri. ü  Usus halus dan usus besar dilatasi. later al). c. dan elektrolit adalah fokus utama penatalaksanaan medis. Tindakan diarahkan pada eksisi (apendiks). reseksi dengan atau tanpa anastomosis (usus).       Antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah. Antibiotik spektrum luas diberikan secara I.          Intubasi usus dan pengisapan membantu mengurangi distensi abdomen dan meningkatkan fungsi usus. dan drainase (abses). . e. d.          Tindakan bedah untuk mengangkat materi yang terinfeksi dan memperbaiki penyebab.

·         Riwayat kesehatan keluarga. 4.      Keluhan utama Pasien peritonitis mengalami n yeri di perut bagian kanan. kurang tidur.      Pemeriksaan laboratorium ·         CT-scan dan USG ·         Terapi antibiotic ·         Terapi nutrisi dan metabolic ·         Terapi modulasi respon peradangan .      Riwayat penyakit ·         Riwayat penyakit sekarang. ·         Riwayat kesehatan dahulu. dengan aktivitas.      Nyeri akut berhubungan dnegan agen cider a kimia pasca operasi.      Kurang pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi informasi. 4. perubahan dalam fungsi mental. ·         Nyeri / kenyamanan Kulit lecet.      Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan medikasi. B. 7.          Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak mampu dalam mencerna makanan.  PENGKAJIAN 1. ·         Interaksi sosial Penurunan keikutsertaan dalam aktivitas sosial yang biasa dilakuka n.      Ansietas berhubungan dengan perubahan status k esehatan. ·         Eliminasi Pasien mengalami penurunan berk emih ·         Makan dan cairan Kehilangan nafsu makan. 3.  DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.          Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan aktif. 2. 3. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PERIT ONITIS A. kehilangan kekuatan. nyeri perut.      Infeksi risiko tinggi berhbungan dengan tr auma jaringan. mual/muntah. 8. 5.      Pola kesehatan : ·         Aktivitas / istirahat Penderita peritonitis mengalami letih.      Hipertermi berhubungan dengan medikasi/anastesi.      Identitas : ·       Identitas pasien ·       Identitas Penanggung Jawab 2. 5. ·         Hygiene Kelemahan selama aktivitas per awatan diri. . 6.

2. 3 Kekurangan Setelah dilakukan 1.d keperawatan selama toleransi.          Berikan informasi tentang ·                Pasien kompres status infeksi. diharapkan luka 2.          Observasi beraktivitas drainase pada ·                Dapat luka. adanya medikasi. suhu mengurangi berkurang dengan dan demam.          Observasi mengasimilasi mencerna kulit/ nutrein dengan makanan membrane normal. dengan baik.          Kaji tanda 1. ·                Mampu 3.  Observasi         1. integritas keperawatan selama karakteristik 2. tampak rileks hangat. fistula yang kriteria: memerlukan ·                Tingkat intervensi medik.     INTERVENSI No Diagnosa Tujuan & Kriteris Intervensi Rasional Keperawatan Hasil 1 Nyeri akut Setelah diberikan 1. nutrein dan kehilangan 3x24 jam 2.          Tanda dugaan kulit b. penyembuhan luka cepat.d cedera tindakan vital dengan perubahan suhu kimia pasca keperawatan selama sering dan pasien. kriteria: kelembaban. melakukan relaksasi 2 Resiko Setelah dilakukan 1. 3. tak mampu ·                Pasien dapat 3.          Mengindikasikan kerusakkan tindakan warna dan adanya obstruktif.          Observasi abses/pembentukan sembuh dengan kulit.          Timbang keseimbangan volume diharapkan luka berat badan nitrogen positif cairan aktif sembuh dengan dengan pada pasien yang kriteria: teratur. ·                Kerusakkan kulit dapat diccegah.d 3x24 jam drainase.          Tambahkan 1. menunjukkan perubahan hidrasi . C.          Membantu diharapkan nyeri kulit. 3x24 jam catat warna 2.      Memantau     b.          Memberikan ·         TTV normal 2.  Meningkatkan         volume tindakan diet sesuai penggunaan cairan b. turgor kulit.          Kehilangan / ·                Pasien tidak peningkatan dini mual/muntah. operasi.

menambah edema jaringan.          Jadwalkan & meningkatkan menjadi istirahat kemampuan koping berkurang.          Membantu dalam dengan kriteria: aktivitas evaluasi derajat ·                Memenuhi perwatan diri toleransi.d Setelah dilakukan 1. menghemat energi ·                Rasa takut 3. perawatan diri pasien.      Ketakutan menjadi perubahan tindakan tingkat nyeri hebat.          Dapat aktivitas b/d tindakan 2. status sosial keperawatan selama ansietas. 5 Ansietas b. menghentikan ·         Tampak sehat tidur 6 Kurang Setelah dilakukan 1.          Membatasi toleransi aktivitas antisipasi kelemahan.          Hipovolemia.      Memberikan dasar pengetahuan tindakan proses pengetahuan pada b. toleransi aktivitas dalam 2.          Evaluasi 1.          Berikan yang diharapkan diharapkan pasien informasi dapat menurunkan mencapai tentang proses antesias.      Periksa TTV 1.          Evaluasi menunjukkan kelemahan keperawatan selama peningkatan peningkatan secara 3x24 jam toleran dekompesasi menyeluruh diharapkan pasien aktifitas.          Mengetahui apa 3x24 jam 2.          Berikan daripada kelebihan peningkatan bantuan aktivitas. peritoneum mencapai 3.          Pemenuhan perawatan indikasi. adekuat dan ·                Tampak periode rileks. kebutuhan diri sendiri. tetapi kehilangan lanjut diduga ada deficit nutrisi. 2.d salah keperawatan selama penyakit pasien yang satu 3x24 jam dasar & memungkinkan interpretasi diharapkan pasien harapan membuat pilihan informasi mencapai .          Kaji ulang 1. kebutuhan sesuai 3. peningkatan penyakit dan 3. 4 Intoleransi Setelah dilakukan 1. dengan kriteria : tindakan. perpindahan cairan & kekurangan nutrisi memperburuk turgor kulit. 3.

balutan secara 6.          Diskusikan 2. informasi. lama perawatan.          Kaji ulang peningkatan pembahasan intraabdomen & aktivitas. tegangan otot.          Antibiotik dapat ·                pasien program dilanjutkan setelah memahami pengobatan & pulang.peningkatan untuk berdasarkan toleransi aktivitas sembuh.          Anjurkan 3.          Pengenalan dini & aseptic.          Lakukan 5. 4. mengetahui aktivitas biasa meningkatkan cara secara perasaan sehat.          Menurunkan penggantian resiko kontaminasi. medik .          Menghindari penyakitnya 4. mengobati bertahap. pengobatan 6. tergantung sakit yang efek samping. 3. dialaminya. dengan kriteria: 2. 5.          Identifikasi terjadinya gejala yang komplikasi dapat memerlukan mencegah cedera evaluasi serius.          Mencegah ·                Pasien melakukan kelemahan.

html http://penyakitperitoritis.com/ charisma di 21.com/ask ep-peritonitis/ http://bedah46. DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddart.2006. Rencana Asuhan K eperawatan Edisi 8.blogspot. .blogspot.Jakarta:EGC http://gardengab.com/2009/06/asuhan-k eperawatan-klien-peritonitis. 2000.Patofisiologi K onsep Klinis Proses-Proses Pen yakit.blogspot.com/2009/02/peritonitis.Jakarta:EGC Silvia A. 2002.K eperawatan Medikal Bedah 5.html http://pusvahikari.dkk.04 Berbagi Tidak ada komentar: Posting Komentar ‹ Beranda › Lihat versi web Mengenai Saya charisma Lihat profil lengkapku Diberdayakan oleh Blogger.Price.Jakarta:EGC Marilynn E Doenges.