You are on page 1of 1

Akreditasi puskesmas adalah penilaian dan pengakuan dari pihak eksternal (dalam hal ini Komisi Akreditasi dan/atau

Perwakilan di
Provinsi) terhadap Puskesmas mengenai sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok serta sistem manajemen mutu Puskesmas
sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dasar utama kebijakan penyelenggaraan Akreditasi Puskesmas adalah Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Praktik Mandiri Dokter, dan Praktik Mandiri Dokter Gigi.

Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan
terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya kesehatan, serta penerapan
manajemen risiko, bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. Pendekatan yang dipakai dalam akreditasi Puskesmas
adalah keselamatan dan hak pasien dan keluarga, dengan tetap memperhatikan hak petugas. Prinsip ini ditegakkan sebagai upaya
meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan.

Dalam proses pelaksanaan Akreditasi Puskesmas menilai tiga kelompok pelayanan yang diselenggarakan di Puskesmas, yaitu kelompok
Administrasi dan Manajemen (diuraikan dalam Bab I, II, dan III), kelompok Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) (diuraikan
dalam Bab IV, V, dan VI) dan kelompok Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) (diuraikan dalam bab VII, VIII, dan IX). Masing-masing BAB
terdiri dari kriteria-kriteria, dan dalam kriteria-kriteria tersebut terdapat Elemen Penilaian (EP). Secara keseluruhan terdapat 768 EP yang
dipersyaratkan untuk dipenuhi sebagai instrument dalam penilaian Akreditasi Puskesmas.

Kandungan elemen dalam setiap BAB adalah sebagai berikut :

 Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) dengan 59 EP


 Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) dengan 90 EP
 Bab III. Peningkatan Mutu Puskemsas (PMP) dengan 32 EP
 Bab IV. Program Puskesmas yang Berorientasi Sasaran (PPBS) dengan 53 EP
 Bab V Kepemimpinan dan Manajemen Program Puskesmas (KMPP) dengan 101 EP
 Bab VI. Sasaran Kinerja dan MDG’s (SKM) dengan 55 EP
 Bab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) dengan 151 EP
 Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) dengan 170 EP
 Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP) dengan 57 EP

CARA PENILAIAN
Tiap pembuktian pada elemen diberikan nilai:

 0 = jika belum ada sama sekali atau baru sebahagian kecil ada ( 0% – 24 %)
 5 = jika sebagian besar sudah dilaksanakan (25 – 79 %)
 10 = jika sudah dilaksanakan (80 – 100 %)
Angka pencapaian tiap elemen = penjumlahan skor dari tiap-tiap pembuktian. Nilai pencapaian tiap elemen penilaian = angka pencapaian
tiap elemen dibagi dengan jumlah pembuktian untuk tiap elemen penilaian.

Skortotaluntuktiapkriteria:
Jumlahskorsemuaelemenpadatiapkriteria x100%
Jumlah elemen pada tiap kriteria x 10

Skortotaluntuktiapbab:
Jumlahskorsemuaelemenpadatiapbab x100%
Jumlah elemen pada tiap bab x 10

Keputusan AKREDITASI PUSKESMAS


1. Tidak Terakreditasi: jika pencapaian nilai Bab I, II, dan III kurang dari 75 % dan Bab IV, V, VI, VII, VIII, IX kurang dari 20 %.
2. Terakreditasi Dasar: jika pencapaian nilai Bab I, II, dan III ≥ 75 %, dan Bab IV, V, VI, VII, VIII, IX ≥ 20 %.
3. Terakreditasi Madya: jika pencapaian nilai Bab I, II, III, IV, V ≥ 75 %, Bab VI, VII, VIII, IX ≥ 20 %.
4. Terakreditasi Utama: jika pencapaian nilai Bab I, II, III, IV, V, VI, VII ≥ 75 %, Bab VIII, IX ≥ 20 %.
5. Terakreditasi Paripurna: jika pencapaian nilai semua Bab ≥ 75 %.

METODA PEMBUKTIAN DOKUMEN DAN TELUSUR, merupakan metoda yang digunakan oleh tim penialai Akreditasi untuk memberikan
penilaian terhadap aspek-aspek yang terkaian dengan Elemen penilaian. metoda tersebut antara lain :

 Membuktikan bahwa sistem dibakukan —> lihat dokumen kebijakan dan dokumen prosedur (SOP).
 Membuktikan sistem berjalan dengan baik dan benar —>ketelusuran sistem dan melihat kesinambungan.
 Membuktikan sistem berjalan sesuai prosedur —> telusur monitoring dan bukti dokumen monitoring.
 Membuktikan keberhasilan sistem —> telusur evaluasi dan bukti dokumen evaluasi.
 Membuktikan sistem diperbaiki —> bukti analisis masalah dan upaya perbaikan (telusur dan dokumen)
Pada prinsipnya, hal utama yang terpenting dalam pelaksanaan Akreditasi Puskesmas adalah Unsur Tertib Administrasi dan Tertib
Prosedur, selaras dengan motto Akreditasi yang kurang lebih berbunyi “CATAT APA YANG DIKERJAKAN, DAN KERJAKAN APA YANG
DICATAT“.