You are on page 1of 6

ENGLISH SUMMARY TINJAUAN PUSTAKA

anesthesia because of intractable general
Management of
Stroke Intracerebral
seizure, all mapping were negative, and
no morbidity after surgery.
Pendekatan Evidence-Based Medicine
Hemorrhage
Conclusion: Awake craniotomy is a safe
procedure for intra-axial brain tumor. pada Manajemen Stroke Perdarahan
Ismail Setyopranoto
Dept. of Neurology, Gadjah Mada University,
Key words: Awake craniotomy. Intra-axial
tumor. Supratentorial. Eloquent area. Safe
Intraserebral
Yogyakarta, Indonesia
procedure. Ismail Setyopranoto
Abstract Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(6): 345-346 Bagian Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Intracerebral hemorrhage (ICH) is a com-
mon cause of stroke, accounting for bet-
ween 5 and 10% of all strokes. Currently,
Complement activation PENDAHULUAN Kurang lebih 80% pasien perdarahan intraserebral mempunyai
intracerebral hemorrhage (ICH) has the in mechanical skin Gambaran klasik stroke perdarahan intraserebral adalah faktor risiko hipertensi(3). Pemeriksaan CT Scan otak/kepala
munculnya (onset) secara tiba-tiba defisit neurologik yang
highest mortality rate among all stroke
subtypes. Hematoma growth is a main Local data was used to describe the mag-
injury in kerokan merupakan gold standard untuk membedakan apakah stroke
progresif dari beberapa menit sampai beberapa jam yang perdarahan intraserebral atau stroke infark(4). Pada orang tua
cause of early neurological deterioration. nitude of the problem. Hypertension was therapy. disertai dengan nyeri kepala yang hebat, mual, muntah, penu- perdarahan sering terjadi akibat angiopati amiloid(1).
Primary ICH develops in the absence of observed in at least 50% of stroke sur- runan kesadaran dan peningkatan tekanan darah (1).
Didik Tamtomo
any underlying vascular malformation or vivors. There is some evidence that specific Anatomy Laboratory, Faculty of Medicine,
coagulopathy; and more common than classes of antihypertensive drugs have Stroke perdarahan intraserebral menyebabkan kerusakan
Sebelas Maret University, Solo, Indonesia Tabel 1. Penyebab Stroke Perdarahan Intraserebral (2)
secondary intracerebral hemorrhage. different effects and/or their pharmacolo- melalui dua cara yaitu; (1) Kerusakan otak yang terjadi pada
1. Primer
Hypertensive arteriosclerosis and cere- gical actions differ in patient sub-groups. Background: Javanese people have saat perdarahan, terutama pada kasus dengan perdarahan
1.1. Hipertensi
bral amyloid angiopathy are responsible This review also evaluates the cost of anti- traditional therapy called kerokan.This 1.2. Amyloid Angiopathy yang meluas ke medial dan talamus serta ganglia basalis, dan
for 80% of primary hemorrhages. hypertensive drugs in secondary stroke therapy is applied by rubbing a blunt (2) Hematoma yang membelah korona radiata menyebabkan
2. Sekunder
prevention. object repeatedly on the skin of back, 2.1. Aneurisma penekanan serta gangguan fungsi neurologis yang mungkin
Initial management should first be direc- neck, and chest lubricated with oil. This 2.1.1. Saccular reversibel(5,6).
ted toward the basics of airway, breathing, Key words: hypertension - stroke - action injured skin and caused inflam- 2.1.2. Fusiform
circulation, and detection of focal neuo- secondary prevention mation. Complement is major chemical 2.1.3. Mycotic
logical deficits. Particular attention should Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(6): 328-330 2.2. Malformasi Vaskuler Prognosis stroke perdarahan intraserebral tergantung pada
mediator in inflammation reaction. There
be given to detecting signs of external are two complement activation pathways, 2.2.1. Malformasi arteri-venosa kondisi klinis saat masuk, lokasi perdarahan serta volume
trauma. A complete examination should 2.2.2. Malformasi kavernosus perdarahan; volume perdarahan lebih dari 50 ml mempunyai
classic pathway is C1q binding with anti-
also include looking for complications such Awake Craniotomy, body and alternative pathway is C3 binding
2.2.3. Angioma venosa
2.2.4. Fistula Arteriovenosa dural
prognosis lebih buruk(7).
as pressure sores, compartment syn-
dromes, and rhabdomyolysis in patients
Alternative for Intraaxial with polysaccharide bacteria. The aim of 2.3. Neoplasma
this research is to determine complement 2.3.1. Primer Pada pasien perdarahan intraserebral yang terlihat dari peme-
with a prolonged depressed level of cons- Tumor Surgery activation pathway in mechanical skin injury 2.3.2. Metastatik
ciousness. riksaan CT Scan kepala, terdapat berbagai permasalahan.
in kerokan therapy; the special aim is to 2.4. Koagulopati
Cermin Dunia Kedokt, 2008; 35(6): 321-327 Eka J. Wahyoepramono Salah satu masalah yang timbul sebelum melakukan penata-
Department of Neurosurgery Medical measure C1 q and C3 level. 2.4.1. Didapat
Faculty of Universitas Pelita Harapan, 2.4.1.1. Antikoagulan (Coumadin, Heparin) laksanaan adalah sangat sedikitnya pengetahuan para klinisi
Siloam Hospital, Lippo Karawaci, Indonesia Method: This is an experimental research 2.4.1.2. Trombolitik (tPA, Urokinase) terhadap mekanisme dan perjalanan penyakit saat pasien
Situation Analysis with randomized pre test-post test control 2.4.1.3. Diskrasia darah (DIC, Leukemia, Trombositopenia)
datang, apakah sudah mulai terjadi perburukan atau timbul
on Blood Pressure Abstract group design. The research was done at 2.4.1.4. Gagal hepar
komplikasi yang tidak terkendali. Masalah lain adalah tindakan
2.4.1.5. Disfungsi Platelet (gagal ginjal, karena pengobatan)
Management in Awake craniotomy has been reserved for Padma Clinic, Solo. Samples consists of
38 patients and were divided into two 2.4.2. Kongenital yang harus pertama kali diberikan kepada pasien stroke perda-
Secondary Stroke epilepsy surgery and for removal of mass
lesions from areas of eloquent cortex. groups: 19 patients were in the treatment 2.4.2.1. Hemofilia rahan intraserebral.
Prevention This procedure is safe, quite easy, com- group and the rest (19 patients) were in
2.4.2.2. Gangguan Platelet
2.5. Obat-obatan terlarang atau konsumsi alkohol
fortable for patients, and more widely the control group. This research used 2.5.1. Simpatomimetik (Efedrin, Fenilpropanolamin, Pseudoefedrin) Tulisan ini bermaksud untuk menjelaskan mekanisme, etiologi
Rizaldy Pinzon Kolmogorov-Smirnov test, t parametric
Dept. of Neurology, Bethesda Hospital, applied; it has been used for any supra- 2.5.2. Kokain, Amfetamin, Ecstasy dan berbagai penanganan dalam rangka penatalaksanaan
tentorial intra-axial brain tumor. Recent test and Mann Whitney nonparametric 2.6. Hemorrhagic Ischemic Stroke
Yogyakarta, Indonesia menyeluruh terhadap pasien stroke perdarahan intraserebral
evidence showed that it can be applied test, at the significance level of 5%. 2.7. Trombosis Sinus Dural
berdasarkan evidence based medicine.
Abstract for out-patient surgery (one-day surgery), 2.8. Vaskulitis/Vaskulopati
Result: There is no significant difference 2.9. Penyakit Moya moya
High blood pressure (BP) is the most and proved that it is a safe procedure, on C1q and C3 level between treatment 2.10. Arterial Dissection ETIOLOGI
important modifiable risk factor for stroke more convenient and psychologically much group and control group. 2.11. Kehamilan Stroke perdarahan intraserebral disebabkan oleh perdarahan
and other vascular diseases. Evidence better for patient. So far, we have started 2.12. Eklampsia, Venous Sinus Thrombosis
from randomized controlled trials supports awake craniotomy for 3 cases with intra- Key words: Kerokan, complement acti- arterial langsung ke parenkim jaringan otak. Perdarahan intra-
2.13. Tidak diketahui
the use of antihypertensive drugs to lower axial tumor in our hospital. All patients vation, C1q, C3. serebral dapat juga disebabkan oleh aneurisma, malformasi arteri-
blood pressure for stroke prevention. fared well, one need conversion to general Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(6): 347-349 * DIC = disseminated intravascular coagulation. vena, malformasi kavernosa, amiloid serebral, atau tumor (6,8,9).

CDK 165/vol.35 no.6/September - Oktober 2008 CDK 165/vol.35 no.6/September - Oktober 2008
320 321

rebral bersifat individual dan berhubungan dengan apakah pasien serebral yaitu antara 70-90%(8). Kelainan ini merupakan gliserol vs. sional prospektif tentang bertambahnya volume perdarahan Penyebab utama perburukan pada penderita stroke perdarahan terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran yang 3. Bahkan pasien yang mendapatkan terapi Hidralazin 10–20 mg diberikan 4–6 jam < 9 (LoE V. Perdarahan terjadi dengan manset tekanan (cuff pressure) setiap 6 jam. perdarahan intraserebral yang sudah dimodifikasi (LoE V. tekanan perfusi serebral (MAP–ICP) harus dipertahan- 3. lihat adanya efek massa dan hidrosefalus akibat perdarahan. yaitu sekitar 10% dari seluruh perdarahan Tingkat kesadaran dimonitor dengan Glasgow Coma Scale (GCS). kg-1. intraserebral memperlihatkan tidak ada hubungan antara tekanan mmHg. maka diberi terapi Secara teoritis tekanan darah yang lebih rendah menurunkan rebral yang spesifik. teoritis dapat Peningkatan tekanan intrakranial merupakan penyebab utama aneurisma(6. maka tekanan perfusi Perdarahan intraserebral akibat ruptur aneurisma biasanya ventilasi yang adekuat sangat penting. hemodilusi vs. atau verapamil. Jika tekanan darah sistolik >230 mmHg atau diastolik >140 tunika media dinding arteri yang diinduksi oleh hipertensi. way. breathing. dari 2 minggu. Menurut The Arteriovenous Malformation Study Group (1999). Pemeriksaan lengkap harus dilakukan lisinopril.Oktober 2008 322 323 . Jika tekanan darah sistolik antara 180-230 mmHg dan diastolik secara lebih progresif dengan terapi antihipertensi yang ber- patologis tersebut di arteria subkortikal dan perforating kecil. malformasi pembuluh darah intrakranial berdasarkan jenis kesadaran(12). plasebo(15). kg-1.Oktober 2008 CDK 165/vol. Hal tersebut mungkin tidak menguntungkan. dan pemberian barbiturat.5–10 µg. Pada pasien dengan peningkatan kontinu harus dilakukan terutama jika tekanan darah sistolik merobek membrana elastik(6). Fenilefrin 2–10 µg. pemberian obat antihipertensi harus ditunda. min-1 alat monitor (invasive ICP monitoring). Pilihan iskemi global jaringan otak dan terjadinya hidrosefalus(7). atau MAP >130 mmHg dalam dua kali efek cepat dibandingkan dengan pada stroke iskemik(12. Jika pasien hipertensi: masi arteria-venosa. dan perdarahan intraserebral spontan. semua pasien perdarahan intraserebral dengan penurunan berupa osmoterapi. peningkatan tekanan intrakranial dapat menurunkan mortalitas. risiko ruptur arteri kecil dan arteriola. Tabel 2. (1999) darah adalah penambahan cairan. tanda-tanda disfungsi batang otak harus segera dilakukan otak. Lesi ini diperkirakan atau pCO2 >50 mmHg) atau secara nyata didapatkan risiko mean arterial blood pressure (MAP) >130 mmHg(1). Malformasi Arteri-venosa (MAV) dilakukan trakheostomi elektif. thiopental. 2.05–0. walaupun tekanan arteri pulmonal.35 no. menit maka diberi terapi nitroprusid. rekomendasikan agar tekanan darah yang meningkat diturunkan dan/atau terbentuknya mikroaneurisma. sehingga pemantauan dan penanganan yang tepat terhadap 4. yang dapat menjelaskan lokasi anatomik perdarahan intrase.35 no.6/September . Jika tekanan darah sistolik <180 mmHg dan diastolik <105 intraserebral adalah terjadinya edema serebri dan nekrosis akibat diduga akibat stroke perdarahan intraserebral. esmolol.10). yaitu.6/September .17). menuju ke ruang subarakhnoid. mmHg dalam dua kali pemeriksaan selama selang waktu 5 nekrosis fibrinoid yang mengakibatkan kelemahan progresif bersifat emergensi. enalapril. dosis maintenan 50–200 µg. guideline terkini. tekanan darah tetap tidak berubah. Kurang lebih 16-23% perdarahan intrasere. plasebo(13). 1. Intubasi harus dilakukan secara hati-hati dan Pendekatan pertama pada pasien dengan penurunan tekanan mengikuti prosedur yang berlaku jika didapatkan insufisiensi Untuk menengahi kedua teori tersebut. min-1 Penyebab tersering ketiga perdarahan intraserebral adalah tensi yang direkomendasikan untuk terapi hipertensi pada stroke Dopamin 2–20 µg. perdarahan intraserebral dapat dilihat pada tabel 2. Jika monitor tekanan intrakranial tersedia. kan pasien dengan plasebo(13). terutama dalam keadaan tekanan intrakranial tinggi(1). bukti klinik yang mendukungnya sangat lemah (level of evidence V.2 mg diberikan tiap 6 jam jika diperlukan. obat tersebut merupakan vasodilator. Penurunan Tekanan Darah : bral disebabkan karena aneurisma pecah(8). seperti penggunaan steroid mmHg(19). Secara umum di. kontroversial antara non pembedahan dengan pembedahan(1). (1) Malfor. kg-1.625–1. Hipertensi Arterial Pendekatan manajemen stroke perdarahan intraserebral masih Tekanan darah optimal pada pasien stroke perdarahan intrase. Jika setelah 2 minggu penurunan kesadaran meningkatkan aliran darah otak sehingga dapat meningkatkan tingginya mortalitas pada stroke perdarahan intraserebral. misalnya hindari Airway dan oksigenasi : darah setelah serangan. jarang ke ventrikel atau perdarahan intraserebral dengan kesadaran menurun atau perfusi serebral dan secara teoritis akan memperparah cedera parenkim otak. pemeriksaan selama selang waktu 20 menit. Sebaliknya pemberian antihipertensi 4. Oksigen harus diberikan pada tetapi belum ada laporan penelitian yang mendukung teori tersebut. kg-1. Angiopati Amiloid Serebral refleks aritmia dan/atau ketidakstabilan tekanan darah(11). (3) Malformasi nial > 20 mmHg selama > 5 menit. Enalapril 0. TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA Etiologi stroke perdarahan intraserebral adalah sebagai berikut: PENATALAKSANAAN a) Manajemen hipertensi Algoritma pemberian antihipertensi pada pasien dengan stroke 1. dan jendela terapi. Pemeriksaan CT Scan kepala juga harus dilakukan untuk me- persisten antara sistema arterial dan vena. pemberian infus yang menyebabkan tunika intima membonjol dan akhirnya Sebelum intubasi dilakukan preoksigenasi maksimal dan pem- grade C recommendation). min-1 intrakranial dan penurunan kesadaran harus diawasi dengan Malformasi arteri-venosa merupakan penyebab terbanyak (6-13%) vs. tindakan airway. etiologi perdarahan. Obat-obat antihiper. Pada pasien stroke yang sangat cepat menurunkan tekanan darah dapat menurunkan serebral harus dipertahankan pada >70 mmHg. serta mengidentifikasi adanya labetalol intravena. hingga ke-8 kehidupan embrional. dan (4) Malformasi venosa. respirasi/ventilasi yang menyebabkan hipoksi (pO2 < 60 mmHg merekomendasikan bahwa tekanan darah harus diturunkan jika atau koloid. 1) Penanganan Awal di Ruang Gawat Darurat antara 105-140 mmHg. tetapi berhubungan dengan saat pem- pemberian labetalol pada pasien asma bronkial. Berupa tindakan basic life support yang meliputi tindakan air. min-1 yaitu terbentuknya deposit fibril amiloid pada tunika media endotrakheal.16. kan sebesar >70 mmHg (LoE V. Terdapat beberapa pendekatan terapi yang umur. Jika setelah koreksi penambahan akibat kelemahan kongenital tunika muskularis arteri serebral aspirasi dengan atau tanpa gangguan oksigenasi arterial. Pasien yang diduga mengalami peningkatan tekanan Esmolol 500 µg/kg sebagai awal. tekanan intrakranial. kg-1. midazolam. hiperventilasi. Tuba Nitroprusid secara umum sering digunakan untuk hipertensi b) Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial akibat robeknya dinding pembuluh yang lemah atau mikro. Kelainan angiopati amiloid ini khas Pencegahan aspirasi harus selalu dilakukan dengan tuba Norepinefrin titrasi dari 0. grade C) : Hipertensi merupakan penyebab terbanyak perdarahan intra. intraserebral spontan. tuba nasogastrik atau orogastrik dan dipantau dan tunika intima arteria kecil dan sedang. maka harus tekanan intrakranial. Pada arteri tampak degenerasi Dibutuhkan penelitian yang lebih baik sebagai dasar penyusunan sebelumnya menderita hipertensi kronik. Ada beberapa penelitian pemberian medikamentosa pada Labetalol 5–100 mg/jam secara intermiten dengan bolus dosis 10–40 mg dipertahankan < 20 mmHg dan tekanan perfusi serebral >70 atau drip (2–8 mg/menit) stroke perdarahan intraserebral. Aneurisma Intrakranial Walaupun tidak selalu perlu intubasi. Monitoring nilai GCS juga harus dilakukan. endotrakheal dengan manset lunak umumnya dipakai kurang maligna. yaitu cairan salin isotonik Mekanisme pembentukan aneurisma dan terjadinya perdara.2 µg. darah sebelum serangan stroke dengan bertambahnya volume obat antihipertensi tergantung kondisi pasien. CDK 165/vol. Suatu penelitian observa- defisit neurologik fokal. (2) Telangiektasia kapiler.. Predileksi perubahan 2. tekanan intrakranial yang terpantau dengan monitor tekanan <90 mmHg dengan penambahan: propofol. berian obat-obatan misalnya atropin. dilakukan monitoring tekanan vena sentral atau han pada aneurisma masih kontroversial. cairan. menyebabkan hubungan steroid lebih banyak mengalami komplikasi infeksi dibanding. grade C). Broderick et al. atau diltiazem intravena. dan suksinilkholin untuk menghindari terjadinya intrakranial. Tidak satupun yang hasilnya bermakna Nitroprusid 0. persiapan airway dan berian antihipertensi(18). Tekanan intrakranial hendaknya 2) Penanganan Medikamentosa kavernosa. Manajemen Tekanan Darah pada Stroke Perdarahan Intraserebral Peningkatan tekanan intrakranial terjadi jika tekanan intrakra- kelainan patologisnya dibagi menjadi empat. dilakukan jika nilai GCS suatu kelainan kongenital yang terjadi pada minggu ke-4 secara statistik. min-1 angiopati amiloid. masih berlanjut atau terjadi komplikasi pulmonal. grade C). terapi medis standar(14). dan circulation.

pemeriksaan selama selang waktu 20 menit. cairan. Hal tersebut mungkin tidak menguntungkan.35 no. dan (4) Malformasi venosa. Jika setelah 2 minggu penurunan kesadaran meningkatkan aliran darah otak sehingga dapat meningkatkan tingginya mortalitas pada stroke perdarahan intraserebral. Enalapril 0. masih berlanjut atau terjadi komplikasi pulmonal.17). Oksigen harus diberikan pada tetapi belum ada laporan penelitian yang mendukung teori tersebut.Oktober 2008 322 323 . serta mengidentifikasi adanya labetalol intravena. dilakukan jika nilai GCS suatu kelainan kongenital yang terjadi pada minggu ke-4 secara statistik. atau MAP >130 mmHg dalam dua kali efek cepat dibandingkan dengan pada stroke iskemik(12. (1) Malfor. (3) Malformasi nial > 20 mmHg selama > 5 menit. Sebaliknya pemberian antihipertensi 4. yaitu.16. dosis maintenan 50–200 µg. Fenilefrin 2–10 µg. Manajemen Tekanan Darah pada Stroke Perdarahan Intraserebral Peningkatan tekanan intrakranial terjadi jika tekanan intrakra- kelainan patologisnya dibagi menjadi empat. Jika tekanan darah sistolik antara 180-230 mmHg dan diastolik secara lebih progresif dengan terapi antihipertensi yang ber- patologis tersebut di arteria subkortikal dan perforating kecil. kan pasien dengan plasebo(13). Secara umum di. tindakan airway. thiopental. sehingga pemantauan dan penanganan yang tepat terhadap 4. persiapan airway dan berian antihipertensi(18). seperti penggunaan steroid mmHg(19). yang dapat menjelaskan lokasi anatomik perdarahan intrase. min-1 alat monitor (invasive ICP monitoring). kontroversial antara non pembedahan dengan pembedahan(1).2 µg. semua pasien perdarahan intraserebral dengan penurunan berupa osmoterapi. min-1 angiopati amiloid. intraserebral memperlihatkan tidak ada hubungan antara tekanan mmHg. dari 2 minggu. tekanan darah tetap tidak berubah.. esmolol. menit maka diberi terapi nitroprusid. perdarahan intraserebral yang sudah dimodifikasi (LoE V. menyebabkan hubungan steroid lebih banyak mengalami komplikasi infeksi dibanding. Intubasi harus dilakukan secara hati-hati dan Pendekatan pertama pada pasien dengan penurunan tekanan mengikuti prosedur yang berlaku jika didapatkan insufisiensi Untuk menengahi kedua teori tersebut. 1. Predileksi perubahan 2. grade C). Suatu penelitian observa- defisit neurologik fokal. Kelainan angiopati amiloid ini khas Pencegahan aspirasi harus selalu dilakukan dengan tuba Norepinefrin titrasi dari 0. dilakukan monitoring tekanan vena sentral atau han pada aneurisma masih kontroversial.625–1. darah sebelum serangan stroke dengan bertambahnya volume obat antihipertensi tergantung kondisi pasien.6/September . Pemeriksaan lengkap harus dilakukan lisinopril.35 no. Jika monitor tekanan intrakranial tersedia. dan suksinilkholin untuk menghindari terjadinya intrakranial. kg-1. Angiopati Amiloid Serebral refleks aritmia dan/atau ketidakstabilan tekanan darah(11). Jika tekanan darah sistolik >230 mmHg atau diastolik >140 tunika media dinding arteri yang diinduksi oleh hipertensi. Hipertensi Arterial Pendekatan manajemen stroke perdarahan intraserebral masih Tekanan darah optimal pada pasien stroke perdarahan intrase. berian obat-obatan misalnya atropin. Malformasi Arteri-venosa (MAV) dilakukan trakheostomi elektif. maka diberi terapi Secara teoritis tekanan darah yang lebih rendah menurunkan rebral yang spesifik. walaupun tekanan arteri pulmonal.2 mg diberikan tiap 6 jam jika diperlukan. yaitu cairan salin isotonik Mekanisme pembentukan aneurisma dan terjadinya perdara. Menurut The Arteriovenous Malformation Study Group (1999). rebral bersifat individual dan berhubungan dengan apakah pasien serebral yaitu antara 70-90%(8). Jika setelah koreksi penambahan akibat kelemahan kongenital tunika muskularis arteri serebral aspirasi dengan atau tanpa gangguan oksigenasi arterial. tuba nasogastrik atau orogastrik dan dipantau dan tunika intima arteria kecil dan sedang. Broderick et al. plasebo(13). Pemeriksaan CT Scan kepala juga harus dilakukan untuk me- persisten antara sistema arterial dan vena. dan perdarahan intraserebral spontan. Pada pasien stroke yang sangat cepat menurunkan tekanan darah dapat menurunkan serebral harus dipertahankan pada >70 mmHg. grade C).Oktober 2008 CDK 165/vol. Perdarahan terjadi dengan manset tekanan (cuff pressure) setiap 6 jam. Kurang lebih 16-23% perdarahan intrasere. etiologi perdarahan. obat tersebut merupakan vasodilator. risiko ruptur arteri kecil dan arteriola. Terdapat beberapa pendekatan terapi yang umur. Pada arteri tampak degenerasi Dibutuhkan penelitian yang lebih baik sebagai dasar penyusunan sebelumnya menderita hipertensi kronik. tanda-tanda disfungsi batang otak harus segera dilakukan otak.10). tekanan intrakranial yang terpantau dengan monitor tekanan <90 mmHg dengan penambahan: propofol. rekomendasikan agar tekanan darah yang meningkat diturunkan dan/atau terbentuknya mikroaneurisma. CDK 165/vol. TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA Etiologi stroke perdarahan intraserebral adalah sebagai berikut: PENATALAKSANAAN a) Manajemen hipertensi Algoritma pemberian antihipertensi pada pasien dengan stroke 1. Aneurisma Intrakranial Walaupun tidak selalu perlu intubasi. atau verapamil. Bahkan pasien yang mendapatkan terapi Hidralazin 10–20 mg diberikan 4–6 jam < 9 (LoE V. Tekanan intrakranial hendaknya 2) Penanganan Medikamentosa kavernosa. malformasi pembuluh darah intrakranial berdasarkan jenis kesadaran(12). pemberian obat antihipertensi harus ditunda.05–0. (1999) darah adalah penambahan cairan. lihat adanya efek massa dan hidrosefalus akibat perdarahan. Jika tekanan darah sistolik <180 mmHg dan diastolik <105 intraserebral adalah terjadinya edema serebri dan nekrosis akibat diduga akibat stroke perdarahan intraserebral. mmHg dalam dua kali pemeriksaan selama selang waktu 5 nekrosis fibrinoid yang mengakibatkan kelemahan progresif bersifat emergensi. tetapi berhubungan dengan saat pem- pemberian labetalol pada pasien asma bronkial. Jika pasien hipertensi: masi arteria-venosa.5–10 µg. kan sebesar >70 mmHg (LoE V. endotrakheal dengan manset lunak umumnya dipakai kurang maligna. peningkatan tekanan intrakranial dapat menurunkan mortalitas. dan pemberian barbiturat. guideline terkini. Pada pasien dengan peningkatan kontinu harus dilakukan terutama jika tekanan darah sistolik merobek membrana elastik(6). Tidak satupun yang hasilnya bermakna Nitroprusid 0. Berupa tindakan basic life support yang meliputi tindakan air. 1) Penanganan Awal di Ruang Gawat Darurat antara 105-140 mmHg.6/September . tekanan perfusi serebral (MAP–ICP) harus dipertahan- 3. atau diltiazem intravena. (2) Telangiektasia kapiler. min-1 intrakranial dan penurunan kesadaran harus diawasi dengan Malformasi arteri-venosa merupakan penyebab terbanyak (6-13%) vs. min-1 yaitu terbentuknya deposit fibril amiloid pada tunika media endotrakheal. maka harus tekanan intrakranial. terapi medis standar(14). sional prospektif tentang bertambahnya volume perdarahan Penyebab utama perburukan pada penderita stroke perdarahan terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran yang 3. dan jendela terapi. hiperventilasi. terutama dalam keadaan tekanan intrakranial tinggi(1). Obat-obat antihiper. Kelainan ini merupakan gliserol vs. 2. Penurunan Tekanan Darah : bral disebabkan karena aneurisma pecah(8). intraserebral spontan. perdarahan intraserebral dapat dilihat pada tabel 2. Lesi ini diperkirakan atau pCO2 >50 mmHg) atau secara nyata didapatkan risiko mean arterial blood pressure (MAP) >130 mmHg(1). kg-1. respirasi/ventilasi yang menyebabkan hipoksi (pO2 < 60 mmHg merekomendasikan bahwa tekanan darah harus diturunkan jika atau koloid. maka tekanan perfusi Perdarahan intraserebral akibat ruptur aneurisma biasanya ventilasi yang adekuat sangat penting. Tuba Nitroprusid secara umum sering digunakan untuk hipertensi b) Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial akibat robeknya dinding pembuluh yang lemah atau mikro. kg-1. midazolam. Monitoring nilai GCS juga harus dilakukan. teoritis dapat Peningkatan tekanan intrakranial merupakan penyebab utama aneurisma(6. kg-1. Ada beberapa penelitian pemberian medikamentosa pada Labetalol 5–100 mg/jam secara intermiten dengan bolus dosis 10–40 mg dipertahankan < 20 mmHg dan tekanan perfusi serebral >70 atau drip (2–8 mg/menit) stroke perdarahan intraserebral. Pilihan iskemi global jaringan otak dan terjadinya hidrosefalus(7). min-1 Penyebab tersering ketiga perdarahan intraserebral adalah tensi yang direkomendasikan untuk terapi hipertensi pada stroke Dopamin 2–20 µg. enalapril. Pasien yang diduga mengalami peningkatan tekanan Esmolol 500 µg/kg sebagai awal. yaitu sekitar 10% dari seluruh perdarahan Tingkat kesadaran dimonitor dengan Glasgow Coma Scale (GCS). hemodilusi vs. jarang ke ventrikel atau perdarahan intraserebral dengan kesadaran menurun atau perfusi serebral dan secara teoritis akan memperparah cedera parenkim otak. breathing. kg-1. misalnya hindari Airway dan oksigenasi : darah setelah serangan. tekanan intrakranial. Tabel 2. hingga ke-8 kehidupan embrional. bukti klinik yang mendukungnya sangat lemah (level of evidence V. grade C) : Hipertensi merupakan penyebab terbanyak perdarahan intra. pemberian infus yang menyebabkan tunika intima membonjol dan akhirnya Sebelum intubasi dilakukan preoksigenasi maksimal dan pem- grade C recommendation). menuju ke ruang subarakhnoid. plasebo(15). dan circulation. way.

tetapi langkah- penyebab utama peningkatan tekanan intrakranial. Tanpa hiperventilasi penurunan gradual pCO2 bisa Osmoterapi terjadi dalam waktu 24-48 jam. Pendapat lain menyatakan bahwa hiperventilasi yang karena risiko infeksi tinggi maka pengawasan harus terus memanjang mempunyai efek menguntungkan terhadap volume menerus dan tidak boleh melebihi 7 hari (LoE V. dalam kondisi emergensi pemberian lidokain intraserebral.6/September . dapat bersama-sama dengan manitol. kan tidak boleh lebih dari 5 hari. Untuk menurunkan tekanan osmotik dapat diberikan furo. Untuk propofol. Komplikasi pemberian bar- Hipokarbia akan menyebabkan vasokonstriksi serebral. walaupun demikian barbiturat dosis tinggi bukan terapi standar untuk Jangan diberi Steroid peningkatan tekanan intrakranial akibat stroke perdarahan intra- serebral. pCO2 harus dipertahankan dianjurkan. juga mungkin Kondisi pasien membaik jika penurunan pCO2 sampai 25–30 mmHg. grade C). grade C ) (1). Efek samping kardiovaskular mungkin karena efek Relaksasi Otot penyerta dehidrasi akibat osmoterapi dan berkurangnya tekanan Pemberian obat-obat berefek paralisis neuromuskular dikombinasi. puncak penurunan tekanan intrakra. stabilitas pada pasien yang memburuk karena kondisi sistemik. jika tidak ada kejang diturunkan kemudian dihentikan. dapat diberi barbiturat. dosis titrasi 14-23 mg/mL dapat diberikan selama 1 bulan. pemberian terapi seperti di atas.35 no. Barbiturat dapat menurunkan pembengkakan otak. cara kerjanya mungkin melalui penurunan volume aliran darah otak. grade C). Pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial Hipotensi sistemik sebagian besar merupakan akibat dari mempunyai prognosis buruk jika manajemen hiperventilasi gagal. intratorakal dan tekanan vena akibat batuk. didapatkan peningkatan tekanan intrakranial yang progresif dan Kebanyakan pasien membutuhkan sedasi. profilaksis antiepilepsi misalnya fenitoin dengan perlu dipertimbangkan. Pada pasien stroke perdarahan sebelum airway suctioning. penyedotan (suctioning) pada ventilator (LoE III through V.5 g/kg tiap 4 jam) harus diberikan jika antara 30 . Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial Efek rebound osmoterapi dapat terjadi walaupun ventilasi normal. pemberian manitol direkomendasi- secara intermiten. grade C). ventrikel harus dilakukan pada pasien yang mempunyai risiko Secara teori penurunan tekanan intrakranial melalui koreksi hidrosefalus. dapat sebagai pedoman. grade C). nial. Drainase langkah seperti dalam tabel 3. Osmolalitas darah harus diperiksa Jika peningkatan tekanan intrakranial tidak bisa terkontrol dengan dua kali setiap hari dengan target < 310 mOsm/L. biturat dosis tinggi (dosis normal 10 mg/kg per hari) adalah nial mungkin terjadi kurang dari 30 menit setelah perubahan pCO2.3-0. ketegangan.semid (10 mg injeksi selama 2–8 jam). Penurunan aliran darah otak dapat terjadi secara cepat. grade B). grade C). ( LoE V. tidal volume 12–14 mL/kg. Tabel 3. Umumnya hiperventilasi terjadi Yang pertama kali harus diberikan.6 mg/kg. tekanan intrakranial turun 25-30% (LoE III through V. walaupun tindakan profilaksis tidak jika tekanan intrakranial meningkat. merupakan predisposisi terjadinya infeksi. Pemberian bolus barbi- tekanan intrakranial karena dapat mencegah peningkatan tekanan turat dapat dimulai dengan dosis rendah yaitu 0. dan melalui aksi penghambatan radikal bebas. terutama saat dilakukan bolus barbiturat. Drainase ventrikel ini diberikan dan dihentikan hiperventilasi dapat dilihat jika pH cairan serebrospinal se- tergantung gambaran klinik dan nilai tekanan intrakranial. tegangan barorefleks. hipotensi.Oktober 2008 325 . pembebas Kejang merupakan akibat cedera neuronal dan penurunan histamin dan obat yang berefek blokade ganglion lebih baik diberikan pada situasi peningkatan tekanan intrakranial (LoE III through V.25-0. Manitol 20% (0. Obat-obat non c) Pencegahan kejang depolarisasi misalnya venkuronium atau pankuronium. benzodiazepin atau morfin dan paralitik muskuler mencegah rebound phenomenon. karena dapat menyebabkan berbagai efek samping yang tidak sudah banyak diketahui efektif menurunkan tekanan intrakra- menguntungkan (LoE II. dan aktivitas simpatik. Penurunan maksimal metabolisme serebral kan dengan sedasi yang adekuat dapat mengurangi peningkatan dapat dilihat dengan continuous EEG. pengisian jantung. imbang. jaringan otak. misalnya dengan terjadi penurunan kesadaran akibat efek massa (LoE V. Pemberian barbiturat aksi pendek seperti thiopental Pemberian kortikosteroid pada stroke perdarahan intraserebral harus dihindari. CDK 165/vol. Pasien dengan kegawatan akibat peningkatan tekanan intrakranial Kejadian kejang non konvulsif < 10% pada pasien koma yang harus diberi premedikasi dengan bolus obat-obat relaksasi otot dirawat di ruang neurointensif. penurunan tegangan vena. Hiperventilasi mungkin akibat hipotensi sistemik derajat sedang. TINJAUAN PUSTAKA Efek massa karena penambahan volume intrakranial akibat Walaupun penggunaan standar protokol manajemen pening- perdarahan dan terjadinya hidrosefalus sekunder merupakan katan tekanan intrakranial sangat bervariasi.35 mmHg sampai tekanan intrakranial terkontrol.

6 mmHg Tabel 5. misalnya. Spontaneous intracerebral hemorrhage: a review. grade A).352: 837-853. Fisioterapi selama pasien inaktif sangat Manual. kontrol dapat menurunkan risiko perdarahan sampai 50% (23). Gomez CR. Med. Risk Factors for Intracerebral Hemorrhage analgesik dan neuroleptik sesuai dengan tanda dan gejala klinis.316: 1229 –1233 Tujuan utama tindakan pembedahan pada perdarahan intrase. Level of evidence Tipe evidence Derajat rekomendasi Diabetes Data Group Department of Health and Human Services. their epidemiological context. Minematsu K. Collins R. Early hemorrhage growth in patients with intracerebral hemorrhage. Brott T. Sauerbeck L. view sistematis dari 14 prospective randomized controlled trials 12. Tuhrim S. Stroke 1997. atau angioma kavernosa. In: National han bekuan darah dengan segera (LoE III through V. pembedahan dan penurunan kadar serum gula darah tidak menurunkan risiko Ib Randomised controlled trials (RCT) A 25. Kou M. selanjutnya untuk Med. nefropati. yang secara efektif akan menurunkan angka 14. 344 (19): 1450-60. juga penu. Palomaki. hipertensi kurang terkontrol adalah penderita dengan riwayat through II. 15. 2001. Fewell ME. Batjer H.35 no. United Kingdom Prospective Diabetes Study Group. Kendalikan Diabetes Mellitus Excellence (NICE) (28). Hondo H. Intensive blood-glucose control mungkin dapat dilakukan jika mempunyai kemungkinan outcome stroke.70 (1): 27-37. Poungvarin N. Obat lain yang dapat diberikan adalah Risiko stroke perdarahan intraserebral pada penggunaan anti. MacMahon S. Mayberg M. Italian Acute Stroke Study Group. misalnya malformasi Fong KY.23: 967–971. pencegahan merupakan tindakan utama.35 no. Oxford. Crit Care 2. Broderick J. dan neuropati). tindakan hati-hati saat pemilihan tromboli. Efek samping yang merugikan adalah merupakan faktor risiko utama beberapa penyakit termasuk Association. Castelli WP. IIa Mempunyai desain yang baik. Sukondhabhant 3) Pembedahan dapat menurunkan risiko stroke sebanyak 42%(20). Posner BM. Peto R. opini atau pengalaman para ahli. pendek atau propofol. antara lain: koagulan akan meningkat jika INR > 3(28). Brott T. Rodprasert P. betes melitus tipe 1. Rekomendasi pencegahan stroke perdarahan intraserebral hemorrhage. Diabetes in America: Diabetes Data Compiled for 1984.30: 905-15. Bhoopat W. 24: 49–51. Leach A. intreaserebral dan penggunaan obat-obat simpatomimetik akan menurunkan 17. 4. Feinberg W. Feldmann E. 22. JAMA 1991. tetapi tidak menurunkan of working pengalaman klinik atau pengembangan dari Guideline D 28. Pasien dengan perdarahan kecil (< 10 cm3) atau defisit neurologik yang LAMPIRAN 1. darah terlalu dalam. dekatan untuk menurunkan tekanan darah. dengan tindakan pembedahan (LoE III through V. Zabramski JM. Yamamoto H. berdasarkan pene. US. Rinkel GJE. multisenter. Algra A. Cupples LA. walaupun Professionals From a Special Writing Group of the Stroke Council.335: 827-38. and Treatment of High Blood Pressure. Torner J. CDK 165/vol. Kumana CR. Thompson WR. ment of patients with acute ischemic stroke: a statement for healthcare professionals signifikan dapat menurunkan risiko stroke perdarahan pada usia from a special writing group of the Stroke Council. National Blood Pressure Education Tindakan tanpa pembedahan Program. tidak diobati atau diobati tetapi tidak terkendali. Med 2003.37: 847-51. Broderick J. Lancet 1993. Pasien dengan skor GCS < 4 (LoE II through V. grade A). 1993. selanjutnya dapat diberikan antibiotik yang sesuai. terdapat kontrol with sulphonylurea or insulin compared with conventional treatment and risk of walaupun tanpa randomisasi B macrovascular and microvascular complications in type 2 diabetes: UKPDS 33. 2nd ed. Risk factors spontaneous intracerebral hemorrhage.15(4): 1-16. part 2: short-term reductions in blood pressure: overview of randomized drug trials in merupakan tindakan lifesaving karena kegawatannya. Terapi rutin pasien hipertensi derajat ringan sampai sedang secara thrombolytic therapy for acute stroke: a supplement to the guidelines for the manage- dan stroke iskhemik akut (LoE I. 10. Wolf PA. Buranasiri P.Engl. yang baik dan lesi struktural vaskuler tersebut dapat dijangkau lian kadar gula darah dengan terapi insulin pada penderita dia. Hemorrhage in the Interventional Management of Stroke kan risiko perdarahan intraserebral. Blood pressure.94: 1167–1174. Feinberg W. Stroke 2003.. 7. massa di sekitarnya. Banyak pasien yang kesadarannya menurun mengalami kege. randomized trial. Stroke in the Elderly. Pemberian secara selektif obat-obat trombolitik untuk infark miokard Lyden PD.28: 1–5. J Clin.5° C. grade B). Cara penilaian kualitas bukti-bukti penelitian direkomendasikan Stroke 1997. Ellison RC. London 2004. The Seventh Report Of The Joint National Committee. Pencegahan berupa mengendalikan faktor risiko. Chan FL.. parasetamol 650 mg Kraniotomi merupakan pendekatan standar. III atau IV. Hoff JT. Kendalikan Faktor Risiko lain DAFTAR PUSTAKA Suhu tubuh harus dipertahankan normal. malformasi arterivena. warfarin double-blind. Pada pengambilan bekuan darah. Mayberg M. Pada perda. 3. The Mount Sinai J. Furlan. Royal College of Physicians. Grotta J. dan mortalitas yang tinggi dan belum ada jaminan perbaikan dengan menurunkan risiko perdarahan intraserebral. Karena stroke perdarahan intraserebral mempunyai morbiditas 5. 2.6/September . Emboli pulmonum sering merupakan ancaman Study Group (1995). orasi neurologik karena kompresi batang otak dan hidrosefalus karena obstruksi ventrikel harus dilakukan tindakan pembersi- faktor risiko stroke perdarahan intraserebral(24). grade B). buah dan sayuran setiap hari dapat menurunkan risiko stroke Krieger D.1996. JAMA 1986. (2) para dokter hendaklah memeriksa tekanan rahan serebelum dengan penekanan pada batang otak. Grotta J. grade C). C atau D. pengendalian Health. 2. Lobar hemorrhage in the elderly: the e) Terapi lain PENCEGAHAN pengendalian konsumsi alkohol lebih beralasan(27). National clinical guidelines for stroke. hipertensi hendaklah memantau tekanan darahnya di rumah. Khouri J. American Heart dan urin. runkan risiko stroke perdarahan intraserebral (29). Tabel 4. (retinopati. correlation studies. yaitu benzodiazepin aksi pendekatan terapi apapun. J. Broderick JP. 2. Peningkatan konsumsi buah dan sayuran serta menghindari alkohol Circulation 1996.265: 3255–3264.26: 1558-64. AJ. Butterworth Heinemann. Johannesburg 1997. 15 (4): 1 – 6. B Protective effect of fruits and vegetables on development of stroke in men. Rekomendasi tindakan pembedahan pada perdarahan pertengahan dan lansia antara 36-48% (22) Hipertensi yang ter. Elkind M. berisiko tinggi menderita stroke perdarahan intraserebral. dan pemberian intensif sulfonilurea dan atau III Mempunyai desain yang baik. Sawada T. Hensley MJ. Ariesen MJ. Pada pasien dengan kateter intraventrikuler. Lung. terutama untuk Laporan Framingham Study menyatakan bahwa konsumsi 1. Jenis obat dan dosis harus dititrasi sesuai dengan perkembangan Institute of Neurological Disorders and Stroke rt-PA Stroke 9. Pada perdarahan intraserebral karena lesi struktural misalnya aneu. Brott TG. misal. Adams HP. Reed DM. Alcohol and hemorrhagic stroke: the Consensus Rekomendasi dari organisasi profesi berdasarkan Honolulu Heart Program. sehingga 4. MacKenzie JM. nya hidrosefalus dan efek massa akibat bertambahnya volume 16. 49: 360-64. penilaian kualitas hasil penelitian J.1: 318 –321. J. Acute cerebrovascular complications. Guidelines for the Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. 1987. IIb Mempunyai desain yang baik. 13.6/September .34: 2060-65. undiminishing importance of hypertension. Haemodilution in acute stroke: results of the Italian rebral adalah mengambil bekuan darah. American Heart Association. case studies) 1995. and coronary heart disease. 2003. Thompson BG. Untuk menurunkan risiko stroke sebaiknya dilakukan 3 pen. quasi-experimental study B Lancet 1998. Intracerebral hemorrhage: pathophysiology and management. Selain itu juga untuk mencegah komplikasi. harus dijaga agar tidak terjadi cedera. Bethesda. Lin SZ. Kazui S. 3. Barsan W. TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA d) Manajemen demam 3. JAMA 3. 28: 2370-5. bukti hubungan erat antara diabetes melitus dengan stroke baik 24. A Statement for Healthcare pasien demam atau infeksi. enlargement of spontaneous intracerebral hematoma. Prevention. dan 20. Intercollegiate Stroke Working Party June 2004. risiko stroke perdarahan intraserebral (LoE III through V. grade A). 11. terutama pada pasien yang berbaring pengendaliannya dapat menurunkan risiko stroke. Intracerebral Hematoma Beyond the Mass Lesion. National Istitutes of 2. Merokok. (LoE II through V. Yano K. Intracerebral haemorrhage. Yamaguchi T. selama fase perbaikan. Hillbom M. kan tranquilizer minor atau mayor. (LoE I. Monitoring ketat pemberian obat-obat antikoagulan. yaitu A. In: Oh TE. Tomsick T. darah semua penderita setiap datang berobat. Hanley DF. Yu YL. S. Donahue RP. Broderick JP. atau kompres dingin harus diberikan jika suhu >38. Viriyavejakul A. The IMS Study Investigators. Intracerebral Hemorrhage. yaitu. Stroke 1999. Cheung YK. kerusakan jaringan otak di sekitarnya terutama jika letak bekuan Neurosurg Focus 2003. Boston.. Department of Health and Human Services.Oktober 2008 CDK 165/vol. 1. Intensive Care lama karena hemiplegi. dan (3) penderita tingkatan ini menunjukkan sumber-sumber yang dapat dipercaya. Helgason CM. Gillman MW. Tindakan Pembedahan penjelasannya. Dapat diguna. 8. mengidentifikasi penyebab perdarahan. Prevention of stroke by antihypertensive drug 1. tetapi peminum alkohol Study. Jika mungkin juga untuk Hipertensi erat hubungannya dengan kejadian stroke(21). Spontaneous lisahan. 37: 2445. Zuccarello M. Kase C. pengobatan serta sis terhadap infark miokard dan stroke iskhemik dapat menu. stroke infark dan perdarahan subarakhnoid. Stroke 1993. 273:1113–1117 luas di daerah lobus yang secara klinik mengalami perburukan menunjukkan penurunan bermakna komplikasi mikrovaskuler IV Laporan. Adams HP. Hypertensive Intracerebral Hemorrhage and Brain Edema. harus dilakukan ana. Neurosurg Focus 2003. Claus SP. uji klinis acak pengenda. menunjukkan bahwa penurunan tekanan diastolis 5 . Tabel 6 memperlihatkan masing-masing tingkat evidence beserta 21.21: 591–1603. Tomsick T. harus dikendalikan pada penderita hipertensi yang cenderung 19. Kwiatkowski T. Stroke 1992. runan penggunaan kokain dan obat-obat simpatomimetik dapat 6. Spilker J. grade C). Barsan W. Predisposing factors to Hipertensi adalah faktor risiko stroke utama. Guidelines for intrakranial. Dua penelitian besar. Evaluation. Pada pasien usia muda dengan perdarahan sedang atau perdarahan dengan terapi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 (25). Walaupun ada Tabel 6. Lancet 1988. Kuller LH. Prepared by the party Development Group risiko stroke perdarahan (komplikasi makrovaskuler). Md. Wolf PA. Penderita morbiditas dan mortalitas stroke perdarahan intraserebral (LoE I haemodilution trial. Kassell NF. dapat dilakukan kultur darah. akan terserang stroke. Qureshi AI. Diringer MN. C 27. litian kohort berhenti merokok tidak secara signifikan menurun- lisis cairan serebrospinal untuk deteksi dini infeksi intrakranial. Stroke 2006. Tilley B. National Institute of Health. (1) tekanan darah minimal (LoE II through V. grade B). N. hipertensi.Oktober 2008 326 327 . Juvela S. Ia Meta-analisis atau randomised controlled trials (RCT) A Conn: Appleton & Lange. grade C). Gagnon D.B. Chang CM. dari studi epidemiologis dan studi patofisiologis. Strom BL. Update on management of intracerebral penting. Kontrol tekanan darah klinik pasien. Chinese Med. Abbott RD. Stroke 2006. placebo-controlled.65 (6): 239-40. Marler JR. Lauder IJ. Dumont AS. Tindakan tersebut dapat menu. Menurut The National in the General Population: A Systematic Review. ed. Swanson RA. Thies W. and Blood Institute. mengikuti suatu aturan. Secara teratur mengkonsumsi obat antihipertensi adalah reko- intracerebral hemorrhage.. SHEP Cooperative Research Group. Pada pasien stroke perdarahan serebelum > 3 cm dengan deteri treatment in older persons with isolated systolic hypertension: final results of the Hiperglikemi adalah problem endokrinologi yang menonjol sebagai Systolic Hypertension in the Elderly Program (SHEP). Kothari R. (Taipei) 2002. Pathol. Level of evidence (LoE) dan derajad rekomendasi 23. Cerebrovascular diseases and diabetes. 255: 2311–2314. II. runkan tekanan intrakranial dan tekanan lokal akibat efek termasuk stroke perdarahan intraserebral(26). Effects of dexamethasone in primary supratentorial 1. 18. Cheung RT. non-experimental 26. Suatu over. mendasi utama. Kriteria ini diambil dari National Institute for Clinical Stroke 1995. stroke. 1996. descriptive study (comparative studies. Dorman JS. Duldner 1. Treatment of acute cerebral hemorrhage with intravenous glycerol: a arteri-vena. National Heart. pembedahan melihat tingkat evidence digunakan nomor I. Detection. risma. Pouratian N. N Engl J Med. trakhea.

ed. Grotta J. yaitu A. Castelli WP. atau angioma kavernosa. Furlan. case studies) 1995. Minematsu K. Broderick J.21: 591–1603. American Heart dan urin. The Mount Sinai J.30: 905-15. (LoE II through V. intreaserebral dan penggunaan obat-obat simpatomimetik akan menurunkan 17. Selain itu juga untuk mencegah komplikasi. kan tranquilizer minor atau mayor. Pencegahan berupa mengendalikan faktor risiko. Feinberg W.23: 967–971. dan 20. buah dan sayuran setiap hari dapat menurunkan risiko stroke Krieger D. Merokok. their epidemiological context. 37: 2445. Bhoopat W.94: 1167–1174. Chang CM. AJ. berdasarkan pene. 28: 2370-5. Grotta J.6/September . Rekomendasi pencegahan stroke perdarahan intraserebral hemorrhage. Stroke 2006. Blood pressure. SHEP Cooperative Research Group. Buranasiri P. Intracerebral Hematoma Beyond the Mass Lesion. Posner BM. massa di sekitarnya. grade B). sehingga 4.316: 1229 –1233 Tujuan utama tindakan pembedahan pada perdarahan intrase. National Heart. Md. Johannesburg 1997. Pathol. yang baik dan lesi struktural vaskuler tersebut dapat dijangkau lian kadar gula darah dengan terapi insulin pada penderita dia. Karena stroke perdarahan intraserebral mempunyai morbiditas 5. betes melitus tipe 1. American Heart Association. Barsan W. 3. S. tindakan hati-hati saat pemilihan tromboli. (retinopati. Stroke 1993. Hillbom M.35 no. Dorman JS. Broderick JP. Dapat diguna. Kontrol tekanan darah klinik pasien. multisenter. Cheung RT. III atau IV. Yamamoto H. Guidelines for the Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage.Oktober 2008 CDK 165/vol. Prevention.6/September . Sawada T. Tomsick T. (1) tekanan darah minimal (LoE II through V. Hypertensive Intracerebral Hemorrhage and Brain Edema. Butterworth Heinemann. risma. Feldmann E. grade A).34: 2060-65. Tabel 6 memperlihatkan masing-masing tingkat evidence beserta 21. Royal College of Physicians. Gillman MW. J Clin. akan terserang stroke. dekatan untuk menurunkan tekanan darah. Tuhrim S. Peto R. Brott TG. 2. non-experimental 26. Hoff JT. B Protective effect of fruits and vegetables on development of stroke in men. placebo-controlled. Pada pengambilan bekuan darah. Collins R. 11. misal. uji klinis acak pengenda. Khouri J. Predisposing factors to Hipertensi adalah faktor risiko stroke utama. 255: 2311–2314. enlargement of spontaneous intracerebral hematoma. harus dilakukan ana. Acute cerebrovascular complications. stroke infark dan perdarahan subarakhnoid. trakhea. Ellison RC. J. runkan tekanan intrakranial dan tekanan lokal akibat efek termasuk stroke perdarahan intraserebral(26).. Pasien dengan perdarahan kecil (< 10 cm3) atau defisit neurologik yang LAMPIRAN 1. Effects of dexamethasone in primary supratentorial 1. harus dikendalikan pada penderita hipertensi yang cenderung 19. Abbott RD. Banyak pasien yang kesadarannya menurun mengalami kege.5° C. C 27. and Treatment of High Blood Pressure. stroke. dan mortalitas yang tinggi dan belum ada jaminan perbaikan dengan menurunkan risiko perdarahan intraserebral. Pada perdarahan intraserebral karena lesi struktural misalnya aneu. Detection. Torner J. 24: 49–51. Terapi rutin pasien hipertensi derajat ringan sampai sedang secara thrombolytic therapy for acute stroke: a supplement to the guidelines for the manage- dan stroke iskhemik akut (LoE I. Pada pasien dengan kateter intraventrikuler. Kumana CR. Gagnon D. Level of evidence (LoE) dan derajad rekomendasi 23. opini atau pengalaman para ahli. descriptive study (comparative studies. Thompson BG. Diringer MN. Pemberian secara selektif obat-obat trombolitik untuk infark miokard Lyden PD. The Seventh Report Of The Joint National Committee. Claus SP. 3. Level of evidence Tipe evidence Derajat rekomendasi Diabetes Data Group Department of Health and Human Services. Stroke 1997. JAMA 1986. Prevention of stroke by antihypertensive drug 1. dengan tindakan pembedahan (LoE III through V. US. Lancet 1988. Kase C. Prepared by the party Development Group risiko stroke perdarahan (komplikasi makrovaskuler). Marler JR. Swanson RA. National Istitutes of 2. (LoE I. atau kompres dingin harus diberikan jika suhu >38. antara lain: koagulan akan meningkat jika INR > 3(28). tetapi peminum alkohol Study. Chan FL.6 mmHg Tabel 5.37: 847-51. dapat dilakukan kultur darah. JAMA 3. N. MacKenzie JM. risiko stroke perdarahan intraserebral (LoE III through V. Intercollegiate Stroke Working Party June 2004. Tabel 4. runan penggunaan kokain dan obat-obat simpatomimetik dapat 6. and Blood Institute. parasetamol 650 mg Kraniotomi merupakan pendekatan standar. Zuccarello M.. A Statement for Healthcare pasien demam atau infeksi. yaitu. mengidentifikasi penyebab perdarahan. penilaian kualitas hasil penelitian J. In: National han bekuan darah dengan segera (LoE III through V. Elkind M. Ia Meta-analisis atau randomised controlled trials (RCT) A Conn: Appleton & Lange. Tomsick T. Mayberg M. Spontaneous lisahan. Jika mungkin juga untuk Hipertensi erat hubungannya dengan kejadian stroke(21).265: 3255–3264. Kou M. 4. JAMA 1991. Helgason CM. 2. selanjutnya untuk Med. Jenis obat dan dosis harus dititrasi sesuai dengan perkembangan Institute of Neurological Disorders and Stroke rt-PA Stroke 9. 2003. Oxford. II. Peningkatan konsumsi buah dan sayuran serta menghindari alkohol Circulation 1996.352: 837-853. nefropati. Thompson WR. Evaluation. view sistematis dari 14 prospective randomized controlled trials 12. 18. Stroke 1999. Pada pasien stroke perdarahan serebelum > 3 cm dengan deteri treatment in older persons with isolated systolic hypertension: final results of the Hiperglikemi adalah problem endokrinologi yang menonjol sebagai Systolic Hypertension in the Elderly Program (SHEP). Chinese Med. darah terlalu dalam. pendek atau propofol. yaitu benzodiazepin aksi pendekatan terapi apapun. Strom BL. Broderick J. 1993. tidak diobati atau diobati tetapi tidak terkendali.35 no. Suatu over. Med 2003. Broderick JP. Viriyavejakul A. Sauerbeck L. Rekomendasi tindakan pembedahan pada perdarahan pertengahan dan lansia antara 36-48% (22) Hipertensi yang ter. Poungvarin N.15(4): 1-16.26: 1558-64. Fewell ME. National clinical guidelines for stroke. Yamaguchi T.Oktober 2008 326 327 . grade B). Intensive blood-glucose control mungkin dapat dilakukan jika mempunyai kemungkinan outcome stroke. 15. juga penu. grade C). Spilker J. Risk Factors for Intracerebral Hemorrhage analgesik dan neuroleptik sesuai dengan tanda dan gejala klinis. terdapat kontrol with sulphonylurea or insulin compared with conventional treatment and risk of walaupun tanpa randomisasi B macrovascular and microvascular complications in type 2 diabetes: UKPDS 33. Mayberg M. National Blood Pressure Education Tindakan tanpa pembedahan Program. dan (3) penderita tingkatan ini menunjukkan sumber-sumber yang dapat dipercaya. berisiko tinggi menderita stroke perdarahan intraserebral. Cerebrovascular diseases and diabetes. Pada perda. pembedahan melihat tingkat evidence digunakan nomor I. Monitoring ketat pemberian obat-obat antikoagulan. Fisioterapi selama pasien inaktif sangat Manual. 7. (Taipei) 2002. part 2: short-term reductions in blood pressure: overview of randomized drug trials in merupakan tindakan lifesaving karena kegawatannya.1996. Hondo H. N Engl J Med. Lung. tetapi tidak menurunkan of working pengalaman klinik atau pengembangan dari Guideline D 28. pengobatan serta sis terhadap infark miokard dan stroke iskhemik dapat menu. kontrol dapat menurunkan risiko perdarahan sampai 50% (23). orasi neurologik karena kompresi batang otak dan hidrosefalus karena obstruksi ventrikel harus dilakukan tindakan pembersi- faktor risiko stroke perdarahan intraserebral(24). Hanley DF. Algra A. Kothari R. The IMS Study Investigators. Dumont AS. nya hidrosefalus dan efek massa akibat bertambahnya volume 16. kerusakan jaringan otak di sekitarnya terutama jika letak bekuan Neurosurg Focus 2003. yang secara efektif akan menurunkan angka 14. Risk factors spontaneous intracerebral hemorrhage. Hensley MJ. 273:1113–1117 luas di daerah lobus yang secara klinik mengalami perburukan menunjukkan penurunan bermakna komplikasi mikrovaskuler IV Laporan. pencegahan merupakan tindakan utama. Neurosurg Focus 2003. Kwiatkowski T. litian kohort berhenti merokok tidak secara signifikan menurun- lisis cairan serebrospinal untuk deteksi dini infeksi intrakranial. randomized trial. Italian Acute Stroke Study Group. Haemodilution in acute stroke: results of the Italian rebral adalah mengambil bekuan darah. Cheung YK. Med. hipertensi. Update on management of intracerebral penting. and coronary heart disease. Boston. United Kingdom Prospective Diabetes Study Group. Rodprasert P. MacMahon S. mendasi utama. Obat lain yang dapat diberikan adalah Risiko stroke perdarahan intraserebral pada penggunaan anti. Bethesda. Cupples LA. hipertensi kurang terkontrol adalah penderita dengan riwayat through II. Stroke 1992. Duldner 1. Guidelines for intrakranial. terutama pada pasien yang berbaring pengendaliannya dapat menurunkan risiko stroke. Barsan W. Untuk menurunkan risiko stroke sebaiknya dilakukan 3 pen. In: Oh TE. 2. grade A).Engl. ment of patients with acute ischemic stroke: a statement for healthcare professionals signifikan dapat menurunkan risiko stroke perdarahan pada usia from a special writing group of the Stroke Council. 1987. Penderita morbiditas dan mortalitas stroke perdarahan intraserebral (LoE I haemodilution trial. misalnya. Intracerebral haemorrhage. Intracerebral Hemorrhage. Crit Care 2. Alcohol and hemorrhagic stroke: the Consensus Rekomendasi dari organisasi profesi berdasarkan Honolulu Heart Program. CDK 165/vol.65 (6): 239-40. grade A). malformasi arterivena. Palomaki. C atau D. grade C). mengikuti suatu aturan.1: 318 –321. Cara penilaian kualitas bukti-bukti penelitian direkomendasikan Stroke 1997. Treatment of acute cerebral hemorrhage with intravenous glycerol: a arteri-vena. Kuller LH.28: 1–5. Lin SZ. Juvela S. Tindakan Pembedahan penjelasannya. 1996. dan neuropati). 13. Pada pasien usia muda dengan perdarahan sedang atau perdarahan dengan terapi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 (25). Sukondhabhant 3) Pembedahan dapat menurunkan risiko stroke sebanyak 42%(20). bukti hubungan erat antara diabetes melitus dengan stroke baik 24. (2) para dokter hendaklah memeriksa tekanan rahan serebelum dengan penekanan pada batang otak. Menurut The National in the General Population: A Systematic Review. Kriteria ini diambil dari National Institute for Clinical Stroke 1995. Lancet 1993. Brott T. Kazui S. 344 (19): 1450-60. pembedahan dan penurunan kadar serum gula darah tidak menurunkan risiko Ib Randomised controlled trials (RCT) A 25. 2001.B. Leach A. Wolf PA. Pouratian N. dan pemberian intensif sulfonilurea dan atau III Mempunyai desain yang baik. runkan risiko stroke perdarahan intraserebral (29). Hemorrhage in the Interventional Management of Stroke kan risiko perdarahan intraserebral. Wolf PA. Diabetes in America: Diabetes Data Compiled for 1984. 15 (4): 1 – 6. walaupun Professionals From a Special Writing Group of the Stroke Council. hipertensi hendaklah memantau tekanan darahnya di rumah. J. Tilley B. Walaupun ada Tabel 6.70 (1): 27-37. dari studi epidemiologis dan studi patofisiologis. Intracerebral hemorrhage: pathophysiology and management. Kendalikan Diabetes Mellitus Excellence (NICE) (28). grade C). Secara teratur mengkonsumsi obat antihipertensi adalah reko- intracerebral hemorrhage. Lauder IJ. Donahue RP. Stroke 2003. Early hemorrhage growth in patients with intracerebral hemorrhage. Rinkel GJE. Stroke 2006. 10. National Institute of Health. Adams HP. Tindakan tersebut dapat menu. undiminishing importance of hypertension. selama fase perbaikan. darah semua penderita setiap datang berobat. Spontaneous intracerebral hemorrhage: a review. Stroke in the Elderly. 49: 360-64. Department of Health and Human Services. 1. pengendalian Health. Thies W. Ariesen MJ. Reed DM. correlation studies. misalnya malformasi Fong KY. Zabramski JM. IIa Mempunyai desain yang baik. Emboli pulmonum sering merupakan ancaman Study Group (1995). menunjukkan bahwa penurunan tekanan diastolis 5 . Brott T. warfarin double-blind. Batjer H. Kendalikan Faktor Risiko lain DAFTAR PUSTAKA Suhu tubuh harus dipertahankan normal. 22. 8. Adams HP. Kassell NF. quasi-experimental study B Lancet 1998. TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA d) Manajemen demam 3. selanjutnya dapat diberikan antibiotik yang sesuai. terutama untuk Laporan Framingham Study menyatakan bahwa konsumsi 1. Qureshi AI. grade B). Gomez CR. Pasien dengan skor GCS < 4 (LoE II through V.. Yano K. Yu YL.335: 827-38. London 2004. Lobar hemorrhage in the elderly: the e) Terapi lain PENCEGAHAN pengendalian konsumsi alkohol lebih beralasan(27). harus dijaga agar tidak terjadi cedera.. Dua penelitian besar. Efek samping yang merugikan adalah merupakan faktor risiko utama beberapa penyakit termasuk Association. IIb Mempunyai desain yang baik. 2nd ed. Intensive Care lama karena hemiplegi. Feinberg W.