You are on page 1of 26

MAKALAH PRESENTASI KASUS PADA SDR S DENGAN MASALAH

KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI PENDENGARAN DI
WISMA MATWAPATI RRJ DR SOEROYO MAGELANG

A. MASALAH UTAMA
Isolasi sosial : menarik diri

B. PROSES TERJADINYA MASALAH
1. Pengertian
Menurut Townsend, M.C (1998:152) isolasi sosial merupakan keadaan
kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap
negatif dan mengancam bagi dirinya. Sedangkan menurut DEPKES RI (1989: 117)
penarikan diri atau withdrawal merupakan suatu tindakan melepaskan diri, baik
perhatian maupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung yang dapat
bersifat sementara atau menetap.

Isolasi sosial merupakan keadaan di mana individu atau kelompok
mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan
keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak
(Carpenito ,L.J, 1998: 381). Menurut Rawlins, R.P & Heacock, P.E (1988 : 423)
isolasi sosial menarik diri merupakan usaha menghindar dari interaksi dan
berhubungan dengan orang lain, individu merasa kehilangan hubungan akrab, tidak
mempunyai kesempatan dalam berfikir, berperasaan, berprestasi, atau selalu dalam
kegagalan.

2. Tanda dan Gejala
Menurut Townsend, M.C (1998:152-153) & Carpenito,L.J (1998: 382) isolasi
sosial menarik diri sering ditemukan adanya tanda dan gejala sebagai berikut:

Data subjektif :

a. Mengungkapkan perasaan tidak berguna, penolakan oleh lingkungan
b. Mengungkapkan keraguan tentang kemampuan yang dimiliki
Data objektif

a. Tampak menyendiri dalam ruangan
b. Tidak berkomunikasi, menarik diri

1

c. Tidak melakukan kontak mata
d. Tampak sedih, afek datar
e. Posisi meringkuk di tempat tidur dengang punggung menghadap ke pintu
f. Adanya perhatian dan tindakan yang tidak sesuai atau imatur dengan
perkembangan usianya
g. Kegagalan untuk berinterakasi dengan orang lain didekatnya
h. Kurang aktivitas fisik dan verbal
i. Tidak mampu membuat keputusan dan berkonsentrasi
j. Mengekspresikan perasaan kesepian dan penolakan di wajahnya
3. Faktor Predisposisi dan Presipitasi
Isolasi sosial menarik diri sering disebabkan oleh karena kurangnya rasa
percaya pada orang lain, perasaan panik, regresi ke tahap perkembangan
sebelumnya, waham, sukar berinteraksi dimasa lampau, perkembangan ego yang
lemah serta represi rasa takut (Townsend, M.C,1998:152). Menurut Stuart, G.W &
Sundeen, S,J (1998 : 345) Isolasi sosial disebabkan oleh gangguan konsep diri
rendah.

Gangguan konsep diri:harga diri rendah adalah Harga diri rendah adalah
penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh
perilaku memenuhi ideal diri (Stuart dan Sundeen, 1998 :227). Menurut Townsend
(1998:189) harga diri rendah merupakan evaluasi diri dari perasaan tentang diri atau
kemampuan diri yang negatif baik langsung maupun tidak langsung. Pendapat
senada dikemukan oleh Carpenito, L.J (1998:352) bahwa harga diri rendah
merupakan keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri yang negatif
mengenai diri atau kemampuan diri.

Menurut Carpenito, L.J (1998:352) & Keliat, B.A (1994:20) perilaku yang
berhubungan dengan harga diri rendah antara lain:

Data subjektif:

a. Mengkritik diri sendiri atau orang lain
b. Perasaan tidak mampu
c. Rasa bersalah
d. Sikap negatif pada diri sendiri
e. Sikap pesimis pada kehidupan

2

yang dibedakan dari distorsi dan ilusi yang merupakan kekeliruan persepsi terhadap 3 . Sedangkan menurut pendapat lain halusinasi merupakan persepsi sensori yang palsu yang terjadi tanpa adanya stimulus eksternal. 1995:421). Perubahan persepsi sensori halusinasi adalah persepsi sensori yang salah (misalnya tanpa stimulus eksternal) atau persepsi sensori yang tidak sesuai dengan realita/kenyataan seperti melihat bayangan atau mendengarkan suara-suara yang sebenarnya tidak ada (Johnson. L. organik atau histerik. Ketidak mampuan menentukan tujuan Data objektif: a. M. di mana orang tersebut sadar dan dalam keadaan terbangun yang dapat disebabkan oleh psikotik. Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah e. pengecapan. 1998: 303. M. Merasionalisasi penolakan/menjauh dari umpan balik positif k. pola atau intepretasi stimulus yang datang.C.S. Akibat Perilaku isolasi sosial : menarik diri dapat berisiko terjadinya perubahan persepsi sensori halusinasi (Townsend. M. R. Menurut Carpenito. Menunjukkan tanda depresi (sukar tidur dan sukar makan). gangguan fungsional. 1988 : 198). 4. Produktivitas menurun b. Perilaku destruktif pada diri sendiri c. Perasaan cemas dan takut j.A & Nihart. Menarik diri dari hubungan sosial d.P & Heacock.E. f. Menolak kemampuan diri sendiri h. P. Keluhan sakit fisik g. Pengurangan diri/mengejek diri sendiri i.J (1998: 363) perubahan persepsi sensori halusinasi merupakan keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami suatu perubahan dalam jumlah. Rawlins. penciuman. 1998 : 156). B. akan tetapi yang paling umum adalah halusinasi pendengaran dan halusinasi pendengaran (Boyd. pendengaran. Halusinasi merupakan pengalaman mempersepsikan yang terjadi tanpa adanya stimulus sensori eksternal yang meliputi lima perasaan (pengelihatan. Menurut Maramis (1998:119) halusinasi adalah pencerapan tanpa adanya rangsang apapun dari panca indera. perabaan).A. Mengungkapkan kegagalan pribadi l.

W & Sundeen. dan Stuart. Menyeringai dan tertawa yang tidak sesuai e. Mengungkapkan adanya halusinasi (misalnya mendengar suara-suara atau melihat bayangan) d. C. kontak yang lama Klien mengatakan tidak Tidak konsentrasi dan dapat berhubungan pikiran mudah beralih sosial saat bicara Klien mengatakan tidak Tidak ada kontak mata berguna Ekspresi wajah murung. Mengeluh cemas dan khawatir Data objektif: a. Masalah utama: Klien mengatakan Tidak tahan terhadap Isolasi sosial:Menarik diri merasa kesepian. Tidak mampu mengenal waktu. Menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara d. MASALAH DATA YANG PERLU DIKAJI No Masalah keperawatan Data subjektif Data objektif 1. perubahan perilaku dan pola komunikasi. orang dan tempat b. Apatis dan cenderung menarik diri b. kadang berhenti berbicara seolah-olah mendengarkan sesuatu c. 4 . L. Menurut Carpenito. G. Tampak gelisah. Tidak mampu memecahkan masalah c.C (1998: 156). Townsend. stimulus yang nyata dan pasien mengganggap halusinasi sebagai suatu yang nyata (Kusuma. Pikiran yang berubah-rubah dan konsentrasi rendah g.J (1998: 328-329) perubahan persepsi sensori halusinasi sering ditandai dengan adanya: Data subjektif: a.J (1998: 363) . S. 1997 : 284). Gerakan mata yang cepat f. M. W. Respons-respons yang tidak sesuai (tidak mampu berespons terhadap petunjuk yang kompleks.

waktu. 5 . Berhenti berbicara seolah orang melihat atau mendegarkan sesuatu Gerakan mata yang cepat 3. sedih Tampak larut dalam pikiran dan ingatannya sendiri Kurang aktivitas Tidak komunikatif MK: Penyebab gangguan konsep diri: Mengungkapkan ingin Merusak diri sendiri harga diri rendah diakui jati dirinya Ekspresi malu Mengungkapkan tidak Menarik diri dari ada lagi yang peduli hubungan sosial Mengungkapkan tidak Tidak mau makan dan bisa apa-apa tidak tidur Mengungkapkan dirinya tidak berguna 2. Mengkritik diri sendiri MK: Akibat Perasaan tidak mampu Perubahan persepsi sensori halusinasi Klien mengatakan Tampak bicara dan melihat atau mendengar tertawa sendiri sesuatu Mulut seperti bicara Klien tidak mampu tetapi tidak keluar suara mengenal tempat.

Jelaskan tujuan pertemuan e).D. ada kontak mata. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien Rasional : 6 . mau mengutarakan masalah yang dihadapi. mau berjabat tangan. Perkenalkan diri dengan sopan c). mau duduk berdampingan dengan perawat. Jujur dan menepati janji f). Isolasi sosial menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah E. Sapa klien dengan ramah baik secara verbal maupun nonverbal b). Tujuan Umum Klien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi 2. Intervensi Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi terapeutik: a). Tujuan Khusus a. FOKUS INTERVENSI Diagnosa keperawatan : risiko perubahan persepsi sensori halusinasi berhubungan dengan isolasi sosial menarik diri 1. menujukkan rasa senang. mau menjawab salam. TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya 1). 2). Kriteria evaluasi Klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien d). Risiko perubahan persepsi sensori halusinasi berhubungan dengan isolasi sosial menarik diri 2. mau menyebutkan nama. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya g).

Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul c). Diskusikan bersama dengan klien tentang perilaku menarik diri. orang lain atau lingkungan. 2). Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda- tandanya b). Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain c). Kriteria evaluasi a). Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain b). Intervensi a). Klien dapat menyebutkan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain 2). Intervensi a). Kriteria evaluasi Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri yang berasal dari diri sendiri. TUK II : Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri 1). Berikan pujian terhadap kemampuan klien dalam mengungkapkan penyebab menarik diri Rasional: Dengan diketahuinya penyebab menarik diri dapat dihubungan dengan faktor presipitasi yang dialami oleh klien c. tanda-tanda serta penyebab yang muncul d). TUK III : Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain 1). Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan interaksi selanjutnya b. Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain b). Diskusikan bersama klien tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain 7 .

K – P – K. Diskusikan bersama klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain d). K – P – keluarga/kelompok/masyarakat c). Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain Rasional: Mengevaluasi manfaat yang dirasakan klien sehingga timbul motivasi untuk berinteraksi d. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain Rasional: Klien harus dicoba berinteraksi secara bertahap agar terbiasa membina hubungan yang sehat dengan orang lain a). K – P . TUK IV : Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap 1). Kaji kemampuan klien dalam membina hubungan dengan orang lain b). K – P – P lain – K lain. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain c). K – P – Keluarga. Diskusikan jadual harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu f). d). Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan diruangan 8 . K – P – P lain.Kelompok 2). Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain b). Intervensi a). Kriteria evaluasi Klien dapat mendemonstrasikan hubungan sosial secara bertahap : K – P. Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan e). Beri reinforcement terhadap keberhasilan yang telah dicapai d). Dorong dan Bantu klien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap: K – P.

Kriteria evaluasi Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain untuk diri sendiri dan orang lain 2). Menjelaskan perasaaanya b). Berpartisipasi dalam oerawatan klien menarik diri 2). Intervensi a). Menjelaskan cara merawat klien menarik diri c). Intervensi a). Mendemonstrasikan cara perawatan klien menarik diri d). Bina hubungan saling percaya dengan keluarga: . Ucapkan salam dan perkenalkan diri . TUK VI : Klien dapat memperdayakan system pendukung atau keluarga mampu mengembangkan kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang lain 1). TUK V : Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain 1). Diskusikan dengan klien tentang perasaan manfaat berhubungan dengan orang lain c). Perilaku menarik diri . Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain b). Sampaikan tujuan pertemuan . g). Beri reinforcement atas kegiatan klien dalam ruangan e. Beri reinforcement positif atas kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaan manfaat berhubungan dengan orang lai f. Penyebab perilaku menarik diri 9 . Kriteria evaluasi Keluarga dapat: a). Buat kontrak waktu . Eksplorasi perasaan keluarga b). Diskusikan dengan anggota keluarga tentang: .

Dorong anggota keluarga untuk memberi dukungan kepada klien untuk berkomunikasi dengan orang lain d). Cara keluarga mengatasi perilaku menarik diri c). Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu kali seminggu e). 10 . Akibat yang akan terjadi jika perilaku menarik diri tidak diatasi . Beri reinforcement atas hal-hal yang telah dicapai oleh keluarga Rasional : Keterlibatan keluarga sangat mendukung terhadap proses perbaikan perilaku klien. .

Kecemasan yang lingkungan tumbangnya dopamin. Psilopatologi Faktor Tumbang Bilogis Stressor Sosbud Psikologis Lingkungan Sosial Individu memiliki tugas pada Diasingkan setiap tahap Kelebihan Perceraian. berhubungan menghambat me. kesepian karena dengan orang masa ditinggal jauh. akan Hipotiroidis pasangan. lain. kemampuan mengalami rendah. kehilangan individu baik. dipenjara. jika tidak kegagalan. perpisahan dengan tinggi sosial budaya yang harus MAO orang yang menurunkan karena individu dilalui dengan menurun. Merasa diri tidak berharga HDR Tidak nyaman berhubungan dengan orang lain Menarik Diri Tidak mampu beradaptasi terhadap stimulus dari dalam dan luar secara adekuat Perubahan persepsi terhadap stimulus Halusinasi 11 . perkembangan dirawat di RS atau ketergantungan selanjutnya. berlebihan pada orang lain. LH dicintai.

Clinical Manual of Psychiatric Nursing. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. M. (1989). (1995). G. Ed I. Jakarta 12 . (1998). dkk. Psychiatric Nursing Contemporary Practice. (1998). Dari A Sampai Z Kedaruratan Psikiatrik Dalam Praktek.W. (1997).S. J. Professional Books.F (1998). The C. Edisi 2th. Psichiatric-Mental Health Nursing Adaptation and Growth. P. Jakarta DEPKES RI. Penerbit Buku Kedokteran EGC.P & Heacock.W & Sundeen. B.A & Nihart. Pedoman Perawatan Psikiatrik. L. M. (1998). B. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikitari (terjemahan). Penerbit Buku Kedokteran EGC.B Lippincott Company. Jakarta Maramis.A. Jakarta Johnson. W. DAFTAR PUSTAKA Boyd. Surabaya Rawlins. Buku Saku Diagnosa keperawatan (terjemahan).A. Lippincott-Raven Publishers. Toronto Stuart. M. DEPKES RI. Edisi 8. EGC. (1997). Edisi 3. Jakarta Townsend. Edisi 1th. Edisi 3.E (1988). Ed I. (1998).C.J. R. EGC. Airlangga University Press.V Mosby Company. Philadelphia Kusuma. Ed I. Buku Saku Keperawatan Jiwa (terjemahan). Jakarta Keliat.J. Edisi 9th. S. Philadelphia Carpenito. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa.

mengumpulkan barang untuk dibakar. S tidak mengalami aniaya seksual. SOEROYO MAGELANG. Magelang. PENGKAJIAN a. No.putus obat. 13 . 1. TD : 130/90 Nadi : 100 RR : 20 3) TB : 155 Cm BB : 67 Kg 4) Keluhan fisik tidak ada. S Umur/TTL : Magelang. tidak suka dengan Kakak ipar. Genogram. Grabag. Alasan masuk RS. 1. Anggota keluarga tidak ada yang mengalami gangguan jiwa. Tn. 1) Pasien : Tn. Identitas. Tn. Grabag. S DENGAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI DENGAR di RUANG MASTWAPATI RSJ PROF Dr.ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Tn. S Nama : Tn. selama di RSJ Magelang tidak mengalami sakit. e. Marah-marah. Pengkajian Psikososial. Pengkajian Fisik. S mempunyai riwayat pengobatan di RSJ Magelang dan ±20 kali dirawat di RSJ Magelang. d. c. S pernah menciderai orang lain. S Hubungan dengan Klien : Ibu Klien Alamat : Delik. Tn. Register : 000067xx 2) Penaggung Jawab Nama : Ny. Berprilaku anaeh. Factor Predisposisi. S pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya. Magelang Tanggal Pengkajian : 03 Januari 2018 b. 1) Keadaan umum G C S 2) Vital Sign. 25 April 1982 (36Th) Alamat : Delik. Tn.

Aktivitas. 1. lingkungan kurang. 4) Ideal diri. Istirah dan tidur. Tn. Tn. Dengan arahan Petugas. Berpakaian. Tn. a. Dengan arahan Petugas. Dengan arahan Petugas 7. kerika ditanya oleh Perawat cara mengatasi masah dengan Astaqfirullahhalngadim. Hambatan dam berhubungan dengan orang lain. TN. h. 8. Mekanisme koping. S selalu mengikuti makan dengan arahan. c. Istigfar. dan menyukai wanita. Penggunaan Obat. Tn. b. Konsep diri. Kebutuhan persiapan pulang. S sebagai anak dikelurganya. S berprilaku sebagai lelaki. Jika merasa tidak enak. Mandi. Askep Medis. tampak senang. Makan. 6. 2. S kadang berbicara sendiri sehingga intraksi dengan orang. 5) Harga diri. 4. Tn. Diagnose medis. S beragama Islam. 1) Citra tubuh. isolasi social. 4. S tidak ada yang tidak suka dengan tubuhnya. Tn. S mengatakan lebih tenang dengan merokok. 2) Identitas. Dengan arahan Perawat. Pemeliharaan Kesehatan. 5. Dengan arahan Petugas. S menyatakan jika dirumah mengumpulkan barang bekas untuk dijual 3. Tn. Peran serta dalam kegiatan kadang kadang mengikuti kegiatan kelompok. S ingin suasana rumah ramai dan banyak teman. 2. g. f. Tn. bercerita mempunyai mantan pacar. 3) Peran. Skizofrenia tak terperinci F203 14 . Hubungan Sosial. 3. Spiritual. a. Orang yang berarti adalah Ibunya. BAB BAK Mandiri.

1(satu) tablet 2mg. DO Tn. 15 . S belum bias mengenali pembicaraan. 2(dua)x Sehari. Terapi. 1(satu) tablet 2mg. Sesudah makan. 2. 3. 3/1/2018 DS Tn. per 12 jam. per 12 jam. halusinasi DO Pasien monar mandir. DO Tn. Isolasi social 2. 4. Haloperidol 5 2(dua)x Sehari. pasien terlihat senyum sendiri. 3/1/2018 DS -. Sesudah makan. ANALISA DATA No. Tanggal Data Fokus Diagnosa paraf 1. 3/1/2018 DS -. per 12 jam. Sesudah makan. Defisit perawat 3. Clozapine 25. 1(satu) tablet 2mg. 1(satu) tablet 2mg. b. 1.  Deficit perawatan diri. Kisperidon 2 Guardion 2(dua)x Sehari. Trihexphenidil 2mg 2(dua)x Sehari. per 12 jam. S mengatakan mendengar bisikan Gangguan bisikan yang menyuruh untuk berbuat persepsi sensiri sesuatu. Sesudah makan. S melakukan aktifitas AOL dengan arahan petugas/perawat DIAGNOSA KEPERAWATAN  Gangguan persepsi sensori halusinasi  Isolasi sosial.

mau tujuan perawat berkenalan menyebutkan nama. mau duduk c. sehingga klien maupun non verbal. mau b. Buat kontrak yang jelas masalahnya. membina menunjuk-kan rasa senang. e. Tanyakan nama lengkap dan nama berdampi-ngan dengan panggilan yang disukai klien perawat mau mengutarakan d. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien 16 . Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali interaksi f. Tunjukan sikap empati dan menerima apa adanya g. Medis : Skizofrenia paranoid Ruang : Matswapati Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf Rabu Gangguan TUM: Klien R/ Klien yang Fatonah 3/1/ sensori dapat sudah percaya 2018 persepsi: mengontrol Setelah 1 x pertemuan klien kepada perawat 1. mau membalas salam. CM : 105388 Jenis kelamin : Laki-laki Dx. Perkenalkan nama. lebih koop hubungan saling ada montak mata. Sapa klien dengan ramah baik verbal a/kecap) Klien dapat ekspresi wajah bersahabat. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Nama : Tn. nama panggilan dan percaya berjabat tangan. S No.1 Bina hubungan saling percaya dengan halusinasi halusinasi yang mampu membina hubungan akan membantu menggunakan prinsip komunikasi (lihat/dengar/ dialaminya saling percaya dengan perawat mempermudah terapeutik penghidu/rab Tuk 1 : dengan kriteria evaluasi : kerjasama a.

memandang ke menimbulkan halusinasi kanan / kekiri / kedepan seolah-olah ada teman bicara. bagi pasien halusinasinya a. Jika klien menjawab ada. Katakan bahwa perawat percaya klien 17 . tanyakan apakah ada bisikan yang didengar/melihat bayangan yang tanpa wujud atau merasakan sesuatu yang tidak ada wujudnya b. Bantu klien mengenal halusinasinya a. i. Waktu halusinasinya(dengar /lihat /penghidu frekwensi /raba /kecap). Situasi dan kondisi yang tertawa tanpa stimulus.1 Adakan kontak sering dan singkat secara waktu kosong 2018 mengenal dapat menyebutkan : bertahap. Isi sehingga pasien Observasi tingkah laku klien terkait dapat mengurangi b. lanjutkan apa yang dialaminya c. Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf h. Dengarkan ungkapan klien dengan penuh perhatian ekspresi perasaan klien Rabu TUK 2 : R/ mengurangi Fatonah 3/1/ Klien dapat Setelah 1x interaksi klien 2. jika menemukan klien halusinasi c. Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya. Frekunsi yang sedang halusinasi: bicara dan d. Jika menemukan klien sedang halusinasi.

Katakan bahwa perawat akan membantu klien Jika klien tidak sedang berhalusinasi Setelah 1x interaksi klien klarifikasi tentang adanya pengalaman menyatakan perasaan dan halusinasi. malam atau  Marah sering dan kadang – kadang )  Takut b. namun perawat sendiri tidak mengalaminya ( dengan nada bersahabat tanpa menuduh atau menghakimi) d. Diskusikan tentang dampak yang akan dialaminya bila klien menikmati 18 . senang. diskusikan dengan klien : responnya saat mengalami a. Katakan bahwa klien lain juga ada yang seperti klien e. waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi : halusinasi ( pagi. Isi. Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf mengalami hal tersebut. Diskusikan dengan klien apa yang dilakukan untuk mengatasi perasaan tersebut. sore. Situasi dan kondisi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi  Sedih 2.bingung)beri kesempatan mengungkapkan perasaan. sedih. siang.2 Diskusikan dengan klien apa yang  Senang dirasakan jika terjadi halusinasi (marah/takut.

/bercakaakap 19 . Setelah 1x interaksi klien 3. Jika cara yang digunakan maladaptif diskusikan kerugian cara tersebut 3. Setelah 1x interaksi klien R/ dengan Fatonah 3/1/ Klien dapat menyebutkan tindakan yang3.2 Diskusikan cara yang digunakan klien berkurang sedikit menyebutkan cara baru demi sedikit mengontrol halusinasi a.1 Identifikasi bersama klien cara tindakan mengontrol 2018 mengontrol biasanya dilakukan untuk yang dilakukan jika terjadi halusinasi halusinasinya halusinasinya mengendalikan halusinasinya (tidur. b. menyibukan diri. Jika cara yang digunakan adaptif beri pujian. Menemui orang lain (perawat/teman/anggota keluarga) untuk menceritakan tentang halusinasinya.3 Diskusikan cara baru untuk memutus/ 3. dll). dengan beberapa cara halusinasi klien dapat 2. Setelah 1x interaksi klien mengontrol timbulnya halusinasi : dapat memilih dan memperagakan cara 1. Rabu TUK 3 : 1. Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf halusinasinya. Menghardik halusinasi :Katakan pada mengatasi halusinasi diri sendiri bahwa ini tidak nyata (“saya (dengar/lihat/penghidu/raba/k tidak mau dengar/ lihat/ penghidu/ raba ecap ) /kecap pada saat halusinasi terjadi) 2.marah.

Membuat dan melaksanakan jadwal kegiatan sehari hari yang telah di susun. proses 3. Proses terjadinya halusinasi 20 .4 Bantu klien memilih cara yang sudah 4. 4. 3. Setelah 1x pertemuan mengontrol 2018 4. Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf 3. Setelah 1x interaksi klien dianjurkan dan latih untuk mencobanya. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat untuk mengendalikan halusinasi. tempat dan topik ) keluarga dalam menyatakan setuju untuk dengan beberapa mengontrol mengikuti pertemuan dengan cara halusinasi halusinasinya perawat klien dapat 4. stimulus persepsi Rabu TUK 4 : R/ dengan Fatonah 3/1/ Klien dapat 1.2 Diskusikan dengan keluarga ( pada saat berkurang sedikit pertemuan keluarga/ kunjungan rumah) demi sedikit 2. Tanda dan gejala halusinasi tanda dan gejala. Setelah 1x pertemuan klien dilatih. Setelah 1x interaksi keluarga1. Pantau pelaksanaan yang telah dipilih dan 5. Pengertian halusinasi menyebutkan pengertian.1 Buat kontrak dengan keluarga untuk dukungan dari keluarga. jika berhasil beri pujian mengikuti terapi aktivitas kelompok Anjurkan klien mengikuti terapi aktivitas kelompok.5 Beri kesempatan untuk melakukan cara yang di pilih dan dilatih. 2. orientasi realita. keluarga halusinasinya pertemuan ( waktu. melaksanakan cara yang telah dipilih untuk mengendalikan halusinasinya 3.

makan bersama.obatan halusinasi 6. akan pentingnya obat dengan warna. cara . Setelah 1x interaksi klien dokter/perawat jika terjadi hal – hal yang R/ berikan 21 . jangan biarkan sendiri. efek terapi dan efek samping obat5. Cara merawat anggota keluarga yang halusinasi di rumah ( beri kegiatan. Setelah 1x interaksi klien Beri pujian jika klien menggunakan obat pasien membuang mendemontrasikan dengan benar obat yang penggunaan obat dengan 5.dosis. dan kerugian tidak minum obat. Setelah 1x interaksi klien 5. Cara yang dapat dilakukan klien dan tindakan untuk mengendali keluarga untuk memutus halusinasi kan halusinasi 5. Nama. Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf terjadinya halusinasi dan 4. Kerugian tidak minum obat c.1 Diskusikan dengan klien tentang manfaat kesadaran pasien 2018 memanfaatkan menyebutkan. Obat.3 Diskusikan akibat berhenti minum obat seharusnya benar tanpa konsultasi dengan dokter diminum Anjurkan klien untuk konsultasi kepada 3. Manfaat minum obat samping penggunan obat b. bepergian bersama.2 Pantau klien saat penggunaan obat R/ mencegah 2.warna. Beri informasi waktu kontrol ke rumah sakit dan bagaimana cara mencari bantuan jika halusinasi tidak tidak dapat diatasi di rumah Rabu TUK 5 : R/ meningkatkan Fatonah 3/1/ Klien dapat 1. nama . memantau obat – obatan dan cara pemberiannya untuk mengatasi halusinasi ) 7. efek terapi dan efek minum obat baik a. dosis.

Diagnosa Perencanaan Tgl Rencana Tindakan Keperawatan Rasional Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Paraf menyebutkan akibat berhenti tidak di inginkan motivasi kepada minum obat tanpa konsultasi pasien untuk dokter minum obat sesuai aturan PO 22 .

Sift Pagi Gangguan 1. Sift pagi Persepsi 2. Membimbing pasien dengan memasukan dalam jadwal Harian 23 . Memberitahu cara mengontrol halusinasi dengan -----. Mengidentifikasi waktu Halusinasi halusansi 4. Membimbing pasien dengan memasukan dalam jadwal Harian. 5. 3. Membimbing pasien dengan memasukan dalam jadwal kegiatan . 6. 8. Sift Sore Gangguan 1. --------. 7.dan latihan sebelumnya. Mengidentifikasi frekuensi Halusinasi. Melatih cara mengontrol halusinasi dengan -- ------. Tanggal DIAGNOSA Implementasi Paraf 1. 2. Memberitahu cara mengontrol halusinasi halusansi dengan berbincang dengan orang lain.masalah halusinasi dan latihan 3/1/2018 Persepsi sebelumnya. 3. ---------. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi. Sensori 2. Mengidentifikasi jenis halusinasi. Mengulang cara mengontrol halusinasi Sensori dengan berbincang dengan orang lain. 3/1/2018 Persepsi 2. halusansi 3.IMPLEMENTASI No. Sensori 3. Mengidentifikasi isi halusinasi klien. Selasa Gangguan 1. dengan melakukan kegiatan dan meminum obat secara teratur.berbincang dengan orang lain.

masalah sebelumnya.Optimalkan SP 2 . belum mempraktekan berbincang dengan orang lain. Membimbing klien memasukkan dalam jadwal harian. 2. 3/1/2018 S mendengar bisikan bisikan. Halusinasi Klien teratasi A SP 3 P Memfalidasi masalah dan latihan sebelumnya.-----------. A Halusinasi belum teratasi. halusinasi O Klien masih sering menyendiri. P . Membimbing klien memasukkan dalam jadwal harian. O Klien mampu ---------------. 24 . Memberitahu cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan (yang bias dilakukan). masalah den latihan sebelumnya. .Memberitahu cara mengontrol halusinasi dengan berbincang dengan orang lain. Klien masih terlihat malu O Klien terlihat menyapa petugas. A Optimalkan SP 2 P --------.EVALUASI No.tau cara mengontol halusianasi dengan --------. Memberitahu cara mengontrol halusinasi dengan berbincang dengan orang lain. Sift pagi Gangguan S Klien mengatakan masih mendengar 3/1/2018 persepsi sensori bisikan bisikan halusinasi Klien --------. Sift sore Gangguan S Klien mengatakan bisikan muncul ketika 3/1/2018 persepsi sensori sepi dan langsung merokok. Tanggal Diagnosa Evaluasi paraf 1. Klien mengatakan sudah tidak 3.

2. 7. Melatih klien cara control halusinasi dengan ----------. Dx : gangguan persepsi sensori halusinasi SP 1 Tujuan = 1. Klien mampu mengidentifikasi waktu halusinasi. 25 . Dimana kita duduk? Berapa lama? Bagaimana kalua 15 menit? Kerja. Klien mampu mengidentifikasi halusinasi. DO : klien terlihat melamun dan menyendiri. 3 Januari 2018 SP I Orientasi. bagaimana kalua kita bercakap-cakap tentang suara selama ini Mas. 3. Klien mampu mengidentifikasi frekuensi halusinasi. Membimbing klien memasukkan dalam jadwal harian. Nama Bapak Siapa? Senang dipanggil apa? Bagaimana Perasaan Mas M hari ini? Apakah ada keluhan hari ini? Baiklah. 09. Klien mampu mengidentifikasi siruasi yang menimbulkan halusinasi. Rabu. Selamat pagi pasien. Memberitahu cara mengontrol halusinasi dengan --------. melakukan kegiatan dan minum obat.00 wib. SP 2 Klien mampu mengontrol halusinasi dengan berbincang dengan orang lain. 9. Klien mampu mengidentifikasi isi halusinasi. panggilan saya Fatonah. Berbincang.Lampiran DS : klien menyatakan sering mendengar suara -suara yang menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Klien mampu mengidentifikasi respon terhadap halusinasi. M dengar tetapi tidak ada wujudnya. saya FATONAH Mahasiswa Keperawatan Ngudi Waluyo. 5. 6. 4. 8.

00 wib. baiklah sampai jumpa. M rasakan pada saat mendengar suara itu? Apakah yang bapak lakukan saat mendenga suara itu? Apakah dengan cara – cara itu suara hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara – cara untuk mencegah suara – suara itu muncul? Ada 4 (empat) cara untuk mencegah suara – suara itu muncul . Yaitu ------------- Caranya sebagai berikut : saat suara – suara itu muncul lansung bapak bilang “pergi- pergi saya tidak mau dengar. Apakah Mas. M mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara itu? Apakah terus menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering didengar? Berapakah dalam sehari? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendirian? Apa yang Mas. dan keempat meminum obat dengan teratur. M hari ini setelah latihan tadi? Silahkan coba cara terebut! Bagaimana kalau kita buat jadwal. saya tidak mau dengar suara palsu” begitu di ulang-ulang samapai suara itu tidak terdengar lagi. berarti ya. Tetapi dalam hati. Coba bapak praktekkan. kedua dengan cara bercakap – cakap dengan orang lain. 26 . ketiga melakukan kegiatan yang sudah terjadwal. jam 16. Bagaimana perasaan Mas.suara tersebut. Pertama dengan -------. mau jam berapa? Kita belajar cara yang ke 2. ya bagus Terminasi. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu.