You are on page 1of 18

LAPORAN PENDAHULUAN KOMPREHENSIF I

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS
DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD)
RUMAH SAKIT UMUM KALIWATES

OLEH:
Salwa Nirwanawati
NIM 152310101172

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018

NIP. Januari 2018 TIM PEMBIMBING Pembimbing Akademik. ………………………………………. Pembimbing Klinik. LEMBAR PENGESAHAN Laporan kasus komprehensif I yang dibuat oleh: Nama : Salwa Nirwanawati NIM : 152310101172 Judul : LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DI RUANG INSTALANSI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM KALIWATES telah diperiksa dan disahkan oleh pembimbing pada: Hari : Tanggal : Jember. DAFTAR ISI ii . ………………………………………. ……………………………………………. NIP. …………………………………………….

..........................................................................................................6 Patofisiologi.......................1 Anatomi dan Fisiologi Pankreas.......................................2 Definisi Penyakit............................ 2 1.......................................2 Diagnosa....... 3 1..................................................................................................... 5 1................................................ ii DAFTAR ISI ....... 5 1...............................................................................................................................HALAMAN JUDUL..................................................................................................5 Klasifikasi........................................................................ 8 BAB 2......... KONSEP TEORI PENYAKIT..... 9 2...................................1 Pengkajian............................... i LEMBAR PENGESAHAN....................7 Manifestasi Klinis.................. 15 DAFTAR PUSTAKA................3 Intervensi...................................................................10 Clinical Pathway.......3 Epidemiologi..................................................................... 1 1............................................................................... 6 1............................................................................................... 16 iii ............................................................9 Penatalaksanaan Farmakologi dan Non Farmakologi... 11 2.................... KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN......................8 Pemeriksaan Penunjang............. 7 1................................. 12 2............................. 4 1.................................................. 1 1................. 9 2........................................4 Discharge Planning.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... iii BAB 1................................................. 3 1.4 Etiologi...............................................................................................................................

1 Anatomi dan Fisiologi Pankreas 1.8 cm. Fisiologi Pankreas 1 . 2001). Bagian dari pankreas : 1) Kepala pankreas. 3) Ekor pankreas. 2) Badan pankreas. mensekresi insulin dan glucagon ke dalam darah. Bentuk pankreas menyerupai seperti ikan.3 mm. dikelilingi oleh kapiler- kepiler darah 2. bagian utama dari organ ini terletak dibelakang lambung dan didepan vertebra lumbalis pertama. Diameter sekitar 0. dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata-rata 69-90 gram terbentang pada vertebra lumbalis I dan II dibelakang lambung. bagian runcing disebelah kiri yang sebenarnya menyentuh limfa Terdapat pula jararingan pada pancreas yaitu: 1) Acini. KONSEP TEORI PENYAKIT I. Pankreas seperti spons dengan warna kekuningan. mengeluarkan cairan ke duodenum 2) Pulau Langerhans. Anatomi Pankreas Pankreas merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin serta enzim pencernaan atau fungsi eksokrin (Tambayong. Jan. Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen. Panjang pankreas kira- kira sekitar 15 cm dan lebaranya sekitar 3. BAB 1. Pankreas manusia mempunyai 1-2 juta pulau Langerhans. bagian terlebar terletak disebelah kanan rongga abdomen dan didalam lekukan duodenum.

yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati. 1) Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glukogen. 2. terutama otot. 2 . lemak dan protein yang hadir di paruh makanan yang dicerna yang selanjutnya diteruskan ke usus kecil. (Arif. Enzim-enzim pencernaan (chymotrypsin. 2) Sel beta yang menghasilkan insulin. neurologis dan pembuluh darah. bersifat hiperglikemik (meningkatkan gula darah). Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya Adapun sebutan dari fugsi ganda pankreas yaitu: 1. Fungsi eksokrin yaitu membentuk getah pankreas yang berisi enzim pencernaan dan elektrolit kelenjar eksokrin. Fungsi endokrin yaitu sekelompok kecil atau pulau langerhans. stroke. lipase pankreas. tripsin. dan penyakit vaskuler perifer. dan amilase pancreas) berkontribusi pada pemecahan dari karbohidrat. bersifat hipoglikemik (menurunkan gula darah). ginjal. yang diklasifikasikan berdasarkan hormon-hormon: 1) Sel alfa yang menghasilkan glukagon. I. 2000). Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat (Price and Wilson. 3) Sel delta yang menghasilkan somatostatin berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormone lainnya (insulin dan glukagon). 2) Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh. 2006) Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Diabetes Melitus (DM) merupakan syndrom gangguan metabolisme secara genetis dan klinis termasuk heterogen akibat defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya efektifitas dari insulin yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik baik pada mata.2 Definisi Penyakit Diabetes Mellitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi mikrovaskular kronis (penyakit ginjal dan mata) serta komplikasi neuropati dan makrovaskuler seperti infark miokard.

Secara umum. 2.7%. wanita memiliki resiko yang 3 .3 juta orang (Diabetes Care. diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21. Usia. kurang makan buah dan sayur sebesar 93. Hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007.4 Etiologi Menurut Smeltzer dan Bare (2001).2%. TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) pada penduduk usia >15 tahun di perkotaan sebesar 10. makan-makanan yang terlalu banyak mengandung gula dan juga makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu diabetes. Makan-makanan mengandung lemak tinggi dan kolesterol tinggi juga memicu diabetes. determinan genetik dianggap sebagai faktor penting pada kebanyakan penderita diabetes.7% dan prevalensi minum beralkohol dalam satu bulan terakhir adalah 4. Kelebihan berat badan meningkatkan kebutuhan insulin pada tubuh. Diabetes Melitus terdiri dari dua tipe yaitu tipe pertama DM yang disebabkan keturunan dan tipe kedua disebabkan life style atau gaya hidup. Disebutkan pula bahwa prevalensi merokok setiap hari pada penduduk >10 tahun sebesar 23. Pola makan tidak sehat. I. Gejala-gejala diabetes mungkin bisa menghilang seiring menurunnya berat badan. hampir 80% orang yang terjangkit diabetes pada usia lanjut biasanya kelebihan berat badan. resiko diabetes meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. baik pria maupun wanita memiliki resiko yang sama besar untuk mengidap diabetes sampai usia dewasa awal. 3. 4. karena jumlah sel-sel beta di dalam pankreas yang memproduksi insulin menurun seiring bertambahnya umur. obesitas pada penduduk usia >= 15 tahun sebesar 118.6%.80. hampir 80 % prevalensi diabetes melitus adalah DM tipe 2. penyebab umum dari diabetes melitus adalah: 1. Kegemukan.2%. Jenis kelamin. berdasarkan pemeriksaan gula darah pada penduduk usia >15 tahun terdapat peningkatan kadar gula 5. terutama setelah usia 40 tahun.3%. 2004 dalam Kemenkes. Sel-sel lemak yang lebih besar tidak merespons insulin dengan baik.3 Epidemiologi Secara epidemiologi.I. Karena makanan jenis ini dapat memicu kegemukan atau obesitas. Setelah usia 30 tahun.6%. 2009). 5. dan kurang aktifitas fisik pada penduduk >10 tahun sebesar 48. Keturunan. Peningkatan atau penurunan frekuensi antigen histokompabilitas tertentu (HLA) dan respon imunitas abnormalyang akan mengakibatkan pembentukan auto-antibodi sel pulau Langerhans.

6 Patofisiologi Insulin merupakan pengangkut semua sari makanan ke seluruh sel tubuh. Kecelakaan atau cedera yang merusak pankreas juga bisa merusak sel-sel beta. thyasida diuretic glukortikoid. Infeksi pada kelenjar pankreas. Pankreas sebagai penghasil insulin yang mengirimkan insulin ke usus halus. 4) Serangan virus tertentu yang merusak organ pankreas. terjadi infeksi oleh kuman atau bakteri dalam tubuh dapat merusak produksi hormon insulin. Diabetes Mellitus type lain 1) Diabetes oleh beberapa sebab seperti kelainan pancreas. dilanting dan asam hidotinik 3) Diabetes Gestasional (diabetes kehamilan) intoleransi glukosa selama kehamilan. 2. kelainan reseptor insulin. Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus (NIDDM) memiliki faktor pemicu seperti: 1) Kegagalan relative dan resistensi (tidak peka) insulin 2) Pola hidup a) Sangat jarang berolahraga b) Tidak mengatur pola makan c) Sering mengalami stres akibat pekerjaa d) Obesitas dan non obesitas 3. 6. 2) Mengalami gangguan pada sistem imun akibatdestruksi sel beta 3) Kekurangan nutrisi. Diabetes Mellitus type insulin atau DM tipe 1. dan karenanya menyebabkan diabetes 7. Kurang aktivitas fisik seperti olahraga tidak olahraga akan mengakibatkan efek lanjutan berupa obesitas. 2010 adalah sebagai berikut: 1. Dalam usus halus terjadi 4 . I. lebih tinggi dibandingkan pria. kelainan genetik dan lain-lain.5 Klasifikasi Klasifikasi diabetes mellitus menurut American Diabetes Association. kelainan hormonal. I. Diabetes Mellitus type II. 2) Obat-obat yang dapat menyebabkan huperglikemia antara lain : Furasemid. Wanita yang terkena diabetes selama kehamilan memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit diabetes Tipe II pada usia lanjut. diabetes karena obat/zat kimia. Insulin Dependen Diabetes Mellitus (IDDM) memiliki faktor pemicu seperti: 1) Memiliki faktor genetik penderita diabetes melitus.

1. Oral glucose tolerance test (OGTT) atau tes toleransi glukosa oral berfungsi untuk mendiagnosis prediabetes dan diabetes. Kesemutan 6. lalu minum dalam 5) waktu 5 menit 6) Periksa kadar glukosa darah saat ½. 5. Insulin larut ke dalam pembuluh darah dan membawa sari makanan ke seluruh sel dan organ tubuh (Price dan Wilson. pasien makan dan melakukan egiatan jasmani seperti biasa 2) Pasien puasa selama 10 – 12 jam 3) Periksa kadar glukosa darah puasa 4) Berikan glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam air 250 ml. Polifagi (rasa lapar yang semakin besar).7 Manifestasi Klinis Menurut Arif (2000) manifestasi Diabetes Mellitus adanya gejala yaitu: 1. lemas. tenaga kurang. Akibatnya glukosa dalam darah menjadi menumpuk dan bila diperiksa laboratorium pasti gula darahnya tinggi. dan 2 jam setelah diberi glukosa 5 . Polidipsi (banyak minum). sehingga untuk mengimbangi penderita lebih banyak minum. lekas lelah. Karena gula darah meningkat maka insulin meningkat. I. Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). seperti: 1. Berat badan menurun. Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri. maka sari makanan (glukosa) tidak akan sampai ke organ tubuh secara maksimal. Impotensi pada pria 8. 4. Poliuri (sering kencing dalam jumlah banyak). Mata kabur 7. terutama diabetes pada masa kehamilan (gestational diabetes) biasanya dilakukan saat minggu ke 24 sampai 28 kehamilan. 3. I.8 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboraturium menurut Sutedjo (2006) yang dilakukan. 2. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa. maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein.penyerapan sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila jumlah insulin tubuh kurang. Mengantuk (somnolen yang terjadi beberapa hari atau beberapa minggu). Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga penderita mengeluh banyak kencing. Gatal (Pruritus pada vulva) 9. 2006). Cara pemeriksaannya adalah : 1) Tiga hari sebelum pemeriksaan.

Glikazida hanya efektif pada penderitaGangguan susunan Glimepirida diabetes yang sel-sel β-pankreassyaraf pusat (vertigo. Glycosylated hemoglobin (HbA1c) adalah pemeriksaan penunjang diabetes melitus yang ditujukan untuk menilai kontrol glikemik seorang pasien. ataksia). HbA1c ini menunjukkan kadar glukosa dalam 3 bulan terakhir. dan tidak boleh merokok 2. Hipoglikemia jika dosis 6 . Pemeriksaan ini penting untuk menilai kepatuhan seorang pasien diabetes dalam berobat. karena sesuai dengan umur eritrosit (sel darah merah) yaitu 90-120 hari. diare. mendeteksi adanya keton dan asam asetat (+ ungu) dalam urin I. Sulfonilurea Glibenklamida Merangsang sekresi insulin diGangguan sal. A. sehingga(mual. pengukuran glukosa (+ merah) melalui pengambilan sample urin 2) Rothera test.9 Penatalaksanaan Farmakologi dan Non Farmakologi 1. sakit perut). Glikuidon masih berfungsi baik bingung. 3. Cerna Glipizida kelenjar pankreas. dan lebih dari 8%-10% menunjukkan kontrol yang buruk. 2016): No Golongan Contoh Senyawa Mekanisme Kerja Efek Samping 1. Nilai HbA1c yang baik adalah 4-6%. Wendy. Pengambilan sample urin 1) Reagen benedict. HbA1c adalah salah satu fraksi hemoglobin (bagian sel darah merah) yang berikatan dengan glukosa secara enzimatik. pasien harus istirahat. Nilai 6- 8% menunjukkan kontrol glikemik sedang. 7) Saat pemeriksaan. Penatalaksanaan farmakologi pada DM antara lain (F.

dimana jumlah kalori yang masuk seimbang dengan kalori yang keluar (perlu konsultasi dengan ahli gizi). Turunan Nateglinide Meningkatkan sintesis danKeluhan infeksi saluran Fenilalanin sekresi insulin nafas atas. glukosidase Miglitol pencernaan yang mencerna karbohidrat. Tiazolidindion Resiglitazone Meningkatkan kepekaan tubuGangguan saluran Troglitazone terhadap insulin. 4. Berkaitanpencernaan. muntah. I.Acarbose Menghambat kerja enzim-enzimKadang-kadang diare. 2) Melaksanakan olah raga yang sesuai dengan usia sehingga tubuh menjadi lebih segar dan timbunan lemak berkurang sehingga kerja dari pankreas lebih baik (karena ditakutkan pasien dengan obesitas pada pankreasnya telah terdapat lemak sehingga kinerja pankreas menurun). jaringan lemak untuk menurunkan resistensi insulin 6. Pioglitazone dengan PPARY (Peroxisome Proliferator Activated Receptor Gamma) di otot. Binguanida Metformin Bekerja langsung pada hati. 3) Mengurangi asupan makanan yang tidak dibutuhkan tubuh seperti rokok.Nausea. minuman beralkohol dan makanan junkfood.10 Clinical Pathway 7 . Inhibitor α. menurunkan produksi glukosakadang-kadang diare dan hati. 2. tidak tepat atau diet terlalu ketat. Meglitinida Repaglinide Merangsang sekresi insulin di Keluhan saluran cerna kelenjar pankreas 3. Penatalaksaan non farmakologi pada hipertensi diantaranya: 1) Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasien yaitu pentingnya melakukan diet yang baik. dapat menyebabkan asidosis laktat 5. sehingga memperlambat absorpsi glukosa kedalam darah 2.

lemas. pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui apakah pekerjaannya merupakan faktor predisposisi atau bahkan faktor presipitasi terjadinya penyakit DM. BAB 2. Pendidikan perlu dikaji untuk mengetahui tingkat pengetahuan klien yang akan berpengaruh terhadap tingkat pemahaman klien akan suatu informasi. poliuria. Identitas Dalam mengkaji identitas beberapa data didapatkan adalah nama klien. umur. pekerjaan orang tua. Pada umumnya seseorang datang kerumah sakit dengan gejala khas berupa polifagia. Pemeriksaan Umum a. b. atau juga aterosclerosis 2) Riwayat Penyakit Sekarang 8 . Riwayat Kesehatan 1) Riwayat Penyakit Dahulu Pada pengkajian riwayat penyakit dahulu akan didapatkan informasi apakah terdapat faktor-faktor resiko terjadinya diabetes mellitus misalnya riwayat obesitas. pendidikan orang tua. hipertensi. Keluhan Utama Pasien diabetes mellitus datang kerumah sakit dengan keluhan utama yang berbeda- beda.1 Pengkajian A. dan berat badan turun. Usia (DM tipe I < 30 tahun. DM tipe II > 30 tahun. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 2. cenderung meningkat pada usia > 65 tahun. alamat. polidipsia. agama. suku. c.

9 . 3) Pola Istirahat dan Tidur Adanya poliuri dan situasi rumah sakit yang ramai akan mempengaruhi waktu tidur dan istirahat penderita. Pemeriksaan Keperawatan 1) Pola Nutrisi Akibat produksi insulin tidak adekuat atau adanya defisiensi insulin maka kadar gula darah tidak dapat dipertahankan sehingga menimbulkan keluhan sering kencing. 5) Pola sensori dan kognitif Pasien dengan diabetes mellitus cenderung mengalami neuropati / mati rasa pada kaki sehingga tidak peka terhadap adanya trauma. banyak makan. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gangguan nutrisi dan metabolisme yang dapat mempengaruhi status kesehatan penderita. Pada eliminasi alvi relatif tidak ada gangguan. 3) Riwayat Kesehatan Keluarga Kaji adanya riwayat keluarga yang terkena diabetes mellitus. lamanya perawatan. Pengkajian pada RPS berupa proses terjadinya gejala khas dari DM. berat badan menurun dan mudah lelah. 2) Pola Eliminasi Adanya hiperglikemia menyebabkan terjadinya diuresis osmotik yang menyebabkan pasien sering kencing (poliuri) dan pengeluaran glukosa pada urine (glukosuria). 4) Pola persepsi dan konsep diri Adanya perubahan fungsi dan struktur tubuh akan menyebabkan penderita mengalami gangguan pada gambaran diri. penderita mudah mengalami kelelahan. banyak minum. B. Adanya kelemahan otot- otot pada ekstermitas menyebabkan penderita tidak mampu melaksanakan aktivitas sehari- hari secara maksimal. gangguan kualitas maupun ereksi. serta memberi dampak pada proses ejakulasi serta orgasme. penyebab terjadinya DM serta upaya yang telah dilakukan oleh penderita untuk mengatasinya. hal ini berhubungan dengan proses genetik dimana orang tua dengan diabetes mellitus berpeluang untuk menurunkan penyakit tersebut kepada anaknya. banyaknya biaya perawatan dan pengobatan menyebabkan pasien mengalami kecemasan dan gangguan peran pada keluarga (self esteem). 6) Pola seksual dan reproduksi Angiopati dapat terjadi pada sistem pembuluh darah di organ reproduksi sehingga menyebabkan gangguan potensi seks. sehingga pola tidur dan waktu tidur penderita.

rasa panas atau sakit saat berkemih. perjalanan penyakit yang kronik. telinga kadang- kadang berdenging. gusi mudah bengkak dan berdarah. 2) Head to Toe a) Kepala Leher Kaji bentuk kepala. kelembaban dan suhu kulit di daerah sekitar ulkus dan gangren. lensa mata keruh. hipertensi/hipotensi. apakah penglihatan kabur / ganda. kardiomegalis. tinggi badan. Pada penderita DM mudah terjadi infeksi. f) Sistem muskuloskeletal Adanya katabolisme lemak. c) Sistem pernafasan Adakah sesak nafas menandakan pasien mengalami diabetes ketoasidosis.7) Pola mekanisme stres dan koping Lamanya waktu perawatan. nadi perifer lemah atau berkurang. aritmia. perasaan tidak berdaya karena ketergantungan menyebabkan reaksi psikologis yang negatif berupa marah. kaji pula adanya luka atau warna kehitaman bekas luka. inkontinensia urine.Kelebihan glukosa akan dibuang dalam bentuk urin.berubah. ludah menjadi lebih kental. penyebaran masa otot. retensio urine. diplopia. kesadaran. nyeri dada. kaji juga adanya batuk. keadaan rambut. kecemasan. suara bicara. berat badan dan tanda- tanda vital. Pemeriksaan Fisik 1) Keadaan Umum Meliputi keadaan penderita. d) Sistem kardiovaskuler Perfusi jaringan menurun. adakah pembesaran pada leher. Penyebaran lemak dan. gigi mudah goyah. lemah. sputum. takikardi/bradikardi. dapat menyebabkan penderita tidak mampu menggunakan mekanisme koping yang konstruktif / adaptif. g) Sistem neurologis 10 . adakah gangguan pendengaran. lidah sering terasa tebal. tekstur rambut dan kuku. C. Pasien juga cepat lelah. b) Sistem integumen Kaji Turgor kulit menurun pada pasien yang sedang mengalami dehidrasi. kemerahan pada kulit sekitar luka. mudah tersinggung dan lain – lain. Hal ini berhubungan erat dengan adanya komplikasi kronis pada makrovaskuler e) Sistem urinary Poliuri.

Dukung pasien dan keluarga untuk membantu dalam pemberian makan dengan baik. Konstipasi berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah 6. TTV dalam rentang mukosa. kacau mental. 2. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gangguan saraf perifer 5. Monitor status nutrisi 5. Ketidakseimbang NOC NIC an nutrisi kurang Kriteria Hasil 1100. parasthesia. Monitor masukan makan/cairan c. mengantuk. makanan. Monitor status hidrasi output sesuai dengan dengan poliuria (kelembapan membrane usia dan BB b. Manajemen cairan a. letargi. Kolaborasi pemberian cairan IV 6. reflek lambat. Mempertahankan urine berhubungan 1. Kaji kemampuan pasien untuk tubuh berat badan sesuai mendapatkan nutrisi berhubungan dengan tujuan berat 3. Mampu mengidentifikasi insulin. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan keseimbangan insulin. membuat catatan makanan kebutuhan nutrisi 11 . Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya imun tubuh 2. 2. nadi adekuat) 2. Berikan informasi tentang dengan gangguan badan ideal sesuai kebutuhan nutrisi keseimbangan dengan tinggi badan 4. Kaji adanya alergi makanan 2. Manajemen nutrisi dari kebutuhan a. Kekurangan NOC NIC Kriteria Hasil volume cairan 4120.3 Intervensi Diagnosa Tujuan dan Kriteria No Intervensi Keperawatan Hasil 1. Monitor TTV normal 3. Adanya peningkatan 1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan volume cairan dan poliuria 2. Tidak ada tanda-tanda dan hitung intake kalori harian dehidrasi 4. Ajarkan pasien bagaimana b. disorientasi. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan suplai oksigen dan glukosa ke dalam sel rendah 4. anastesia. Berhubungan dengan komplikasi kronis yaitu pada system neurologis pasien sering mengalami penurunan sensoris. makanan dan aktivitas jasmani 3.2 Diagnosa 1.

Tidak ada tanda harian 5. Anjurkan keluarga untuk membawa makanan favorit pasien sementara berada d rumah sakit. Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang biasa dilakukan 4. 1160. Manajemen Energi 1. mual. Bantu klien untuk pemenuhan activity daily mengembangkan motivasi diri 5. Monitor adanya penurunan berat badan 3. Terapi Aktivitas aktivitas Kriteria hasil: 1.5oC diperlukan ketika beristirahat b. c. Monitor lingkungan selama makan 5. muntah. rambut kusam 3. Ajarkan pasien mengenai 12 . Klien dapat aktif dalam 4. Intoleransi NOC : 4310.5-37. diastole <85)  RR: 16-20x/menit kemampuan fisik sel rendah  Nadi: 80. Kolaborasi dengan terapis fisik untuk merencanakan dan memonitor aktivitas klien 0180. Pastikan makanan disajikan malnutrisi dengan cara yang menarik 6. Bantu mengidentifikasi untuk 100x/menit mendapatkan sumber yang  Suhu: 36. Bantu klien untuk berhubungan a. Bantu untuk memilih aktivitas oksigen dan  TD (systole 110- yang sesuai dengan glukosa ke dalam 130. Tanda vital dalam mengidentifikasi aktivitas yang dengan suplai rentang normal yaitu: mampu dilakukan 2. 6. BB pasien dalam batas normal 2. Monitor respon fisik selama living (ADL) beraktivitas. kekeringan pada mulut. Monitor Nutrisi 1. Monitor turgor kulit. 3.

Tidak ada distensi peningkatan kadar output pasien abdomen 2. Tingkatkan tirah baring atau pembatasan kegiatan 3. pengelolaan kegiatan dan teknik manajemen waktu untuk mencegah kelelahan 2. berpindah tempat) sesuai dengan kemampuan energi pasien 4. Konstipasi NOC NIC berhubungan Kriteria hasil: 4120. Bantu pasien untuk menjadwalkan periode istirahat 4. Tingkatkan asupan oral( menawarkan air cairan di antara waktu makan) 6. sokong sendi selama pergerakkan) 3. Tidak merasakan gatal 1. gula darah membram mukosa lembab. Ciptakan lingkungan yang dengan gangguan pada area kulit tenang dan mendukung 2. Monitor tanda-tanda vital pasien 4. BAB lancar 1. sokong dengan bantal. Manajemen cairan dengan a. berpakaian. denyut nadi adekuat) 3. Jaga intake/asupan dan catat b. Posisikan pasien untuk pada saraf perifer b. Resiko infeksi NOC NIC 13 . Merasa nyaman memfasilitasi kenyamanan ( misalnya. Anjurkan aktivitas fisik seperti ADL (mandi. Monitor kulit terutama daerah tonjolan tubuh terhadap adanya tanda-tanda tekanan atau iritasi 5. Monitor status dehidrasi ( misal. Gangguan rasa NOC NIC nyaman Kriteria hasil: 6482 Manajemen Lingkungan berhubungan a.

Instruksikan pada pengunjung kemampuan untuk untuk selalu cuci tangan mencegah timbulnya sebelum ke pasien infeksi 4.33: 562-569. Kapita Selekta Kedokteran. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus.4 Discharge Planning 1. Jakarta: Medica Aesculpalus American Diabetes Association. Kontrol Infeksi dengan a. Ajarkan mencegah infeksi : kebersihan kaki. Perencanaan latihan. Cuci tangan sebelum dan sesudah ke pasien. Mansjoer. berhubungan Kriteria Hasil: 6540. Jumlah leukosit dalam lokaldan sistemik batas normal 5. 2000 . hindari perlukaan. Ajarkan cara menghindari infeksi 6. Edisi ke-3. jelaskan dampak latihan dengan diabetik 5.gunakan sikat gigi yang halus. Batasi pengunjung bila perlu tubuh 3. Bersihkan lingkungan setelah menurunnya imun dan gejala infeksi dipakai pasien b. 2010. dkk. Menunjukkan 2. Perencanaan diit. 2. Monitor tanda dan gelaja infeksi c. Diabetes Care Vol. DAFTAR PUSTAKA Arif. Ajarkan memonitor atau memeriksa glukosa darah dan glukosa dalam urine 3. Jelaskan komplikasi yang muncul 6. Berikan penjelasan secara lisan dan tulisan tentang perawatan dan pengobatan yang diberikan. buat jadwal 4. FKUI. 14 . Klien bebas dari tanda 1. 2.

B.html. [Sitasi 27 Januari 2108]. Jakarta: Mocomedia. Hal : 45-47 Sutedjo.depkes. dkk. 2016. Diakses dari http://www. Tambayong.Yogyakarta:Amara Books. Buku Saku Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta: EGC.html. Jan. M.Bulechek. TAHUN 2030 PREVALENSI DIABETES MELITUS DI INDONESIA MENCAPAI 21. Gloria. 2001. Departemen Kesehatan. Jakarta: Badan Penelitian dan. 2006. Edisi Kesepuluh. Edisi Kelima. Wendy. 2009.3 JUTA ORANG. Obat Diabetes Sebagai Terapi Farmakologi Penyakit Diabetes Melitus. 2001. Diakses dari http://www. dkk. Nursing Outcomes Classification (NOC). Nursing Intervensin Classification (NIC). Jakarta: EGC. Patofisiologi. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Anatomi dan Fisiologi Untuk Keperawatan 15 . Republik Indonesia. Keliat. Jakarta: EGC Pengembangan Kesehatan.go. 2016. dkk. 2016.A. Jakarta: EGC [RISKESDAS] Riset Kesehatan Dasar. (2006). Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifiasi 2015-2017.com/2016/11/obat-diabetes-terapi-dm.apotekers. Kemenkes RI. 2007.id/article/print/414/tahun-2030-prevalensi-diabetes-melitus-di- indonesia-mencapai-213-juta-orang. Smeltzer and Bare. [Sitasi 27 Januari 2108]. Sue. Price and Wilson. Edisi Keenam. F. Anna. Moorhead. 2016.