You are on page 1of 6

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS WONOSOBO I KECAMATAN WONOSOBO
Jl.May. Jend.Bambang Sugeng No.24 Telp. (0286) 321897
e-mai : puskesmas.wsb1@gmail.com
WONOSOBO
56314

Notulen Penyuluhan PTM dan Pembinaan Posbindu
Pertemuan Tanggal : 2 Oktober 2017 Tempat: Kelurahan
Pukul : 08.00 WIB s/d selesai Kramatan
Susunan Acara 1. Pembukaan
2. Sambutan oleh Kepala Kelurahan Kramatan
3. Penyampaian materi tentang PTM dan Posbindu
4. Tanya Jawab
5. Penutup
Pembahasan 1. Pembukaan
Acara dibuka dengan bacaan basmallah bersama sama.

2. Sambutan
Sambutan oleh Kepala Kelurahan Kramatan
“Assalamualaikum wr.wb”
Allhamdulilah kita dapat berkumpul di balai kelurahan mlipak ini
dengan sehat walafiat tanpa halangan sesuatu apapun. Kali ini
akan kita akan diberikan penyuluhan tentang penyakit scabies
oleh petugas dari Puskesmas Wonosobo I, semoga kegiatan
penyuluhan ini dapat memberikan manfaat serta menambah
ilmu pengetahuan bagi kita semua. Mohon kepada masyarakat
agar tidak malu bertanya mengenai PTM dan Posbindu. Akhir
kata wassalamualaikum wr.wb”

3. Penyampaian materi tentang PTM
Penyakit tidak menular adalah jenis penyakit yang terjadi karena
faktor keturunan, atau juga karena faktor gaya hidup yang tidak
sehat. Ingat bahwa penyakit tidak menular berarti tidak bisa
ditularkan seperti pengertian dari penyakit menular. Dimana
penyakit atau kumanya bisa menular ke orang lain dari meia
udara, cipratan ludah, bersin, air, baju yang dipakai, alat makan
dll. Penyakit tidak menular sebenarnya juga memiliki pengaruh
yang sama bahayanya jika tidak di manaj dengan baik. Misalnya
diabetes jika orang yang mengalami DM tidak rajin kontrol maka
yang terjadi adalah kondisi gula darahnya bisa sangat tinggi,
atau juga bisa sangat rendah. Dia juga tidak bisa
memperkirakan berapa asupan makan yang bisa dia konsumsi
setiap harinya. Maka dari itu Kita harus bisa merubah pola hidup
tidak sehat kita menjadi pola hidup sehat sebagai upaya
pencegahan.
Di Puskesmas saat ini juga sudah ada program tersendiri untuk
menjaring dan untuk memanajemen penyakit tidak menular di
masyarakat, wadahnya bisa disebut dengan Posbindu,

senam dll. pola makan tidak sehat. Prinsip utama dalam rangka pencegahan PTM adlah dengan merubah gaya hidup yang tidak sehat menjadi gaya hidup sehat. lari pagi. Tujuan Posbindu PTM adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM). Sariawan 5. Rematik 6. Osteoporosis. Sasaran utama kegiatan adalah kelompok masyarakat sehat. hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). dan periodik. dll Beberapa penyakit tidak menular di atas pastinya sangat membutuhkan tenaga kesehatan dalam rangka upaya pencegahan. berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas. Faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) meliputi merokok. kurang aktifitas fisik. rutin. Jangan hanya mengandalkan obat karena terlalu banyak obat juga akan merusak organ karena efek sampingnya. kanker. hiperglikemi. dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Hipertensi 3. . konsumsi minuman beralkohol. dan juga rujukan jika diperlukan pengobatan lebih lanjut. Pembinaan POSBINDU Pengertian: Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu. stres. misal dengan jalan santai. Nah seperti judul di atas saya juga akan memberikan contoh jenis jenis penyakit PTM yang mungkin juga di alami oleh orang orang di sekitar kita : 1. misalkan dengan penyuluhan dengan orang tersebut karena dengan pengetahuan akan dapat merubah mindset dai tidak baik menjadi lebih baik. Diabetes Melitues 2.pesertanya bisa dari kader dan masyarakat yang biasanya menjadi tempat dan wadah share mengenai keluhan keluhan yang dirasakan. Jantung 4. hipertensi. penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD). obesitas. pemriksaan lab sederhana.

. kurang makan sayur dan buah. Kegiatan penggalian informasi faktor risiko dengan wawancara sederhana tentang riwayat PTM pada keluarga dan diri peserta. tempat lain di mana masyarakat dalam jumlah tertentu berkumpul/beraktivitas secara rutin. Untuk anak. 4. pengukuran tekanan darah disesuaikan ukuran mansetnya dengan ukuran lengan atas. Analisa lemak tubuh hanya dapat dilakukan pada usia 10 tahun ke atas. Aktifitas ini dilakukan saat pertama kali kunjungan dan berkala sebulan sekali. Kegiatan pemeriksaan gula darah bagi individu sehat paling sedikit diselenggarakan 3 tahun sekali dan bagi yang telah mempunyai faktor risiko PTM atau penyandang diabetes melitus paling sedikit 1 tahun sekali. perawat/bidan/analis laboratorium dan lainnya). pertemuan organisasi politik maupun kemasyarakatan. 3. di tempat kerja atau di klinik perusahaan. 5. Untuk pemeriksaan glukosa darah dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter. lingkar perut. gereja. tinggi badan. 2. aktifitas fisik.Wadah Kegiatan: Posbindu PTM dapat dilaksanakan terintegrasi dengan upaya kesehatan bersumber masyarakat yang sudah ada. Untuk pemeriksaan Gula darah dan Kolesterol darah dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di lingkungan kelompok masyarakat tersebut. Kegiatan pemeriksaan kolesterol total dan trigliserida. Bentuk Kegiatan: Terdapat sebanyak 10 kegiatan pada Posbindu PTM. Kegiatan pemeriksaan fungsi paru sederhana diselenggarakan 1 tahun sekali bagi yang sehat. Kegiatan pengukuran berat badan. Pemeriksaan Arus Puncak Ekspirasi dengan peakflowmeter pada anak dimulai usia 13 tahun. di lembaga pendidikan. klub olah raga. yaitu: 1. merokok. potensi terjadinya cedera dan kekerasan dalam rumah tangga. serta informasi lainnya yang dibutuhkan untuk identifikasi masalah kesehatan berkaitan dengan terjadinya PTM. bagi individu sehat disarankan 5 tahun sekali dan bagi yang telah mempunyai faktor risiko PTM 6 bulan sekali dan penderita dislipidemia/gangguan lemak dalam darah minimal 3 bulan sekali. Indeks Massa Tubuh (IMT). sementara yang berisiko 3 bulan sekali dan penderita gangguan paru- paru dianjurkan 1 bulan sekali. analisis lemak tubuh. dan tekanan darah sebaiknya diselenggarakan 1 bulan sekali. misalnya di mesjid. Pemeriksaan fungsi paru sederhana sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah terlatih.

yang dilakukan dengan wawancara terarah melalui penggunaan instrumen untuk mengidentifikasi riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga dan yang telah diderita sebelumnya. sebaiknya tidak hanya dilakukan jika ada penyelenggaraan Posbindu PTM namun perlu dilakukan rutin setiap minggu. Posbindu PTM Utama yang meliputi pelayanan Posbindu PTM Dasar ditambah pemeriksaan gula darah. 9. perawat/bidan/analis laboratorium dan lain nya). Hal ini penting dilakukan karena pemantauan faktor risiko kurang bermanfaat bila masyarakat tidak tahu cara mengendalikannya. pengukuran berat badan. namun bila hasil IVA positif dilakukan tindakan pengobatan krioterapi kembali. pengukuran tekanan dara.6. Kegiatan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dilakukan sebaiknya minimal 5 tahun sekali bagi individu sehat. tinggi badan. 1. Kegiatan rujukan ke fasilitas layanan kesehatan dasar di wilayahnya dengan pemanfaatan sumber daya tersedia termasuk upaya respon cepat sederhana dalam penanganan pra-rujukan. kolesterol total dan trigliserida. 8. maka dapat dibagi menjadi 2 kelompok Tipe Posbindu PTM. Kegiatan konseling dan penyuluhan. jika hasil IVA negatif dilakukan pemeriksaan ulang 5 tahun. dilakukan tindakan pengobatan krioterapi. Pemeriksaan IVA dilakukan oleh bidan/dokter yang telah terlatih dan tatalaksana lanjutan dilakukan oleh dokter terlatih di Puskesmas. perilaku berisiko. lingkar perut. alat analisa lemak tubuh. pemeriksaan uji fungsi paru sederhana serta penyuluhan mengenai pemeriksaan payudara sendiri 2. pemantauan dan tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh Posbindu PTM. 7. Indeks massa tubuh (IMT). diulangi setelah 6 bulan. harus dilakukan setiap pelaksanaan Posbindu PTM. . yaitu. Kegiatan pemeriksaan kadar alkohol pernafasan dan tes amfemin urin bagi kelompok pengemudi umum yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter. Pengelompokan Tipe Posbindu. Kegiatan aktifitas fisik dan atau olah raga bersama. pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Posbindu PTM Dasar meliputi pelayanan deteksi dini faktor risiko sederhana. pemeriksaan klinis payudara. setelah hasil IVA positif. Berdasarkan jenis kegiatan deteksi dini. potensi terjadinya cedera dan kekerasan dalam rumah tangga. 10.

Untuk pelaksanaan pencatatan hasil pelaksanaan Posbindu PTM diperlukan kartu menuju sehat Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (KMS FR-PTM) dan buku pencatatan. pemeriksaan kadar alkohol pernafasan dan tes amfetamin urin bagi kelompok pengemudi umum. tes amfetamin urin kit. Bidan. lembaga/institusi. lembar balik. alat uji fungsi paru sederhana (peakflowmeter) dan media bantu edukasi. pengukuran lingkar perut. maupun di kelompok masyarakat/lembaga/institusi yang tersedia tenaga kesehatan tersebut sesuai dengan kompetensinya. Untuk standar minimal lima set meja-kursi. 4. pengukur tinggi badan. pita pengukur lingkar perut. brosur. alat ukur kadar kolesterol total dan trigliserida. alat ukur kadar pernafasan alkohol. Informasi dan Edukasi) yang memadai. leaflet. Standar Sarana Posbindu PTM Sarana dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan Posbindu PTM adalah sebagai berikut : 1. model makanan (food model) dan lainnya. . dengan pelaksana tenaga kesehatan terlatih (Dokter. kelompok masyarakat. Sarana standar lengkap diperlukan alat ukur kadar gula darah. alat ukur analisa lemak tubuh dan penguku ran tekanan darah dengan ukuran manset dewasa dan anak. 3. 2. Untuk kegiatan deteksi dini kanker leher rahim (IVA) dibutuhkan ruangan khusus dan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan (Dokter ataupun Bidan di kelompok masyarakat/lembaga/institusi) yang telah terlatih dan tersertifikasi. 5. Untuk penyelenggaraan Posbindu PTM Utama dapat dipadukan dengan Pos Kesehatan Desa atau Kelurahan siaga aktif. Untuk mendukung kegiatan edukasi dan konseling diperlukan media KIE (Komunikasi. timbangan berat badan. seperti serial buku pintar kader. perawat kesehatan/tenaga analis laboratorium/lainnya) di desa/kelurahan. dan tensimeter serta buku pintar kader tentang cara pengukuran tinggi badan dan berat badan. dan IVA kit.

4. Tanya Jawab 2. dibina atau difasilitasi untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM di masing-masing kelompok atau organisasinya. Penutup Acara ditutup dengan bacaan hamdallah bersama-sama Kesimpulan Acara berlangsung dengan lancar. dan tensimeter serta buku pintar kader tentang cara pengukuran tinggi badan dan berat badan.Puji : Dalam 5 meja POSBINDU apa saja tahapan pemeriksaannya dalam meja-meja tersebut? Jawab : Untuk standar minimal lima set meja-kursi.R. mau dan mampu melakukan kegiatan berkaitan dengan Posbindu PTM. Kriteria Kader Posbindu PTM antara lain berpendidikan minimal SLTA. pengukuran lingkar perut. pita pengukur lingkar perut. yang dilatih secara khusus. Ibu. . Walidi : Siapa saja pelaku yang terlibat dalam posbindu ? Jawab : Pelaksanaan Posbindu PTM dilakukan oleh kader kesehatan yang telah ada atau beberapa orang dari masing- masing kelompok/organisasi/lembaga/tempat kerja yang bersedia menyelenggarakan posbindu PTM. alat uji fungsi paru sederhana (peakflowmeter) dan media bantu edukasi 5. 1. alat ukur analisa lemak tubuh dan penguku ran tekanan darah dengan ukuran manset dewasa dan anak. pengukur tinggi badan. Bp. timbangan berat badan.