You are on page 1of 8

16 NEGARA BAGIAN RISS

1. Daerah Kekuasaan RIS 1
o Negara Pasundan
o Republik Indonesia
o Negara Jawa Timur
o Negara Indonesia Timur
o Negara Madura
o Negara Sumatra Selatan
o Negara Sumatra Timur
2. Daerah Kekuasaan RIS 2
o Negara Riau
o Negara Jawa Tengah
o Negara Dayak Besar
o Negara Bangka
o Negara Belitung
o Negara Kalimantan Barat
o Negara Kalimantan Timur
o Negara Kalimatan Tenggara
o Negara Banjar
3. Daerah Kekuasaan RIS 3
o Daerah Indonesia lainya yang bukan termasuk daerah bagian

Berdasarkan Konstitutsi RIS, Negara RIS terdiri dari:
 7 (tujuh) negara bagian,
 9 (sembilan) satuan kenegaraan, dan
 3 (tiga) daerah swapraja

sebagai berikut:
1. Negara-negara bagian terdiri dari Republik Indonesia (RI), Negara Pasundan, Negara Jawa
Timur, Negara Indonesia Timur (NIT), Negara Madura, Negara Sumatera Timur, dan Negara
Sumatera Selatan.
2. Satuan kenegaraan terdiri dari Kalbar, Kaltim, Dayak Besar, Banjar, Kalimantan Tenggara,
Bangka, Belitung, Riau Kepulauan, dan Jawa Tengah.
3. Daerah swapraja yang terdiri dari Waringin, Sabang, dan Padang.

negara Jawa Timur. segera muncul usaha-usaha untuk membentuk kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banjar. Dengan sistem pemerintahan federal berarti melindungi manusia Indonesia yang setuju dengan penjajah Belanda. adalah golongan yang tetap menghendaki adanya negara serikat. sehingga sampai tanggal 5 April 1950 negara RIS tinggal terdiri dari tiga negara bagian. KEMBALINYA NKRI 1. dipimpin oleh Sahetapy Engel. Kalimantan Tenggara. Pada tanggal 8 Maret 1950. Berdasarkan Undang-Undang Darurat tersebut berturut- turut negara-negara bagian menggabungkan diri dengan Republik Indonesia. Pada umumnya masyarakat Indonesia tidak puas dengan hasil KMB yang melahirkan negara RIS. Biliton. RIS terdiri dari negara-negara bagian yaitu Republik Indonesia. Negara Indonesia Timur (NIT) . a. yaitu: a. pemerintah RIS dengan persetujuan Parlemen dan Senat RIS mengeluarkan Undang Undang Darurat No. Yamin b. Latar Belakang Kembali ke Negara Kesatuan RI (NKRI) Kembalinya negara Indonesia ke bentuk kesatuan setelah sebelumnya berbentuk serikat karena sebab- sebab berikut. negara Madura. b. Proses Kembali ke Negara Kesatuan RI Dengan disetujuinya KMB pada tanggal 2 November 1949. negara Indonesia Timur. dipimpin oleh Moh. Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. Republik Indonesia (RI) b. Rakyat di daerah-daerah melakukan kegiatan kegiatan seperti demonstrasi dan pemogokan untuk menyatakan keinginannya agar bergabung dengan Republik Indonesia di Yogyakarta. 11 tahun 1950 tentang “Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS”. Setelah berdirinya negara RIS. negara Sumatera Timur. Bentuk nyata dari adanya pertentangan tersebut yaitu muncullah dua golongan berikut. yaitu golongan yang menghendaki negara kesatuan. negara Sumatera Selatan. Golongan unitaris. a. Negara Pasundan. Masing- masing Negara bagian mempunyai luas daerah dan penduduk yang berbeda. Dayak Besar. Pertentangan ini dimenangkan oleh golongan unitaris. Riau. Golongan federalis. dan Jawa Tengah. 2. di Indonesia terbentuklah satu negara federal yang bernama Indonesia Serikat (RIS). seperti demonstrasi dan pemogokan untuk menyatakan keinginannya agar bergabung dengan Republik Indonesia. Rakyat di berbagai daerah melakukan kegiatankegiatan. c. Negara Sumatra Timur (NST) c.

parlemen RIS. Sesuai dengan Piagam Persetujuan tersebut pemerintah Republik Indonesia dan RIS akan membentuk panitia bersama. dan KNIP. sedangkan jabatan wakil presiden akan dibicarakan lebih lanjut. Kesepakatan tersebut dinamakan “Piagam Persetujuan” yang berisi sebagai berikut. . Undang-Undang Dasar yang diperoleh dengan mengubah konstitusi RIS sedemikian rupa sehingga prinsip- prinsip pokok UUD 1945 dan bagian-bagian yang baik dari konstitusi RIS termasuk di dalamnya. Dr. Dewan menteri harus bersifat parlementer. e. Pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS secara resmi dibubarkan dan kita kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1950 Rancangan UUD itu diterima baik oleh senat. Panitia ini diketuai oleh Menteri Kehakiman RIS yaitu Prof. c. Presiden adalah Presiden Sukarno. Kedua pemerintah sepakat untuk membentuk negara kesatuan sebagai penjelmaan Republik Indonesia berdasarkan proklamasi 17 Agustus 1945. Rakyat Indonesia merayakan tanggal 17 Agustus 1950 itu dengan meriah sebagai ulang tahun kemerdekaan yang ke-5. Supomo dan Abdul Hamid dari pihak Republik Indonesia. d. Tugas pokoknya yaitu merancang Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan. Pada tanggal 15 Agustus 1950 Presiden Sukarno menandatangani Rancangan UUD tersebut menjadi UUD Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia atau lebih dikenal sebagai UUDS 1950.Sementara itu pada tanggal 19 Mei 1950 dicapai kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Indonesia Serikat (NST dan NIT). Mr. Membentuk sebuah panitia yang bertugas menyelenggarakan persetujuan tersebut. a. Rancangan tersebut berhasil disusun pada tanggal 20 Juli 1950 untuk selanjutnya diserahkan kepada dewan perwakilan negara-negara bagian untuk disempurnakan.

Kabinet Ali Sastroamijoyo I berhasil menyelenggarakan KAA tanggal 18-24 April 1955 di Bandung. Kabinet Wali Wongso 1 Agustus 1953 24 Juli 1955 5. Dalam kabinet parlementer dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bbertanggung jawab kepada DPR bukan kepada presiden. Kabinet Ali H 24 Maret 1956 Tahun 1957 Dari kabinet hanya berumur 1 tahunan. Kabinet Moh. Kabinet Burhanudin Harahap berhasil menyelenggarakan pemilu I yang dilaksanakan dala 2 tahap yaitu Tanngal 22 September 1955 untuk memilih anggota DPR Pada masa deokrasi liberal partai politik tumbuh dengan adanya perbedaan tujuan dari partai-partai politik ini banyak menimbulkan kericuhan dibidang sosial politik yang secara otomatis dapat mengganggu kelancaran pemerintahan Indonesia. Kabinet Soekirman 26 April 1951 Februari 1952 3. Kabinet Wilopo 30 Maret 1952 2 Juni 1953 4. Setelah bentuk negara RIS dibubarkan pada tanggal 15 Agustus 1950 maka bentuk negara kita kembali kedalam bentuk negara kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan UUDS 1950. kabinet itu yang berhasil mencapai prestasi adalah: 1. Berdasarkan UUDS 1950 sistem kabinet/demokrasi yang dianut adalah demokrasi atau kabinet parlementer (liberal). . Masa Demokrasi Liberal ( Parlementer ) Ketidakstabilan pemerintah akibat persaingan antar partai politik. Kabinet pada masa demokrasi liberal adalah No. Natsir 6 September 1950 21 Maret 1951 2. 2. Nama Kabinet Pembentukan Pembubaran 1. Kabinet Burhanudin 12 Agustus 1955 3 Maret 1956 6. DEMOKRASI LIBERAL A. Sistim demokrasi ditandai dengan sering bergantinya kabinet dalam arti kabinet yang tidak berkuasa tidak pernah berumur panjang.

PEMILIHAN UMUM PERTAMA TAHUN 1955 Pemilihan Umum Indonesia 1955 adalah pemilihan umum pertama di Indonesia yang diadakan pada tahun 1955. Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia paling demokratis.00. Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. Dalam keadaan seperti ini. Setalah konstituante gagal menetapkan undang-undang Dasar 1945 menjadi Konstitusi Republik Indonesia. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif. Pemilu ini bertujuan memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman. di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD 45 semakin kuat. . sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. pukul 17. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang diumumkan dalam upacara resmi di istana merdeka pada tanggal 5 Juli 1959. beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Sementara. Dekrit ini dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. dan kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260. Namun. DEKRIT 5 JULI PRESIDEN Latar Belakang Lahirnya Dekrit Presiden Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama.

b. Untuk mewujudkan anjuran tersebut maka. Membentuk Kabinet Gotong Royong yang anggotanya semua partai politik.Berikut ini isi Konsepsi Presiden: a. Dalam sidang sering terjadi perpecahan pendapat. Untuk mengatasi masalah tersebut pada tanggal 5 Juli 1959 presiden mengeluarkan dekrit. Akibatnya Dewan Konstituante gagal mengambil keputusan. Isi Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yaitu: a. . 2. sehingga sistem demokrasi parlementer harus diganti dengan Demokrasi Terpimpin.2 Situasi Politik Menjelang Dekrit Presiden Sistem Demokrasi Liberal ternyata membawa akibat yang kurang menguntungkan bagi stabilitas politik. Misalnya konflik ideologis. Hal ini mendorong Presiden Soekarno untuk mengemukakan Konsepsi Presiden pada tanggal 21 Februari 1957. berlakunya kembali UUD 1945. dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950. Akibatnya gagal menghasilkan UUD. Akan tetapi hasilnya belum mencapai batas quorum. kedua kelompok sulit mencapai kata sepakat dalam pembahasan isi UUD. Penerapan sistem Demokrasi Parlementer secara Barat tidak cocok dengan kepribadian Indonesia. pembubaran Konstituante.3 Sidang Konstituante Menjelang Keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Dari pemilu tahun 1955 terbentuk dewan konstituante. b. konflik kepentingan antarpartai politik. c. Anggota Konstituante terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok Islam dan kelompok nasionalis. Hal ini mendorong presiden menganjurkan konstituante untuk kembali menggunakan UUD 1945. akan dibentuk MPRS dan DPAS. diadakan pemungutan suara sampai tiga kali. Segera dibentuk Dewan Nasional. dua pertiga suara. c. konflik antar kelompok dan daerah. Setiap wakil partai memaksakan pendapatnya. Berbagai konflik muncul ke permukaan. Badan ini bertugas menyusun UUD yang baru.2.

presiden soekarno membentuk DPR-DR (DPR Gotong Royong) . Dengan programnya yang disebut Tri Program. penetapan DPR hasil pemilu 1955 menjadi DPR tanggal 23 Juli 1959 c. Mahkamah Agung membenarkan dekrit tersebut. Pembentukan MPRS dan DPAS. Alasannya adalah penolakan DPR terhadap usulan anggaran belanja negara yang diajukan presiden. a. Tgas MPRS adalah menetapkan GBHN dan tugas DPAS adalah sebagai penasihat atau memberi pertimbangan pada presiden. Pembentukan kabinet kerja. Menyelenggarakan keamanan rakyat dan negara 3. 2. d. Selanjutnya pada tanggal 24 juni 1960. Pada tahun1960.Kasad (kepala staf Angkatan Darat) memerintahkan kepada segenap personil TNI untuk melaksanakan dan mengamankan dekrit tersebut. presiden soekarno membubarkan DPR hasil pemilu. DPR dalam sidangnya tertanggal 22 Juli 1959 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk terus bekerja dengan berpedoman pada UUD 1945. MPRS dan DPAS juga dibentuk BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan ) dan Mahkamah Agung (MA). BPK bertugas memeriksa penggunaan uang negara oleh pemerintah. Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapat sambutan positif dari seluruh lapisan masyarakat yang sudah jenuh melihat ketidakpastian nasinal yang mengakibatkan tertundannya upaya pembangunan nasional.4 Tindak Lanjut Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Setelah keluarnya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 terjadi beberapa perkembangan politik dan ketatanegaraan di Indonesia. Isinya : 1 Melengkapi sandang pangan rakyat 2. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit sebagai langkah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. akni berlakunya kembali UUD 1945 dalam kerangka Demokrasi terpimpin. Melanjutkan perjuangan menentang imperialisme untuk mengembalikan Irian Barat b. indonesia memasuki babak sejarah baru. Dukungan spontan tersebut menunjukkan bahwa rakyat telah lama mendambakan stabilitas politik dan ekonomi. pembentukan DPR-GR. e. MA berperan sebagai lembaga tinggi negara. Semenjak pemerintah Republik Indonesia menetapkan dekrit presiden 5 Juli 1959.

e. maupun lembaga tinggi negara lainnya. c. Front nasional bertugas mengerahkan massa. b. Bangsa Indonesia terhindar dari konflik yang berkepanjangan yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan. Kekuatan militer semakin aktif dan memegang peranan penting dalam percaturan politik di Indonesia. a. Badan ini berperan penting dalam penggayangan Malaysia dan pembebasan Irian Barat. Memberi kemantapan kekuasaan yang besar kepada presiden. d. berikut. pemetapan gbhn.f.5 Dampak Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Dekrit Presiden ternyata memiliki beberapa dampak. pembentukan dewan perancang nasional (depernas) dan front nasional. Terbentuknya lembaga-lembaga baru yang sesuai dengan tuntutan UUD 1945. Presiden Soekarno menerapkan Demokrasi Terpimpin. Depernas bertugas merancang pembangunan semesta yang berpola delapan tahun. MPR. misalnya MPRS da n DPAS. terutama melalui front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB) g. manifesto politik merupakan sebutan pidato presiden soekarno dalam peringatan hari kemerdekaan republik indonesia tanggal 17 agustus 1959 2. .