You are on page 1of 2

REAKSI GIGITAN SERANGGA

No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS SUTANYO, SKM
TOILI II NIP. 19630915 1987031 019

1. Pengertian Reaksi gigitan serangga (insect bite reaction) adalah reaksi hipersensitivitas atau
alergi pada kulit akibat gigitan (bukan terhadap sengatan/stings), dan kontak
dengan serangga. Gigitan hewan serangga misalnya oleh nyamuk, lalat, bugs, dan
kutu yang dapat menimbulkan reaksi peradangan yang bersifat local sampai
sistemik.
2. Tujuan Memberikan tata laksana yang tepat pada pasien dengan reaksi gigitan serangga
4. Kebijakan SK tentang layanan klinis No
5. Referensi
6. Prosedur/Langkah-  Petugas melakukan anamnesa
langkah  Petugas melakukan pemeriksaan fisik
 Penatalaksanaan
 Prinsip penanganan kasus ini adalah dengan mengatasi respon
peradangan baik yang bersifat local maupun sistemik. Reaksi
peradangan local dapat dikurangi dengan sesegera mungkin mencuci
daerah gigitan dengan air dan sabun, serta kompres es
 Atasi keadaan akut terutama pada angioedema karena dapat terjadi
obstruksi saluran napas. Penanganan pasien dapat dilakukan di Unit
Gawat Darurat. Bila disertai obstruksi saluran napas diindikasikan
pemberian epinefrin sub kutan, dilanjutkan dengan pemberian
kortikosteroid prednisone 60-80 mg/hari selama 3 hari, dosis
diturunkan 5-10 mg/hari.
 Dalam kondidi stabil, terapi yang dapat diberikan , yaitu:
 Antihistamin sistemik golongan sedatif, misalnya: hidroksizin
2x25 mg/hari selama 7 hari atau chlorpheniramine maleat 3x4
mg selama 7 hari atau loratadine 1x10 mg perhari selama 7
hari.
 Topikal: kortikosteroid topical potensi sedang-kuat: misalnya
krim mometasone furoat 0,1% atau krim betametasone valerat
0,5% diberikan selama 2 kali sehari selama 7 hari
 Konseling dan Edukasi
 Minum obat secara teratur
 Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, memakai baju
berlengan panjang dan celana panjang. Pada beberapa kasus
boleh memakai mosquito repellent jika diperlukan, dan lain-
lain agar terhindar dari gigitan serangga.
 Kriteria rujukan
Jika kondisi memburuk, yaitu dengan makin bertambahnya patch
eritema, timbul bula, atau disertai gejala sistemik atatu komplikasi
7. Unit terkait UGD, Poli umum

8. Rekaman historis perubahan
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan