You are on page 1of 2

Dalam konteks reposisi administrasi publik Frederickson memberikan interpretasi

governance dalam empat terminologi, yaitu:

1. Governance menggambarkan bersatunya organisasi atau institusi baik dari pemerintah
atau swasta yang dikaitkan (linked together) untuk mengurusi kegiatan-kegiatan
publik sehingga dapat bekerja bersama dalam sebuah jejaring antar negara.
Terminologi pertama ini kata kunci utamanya adalah networking dan desentralisasi,
yang diawali dari perubahan citra sentralisasi organisasi menjadi citra organisasi
delegatif dan terdesentralisir sehingga tujuan dapat dicapai dari hasil kesepakatan
bersama.
2. Governance sebagai tempat berkumpulnya pihak-pihak yang berkaitan secara
langsung maupun tidak seperti partai politik, badan-badan legislatif dan divisinya,
serta kelompok kepentingan untuk menyusun kebijakan dan
mengimplementasikannya. Pada terminologi kedua ini pusat kekuasaan mulai
menyebar karena semakin majemuknya pelaku dalam proses perumusan dan
implementasi kebijakan. Kebijakan tersebut harus dapat menjawab tuntutan
masyarakat, masyarakat ikut dilibatkan dalam proses implementasi sehingga inisiatif
dan kreatifitas masyarakat dapat tersalurkan. Di samping itu, masyarakat harus dapat
mengakses informasi mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut sehingga masyarakat
dapat menilai apakah kebijakan tersebut memuaskan dan dapat
dipertanggungjawabkan. Kata kunci terminologi kedua ini adalah pluralitas aktor,
kekuasaan yang makin menyebar, perumusan dan implementasi kebijakan bersama.
3. Governance bersangkutan dengan kecenderungan kekinian dalam literatur manajemen
publik khususnya spesialisasi dalam kebijakan publik dimana hubungan multi-
organisasional antar aktor-aktor kunci terlibat dalam implementasi kebijakan.
Kerjasama para aktor yang lebih berwatak politik, kebersamaan untuk memungut
resiko, lebih kreatif dan berdaya, tidak mencerminkan watak yang kaku utamanya
menyangkut organisasi, hirarki, dan tata aturan. Dalam makna lebih luas governance
merupakan jaringan (network) kinerja di antara organisasi-organisasi lintas vertikal
dan horisontal untuk mencapai tujuan-tujuan publik. Kata kuncinya jaringan aktor
lintas organisasi secara vertikal dan horisontal.
4. Terminologi governance dalam konteks administrasi publik kental dengan sistem
nilai-nilai kepublikan. Governance menyiratkan sesuatu hal yang sangat penting,
suatu keabsahan, sesuatu yang lebih bermartabat, dan sesuatu yang positif untuk

disemangati oleh nilai- nilai kepublikan antara lain keabsahan. lebih kreatif. Sementara terminologi pemerintah (government) dan birokrasi direndahkan. Governance dipandang sebagai sesuatu yang akseptabel (dapat diterima). lebih absah. dengan sifat hubungan yang lebih luwes dalam tataran vertikal dan horisontal. dan kreatif. Dari keempat terminologi tersebut dapat ditarik pokok pikiran bahwa governance dalam konteks administrasi publik adalah merupakan proses perumusan dan implementasi untuk mencapai tujuan-tujuan publik yang dilakukan oleh aktor: pluralitas organisasi. responsif. mencerminkan sesuatu yang lamban kurang kreatif. . mencapai tujuan publik. dan disepelekan. Dilakukan dalam semangat kesetaraan dan netwoking yang kuat untuk mencapai tujuan publik yang akuntabel. lebih responsif dan bahkan lebih baik segalanya.