You are on page 1of 6

A.

Manifestasi Klinis Umum


 Fase penyakit Manifestasi klinis Penyakit HIV akut Demam, sakit kepala,
sakit tenggorokan dengan faringitis, limfadenopati generalisata, eritema
 Masa laten klinis Berkurangnya jumlah sel T CD4+ AIDS Infeksi oportunistik
Protozoa (Pneumocystis carinii, Cryptosporidium) Bakteri (Toxoplasma,
Mycobacterium avium, Nocardia, Salmonella) Jamur (Candida, Cryptococcus
neoformans, Coccidioides immitis, Histoplasma capsulatum) Virus
(cytomegalovirus, herpes simplex, varicella-zoster) Tumor Limfoma (termasuk
limfoma sel B yang berhubungan dengan EBV) Sarkoma Kaposi Karsinoma
servikal Ensefalopati Wasting syndrome
 Masa Inkubasi dan Penularan Masa inkubasi pada orang dewasa berkisar 3
bulan sampai terbentuknya antibodi anti HIV. Manifestasi klinis infeksi HIV
dapat singkat maupun bertahun-tahun kemudian. Khusus pada bayi di bawah
umur 1 tahun, diketahui bahwa viremia sudah dapat dideteksi pada bulan-bulan
awal kehidupan dan tetap terdeteksi hingga usia 1 tahun. Manifestasi klinis
infeksi oportunistik sudah dapat dilihat ketika usia 2 bulan.
 Manifestasi klinis infeksi HIV pada anak bervariasi dari asimtomatis sampai
penyakit berat yang dinamakan AIDS. AIDS pada anak terutama terjadi pada
umur muda karena sebagian besar (>80%) AIDS pada anak akibat transmisi
vertikal dari ibu ke anak. Lima puluh persen kasus AIDS anak berumur <>
 Gejala klinis yang terlihat adalah akibat adanya infeksi oleh mikroorganisme
yang ada di lingkungan anak. Oleh karena itu, manifestasinya pun berupa
manifestasi nonspesifik berupa gagal tumbuh, berat badan menurun, anemia,
panas berulang, limfadenopati, dan hepatosplenomegali. Gejala yang menjurus
kemungkinan adanya infeksi HIV adalah adanya infeksi oportunistik, yaitu
infeksi dengan kuman, parasit, jamur, atau protozoa yang lazimnya tidak
memberikan penyakit pada anak normal. Karena adanya penurunan fungsi imun,
terutama imunitas selular, maka anak akan menjadi sakit bila terpajan pada
organisme tersebut, yang biasanya lebih lama, lebih berat serta sering berulang.
Penyakit tersebut antara lain kandidiasis mulut yang dapat menyebar ke
esofagus, radang paru karena Pneumocystis carinii, radang paru karena
mikobakterium atipik, atau toksoplasmosis otak. Bila anak terserang
Mycobacterium tuberculosis, penyakitnya akan berjalan berat dengan kelainan
luas pada paru dan otak. Anak sering juga menderita diare berulang.
 Manifestasi klinis lainnya yang sering ditemukan pada anak adalah
pneumonia interstisialis limfositik, yaitu kelainan yang mungkin langsung
disebabkan oleh HIV pada jaringan paru. Manifestasi klinisnya berupa hipoksia,
sesak napas, jari tabuh, dan limfadenopati. Secara radiologis terlihat adanya
infiltrat retikulonodular difus bilateral, terkadang dengan adenopati di hilus dan
mediastinum.
 Manifestasi klinis yang lebih tragis adalah yang dinamakan ensefalopati
kronik yang mengakibatkan hambatan perkembangan atau kemunduran
ketrampilan motorik dan daya intelektual, sehingga terjadi retardasi mental dan
motorik. Ensefalopati dapat merupakan manifestasi primer infeksi HIV. Otak
menjadi atrofi dengan pelebaran ventrikel dan kadangkala terdapat kalsifikasi.
Antigen HIV dapat ditemukan pada jaringan susunan saraf pusat atau cairan
serebrospinal.
Gejala dan tanda klinis yang patut diduga infeksi HIV menurut WHO SEARO
2007:
1. Keadaan umum :
a. Kehilangan berat badan > 10% dari berat badan dasar
b. Demam (terus menerus atau intermitten, temperatur oral > 37,5oC) yang
lebih dari satu bulan,
c. Diare (terus menerus atau intermitten) yang lebih dari satu bulan.
d. Limfadenopati meluas
2. Kulit :
Post exposure prophylaxis (PPP) dan kulit kering yang luas merupakan
dugaan kuat infeksi HIV. Beberapa kelainan seperti kulit genital (genital warts),
folikulitis dan psoriasis sering terjadi pada orang dengan HIV/AIDS(ODHA) tapi
tidak selalu terkait dengan HIV.
3. Infeksi
a. Infeksi Jamur : Kandidiasis oral, dermatitis seboroik, kandidiasis vagina
berulang
b. Infeksi viral : Herpes zoster
c. Herpes genital (berulang), moluskum kotangiosum, kondiloma.
d. Gangguan pernafasan : batuk lebih dari 1 bulan, sesak nafas, tuberkulosis,
pneumonia berulang, sinusitis kronis atau berulang.
e. Gejala neurologis : nyeri kepala yang makin parah (terus menerus dan tidak
jelas penyebabnya), kejang demam, menurunnya fungsi kognitif.

 Klasifikasi stadium klinis infeksi HIV pada orang dewasa menurut WHO
Stadium Gambaran Klinis Skala Aktivitas
I 1. Asimptomatik Asimptomatik ,
2. Limfadenopati generalisata aktifitas normal
II 1. Berat badan menurun < 10 % Simptomatik , aktifitas
2. Kelainan kulit dan mukosa yang normal
ringan seperti , dermatitis seboroik,
prurigo, onikomikosis ,ulkus oral
yang rekuren ,kheilitis angularis
3. Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir
4. Infeksi saluran napas bagian atas
seperti ,sinusitis bakterialis
III 1. Berat badan menurun < 10% Pada umumnya lemah ,
2. Diare kronis yang berlangsung lebih aktivitas ditempat tidur
dari 1 bulan kurang dari 50%
3. Demam berkepanjangan lebih dari 1
bulan
4. Kandidiasis orofaringeal
5. Oral hairy leukoplakia
6. TB paru dalam tahun terakhir
7. Infeksi bacterial yang berat seperti
pneumonia, piomiositis

IV 1. HIV wasting syndrome seperti yang


didefinisikan oleh CDC
2. Pnemonia Pneumocystis carinii
3. Toksoplasmosis otak
4. Diare kriptosporidiosis lebih dari 1
bulan
5. Kriptokokosis ekstrapulmonal
6. Retinitis virus situmegalo
7. Herpes simpleks mukokutan >1
bulan
8. Leukoensefalopati multifocal
progresif
9. Mikosis diseminata seperti
histoplasmosis
10. Kandidiasis di esophagus ,trakea ,
bronkus , dan paru
11. Mikobakterisosis atipikal diseminata
12. Septisemia salmonelosis non tifoid
13. Tuberkulosis diluar paru
14. Limfoma
15. Sarkoma Kaposi
16. Ensefalopati HIV

Manifestasi klinik utama dari penderita AIDS pada umumnya ada 2 hal antara
lain tumor dan infeksi oportunistik :
a. Manifestasi tumor diantaranya;
1) Sarkoma kaposi
kanker pada semua bagian kulit dan organ tubuh. Frekuensi kejadiannya 36-
50% biasanya terjadi pada kelompok homoseksual, dan jarang terjadi pada
heteroseksual serta jarang menjadi sebab kematian primer.
2) Limfoma ganas
terjadi setelah sarkoma kaposi dan menyerang syaraf, dan bertahan kurang
lebih 1 tahun.
b. Manifestasi Oportunistik diantaranya
1) Manifestasi pada Paru
a) Pneumonia Pneumocystis (PCP)
Pada umumnya 85% infeksi oportunistik pada AIDS merupakan
infeksi paru PCP dengan gejala sesak nafas, batuk kering, sakit bernafas
dalam dan demam.
b) Cytomegalo Virus (CMV)
Pada manusia virus ini 50% hidup sebagai komensial pada paru-paru
tetapi dapat menyebabkan pneumocystis. CMV merupakan penyebab
kematian pada 30% penderita AIDS.
c) Mycobacterium Avilum
Menimbulkan pneumoni difus, timbul pada stadium akhir dan sulit
disembuhkan.
d) Mycobacterium Tuberculosis
Biasanya timbul lebih dini, penyakit cepat menjadi miliar dan cepat
menyebar ke organ lain diluar paru.
2) Manifestasi pada Gastroitestinal
Tidak ada nafsu makan, diare khronis, berat badan turun lebih 10% per
bulan.

3). Manifestasi Neurologis


Sekitar 10% kasus AIDS nenunjukkan manifestasi Neurologis, yang
biasanya timbul pada fase akhir penyakit. Kelainan syaraf yang umum adalah
ensefalitis, meningitis, demensia, mielopati dan neuropari perifer.
___. 2012. Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi
Antiretroviral Pada Orang Dewasa dan Remaja. Jakarta: Kementrian Kesehatan
RI.

Fajar, P. 2013.
http://eprints.undip.ac.id/43845/3/ELIZABETH_FAJAR_P.P_G2A009163_bab_
2_KTI.pdf. [Diakses pada 27 Mei 2017].