You are on page 1of 3

Bagian II.

Aturan dan Rekomendasi


Bab 1
Taksa dan Tingkatannya
Artikel 1

1.1 Kelompok taksonomi pada berbagai tingkatan (dalam aturan ini) ditunjukkan sebagai
taksa (tunggal=takson).
1.2 Sebuah takson (kecuali taksa diatom) yang berdasarkan pada tipe fosil adalah takson
fosil. Takson fosil terdiri dari satu atau lebih sisa bagian dari induk atau dapat berupa
tahapan kehidupan atau satu atau lebih pemeliharaan yang mengindikasikan keaslian atau
deskripsi dari takson (artikel 11.1, 13.3).
Contoh 1: Alcicornopteris hallei J.Walton adalah fosil spesies untuk deskripsi asli
termasuk rachides, sporangia, spora dari pteridosperm yang diawetkan
sebagian dengan penekanan dan sebagian dengan petrifaksi.
Contoh 2 : Protofagacea allonensis Herend. & al. adalah fosil spesies untuk deskripsi
asli dari stamen bunga jantan, dengan anter yang berisi serbuk sari, buah,
kupula, dan bagian dari tahap kehidupan.
Contoh 3 : Stamnostoma A. Long adalah fosil genus untuk deskripsi asli dari spesies
tunggal, S. Huttonense, memiliki anatomi ovul yang diawetkan dengan bentuk
integumen yang menyatu membentuk colar dan terletak mengelilingi
lagenostoma. Rothwell dan Scott, kemudian memodifikasi deskripsi dari
genus ini, memperluas batasan untuk menambahkan juga kupula dimana ovul
berada. Nama Stamnostoma dapat diaplikasikan pada genus dengan bentuk
atau bagian lain, tahap kehidupan, pemeliharaan termasuk S. Huttonense, tapi
bukan tipe nama umum yang telah terlegitimasi di awal.

Artikel 2

2.1 Setiap individu diperlakukan sebagai pemilik nomor taksa yag tidak tentu dari tingkatan
subordinat yang tidak teratur, antara tingkat spesies dasar.

Artikel 3
3.1 Tigkatan takson dasar dalam urutan menurun adalah kingdom (regnum), division atau
phylum (divisio atau phylum), class (clasiss, family (familia), genus (genus), spesies
(spesies), jadi tiap spesies dapat ditunjukkan pada genus, tiap genus dapat ditunjukkan
pada famili dan seterusnya.
Catatan 1 : spesies dan subdivisi dari genus dapat ditunjukkan pada genus. Intraspesies
dapat ditunjukkan pada spesies karena namanya merupakan hasil kombinasi
(artikel 21.1, 23.1, 24.1), ketentuan ini tidak menghalangi penempatan
“incertae sedis” dengan tingkat yang lebih tinggi dari genus.
Contoh 1 : genus Haptanthus Goldberg & C. Nelson untuk deskripsi asli tanpa
ditunjukkan pada famili.
Contoh 2: genus fosil Paradinandra Schonenberger & E. M Friis ditunjukkan pada
“Ericle s.l” tapi bertanggung jawab pada penempatan yang diberi sebagai
“incertae sedis”.
3.2 Tingkatan prinsip dari taksa hibrid (nothotaksa) adalah nothogenus dan nothospesies.
Tingkat ini sama dengan genus dan spesies. Awalan “notho” mengindikasikan karakter
hibrid (app 1).
Artikel 4
4.1 Tingkatan takson sekunder pada urutan menurun adalah tribe (tribus), yang ada diantara
famili dan genus, section (section) & series antara genus dan spesies, variety (varietas) &
form (forma) dibawah spesies.
4.2 Jika lebih banyak taksa yang diinginkan, bentuknya ditambahkan awalan “sub” yang
menandakan tingkat sekunder. Organisme mungkin ditunjukkann pada taksa dengan
urutan menurun sebagai berikut: kingdom (regnum), subkingdom (subregnum), division
atau phylum (divisio atau phylum), subdivision atau subphylum (subdivisio atau
subphylum), class (classis), subclass (subclassis), order (ordo), suborder (subordo),
family (familia), subfamily (subfamilia), tribe (tribus), subtribe (subtribus), genus
(genus), subgenus (subgenus), section (sectio), subsection (subsectio), series (series),
subseries (subseries), species (species), subspecies (subspecies), variety (varietas),
subvariety (subvarietas), form (forma), dan subform (subforma).
Catatan 1 : tingkatan dengan menambahkan awalan “sub” untuk tingkatan dasar (artikel
3.1) dapat dibentuk dan digunakan atau tidak digunakan pada tingkatan
sekunder (Artikel 4.1).
4.3 Tingkat lanjutan mungkin dapat ditambahkan asalkan tidak memberikan kesalahan dan
kebingungan.
4.4 Tingkat subordinat dari nothotaksa adalah sama dengan tingkat subordinat dari taksa non-
hibrid , kecuali nothogenus yang merupakan tingkat tertinggi yang diijinkan (app 1).
Catatan 2 : frase “subdivision dari family” pada kode ditunjukkan untuk taksa dari
tingkat antara family dan genus, “subdivision dari genus” ditunjukkan untuk
taksa dari tingkat antara genus dan spesies.
Catatan 3 : penunjukan kategori khusus digunakan pada pertanian, kehutanan,
holtikultur (pembukaan 11, artikel 28 catatan 2,4,5)
Catatan 4 : pengelompokan parasit khususnya fungi, penemu yang tidak memberi secara
spesifik nama spesies, subspesies atau hasil varietal pada taksa dari sudut
pandang fisiologi tetapi secara samar atau tidak semua sudut morfologi
mungkin membedakan bentuk spesial yang dicirikan dengan adaptasinya pada
inang yang berbeda tapi tatanama bentuk spesial yang tidak ditetapkan pada
kode.
Aticle 5
5.1 Urutan relatif dari tingkatan spesifik (artikel 3,4) tidak boleh diubah (artikel 37.5 &
37.9).
Rekomendasi 5A
5A.1 Untuk tujuan standarisasi, direkomendasikan singkatan berikut: cl. (class), ord. (order),
fam. (family), tr. (tribe), gen. (genus), sect. (section), ser. (series), sp. (species), var. (variety),
f. (forma). Singkatan untuk tingkatan tambahan ditambah dengan awalan “sub”, atau untuk
nothotaksa diberi tambahan “notho” sebagai awalan. Misalnya subsp. (subspecies), nothosp.
(nothospecies), tetapi subg. (subgenus) bukan “subgen”.