You are on page 1of 15

SATUAN PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Perawatan Bayi Baru Lahir


Sub Pokok Bahasan : Pijat Bayi
Sasaran : Ny. “S”
Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 15 Juli 2017
Waktu : 10.00 WITA
Tempat : Rumah Ny. S
Penyuluh : Linda Ratnasari

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diadakan penyuluhan tentang “Pijat Bayi” diharapkan bagi
Ny.”S” agar mampu memahami dan mengerti tentang pengertian pijat
bayi, manfaat, persiapan, tekhnik serta hal yang tidak boleh dilakukan
dalam memijat bayi dan nantinya diharapkan pula apa yang telah
disampaikan mampu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan Khusus
Dengan diadakan penyuluhan tentang “Pijat Bayi” diharapkan bagi
Ny.”H” untuk :
a. Mengetahui pengertian pijat bayi.
b. Mengetahui manfaat pijat bayi.
c. Mengetahui persiapan pijat bayi.
d. Mengetahui tekhnik pijat bayi.
e. Mengetahui hal yang tidak boleh dilakukan dalam memijat bayi.
B. MATERI
1. Pengertian pijat bayi.
2. Manfaat pijat bayi.
3. Persiapan pijat bayi.
4. Tekhnik pijat bayi.
5. Hal yang tidak boleh dilakukan dalam memijat bayi.
C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi
D. MEDIA
Video
E. KEGIATAN
No Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Klien Waktu
1 Pembukaan a. Salam a. Menjawab salam 3 menit
b. Membuka acara penyuluhan b. Menyimak
dan memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan c. Menyimak
penyuluhan
d. Menyebutkan materi yang d. Menyimak
akan diberikan
2 Isi a. Menjelaskan pengertian pijat a. Memperhatikan 7 menit
bayi.
b. Menjelaskan manfaat pijat b. Memperhatikan
bayi.
c. Menjelaskan persiapan pijat c. Memperhatikan
bayi.
d. Menjelaskan tekhnik pijat d. Memperhatikan
bayi.
e. Menjelaskan hal yang tidak e. Memperhatikan
boleh dilakukan dalam
memijat bayi.
3 Penutup a. Memberikan pertanyaan a. Menjawab 5 menit
tentang materi yang telah pertanyaan
disampaikan.
b. Menyimpulkan materi b. Menyimak
c. Salam penutup c. Menjawab salam

F. SUMBER
1. Maharani, Sabrina,2009. Pijat dan Senam Sehat Untuk bayi. Jogjakarta:
Kata Hati.
2. Putri, Alissa, 2009. Pijat dan Senam Untuk Bayi dan Balita Panduan
Praktis Memijat Bayi dan Balita. Yogyakarta: Brilliant Offset.
3. Prasetyono.2013.Buku Pintar Pijat Bayi. Jogjakarta: BukuBiru.
G. EVALUASI
1. Ibu mampu menjelaskan tentang pengertian pijat bayi.
2. Ibu mampu menyebutkan manfaat pijat bayi.
3. Ibu mampu menyebutkan persiapan pijat bayi.
4. Ibu mampu mempraktikan teknik pijat bayi.
5. Ibu mampu menyebutkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam
memijat bayi.
MATERI PENYULUHAN
PIJAT BAYI

A. Pengertian Pijat Bayi


Menurut Roesli (dalam Prasetyono,2013) menyatakan bahwa pijat bayi
adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal
manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktikkan sejak berabad-abad tahun
silam secara turun-menurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak
yang berumur 0-12 bulan.
Pijat bayi adalah terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal
manusia, yang juga merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan
yang dipraktikkan sejak berabad-abad silam (Prasetyono,2013).

B. Manfaat Pijat Bayi


1. Membuat Bayi Semakin Tenang
2. Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi
3. Meningkatkan efektivitas istirahat (Tidur) bayi
4. Meningkatkan daya tahan tubuh
5. Meningkatkan produksi ASI
6. Meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan
7. Menstimulasi Aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernafasan
8. Mengurangi rasa sakit

C. Persiapan Memijat Bayi


Pijat bayi dapat dilakukan segera setelah bayi lahir. Jadi, dapat dimulai
kapan saja sesuai keinginan. Bayi akan mendapat keuntungan lebih besar bila
pemijatan dilakukan tiap hari sejak lahir sampai usia enam atau tujuh bulan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemijatan pada si
kecil sebagai berikut:
1. Waktu yang tepat
a. Pagi hari
Pemijatan dapat dilakukan pagi hari sebelum mandi, sebab sisa-
sisa minyak pijat akan lebih mudah dibersihkan, selain itu pemijatan
pada pagi hari memberikan nuansa ceria pada bayi. Yang harus
diperhatikan, jangan langsung memijat bayi usai ia makan/disusui.
Jangan pula membangunkan bayi hanya untuk dipijat, atau memijat bayi
saat ia sakit, memijat paksa, dan memaksakan posisi saat memijat.
b. Malam hari
Pemijatan pada malam hari sangatlah baik. Sebab, setelah
pemijatan, biasanya bayi akan santai dan mengantuk, hal ini berguna
untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak.
Yang harus diperhatikan, ketika akan dipijat si bayi harus dalam
keadaan tenang dan nyaman. Jika rewel, jangan memaksakan untuk
memijat. Sebab, bayi akan semakin rewel dan memberontak. Buatlah
bayi ceria, ajak bercanda atau bermain sampai siap untuk dipijat. Hindari
juga memijat ketika bayi dalam keadaan lapar, hal ini bisa
mengakibatkan bayi merasa tidak nyaman dan berusaha meronta.
Sebaiknya pemijatan dilakukan 15 menit setelah si kecil makan.
2. Tangan yang aman untuk memijat
Sebelum memijat, pastikan tangan anda bersih dan hangat, karena
tangan yang kurang bersih dapat menjadi penular kuman, terutama penyakit
kulit, jadi cuci tangan terlebih dahulu lalu pastikan tangan dalam keadaan
kering karena kulit bayi sangat peka dengan suhu tangan ibu dan tidak
nyaman bila tangan yang menyentuhnya itu dingin.
Periksa kuku dan perhiasan untuk menghindari goresan pada kulit bayi.
Potonglah kuku dan lembutkan (dikikir). Keberadaan cincin, gelang dan
aksesoris lainnya yang terbuat dari logam atau plastik dapat melukai kulit
bayi.
3. Ruang yang nyaman
Ruang yang nyaman untuk melakukan pemijatan adalah :
a. Ruang yang kering dan tidak pengap. Ruangan yang pengap dan
lembab menyebabkan bayi gerah. Selain itu, suasana seperti itu juga
menyebabkan kulit bayi sensitive sehingga bayi merasa menjadi resah
saat dipijat.
b. Ruangan yang hangat tetapi tidak panas. Ruangan yang dingin atau
terlalu banyak angin menyebabkan bayi kedinginan dan masuk angin.
Untuk menghangatkan ruangan dapat memasang lampu yang
memberikan rasa hangat.
c. Ruangan yang penerangnya cukup. Ini penting agar tidak terjadi
kesalahan akurasi pada daerah yang dipijat. Penerangan yang remang-
remang atau gelap menyulitkan ibu untuk membedakan warna
kemerahan kulit si kecil bekas pemijatan. Sebab, warna kemerahan
mengindikasi bahwa pemijatan telah cukup.
d. Ruangan tidak berisik. Suara-suara berisik mengganggu konsentrasi ibu
dan bayi. Untuk menciptakan ketenangan, pastikan suara yang mengisi
ruangan adalah suara ibu, ayah, iringan musik lembuh, seperti memutar
music klasik dari Mozart, dave koz dan sebagainya.
e. Ruangan tanpa aroma menyengat dan mengganggu. Bila ingin
menerapkan aroma terapi cukup dengan aroma yang muncul dari
minyak pijat saja. Tidak dianjurkan menggunakan pewangi ruangan
aerosol atau benda bakar (dupa) karena membuat bayi alergi
(Prasetyono, 2013).
4. Peralatan Yang Harus Disiapkan
Peralatan yang dibutuhkan sebelum melakukan pemijatan antara lain :
a. Alas yang empuk dan lembut
Misalnya kasur atau busa yang dilapisi dengan kain lembut. Luas
alas ini sebesar ukuran bayi agar ibu dapat bergerak dengan bebas. Alas
ini sebaiknya dalam posisi datar.
b. Handuk atau lap, popok dan baju ganti
Handuk atau lap digunakan untuk membersihkan sisa-sisa minyak
yang menempel dikulit bayi. Popok untuk menutup bagian tubuh bayi
setelah dipijat. Menyiapkan popok hendaknya tidak terlambat (setelah
dipijat baru disiapkan popok) sebab, bayi harus menunggu waktu
sehingga kedinginan. Baju ganti untuk mengganti baju lama usai
pemijatan.
c. Minyak untuk memijat
Minyak digunakan sebagai pelumas (lubricant) bersifat melicinkan
permukaan kulit bayi dan tangan ibu sehingga memudahkan ibu dalam
berbagai gerakan urut dan membuat bayi merasa nyaman. Tujuan
pelumas ini adalah merawat kulit si kecil agar tetap lembut dan sehat
tanpa terpengaruh oleh bekas gesekan pijat. Jadi, gunakan minyak
ketika memijat untuk menghindari luka akibat gesekan yang dapat terjadi
karena kontak dengan kulit. Minyak yang cocok adalah minyak zaitun
(olive oil), minyak dara (virgin coconut oil), minyak telon (baby oil),
minyak kelapa (minyak klentik), minyak kelapa sawit, bias juga
menggunakan losion. Hal ini karena sifatnya yang lembut dan
melembabkan. Jangan menggunakan minyak aroma terapi karena terlalu
keras untuk kulit bayi.
d. Air dan waslap
Siapkan air hangat beserta handuk kecil dan washlap untuk menyeka
bayi dari bekas minyak usai pemijatan.
D. Teknik memijat bayi
Berikut beberapa pedoman teknik pemijatan bayi yang dapat
dipergunakan sebagai dasar pijat bayi. Setiap gerakan yang diberiakan pada
masing-masing teknik dapat diulang sebanyak lima sampai enam kali
tergantung kebutuhan, yaitu :
1. Kaki
a. Manfaat: Bagi bayi yang sedang belajar berjalan, pijatan di bagian ini
berguna untuk menguatkan otot dan saraf motorik di bagian kaki.
Selain itu, pijat kaki juga bisa meredakan rasa pegal usai bayi
belajar berjalan.
b. Memerah susu
Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki seperti
memegang tongkat pemukul. Kemudian gerakan tangan ke
pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau,
dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan
mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat dan
memutar kedua kaki bayi secara lembut (Prasetyono, 2013).
c. Telapak kaki
Untuk memijat telapak kaki bayi,caranya yakni tidak dipijat-pijat
tetapi diurut menggunakan ibu jari secara bersamaan pada seluruh
permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari (Prasetyono,
2013).
d. Jari
Ingat bahwa tulang pada ruas jari kaki bayi masih belum kuat,
karena itu pijatan tidak perlu disertai dengan penekanan. Pijatlah
dengan lembut jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar
menjauhi telapak kaki dan akhiri dengan tarikan lembut pada setiap
ujung jari (Prasetyono, 2013).
e. Punggung kaki
Gunakan kedua ibu jari untuk membuat lingkaran disekitar kedua
mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah dengan lembut
seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari
pergelangan kaki ke arah jari. Teknik lain yakni dengan membuat
gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua
ibu jari secara bersamaan dari daerah mata ke jari kaki (Prasetyono,
2013).
f. Betis
Pada bagian betis kaki dengan salah satu tangan anda, kemudian
remas-remas dari pangkal lutut menuju pergelangan kaki. Gerakan
ini dapat diulang berkali-kali (Prasetyono, 2013).
g. Paha
Pada bagian paha, pemijatan dilakukan dengan cara meremas dan
memutar. Pegang bayi pada bagian pangkal paha dengan kedua
tangan secara bersamaan, kemudian buatlah gerakan meremas
dengan lembut sambil memutarkan kedua belah tangan yang
dimulai dari pangkal paha hingga ke arah mata kaki (Prasetyono,
2013).
h. Gerakan akhir
Bagian akhir ini semua kaki dipijat, yakni dengan merapatkan kedua
kaki bayi, lalu letakkan kedua tangan secara bersamaan pada
pangkal paha. Kemudian, lakukan usapan-usapan dengan lembut
dan halus pada kedua kaki bayi dari atas ke bawah (Prasetyono,
2013).
2. Perut
a. Untuk pemijatan di daerah perut, hindari pemijatan pada tulang
rusuk. Selain itu, jangan lakukan pemijatan pada bagian perut ini
setelah selesai makan.
b. Manfaat : membantu bayi yang sulit buang air besar dan mengatasi
perut kembung.
c. Mengayuh pedal sepeda
Pemijatan perut ini dilakukan dengan menggerakkan kedua tangan
keatas dan kebawah secara bergantian seperti mengayuh pedal
sepeda. Arah pijatan dimulai dari atas kebawah perut.
d. Gerakan berikutnya, jepit kedua pergelangan kaki bayi dengan
tangan kiri, lalu angkat kedua kaki tersebut lurus sedikit diatas perut.
Sedangkan untuk tangan kanan bisa langsung dilakukan gerakan
mengusap-usap perut dari atas sampai ke jari-jari kaki.
e. Terakhir, untuk melemaskan otot-otot perut dan pangkal paha,
kedua lutut ditekuk pelan-pelan dan dengan lembut menuju ke
permukaan perut bayi. Atau, masing-masing tangan anda
memegang pergelanagan kaki, kemudian gerakkan kedua kaki bayi
secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda (Prasetyono,
2013).
f. Bulan – matahari
Disebut gerakan bulan - matahari karena gerakan yang harus
dibentuk adalah membuat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan
mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai
arah jarum jam, kemudian kembali ke arah kanan bawah (seperti
bentuk bulan) diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan
penuh (seperti bentuk matahari).
g. Lakukan kedua gerakan ini secara bersamaan dengan tangan kiri
membuat gerakan lingkaran penuh dan tangan kanan membuat
setengah lingkaran (Prasetyono, 2013).
h. Ibu jari kesamping
Dalam gerakan ini, pertama-tama perut bayi pada bagiannya tekan
masing-masing ibu jari diantara pusar perut. Kemudian, gerakkan
kedua ibu jari tersebut menyamping ke arah tepi perut kanan dan
kiri.
Cara lain adalah dengan membayangkan ada gambar jam pada
perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12, bagian
perut bawah di anggap jam 6, lalu buat gerakan berikut: buat
lingkatan searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu
dengan tangan kiri dimulai pada jam 8 (didaerah usus buntu)
(Prasetyono, 2013).
i. Gerakan I love You
Posisikan bayi terlentang dengan bertelanjang dada. Gerakan
pertama membentuk huruf “I” dengan melakukan usapan mulai dri
dada kiri atas turun sampai kerusuk kiri. Gerakan kedua, bentuk
huruf “L” dengan melakukan usapan mulai dari dada kanan atas
turun ke rusuk atas lalu disambung rusuk kiri. Gerakan ketiga,
bentuk huruf “J” dengan usapan dari dada kanan atas turun kerusuk
kanan, disambung sampai rusuk kiri lalu diteruskan ke dada kiri atas.
j. Hati-hati jika melakukan pemijatan pada daerah dada dan perut.
Jangan sampai terlalu menekan ke perut. Beberapa dokter tidak
menyarankan pemijatan pada bagian perut, karena bisa
mengganggu organ dalam bayi. Perhatikan juga reaksi yang timbul
selama proses. Jika bayi tampak gelisah, berusahalah memalingkan
kepala, memukul jidat, meringis kesakitan, berontak bahkan
menangis, sebaiknya hentikan dulu. Mungkin dia sedang tidak
nyaman karena tekanan yang terlalu kuat atau sebab lain
(Prasetyono, 2013).
k. Gerakan jari berjalan
Dikatakan dengan gerakan jari berjalan karena penekanan
bertumpuk pada pergerakan kelima ujung jari. Namun demikian,
penekanan jari perut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati.
Jangan menekan perut dengan jari-jari terlalu keras karena akan
menimbulkan rasa sakit dan mungkin berbahaya sekali bila
mengenai tulang rusuknya. Berikut cara memijat dengan teknik jari
berjalan pada perut.

l. Letakkan ujung-ujung jari pada pada perut bayi bagian kanan bawah
dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kiri
bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara yang
terselip di balik kulit. Dengan kedua telapak tangan, buatlah gerakan
dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan lipatan
kertas (Prasetyono, 2013).

3. Dada
Manfaat : membantu pernapasan bayi, terutama jika bayi sedang flu
atau batuk.
a. Gerakan Jantung
Teknik ini yaitu dengan membuat gerakan yang membentuk gambar
jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di
ulu hati, setelah itu, gerakkan tangan ke atas tulang selangka dan
berakhir ke posisi semula dibawah ulu hati. Gerakan tadi seolah
membuat gambar jantung (Prasetyono, 2013).
b. Menyilang
Gerakan menyilang dimulai dari tangan kanan yang memijat
menyilang dari ulu hati kea rah bahu kiri dan kembali ke arah ulu hati
(Prasetyono, 2013).
c. Lingkaran kecil
Buatlah gerakan lingkaran kecil disekitar putting susu (Prasetyono,
2013).
4. Tangan
Manfaat : Gerakan ini memperlancar peredaran darah dan merangsang
otot serta saraf motorik tangan bayi.
a. Perahan cara India
Teknik perlahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan
arahnya menjauhi tubuh. Caranya, peganglah lengan bayi dengan
kedua telapak tangan mulai dari pundak seperti memegang gagang
senter. Kemudian, gerakkan tangan kanan dan kiri kebawah secara
bergantian dan berulang-ulang seolah sedang memerah susu sapi.
Atau, kedua tangan melakukan memeras, memijat dan memutar
secara lembut pada lengan bayi mulai dari pundak hingga
pergelangan tangan (Prasetyono, 2013).
b. Memijat ketiak
Biasanya wilayah dibagian ketiak ini merupakan wilayah yang
sensitif. Ketika jari menyentuh wiyah ini, bayi akan menolak bukan
karena sakit, tetapi mungkin dia merasa geli dan senang karena
menganggapnya sedang bermain. Gerakan memijat ketiak ini,
pertama angkat tangan bayi dengan salah satu tangan anda.
Kemudian, buatlah gerakan memijat pada wilayah ini, lalu menurun
hingga ke bagian tulang rusuk dan perut.
c. Yang perlu diperhatikan adalah bila wilayah ketiak ini terdapat
benjolan atau terdapat pembengkakan kelenjar, sebaiknya jangan
memijat pada wilayah ini (Prasetyono, 2013).
5. Pergelangan tangan
a. Pemijatan pegelangan tangan ini dimulai dari pergelanagn tangan
(siku) kearah pundak. atau, dengan kedua tangan lakukan gerakan
memeras, memutar dan memijit secara lembut pada lengan bayi
mulai dari pergelangan tangan ke pundak. Pijitan ini berguna untuk
mengalirkan darah ke jantung dan paru – paru (Prasetyono, 2013).
b. Telapak tangan
Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat
lingkaran – lingkaran kecil dari pergelangan tangan kea rah jari –
jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan
(Prasetyono, 2013).
c. Jari
Pijat jari bayi satu – persatu menuju ujung jari dengan gerakan
memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari.
Dalam tarikan ujung jari ini, anda bisa membunyikan suara “tak” dari
lidah, sehingga bila si bayi mendengar suara itu dia akan tampak
gembira (Prasetyono, 2013).
d. Gerakan menggulung
Gerakan ini seperti menggulung sebatang pensil dengan kedua
tangan. Caranya, anda pegang lengan bayi bagian atas/bahu
dengan kedua telapak tangan. Kemudian, gerakkan kedua telapak
tangan maju dan mundur seolah sedang menggulung bergerak naik
dimulai dari pangkaal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari
(Prasetyono, 2013).
e. Gerakan akhir
Sama seperti gerakan akhir yang dilakukan pada pemijatan kaki
(Prasetyono, 2013).
6. Muka
Manfaat: Gerakan menekan wajah dan kepala si kecil akan
menghindarkannya dari potensi kerusakan saraf wajah, membangun
kemampuan otot leher untuk menoleh ke kiri dan kanan, dan
memperkuat otot tengkuk. Setiap sentuhan ibu juga akan membangun
stimulus bagi kelancaran sensor saraf penglihatan, pendengaran, dan
penciuman serta membantu si kecil mengelola otot sekitar mulut agar
kemampuan bicaranya cepat berkembang.
a. Membasuh muka
Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan
lembut sambil bicara pada bayi secara halus. Gerakan kedua tangan
anda kesamping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan
membasih muka. Cara seperti ini dapat dilakukan sambil bermain
“ciluk-ba” (Prasetyono, 2013).
b. Dahi
Arah gerakan memijat dahi seperti arah membasuh muka. Caranya,
letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekan
dengan lembut bagian ini mulai dari tengah dahi bayi kearah
samping kanan dan kiri. Setelah itu, gerakan ke bawak ke daerah
pelipis dan buatlah lingkaran – lingkaran kecil di pelipis, kemudian
gerakan kearah dalam melalui daerah bawah pelipis dibawah mata
(Prasetyono, 2013).
c. Alis
Memijat bagian alis mata caranya ialah dengan meletakkan kedua
ibu jari anda diantara kedua alis mata. Lalu, pijat bagian ataas
mataa/alis mulai dari tengan kesamping searah dengan bulu rambut
alis (Prasetyono, 2013).
d. Dagu
Pijatan pada dagu ini atau rahang bawah, pegang pipi kiri dan kanan
dengan kedua tangan dan kedua ibu jari diletakkan ditengah dagu
bawah mulut.selanjutnya adalah menekan dua ibu jari pada dagu,
lalu kesamping menuju kea rah pipi bawah atau samping mulut
(Prasetyono, 2013).
e. Lingkaran kecil dirahang
Gunakan jari telunjuk kedua tangan anda untuk membuat lingkaran
kecil diseputar wilayahy rahang bayi. Berhati-hatilah, mungkin
diwilayah ini rahang bayi sedikit sensitive menerima tekanan yang
agak sedikit keras. Karena itu, tekanan hendaknya dibuat selembut
mungkin, sehinggga tidak merasakan sakit (Prasetyono, 2013).
f. Belakang telinga
Dengan tekanan lembut, gerakkan jari-jari kedua tangan anda mulai
dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil diseluruh
kepala (Prasetyono, 2013).
7. Punggung
Manfaat: Tubuh bayi, terutama punggung, akan terasa pegal saat ia
terlalu lama digendong atau tidur di kasur dalam posisi yang sama
selama beberapa waktu. Pijat ini bermanfaat untuk merelaksasi
punggungnya dan menghindari perkembangan tulang belakang bayi
yang tidak sempurna.
a. Gerakan maju mundur (kuda goyang)
Bayi ditidurkan tengkurap dengan posisi kepala disebelah kiri dan
kaki disebelah kanan anda. Lalu, pijatlah punggung bayi hingga ke
bawah leher dengan gerakan maju dan mundur dengan kedua
telapak kanan. Lalu kembali dari bawah leher sampai ke pantat bayi
(Prasetyono, 2013).
b. Usapan punggung
Tahan bokong bayi dengan tangan kanaan, lalu dipijit punggung bayi
dengan telapak tangan kiri anda mulai dari leher sampai bokong
dimana tangan kanan berada.
c. Gerakan selanjutnya, pegang kedua pergelangan kaki bayi dengan
tangan kanan anda, kemudian usap yang dimulai dari pinggang
hingga tumit. (Putri, 2009).
E. Hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
1. Hal-hal yang boleh dilakukan
a. Terus melakukan kontak mata dengan bayi anda.
b. Nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut untuk membantu anda dan
bayi akan merasa rileks.
c. Mulailah dengan sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan tekanan
pijatan saat anda semakin yakin dan bayi anda terbiasa dipijat.
d. Perhatikan isyarat yang ditunjukkan bayi anda. Jika ia menangis keras,
hentikan pijatan. Mungkin bayi anda ingin digendong, disusui atau
mengantuk.
e. Jika anda menggunakan baby oil, mandikan bayi anda setelah dipijat.
f. Jauhkan baby oil dari mata bayi anda.
g. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan keterangan lebih
lanjut mengenai pemijatan bayi (Maharani, 2009).
2. Hal yang tidak boleh dilakukan
a. Memijat bayi tidak lama setelah ia makan/minum susu.
b. Membangunkan bayi anda untuk dipijat.
c. Memijat bayi anda dalam keadaan sakit.
d. Memijat bayi anda dengan paksa.
e. Memaksa posisi saat memijat bayi anda (Maharani, 2009).